Complicated Love (Chapter 5)

Author : dindareginaa

Genre : Angst, Romance

Main Cast :

  • Bae Su Ji
  • Kim Myungsoo as Choi Myungsoo
  • Choi Minho

Other Cast :

  • Lee Ji Eun
  • Kwon Yuri

Image

***

Mataku membulat melihat pemandangan mesum di taman. Seorang namja dan yoeja berciuman? Ditempat seperti ini? Yang benar saja! Tapi.. cham! Sepertinya aku mengenal mereka. Ya! Bukankah itu… Minho dan Yuri?

Aku langsung menoleh pada Suji. Kulihat dia mulai meneteskan airmatanya. Aku langsung bergerak memeluknya sehingga dia tidak akan dapat melihat hal menjijikkan ini!

Uljima! Air matamu itu terlalu berharga untuk namja bajingan itu!”

Kurasakan tubuh Suji bergetar hebat. Bajingan itu! Awas saja kau!

***

“Dari mana saja kau?” tanyaku pada Minho saat dia baru saja membuka pintu rumah kami. Ya. Aku menunggu tepat di depan pintu.

“Bertemu chingu,” katanya singkat.

“Oh, chingu itu maksudmu Yuri? Kalian bertemu? Untuk apa?” aku berusaha memancingnya.

“Kau tau dari mana aku bertemu dengannya?”

“Entahlah, hanya saja tadi aku melihat 2 manusia sedang mesum di tempat umum,” sindirku, kutatap Minho sinis.

Minho terlihat kalah telak denganku.

“Kau melihat kami…”

“Tentu saja, aku melihat semuanya! Dan satu hal lagi, aku tidak sendirian menyaksikan perbuatan mesummu itu! Suji juga ada disana!” aku memotong ucapannya.

Minho terlihat kaget mendengar nama Suji disebut. Jujur saja, aku merasa iba pada yoeja itu. Aku juga tak menyangka hyeong-ku berbuat hal menjijikkan ini!

***

Suji POV

Aku melangkahkan kakiku kekamar mandi. Kulihat wajahku di cermin yang tergantung di kamar mandi. Oh tidak! Lihatlah wajahku! Seram sekali! Mataku bengkak dan ada lingkaran hitam disana. Segera kucuci wajahku.

Semalaman aku tak bisa tidur. Kejadian itu terus terbayang bagai mimpi buruk. Semalaman aku hanya bisa menangis meratapi nasibku. Eoddeokajji? Apa hubungan kami memang harus sampai disini?

***

Mataku membulat melihat siapa yang sedang menungguku di depan rumah.

“Suji-ah, saengil cukkhae,” Minho Oppa memberikan seikat mawar putih padaku.

Aku memandangnya tanpa ekspresi. Tak menerima bunga darinya. Sepertinya dia tau arti dari sikapku ini.

“Aku datang untuk menjelaskan semuanya padamu.” Minho Oppa menundukkan kepalanya.

Ini yang kubenci darinya! Pengecut! Dia tak berani menatap mataku karena dia tahu dia salah!

Mian, aku tak bisa lama-lama mendengar ocehanmu. Aku ada kelas pagi,” aku langsung meninggalkannya begitu saja.

Kurasakan dia menggenggam tanganku erat, menahanku supaya tidak pergi.

“Mari kita bicara.”

Aku langsung melepaskan genggamannya dan langsung memasuki mobilku. Kustarter mobilku itu dan ku kemudikan dengan laju.

***

“Jadi kalian putus?” tanya Ji Eun padaku setelah aku selesai bercerita

Ya! Chingu-ku yang satu ini memang terlalu polos. Ada apa dengan pertanyaannya itu?

“Belum, aku belum memutuskannya. Entahlah, kurasa berat untuk memutuskannya. Kau tahu kan dia cinta sekaligus pacar pertamaku.”

Aku menundukkan kepalaku berusaha menahan air mataku yang jatuh. Tapi, tetap saja air mataku jatuh untuk yang kesekian kalinya. Kurasakan pelukan hangat Ji Eun.

“Aku tak akan menyuruhmu memutuskannya. Yang aku minta hanya ikuti hatimu. Kau yang paling tau dirimu.”

Gomawo, Ji Eun-ah.”

Kueratkan pelukanku padanya. Disaat seperti inilah, Ji Eun kadang bisa menjadi sangat bijak. Aku bersyukur sekali mempunyai sahabat sepertinya.

Drrt.. Drrt..

Sms masuk. Aku langsung mengeluarkan ponselku dari tasku.

From : +0xxxxxx

Suji-ssi, bisa kita bertemu? Ada yang ingin ku bicarakan padamu.

Kwon Yuri

Oh! Apalagi ini? Tak bisakah dua orang itu tak mengganggu ketenanganku? Aku menarik nafasku panjang.

***

“Sudah lama menunggu?” tanyaku berusaha berbasa-basi pada yoeja yang sedang termenung – menungguku –.

“Oh, anio,” katanya tersenyum.

Kuperhatikan wajah yoeja ini secara rinci. Dia memang cantik. Pantas saja Minho Oppa tergila-gila padanya.

“Ingin pesan apa?” Yuri-ssi menyodorkan daftar menu padaku.

“Aku sedang tidak lapar ataupun haus. Langsung saja ke topik pembicaraan bukankah kau bilang kau ingin bicara denganku?”

Dia pasti tahu, dari nada suaraku tadi, aku tak suka padanya.

“Ini tentang Minho Oppa.”

Aku tau. Tentu saja, aku tau!

“Aku mohon, tolong lepaskan dia,” Yuri-ssi menggenggam tanganku.

Aku langsung melepaskan genggamannya. Jujur saja, aku risih berada dekat dengannya. Bagiku sekarang dia hanyalah “wanita perebut kekasih orang.”

“Memangnya siapa kau berani berkata seperti itu? Dan apa katamu tadi? Lepaskan? Memangnya aku begitu mengekangnya sehingga kau meminta aku untuk melepasnya?” Emosiku mulai memuncak. Aku sudah tidak bisa lagi menyimpannya dalam hati. Kulihat beberapa orang ditempat itu menatap kami heran. Tapi aku tak peduli.

“Aku di diagnosa mengidap penyakit kanker otak,” katanya tiba-tiba.

Aku hanya diam mendengar kata-katanya. Tak ingin berekspresi.

“Kankerku ini cepat menyebar. Mungkin, umurku sudah tidak lama lagi. Aku hanya ingin menghabiskan sisa waktuku bersama Minho, orang yang kucintai. Aku sudah meminta langsung pada Minho tentang ini, hanya saja dia begitu berat melepasmu. Jadi, aku harap kau mau melepasnya.”

Aku terdiam mendengar ucapannya. Kupegang mataku, ternyata sudah basah. Cepat-cepat kuhapuskan air mataku. Aku tak mau terlihat lemah di depannya! Aku langsung berdiri.

“Omong kosong apa ini?!” kupukul meja dan langsung pergi begitu saja.

***

Omongan Yuri dan sikap mereka berdua masih tersimpan rapi dalam benakku. Kuhapus air mataku yang tak kunjung berhenti mengalir, dan kuambil ponselku yang kuletakkan begitu saja ditempat tidurku. Tersenyum lalu mulai menari-narikan jariku diatas tombol ponselku.

***

Chagi-ah, akhirnya kau mau juga berbicara denganku.” Minho Oppa yang baru datang langsung duduk tepat disampingku.

Chagi? Dia masih memanggilku chagi? Aku menarik nafas panjang, berusaha melupakan hal itu untuk sementara.

Oppa, kau ingat ini dimana?” tanyaku memulai pembicaraan.

“Tentu saja, ini di taman tempat aku menyatakan perasaanku padamu,” dia tersenyum sambil menggenggam tanganku yang dingin.

“Kurasa disini juga kita harus mengakhiri hubungan kita,” seruku pasti. Aku sudah yakin dengan jalan yang kupilih ini. Seperti yang dikatakan Ji Eun, ini jalan yang kupilih!

Ne?”

“Sebaiknya kita sampai disini saja.”

Author POV

“Sebaiknya kita sampai disini saja,” Suji berkata mantap. Rasanya mengatakan itu, seluruh beban yang menimpanya terangkat ke atas.

Wae?” tanya Minho tak percaya.

“Harusnya aku yang tanya kenapa! Oppa masih mencintai Yuri? Pergilah. Aku tak ingin memaksa Oppa memilihku. Cinta tak selamanya harus bersama kan? Mungkin kita memang tidak jodoh,” Suji menundukkan kepalanya, menahan bulir air mata, tapi tak bisa.

Minho memeluknya erat. Mungkin pelukan terakhir.

“Suji-ah..”

Nan gwenchana. Pergilah, aku tak mau Yuri menunggu lebih lama lagi,” Suji melepaskan pelukan hangat Minho.

Minho tersenyum simpul. Mencium kening Suji, lalu pergi membawa kenangan indah itu. Tanpa mereka sadari, sedari tadi ada yang memperhatikan kejadian tragis itu.

Pabo!”

Suji menoleh ke namja yang sudah berada di depannya.

“Myungsoo-ah, kau melihatnya?”

Tanpa disuruh, Myungsoo langsung duduk di samping Suji.

“Tentu saja! Kau adalah yoeja paling pabo yang pernah aku temui.”

“Kau tidak tau istilah cinta tak harus memiliki?” sindir Suji masih sambil terisak.

“Kalau kau mencintainya,harusnya kau larang dia pergi,” Myungsoo membelai kepala Suji lembut.

Suji langsung memeluk tubuh Myungsoo erat. Myungsoo terpaku dibuatnya.

“Aku mencintainya! Sangat mencintainya! Tapi, aku tak mau menjadi wanita egois. Hanya mementingkan perasaanku.”

“Suji-ah, tenanglah. Aku akan selalu disimu. Menemanimu menyembuhkan luka hatimu,” batin Myungsoo

To be continue~

Akhirnya selesai ngetik juga. Kayaknya, next chapter bakalan tamat deh. Tungguin aja ya 😉 Oya, jangan lupa baca FF author yang baru 🙂

Advertisements

54 responses to “Complicated Love (Chapter 5)

  1. yurii egoiis disiinii aigoo sakit sihh sakiit pii klo dy ada diposiisi sooji gmn … huh

    . myungg fightiingg …. sembuhiin sooji kkk

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s