[Oneshot] Untainted Lines

untaited-lines

Untainted Lines

Poster credit to vanillamilk, thanks a lot dear<3!

Presented by xianara || Starring: Bae Sooji [miss A], Cho Kyuhyun and Lee Donghae [SUPER JUNIOR], Lee Jieun a.k.a.IU [Soloist], OC, others. || Genre: AU, School-life, Little Bit Suspense, Drama, Psychology. || Length: Oneshot || Rating: PG 15 or more!

Disclaimer :
Beside the story I own nothing!!!

Warning : Kyuhyuh/Sooji/Jieun/Donghae AU!!!!! Crack plot!!! Some inconvient physical actions that used. bashful response are unnecessary!🙂

Summary:
Genggaman erat mereka perlahan melonggar. Waktunya pergi telah tiba. Mati-matian Sooji tersenyum atas kepergian Kyuhyun. No more tears for this moment. Everyone must be strong.

Untainted Lines

Memasuki awal desember, kota Seoul semakin sering diguyur hujan. Tetesan air hujan yang datangnya berbondong-bondong disertai angin kencang tidak hanya membuat bulu kuduk berdiri melainkan bulu-bulu lain juga yang ada di sekitar tubuhmu. Bulu ketiak misalnya. Tak heran sebagian orang tidak menyukai hujan. Selain menjadi faktor eksternal penyebab banjir, hujan mampu menghentikan aktifitas manusia yang memerlukan space outdoor atau di lapangan.

Gadis berseragam SMA dengan jaket berwarna cokelat itu terus melafalkan sumpah serapahnya kepada rintik hujan yang membasahi jalan raya di depannya. Kalau saja ia membawa payung, ia pasti sudah kongko-kongko di minimarket seberang sembari menyuap semangkuk ramen instant. Tidak, jangan salahkan hujan! Salahkan saja dirinya sendiri yang tidak mengimani pepatah “Sedia payung sebelum hujan!

“Hujan, bukannya aku membencimu. Hanya aja aku sedikit tidak menyukaimu. Karena kau sering menyusahkanku.”

Jaket yang membungkusnya dirapatkan guna mengusir angin dingin yang seolah-olah menembus tulang-tulangnya. Ia menguap sambil menutup mulutnya. Terbayang jelas wajah guru matematika di kelasnya tadi yang merah padam. Tak habis pikir. Bagaimana bisa ia menaikkan muridnya itu ke kelas dua belas yang sebentar lagi akan mengikuti ujian kelulusan sedangkan ia sendiri tidak bisa menghitung letak k1 di mana. Sooji menatap sendu sneakersnya. Ia mengakui ia memang bodoh dalam pelajaran abstrak nan gaib itu.

Tiba-tiba terlihat sebuah dompet cokelat yang hanyut dalam aliran air hujan di pedestrian yang konturnya menurun tersebut.

“Dompetku! Seseorang tolong!” teriak seorang pria dari kejauhan.

Sooji refleks keluar dari halte yang melindungi tubuhnya dari hujan. Ia berusaha menangkap dompet cokelat yang terbawa arus tersebut. Diabaikannya sergahan angin dan gerombolan air dari proses penguapan air laut yang menerjangnya. Sehingga menyebabkan setiap inci dari tubuhnya, jadi basah kuyup. Dengan gerakan seperti seekor kodok, Sooji pun melompat untuk menangkap dompet tersebut.

Hap! Gotcha!

Setelah adegan tersungkur di genangan air yang untungnya tidak keruh tersebut, Sooji berhasil menangkap dompet tersebut. Resiko basah kuyup dan masuk angin mau tak mau harus ia terima nanti setelah menolong pria asing yang penampilannya jauh lebih parah darinya. Tubuhnya basah dari ujung kepala sampai ujung kaki. Bibirnya memutih serta jari-jari tangannya yang berkerut karena terlalu lama terguyur air hujan.

“Tuan, ini dompetmu.” Sooji berkata sambil mengangsurkan dompet tersebut.

“Wah. Terima kasih! Kalau tidak ada kau aku bisa sampai ke Gangnam mengejar dompetku ini. Omong-omong, mari berteduh dahulu,” tunjuk pria itu ke arah halte yang kebetulan kosong.

“Sekali lagi terima kasih. Kau telah menyelamatkan dia,” si pria menggoyang-goyangkan dompetnya dengan senang. “Astaga, kau jadi basah kuyup begini. Untuk membalasnya izinkan aku untuk mengantarmu. Aku bawa mobil. Tapi kita harus jalan dulu ke halte tempat kau menunggu tadi,” tawar pria itu.

“Terima kaih atas kebaikan Anda. Tapi maaf, saya tidak bisa.”

“Tenang, aku memang orang asing tapi kau telah menolongku. Kau kedinginan. Aku bisa dengar suara gigimu yang bergemeletuk. Ayolah, tak baik menolak kebaikan.”

“Baiklah. Anda memaksa.”

“Lupa. Aku belum memperkenalkan diri. Cho Kyuhyun. Kau?”

“Bae Sooji.”

***

Sooji menghapus kesal kertas jawabannya. Coretan rumus statistika yang ia salin dari catatan Jieun tak membantu sama sekali. Ia sudah melewati fase pasrah dalam mengerjakan tugas yang dikumpulkan lusa itu. Segelas jus jeruk yang disuguhkan oleh ibu Kyuhyun diteguknya langsung seperti seorang musafir yang baru melihat oase di sepanjang hidupnya.

“Yaa! Aku kesal! Kyuhyun, aku menyerah. Ayo bantu aku. Ya ya?” rengek Sooji kepada Kyuhyun yang tengah asyik bermain game.

“Kau masih belum berusaha sepenuhnya. Ayolah, ini kan sudah dipelajari saat SMP. Masa sudah lupa.”

“Ya sudah kalau tidak mau. Aku akan mengerjakannya sendiri. Huuh.” Diraihnya kertas berisi gundukan rumus statistika itu. Lalu gadis itu memberikan tatapan laser kepada setiap deret rumus yang tertera. Selanjutnya, ia pun mencoba mengerjakan satu soal termudah dari sepuluh butir soal yang diberikan oleh Mr. Choi.

“Ayo kau pasti bisa Soo.” Ujar Kyuhyun sembari beranjak dari kursi malasnya menuju pintu.

“Hei kau mau ke mana?”

Kyuhyun menoleh ke arah Sooji. “Ke dapur. Apa kau lapar? Mau camilan lagi?”

“Ya. Tolong yang banyak! Haha.”

Kyuhyun dan Sooji. Kisah yang berimbas dari peristiwa hanyutnya dompet Kyuhyun seperti gerbang yang terbuka untuk ke pertemuan-pertemuan mereka selanjutnya. Sooji yang merupakan pegawai part-time coffee shop milik Kyuhyun di Apgujeong kembali bertemu dengan Kyuhyun di sana saat ia mengantar clientnya untuk meeting di sana.

Kemudian, Kyuhyun dan Sooji kembali bersua di seminar matematika yang diadakan di sekolahnya, yang mana Kyuhyun datang sebagai pemakalah. Kyuhyun yang selama ini tak pernah sekalipun terlihat dengan wanita lain kecuali ibunya merasa nyaman berada di dekat Sooji. Akhirnya dengan perbedaan usia yang terpaut enam tahun, Kyuhyun dan Sooji memutuskan untuk berteman.

Kyuhyun, pria itu sebenarnya cukup manis. Ah tidak, tapi sangat manis. Tetapi ada yang aneh dengannya. Ia tidak pernah punya pacar. Sooji tahu itu dari ibunya. Ibunya walaupun berusia hampir berkepala empat, tetap terlihat cantik. Ah mungkin itu sebabnya Kyuhyun sangat manis. Kalau dilihat sekilas pria itu memang mirip ibunya.

Sejauh ini, Sooji berhasil mengerjakan lima soal tugas statistikanya. Namun ia tak kunjung mendapati Kyuhyun kembali. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya Sooji menyusul pria itu ke dapur. Pasalnya, sudah 15 menit Kyuhyun belum kembali. Apa yang terjadi?

Setibanya di dapur yang dibatasi oleh pintu kaca tak tembus pandang, Sooji menarik kenop pintunya. Namun sesaat, ia mengurungkan niatnya.

“Aku sangat menyukaimu.”

“Ya Anakku. Apa kau akan selalu memeluk ibu seperti ini?.”

Sooji menarik pelan knop pintunya dan menyisakan sedikit celah. Dari situ ia pun mencoba mengintip apa yang sebenarnya terjadi. Kyuhyun memeluk ibunya dari belakang. Itu wajar kan? Seorang anak yang memeluk ibunya.

Ceklek.

Kyuhyun membawa sepiring waffle cokelat di tangannya. Ditaruh makanan tersebut di samping buku paket matematika Sooji. “Ini, makanlah. Nanti kubantu menyelesaikannya.”

“HUWA! Kau mengagetkanku!” Sooji dibuat terkejut oleh kehadiran Kyuhyun yang tiba-tiba.

“Kau melamun, “ balas Kyuhyun sembari mengacak rambut Sooji pelan.

“Iya aku melamun karena aku lapar.” Sooji merapikan rambutnya yang berantakan karena perbuatan Kyuhyun barusan. Sebenarnya ia tadi sedang melamun tentang Kyuhyun yang terlihat intim dengan ibunya. Tapi Sooji memutuskan untuk menyimpan rasa penasarannya sendiri. “Waffle cokelat!!”

“Makanlah yang banyak!” kembali Kyuhyun mengacak rambut hitam legam gadis itu.

“KYUHYUN!”

***

Sooji menatap malas suasana kelasnya yang begitu riuh. Tak ada angin tak ada hujan, Mr. Choi meminta izin untuk absent mengajar di kelas Sooji. Usut punya usut, ternyata mobil Volkswagen kesayangan beliau harus masuk bengkel. Sehingga ia terpaksa harus absent.

Murid-murid dibuat senang bukan main. Makanya ada beberapa dari mereka yang memilih pergi ke kantin ataupun yang sekedar bersenda gurau dengan lelucon garing khas anak SMA. Sisanya, lebih memilih tidur di bangkunya masing-masing.

Dengan earphone yang terpasang di telinganya dan kepala yang diletakkan di atas mejanya, pikiran Sooji disibukkan oleh peristiwa dua hari lalu di dapur rumah ibunya Kyuhyun. Pria itu terlihat memeluk erat ibunya dari belakang. Bahkan ia juga melihat Kyuhyun yang mendaratkan kecupan. Bukan di kepala ibunya. Melainkan di leher belakangnya. Apakah itu agak janggal?

“Hoi!”

“Ak! Jieun! Kau mengagetkanku!”

“Hihi. Maaf. Aku tahu kau sedang tak mendengar lagu.” Tunjuk Jieun pada ujung kabel earphone putih Sooji yang tidak dicolok ke ponsel miliknya. “Kenapa? Ada masalah? Pelajaran matematika? Eyy jangan dijadikan beban!”

“Bukan itu. Aku bukan orang yang mudah depresi. Tenang saja.” balas Sooji terhadap asumsi kilat Jieun.

“Lalu apa?”

“Hanya saja,” Sooji bingung apakah ia harus bercerita mengenai kejanggalan yang baru ia temukan pada diri seorang Kyuhyu kepada Jieun ini. “Hanya saja,”

“Hanya saja? Kau kekurangan uang? Sudah kubilang kan, aku bisa bantu.” Lagi, Jieun berasumsi.

“Bukan Jieun! Dengarlah dulu, jangan main berasumsi seperti itu.”

“Lalu tentang apa? Cepat kasih tahu!” Jieun menarik bangku kosong di sampingnya.

“Kyuhyun, “ Sooji tanpa sadar berkata dengan nada suara yang sangat pelan.

“Kau menyukainya? Akhirnya!” Jieun memegang erat kedua bahu Sooji sehingga membuatnya menghadap ke dirinya.

“Yaa! Lepaskan,” Sooji mengusir tangan Jieun yang berada di bahunya. “Bukan, tapi…”

“Apa ibunya tidak setuju?” tebak Jieun.

“Lee Jieun! Sudah kubilang bukan itu!” Sooji berteriak sehingga membuat siswa yang tertidur di depannya terbangun. “Tetapi..”

Sooji akhirnya menceritakan kejadian yang ia lihat kemarin kepada Jieun. Gadis mungil itu pun mendengarkan penuturan Sooji dengan seksama. Selesai bercerita, Jieun menggosokan telunjuknya di bawah dagunya. Tanda ia sedang berpikir.

“Agak aneh menurutku,” komentar Jieun. “Biasanya aku selalu bilang ‘Bu aku sayang padamu’ atau ‘Aku cinta padamu’ bukan ‘Aku menyukaimu’.”

“Apakah mungkin Kyuhyun mengidap kelainan?” Sooji menyuarakan kemungkinan lainnya. “Seperti seorang anak yang cinta dengan ibu kandungnya sendiri? Asal kau tahu, ia tak pernah sekalipun menyebut nama wanita lain selain ibunya. Dulu waktu pertama kali melihatku, bibi mengira aku ini pacarnya.”

“Lalu kenapa Kyuhyun bisa berteman denganmu?”

Sooji menyeleksi alasan yang bersarang di otaknya. “Apakah karena sifatku ada yang mirip dengan ibunya? Makanya ia merasa nyaman.”

“Bisa jadi. Ak, ini aneh. Akan kutanya Donghae Oppa. Mungkin dia bisa membantu.”

***

Jieun meminta Sooji untuk menginap di rumahnya. Ia dan Sooji memang sudah bersahabat sejak mereka sekolah dasar. Terlebih karena Sooji merupakan seorang anak yatim piatu yang tinggal seorang diri semenjak ditinggal mati oleh kedua orangtuanya sejak SMP. Makanya Sooji sering diajak menginap di rumah Jieun yang besar itu.

“Jieun, kau sudah tanya Donghae?” tanya Sooji yang sedang menerjemahkan sebuah artikel berbahasa inggris pada buku paketnya.

“Sudah. Tapi dia malah jawab tidak tahu.” tukas Jieun sambil mencomot keripik kentang di toples beningnya. “Dia pasti tahu sesuatu tapi tidak mau memberitahu kita.”

“Ha. Begitu.” Sooji lemas mendengar jawaban Jieun.

Tiba-tiba pintu kamar Jieun terbuka menampilkan Donghae dibaliknya. “Hei sedang membicarakanku ya? Ah hai Sooji! Akhirnya kau menginap di sini lagi.”

Oppa! Kalau mau masuk ketuk dulu pintunya. Tidak sopan!” Jieun menceramahi kakaknya itu.

“Lupa, maaf. Hehe,” balas Donghae. “Kuulangi lagi deh, “ Donghae pun kembali menutup lawang kamar adiknya itu. Setengah sekon kemudian terdengar ketukan yang bersarang pada daun pintu berwarna putih gading itu.

Tok tok tok!

“Lee Jieun? Kau ada di dalam? Oppa masuk ya!”
Tanpa menunggu jawaban dari adiknya, lelaki itu langsung membuka pintu itu kembali dengan cengiran tipis di bibir. Ia pun melebarkan kedua tangannya seraya menatap kedua gadis di depannya secara bergantian.

“Yaa! Oppa! Aku kan belum mengizinkanmu untuk masuk!” seru Jieun tidak terima. Ia pun memasang ekspresi cemberutnya. Sedangkan pria itu? Donghae sudah terkekeh geli karena berhasil membuat mood adik perempuannya jatuh. Benar-benar mood-breaker sejati.

Sooji yang sedari tadi memerhatikan hanya bisa menggeleng pelan. Kelakuan adik dan kakak sama saja, batin gadis itu. “Lee Donghae kau menyebalkan sekali sih,”

Donghae sontak menghentikan kekehannya. Wajahnya pun berubah menjadi mendung. Bukan karena mendengar komentar Sooji yang blak-blakan seperti itu melainkan menyadari bahwa ia tidak mendengar kata ‘Oppa’ di depan namanya. Narsis.

“Hei! Panggil aku Donghae Oppa, kau juga tidak sopan Miss Bae,” sungut Donghae.

“Hei Mr. Lee dengar ya! Aku ini menganut paham modernis jadi memanggil dirimu dengan embel-embel oppa itu sudah ketinggalan zaman tahu, “

“Biar panggil dia Oppa saja. Supaya dia sadar, kalau dirinya itu sudah berumur. Sudah tua!” tambah Jieun.

Sontak keduanya, baik Jieun maupun Sooji tertawa dengan kencang setelahnya. Melihat pria itu tak berkutik diadili oleh dua hakim wanita di depannya membuat Jieun tergelak dengan mata yang berair. Tipikal saudara perempuan yang durhaka. Tak lupa mereka pun juga ber-high five ria di depan batang hidung bangir pria itu.

“Awas kalian!”

Jieun berhasil menguasai dirinya. Sooji pun segera memasang tanda peace pada jemarinya yang diarahkan kepada Donghae.

Oppa, soal pertanyaanku yang waktu itu, apa jawabannya?” Pria penyuka nachos itu bungkam seketika. Cerita yang dibagi oleh Jieun kepadanya dua hari yang lalu memang menunjukan pada suatu gejala kelainan. Tapi, dia sendiri masih ragu. Apakah itu benar merujuk kepada hal ‘itu’?

“Oh, Jieun-ah. Aku lupa. Yang mana sih?” elak Donghae halus kepada adik perempuannya itu.

“Eiii, Oppa! Soal teman Sooji yang bersikap aneh itu! Apakah ada kelainan pada kejiwaannya? Kau kan psikiater. Pasti tahu sesuatu.” balas Jieun telak. Sooji memberikan Jieun dengan tatapan ‘sudah-tidak-apa-kalau-ia-tidak-tahu’ yang dibalas ‘dia-pasti-tahu’ oleh Jieun.

“Pria dewasa yang masih bergantung pada ibunya, apakah itu dapat disebut sebagai gejala, hm, oedipus complex?” tanya Sooji.

“Kenapa kau bisa berasumsi seperti itu?”

“Ya-ya?” Sooji gelagapan mendapati pertanyaan Donghae yang meluncur tiba-tiba.

“Hm.. Tunggu di sini.” Pinta Donghae. Selanjutnya ia meninggalkan kamar Jieun. Semenit kemudian ia kembali lagi. Diberikan kertas berisi diktat kampusnya saat ia mengikuti kelas psikiatri dulu kepada Sooji.

“Bacalah. Ini mungkin bisa jadi jawabannya.” Pesan Donghae.

***

Hari ini Sooji pergi ke apartement Kyuhyun yang terletak di Gangnam. Tadi ia sudah menelepon ke kantornya, tapi sekertarisnya bilang kalau Kyuhyun pulang ke apartement untuk makan siang. Hari ini Kyuhyun berulang tahun! Sengaja Sooji tidak menelepon pria penggila game Starcraft itu saat tengah malam tadi. Sooji ingin memberikan kejutan dengan memberikan cupcakes buatannya.

“Kira-kira apa reaksinya melihat kejutanku ini ya.”

Sooji memeluk erat box biru muda berhiaskan pita merah itu. Kyuhyun telah banyak membantunya selama ini. Jadi, sekali-sekali memberikan perilaku khusus kepadanya tak apalah.

Ting!

Lift berhenti di lantai 15. Sooji segera berjalan menuju pintu apartement Kyuhyun. Dengan gerakan yang santai dan terkesan hati-hati ia memasukan password apartement Kyuhyun yang sudah ia hafal. Bunyi bip terdengar. Saat pintu terbuka, Sooji melihat sepatu pantofel pria itu dan sepasang heels? Ah itu heels ibunya Kyuhyun. Sooji tahu karena ia sering melihatnya memakai sepatu tinggi itu. Bibi juga datang! Pasti bibi sudah memberikan sup rumput laut kepadanya.

Sooji melepas sepatunya lalu menggantinya dengan sandal rumah. Ia lalu melihat sekeliling. Tak ada tanda-tanda keberadaan Kyuhyun di ruang tamu dan dapur. Pikirannya langsung tertuju pada kamar pria itu. Dengan langkah yang hati-hati agar tidak menimbulkan suara, Sooji mendekati pintu kamar Kyuhyun. Kenop pintunya sudah ia pegang. Lalu dengan sekali gerakan diputarkannya kenop pintu berwarna silver itu.

BLAM!

Punggung telanjang Kyuhyun menyembul di balik pintu itu. Sooji mengatupkan mulutnya rapat-rapat. Pemandangan didepannya seketika membuat dadanya sesak. Yang lebih menyesakan adalah saat Kyuhyun membekap mulut ibunya dengan lumatan yang ia daratkan secara beringas di bibir sang ibu.

“SOOJI! TOLONG AKU!!”

Kyuhyun menghentikan kegiatannya. Ia menoleh ke belakang dan menemukan Sooji yang mematung di ambang pintu kamarnya. Sooji yang tersadar segera menjatuhkan box berisi cupcakes buatannya ke sembarang tempat. Ia pun segera berlari ke arah Ibu Kyuhyun untuk menyelimuti tubuhnya yang setengah telanjang dengan sebuah mantel berwarna hitam. Ibu Kyuhyun terlihat berantakan. Air mata yang tak henti-hentinya bercucuran. Bibirnya yang bergetar. Serta didapati beberapa ruam merah di sekitaran lehernya. Entah apa yang telah Kyuhyun lakukan kepadanya.

Sooji tak dapat mengeluarkan sepatah kata apapun. Ia membantu Ibu Kyuhyun berdiri dan memapahnya keluar dari kamar Kyuhyun. Sementara pria itu malah terdiam. Kyuhyun menatap kedua punggung yang perlahan menjauh dengan tatapan yang kosong. Pandangannya lalu beranjak ke arah box yang terjatuh sehingga membuat cupcakes di dalamnya berceceran. Sedetik kemudian, Sooji sudah ada dihadapannya.

Plak!

Sooji menampar keras pipi kiri Kyuhyun. Pria itu sontak membatu. Pipinya berubah jadi merah. Sooji berusaha keras agar tangisnya tidak pecah. Diayunkan kembali tangannya untuk menampar pipi kanannya.

Plak!

Kali ini bunyinya lebih keras. Tamparan keras itu akhirnya membawa Kyuhyun ke ambang kesadarannya. Pria itu mendaratkan pandangannya ke manik mata Sooji. “Ma – “

“Cukup. Cho Kyuhyun kau, keparat!” Potong Sooji cepat. Selanjutnya gadis itu meninggalkan Kyuhyun dan segera menghampiri ibu Kyuhyun yang masih terisak hebat di depan kamar Kyuhyun. Meninggalkan Kyuhyun yang terduduk lemas menatap kepergian dua wanita yang sangat dicintainya menjauh.

***

Oedipus complex adalah istilah Sigmund Freud untuk menggambarkan kecenderungan anak laki-laki usia 3-5 tahun (masa phallic) berkompetisi dengan ayahnya untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang ibu; dan dorongan seksual terhadap ibu dikendalikan karena rasa takut akan hukuman dari ayah.

“Dulu semasa Kyu masih anak-anak, mendiang suamiku menerapkan disiplin militer di rumah. Kyu kecil sering pulang terlambat. Makanya suamiku sering menghukum Kyu. Dia jadi ketakutan. Aku sebagai ibu tentu saja wajib menenangkannya. Setiap kali Kyu dihukum aku langsung berlari ke suamiku dan memohon kepadanya agar tidak menyakiti Kyu.”

Konsep Oedipus complex merupakan bagian dari penjelasan Freud mengenai tahapan-tahapan perkembangan kepribaduan (dari lahir hingga akil balik) yang tidak lepas dari adanya libido. Libido (dorongan erotis biologis) menurut ahli Psikoanalisis ini tidak muncul secara mendadak pada masa pubertas, melainkan sudah ada sejak lahir dan perwujudannya berbeda-beda menurut tahapan usia.

“Suamiku meninggal karena serangan jantung pada saat Kyu kelas tujuh. Kami berdua merasa sangat kehilangan. Setelahnya, Kyu sering datang ke kamarku dan memintaku agar ia bisa tidur di sampingku. Tetapi ada yang aneh. Kyu terus melakukannya. Bahkan sampai ia kuliah! Tetapi semenjak ia bekerja ia jadi jarang melakukannya.” tutur Ibu Kyuhyun.

“Bibi tahu itu salah kan? Kenapa Bibi tidak memberitahunya?”

“Sooji, saat itu aku rasa itu wajar. Namun makin ke sini aku baru sadar bahwa ada yang salah. Dalam tidurku aku sering merasakan ada tangan yang melingkar di perutku. Tangan yang mengusap payudaraku. Bahkan tak jarang Kyu sering mendaratkan ciuman di bagian tengkukku. Pada saat itu aku sudah memeringatinya. Ini salah. Tapi ia malah jadi marah. Ia selalu mengancam akan melukai dirinya sendiri kalau aku menolak saat dia memeluk dan menciumiku. Aku tahu. Tapi aku harus bagaimana lagi? Kemarin, dia mengancam akan bunuh diri kalau aku tidak memenuhi permintaannya untuk tidur bersamanya di hari ulang tahunnya. Hiks..” ibu Kyuhyun terisak. Tangisnya kembali pecah. Diusapnya perlahan punggung wanita paruh baya itu oleh Sooji. “Aku ini memang ibu yang bodoh! Hiks. Hiks.”

***

Kerumunan para calon penumpang di terminal keberangkatan menuju Amerika dibuat keki oleh aksi Sooji yang menerobos mereka. Kata maaf tak berhenti meluncur dari mulut gadis itu. 20 menit yang lalu ia dikejutkan oleh telepon dari ibu Kyuhyun bahwa hari ini pria itu akan pergi ke Amerika!

Dengan napas yang terengah-engah Sooji mencari sosok pria itu di lautan calon penumpang di bandara Incheon. Sejak kejadian di ulang tahun Kyuhyun itu, Sooji memutuskan hubungan dengan Kyuhyun. Ia keluar dari coffeeshop milik pria itu dan mengganti nomor hapenya. Kyuhyun sendiri juga seketika menghilang dari kehidupan Sooji. 3 bulan setelah kelulusan SMA, ia malah dihadiahi kado pahit seperti ini.

Kenapa kau pergi begitu saja!!!?

Sooji berjongkok di tengah kerumunan. Ia putus asa karena tak kunjung menemukan Kyuhyun. Mungkin ia sudah naik ke pesawat, batin gadis itu. Sooji menangis sambil membenamkan kepalanya di antara kedua lututnya. Tak peduli dengan tatapan orang yang mengintimidasinya, gadis itu enggan bergeming.

Tanpa disadari, telapak tangan hinggap di punggung berbalut mantel berwarna hitam milik Sooji. Telapak tangan itu mengusap pelan punggungnya guna meredakan tangisan gadis itu. Sontak ia pun mengangkat kepalanya dan mendapati seseorang dengan senyuman manis dan menghangatkan yang sudah 3 bulan tak dapat ia jumpai.

“Kyuhyun!”

Sooji segera berdiri. Tangannya serasa terpaku di dalam saku mantelnya. Ingin rasanya ia memeluknya saat itu juga. Tetapi ia tak dapat melakukannya. Kyuhyun hanya tersenyum dan diam seribu bahasa menatap wajah kuyu Sooji yang memerah sehabis menangis.

Grep!

Kyuhyun membawa Sooji ke dalam pelukannya. Kepala Sooji dibenamkan di atas dadanya. Aroma mint yang menguar dari tubuh pria itu seakan menyadarkan gadis itu bahwa ia tidak bermimpi. Pelukannya juga terasa nyata dan hangat. Awal yang ragu untuk membalas pelukan Kyuhyun. Sooji mengepalkan kedua tangannya sebelum akhrinya melampirkan kedua tangannya di punggung pria itu.

“Maafkan aku, telah menghilang tanpa kabar. Sungguh, aku sendiri tak ada maksud untuk menyakitimu. Mungkin kau sudah tahu. Aku akan pergi ke Amerika. Aku akan menjalani terapi di sana. Hanya kau sahabat yang aku punya. Kumohon, jagalah ibuku.”

“Ssst. Aku sudah memaafkanmu Kyu. Jangan berkata apa-apa lagi.” Sooji mengeratkan pelukannya kepada Kyuhyun. Sekarang ia sadar kalau ia tidak rela kehilangan Kyuhyun. Entah termasuk ke dalam definisi apa ini. Tapi ia tidak peduli.

“Mulai sekarang kau harus berubah. Jadilah orang yang lebih baik. Buat kami semua bangga.Cho Kyuhyun!” pesan Sooji kepada Kyuhyun. Kyuhyun melonggarkan pelukannya. Ia mengangguk mantap. Tak lupa jemarinya menghapus jejak air mata di kedua pipi gais itu.

“Terima kasih,”

Sooji merasakan sebuah kecupan hangat yang mendarat di keningnya. Tak terasa air mata kembali jatuh. Di balik semua itu, Sooji masih menemukan sosok sahabat pada Kyuhyun. Genggaman erat mereka perlahan melonggar. Waktunya pergi telah tiba. Mati-matian Sooji tersenyum atas kepergian Kyuhyun. No more tears for this moment. Everyone must be strong.

“Kyuhyun, tunggu aku setahun lagi! Aku akan menyusulmu!”

The End.

a/n

asdfghjkl, what’s on earth this fiction!!

ff ini dibuat semasa saya masih menjadi reader dan penulis lepas dan tujuannya untuk diikutsertakan pada KSF Writting Contest but berhubung saya sudah menjadi fix author, ff ini dibatalkan ikut.jadinya saya lgsg post sekarang saja…

well, appreciation is a must right? so, would u mind to leave some footsteps, review, signs, criticsm?🙂❤

thank you for leaning your precious time❤

44 responses to “[Oneshot] Untainted Lines

  1. Ceritannya keren chingu, walau agak mirinding pas adengan kyuhun di dapur dan ibunya. Knp nggak diobati ibunya sewaktu masih kecil.
    authour buat squelny, apa suzy bakalan nusul kuyunhun dan apa kyuuun bisa sembuh.

    • uhhh~
      yah ceritanya ibunya itu gak tahu soal oedipus complex dulu. jadi semua bentuk perlakuan kyu yg aneh itu ya dianggap sebagai affection seorg anak ke ibu. begitu..hehe

      endingnya sengaja saya buat gantung supaya pembaca bisa menafsirkan sendiri sesuai dnegan imajinasi mereka😀

      terima kasih atas apresiasinya❤

  2. pengetahuan langsung bertambah saat baca ff ini,,,
    gak nyangka banget yach sampai seperti itu,,
    bang kyu yang biasanya jail plus evil jadi seperti itu..
    moga az ada sequelnnya,, wkwkwkw

  3. wah awal bca kyuzy antusias bgt akan brksh romantis and happy ending tp yasudahlah nangissss mangap2 kyu nya kek gtu huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

  4. FF nya sangat menarik xia!! mengangkat oedipus complex jadi tema ff kali ini

    OC biasanya dikarenakan trauma terhadap figur ayah, atau bisa juga karena ketidakpuasan pada fase oral dan anal ketika masih bayi sampai balita, sebenarnya Sigmund Freud (baca Sigmun Froit) sendiri merupakan seorang yang mengalaminya makanya dia membuat teori ini sekaligus ia pencetus aliran Psikoanalisa yang biasa digunakan dalam terapi kejiwaan pada pasien personality disorder, hysteria, psikosis, schizofrenia dll

    sebenarnya banyak tokoh yang mengikuti aliran Freud tapi seiring berkembangnya ilmu psikologi beberapa pengikut Freud membuat aliran baru seperti behavioris yang lebih mengedepankan terapi pada perubahan perilaku daripada pendalaman id, ego super ego seperti landasan aliran psikonanalisa, rekomenku sih xia coba baca buku SYBIL 16 KEPRIBADIAN, di sana dikupas tuntas penanganan pasien dgn 16 kepribadian dan diintegrasikan menjadi 1 kepribadian yang utuh dan itu membutuhkan jangka waktu lama, seperti penanganan kasus OC si kyuhyun ini yang tidak bisa instan penanganannya

    well eonni malah jd cerita pjg lebar yah kkk….intinya GOOD JOB sayang udah kasih pengetahuan buat para readers🙂

    • wow!! thanks berat kak atas review ini ><

      thanks juga kak buat rekomendasi buku SYBIL 16 Kepribadian. karena ini tuh ngebantu banget🙂

      wah kayanya kak dina inih familiar bgt sama dunia psikologi, unni mahasiswi psikolog yah?🙂

      ih gpp kali un, wawasanku ttg dunia psikologi ini jg jd nambah.hehe
      thank you too🙂❤

      • Iyah eonni alumni psikologi tp blm psikolog kbtln dl skripsinya fokus psikologi klinis jd sdkt tahu ttg ilmu kejiwaan #catat ya sedikit# hehehe

        Oiya eonni jmn jd freelancer udh prnh bikin ff tema psikologi, jdlnya KHAMOSI di wp ini jg, sdkt gambaran org scizhofrenia, kl tertarik blh dibaca cm jrg reader yg tertarik genre ini, kbnykn suka yg romance

      • wahhhhh unni dina calon psikolog(?)😀
        semangatt buat skripsinya😀❤

        siappp aku akan baca😀
        kebetulan aku juga sedikit tahu ttg apa itu schizofrenia yg ada kaitannya dengan psikolinguistik. dia itu kaya speech disorder karena gangguan psikologi gitu kan…wah berarti nanti aku bisa tanya2 nih ke unni ^^ asyikkk…

        yah memang un.makanya aku jg ingin memberikan sedikit warna gitu #ceilah haha😀

    • bukan say, schizofrenia itu bahasa awamnya gila, bnyk simptomnya (gejalanya) jenisnya jg beragam, kl speech disorder beda lagi, lebih ke kebutuhan khusus bukan kejiwaan, macamnya speech disorder bisa bentuk speech delay, gagap, dll

      eonni udah sarjana psikologi tp magisternya ga ambil psikologi malah nyasar ke manajemen #nah loh

      oke eonni tunggu kl butuh penjelasan, jiah nggaya berasa dosen kkk…

      • wuahhhhhhhh T_T sorry aku gak tahu. maklum msh anak bawang -_- wah oke-oke #catat ini#

        wahh keren!!!🙂 yiah gakpapa, biar gelar yang numpuk di belakang nama kak dina itu beragam, hihi🙂

        oh tapi kalau di psikolinguistik (yang lebih menitikberatkan bahasa sbg objek kajiannya dengan mengacu dari sisi psikologis si manusia itu sendiri) itu termasuk ke speech disorder.. oke deh sepertinya saya butuh kultum dri kak dina mengenai ini😀 haha

      • kakk aku komen di sini aja ya untuk khamosi-nya..

        kak dinaa aku mampir di sini!!hohoho

        okeh sebelum berkomentar lebih lanjut, aku pgn tahu, apa sih penyebab seseorang hingga menderita schizoprenia itu?hehe

        terus kalau dari pemahamanku ttg schizoprenia itu (khususnya dari aspek kebahasaan si penderita) si penderita cenderung melupakan topik yang dibicarakan dan sering loncat dari topik satu ke topik yang lain…tapi kayanya myungsoo baik2 aja dalam berbahasa dan yang terganggu malah kejiwaanya ya,
        schizoprenia yang diderita myungsoo itu menyerang zona apa yah menyebabkan doi jadi sampai berhalu seperti itu??
        wahh wahh…..

      • hai xia mian baru sempet bales

        jadi gini, sebenarnya psikolinguistik merupakan salah satu bidang di ranah pendidikan kl eonni ga salah info yang menghubungkan tentang ketatabahasaan dgn aspek psikologis siswa atau sso (koreksi eonni kl salah), dalam psikolinguistik salah satunya dipelajari bagaimana jika ada suatu kasus sso atau anak mengalami hambatan dalam berbicara dikaji lebih dalam psikis dr anak tsb, tapi jika tidak bermasalah jg gpp toh memang bidang psikolinguistik tdk selalu membahas adanya suatu masalah atau hambatan sj kan

        kl speech disorder itu merupakan hambatan yg mungkin terjadi ketika sso susah untuk entah itu menerima, menangkap obyek, memahami bahasa jadi bukan berarti psikolinguistik sm dgn speech disorder, harus dibedakan dan dimengerti jika 2 hal tsb beda, khusus psikolinguistik eonni krg menguasai karena dl ga terlalu didalami atau mgkn eonni pas ga msk kuliah kali ya kkk….karena eonni mempelajarinya lebih ke hambatan belajar seperti dislexia, diskalkulia, ADHD (attention deficit hyperactive disorder), autisme (coba baca ff eonni Papership yg sedikit mencuplik spt apa autisme Yutaka Eiji) dsb sdgkn utk psikolinguistik sndr biasanya matkul di S2 untuk mayor tertentu (ga perlu eonni jelaskan ntar tmbh puyeng xia)

        nah kembali ke ff khamosi buatan eonni, schizofrenia banyak jenisnya yg eonni lupa-lupa ingat krn eonni dpt matkul ini 8 tahun yll, biasanya anak-anak psikologi punya kitab khusus DSM IV dan PPDGJ III yang menjelaskan semua gangguan kejiwaan, paling seru kl udh sampe bahasan gangguan seksual kkk…heboh heboh deh

        pada umumnya untuk menetapkan diagnosis penderita sblmnya hrs tahu prognosisnya terlebih dahulu yg harus dipenuhi, jd ada bbrp gejala yang hrs ada dlm penderita sblm divonis gila bhs awamnya, gejala umum sih standartnya halusinasi baik itu halusinasi visual, auditorik atau keduanya, bisa juga disertai gejala delusi sampai terputus kontak dgn dunia nyata, simptomnya beragam dan proses pemeriksaannya jg banyak dan saling terkait spt contoh di ff khamosi gmn cara dokter mencari tahu permasalahan Myung lewat wawancara, gambar dan info sekunder dr paman, guru dan teman-temannya

        khusus flight of idea bisa muncul bisa tidak, memang jika dlm kondisi normal dlm artian Myung msh bisa mengendalikan dirinya, ia akan berbicara normal namun ketika stres muncul sampai timbul fase depresi maka apa sj bisa terjadi di luar kesadaran termasuk perilaku trantum (memberontak, marah) tanpa disadarinya, bahkan muncul juga perilaku kataton atau membatu yg mungkin org bilang tapa bisu, segitu rumitnya manusia sayang jika bermasalah dengan kejiwaannya

        tapi ni jgn kuatir, setiap orang punya coping (cara menghadapi stressor) masing-masing, ada 2 yi menyelesaikan masalah (problem focus coping) dan mengelola emosi (emotion focus coping) yg ada kelebihan dan kelemahan serta penggunaannya tergantung sikon, hem..kalo bicara psikologi bakalan panjaaang bgt

        satu hal yg pasti bahwa gangguan jiwa pasti ada penyebabnya, ga mgkn tiba-tiba muncul begitu sj, jd ada baiknya kita menjadi pribadi yg terbuka tp ga telanjang lho catat itu, bgmn cara mengelola emosi bisa dipelajari seiring usia perkembangan dan pengalaman hidup, jadi xia kesimpulannya be a bright person, jalani hidup dengan nyaman dgn caramu sendiri, sosialisasi bnyk teman itu juga perlu, terbuka dengan ortu sodara, dukungan sosial sangat berpengaruh thd kondisi psikis kita

        smg penjelasan eonni bisa membantu🙂

      • *catat baik-baik*

        kak dina makasih banget atas long penjelasan sederhana ini ttg psikologi yg berintegrasi dengan linguistik ini yg lebih didominan oleh sisi psikologinya! ini ngebantu bangetttt😀

        ah tararenkyu pokona mah., dan maaf yah sudah buat repot kak dina karena harus kembali mengurek2 diktat abadi di kepala mengenai ini, hehe!

        sekali lagi makasih dina eunniya❤
        from love,
        xianara❤

  5. Astaga kasihan Kyu😦
    Semoga dia cepat sembuh ya thor
    Aamiin
    Sukaaaaaa~ baru pertama kali baca ff dengan tema OC kayak gini thor
    Jadi nambah ilmu psikologi deh🙂
    Authornim jjang ♥

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s