He Always In My Heart

He always in my heart poster

Title: He Always In My Heart

Author: kaigirlfriend

Main cast: Bae Suzy (Miss A) | Kai (EXO)

Genre: romance, angst

Length: Oneshoot

Rating: PG-13

Disclaimer: the story is pure mine. the cast not mine. i’m just borrow it.

Notes: Actually, fanfic ini aku bikin untuk Kai’s birthday tapi sayangnya waktu hari H aku nggak bisa post karena nggak sempat dan baru sempatnya sekarang. Hari ini pun aku juga nggak sempat post tapi karena aku bolos sekolah (jangan ditiru!) jadi sempat hehe. Untungnya, ini nggak ada tema yang menyangkut ulang tahun. Kalau ada, dipastikan fanfic ini aku post tahun depan -___-

Disarankan bagi yang nggak suka dengan genre angst, jangan baca fanfic ini ^^

Credit Poster: Jung Seomi

Suzy terus berjalan keluar dari gerbang sekolah tanpa mempedulikan namja yang mengikutinya sedari tadi, namja itu adalah Kai. Seluruh murid disekolah sudah tahu bahwa Kai sangat menyukai Suzy tapi Suzy selalu menolaknya dengan alasan yang sama sekali tidak dimengerti orang lain. Begini kata Suzy: “aku membenci semua namja didunia ini termasuk kau! Jadi, aku tidak bisa menerimamu”

Walau sebenarnya Kai sangat sakit hati mendengar perkataan Suzy, tapi rasa sukanya dengan Suzy tetap sama. Sebenarnya, ia bukan hanya menyukai Suzy tapi ia juga sangat mencintai yeoja yang menurutnya punya wajah seperti malaikat itu. Ia bahkan rela mengikuti kemanapun Suzy pergi, asalkan masih dilingkungan sekolah ini.

“Suzy!” seseorang menepuk pundaknya dari belakang.

Suzy refleks menoleh kebelakang dan mendapati salah seorang teman baiknya bernama Sohyun sudah ada dihadapannya “Hyunnie, ada apa?”

“apa kau masih menolak Kai?” tanya Sohyun, membuat Suzy terkejut.

Suzy pun menarik tangan Sohyun menuju halte bus yang terletak tak jauh dari sekolah mereka “jangan bicarakan Kai disini! ia biasanya mengikutiku saat aku masih dilingkungan sekolah”

Sohyun menyeringai, membuat Suzy tambah bingung dengan tingkah lakunya hari ini. Ia begitu aneh “tenang saja! tadi aku melihatnya terburu-buru menuju kekamar kecil. Kupikir dia akan cukup lama menghabiskan waktunya disana”

Suzy hanya mengangguk kecil mendengar penuturan dari Sohyun. Lalu, Sohyun kembali melanjutkan obrolan mereka yang sempat tertunda karena Suzy menarik tangannya menuju halte “apa kau menolak Kai hanya karena pengalanmu dimasa lalu mengenai ayahmu?”

“tentu saja. Sejak ayahku meninggalkanku dengan ibu dulu hanya karena ia sedang dililit banyak hutang, aku jadi membenci semua namja didunia ini. Mereka semua sama saja; tidak bertanggung jawab, hanya memikirkan diri sendiri dan hanya menyukai yeoja karena fisik semata” jawab Suzy panjang lebar.

Sohyun terlihat kesal “tidak semua namja seperti itu, Suzy-ah! Kai namja yang bertanggung jawab, dia lebih mementingkanmu dari dirinya sendiri dan dia juga menyukaimu tidak hanya dari fisik. Dia menyukaimu karena ia mencintaimu dan cinta itu tak butuh alasan”

“omong kosong! semua namja sama saja!” ucap Suzy tegas, masih teguh dengan pendiriannya. Sebenarnya, dari dulu Sohyun selalu membela Kai didepan Suzy.

Sohyun mengerang frustasi, ia sudah lelah untuk memberitahu Suzy tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Kai. Menurutnya, jika Suzy benar-benar mendengarkan apa yang selama ini ia katakan mengenai Kai…. Suzy pasti mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada namja itu “kau…. ya sudah! aku hanya ingin memberitahumu tapi ternyata kau tak pernah mau mendengarkanku! suatu saat, kau akan menyesal!” setelah membentak Suzy demikian, Sohyun langsung pergi dari hadapan teman baiknya itu.

Sementara itu, Suzy terdiam menatap kepergian Sohyun tapi tangannya terkepal kuat. Gara-gara namja itu, hubungan Suzy dengan teman baiknya yaitu Sohyun menjadi renggang akhir-akhir ini.

Tiba-tiba suara yang tak asing lagi kembali terdengar ditelinga Suzy “Suzy-ah! ternyata kau disini! aku tadi mencarimu kedekat gerbang tapi kata murid-murid yang lain, tadi kau berjalan bersama Sohyun menuju halte jadi aku kehalte juga. Untunglah kau belum pulang”

“Kai…..” kata Suzy pelan dan mungkin tidak didengar oleh si pemilik nama. Ia menunda dulu untuk menanyakan sesuatu kepada Kai karena nampaknya namja itu ingin berbicara hal yang cukup penting.

Kai menarik nafas dalam-dalam sebelum kembali berbicara dengan Suzy “sebenarnya, aku tahu alasanmu menolakku selama ini dan juga tentang ayahmu dari Sohyun”

Muka Suzy nampak memerah. Ia sekarang sangat kesal dengan teman baiknya itu karena sudah membongkar salah satu rahasianya pada Kai. Tapi  ia berusaha mengendalikan emosinya untuk sekarang “jika kau sudah tahu, bukankah tak ada lagi alasanmu untuk menyukai dan mengikutiku lagi?”

“aku tidak menyukaimu!” jawab Kai tegas dan sontak membuat Suzy terheran-heran “tapi…. aku sangat mencintaimu” lanjut Kai yang entah keberapa kalinya ia mengucapkan hal tersebut kepada Suzy.

“mian, aku tidak bisa menerimamu. Kau kan sudah tahu alasanku tidak bisa menerimamu” jawab Suzy yang juga entah keberapa kalinya ia mengucapkannya pada Kai.

Kai malah tersenyum dan itu membuat Suzy bertanya-tanya dalam hati: apakah semua orang memang bersikap aneh hari ini? Kemudian, Kai berujar “aku tidak memintamu untuk menerimaku. Aku hanya memintamu untuk tidak menyamakanku dengan namja-namja lain didunia ini”

Suzy terdiam karena ia merasa tidak bisa memenuhi permintaan Kai. Setelah itu, kai tidak berkata apa-apa lagi  dengan Suzy dan namja itu memilih untuk duduk dibangku halte karena ia merasa badannya akan terasa sangat lemas jika ia terus-terusan berdiri disana.

Sadar bahwa bus yang menuju kearah rumahnya masih lama datang, Suzy memutuskan untuk membeli kimchi yang ada diseberang halte sekaligus itu adalah caranya untuk menghindari Kai yang dari tadi memandanginya dengan intens.

Suzy mulai menyeberang jalan tapi tak berapa lama ia mendengar teriakan orang “nona! awas!” tapi ia merasa bukan dirinya yang dimaksud nona oleh orang-orang. Begitu ia menoleh kesamping kanan, ia menyadari bahwa yang dimaksud oleh orang-orang adalah dirinya tapi terlambat untuk menghindar karena sedetik lagi, mobil yang melaju sangat cepat itu akan menabrak dirinya.

Suzy merasa badannya terhempas ke aspal dan ia pikir, ketika ia membuka mata nanti ia tak berada didunia lagi. Tapi semua yang dipikirkannya salah karena ia masih ada didunia dan ada Kai yang sedang memeluknya erat untuk melindunginya dengan kondisi kepala yeng berdarah-darah.

Suzy kaget. Ia merasa makin lama pelukan Kai untuknya mengendur. Ia langsung berteriak minta tolong agar orang-orang segera membawa Kai ke rumah sakit terdekat “Kai, bertahanlah!” gumam Suzy saat seseorang membawa Kai masuk ke mobilnya. Kalau tidak salah, orang yang membawa Kai ke mobilnya itu adalah pengemudi mobil yang tadi hampir menabrak Suzy sekaligus pengemudi mobil yang menabrak Kai.

Kai tak juga bergeming dari posisinya walaupun Suzy sudah berkali-kali mengucapkan “Kai, bertahanlah!” kata-kata terakhir yang masih dapat Suzy dengar dari mulut Kai hanyalah “aku mencintaimu, Suzy-ah”

**

Disinilah Suzy sekarang. Ia berada dipemakaman Kai. Kini, ia sudah tahu apa yang sebenenarnya terjadi pada Kai dan apa maksud perkataan Sohyun selama ini kepadanya. Kai ternyata terkena leukimia sejak 5 tahun yang lalu dan saat Kai mulai menyukai Suzy, waktu hidupnya sudah tak lama lagi.

Keluarga Kai sama sekali tidak menuntut kepada orang yang sudah menabrak Kai. Menurut keluarganya, dua minggu sebelum Kai meninggal, dokter mengatakan bahwa Kai hanya mampu bertahan paling lama satu atau dua bulan lagi. Jika lebih dari waktu dua bulan maka itu adalah sebuah keajaiban. Sayangnya, keajaiban itu tidak datang kepada Kai karena Kai hanya mampu bertahan selama dua minggu.

“kamsahamnida, Suzy-ssi. Kau sudah membuat anak ahjumma bahagia disisa-sisa hidupnya” eomma Kai berterimakasih kepada Suzy.

Suzy hanya mengangguk ringan walau sebenarnya ia merasa sangat bersalah dengan Kai. Kai sangatlah mencintainya dan dengan hanya mencintainya saja –menurut eomma Kai- namja itu sangat bahagia.

Suzy juga sangat berterimakasih pada Kai karena sudah membuatnya menyadari bahwa tak semua namja sama. Kai berbeda karena ia dapat mencintai Suzy dengan tulus dan bahkan mau mengorbankan segala yang ia punya, termasuk nyawanya untuk Suzy.

Didepan makam Kai, Suzy berjanji “kau akan selalu ada dihatiku walau nanti aku tak berada dihatimu lagi”

THE END

Advertisements

16 responses to “He Always In My Heart

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s