It’s Love, but? (Chapter 2)

kiyomizu-miuzki-copy

It’s Love, but? (Chapter 2)

Kiyomizu Mizuki’s Storyline

Main Cast : Kim Myungsoo [INFINITE’s L] – Bae Suzy [Miss A’s Suzy] || Genre : Romance, Comedy (little bit), Fluff, Hurt/Comfort, Drama, and Sad || Rating : PG-15+ || Length : Series || Disclaimer : Plot and story is mine. I’m sorry if there same any title or characters. Main cast belong to God, their parents, and their agency. I’m sorry if there’s any same title or characters. Sorry if you find typo(s)

Big thanks to ladyoong for amazing poster!

Previous Chapter : Chapter 1

***

Suzy memalingkan wajahnya. “Aku tidak percaya kalau kalian itu Infinite, boyband terkenal itu.” Ucap Suzy. Dia memang Inspirit, tapi anehnya dia masih tidak percaya bahwa yang di depannya kini adalah member Infinite. Suzy memang menyukai lagu-lagu mereka dan menjadikan mereka sebagai idola mereka. Dia ini memang gadis yang juga suka berperilaku aneh. Dia juga bukan gadis yang dengan mudahnya percaya jika dia bertemu dengan idolanya –kecuali Jiyeon tadi, dia memang sangat mengetahui tentang Jiyeon.

“Astaga! Gadis ini Inspirit, tapi dia tidak percaya bahwa aku adalah member Infinite.” Gumam Myungsoo dan masih bisa di dengar oleh member lain. Dia menatap kesal kearah Suzy yang masih memalingkan wajahnya. “Jadi apa yang harus kami lakukan agar kau percaya bahwa kami Infinite?” tanya Myungsoo tidak sabar. Dia menjadi gemas pada gadis di depannya kini, sudah beberapa kali mereka meyakinkan Suzy.

“Kalian harus bernyanyi Destiny seraya menari Last Romeo.” Tantang Suzy. Sedikit tidak masuk akal sebenarnya. Tapi apa boleh buat selain itu? Lagipula, dia baru mengetahui Infinite sekitar tiga bulan yang lalu, dia termasuk Inspirit pemula. Makanya, dia masih bersikeras untuk menantang para namja yang dihadapannya kini untuk melakukan sesuatu yang dia minta. Suzy masih mengangkat dagunya, menantang para namja yang di depannya itu.

Kalaupun mereka memang idol, mana mungkin juga bukan dia bertemu langsung dengan mereka. Pasalnya, dia hanya wisatawan yang baru berkunjung –ralat dia pernah ke Korea walaupun sewaktu dia masih kecil– kalau pun dia sangat mengenal wajah-wajah tampan ini , pasti dia tidak akan percaya bertemu dengan idol yang sudah sangat terkenal bahkan sampai di negaranya dan pasti dia tidak mungkin juga dia bertemu dengan idol sedekat dan bahkan menginap di dorm mereka bukan?

“Baiklah, aku saja!” pasrah Dongwoo yang juga seakan gemas. Dia merasa ingin mengikat Suzy di tiang listrik dekat dengan dorm mereka karena celoteh Suzy yang semakin membuat telinganya panas dan terasa gemas. Tapi, tidak mungkin juga dia melakukan hal itu pada Suzy. Karena apapun itu, Suzy juga yeoja dan harus dijaga martabatnya dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai tercoreng begitu saja.

Dongwoo mulai melakukan gerakan yang ditantang oleh Suzy agar masalah ini cepat selesai dan membuat Myungsoo dengan cepat menjelaskan seluk-beluk tentang pertemuannya dengan Suzy. Lagipula, mereka juga belum sepenuhnya saling mengenal satu sama lain. Dan masalah yang kali ini harus dihadapi oleh para member INFINITE adalah.. meyakinkan hati Suzy bahwa mereka adalah Infinite. Agar Suzy tidak terlalu takut berada disamping mereka dan menganggapnya macam-macam.

Setelah Dongwoo selesai mem-praktikannya, Suzy mulai sedikit percaya bahwa mereka adalah sebuah idola dan bukan orang biasa. Mereka adalah idola terkenal. Dengan begitu, Suzy sudah percaya dengan gerakan Dongwoo tadi yang sangat persis dia lihat di Music Video milik Infinite. Semuanya benar, tidak ada yang salah sedikitpun. Mengapa Suzy menyuruh mereka melakukan hal itu? Tentu sama alasannya sama, dia Cuma mau memastikan bahwa namjadeul yang berada di hadapannya adalah namja baik-baik.

“Baik, Suzy-ssi. Apakah kau sekarang sudah percaya bahwa kami adalah Infinite?” tanya Sungyeol seraya mengangkat satu alisnya. “Ah, baiklah! Aku percaya bahwa kalian adalah Infinite, aku perhatikan dari acara gerakan dan suara, hmmm Dongwoo-ssi tidak ada yang salah. Semuanya benar, tidak ada yang tercoreng. Dengan begitu, aku yakin bahwa kalian adalah Infinite.” Balas Suzy seraya tersenyum polos.

“Ternyata, banyak juga yang harus kami lewati sebelum kami mengenal lebih jauh tentang dirimu,” balas Sungjong. “Kalian tidak pernah diajari oleh orang-tua kalian yah sewaktu kalian kecil? Kata eomma-ku, jika aku bersama orang asing, aku harus tahu dulu seluk-beluk orang tersebut dan jangan mudah percaya dengan kata-kata manis nya. Zaman sekarang kan juga banyak terjadi sesuatu yang tidak diingankan, makanya aku hanya berhati-hati saja.” Celoteh Suzy polos.

“Sudahlah, kenapa kita jadi membahas ini? Lanjutkan ke dialog yang seharusnya kita bicarakan!” sang Leader, Sunggyu mengalihkan pembicaraan. Ekor matanya mengamati Myungsoo yang tadinya tampak tenang sekarang harus menghela napas lagi. “Kau harus tahu apa yang sekarang kau harus bicarakan dan jelaskan pada kami Myungsoo-ah, aku tidak mau terjadi sesuatu yang tidak mengenakan.” Lanjut Sunggyu sambil melipat tangannya di depan dada.

“Jadi begini..”

~Flashback ~

Myungsoo mengangkat tubuh Suzy kedalam mobil, dia kesusahan jika harus membawa payung. Pikiran buruk berkelebat di sekitar otaknya. Bagaimana pun juga, ia tidak tahu secara langsung identitas asli yeoja yang berada di mobilnya. Tubuhnya sekarang basah kuyup, karena hujan deras itu. Sementara itu, Myungsoo memarkir mobilnya di pinggir jalan agar tidak menghalangi pengguna jalan lainnya. Dia menyandarkan tubuhnya di jok mobil, pikiran berkelayut kemana-mana. Jika dia berbicara langsung dengan yeoja ini, pasti dia dikira orang gila –dan itu juga menurutnya sendiri, walaupun dia sendiri. Jika dia ingin membawa yeoja itu ke hotel, pasti paparazzi akan mengetahui identitasnya dan langsung menggemparkan media, terutama para fans nya. Myungsoo memutar otaknya.

“Hey MAMACITA naega ayaya~”

Yeoja itu mengigau. Myungsoo memutar bola-matanya, susah juga ketika membawa yeoja ini. Dia terlalu banyak menggeliat garis miring tidak bisa diam. Myungsoo menghela napas dan melirik kedua sahabatnya yang tertidur di belakang dengan pulasnya. Sepertinya mereka melupakan Myungsoo. “Mereka sangat-sangat menyebalkan!” gumamnya kesal. “Apa aku harus membawa gadis ini ke dorm? Rasanya tidak mungkin,” Dia memandang gadis yang berada disampingnya, wajahnya manis dan tidak berdosa.

Kalau saja dia namja yang tidak berperikemanusian, pasti dia akan langsung meninggalkan gadis itu tanpa memikirkan sebab-akibat jika dia meninggalkannya. Myungsoo sebenarnya dia ingin meninggalkan gadis itu, tapi apakah dia namja yang tidak berperikemanusian meninggalkan yeoja itu ditengah hujan? Rasanya tidak mungkin, mana ada orang yang berjalan ditengah hujan seperti ini? Myungsoo bukan namja yang seperti itu, lagian hanya dia yang melihat yeoja itu.

Oke, Myungsoo tidak mau mengambil pusing lagi. Akhirnya dia men-starter mobilnya menuju jalan pulang ke dorm. Dia tidak mau mengambil hal-hal yang lainnya, daripada di diguncang rumor tak sedap, lebih baik dia membawa gadis yang pingsan ini ke dorm dan juga lebih baik bukan? Lebih aman, dan satu lagi yang diharapkan Myungsoo. Semoga, di dorm mereka semua sudah tidur, agar mereka tidak ada yang curiga.

***

Myungsoo membuka pintu mobilnya dan menggendong gadis itu. Dia sudah memakai penyamaran lengkap: kacamata dan masker, mungkin ini simple, ya tapi apa boleh buat? Myungsoo merasa dirinya sedang beruntung karena sekarang sudah malam, jadi tidak terlalu banyak orang yang berlalu lalang, pasti mereka semua sudah menutup mata dan menikmati alam mimpi yang indah. Kacamata hitam, ini juga terasa aneh! Ini sudah malam, tapi kenapa dia memakai kacamata berwarna hitam? Apa dia mau ditertawakan karena terjatuh? Oh, ayolah jangan membuat Myungsoo semakin panik. Dan ayolah, bukan karena itu, dia seorang Kim Myungsoo menjadi trending topic di dunia ketika melihat Myungsoo membawa gadis itu hotel, bukan hanya tidak sopan dan terasa seperti pria tak tahu diri. Cih, itu bukan Myungsoo namanya!

Sebelumnya, Myungsoo memandang sekekeling. Yeah! Dia berseru dalam hati karena melihat koridor kebanyakan sudah sepi. Dengan berhati-hati dia melangkah, namun harus terlihat seperti biasa. Punggung terasa pegal, dasar namja ini, seharusnya dia kuat menggendong seorang yeoja. “Karena yeoja ini, aku menjadi kesusahan.” Gerutunya sambil menekan tombol lift. Seraya menunggu pintu lift terbuka ke lantai tujuannya. Dia memandang wajah polos wanita itu. Myungsoo menahan gejolaknya, rasa aneh mulai menggelayutinya. Dia mendekatkan wajahnya ke gadis itu. Kim Myungsoo! Hatinya seakan berseru agar tidak mencium gadis ini. Dia memalingkan wajahnya dari wajah gadis itu, sedaritadi dia memang menahan gejolak dalam hatinya.

Ting!

Pintu lift terbuka, setidaknya ini malah membuat jantung Myungsoo malah berdetak tidak karuan. Karena ia takut para hyungdeul-nya belum tertidur dan dia akan tertangkap basah membawa gadis itu ke dorm. Ia takut pilihannya salah, Myungsoo hanya menarik nafas mungkin ini akan membuatnya sedikit tenang –dan juga berharap. Myungsoo membuka knop pintu dorm, semoga saja mereka sudah tertidur! Batinnya. Dia melangkah perlahan. Langkahnya semakin dekat dengan pintu dorm, ayolah jantungnya tidak bisa diatur, dia takut mereka belum tidur.

“Kim Myungsoo tenang! Semua pasti akan baik-baik saja,”

Myungsoo memandang sekeliling. Gelap. Berarti mereka sudah tertidur pulas di kamar masing-masing. Dia bernafas lega, malam ini dia masih bisa terhindar dari introgasi hyung-nya. Dia meniduri tubuh gadis itu perlahan, kemudian berdecak kesal. “Akibat aku membawa, punggung-ku dan pinggang-ku jadi terasa pegal, kau tahu.” Gerutu Myungsoo. Diam. Tentu saja tidak ada respon, dia sedang tertidur. Yah, setidaknya gadis itu tidak mendengar gerutuannya, bisa-bisa dan mungkin saja gadis itu langsung mengoceh ria.

Myungsoo menarik kasur yang di berada di bawah ranjangnya. Awalnya ia sempat bingung untuk tidur dimana, namun dia melirik sekilas di bawah tempat tidurnya. Dia menghempas tubuhnya disana, matanya tidak kunjung tertutup, padahal tadi dia sudah kelelahan dan ingin cepat-cepat menutup matanya dan menyambut alam mimpi dengan indah. Namun, kenapa sekarang rasa kantuk itu sekarang hilang? “Aish, ada apa denganku?” kata Myungsoo. Dia memejamkan matanya sejenak dan membukanya lagi.

Matanya melirik sekilas jam digital yang berada di meja dekat ranjangnya –yang sekarang terisi oleh gadis itu– Jam sudah menunjukan pukul 11.30 PM, berarti setengah jam lagi akan menuju pergantian hari namun matanya juga belum kunjung tertutup dengan sempurna. Dia pasrah dan mengambil ponsel dan headset-nya di atas meja. Memutar beberapa lagu kesukaannya, yah setidaknya bisa sedikit terhibur dan matanya tertutup.

~Flashback off~

“Jadi sebagai kesimpulan, aku bukan namja yang se-tega itu meninggalkan seorang yeoja ditengah hujan yang deras. Dan aku putuskan untuk membawa Suzy-ssi kesini, kalau misalkan aku malah membawanya ke hotel, bisa-bisa akan terjadi rumor yang tidak mengenakan lagi dan aku harus menghadapi paparazzi yang penasaran itu.” Ucap Myungsoo mengakhiri ceritanya. Member Infinite ber-oh ria. Sekarang pandangan itu yang tadinya kearah Myungsoo, sekarang member Infinite mengalihkan pandangannya pada Suzy yang terus menyimak.

“Sekarang, aku perlu mendengar penjelasanmu Suzy-ssi.” Kata Sunggyu. Suzy sedikit tersentak. Dia hanya menggaruk belakang tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal, gugup. Dia kelihatan gugup. Suzy diam sejenak, sampai akhirnya dia mulai membuka suaranya setelah memandangi salah satu member Infinite yang terus menatapnya untuk menantikan kata-kata selanjutanya –penjelasan. “Kalau bisa kau ceritakan dengan selengkap-lengkapnya,” potong Dongwoo.

“Baiklah. Sebenarnya aku itu turis yang datang dari London untuk berkunjung ke Korea Selatan. Aku menyukai budaya disini dan aku juga pernah tinggal di Korea saat aku masih kecil dan sekarang aku melampiaskannya untuk datang kembali. Aku juga merindukan suasana disini. Dan saat jam lima sore aku ingin kembali ke hotel, tapi aku lupa dimana alamat hotelku. Bodohnya, semua barang-barang berada di hotel dan di tas kecilku aku hanya membawa ponsel dan sialnya pulsa-nya habis. Makanya aku bingung ingin kemana, saat hujan turun aku bingung juga.” Jelas Suzy panjang lebar. Sementara member Infinite menahan tawanya karena cerita yang dibawakan Suzy sangat lucu dan wajahnya juga sangat polos. “Oh ya, aku memang langsung check in di hotel dan langsung jalan-jalan. Ternyata di Seoul itu indah, tapi aku belum pernah ke sana. Sungjong-ssi, apakah kalian ini mencarikan ku penginapan?” lanjut Suzy.

“Molla, Suzy-ssi di Seoul banyak penginapan. Yasudah, kita sekarang makan saja. Suzy-ssi, selamat datang di dorm kami. Kau boleh menginap disini beberapa hari,” ucap Sungjong saat Sunggyu ingin membuka mulutnya. “Hey, seharusnya ucapan itu leader yang berbicara bukan kau babo!” balas Sunggyu kesal seraya melipat tangannya di depan dada.

Suzy tertawa kecil ketika melihat lelucon member Infinite itu. Mereka sangat lucu dan menghibur dirinya. Dia merasa bahwa dia sekarang menemukan teman dan tempat tinggal yang tepat untuk beberapa hari selama di Korea Selatan ini. “Kau ini Inspirit atau ELF?” tanya Woohyun secara tiba-tiba. Suzy yang tadinya sedang mengunyah makanan, terpaksa menjawab pertanyaan Woohyun itu. “Aku memilih keduanya,” Suzy memang sangat menyukai Korea Selatan.

“Kau tidak bisa memilihnya satu? Aku nanti akan bingung sendiri,” keluh Myungsoo. “Habiskan makananmu, aku tahu pasti uangmu juga tidak ada karena berada di tasmu yang ketinggalan di hotelkan?” lanjut Myungsoo dengan nada menyindir. Ya, walaupun begitu mereka sudah meyakinkana bahwa mereka adalah idol dan bukan pencuri atau penjahat. Sudah sangat terlihat dan membuat Suzy semakin yakin bahwa mereka adalah orang baik-baik. Walaupun Suzy memang menyukai lagu-lagu Infinite, dia tidak terlalu hafal wajah-wajah masing-masing member Infinite.

Suzy cemberut. “Aku bingung jika harus memilih diantara kedua itu!” ucapnya. “Jadi kau itu wisatawan yang lancar berbahas Korea begitu?” tanya Sungyeol lagi. “Oh, kalian sudah mendengar atu belum? Aku keturunan Korea dan waktu masih berumur tiga tau lima tahun aku pernah tinggal di Korea. Tapi, keluarga pindah ke London karena ada urusan lain. Dan sekarang aku sudah memutuskan untuk mengunjungi kembali Negara kelahiranku,” jelas Suzy lagi.

Mereka mengangguk mengerti.

Tiba-tiba wajah Sunggyu menjadi pucat dan entah kenapa sang leader tampak seperti kaget atau.. teringat sesuatu yang gawat nantinya? Sunggyu menggigir bibir bawahnya. Ayolah, baru saja mereka bercanda ria dan kenapa sekarange terlihat Sunggyu seperti sedang ada masalah berat? Atau.. ada berkaitan dengan dorm mereka dan sekarang terdapat ada Suzy di dalamnya? Otteokhe? Batinnya cemas.

“Wasseo hyung?” tanya Dongwoo yang sepertinya melihat perubahan pada mimic wajah Sunggyu yang berubah menjadi pucat. “Aku lupa memberi sesuatu hal pada kalian dan aku baru ingat sekarang setelah Suzy-ssi datang. Aku baru saja mengingatnya,” jawab Sunggyu gugup. Dia takut malah salah-salah kata dan semakin membuka para member Infinite maupun Suzy menjadi tambah panik.

“Aku baru ingat bahwa beberapa bulan ke depan ada syuting yang akan di laksanakan di sekitar dorm kita dan sekitar gedung Woolim.” Lanjut Sunggyu. Sontak member dari Infinite dan Suzy pun langsung membulatkan mata mereka sebagai ekspresi kaget sekaligus panic. Bagaimana mereka harus menyembunyikan Suzy? Melihat ekspresi kaget itu dengan cepat Sunggyu mulai melanjutkan kata-katanya tadi. “Tunggu jangan kaget dulu, aku belum selesai bicara. Selama kita menyembunyikan Suzy dengan baik dan waspada, kita pasti akan baik-baik saja.” Lanjutnya.

Kembali mereka menghela napas lega. “Jadi, masing-masing dari kita harus menjaga Suzy dengan baik dan bergantian menjaga Suzy di dorm. Ya, kuharap kita menjaga Suzy dengan baik dan penuh waspada jangan sampai ada yang curiga. Jangan sampai salah satu dari pihak agency kita mengetahui keberadaan Suzy, apalagi sampai ketahuan oleh Sajangnim.” Pesan Sunggyu lagi dengan tegas.

“Aku membawa makanan untuk kalian!!” sebuah suara yang sangat member Infinite kenali itu langsung membuat mereka panik kalang kabut (lagi). Manager mereka tiba-tiba datang dan membuat seisi yang berada di meja makan itu bingung serta panik. “Oh tidak Manager hyung! Apa yang harus kita lakukan?” tanya Hoya bingung. Pandangan mereka ter-arah ke Myungsoo. “Myungsoo-ah, cepat kau sembunyikan Suzy sebelum Manager hyung tahu keberadaannya!” desak Sunggyu. Myungsoo mengangguk cepat.

Simple. Sebenarnya Myungsoo dari semalam dari dia bertemu dengan Suzy sangat membuat harinya menjadi sial! Sangat sial dan membuatnya sering panik dan bingung. Dia menjadi kesal dengan gadis itu yang menganggu acara tidurnya dan membuatnya repot ingin mengajaknya ke dorm. Belum lagi dengan cara gadis itu mengigau dan sifat ceroboh Suzy yang sering membuatnya hampir pecah. Rasanya, Myungsoo ingin mengusir Suzy keluar dari dorm mereka dan tidak membuat kericuhan di dorm tersebut dan kembali membuat dorm mereka menjadi kembali tenang dan tidak ada hambatan sekalipun. Pasti semua akan berjalan dengan lancar dan terkendal, tapi semuanya berubah sejak kedatangan Suzy ke dorm. Shit! Umpat Myungsoo lagi dalam hati.

Myungsoo membawa Suzy ke kamar miliknya dan membuat gadis itu bingung. “Wasseo Myungsoo-ssi?” tanya Suzy polos. Myungsoo memutar bola matanya kesal. “Kau tidak dengar tadi? Manager hyung secara tiba-tiba datang dan terdapat kau disini! Bisa-bisa dia curiga dan memikirkan yang macam-macam kau tahu!” jawab Myungsoo dingin. Ayolah, sudah dibilang bukan bahwa Myungsoo sudah sangat-sangat kesal dengan amarah yang memuncak dan di tunjukan ke Suzy.

“Intinya, kau harus bersembunyi disini dan jangan terdengar suara sedikitpun dari mulutmu! Bisa-bisa dia curiga oke? Jadi, kau tunggu disini sampai aku menemui mu kembali. Aku harus kembali ke meja makan agar Manager hyung tidak heran mengapa aku bisa tidak ada di meja makan! Arraseo?” jelas Myungsoo dengan tajam.

Suzy gugup untuk menjawab. “Arayo.” Pasrah Suzy. “Sekarang aku sembunyi di manapun! Pokoknya di kamar ini, sekarang lebih baik kau sembunyi di lemari! Aku takut Manager hyung sekalian memeriksa kamar kami! Ppali!” intruksi Myungsoo dengan nada mendesak. Sangat mendesak. Myungsoo mendorong tubuh Suzy kearah lemari mereka. Setelah memastikan bahwa Suzy sudah aman di sana, Myungsoo merapikan sedikit bajunya dan kembali ke meja makan.

“Hyung, apa yang kau bawa? Apakah membawa makanan yang enak kembali?” tanya Myungsoo tiba-tiba. “Kim Myungsoo! Darimana saja kau? Mereka sudah berkumpul dan kenapa kau baru datang?” tanya sang Manager. “Hyung, aku baru saja dari kamar oke. Sekarang aku sudah disini dan juga ikut makan bersama mereka,” jawab Myungsoo cuek. “Aku ikut sarapan bersama kalian ya?” pinta sang Manager lagi.

Awalnya wajah mereka terasa ingin menolak permintaan Manager mereka. Tapi apa boleh buat bukan? Mereka takut Manager mereka curiga. Ayolah, kenapa sekarang Suzy menjadi pembuat masalah atau biasa di sebut trouble maker? “Baiklah,” pasrah Sunggyu. “Anak baik,” balasnya lagi.

Acara makan tersebut berjalan dengan lancar dan baik. Mereka saling mengutarakan obrolan masing-masing. Namun, tiba-tiba sang Manager beranjak dari kursinya. Hal ini membuat member Infinite melayangkan pandangan mereka. Bertatapan satu sama lain. “Hyung wasseo?” tanya Sunggyu gugup. “Aku ingin memeriksa kamar kalian satu sama lain. Bukankah ini memang harus di check bukan agar tidak menimbulkan sesuatu yang tidak baik dan malah mencoreng nama baik boyband kalian dan juga pihak agency.” Ujar sang Manager lagi.

Kebiasaan ini memang sudah dibiasakan para anak asuhan dari Woolim Entertainment. Yaitu, setiap seminggu sekali, Manager mereka datang untuk menge-check dorm mereka dan harus dengan sangat teliti. Sekarang, Manager Infinite kembali datang untuk memastikan bahwa keadaan dorm baik-baik saja. Jika benar ada seseorang yang berada di dorm tersebut dan itu orang lain, Manager mereka langsung mengintrogasinya dengan sangat dadakan. Memang ini kebiasaan yang baik, tetapi di dorm Infinite sedang terdapat Suzy disana. Mereka harap, Suzy tidak ketahuan oleh sang Manager. Dan jika mereka malah melarang, itu malah akan menjadi sesuatu yang tidak baik dan malah memunculkan konflik yang tidak baik bukan? Curiga.

Myungsoo dan Sunggyu –yang sepertinya sangat bertanggung jawab atas hal ini dan Suzy termasuk– ikut beranjak memastikan bahwa Suzy bersembunyi dan dengan posisi yang tepat juga. “Hyung kami ikut,” ucap mereka berdua. Manager mereka tampak mengacuhkan begitu saja dan ini memudahkan mereka memastikan Suzy dalam kondisi baik-baik saja.

Sang Manager memulainya dari kamar Sunggyu dan Hoya. Berlanjut ke Sungyeol dan Dongwoo, begitulah seterusnya. Keadaan kamar mereka malah baik-baik saja dan tidak ada yang aneh ataupun mencurigakan. Dan sekarang, kamar terakhir yang menyimpan banyak misteri (?) Karena ada Suzy disana. Sunggyu dan Myungsoo mengikutinya dengan was-was. Mereka berdoa: Semoga saja, Suzy tidak ketahuan! Batin mereka.

Tuk!

Suara benda kecil jatuh. Suaranya terdengar dari arah lemari. Namun, tetap saja terdengar sampai ke telinga sang Manager. Oh tidak! Batin Myungsoo dan Sunggyu disaat yang bersamaan. Mereka menelan ludah dengan susah payah ketika langkah Manager mereka mulai mendekat kearah lemari. Mencoba untuk melihat isinya. Sial! Suzy memang berada di dalam situ. Myungsoo meremas tangannya. Rasanya, mereka ingin menarik sang Manager keluar dari dorm mereka terutama kamar Myungsoo.

Geobi naseo sijakjocha anhae bwattamyeon

Geudaen tudeoldaeji mara jom

GG!

Ternyata Manager mereka juga mempunyai idola sendiri bukan? Itu ringtone yang berasal dari ponselnya dengan memakai lagu dari SNSD – The Boys. Oke, ini cukup membuat Sunggyu dan Myungsoo menahan tawanya. Satu hal, Manager mereka memang fans dari girlband nomor wahid di Korea itu, wait! Kenapa kita malah membahas Manager Infinite?? Sudahlah, lupakan kata-kata tadi-_-

Sang Manager pun tetap saja kembali mendekat dan membuat Myungsoo dan Sunggyu semakin was-was. Manager mereka mematikan kembali telefon yang masuk. Sebenarnya sih, telefon tadi tidak penting. Makanya, sang Manager tetap melanjutkan langkah-langkahnya untuk memeriksa lemari yang telah menghasilkan suara benda kecil yang jatuh. Sang Manager mulai membuka lemari pintu itu pelan, dia mengerutkan dahi. Suara tadi. Sengaja? Atau memang ada orang yang tidak sengaja menjatuhkannya?

To be Continue..

Hai readersdeul!! Maaf aku baru bisa nge-publish sekarang, jadwal aku main internet itu cuma tiga hari: Jumat, Sabtu, Minggu yang lainnya aku sibuk sekolah. Tapi, tenang di sela-sela waktu sekolah saat pulang-nya aku langsung lanjut Fanfiction-nya😀. Mian kalo udah pada tungguin lama.. Leave your comment please😀

71 responses to “It’s Love, but? (Chapter 2)

  1. Pingback: It’s Love, but? (Chapter 9) | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  2. Pingback: It’s Love, but? (Chapter 9) | Kiyomizu Mizuki·

  3. Pingback: It’s Love, but? (Chapter 10) | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  4. Pingback: It’s Love, but? (Chapter 10) | Kiyomizu Mizuki·

  5. Pingback: It’s Love, but? (Chapter 11) | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  6. Pingback: It’s Love, but? (Chapter 12) | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s