It’s Love, but? (Chapter 3)

kiyomizu-miuzki-copy

It’s Love, but? (Chapter 3)

Kiyomizu Mizuki’s Storyline

Main Cast : Kim Myungsoo [INFINITE’s L] – Bae Suzy [Miss A’s Suzy] || Genre : Romance, Comedy (little bit), Fluff, Hurt/Comfort, Drama, and Sad || Rating : PG-15+ || Length : Chaptered || Disclaimer : Plot and story is mine. I’m sorry if there same any title or characters. Main cast belong to God, their parents, and their agency. I’m sorry if there’s any same title or characters. Sorry if you find typo(s)

Big thanks to Ladyoong for amazing poster!

Previous Chapter : Chapter 1 || Chapter 2

***

Geobi naseo shijakjocha anhae bwattamyeon

Guedaen tudeoldaeji mara jom

GG!

Oke. Kenapa harus ada suara lagu dari SNSD – The Boys lagi? Apalagi saat sang Manager sudah memulai membuka pintu lemari itu. Sang Manager mulai mundur sedikit menjauh, kemudian dengan cepatnya dia pergi dari dorm Infinite setelah menerima panggilan telfon itu. Suzy selamat, tadinya Myungsoo dan Sunggyu sedikit was-was menunggu apa yang terjadi selanjutnya. Mereka takut kalau tubuh Suzy sedikit terlihat dan membuat keadaan semakin tambah kacau.

Setelah kepergian Manager mereka. Sunggyu dan Myungsoo mulai membuka lemari itu –kebetulan tempat mereka menunggu hasilnya tidak jauh dari tempat Manager mereka berpijak tadi– Dilihatnya Suzy yang sudah meringkuk di dalam sana dengan memegangi kedua lututnya. Mereka yakini bahwa sekarang yeoja itu menjadi menahan napasnya dan sangat terlihat bahwa keringat dingin mulai mengalir di sekitar pelipisnya.

“Suzy-ssi, gwenchana?” tanya Myungsoo pelan. Mungkin gadis itu sedikit terkejut dan ketakutan ketika Manager mereka datang untuk membuka lemari tempatnya bersembunyi. Myungsoo memegang bahu gadis itu, sangat terasa bahwa dia sangat-sangat tegang sampai sekarang. “Suzy-ssi, tenanglah! Manager hyung sudah pergi,” ucapnya lagi masih memegang bahu Suzy yang terasa basah. Sunggyu mengikuti Myungsoo mendekati Suzy. Yah, mungkin Suzy takut kedatangannya malah menambah kacau karena terdapat wanita di dalamnya –sebenarnya sih sudah benar-benar kacau sejak awal kedatangannya, tapi apa salahnya juga kalau saling membantu? Ah, tidak mungkin mereka kan idol terkenal, kalau sampai terdengar oleh orang lain bagaimana? Semua akan menjadi kacau dalam waktu singkat.

“Gwenchanayo. Tapi aku takut malah akan menambah kacau dorm kalian karena kedatanganku,” jawab Suzy lirih seraya mulai keluar dari tempat persembunyiaanya. Dia tersenyum kecut. “Apakah tadi Manager kalian tidak curiga bahwa ada aku di dalam? Maaf, aku tadi tidak sengaja menjatuhkan salah satu barang di dalam.” Lanjutnya lagi. Sebenarnya, sedikit langkah dan putaran tangan lagi pintu lemari itu berhasil terbuka dan menampakan Suzy di dalamnya. Tapi, untunglah ada nada dering dari ponsel Manager mereka –yang sebenarnya telfon dari Sajangnim–

“Sebenarnya sih kau sudah menambah ke… Aww~” rintih Myungsoo saat Sunggyu menginjak kakinya. Dia keceplosan ingin mengucapkan kata yang tinggal ditambahi ‘kekacauan’ tapi, karena Sunggyu lebih mempunyai hati yang lembut dan menghargai hati wanita yang lebih mudah tergores, lebih baik sang leader menginjak kakinya langsung. Ini kan cara yang lebih baik daripada harus membuat Suzy merasa tersinggung atau menangis –itu mungkin saja.

“Wae?” tanya Suzy polos saat mendengar rintihan dari Myungsoo. Dia merasa aneh dengan kata tadi dan dia berpikir apa maksud dari kata itu? “Aniyo, mungkin kakinya sedang kesemutan yang berlebihan makanya dia mengeluarkan suara rintihan menahan sakit,” balas Sunggyu seraya menggaruk belakang tengkuknya yang tidak gatal. Dia memang tidak mengucapkan kata aslinya. Merubah kata itu.

Tiba-tiba wajah Suzy berubah menjadi pucat pasi. Tubuhnya yang tadinya menegang kembali menegang. Sebenarnya apa yang ia ingin ia tahan? Entahlah. Yang pasti, sekarang tangannya menyusur ke atas memegangi perutnya. Oh dan oh, apa yang ingin yeoja ini lakukan selanjutnya? Semoga tidak melakukan kejadian yang memalukan di depan namja. Jika terjadi saja, err pastinya dia tidak akan keluar dan sangat malu. Oke, kembali ke pertanyaan tadi. Apa yang terjadi oleh Suzy sekarang??

“Suzy-ssi, wae? Wajahnya sekarang lebih pucat dari yang tadi.” tanya Sunggyu cemas melihat wajah Suzy. Apakah leader itu tidak sadar bahwa sekarang Suzy memegangi perutnya? Apakah mata namja ini tidak peka menangkap sesuatu? Dia menyusuri Suzy dari atas sampai bahwa, tetap saja dia tidak menangkap bahwa sekarang Suzy memegangi perutnya. Yang dia tahu sekarang adalah, wajah Suzy semakin pucat dan tubuhnya semakin menegang dari yang sebelumnya.

Aigo, kenapa penyakit ini harus datang secara tiba-tiba?! Batin Suzy kesal. Oh, rupanya dia sedang menahan sakit perut. Dia semakin memegangi perutnya yang terasa semakin sakit, yang dirasakannya sekarang adalah, bakteri itu sekarang bagaikan sedang mengocok perut Suzy dalam waktu singkat. Keringat dingin kembali mengalir –sebelumnya sih dia sudah tenang. Dan sekarang kembali harus keluar karena rasa tegang yang ia rasa. “Oppa, dimana toilet?” tanya Suzy menahan rasa sakitnya. Sungguh, demi apapun rasa sakit itu semakin menjadi-jadi dan Suzy sudah tidak bisa menahan lagi. Mau tak mau, dia harus menahan malu sekarang. “Ppaliwa!!!” desak Suzy tidak tahan.

“Waeyeo? Kau mencari toilet? Oh, kau hanya melewati dapur lalu belok ke kanan. Disudut kau pasti sudah menemukannya,” jawab Sunggyu polos. Yah, tingkahnya ini kadang membuat Suzy gemas karena terlalu lama memberitahukan informasi tentang toilet di dorm mereka padahal Suzy sudah sangat butuh dengan informasi dimana letak toilet ini. Keadaanya sangat genting. Rasanya Suzy ingin menampar wajah sok kelihatan polos itu.

“Khamsahamnida,” Suzy mempercepat langkahnya. Oh tidak! Apakah nasib baik sedang tidak dalam berada di pihaknya? Atau memang ia hanya sedang sial saja sekarang? Ya, Suzy barusan membuang gas nya. Kalian pasti tahu apa yang dibicarakan saat ini tentang Suzy yang memegangi perutnya bukan? Yup, mungkin ini hal biasa bukan? Dan bisa diidap oleh setiap orang tanpa waktu yang ditentukan. Sakit perut.

Namun, sepertinya dia keceplosan sehingga mengeluarkan bau busuk dari sana. Dia membuang angin-_- . Walaupun hanya terdengar sedikit tapi, tetap saja terdengar sampai ke telinga member Infinite. Suzy menahan malunya. Dia bingung apa yang harus ia lakukan setelah ini, akankah dia terus berdiam diri di toilet ini? Tidak mungkin! Suzy juga bukan yeoja yang tahan berlama-lama di tempat seperti ini. Tapi, barusan dia melakukan hal yang sangat konyol!

“Astaga! Aku baru tahu bahwa gadis secantik dia bisa mengeluarkan bau yang sangat busuk seperti ini bahkan mengalahkan bau busuknya Hoya!” celetuk Sungyeol. Dan mendapat tatapan tajam gratis dari Hoya. Mereka semua kini hanya bisa menutup hidung mereka, ditengah itu Myungsoo berdecak sebal! Sekarang dia baru bisa memendam rasa kesalnya pada gadis itu yang mengganggu kehidupannya. Ini pilihan yang salah! Seharusnya aku membawanya ke hotel atau meninggalkannya! Batin Myungsoo mengumpat.

Oke, kita kembali ke saat waktu Myungsoo membawa Suzy ke dorm mereka. Sebenarnya Myungsoo sebelumnya memutarbalikan mobilnya ke mana-mana. Karena Suzy, dia harus kena omelan dari Hoya maupun Sungyeol karena meninggalkan mereka di mobil milik Myungsoo. Sungguh, semenjak kedatangan Suzy, kehidupannya yang tadinya amat asri kenapa sekarang akhirnya menjadi kacau? Sebenarnya sih bisa saja Myungsoo membawanya ke hotel atau malah membiarkannya di halte saat itu, tapi Myungsoo bukanlah namja yang tega.

Myungsoo memutuskan untuk kembali ke kamarnya. “Shit! Karena adanya yeoja babo itu, hidupku yang awalnya tenang kenapa menjadi berantakan seperti in?!” kata Myungsoo frustasi seraya mengacak-acak rambutnya. Pertama, Suzy sudah membuatnya repot dan harus menerima omelan Hoya dan Sungyeol karena melupakan keduanya yang aslinya berada di mobil Myungsoo, sejak kedatangan Suzy. Kedua, dia sudah membuatnya harus menerima introgasi dari masing-masing member Infinite kenapa dia membawa yeoja ke dorm. Ketiga, Suzy sudah membuat mereka repot dan harus menyembunyikannya dari sang Manager. Keempat, Suzy sudah membuatnya harus berlari cepat ke dorm APink agar meminjam baju mereka. Kelima, dia membuang angin dan membuat keadaan dorm semakin kacau. Bukankah itu sudah sangat merepotkan? Dan jangan lupakan, Suzy juga memberantaki kamar Myungsoo.

***

Sudah satu jam, Suzy mondar-mandir di toilet dorm. Dia memutar otaknya agar menemukan cara yang tepat agar terhindar dari mereka. Dia bingung, dia sudah melakukan hal konyol di depan mereka, terlebih mereka adalah namja sedangkan dia yeoja, yeoja itu kadang memiliki sifat untuk menjaga image mereka di depan namja yang di suka. Tapi, kalau Suzy sepertinya dia tidak sengaja, tapi tetap saja menurutnya itu adalah cara yang sangat memalukan.

Apa ia harus berdiam diri disini? Tidak mungkin bukan? Seseorang pasti akan mendatangi toilet ini. Suzy berdecak. “Suzy babo! Seharusnya kau menahan itu? Bukankah itu sangat memalukan sekali?” gerutunya. Apalagi dia memiliki sifat ceroboh dan pelupa sehingga membuat semua orang yang berada di dekatnya semakin kesal dan pastinya bosan dengannya akan sifat cerobohnya itu. Dia menghentak-hentakan kakinya gemas, sampai sekarang otaknya belum menemukan cara apapun kecuali dia harus berdiam diri di sini. Dia belum kunjung keluar.

Suzy terdiam. Entah kenapa pikirannya tiba-tiba kosong. Dia terlalu pusing memikirkan apa yang akan selanjutnya ia lakukan. Padahal dia sudah menunggu satu jam, tapi belum menemukan ide yang cocok. Bagaimana tidak? Dia sudah pusing untuk memikirkan siasat selanjutnya. Belum lagi seseorang –entah itu siapa– yang pasti akan ada yang mendatangi toilet ini dan bukan Suzy saja yang membutuhkannya. Sedetik kemudian setelah ia berpikir, dibawah kakinya ia merasakan ada sesuatu sensasi yang berbeda. Geli. Ia merasakan hal itu. Tapi Suzy malah mengacuhkan hal itu, tapi semakin lama semakin terasa ada yang aneh di kakinya. Karena dia sudah merasakan kesal, akhirnya dia menengok kearah bawah.

“Kya!! Kecoa!!”

Teriakan Suzy mulai melengking sama terdengar di telinga masing-masing member Infinite. Dia mulai berlarian kesana kemari karena dia memang sangat tidak menyukai yang namanya serangga, apalagi kecoa. Menurutnya, binatang itu sangat menggelikan, menjijikan, dan hmm sepertinya Suzy sudah tidak bisa menjelaskannya lagi. Intinya, binatang itu sangat menggelikan. “Kenapa di dorm ini harus ada kecoa?!” teriaknya lagi dan malah semakin melengking. Oke, sekarang dia sudah mulai bingung apa yang akan di pikirkannya sekarang.

Brak!

Suzy seketika langsung tersentak ketika mendengar suara dobrakan pintu yang sangat dekat dengannya. Karena sudah dia terkena masalah oleh kecoa, sekarang dia sudah tambah kaget lagi. Seketika, Suzy langsung memeluk Myungsoo –yang ternyata namja itu yang membukanya– Suzy memeluknya begitu erat karena rasa takut yang sangat menyerangnya. “Ada kecoa!” ucap Suzy lirih, dia mengeratkan pelukannya. Myungsoo sedikit terdiam ketika melihat ekspresi dan tindakan Suzy kepadanya, dia memeluknya. “Sudahlah, hewan itu sudah pergi.” Myungsoo mengelus punggung Suzy dengan lembut untuk menenangkan yeoja itu. “Sekarang kau bisa keluar,”

Setelah akhirnya Myungsoo membawa Suzy untuk keluar dari toilet. Keheningan mulai terjadi diantara mereka. Suzy sekarang malah merutuki dirinya sendiri kenapa dia harus memeluk Myungsoo secara langsung? Sangat ceroboh. Sebenarnya sikap Suzy yang secara tidak sengaja memeluk Myungsoo itu tidak apa-apa dan itu juga tidak sengaja karena Suzy sedang di selimuti rasa takut yang berlebihan, apapun yang berada di depannya jika dia sedang dalam keadaan takut, pasti dia akan memeluk orang itu dengan sangat erat untuk menghilangkan rasa takutnya. Suzy beranjak kearah dapur.

“Aigo, kenapa aku bisa seceroboh itu dengan memeluknya?” rutuk Suzy dengan menggetuk kepalanya. “Lagian, kenapa harus ada hewan menjijikan itu? Aku kan sangat takut dengan hewan itu,” gerutu Suzy, kemudian dia meneguk air mineral untuk menghilangkan rasa kagetnya. Siapa tahu, perasaannya akan kembali tenang. Kesimpulannya, Suzy benar-benar adalah seorang pembuat masalah. Sekarang? Dia membuat Myungsoo panik dan yeoja itu memeluknya. Suzy menghela napas, kemudian dia merasakan hal keganjilan ketika berada di dorm itu. Matanya mulai menyurusuri setiap sudut dapur. “Kemana mereka? Padahal masih ada Myungsoo oppa disini?”

Nihil. Tidak ada salah satupun member Infinite kecuali Myungsoo. Sekarang namja itu memang berada di kamarnya dan entah apa yang sekarang ia lakukan. Sungguh, sekarang Suzy sudah membuat Myungsoo menjadi sulit dan merasa kerepotan. Suzy sudah berjalan ke seluruh lekuk dorm itu dan tidak menemukan member lain selain Kim Myungsoo. Suzy mulai merasa malu, ditinggal bersama namja yang habis ia peluk secara tidak langung? Memang itu tidak sengaja, tapi tetap saja bukan dia merasa tidak enak. “Yang benar di dorm ini tidak ada selain Myungsoo oppa?” Suzy memutuskan untuk menghampiri namja itu dan bertanya langsung padanya.

Pintu berwarna coklat, sekarang sudah berada di depan Suzy. Yang pintu itu memang kamar milik Kim Myungsoo. Dia mulai di selimuti rasa ragu. Suzy terdiam didepannya, kemudian tangannya terulur untuk memutar knop pintu yang terletak ditengah-tengah pintu. Dia memutar dengan pelan. Pintu pun terbuka secara perlahan, matanya menangkap sesosok namja yang mempunyai tubuh menjulang tinggi yang menutup matanya dengan damai. Tampaknya dia sedang tertidur dengan sangat pulas, bertanda bahwa dia sangat kelelahan.

Suzy menutup pintu dan melangkah pelan kearahnya agar tidak menganggu namja itu. Sebenarnya, dia ingin membangunkannya tapi ternyata dia tertidur dengan pulas dan tidak tega untuk membangunkannya. Dia menelan ludah, haruskah dia membangunkan namja ini? Dia tidak tega membangunkannya, tapi rasa penasaran sudah membuatnya terdesak untuk membangunkannya. “Sebaiknya aku jangan membangunkannya, aku harus menunggunya sampai ia bangun.” Gumam Suzy. Ia mendudukan dirinya di pinggir ranjang. Karena Suzy adalah adalah yeoja yang sangat mudah bosan, akhirnya dia beranjak.

“Kenapa dia harus tertidur begitu lama? Sungguh, membuatnya sangat bosan.” Gerutu Suzy seraya membuka isi kulkas. Tangannya terulur mengambil satu cone ice cream, ice cream adalah minuman favorite-nya yang tidak akan ia lupakan bahkan seumur hidup. Sejak kecil, Suzy memang menyukai ice cream dalam rasa apapun itu yang penting itu ice cream yang bisa membuatnya tersenyum kembali. Suzy terdiam sebentar, sungguh sekarang di sangat bosan tidak ada yang bisa membuatnya untuk mengobrol kecuali untuk memakai ice cream nya. “Apa yang harus aku lakukan untuk mengusir kebosanan ini?” gumamnya.

***

Sinar matahari menyilaukan mata Myungsoo yang sekarang perlahan terbuka. Sebenarnya bukan hanya sinar matahari saja yang menyilaukan itu tapi karena ada suara yang membuatnya begitu terusik dan tidak bisa tertidur dengan tenang. Semenjak Suzy sudah keluar dari toilet, dia langsung beranjak ke kamar dan melanjutkan tidurnya yang sangat kurang itu. Memang, sekarang dia memang tidak kebagian schedule dan memutuskan untuk beristirahat di dorm dengan penuh ketenangan. Tapi, ketenangan itu seakan sirna karena kedatangan seorang gadis yang datang tak di undang dan pulang tak diantar (?) *ditimpuk readers, abaikan*

Gireul balkhyeojwo ije wonteun maldeun seontaegeun kkeutnasseo naui jeonbureul da geolgesseo
Jikyeo nael geoya eotteon eoryeoun yeojeongi doenda haedo
Nan neo bakken an boinda

Yapp. Sebenarnya karena suara itu juga yang membuatnya menjadi terusik dan merasa bising mendengar lagu tersebut. Lagu Infinite – Last Romeo mengalun di telinganya. Myungsoo adalah tipe namja yang lebih suka tertidur pulas dalam ketenangan. Menurutnya, itu sangat nyaman. Myungsoo berdecak, siapa orang menyebalkan yang menganggu acara tidurnya itu. Rasanya, jika orang itu tertangkap basah akan Myungsoo keluarkan orang itu dari kamarnya dan mengunci kamarnya agar ia bisa tertidur dengan nyaman. Myungsoo juga menangkap suara orang bergumam mengikuti lirik lagu itu. Ekor matanya perlahan melirik kearah samping. Yeoja berpostur tubuh mungil, dengan wajah manis sedang memakai iPod miliknya. Tentu saja Myungsoo mengenali orang itu.

“Bae Sooji!!!” bentak Myungsoo menyebut nama aslinya dengan penuh amarah. Oh, ayolah siapa orang yang mau acara tidurnya diganggu? Apalagi seorang idol yang memang mempunyai jadwal istirahat yang sangat langka dan kurang. Yeoja yang dibentaknya –Suzy– tersentak mendengar suara Myungsoo yang tiba-tiba membentaknya. Ia hampir saja terjungkal. Oke, sekarang memang kesabaran Myungsoo sudah tidak bisa dibendung lagi.

“Kenapa kau selalu menganggu hidupku, eoh?! Aku sudah membantumu, jadi jangan usik aku! Seharusnya kemarin aku meninggalkanmu tidak perlu membawamu, ternyata hanya merepotkanku saja!!” Mungkin ini puncak kemarahan Myungsoo karena ia sudah sangat sabar menanggapi sikap Suzy itu. Ia menutup pintu dengan sangat keras. Ayolah, seseorang juga bisa saja marah jika itu membuatnya sangat menganggu. Member lain saja tidak pernah menyentuh barang-barangnya sedikitpun, tapi kenapa yeoja ini menyentuh barang pribadinya dengan sangat lancang dan membuatnya sangat begitu kesal. Wajah Myungsoo tadi juga tampak sangat geram dengan kelakuan Suzy yang satu ini. Sebenarnya, bukan saja ulah itu saja. Tapi, semua barang-barangnya dipakai seenaknya oleh Suzy.

Suzy kembali tersentak ketika mendengar dobrakan pintu yang sangat keras. Tentu saja sekarang ia meringkuk takut dan menggigit bawah bibirnya dengan cukup keras. Ia menghela napas pasrah, tentu saja sekarang ia merasa sangat bersalah. Lagipula, ini juga karena ia terlalu bosan menunggu Myungsoo. Akhirnya, matanya menangkap iPod yang tergeletak di meja pinggir ranjangnya. Dan juga, Suzy juga mengaturnya dengan volume yang bisa dibilang lumayan besar. Siapa yang tidak marah? “Aigo apa yang harus aku lakukan?” Suzy panik. Perlahan, ia menaruh kembali benda persegi panjang itu di tempat asalnya.

Well, sejak kejadian ia membuang angin di depan para namja itu. Ia belum menyentuh makanannya sedikitpun. Jadi, harap maklum jika sekarang ia tampak kelaparan. Apakah Myungsoo masih marah padanya? Ah, sudahlah, lagipula, jika ia tidak diberi makanan pasti ia akan sakit dan wajahnya pucat. Sakit? Oh, itu pasti akan malah menambah beban member Infinite yang lain dan bukan Myungsoo saja yang merasa kerepotan jika fisik Suzy melemah. Suzy merasa bahwa dirinya benar-benar seorang trouble maker. Oke, sekarang waktunya Suzy untuk mengisi perutnya.

Suzy melanjutkan langkahnya ke dapur. Ia melihat kearah meja makan, yang masih terisia Sundubu Jjigae tadi. Hanya bersisa satu dan itu mungkin makanannya yang belum sempat ia sentuh sedaritadi. Suzy memegang pinggir mangkuk itu. Hangat. Masih terasa hangat dan pasti masih enak untuk memakannya. Suzy mendudukan dirinya ke kursi yang berada di sampingnya, kemudian memakan makanan itu dengan lambat. Rasanya, dia masih bersalah karena menggunakan barang Myungsoo sembarangan dan pasti membuat namja itu marah padanya.

“Aishh!! Suzy baboya, sudah berapa banyak kau membuat kekacauan ditempat orang?” Suzy hanya menggetuk kepalanya sendiri. Pikirannya melayang pada kekacauan yang dilakukannya di dorm Infinite sejak tadi pagi. Suzy menaruh kepalanya pada meja makan. Eh? Ia kembali mengangkat kepalanya, ia merasa ada satu kejanggalan disana. Dimana Myungsoo berada? Sejak ia melihat Myungsoo terakhir kali keluar dari kamarnya dan menginjakan kaki di dapur ini, ia tidak melihat Myungsoo. Kemana dia? Pikir Suzy.

Setelah meneguk air mineralnya. Ia beranjak dan mulai mencari keberadaan Myungsoo. Sejak ia berada di dalam toilet sebenarnya para member Infinite memang kebagian schedule yang tidak bisa di hambat apapun. Dan tinggal Myungsoo disana, Sunggyu berpesan pada Myungsoo agar tidak meninggalkan Suzy di dorm mereka. Mereka takut, Suzy ketahuan atau sampai terjadi yang macam-macam. Selama Suzy berada disini, member Infinite yang lain –kecuali Myungsoo– tidak merasa keberatan dengan adanya Suzy. Tapi ia? Oh, ayolah, bukankah Myungsoo yang paling banyak mengeluarkan tenaganya untuk menjaga Suzy?

“Astaga, kemana lagi namja itu?” keluh Suzy seraya melihat-lihat ke seisi ruangan tapi tidak kunjung menemukan sosok Myungsoo. Apakah Myungsoo meninggalkan Suzy ke dorm? Ah, rasanya tidak mungkin karena pasti Myungsoo akan kembali ke dorm, kalau sampai dia tidak pulang sampai pagi. Berani taruhan? Jika ia benar-benar meninggalkan Suzy dan pulang hingga pagi menjelang pasti ia langsung di hokum oleh leader mereka itu. Rasanya tidak masuk akal bukan jika Myungsoo meninggalkan Suzy di dorm? Pasti, dia juga akan kembali bagaimanapun itu caranya. Rasanya Suzy sudah hampir patah semangat.

Gireul balkhyeojwo ije wonteun maldeun seontaegeun kkeutnasseo naui jeonbureul da geolgesseo
Jikyeo nael geoya eotteon eoryeoun yeojeongi doenda haedo
Nan neo bakken an boinda

Sekarang, telinganya mendengar suara alunan Music Last Romeo yang terdapat di ruang sebelah. Ah, kenapa bisa ada alunan music itu? Apakah Myungsoo pergi kesana? “Apa jangan-jangan dia pergi ke ruangan sebelah?” Ya, memang ruangan sebelah adalah ruangan dance pribadi member Infinite. Jadi, Myungsoo bisa sembarang masuk kesana bukan? Ah, bukankah itu masuk akal jika Myungsoo berada di ruangan sana? Akhirnya, Suzy pun mengendap-endap pergi ke ruangan itu.

Krek~

Suzy membuka knop pintu ruangan dance itu pelan. Ia melihat sosok tingga nan tampan dengan lincahnya meliuk-liukkan tubuhnya mengikuti alunan Music tersebut dengan gesitnya dan langsung membuat Suzy takjub seketika. Ia masih memandang Myungsoo, sampai tidak sadar alunan Music itu terhenti dan langsung membuat Suzy sadar. Dilihatnya Myungsoo yang berjalan kearahnya dan langsung menarik tangannya untuk masuk ke ruangan dance itu. Terdengar bahwa namja itu berdecak.

“Aigo, apa yang kau lakukan lagi? Dan kenapa harus berdiri di depan pintu? Bagaimana kalau ada yang melihatmu?!” celoteh Myungsoo sebal. Ia mengacak-acak rambutnya frustasi, bagaimana jika salah satu anggota girlband/boyband lain melihat Suzy sedang memperhatikannya? Pasti mereka langsung melihat lebih teliti siapa sosok Suzy itu. Jika itu terjadi, pasti masalah akan bertambah berat. Myungsoo tidak mau hal tersebut terjadi. Sudah berapa kali juga ia memberitahu Suzy agar tidak keluar sembarangan? Bukankah ini juga demi keselamatannya? Tapi kenapa dia masih nakal untuk tidak mematuhinya?

“Hey, sedaritadi aku mencari mu tahu!” balas Suzy kesal. “Lagipula, aku juga takut jika kau tidak berada di dorm atau malah pergi meninggalkanku sendirian. Mungkin, nasib baik masih berpihak padaku dan telingaku menangkap suara dari ruangan sebelah, aku yakin itu lagu kalian dan yang paling aku yakini adalah pasti kau berada disana dan ternyata benar dugaanku,” jelas Suzy. Apakah namja itu tidak berpikir bahwa ia panic ketika ia berpikir Myungsoo meninggalkannya? “Pikiranmu kemana, eoh? Aku panik ketika aku merasa takut kau benar-benar meninggalkanku!” keluhnya lagi.

“Aku tahu. Tapi ketika kau langsung mendengar alunan Music itu lagi dan langsung datang kesini kenapa tidak langsung membuka pintunya saja?” balas Myungsoo. Ia berbalik dan mengambil air mineral yang telah disiapkannya. Sebenarnya, saat ia pergi meninggalkan Suzy ia hanya ingin menjernihkan pikirannya dengan melakukan kegiatan dance yang mungkin itu bisa sedikit menghiburnya. Tapi, ia tidak menyangka atau juga takut ketika tiba-tiba Suzy datang menghampirinya dengan membuka sedikit pintu ruangan itu dan dari luar pasti akan terlihat sedikit tubuhnya.

“Memangnya kenapa kau meninggalkanku?” tanya Suzy dengan melipat tangannya. Ia masih kesal kenapa secara tiba-tiba Myungsoo meninggalkannya.

“Karena kau menyebalkan.”

“Sesungguhnya kau-lah yang lebih menyebalkan dariku.”

“Kau menyebalkan! Karena kau adalah orang mengganggu kehidupanku!”

“Kau malah lebih menyebalkan! Kau seperti seorang namja yang datang tak diundang, pulang tak diantar!”

“Jaga bicaramu! Kau kira aku jelangkung?! Hantu Indonesia itu?!”

To Be Continue..

Haee~ Sebenarnya Chapter ini udah jadi dari kemarin sih hehe. Tapi, karena aku lagi sibuk sekolah sama persiapan UAS jadi aku publish nya sekarang aja😀. Oke, leave your comment please😀

66 responses to “It’s Love, but? (Chapter 3)

  1. Pingback: It’s Love, but? (Chapter 10) | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  2. Pingback: It’s Love, but? (Chapter 10) | Kiyomizu Mizuki·

  3. Pingback: It’s Love, but? (Chapter 11) | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  4. Pingback: It’s Love, but? (Chapter 12) | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s