When Love Comes (Chapter 1)

when-love-comes-stella-lee-copy

Poster by Rosaliaaocha

Tittle: When Love Comes

Author: Stella Lee

Main Cast:
Bae Suzy (Miss A) | Kim Myung Soo (Infinite) | Kim Jong In (EXO)

Other Cast:

Jung Soo Jung (Fx) | etc.

Gendre: Romance, School life, Comedy

Legth: Chaptered

Rating: G

Disclimer: The story is pure by me. All casts belong to God, their parent, and agency.

Prev:

Teaser | …

Upacara penerimaan murid-murid baru pun telah usai. Sooji sibuk mencari Jongin yang tadi pagi tidak membangunkannya. Tak lama dari itu
terlihat Jongin terlihat menuju keluar gedung aula itu, dengan segara Sooji langsung mendekati kearahnya dan menjitak kepala Jongin dari arah belakang.

Screenshot_2014-09-02-09-44-26_mh1409626499516

 

 

 

 

 

 

“Ya!” kesal Sooji.
“Appo!” kaget Jongin sambil mengelus kepala belakangnya.
“Neo jinjja… Ya. Kenapa kamu tidak membangunkanku tadi pagi”
“Aku sudah membangunkanmu berkali-kali, tapi kamunya saja yang sama sekali tidak bangun” jelas Jongin.
“Jinjja?”
“Jinjjaro!”
“Ah mian” ucap Sooji merasa bersalah.

Setelah perdebatan tadi mereka berdua menuju ke papan pengumuman untuk melihat kelas. Mereka mencari-cari nama mereka dan kelas yang akan mereka tempati.
“Aku di kelas 1-2” ucap Jongin.
“Aku di kelas 1-3” ujar Sooji sedih karena tidak sekelas dengan sahabatnya itu.
“Kajja” ajak Jongin menuju ke kelas.

Merekapun berjalan di lorong sekolah menuju ke kelas mereka.
“Kenapa dengan ekspresimu itu Sooji-ah?” tanya Jongin.
“Karena kita tidak sekelas” jawab Sooji pelan.
“Kelas kita kan sebelahan, lagipula nanti kamu akan mendapatkan teman baru kok” ujar
Jongin tertawa kecil melihat tingkah sahabatnya itu.
“Tapi kan…”
“Tenang saja Sooji-ah, kalau ada apa-apa langsung saja ke kelasku”

Tak lama dari itu mereka tepat sampai di depan kelas Sooji.
“Nanti ketemu di ruang makan, arra?” ujar Jongin.
“Ne, arraseo” ucap Sooji.

Kemudian Jongin pun menuju ke kelasnya yang tepat berada dan Sooji pun masuk ke dalam kelasnya. Sooji segera mencari tempat duduk
kosong dan langsung duduk disitu. Dia memilih tempat duduk yang berada ditengah-tengah.
“Annyeong haseyo” sapa seorang yeoja ramah yang duduk tepat disebelah Sooji.

10896013884_c7fd98870a_c

 

 

 

 

 

 

“Eoh annyeong haseyo” sapa Sooji balik.
“Jung Soo Jung imnida, panggil saja Soojung” ujar yeoja bernama Soojung tersebut menjulurkan tangannya.
“Ne. Bae Soo Ji imnida, panggil saja Sooji” ucap Sooji menjulurkan tangannya juga dan merekapun berjabat tangan.
“Tadi aku melihatmu bersama dengan namja di depan kelas, namja chingu?” tanya Soojung.
“Ah Jongin. Annieyo. Aku dan dia hanya bersahabat, sudah sejak kecil” ujar Sooji langsung mengelak.
“Jinjjaro? Tapi kalian terlihat sangat cocok”
“Annieyo… Jinjja annieyo”

Sooji sudah terbiasa dengan pertanyaan seperti itu. Sejak SMP banyak murid yeoja yang bertanya dengan hal yang sama seperti yang dipertanyakan oleh Soojung. Dan Sooji mengelaknya dengan cepat. Karena dia berfikir sahabat, tetap saja sahabat. Bahkan dia sama sekali tidak menganggap Jongin seperti namja. Mereka juga sudah terlalu banyak tau tentang aib masing-masing.

Tak lama dari itu seorang namja yang menurut Sooji wajahnya tidak asing baginya masuk ke dalam kelas itu dan duduk dibelakang Sooji.
Ah patta! Namja yang tadi pagi menabrakku tadi pagi!” batin Sooji mulai kesal mengingat kejadian tadi pagi.

“Eoh… Kita sekelas ternyata” ujar namja itu ke Sooji.
“Ne, annyeong haseyo” ucap Sooji sedikit malas.
“Annyeong haseyo. Kim Myung Soo imnida”
“Bae Soo Ji imnida”

Beberapa menit kemudian seongsaenim masuk ke kelas untuk memulai perkenalan dan tentu saja pelajaran.

 

***

 

Di jam istrahat. Setelah mengambil makanan Sooji dan Soojung mencari meja yang kosong dan diduduk disana.
“Sooji-ssi, kamu kenal dengan Kim Myung Soo?” tanya Soojung tiba-tiba.
“Geunyang… Insiden dia menabrakku tadi pagi dan ternyata kita sekelas, waeyo? Ah panggil saja Sooji-ah” ucap Sooji.
“Emm… Aku sering mendengar namanya saat di SMPku, bahkan dia bukan bersekolah ditempatku. Banyak yang bilang kalau dia itu sering sekali bergonta-ganti yeoja chingu” jelas Soojung.
“Jinjja?” balas Sooji seperti tidak menanggapi dan hanya sibuk melahap makan siangnya
“Ne Sooji-ah”

Tiba-tiba Jongin dan temannya menghampiri meja itu dan langsung duduk disitu. Jongin duduk disebelah Sooji, dan temannya duduk disebelah Soojung.
“Apa yang kalian perbincangkan? Sepertinya seru” timbrung Jongin.
“Eoh Jongin-ah” kaget Sooji hingga tersendak.

Jongin dengan otomatis langsung menyodorkan Sooji minumannya, dan Soojipun langsung meminumnya.
“Ah ngomong ngomong… Jongin-ah, kenalin ini teman sekelasku” ucap Sooji mengenalkan Soojung ke Jongin.
“Annyeong haseyo. Jung Soo Jung imnida” ujar Soojung.
“Annyeong haseyo. Kim Jong In imnida. Dia juga teman sekelasku” ucap Jongin memperkenalkan diri dan menunjuk ke temannya.
“Annyeong haseyo. Oh Se Hun imnida” sapa teman Jongin, yang bernama Sehun tersebut.
“Eoh… Annyeong haseyo. Bae Soo Ji imnida” balas Sooji.

Setelah saling memperkenalkan diri, merekapun mulai menyantap makanan mereka dan berbincang-bincang.
“Jadi apa yang kalian bicarakan tadi?” tanya Jongin ke Sooji.
“Geunyang, bukan hal penting” jelas Sooji.
“Jinjja?”
“Ne~”
“Arraseo” ucap Jongin mersa seikit aneh.

 

***

 

Sepulang sekolah. Sooji dan Jongin menaiki sebuah bis menuju ke rumah mereka.
“Eotte? Tidak buruk kan hari pertama sekolah?” tanya Jongin.
“Annie. Tidak begitu buruk sih. Mungkin karena baru hari pertama jadi belum terlalu banyak kenal. Geunde, tau kan yeoja yang tadi bersamaku di ruang makan?” ujar Sooji.
“Ne, waeyo?”
“Dia sangat ramah, pintar dan bahkan cantik”
“Jinjja? Baguslah kalau sudah memiliki teman di kelas”
“Neo eotte? Di kelasmu bagaimana?” tanya Sooji penasaran.
“Emm… Kurasa hampir sama dengan kelasmu”
“Mwoya?”
“Kan kurang lebih seperti itu juga Sooji-ah” ucap Jongin tertawa kecil.

 

***

 

Beberapa hari setelah masuk sekolah. Di jam istirahat. Sooji segera menghampiri Jongin yang terlihat sedang mengambil beberapa buku dari lokernya seperti sedang membaca sebuah kertas.
“Jongin-ah. Mwoya?” tanya Sooji penasaran.
“Bukan apa-apa. Waeyo?” ujar Jongin.
“Bawa buku matekatika? Aku tidak membawanya, sepertinya tertinggal di meja belajar saat tadi malam aku pakai belajar”

Jongin mencari buku matematikanya kemudian menyerahkan bukunya ke Sooji.
“Igge. Selalu saja pelupa” ejek Jongin.
“Hehe mian” ucap Sooji menerima buku itu.
“Jangan dicoret-coret, arra?”
“Arra! Tenang saja”

Tiba-tiba seorang namja yang sangat tak asing lewat disekitar situ.
“Annyeong Sooji-ah” sapa Myungsoo.
“Eoh annyeong” balas Sooji.

Myungsoo hanya tak sengaja saja lewat disekitar situ.
“Nuguji?” tanya Jongin heran.
“Geunyang teman sekelas. Dia emang seperti itu” jelas Sooji.
“Jinjja?”

Bel tanda masuk pun berbunyi.
“Ini bukunya aku pinjam dulu ya, ku kembalikan nanti pulang sekolah. Gomawo Jongin-ah” ucap Sooji bergegas menuju ke kelasnya.
“Eoh cheonman” ujar Jongin.

 

***

 

Sepulang sekolah Sooji mencari Jongin. Sudah mencari di kelasnya, tapi teman sekelas mengatakan sudah keluar kelas dari tadi.
“Eoddieyo? Jangan bilang dia sudah pulang duluan?” batin Sooji kesal.

Sooji tetap mecari Jongin disekitar sekolahan. Tiba-tiba tak jauh dari sana terlihat seorang yeoja dan namja di taman.
“Eoh Jongin?” ucap Sooji pada dirinya sendiri

Sooji mencoba mendekati ke arah mereka dengan bersembunyi di balik pohon dekat situ, mencoba mendengar perbincangan mereka.
“Kim Jong In. Naeneun… Neo johahaeyo” ucap yeoja itu.

Ne?!!!” batin Sooji terkaget.

“Jesunghamnida” ucap Jongin tidak bisa menerima yeoja itu.

Jongin-ah jinjja pabo! Padahal yeoja itu sangat cantik” batin Sooji.

Tiba-tiba, tanpa Sooji sadari dari arah samping ada bola basket yang menuju ke arahnya. Dan…

Dug!! Bola basket itu tepat mengenai kepalanya.
“Ah!” ujar Sooji kesakitan sambil mengelus- elus kepalanya.

Sontak membuat Jongin dan yeoja tadi melihat ke arah Sooji. Tanpa pikir panjang, dengan cepat Jongin langsung menghampiri ke arah Sooji.
“Gwaenchana?” tanya Jongin.

Seorang namja yang sepertinya melempar bola basket tersebut menghampiri ke arah mereka.
“Mianhae Sooji-ah, aku tidak sengaja melempar bolanya ke arahmu” ucap namja tersebut yang ternyata Myungsoo.

Lagi-lagi namja ini mengganggu saja” batin Sooji kesal.

“Hoy Sooji-ah gwaenchana?” tanya Jongin khawatir.
“Gwaenchanayo” ujar Sooji ke Jongin.

Jongin memberikan bola basket tersebut ke Myungsoo. Jongin langsung memegang pergelangan tangan kiri Sooji dan membawanya pergi dari tempat itu. Terlihat yeoja yang tadi menyatakan cinta ke Jongin itu sangat kesal.

haeryung 1

 

 

 

 

 

Sedangkan Myungsoo kembali membawa bola basket itu ke lapangan basket yang tak jauh dari sana, dan berniat melanjutkan permainan basket itu dengan teman-temannya.
“Myungsoo-ah, mau tantangan?” tanya temannya, Sunggyu tiba-tiba.
“Tantangan? Tentang apa?” ujar Myungsoo sepertinya tertarik.
“Bagaimana kalau target kali ini yeoja tadi, Bae Soo Ji?” ucap teman satunya, Woohyun.
“Geunde… aku dengar Bae Soo Ji sama sekali tidak pernah berpacaran dan lagipula selalu ada namja yang ada disebelahnya itu” jelas Sungyeol.
“Kim Jong In, dia sekelas denganku” sambung Hoya.
“Apa taruhan kali ini?” ucap Myungsoo langsung.
“Emm… Uang? Nanti kita pikirkan seberapa susahnya dan uangnya” ucap Sunggyu.
“Call!” ujar Myungsoo tanpa pikir panjang sambil menyeringai.

Screenshot_2014-07-10-20-54-31_mh1405002353895

 

 

 

 

 

 

 

=To Be Continue=

70 responses to “When Love Comes (Chapter 1)

  1. Pingback: When Love Comes (Chapter 4) | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  2. Pingback: When Love Comes (Chapter 5) | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  3. Pingback: When Love Comes (Chapter 6) | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s