[TWOSHOOT] Between Love and Friendship (MyungZy Version) [FIN]

Author : dindareginaa

Genre : Angst, Romance

Main Cast :

  • Bae Soo Ji
  • Kim Myung Soo
  • Jung Soo Jung

Other Cast :

  • Byun Baekhyun

Suzy Miss A, L Infinite & Krystal F(x)

For cover, thanks a lot to taetae09!!^^

What should you do if you and your friends love same person? Read this!

“Sial! Kenapa aku bisa bangun kesiangan seperti ini!” gerutu Soo Jung sambil berlari di sepanjang lorong-lorong sekolahnya. Jangan tanyakan dimana Sooji. Dia pasti sedang bermimpi indah sekarang.

Brakk..

Joesonghamnida,” ucap Soo Jung – membungkukkan badannya ketika dia menabrak tubuh seorang namja.

“Sepertinya memang hobimu ya menabrak orang setiap berjalan?” namja itu terkekeh kecil.

Soo Jung yang merasa mengenal suara halus dari namja ini, langsung menoleh. Omo! Dia namja yang kemarin! Namja yang tak sengaja ditabrak Soo Jung seperti hari ini.

Eo, kau melamun lagi. Jangan suka melamun. Kalau begitu, aku duluan ne,” namja itu mulai melangkahkannya, namun terhenti karena mendengar suara Soo Jung.

Jamkkanman. Chogi, aku belum tahu siapa namamu,” ucap Soo Jung sambil menunduk malu. Bayangkan saja, menanyakan nama seorang namja? Itu bukan gayanya!

Namja itu menoleh, kemudian tersenyum manis. “Myungsoo. Kim Myungsoo,” lalu melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.

Soo Jung tersenyum. “K-I-M M-Y-U-N-G-S-O-O,” ejanya. Sepertinya Myungsoo adalah sunbaenya, buktinya dia berjalan kearah kelas 12. “Ahh, matta! Aku harus segera masuk kelas sebelum bel berbunyi!” Soo Jung langsung berlari.

“Sooji-ah!!” Soo Jung melambaikan tangannya dari kursinya saat melihat Sooji baru saja masuk kelas. Tumben sekali yoeja itu tidak terlambat.

Sooji mengangkat sebelah alisnya karena melihat tingkah Soo Jung, namun kemudian dia menghampiri tempat duduk Soo Jung. Sebenarnya tempat duduk mereka berdua.

Wae?” tanya Sooji saat dirinya sudah berada di tempat duduknya.

“Tadi, aku bertemu dengan namja itu lagi!”

Jinjja? Jadi, siapa nama namja itu?”

“Namanya…”

Yeorobun, hari ini kita akan mengadakan ulangan. Siapkan kertas ulangan kalian,” ucap Kang saem saat dirinya baru saja tiba dikelas, menghentikan ucapan Soo Jung.

“Ulangan?!” Mata Sooji membulat. Eoddeokae? Sooji bahkan tak membuka bukunya sedikitpun semalam! Sooji menoleh pada Soo Jung. “So Jung-ah,” panggil Sooji dengan menggunakan sedikit aegyo-nya.

Arraseo,” balas Soo Jung mulai mengeluarkan kertas ulangannya.

“Mana bukunya? Kemarin kalau tidak salah aku melihatnya disini,” gumam Soo Jung sambil menelusuri setiap rak buku yang ada di perpustakaan kota ini. “Ahh, ini dia!” seru Soo Jung saat menemukan buku yang dia cari. Namun saat hendak mengabil buku itu ada seseorang yang juga ingin mengambil buku itu, hingga tangan mereka brpegangan.

Soo Jung menoleh kearah orang itu. Matanya membulat menyadari siapa orang itu, namun dia langsung menyunggingkan senyum termanisnya.

“Myungsoo Oppa,” sapa Soo Jung kemudian matanya menoleh kearah tangannya yang secara tidak langsung dipegang oleh Myungsoo.

Ahh, mian,” ucap Myungsoo sambil melepaskan pegangannya.

“Sedang apa Oppa disini?”

“Mencari buku-buku pelajaran kelas 10. Sebentar lagi kami akan ujian dan bahan ujiannya diambil dari kelas 10, 11 dan 12,” jelas Myungsoo.

Soo Jung membulatkan mulutnya membnetuk huruf “O”.  “kalau begitu, oppa boleh menggunakan buku ini lebih dulu,” Soo Jung mengambil buku tersebut dan memberikannya pada Myungsoo.

Jinjja? Gomawo.. siapa namamu?” tanya Myungsoo begitu menyadari dia tidak tahu nama hobbaenya ini.

“Jung Soo Jung.”

“Eo, baiklah. Kalau begitu, aku pulang dulu. Kau mau disini atau langsung pulang?” tanya Myungsoo.

“Aku langsung pulang saja, Oppa.”

“Kalau begitu, ku antar kau pulang. Anggap saja sebagai tanda terimakasihku padamu.”

Soo Jung mengangguk.

Myungsoo dan Soo Jung berjalan beriringan, keluar dari perpustakaan kota. Tiba-tiba saja ada sebuah motor melaju dengan cepat kearah mereka berdua.

“Awas!” teriak Myungsoo sambil meraih Soo Jung kepelukannya. “Ya! Kalau kau sedang mengendarai motor, hati-hati!” teriak Myungsoo lagi pada si pengendara motor.

Soo Jung yang berada dipelukan Myungsoo langsung memegang dadanya. Dapat dirasakan sekarang jantungnya berdetak sangat cepat. Wajahnya bahkan sudah berwarna merah.

Gwenchana?” tanya Myungsoo khawatir sambil memegng kedua bahu Soo Jung.

Soo Jung tak menjawab. Dia hanya mengangguk sambil menundukkan kepalanya, takut Myungsoo menyadari perubahan warna wajahnya.

Kajja,” ajak Myungsoo.

Gomawo,oppa,” ucap Soo Jung saat mereka sudah berada di depan rumah Soo Jung.

Myungsoo mengangguk.

“Tak ingin mampir dulu?” tawar Soo Jung.

“Tidak usah. Aku harus segera pergi kesekolah untuk latihan basket. Geroum,” Myungsoo langsung menutup kaca helmnya dan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.

Soo Jung memegang dadanya. Apa yang terjadi dengan dirinya? Kenapa jantungnya berdetak tak karuan ketika bersama namja itu? Apa dia sedang jatuh cinta?”

“Sial!” seru Sooji saat bolanya tidak masuk kedalam ring.

Ya! Kemana Sooji hebat yang kemarin!” teriak seorang namja mengagetkan Sooji.

“Eo, Myungsoo sunbae!” Sooji berlari kecil kearah Myungsoo.

Myungsoo tersenyum sambil mengacak-ngacak lembut rambut Sooji. Deg! Jangan! Jangan sekarang! Kenapa jantungnya berdetak kencang lagi? Sekarang Sooji yakin dia memang menyukai namja ini.

Ya, sunbae! Kau membuat rambutku berantakan! Tak tahukah kau bahwa butuh waktu yang lama untuk menata rambutku,” Sooji menekuk wajahnya sambil merapikan kembali rambutnya. Sebenarnya dia melakukan hal ini untuk mengurangi rasa gugupnya.

“Bagaimana kalau kita mengadakan battle? Kalau kau bisa merebut 1 angka dariku, aku akan mentraktirmu eskrim,” tantang Myungsoo.

Sooji tersenyum. “Baiklah. Tapi kau jangan menyesali kekalahanmu, sunbae. Arra?”

Myungsoo mengangguk pasti, kemudian mengambil – atau lebih tepatnya merebut – bola yang ada ditangan Sooji.

Sooji tersenyum. Sepertinya ini akan menjadi persaingan yang seru.

“GOL!” teriak Sooji sambil tersenyum puas ketika bolanya meluncur dengan mulus kedalam ring basket.

Myungsoo menyeka keringatnya lalu tersenyum. Dia senang kalah oleh yoeja itu. Aneh bukan? Entahlah. Sepertinya dia kalah dalam 2 hal hari ini. Dalam masalah basket dan… hati. Sebenarnya dari awal bertemu dengan Sooji, dia mulai tertarik dengan yoeja itu. Apalagi mereka mempunyai hobi yang sama. Basket. Myungsoo lebih menyukai tipe yoeja yang seperti ini daripada yoeja yang rela menghabiskan waktunya seharian untuk pergi ke salon.

Cukkhae!” seru Myungsoo sambil mengulurkan tangannya.

Sooji menyambut uluran tangan itu dengan senang hati. “Sunbae, kau harus mentraktirku!”

“Baiklah.”

“Ternyata eskrim gratisan lebih enak  daripada yang dibayar sendiri,” Sooji terkekeh kecil.

“Lihatlah, uang bulananku sudah habis karena mentraktirmu,” canda Myungsoo.

Sooji memakan eskrimnya dengan lahap sampai ada noda eskrim diujung bibirnya. Myungsoo tersenyum. Tangannya bergerak kearah sudut bibir Sooji. Seketika tatapan mereka bertemu. Namun tak lama karena Myungsoo langsung kembali ke alam sadarnya.

Ahh, mian.”

“Sooji-ah!” suara seseorang mengagetkan mereka.

Sooji menoleh kearah sumber suara. Dia langsung tersenyum begitu menyadari siapa orang yang memanggilnya. Jung Soo Jung. Namun tidak dengan Soo Jung. Matanya membulat melihat Sooji bersama dengan Kim Myungsoo, namja yang dicintainya.

“Kalian saling mengenal?” tanya Soo Jung saat sudah berada dihadapan Sooji dan Myungsoo.

Sooji mengangguk. “Myungsoo sunbae satu ekstrakulikuler denganku. Neo, bagaimana kau mengenal Myungsoo sunbae?”

“Dia itu orang yang…” ucapan Soo Jung terpotong karena tiba-tiba saja Myungsoo membuka suara.

Eo, mian. Aku harus segera pulang. Geroum,” Myungsoo pergi meninggalkan mereka berdua.

Sooji dan Soo Jung masih saling tersenyum saat bayangan Myungsoo sudah tak terlihat lagi oleh mata mereka. “Kajja, kita pulang,” Sooji menarik tangan Soo Jung agar mengikuti langkahnya.

Oppa, apa yang kau lakukan?” tanya Sooji saat dia baru saja masuk ke pekarangan rumah Soo Jung dan melihat Oppa Soo Jung sedang sibuk dengan motornya. Namja imut itu bernama Byun Baekhyun. Jangan heran kalau Soo Jung dan Baekhyun mempunyai marga yang berbeda. Orangtua Soo Jung bercerai saat umurnya 4 tahun. Kemudian oemma Soo Jung memutuskan untuk menikah dengan appa Baekhyun.

Eo, Sooji-ah. Oppa hanya sedang mencuci motor. Kau ingin bertemu Soo Jung? Masuk saja. Dia sedang berada dikamarnya.”

Sooji tersenyum. “Tanpa oppa suruh, aku juga mau masuk,” Sooji menjulurkan lidahnya lalu berlari kecil takut ditangkap oleh namja yang lebih tua darinya 2 tahun itu.

“Soo Jung-ah, ada apa denganmu?” tanya Sooji heran saat melihat Soo Jung sedang berbaring diranjang seraya memeluk boneka Angry Bird kesayangannya dan tersenyum-senyum sendiri.

“Eo, Sooji-ah!” Soo Jung langsung duduk dan melambaikan kedua tangannya menyuruh Sooji untuk mendekat kearahnya.

Wae?” tanya Sooji heran saat dirinya sudah duduk disebelah Soo Jung.

“Sepertinya aku sedang jatuh cinta,” ujar Soo Jung sambil menahan senyumnya.

Sooji tersenyum lebar. “Nado!”

“Kau juga? Baiklah, bgaimana kalau kita menyebutkan nama namja yang kita sukai secara bersamaan. Otthe?” usul Soo Jung.

Sooji mengangguk. Lalu mulai menghitung. “Hana, dul, set!”

“Kim Myungsoo!” seru Soo Jung sambil tersenyum lebar, membuat Sooji terdiam terpaku karena dirinya juga ingin menyebutkan nama yang sama. “Ya! Kenapa kau diam saja?” tanya Soo Jung heran. “Marebwa! Siapa namja yang kau sukai?”

Sooji terdiam. Dia juga menyukai namja itu. Kim Myungsoo. Tapi apa yang harus dilakukannya? Sooji bukanlah saingan untuk Soo Jung. “Aku menyukai… Byun Baekhyun,” kata Sooji akhirnya. Bohong. Tentu saja bohong!

Mata Soo Jung membulat, namun langsung tersenyum. “Kau menyukai oppa-ku? Omo! Aku tak menyangka perasaannya terbalaskan.”

Sekarang mata Sooji yang membulat mendengar perkataan Soo Jung. “Maksudmu?”

“Ketahuilah, Oppa-ku juga menyukaimu,” bisik Soo Jung.

Nafas Sooji tercekat. Dia benar-benar tak menyangka kalau Baekhyun punya perasaan lebih terhadap dirinya.

“Sebenarnya apa yang kita lakukan?” tanya Sooji saat mereka berada di depan Lotte World. hari ini adalah hari Minguu. Kata Soo Jung, ini kesempatan mereka untuk refreshing. Orang seperti Soo Jung suka refreshing ketempat seperti ini?

“Sebentar lagi kau juga akan tahu,” seru Soo Jung sambil celingak-celinguk.

“Sudah lama menunggu?” tanya seorang namja saat berada dihadapan mereka.

Mata Sooji membulat begitu menyadari siapa namja itu.

Anio, Myungsoo Oppa. Kami juga baru tiba,” Soo Jung tersenyum.

“Apa yang sebenarnya kau rencanakan?” bisik Sooji lagi.

“Sabarlah. Kita sedang menunggu satu orang lagi.”

“Soo Jung-ah, kenapa kau menyuruhku datang di Hari Minggu seperti ini hanya untuk kesini?” satu orang lagi namja yang ditunggu Soo Jung akhirnya datang.

Reaksi Sooji ini tak kalah hebat dengan saat melihat Myungsoo tadi ini. Baekhyun? Untuk apa dia kesini?

“Baekhyun Oppa, perkenalkan. Ini sunbae ku dan Sooji. Kim Myungsoo. Dia seangkatan denganmu.”

Myungsoo dan Baekhyun saling berjabat tangan.”Baiklah, karena semuanya sudah datang,  kita berpisah disini saja. Aku dengan Myungsoo Oppa. Dan kalian berdua. Kajja, Oppa!” Soo Jung langsung menggandeng erat tangan Myungsoo, tapi masih sempat mengedipkan mata kearah Sooji dan Baekhyun yang masih diselimuti kecanggungan. Baekhyun hanya bisa menggaruk tengkuknya saat menyadari kejahilan Soo Jung.

“Sebenarnya apa yang sedang kita lakukan?” tanya Myungsoo saat mereka sudah berada jauh dari Sooji dan Baekhyun.

Oppa tak mengerti juga? Aku sedang menjodohkan Baekhyun Oppa dan juga Sooji!” serunya bangga.

“Sekalian untuk berkencan denganmu,” batinnya.

Mata Myungsoo membulat mendengar perkataan Soo Jung. “MWO?!”

“Sooji dan Baekhyun Oppa saling menyukai.”

Solma!

Sooji hanya memandangi buku pelajarannya dengan tak semangat. Baru saja dia pulang dari Lotte World dengan Baekhyun. Selama bersama Baekhyun, yang ada hanya kacanggungan. Walaupun sebenarnya, Baekhyun juga sering mengajaknya mengobrol. Pikirannya masih tertuju pada Soo Jung dan juga… Myungsoo.

Sepertinya memang tak mungkin baginya untuk bersatu dengan Myungsoo. Lagipula, tak pernah terbersit sedikitpun dibenaknya kalau suau hari nanti dia akan bersaingan dengan sahabatnya sendiri. Apalagi saingan dalam hal namja!

Ponsel Sooji tiba-tiba berdering, tanda pesan singkat masuk.

From : +0xxxxxxxxxxx

Sooji-ah, mari kita bertemu. Aku sekarang berada di taman dekat rumahmu.

Myungsoo

Alis Sooji terangkat sebelah. Myungsoo? Darimana dia tahu nomor Sooji? Dan.. untuk apa Myungsoo ingin bertemu dengan Sooji?

Tanpa banyak bicara lagi, Sooji langsung meraih jaketnya yang berad diatas tempat tidurnya lalu melangkah pergi.

Sunbae..” panggil Sooji saat melihat Myungsoo sedang berdiri sambil memasukkan sebelah tangannya disaku celananya.

Eo, kau sudah datang.”

“Sebenarnya, apa yang ingin kau bicarakan, sunbae?”

Mata Myungsoo tertuju kedepan, tak berniat menoleh Sooji. “Kau menyukai namja itu? Baekhyun?”

Mata Sooji membulat. Darimana dia tahu tentang hal itu. Soo Jung! Pasti dari dia. apa yang harus dikatakan Sooji.

“Tidak. Tentu saja tidak,” jawab Sooji sambil menundukkan kepalanya.

Jjeongmal?” tanya Myungsoo sambil menatap Sooji tak percaya.

Sooji mengangguk tanpa berniat untuk menegakkan kepalanya.

Myungsoo tersenyum. Ditariknya nafasnya panjang lalu dihembuskannya perlahan. “Aku menyukaimu. Jadilah yoeja-ku,” seru Myungsoo sambil menggenggam tangan Sooji hangat.

Sooji mendongak menatap Myungsoo. Myungsoo menyukainya? Sebenarnya Sooji senang, tapi apa yang harus dilakukannya? Menerima Myungsoo? Tak mungkin. Itu sama saja menghancurkan persahabatannya dengan Soo Jung.

Perlahan, Sooji melepas genggaman Myungsoo. “Mian, sunbae. Aku tak bisa.”

Wae? Kau menyukai namja lain?”

Sooji menggeleng. “Aku sebenarnya menyukaimu, tapi..”

Kata-kata Sooji terhenti saat dia merasakan bibir lembut Myungsoo melumat bibirnya. Sooji sontak menutup matanya, bahkan membalas ciuman Myungsoo. Saat ini hati dan pikirannya sedang tak sejalan.

“SOOJI-AH!” panggil seseorang membuat Myungsoo melepaskan bibirnya dari bibir Sooji.

Mata Sooji membulat menyadari siapa dia. Jung Soo Jung. Soo Jung langsung berlari menghampiri Sooji dan menampar keras pipi putih nan mulus Sooji.

PLAKKK

“Kau pengkhianat!” tangis Soo Jung pecah.

“Soo Jung-ah, apa yang sedang kau lakukan?” tanya Myungsoo sedikit terkejut melihat tingkah Soo Jung.

“Oppa jahat!” Soo Jung menolak tubuh Myungsoo. Unungnya namja itu cukup kuat hingga tak terjatuh. Soo Jung masih menagis saat meninggalkan mereka berdua.

Sooji masih terpaku ditempatnya sambil memegang pipinya yang kini terasa panas.

“Apa yang terjadi sebenarnya?” tanya Myungsoo.

“Kejar dia, sunbae,” lirih Sooji.

“Tapi…”

“DIA MENYUKAIMU, SUNBAE! OLEH SEBAB ITU AKU TAK BISA BERSAMAMU! MAKANYA, KEJAR DIA!” bentak Sooji. Tangisnya pecah. Persahabatannya dengan Soo Jung yang sudah dibangun sejak mereka kecil, apakah harus sampai disini?”

Myungsoo terdiam sejenak. Lalu mulai pergi meninggalkan Sooji sendiri.

“Aku menemukanmu!” seru Myungsoo saat menemukan Soo Jung berada didepan pagar rumahnya.“Pergi!” suruh Soo Jung sambil menghapus airmatanya dengan kasar.

Bukannya pergi, Myungsoo malah duduk disamping Soo Jung.

Mian.”

“Untuk apa minta maaf? Karena kau menyukai Sooji, eo?!” bentak Soo Jung.

Myungsoo menghela nafasnya lalu mengangguk.

“Apa yang kau sukai dari Sooji?!”

“Cinta tak butuh alasan. Yang aku tahu, jantungku berdetak cepat saat bersamanya,” mata Myungsoo menatap lurus kedepan.

“Kau lebih memilih yoeja bodoh itu daripada aku?!” teriak Soo Jung.

Cukup! Kesabaran Myungsoo sudah habis! “Soo Jung-ah, jangan katakan dia bodoh! Aku harap kau mengerti, AKU-MENYUKAI-SOOJI!” ucap Myungsoo penuh amarah dengan penekanan disetiap kata-katanya lalu pergi meninggalkan Soo Jung yang kembali terisak.

Soo Jung bahkan tak menyadari ada yoeja lain yang terisak. Bae Soo Ji. Dia tak menyangka, Soo Jung tega mengatakan dirinya bodoh hanya karena namja.

Ini sudah seminggu semenjak kejadian terkutuk itu. Dan sudah seminggu pula Sooji dan Soo Jung tak lagi saling bicara. Soo Jung bahkan berpindah tempat duduk. Sebenarnya, Sooji sudah mencoba untuk meminta maaf pada Soo Jung berkali-kali, namun tak digubris oleh Soo Jung.

Alhasil, Myungsoo yang terkena batunya. Sooji juga mencoba menghindari Myungsoo saat namja itu berusaha menemuinya, seperti hari ini.

“Sooji-ah, dengarkan aku dulu!” Myungsoo mengejar Sooji yang kini menambah kecepatan langkahnya.

Myungsoo menghentikan langkahnya saat menyadari Sooji masuk kekelasnya yang sudah ada gurunya. Sebelum pergi, Myungsoo masih sempat melihat Soo Jung menatapnya tajam.

Soo Jung menghela nafasnya berat. Saat ini dia sedang berada di balkon kamarnya.

“Ada apa denganmu?” tanya Baekhyun menghampiri dongsaeng-nya itu.

Gwenchana,” lirih Soo Jung.

“Kau tak bisa berbohong padaku. Kau sedang ada masalah dengan Sooji kan? Belakangan ini kalian jarang terlihat bersama.”

Soo Jung menatap Baekhyun tajam. “Jangan sebut nama pengkhianat itu!” tandasnya.

“Pengkhianat? Apa maksudmu?”

Soo Jung lagi-lagi menghela nafasnya. “Sooji menyukai Myungsoo. Padahal, jelas-jelas dia tahu kalau aku juga menyukai Myungsoo!”

Baekhyun sempat terkejut mendengar ucapan Soo Jung. tapi, dia tak seegois dongsaeng-nya itu. “Jadi, siapa yang disukai Myungsoo?”

Soo Jung sempat terdiam mendengar pertanyaan Baekhyun. “Dia.. menyukai Sooji,” lirihnya.

Baekhyun menggelengkan kepalanya sambil membelai lembut kepala Soo Jung. “Kau marah padanya karena Myungsoo juga menyukainya? Egois sekali kau.”

“Tapi, Oppa…”

“Kau harus meminta maaf pada kedua orang itu!”

Shireo!”

“Kau harusnya tak egois seperti ini. Menghancurkan persahabatan kalian hanya karena Myungsoo? Jadi, menurutmu, lebih berarti Myungsoo dari pada Sooji?” Baekhyun menghela nafasnya, kemudian melanjutkan,”Kalau kau tak meminta maaf pada mereka, aku tak mau berbicara denganmu? Arra?!” Baekhyun langsung pergi meninggalkan Soo Jung.

Soo Jung tertegun. Benarkah dia seegois itu?

Myungsoo menyeka keringatnya. Hari ini dia sengaja latihan lebih lama agar sedikit mengurangi beban pikirannya. Tiba-tiba saja ponselnya berdering. Ditatapnya layar ponselnya sejenak. Soo Jung? Untuk apa yoeja itu mengiriminya pesan singkat?

From : Soo Jung

Oppa, mari kita bertemu. Kutunggu kau di taman dekat rumahku sekarang. Gomawo ^^

Myungsoo menghela nafasnya, mengambil tas ranselnya dan berlalu pergi.

Dimana yoeja itu? Myungsoo mengedarkan pandangannya ke seluruh mencari sosok Soo Jung. Dia tertegun ketika menyadari siapa yoeja yang sedang duduk termenung dirumput yang hijau. Bae Soo Ji.

“Sooji-ah, apa yang kau lakukan disini?” tanya Myungsoo menghampiri Sooji.

Mata Sooji membulat melihat Myungsoo. “Aku…”

“Aku yang menyuruhnya kesini,” seru seorang yoeja mengagetkan  mereka.

“Soo Jung-ah,” lirih Sooji.

Soo Jung menatap Sooji dengan pandangan rasa bersalah. “Mian. Aku egois. Mian,” ucapnya sambil memeluk Sooji. Tangisnya pecah.

“Aku yang harusnya meminta maaf. Mian,” Sooji membalas pelukan Soo Jung.

Soo Jung melepaskan pelukannya, tersenyum, kemudian menggeleng. “Ani. Aku yang harusnya meminta maaf.”

Tatapan Soo Jung beralih kepada Myungsoo. Tangan Soo Jung meraih tangan Myungsoo dan mendekatkannya ke tangan Sooji. “Oppa, kau harus membuatnya bahagia. Arra?”

Myungsoo tersenyum lalu mengangguk.

“Soo Jung-ah..” lirih Sooji.

Gwenchana,” ujar Soo Jung menahan air matanya. “Geroum,” Soo Jung pergi meninggalkan Sooji dan Soo Jung.

“Jadi?” tanya Myungsoo sambil mengangkat kedua alisnya, tersenyum jahil.

“Jadi apa?” tanya Sooji.

Myungsoo mendengus kesal. Lalu dipegangnya kedua pipi Sooji. Dilumatnya perlahan bibir Sooji. Spontan Sooji menutup matanya dan membalas ciuman Myungsoo. Namjachingu-nya.

FIN

Gimana gimana? Gregetnya dapat ngga? Comment juseyo ^^

98 responses to “[TWOSHOOT] Between Love and Friendship (MyungZy Version) [FIN]

  1. happy ending🙂
    aigoo baekhyun bijak banget sih, dia ngingetin soojung yang egois gara-gara cowo doang.. akhirnya myungzy bisa bersatu..
    author jjang
    myungzy jjang

  2. soojung cepet sadar juga… yah namanya cinta kan ngga bisa dipaksakan yaa… baekhyun juga baik..
    happy ending

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s