It’s Love, but? (Chapter 1)

kiyomizu-miuzki-copy

It’s Love, but? (Chapter 1)

Kiyomizu Mizuki’s Storyline

Main Cast : Kim Myungsoo [INFINITE’s L] – Bae Suzy [Miss A’s Suzy] || Genre : Romance, Comedy (little bit), Fluff, Hurt/Comfort, Drama, and Sad || Rating : PG-15+|| Length : Series || Disclaimer : Plot and story is mine. I’m sorry if there same any title or characters. Main cast belong to God, their parents, and their agency. I’m sorry if there’s any same title or characters. Sorry if you find typo(s)

Big thanks to ladyoong for amazing poster!

***

Seoul, Korea Selatan. Tempat ini yang sekarang di kunjungi oleh seorang gadis berparas cantik, dia menyukai budaya Korea dan sangat berencana untuk berkunjung langsung ke Negara ini. Dulu, sebenarnya dia juga pernah tinggal di Korea dan lahir di sini, saat baru lahir sampai 1 tahun. Kemudian keluarganya pindah ke London. Gadis manis itu memfoto obyek yang berada di taman kota. Bae Soo Ji –namanya. Suzy –nama panggilannya. Gadis cantik ini masih saja sibuk berfoto.

“Wow, aku tidak salah pergi ke sini. Dari dulu aku ingin sekali kembali ke Korea.” Ucapnya lagi. Akhirnya dia melirik jam berwarna putih yang kini melingkar manis di pergelangan lengan kirinya. Dia berdecak pelan. “Oh, masih pukul lima sore,” ujarnya tidak sadar. Namun sesaat kemudian. “Mwo?! Pukul lima? Otteokhe? Aku harus kembali ke hotel sebelum matahari terbenam!” Suzy tampak panik, ia baru sadar dan sudah berjalan jauh dari hotel yang dia tempati tadi.

Suzy mencari-cari ke seluruh tasnya namun tidak menemukan barang yang ia cari –ponsel. Yah, sifat cerobohnya memang selalu kambuh ketika dimasa panic seperti ini. Dia kalang kabut sehingga hampir membongkar seluruh tasnya. “Aigo, kemana semua barang-barangku?” tanya Suzy dengan sangat panik. Dia duduk di kursi panjang taman, kemudian berpikir. “Aku tinggal di hotel dekat Gangnam, aku harus mencari tahu!” Suzy beranjak.

Dia membawa tasnya dan semua perlengkapan yang ia bawa. Berjalan ke seseorang yang mungkin bisa memberinya pertolongan di keadaan seperti ini. Tadinya Suzy ingin putus asa, tapi apa boleh buat? Cara apalagi yang harus dia tempuh selain bertanya? Manalagi semua barang-barangnya berada di hotel termasuk perlengkapan atau barang-barang yang penting. Dia mempunyai sifat yang ceroboh sehingga melupakan barang yang penting sampai lupa terbawa di dalam tasnya. Suzy babo! Batinya kesal. Suzy lupa dimana letak hotelnya, dia juga orang baru di Korea, walaupun dia keturunan Korea.

“Permisi, apakah di hotel sekitar Gangnam ada hotel bernama Pleasure Hotel?” Suzy bertanya pada seorang yeoja yang duduk di dekat halte bus. Mungkin dia sedang menunggu bus yang akan mengantarkannya pulang, ah ceroboh! Kenapa malah membicarakan tentang yeoja itu? Sepertinya sangat tidak penting sekali.

Yeoja itu menoleh pada Suzy. Dia berpakaian seperti anak sekolah, kira-kira sudah SMA. Dia tersenyum manis kearah Suzy. Dia melepas kacamatanya, menampakan wajah cantiknya yang tersembunyi. “Annyeong Haseo! Pleasure Hotel? Seperti banyak yang mirip dengan nama Hotel itu di sekitar Gangnam,” jawab yeoja itu sopan. Dia menyuruh Suzy untuk duduk di sampingnya. Dan mengajaknya berjalan.

Suzy tampak bingung dengan kelakuan yeoja yang ditanyanya. Bukankah dia ingin menunggu bus yang melaju? Kenapa malah mengajakku berjalan? Batinnya bertanya-tanya. Mereka sampai ke sebuah taman yang selimuti oleh saja –sekarang memang sedang musim dingin, makanya dengan cerobohnya Suzy melupakan alamat hotelnya, padahal semua baju dinginnya berada di koper nya itu. Ia terus merutuki dirinya sendiri kenapa bisa seceroboh ini?

“Maaf, aku boleh bertanya? Kenapa kau malah mengajakku kesini? Bukankah kau ingin menunggu bus di halte sana? Kau sudah ketinggalan bus sejak kau mengajakku ke tempat ini,” bingung Suzy to the point. Yeoja itu tertawa dan membuka masker dan kacamatnya –seperti alat penyamaran sepertinya. Suzy mengerutkan keningnya pelan. “Aku bingung, kenapa kau malah mengenakan kacamata berwarna hitam disaat seperti ini? Rasanya sangat aneh,” ceplos Suzy polos. Kemudian dia menutup mulutnya. Suzy babo! Yeoja yang di ceplos oleh Suzy malah tertawa.

Kemudian Suzy terdiam ketika melihat wajah asli yeoja yang di tanyanya. Kemudian, ekspresinya berganti menjadi kaget dan heboh. “Mwo?! Aku tidak bermimpi bukan? Kya! Aku tidak bermimpi? Aku sungguh bisa mengobrol dan duduk berdua bersamamu? Dulu, aku hanya bisa melihatmu lewat televise saja? Kya!! Park Jiyeon!!” teriak Suzy senang. Dia melompat-lompat bagaikan anak kecil yang habis menangis lalu di belikan sebuah balon atau eskrim oleh orang-tua nya.

Yeoja itu yang dipanggil Park Jiyeon atau Jiyeon hanya tersenyum lembut mendengar Suzy yang berteriak mengucapkan namanya. Di dalam hatinya dia malah semakin tertawa, anak ini lucu sekali? Padahal sudah bertemu sepertiku? Ah sudahlah, batin Jiyeon. Suzy benar-benar, tidak bisa menjaga image-nya di depan idolanya saat ini. Dia kelewat senang dan?? Ah, kalian bisa menebaknya bukan?

Ya, dia Park Jiyeon. Member Girlband dari T-ARA ini memang member kesukaan Suzy. Kira-kira seperti itu jika di pikir-pikir, dia cukup senang ketika bertemu dengan idola kesukaan nya meski dia akan sangat senang ketika bertemu dengan salah satu girlband nomor wahid di Korea, SNSD atau Girls’ Generation, apalagi dengan Im Yoona. Member kesukaan nya. Suzy kembali duduk di samping Jiyeon dan tersenyum malu akibat kelakuan kekanak-kanakan nya tadi.

“Mianhae, aku terlalu terkejut ketika berjumpa denganmu secara tidak sengaja. Aku malah tidak menyangka bisa bertemu denganmu, bertemu denganmu saja sudah membuatku heboh seperti ini apalagi bertemu dengan YoonA SNSD. Aku tidak bisa membayangkannya, aku sangat senang!!” celoteh Suzy. Jiyeon hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan Suzy tadi.

“Kau menyukai YoonA? Ah, baiklah lain kali aku akan mengajakmu bertemu dengan Yoona dan, kau suka dengan Soo Jung? Member f(x) itu? “ tanya Jiyeon lagi. Suzy mengangguk semangat. “Baiklah, nanti aku pasti akan mengajakmu ke sana.” Suzy sepertinya sudah lupa tentang tujuannya bertanya pada Jiyeon. Itulah sifat ceroboh yang dimiliki Suzy, ketika dia menemukan sesuatu yang sangat disukainya, dia langsung lupa dengan semuanya yang bahkan lebih penting dari itu.

Keheningan terjadi diantara mereka berdua. Sesuatu yang membuat Suzy kembali memutar otaknya. Dia mengingat kembali sesuatu, disaat keadaan sudah genting dia baru kembali mengingatnya. Suzy menepuk keningnya dan berdiri dari samping Jiyeon. “Astaga! Aku lupa apa tujuanku tadi!” Suzy langsung berlari, namun kembali ke Jiyeon yang melempar pandangan bingung kearahnya.

“Jiyeon-ssi, senang bertemu denganmu tadi! Aku harus pergi, annyeong~” Suzy kembali melesat dari tempatnya dan Jiyeon berpijak tadi. “Hati-hati!” Sampai-sampai Jiyeon sendiri juga lupa menanyakan identitas Suzy dan bahkan tidak di ketahui namanya. Mereka berdua sudah ceroboh, sangat ceroboh-_-

Suzy berhenti dengan nafas tersengal-sengal. Dia memegangi lututnya dan memandang ke seluruh penjuru. Dia bingung, padahal dia tadi sudah ingat apa yang harus dia lakukan. Kenapa sifat cerobohnya kembali terulang ketika di saat yang genting ini? Keterlaluan, dimana lagi dia sedang berada di negeri orang. Dia tidak mempunyai sanak saudara ini sini. Kecuali dengan idola kesukaannya. Kemudian dia mendongakan kepalanya keatas langit, langit sudah gelap, matahari sudah hampir mau tenggelam dan langit pun juga tampak mendung –mempertandakan akan hujan besar menanti.

“Aku harus meminta bantuan siapalagi? Kenapa aku tidak aku meminta bantuan pada Jiyeon tadi?” Suzy merutuki dirinya sendiri. Dia memutar otaknya dan mengeratkan mantel yang melingkari lehernya dengan manis. Suzy melesat kearah halte yang mungkin akan menjadi tempat teduhnya. Mau bagaimana lagi? Dia juga kadang menjadi tipe seseorang yang mudah menyerah kadang juga menjadi seseorang yang sangat semangat.

“Apakah aku harus berteduh dan menginap disini? Rasanya tidak mungkin, nanti kalau ada yang melakukan macam-macam bagaimana? Hancur sudah harga diri ku sebagai yeoja!” gerutu Suzy terus-menerus. Dia memandang kearah jalan yang sekarang sudah dibasahi oleh air hujan, tanpa ada kendaraan yang lewat. Jadi tidak masuk akal bukan jika kendaraan atau apapun itu melintas di tengah hujan deras seperti ini? Lagian, tidak ada yang mau keluar ketika hujan seperti ini. Mereka pasti lebih memilih tidur atau bersantai di balkon di temani dengan secangkir coklat hangat, ah Suzy merindukan suasana seperti itu.

Dia mendudukan dirinya ke kursi panjang berwarna hijau rumput tersebut. Pikirannya terus berputar sampai menemukan cara yang tepat agar bisa segera tidak terjebak di tengah rinai hujan seperti ini. Suzy berdecak, andai saja ia tidak ceroboh tadi, pasti sekarang ia sudah berada di dorm T-ARA bersama Jiyeon mungkin. Tapi itu hanya dengan kata ‘andaikan’ bukan? Tidak ada seseorang yang bisa kembali masa lalu? Jika ia, sekarang pasti dia akan terpuruk dengan kesedihan yang mendalam. Itu terjadi ketika seseorang menyukai namja dan namja itu mengkhianatinya. Orang itu pasti akan mengingat sesuatu yang indah ketika bersama namjachingunya. Eh, sudah berapa kali Suzy mengatakan ke dirinya sendiri bahwa dia itu sangat ceroboh dan bodoh? Ini sudah kesekian kalinya dia mengatakan itu.

Oke, sekarang kesabaran Suzy sudah tidak bisa dibendung lagi. Dengan kesal dan perasaan yang campuk aduk karena tidak ada seseorang yang membantunya –atau juga karena sifat pelupa dan cerobohnya itu. Suzy menerobos hujan dengan perasaan kalut, dia tidak peduli dia akan seperti apa nantinya. Yang pasti, dia sudah tidak bisa bertahan dan bersabar lagi. Suzy melesat bagaikan angin yang berhembus (?)

Dia berhenti dengan nafas yang tersengal-sengal. Suzy memegangi lututnya yang kembali di selimuti rasa lelah karena terlalu banyak aktifitas yang ia lakukan hari ini. Suzy berjalan lemas kearah pinggir trotoar, sekarang tubuhnya sudah basah kuyup dari atas sampai bawah. Dia tidak membawa payung atau jas hujan, karena semuanya berada di kopernya yang sekarang berada di hotel!

Shit!

“Hey nona! Sedang apa kau disitu? Tidak lihat hujan sedang turun dengan deras? Kau gila, sebaiknya kau kembali ke rumah mu!” teriak seseorang. Suzy menangkap suara itu –yang dia yakini adalah suara namja. Dia menengok keasal suara itu. Seorang namja tampan yang membuatnya tersadar tadi berucap di kaca mobil yang sekarang di buka.

“Hey nona! Cepat kau pulang!”

Suzy tidak menjawab pertanyaan namja itu. Bagaimana dia bisa menjawabnya? Dia kan bukan orang Korea –ralat dia keturunan Korea. Dia juga bingung ingin menjawab apa, dia ingin bertanay kembali tapi sudah di selimuti rasa pesimis mengingat jawaban Jiyeon tadi. Suzy mengusap air hujan yang membanjiri wajah indahnya. Wajahnya sekarang pucat. Tiba-tiba semuanya menjadi gelap.

***

Sinar matahari sudah kembali terang menderang. Menderangi seisi Korea Selatan, cuaca ini juga sangat bersahabat dan tidak seperti semalam yang malah turun hujan deras. Matahari itu mulai memasuki celah-celah gorden di sebuah kamar, sang pemilik juga tidak terlalu peka akan sinar matahari yang masuk. Dia tetap masih menutup matanya dengan indah, sepertinya tidurnya sangat nyenyak dan pulas.

Suzy mengerjap-ngerjap matanya saat sinar matahari mulai meneranginya dan membuat tidurnya merasa terusik. Dia berusaha membiasakan sinar lampu dan sinar matahari itu (?). Perlahan, mata indah Suzy mulai terbuka. Dia merasakan bahwa dia berada di tempat yang berbeda, sebuah tepat yang empuk dengan selimut yang hangat membuatnya nyaman. Suzy bangkit, dia memandang sekeliling. Bukan kamarnya, dia mulai merasakan sesuatu.

“Arghhh!!!!”

Teriaknya. Pakaiannya sekarang berubah dengan piyama berwarna putih yang cocok melekat di tubuhnya. Memang dia merasakan sesuatu dan ini bukan kamarnya. Ini kamar seorang namja! Semua barang disini rata punya seorang namja dan bukan yeoja. Suzy mulai kalang kabut, pikirannya kembali kacau. Dia takut terjadi macam-macam terhadapnya semalam. Suzy mengeratkan selimutnya dan mencengkaram keras seprai ranjang itu.

Krek~

Suzy menoleh keasal suara. Dia mendapati seorang namja berkaos berwarna hitam serta celana pendek putih. Dia memandang Suzy dengan lemas –sudah pasti bahwa dia juga baru saja terbangun dari tidurnya. Seketika Suzy kembali tersadar dan melempar bantal kearah namja itu seraya berteriak panik. Kembali sifatnya yang asli.

“Kya!! Nuguya??!!”

Namja itu hanya bisa menangkap satu barang yang dilempar Suzy, sisanya dia tidak bisa. Dia menghela napas.”Yak! Nona bisa tidak kau diam?!” hardiknya kesal dengan perlakuan Suzy yang seenaknya –sebenarnya, dialah pemilik kamar ini. Namun tetap saja, guling pun terlempar kearah namja itu. “Nona, bisa tidak kau tenang?! Aku bukan orang jahat!” hardiknya lagi dengan suara yang cukup keras. Hingga Suzy berhenti.

“Wae? Ada apa Myungsoo-ah? Kau tampak ribut sekali di kamar?!” ujar seorang namja berjalan kearah namja yang dipanggil Myungsoo itu. Sosok itu terdiam ketika matanya mendapati Suzy yang sekarang terduduk di ranjang Myungsoo. “Myungsoo, siapa dia? Kenapa kau membawa yeoja kesini?” tanya sosok itu tajam. Pikirannya sudah terpenuhi oleh ‘sesuatu’

Kim Myungsoo atau L –member INFINITE ini hanya menghela napas pasrah. Dia sudah tahu jika hasilnya akan seperti ini juga, tapi apa boleh buat? Dia bersama kedua temannya yang menemukan Suzy tergeletak di trotoar dengan keadaan basah kuyup. Dia bukan namja yang se-tega itu meninggalkan yeoja yang sedang dalam keadaan kesuliatan. Dia takut terjadi macam-macam pada Suzy, terlebih Suzy adalah seorang yeoja. –ralat kedua temannya itu tertidur, sedangkan dia yang mengangkat Suzy dari mobil hingga ke dorm Infinite.

Myungsoo teringat sesuatu. Dia menepuk keningnya. “Oh tidak! Hoya dan Sungyeol!” dia bergegas cepat kearah tempat mobilnya terparkir. Dia tidak memperdulikan bahwa sekarang Sunggyu menteriaki namanya. Dia takut mobilnya berantakan karena dua sahabatnya yang sangat nakal dan bersifat evil itu. Ketika sampai di tempat basemant, dia yakin Sungyeol pasti sudah menteriaki namanya meminta pertolongan.

“Kim Myungsoo, kau membuatku mati! Kenapa kau pergi begitu saja tanpa memperdulikan kami berdua? Dan meninggalkanku bersama Hoya? Sudah tadi dia membuang gas beracunnya di mobilmu hingga membuatku kehabisan napas!” celoteh Sungyeol. Myungsoo menatap tajam kea rah seorang Lee Howon yang sekarang hanya dibalas dengan cengiran khas-nya. Myungsoo menghela napasnya, dia terdiam kemudian menepuk keningnya (lagi) dan berlari meninggalkan Hoya dan Sungyeol.

“Ya! Kim Myungsoo, mengapa kau meninggalkan kami lagi?!”

Myungsoo seolah tidak perduli dan masih mempercepat gerak larinya. Dia takut kembali kacau karena ulah Suzy tadi. Pasti nanti dia akan di intropeksi habis-habisan oleh para member Infinite Pasti pertanyaan yang mereka lontarkanpun sama, “mengapa kau bisa membawa gadis ini?” atau “kenapa kau bersamanya?” atau “kenapa kalian bisa bersama?”

Setelah sampai di kamarnya dia sudah di hadang oleh semua member Infinite –kecuali Hoya dan Sungyeol yang masih mandi– Sunggyu, Woohyun, Sungjong, dan Dongwoo. Myungsoo kembali menghela napasnya, dia pasrah. Suzy kini hanya mencengkram seprai, semakin kalut jiwanya. Mempertandakan bahwa yeoja itu sungguh takut dengan situasi seperti ini.

“Hyungdeul, kita selesaikan baik-baik. Aku akan menjelaskannya dengan detail, jangan sekarang! Tunggu mereka berkumpul!” potong Myungsoo –sebelumnya sang Leader, Sunggyu sudah ingin membuka mulutnya namun Myungsoo lebih cepat mencerna sehingga dia mengetahui pertanyaan yang ingin Sunggyu katakan. “Kalian jangan terlalu menatapku tajam, kalian bisa membuat gadis itu semakin takut.”

Mereka yang tadinya menatap Myungsoo dengan tajam sekarang mengalihkan pandangannya kearah Suzy yang mencengkram kuat ranjang tersebut. “Nona tenanglah, kami tidak akan berbuat macam-macam padamu,” ujar Sunggyu kalem. Sehingga membuat Suzy yang tadinya bernafas dengan sangat memburu sekarang menjadi sedikit tenang.

“Aku akan menjelaskannya padamu kenapa kau bisa berada disini, kami akan mandi dulu. Aku akan menyuruh Woohyun untuk memasak, kami menunggu di ruang makan,” lanjut Myungsoo seraya berbalik diikuti oleh member Infinite yang lainnya. Suzy kini sedikit tenang, dia merenggangkan cengkramannya.

“Memang semalam aku seperti apa sehingga bisa ‘terjebak’ bersama namjadeul itu. Yang aku ingat aku terperangkap di tengah hujan yang deras, setelah itu semuanya menjadi gelap.” Gumam Suzy dengan pose berpikir. Dia menggetuk kepalanya dengan jari telunjuknya. “Ah, kenapa aku berdiam saja disini?? Lebih baik aku…” ucapan Suzy terpotong saat pintu terbuka. Tadinya dia ingin beranjak.

“Kau sudah bangun? Baiklah, aku akan jelaskan. Sekarang lebih baik kau mandi lebih dulu, aku akan ke dorm APink untuk meminjam baju dari mereka,” ujar Myungsoo. Namja itu mendekat, Suzy memundurkan tubuhnya. “Hey, tidak usah takut. Aku orang yang kemarin menolongmu, aku tahu kau pasti sedikit trauma. Aku hanya membawakanmu ini, semoga kau suka,” Myungsoo meletakan secangkir coklat panas di samping ranjangnya –ternyata Suzy benar juga ya, dia semalam ingin sekali minuman ini.

“Tunggu sebentar aku tidak lama,”

Suzy hanya mampu menganggukan kepalanya. Setelah Myungsoo pergi, dia beranjak dari ranjang. Mengambil coklat hangat yang telah di persiapkan oleh namja itu, kemudian menyesapnya pelan. Cocok di lidahnya, coklat yang disediakan oleh Myungsoo. Dia terdiam, “mashita! Ternyata juga tak kalah enaknya dengan coklat hangat buatan eomma,” gumamnya seraya menyesap kembali minuman hangat itu.

Dia membuka pintu, pandangannya teralih pada semua member Infinite yang kini sedang menyantap menu sarapan mereka yang dimasak oleh Woohyun. Awalnya, dia begitu malu karena tidak ada Myungsoo, apapun juga karena mungkin yang paling dekat dengannya adalah Myungsoo. Suzy saja belum tahu pasti dimana sekarang tempatnya berada.

“Eh kau,” sapa Sungyeol –catatan, sebenarnya mereka belum mengenal pasti tentang sosok Suzy, bahkan belum berkenalan dengan gadis itu, mereka berpikir bahwa Suzy membutuhkan waktu untuk memikirkan sesuatu. Suzy diam di tempat. “Kenapa kau malah berdiam disitu? Lebih baik kau bersama kami, kau hanya meminum coklat hangat itu dan pasti perutmu belum terisi,” lanjut Sungyeol seraya menepuk-nepuk kursi di sampingnya.

Suzy melanjutkan langkahnya dengan ragu. Dia hanya melayangkan senyum tipis pada mereka, entah apa yang harus dia lakukan selanjutnya. Dia benar-benar bingung dan takut. “Ayolah Suzy! Berpikir apa yang selanjutnya akan kau lakukan!” gumamnya. Dia mulai memutar kembali otaknya. Suzy akhirnya meletakan tubuhnya di kursi sebelah Sungyeol.

“Nona!”

Suara Myungsoo membuat Suzy sedikit terlonjak. Dia berbalik dan melihat bahwa namja itu sedikit berlari kearahnya dan menggenggam sebuah baju –yang di pinjamnya. “Kau sudah datang? Lama sekali?” gerutu Woohyun kea rah Myungsoo. Suzy sedikit tersenyum dan bangkit dari kursi, dia hendak mengambil baju itu.

“Khamsahamnida,” ucap Suzy pendek dan kemudian melesat ke kamar milik Myungsoo. Sepeninggal yeoja itu, member Infinite buru-buru melayangkan pandangan mereka kearah Myungsoo, dari tatapan mereka tersirat bahwa mereka butuh penjelasan Myungsoo secepatnya. Namja yang ditatap hanya menghela napas, “nanti. Tunggu dia selesai, aku takut terjadi kesalahpahaman.”

Myungsoo menatap kearah Hoya dan Sungyeol dengan tatapan sinis. Seakan tatapan itu tersirat bahwa jangan dia saja yang diminta kata-katanya, tapi Hoya dan Sungyeol juga. Karena mereka bersama Myungsoo, tapi sialnya mereka malah tertidur saat Myungsoo membawa tubuh Suzy kedalam mobil mereka. Memang seperti hari kesialan Myungsoo saja. Kkk~

Yang ditatap pun tersadar dengan tatapan Myungsoo itu. “Wae?” tanya mereka polos –seakan mereka tidak terlibat dalam masalah ini, tapi bagi Myungsoo tetap saja sama. “Kalian jangan meminta jawabanku saja! Karena mereka juga ada di mobilku saat gadis itu masuk!” kata Myungsoo. “Tapi mereka malah tertidur disaat aku dengan susah payah membawa gadis itu,” lanjutnya datar.

“Pantas saja kau meninggalkan kami! Terlebih aku yang harus mendapatkan kenyataan bahwa Hoya mengeluarkan gas beracun nya yang sepertinya akan membuatku mati secara perlahan!” gerutu Sungyeol. “Itu bukan kesalahanku, karena itu sudah factor alam jadi kau harus menghargainya.” Balas Hoya tidak mau kalah. “Terserah apa katamu,” pasrah Sungyeol.

Tiba-tiba Suzy sudah berada di sekeliling mereka. Dia memilih duduk dekat Myungsoo. “Kau sudah datang? Baiklah, aku akan menjelaskannya nanti,” kata Myungsoo. Suzy hanya mengangguk. “Tapi sebelumnya, kami belum mengenalmu.” Timpal Dongwoo. Suzy tersadar, “errr, Bae Suzy imnida.”

“Baiklah,” mereka mulai bangkit dari dan berjejer. “We are Infinite!”

Suzy sedikit speechels. “Kalian Infinite? Boyband yang sedang trend itu? Dan juga Super Junior! Boyband yang juga sedang menjadi trend para remaja di negaraku.” ujar Suzy terang-terangan. “Ne, kau tahu Super Junior sunbae? Iya, mereka sedang menjadi trend dimana-mana,” balas Sunggyu. “Astaga! Aku bermimpi apa semalam? Infinite?!” kata Suzy.

Infinite dan boyband lainnya, yang sedang menjadi trend besar di Negara nya kini. Suzy juga menyukai mereka dan lagu-lagunya, tapi dia masih tidak yakin bahwa yang di depannya kini adalah idola papan atas yang mencari idola nya juga. Bisa di bilang Suzy adalah Inspirit. Ah, apakah Suzy bisa cepat percaya? Apa mereka sungguh Infinite? Dia masih tidak yakin dengan batinnya.

“Aku tidak sedikit percaya kalian Infinite!” sela Suzy. “Mwoya?! Aku yang semalam menolongmu kenapa kau tidak percaya bahwa kami Infinite!” balas Myungsoo kesal. “Apa perlu kami membawakan lagu kami? Seperti Back, Destiny, atau Last Romeo?” sahut Woohyun, ternyata mereka juga sedikit kesal dengan Suzy.

Suzy memalingkan wajahnya.

To be Continue..

Cha~ Akhirnya selesai juga FF ku ini😀. Bagaimana readersdeul? Leave your commnet pelase😀

75 responses to “It’s Love, but? (Chapter 1)

  1. Pingback: It’s Love, but? (Chapter 9) | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  2. Pingback: It’s Love, but? (Chapter 9) | Kiyomizu Mizuki·

  3. Pingback: It’s Love, but? (Chapter 10) | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  4. Pingback: It’s Love, but? (Chapter 10) | Kiyomizu Mizuki·

  5. Pingback: It’s Love, but? (Chapter 11) | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  6. Pingback: It’s Love, but? (Chapter 12) | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s