Story Only I Didn’t Know

lily

Title : Story Only I Didn’t Know | Author : dina | Genre : Romance (?) | Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Sooji

Disclaimer

Story is Mine, all cast belongs to God and their family

.

.

.

“At that time, that I was already a part of your ending, was a story only I didn’t know”

***

“Hei nona bukumu terjatuh” teriak Myungsoo kepada gadis yang berlari melewatinya dengan tergopoh gopoh

Eoh..” gadis itu menolehkan kepalanya ketika sebuah suara terdengar di tengah keramaian serasa ada yang memanggilnya

Ige…” Myungsoo setengah berlari mengantarkan buku

Ghamsahamida” gadis itu menerima uluran bukunya dengan menundukkan tubuhnya mengucapkan terima kasih, rambut hitam panjangnya ikut terayun ke bawah menutupi wajah pucatnya, “maaf saya sedang tergesa-gesa” ucapnya kemudian berlalu dari hadapan Myungsoo

“Kau sudah makan?”

Ajig eomma

“Kenapa?”

“Pekerjaanku banyak”

“Jangan lupa makan sayang, eomma tidak ingin kau sakit”

Ne eomma, sebentar lagi aku makan siang”

“Kututup” Ny. Kim menutup sambungannya. Sudah 4 tahun ini putranya tinggal sendiri di Seoul, bekerja di salah satu stasiun televisi di divisi program. Setiap harinya Myungsoo disibukkan dengan pengelolaan seluruh program, materi hingga pengaturan jadual jam tayang sehingga tidak heran jika waktu 24 jam terasa kurang untuk dirinya

“Myungsoo di sini” panggil Minho memanggil sahabatnya yang menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri mencari tempat duduk di kafetaria kantor

Eoh…” Myungsoo menghampiri bangku Minho

“Kau makan apa?”

Ige nasi goreng kimchi”

“Minho-ya sepertinya divisimu bertambah personil” ucap Jonghyun

Ne…seorang wanita”

“Apa dia cantik?”

“Cantik”

Jinca?! Sepertinya aku harus mengajaknya berkenalan”

Myungsoo tersenyum melihat tingkah player temannya

“Tapi dia terlalu pendiam hyung, aku tidak yakin kau bisa berteman dengannya”

Waeyo?” tanya Hongchan

“Dia sedingin putri salju, terlalu penutup kurasa, setiap hari ia hanya akan mengerjakan tugasnya, menyelesaikan jika perlu sampai melemburkan diri, tapi ketika bertemu dengan kami dia hanya akan menundukkan kepalanya, cara efektif untuk menyapa atau membalas sapaan kami mungkin” Minho menceritakan panjang lebar teman barunya di divisinya, Jonghyun memperhatikan dengan seksama

“Dia kan teman barumu” tunjuk Hongchan ke arah seorang wanita yang berjalan dengan jaket merah maroon menenteng sebuah bungkusan

“Hem…dia” angguk Minho, “namanya Bae Sooji”

Myungsoo mengerutkan alisnya, sepertinya presensi wanita yang ia lihat sangat familiar

“Kurasa aku pernah bertemu dengannya, sudah berapa lama ia bekerja di divisimu?” tanya Myungsoo

“1 Bulan ini, dia karyawan baru, kami tidak punya infromasi cukup banyak tentangnya”

Eoh…” Jonghyun menganggukkan kepalanya, sementara Myungsoo masih terdiam, mendengarkan cerita Minho membuat dirinya tergelitik rasa penasaran

“Kau kenapa Myung?” tanya Minho

Eoh?? Aniya tidak apa-apa” Myungsoo kembali ke makan siangnya

—-

Sore itu Dr. Jang Ji Min saudara tiri ibunya memanggil Myungsoo untuk bertandang ke tempat prakteknya, eomma menyuruhnya untuk mengantarkan katalog perkakas masak yang biasa eommanya jual

“Dr. Jang ada?” tanya Myungsoo ke asisten yimonya

“Ada, sedang ada pasien” jawab Jiyoung

“Masih lama?”

“Kali ini pasti lama, pasiennya baru masuk 1 jam yang lalu”

“1 Jam yang lalu dan masih akan lama di dalam sana?” Myungsoo terheran

“Hem…pasien unik, Dr. Jang biasa melakukan terapi hypnosis, kali ini pasien yang cukup sulit penanganannya”

Eoh….

“Kau pasti tidak tertarik dengan penjelasanku”

“Tidak juga, aku hanya tidak ingin dipusingkan kasus pasien yimoku”

“Haha…kau benar” kekeh Jiyoung

2 jam kemudian

“Suster..” suara seorang wanita terdengar

Eoh…Sooji aghassi, anda sudah selesai?”

Ne…dokter memanggil anda”

Sooji dan Jiyoung kembali memasuki ruang praktek. Myungsoo tampak kembali terkejut mendapati pasien yang berada di dalam ruang praktek yimonya adalah teman baru Minho bekerja, “kenapa dia di sini?” batin Myungsoo

Ceklek…pintu ruang praktek terbuka

“Jangan lupa kemari lagi 2 minggu lagi” pesan dokter Jang

Algheseumida, ghamsahamida dokter” ucap Sooji dengan menundukkan kepalanya kemudian berlalu, melewati Myungsoo yang sedang duduk di sofa ruang tunggu

Eoh Myungsoo-ya kau sudah datang?” sapa dokter Jang

Ne…sedari tadi”

Mian..pasien kali ini membutuhkan waktu lama untuk terapi”

“Memang dia sakit apa?”

DID” dokter Jang duduk di sofa sambil, mengambil katalog yang Myungsoo bawa

“Apa itu?”

Dissociative Identity Disorder” jawab dokter Jang sambil membolak-balik halaman katalog

“Aku tidak mengerti yimo, bisakah memakai bahasa yang awam?”

“Kau sepertinya tertarik, DID istilah lain kepribadian ganda jika diartikan dalam bahasa umumnya, artinya dia mempunyai kepribadian lebih dari 1 dalam satu tubuh”

Eoh? Maksudnya?”

“Bagaimana aku menjelaskannya? Begini orang dengan kepribadian ganda memiliki minimal 2 kepribadian atau biasa kami sebut dalam dunia psikiatri dengan sebutan alter ego, nah pada penderita DID ini dalam dirinya terdapat seperti 2 orang yang sangat berbeda karakter namun berada dalam satu tubuh, namun yang harus digaris bawahi alter yang asli tidak menyadari keberadaan alter tambahan atau pecahannya”

Myungsoo mendengarkan dengan seksama

Alter yang asli biasanya hanya merasa lupa biasa atau amnesia dengan waktu dan tempat, padahal yang sebenarnya terjadi ketika ia merasa kehilangan waktu dan tidak mampu mengingat tempat di saat itulah alter pecahannya mengambil alih tubuh dan jiwanya” jelas dokter Jang lagi

“Adakah manusia seperti itu? Mengerikan yimo, tidak ingat waktu dan tempat” Myungsoo bergidik ngeri

“Kau tahu Myung pada beberapa kasus pembunuhan ada juga yang akhirnya dibebaskan karena alasan DID ini”

“Bagaimana bisa?”

“Karena pelaku kriminal bukan alter asli, namun alter pecahannya yang pada saat penyelidikan tertidur lama dan tidak menampakkan diri, maka dari itu alat pendeteksi kebohongan mengeluarkan hasil bahwa pelaku jujur karena alter yang menghadapi penyelidikan adalah alter asli yang memang bukan pelakunya, pada kasus seperti ini biasanya pelaku direkomendasi untuk dirawat di rumah sakit jiwa tapi tidak dipenjara, mereka bebas hukuman”

“Woah seperti dalam film saja”

“Hem…manusia terlalu kompleks”

“Lalu…bagaimana kondisi pasien tadi?”

“Eoh?”

“Namanya Bae Sooji keutchi?”

“Darimana kau tahu?”

“Dia teman satu kantorku, tapi beda divisi”

“Ini kode etik, aku tidak akan memberitahukan kondisi pasienku, apalagi denganmu yang satu kantor dengannya”

“Memang kenapa?”

“Jika teman-temanmu tahu Sooji pasienku, mereka akan menganggap Sooji gila dan itu akan semakin membuat terapi yang kuterapkan menjadi terganggu” dokter Jang menutup halaman terakhir katalog, “kumohon jangan katakan kepada siapapun yang mengenal Sooji bahwa dia berobat kepadaku”

Ne algheseumida..

—-

Sooji bangun dengan kepala sedikit pening, ia membuka matanya dan tampak terheran. Tubuhnya dipenuhi noda tanah, bahkan ia merasa asing dengan kaos yang ia kenakan

“Terjadi lagi..” keluhnya. Ini kesekian kalinya sedari ia hidup, merasa kehilangan ingatan pada waktu tertentu dan tidak bisa mendapatkan penjelasan apapun tentang keberadaan dirinya. Pernah ketika di Gwangju ia sedang keluar dari halaman kantor dengan membawa beban pikiran karena dikejar deadline dan terbangun dari tidurnya di sebuah hotel di kawasan Busan dengan baju yang semuanya asing, hanya mantel maroon dan baju kerjanya saja yang masih menggantung di hanger, bahkan ketika melihat surat kabar hari telah bertambah selama 5 hari dari waktu ia meninggalkan halaman kantornya. Kejadian aneh ini membuat dirinya takut, teramat sangat takut namun dia hanya hidup sendiri selama ini sehingga ia tidak pernah menceritakan kepada siapapun apa yang ia alami selama 17 tahun terakhir ini

Sooji terlahir dari keluarga yang sangat konservatif, ayahnya yang pekerja kantoran bergaji rendah seringkali berbuat menyimpang terhadap dirinya termasuk kepada ibunya yang hanya ibu rumah tangga biasa. Banyak kejadian tidak menyenangkan yang ia alami, diantaranya pelecehan seksual, penyiksaan baik secara fisik maupun psikis serta perangai ibunya yang dinilainya aneh. Tiba-tiba sangat senang dan dalam waktu singkat akan berubah menjadi sangat sedih (dalam dunia medis bisa dikatakan ibu Sooji menderita manic-depresif dan gejala hysteria) namun Sooji kecil hingga remaja tidak menyadari ketidaksehatan anggota keluarganya. Sooji sangat menyayangi neneknya karena hanya neneknyalah selama ia bertumbuh yang melindunginya dari amarah dan siksaan kedua orang tuanya, hingga saat itu tiba, kematian yang memisahkan dirinya dengan neneknya dan mengakibatkan kepribadiannya terpecah tanpa ia sadari. Sosok pelindungnya yang telah tiada. Sooji masih ingat betul ia merengek ingin melihat jenasah neneknya dimasukkan ke liang lahat namun ayahnya memegang erat tangannya dan mengurung dirinya di dalam kamar. Sooji hanya ingin meletakkan bunga lili terakhir untuk neneknya namun keinginannya tidak terkabul, namun yang selanjutnya terjadi adalah ia membuka matanya telah berada di dalam kelas yang terasa asing baginya. Ketika menyadari ia telah duduk di bangku kelas 4 sedangkan terakhir ia ingat saat kematian neneknya ia masih duduk di bangku kelas 3 akan mengikuti ujian kenaikan kelas. Sekali lagi dari sanalah sebenarnya dimulainya pengambilalihan tubuh Sooji oleh alter lainnya, tidak berpola dan tidak bisa ditentukan kapan waktunya

Sooji mengambil gelas kemudian menyandarkan dirinya di meja pantry, ia hanya tinggal seorang diri di apartemen sewaannya. Bibi Han pemilik apartemen berbaik hati memberinya keringanan biaya ketika ia diterima bekerja di tempat barunya saat ini

“Noda ini karena apa?” batinnya sambil melepas celana longgarnya yang biasa orang pakai untuk bercocok tanam, sekali lagi week end nya serasa hilang dan kembali dikejutkan dengan baju bercocok tanam yang ia kenakan

“Sebaiknya aku mandi air hangat” gumamnya

—-

Myungsoo melangkahkan kakinya dengan ringan memasuki sebuah café ala Prancis yang kata Minho salah satu menunya sangat menggiurkan, dan malam ini Myungsoo ingin mengicipinya

“Haha…” suara wanita dan beberapa temannya menggema, di sana Myungsoo melihat Sooji mengobrol dan bercengkrama dengan teman-teman bulenya, berbicara dalam bahasa Prancis dengan sangat fasih, bahkan Myungsoo seperti tidak mengenali siapa wanita yang tidak lepas dari pandangannya. Sooji menggunakan baju sedikit terbuka di bagian dadanya, rambutnya ia ikat ke atas dengan poni menjuntai, cara makannya sangat anggun dan kebarat-baratan, menebarkan senyum menawan khas orang Prancis. Myungsoo tertegun melihat perubahan drastis teman sekantornya yang jauh dengan sosok Sooji yang biasa ia lihat di kantor. Beberapa kali Myungsoo menyapa Sooji, wanita itu hanya sedikit menyunggingkan senyum sambil menundukkan kepalanya, membawa banyak berkas yang sepertinya sangat penting dan harus dilindungi olehnya

“Namaku Myungsoo”

Eoh..

“Siapa namamu?”

“Sooji”

“Kau satu divisi dengan Minho keutchi?”

Ne…

Begitu pintu lift terbuka, Sooji berjalan cepat memasuki lift yang di dalamnya terdapat banyak orang. Myungsoo hanya bisa mendegus kesal mendapatkan penolakan halus Sooji yang sepertinya tidak ingin diajak berteman

“Sangat tertutup” batin Myungsoo yang semakin menambah rasa penasarannya

Dan malam ini Myungsoo menyadari penjelasan yimonya tempo hari saat dirinya untuk kedua kalinya melihat Sooji keluar dari tempat praktek. Myungsoo menyembunyikan dirinya berharap Sooji tidak melihatnya. Dokter Jang mengatakan bahwa yang sedang mendatanginya bukan alter Sooji namun alter Margie dan Sungkyu yang bergantian berbicara. Margie merupakan alter wanita berusia 25 tahun yang sangat dewasa dan dilahirkan di Prancis, ia menolak untuk mengembalikan alter Sooji karena dalam beberapa hari teman Prancisnya akan mengunjunginya, namun di sela-sela hipnoterapi dan wawancara dengan Margie, datanglah alter Sungkyu, gadis kecil berusia 7 tahun yang merengek minta lollipop karena Margie melarangnya memakan banyak permen yang menyebabkan sakit gigi. Dokter tidak heran mengahadapi 2 alter dalam tubuh yang sama bergantian berbicara, saling beradu argumen hingga Margie berhasil mengambil alih tubuh Sooji, dan dalam waktu 4 jam konselingnya, Sooji sama sekali tidak kembali, alternya tertidur…

“Mungkinkah saat ini kau adalah Margie?” batin Myungsoo

—-

“Sooji-ya” panggil Myungsoo

“Iya…” Sooji menolehkan kepalanya

“Em..kau ada waktu besok pagi?” tanya Myungsoo

“Memang kenapa?”

“Tidak, aku hanya ingin minum kopi denganmu”

“Tapi…aku tidak suka kopi”

“Kalau begitu kita pergi ke tempat yang kau suka”

Eoh? Kenapa tiba-tiba kau mengajakku?”

“Tidak apa-apa aku hanya ingin mengenalmu lebih dekat”

Sooji menatap Myungsoo, “kenapa?”

“Apa hanya ada kata ‘kenapa’ saja di kamus bahasamu?” senyum Myungsoo, “aku tunggu di taman kota besok jam 10 pagi” Myungsoo setengah berlari menyusul temannya, “jangan lupa” pekiknya yang dibalas dengan anggukan ragu-ragu Sooji

“Semoga aku tidak kehilangan waktuku lagi esok” keluh Sooji

Esok harinya

“Sooji-ya” pekik Myungsoo melihat Sooji berjalan dengan rambut tertiup angin sambil berjalan menghampiri dirinya, “kau datang juga” ucap Myungsoo sambil terus tersenyum

Ne…kita mau kemana sekarang?” tanya Sooji

“Di sini saja, ige aku baru saja membeli sandwich dan susu coklat hangat”

“Aaah…” Sooji menganggukkan kepalanya

“Kita duduk di sana” tunjuk Myungsoo ke sebuah bangku taman

“Kau biasa menghabiskan waktu di sini?” tanya Sooji

“Hem..jika aku sedang malas tidak ingin melakukan apapun, aku akan berdiam di sini sekedar melihat orang berlalu lalang” kekeh Myungsoo

Eoh..

“Hanya itu komentarmu?”

“Hem?? Maksudmu?”

“Kau terlalu pendiam, beda dengan yang aku lihat kemarin?” Myungsoo berbicara dengan hati-hati

“Apa kita pernah bertemu di tempat lain selain kantor?” tanya Sooji balik

Eoh..aku melihatmu bersama teman bule Prancismu di Blue café 2 minggu yang lalu”

“Kau salah orang, aku tidak punya teman Prancis” Sooji mengerutkan kedua alisnya

“Benarkah?” selidik Myungsoo

“Hem…”

“Lalu siapa saja temanmu?”

Opso…

“Hah? Kau bercanda”

“Tidak…temanku hanya Jiyoung dan dokterku” lirih Sooji

Myungsoo teringat siapa yang dimaksud Sooji, Jiyoung asisten yimonya dan dokter yang dimaksud pasti dokter Jang yimonya sendiri

“Kurasa aku harus bertanya pada Jiyoung tentangmu” batin Myungsoo

“Makanmu belepotan” ucap Sooji sambil mengusapkan tissue ke sudut bibir Myungsoo yang menempel saus dari sandwich, entah mengapa sedikit sentuhan Sooji membuat dada Myungsoo berdegup

Eoh..gomawo” senyum Myungsoo yang masih dihadiahi wajah datar Sooji yang menurunkan tangannya dari wajah Myungsoo

—-

“Jiyoungie, kapan jadual periksa Sooji?”

“Sebentar aku lihat, hem….1 minggu lagi, hari Sabtu pukul 2 siang” Jiyoung membuka jadual terapi pasien dokter Jang, “waeyo?” tanyanya

Ani…aku hanya ingin melihat terapi yang dijalani Sooji”

“Heh? Dokter Jang tidak akan mengijinkanmu masuk ketika terapi berlangsung”

“Aku akan mendapatkan ijin itu, tenang saja”

Molla…jangan libatkan aku, lagipula kenapa kau tertarik dengan Sooji, solma kau menyukainya?”

“Yap…mungkin”

“Hah? Kau gila? Sooji sakit Myung”

“Aku tahu”

“Dan kau masih terus mendekatinya?”

“Hei aku sudah membaca banyak artikel yang sama dengan kasus Sooji, aku yakin kepribadiannya bisa disatukan, dia juga butuh teman…aku yakin yimoku bisa menyembuhkan dirinya”

“Tapi proses penyembuhan Sooji akan memakan waktu lama, kau tahu bahkan pada kasus Sybil penderita 16 kepribadian menjalani terapinya selama 11 tahun hingga menjadi pribadi 1 yang utuh”

“Memang berapa kepibadian dalam tubuh Sooji?”

“Sementara 1 alter asli dan 2 alter pecahan, tapi sepertinya dokter Jang menemukan 1 alter lagi namun alter laki-laki, namanya Yonghwan”

“Bagaimana bisa? Kupikir kalau wanita akan terpecah alter baru semua wanita begitupun sebaliknya pada pria”

“Tidak tentu, alter baru yang tercipta bisa siapa saja, anak kecil, remaja, dewasa, usianya beragam, tidak dipungkiri bahkan jenis kelamin juga bisa berbeda”

“Rumit sekali….”

“Kau serius ingin mendekati Sooji?”

“Menurutmu?”

“Aku hanya ingin pesan padamu Myung, seorang pasien dengan catatan kejiwaan tertentu mungkin beresiko pada anak-anaknya kelak, tapi tidak menutup kemungkinan jiwa penyembuhannya tuntas dan didukung oleh lingkungan sosialnya, dia bisa hidup normal seperti kita yang berkepribadian seutuhnya”

Myungsoo terdiam mendengarkan penjelasan Jiyoung, “aku hanya ingin membantu kesembuhan Sooji” senyum Myungsoo

—-

Dokter Jang melanjutkan terapi hipnosisnya pada Sooji sama dengan dokter Wilbur lakukan ketika menyembuhkan Sybil. Sebenarnya ada banyak metode penyembuhan pasien seperti Sooji namun kembali ke metode yang dipakai masing-masing dokter yang berlainan

Yimo…apa Sooji bisa disembuhkan?”

“Jika dilihat dari kerjasamanya selama terapi sangat mungkin bisa disembuhkan hanya membutuhkan waktu yang lama, kau tahu kemarin alter laki-lakinya hadir selama terapi”

“Seperti apa alter laki-lakinya?”

“Sangat laki-laki, ia seorang petani dan sangat kebapakan berusia 22 tahun, ia bahkan mengeluarkan idenya untuk menikahi wanita dan mempunyai anak”

Jinca?! Mengapa seseram itu yimo?”

Eoh…kenapa aku mengatakannya kepadamu?” dokter Jang memincingkan alisnya

“Entahlah…kumohon ceritakan lebih lanjut” pinta Myungsoo

“Sebenarnya ada apa denganmu? Kenapa kau sangat tertarik dengan kasus Sooji” selidik dokter Jang

“Aku menyukai Margie…” lirih Myungsoo

“Darimana kau tahu Margie?”

“Dia bersamaku ketika Sooji aku ajak kencan”

“Heh?? Kau gila? Dia alter yang harus dihilangkan”

“Aku tahu…”

“Yang seharusnya kau sukai bukan Margie tapi Sooji”

“Tapi aku nyaman ketika bersama Margie”

“Kau dalam masalah besar jika tetap bersama Margie, lalu bagaimana tanggapan Margie?”

“Sepertinya ia juga menyukaiku”

Dokter Jang berdiri, “jauhi Sooji, aku tidak ingin terapiku gagal hanya karena Margie merasakan keterikatan dengan seseorang dan alternya susah untuk kuhilangkan….”

“Tapi…kami saling mencintai”

“Kau salah Myung, tidak seharusnya kau menyukai alter Sooji yang lain”

“Siapa tahu Margie alter aslinya yimo

“Bukan…Sooji alter asli, aku sudah mempelajari sejarah Sooji…untuk kali ini jauhi Sooji” titah dokter Jang dengan wajah tegasnya

Arrassoyo…” lirih Myungsoo yang entah mengapa selama ia berteman dengan Sooji baru kali ini ia merasa sangat sedih, kehilangan orang yang ia sayangi, Margie….

Flashback

Bonjour” sapa Sooji dengan riangnya

Eoh hai” balas Myungsoo

“Kau sudah makan?” tanya Sooji

Myungsoo menautkan alisnya, merasa tidak asing dengan keramahan Sooji, “kau baik-baik saja?” tanyanya

“Hem..sangat baik, kita mau kemana kali ini?”

“Kencan?” tanya Myungsoo hati-hati

Nice…” senyum Sooji sambil menautkan jemarinya ke jemari Myungsoo, “hangat seperti genggaman halemoni” Sooji menatap Myungsoo

Eoh??

“Ini aku Margie bukan Sooji”

Myungsoo membelalakkan matanya menyadari yang sedang bersamanya bukan alter asli Sooji. Dan pada hari itu dimulailah pertemanan antara Myungsoo dan Margie, kencan demi kencan yang ia jalani bersama Sooji sesungguhnya tidak benar-benar bersama Sooji melainkan bersama alter Margie, hanya 2 kali ia benar-benar berjalan-jalan dengan Sooji dan terasa sangat berbeda ketika bersama Margie yang berpikiran terbuka dan sangat ramah, berbeda dengan Sooji yang cenderung tertutup dan menghindari kontak mata dengan Myungsoo

“Sudah lama aku tidak kencan dengan orang Korea” kekeh Sooji yang telah berganti menjadi Margie, ia semakin menampakkan eye smilenya, “kau mau jadi kekasihku kan?” tanyanya lagi

Myungsoo mengerjapkan matanya, “tapi aku belum begitu mengenalmu” jawabnya hati-hati

“Kita akan sering bertemu, jika kau mengajak Sooji kencan, aku akan datang menggantikan dirinya…” ucapnya

“Tapi apa Sooji tidak curiga?” tanya Myungsoo

Ani…Sooji tidak mengenal bahkan mengetahui keberadaan kami, sstt…jangan katakan padanya ne” Margie menempelkan jari telunjuknya ke bibir merahnya yang berhasil membuat Myungsoo tersenyum geli

“Kau sangat berbeda dengan Sooji” Myungsoo tahu apa yang ia jalani salah, memberikan perasaannya kepada Margie yang bukan diri Sooji sesungguhnya

“Aku tahu…kasihan Sooji, dia benar-benar disiksa oleh ayah ibunya, aku harap segera pindah Paris secepatnya”

“Tapi…kau tidak bisa ke Paris jika Sooji tidak ke sana”

“Hei aku dan Sooji berbeda, terserah aku mau kemana” Margie mempoutkan bibirnya, Myungsoo hanya bisa menghela nafas panjangnya

Ne…terserah kau saja” jawab Myungsoo

“Dengarkan aku Myungsoo-ya…nan Margareth Ann Chauldron sangat mencintaimu” ucap Sooji dengan senyum tulusnya

“Sejak kapan kau menyukaiku?” tanya Myungsoo

“Sejak kau mencuri pandang padaku saat di café aku berkumpul bersama teman-teman Prancisku”

“Kau tahu aku di sana?”

“Hem…dan kau tampak sangat tampan” puji Sooji, sontak Myungsoo menyunggingkan senyumnya

Je t’aime Kim Myungsoo” ucap Sooji kemudian

Myungsoo sekali lagi menarik nafas panjangnya, dia juga merasakan hal yang sama seperti Margie tapi di sisi lain ia ingin Sooji yang mempunyai perasaan seperti Margie karena mereka berada di tubuh yang sama, ia sadar suatu saat Margie akan menghilang dan ia tahu resiko yang akan ia hadapi, kehilangan orang yang ia sayangi kapan saja

Nado….” Balas Myungsoo, beberapa saat kemudian ia mendekatkan wajahnya, menangkupkan kedua telapak tangannya di kedua pipi Sooji, mencium bibir Sooji dengan lembut, menghantarkan rasa hangat hatinya entah untuk Margie atau Sooji…

Flashback end 

 

Sooji menghilang dari kehidupan Myungsoo, dokter Jang benar-benar memberlakukan ultimatumnya, menjauhkan Sooji dari Myungsoo. Sooji tidak lagi bekerja di kantor mereka, ia pindah ke kantor cabang di kota kecil, namun tetap menjalani terapi dengan dokter Jang. Jiyoung tidak pernah mau mengatakan kapan jadual terapi Sooji kepada Myungsoo sekalipun dengan iming-iming yang sangat ia sukai

“Kau harus membantu Sooji Myung-ah, kepribadian Sooji mulai terintegrasi, menyatu menjadi satu kesatuan utuh, jika kau muncul kemungkinan untuk menghilangkan alter Margie akan semakin sulit” saran Jiyoung

“Aku hanya ingin melihat Sooji, aku merindukannya” pinta Myungsoo

“Untuk kali ini aku tidak bisa mengabulkan keinginanmu, mianhe…

“Apakah alter Margie masih ada?”

“Hem…ia paling sulit dihilangkan, ia menyebut namamu berkali-kali, berusaha bertahan agar bisa bertemu denganmu…kau tidak kasihan dengan Sooji?” tanya Jiyoung balik

Myungsoo hanya terdiam, ia tidak mengira sebegitu besar rasa cinta Margie untuknya, perlahan hatinya sakit mendengarkan kenyataan Margie harus menghilang

“Jika Sooji telah sembuh, apakah aku tetap tidak diperbolehkan bertemu dengannya?” tanyanya lagi

“Aku tidak tahu, selama ini Sooji tinggal sebatang kara, hanya pamannya di Daegu yang ia punya”

“Sooji-ya” lirih Myungsoo

—-

5 Tahun kemudian

Bandara Internasional Incheon Korea

“Sebentar aku ke sana” Myungsoo setengah berlari, hari ini kerabatnya datang dari Kanada bersama keponakannya setelah hampir 10 tahun mereka tidak bertatap muka

Bruk…

“Ouch…”

Mianata…” Myungsoo membersihkan jaketnya yang terkena tumpahan teh

“Panas..” wanita di hadapan Myungsoo mengeluarkan tisu sambil mengusap kemejanya yang basah. Myungsoo berdiri terpaku menatap wanita yang ia tabrak

“Margie…” ucapnya tanpa disadari melihat wanita di hadapannya yang tampak anggun, wajahnya tidak lagi pucat, rambut hitamnya dipotong sebahu dengan pipi yang merona karena kedinginan

Eoh…Myungsoo-ssi?” ucapnya

“Sooji?” ucap Myungsoo lagi

Ne…ini aku Sooji, oremani…” sapanya dengan senyum lembut yang kembali menghantarkan rasa hangat di sekujur tubuh Myungsoo

“Ini benar kau Sooji?”

“Hem…kau ini aneh sekali” senyumnya

—-

“Sooji telah kembali menjadi dirinya yang utuh, butuh waktu 4 tahun bagiku menjadikan kepribadiannya yang terpecah menjadi satu alter yang utuh, Bae Sooji. Alter Sungkyu berhasil aku hilangkan dalam kurun waktu 1,5 tahun terapi, alter laki-lakinya Yonghwan berhasil aku hilangkan 7 bulan setelah alter Sungkyu, sedangkan alter Margie merupakan alter yang paling sulit untuk ditaklukkan. Aku harus berkonsultasi dengan dokter William James untuk kasus Margie, karena ia alter pelindung Sooji ketika mengalami fase depresi sekaligus ingin berambisi mengambil alih tubuh Sooji sepenuhnya karena seseorang dan itu adalah kau Myungsoo-ya. Namun dengan bantuan dokter James akhirnya Margie dapat kuhilangkan…sekarang Sooji telah kembali menjadi dirinya sendiri, jika kau benar-benar mencintainya, kau harus merawatnya seperti saranku, dia membutuhkan sosok pelindung dan aku yakin kau bisa melakukannya”

—-

“Kau sudah siap?” tanya Myungsoo sambil melihat calon istrinya

“Aku siap…”

Saranghae Sooji-ya” Myungsoo mengecup lembut pipi Sooji yang disambut senyuman tulus Sooji

FIN

Special for XIANARA yang sepertinya tertarik dengan dunia psikologi dan psikiatri, sepenggal ff yang menggambarkan penderita kepribadian ganda, untuk proses terapi yang lebih detail merupakan tugas ranah medis dan jika dijelaskan ke dalam bentuk ff bisa beratus-ratus halaman, rekomen book SYBIL 16 KEPRIBADIAN, hope you enjoy it readers ^^

Sorry for typos, postingnya ngebut mau pergi luar kota, ditunggu RCL nya🙂

BBR diposting minggu yah, gidaryo

68 responses to “Story Only I Didn’t Know

  1. Keren bgt thor… ceritanya… emang beneran ada ya thor penyakit kyak gituh???
    Syang bgd pas myung ktemu sooji lagi… di skip dan tiba tiba mereka married…
    Tp beneran keren abis ceritanya thor…selalubseneng sma ff kamuh.. gaya bahasanya enak dan gampang dmengerti…daebakkk y)😉

  2. Bagus bgt ceritanya eonnie,,,ternyata emang ada y eon penyakit seperti itu,aku kira itu cm ada d drama aja,makasih buat pencerahan nya eonnie…..aku tunggu ff lainnya hwaiting🙂

  3. Haii kak Dina. Haha pertama kalinya nih aku baca ff kak Dina, berhubung aku butuh referensi jadi yah aku baca ff kak Dina deh heheh.
    Okay, wuh DID emang penyakit yang berat banget ya dan gak bisa sembarangan membuat cerita dengan tema ini. Mesti nyari referensi banyak supaya gak nyeleweng.
    Oke kita menuju ceritanya hihihi, menurutku ceritanya menarik tapi apa akunya yang bego ya, kok aku gak ngerasain perubahan emosional disetiap perkataan dan perubahan latar? Serasa flat gitu bahkan dari dialognya juga. Udah gitu mungkin juga eyd yang aku kuasai masih sedikit jadi aku ngerasa banyak banget kata yang gak seharusnya ada pada kalimat itu dan penempatan koma yang ngebuat aku bingung bacanya. Dan aku gak nangkep point cerita ini apa selain menceritakan pasien DID dan kesusahannya. Pergantian latar tempat juga serasa kurang soalnya aku enggak ngeh kalo itu ganti tempat, mungkin aku terbiasa dengan intro penggambaran suasana yg ngasih tau kalo latar tempat udah pindah. Oh ya, itu Myungsoo gimana ceritanya kak kok dia mendadak tau Suzy punya alter Sungkyu, Margie, siapa lagi tuh lupa. Kan diawal dikasih tau kalo bibinya gak mau kasih tau Myung soalnya itu privacy pasiennya, itu kelupaan atau gimana ya? Dan otakku serasa gak nyampe ngeimajinasiinnya soalnya aku ngerasa ceritanya terlalu keliatan terburu-buru, uh! Kayaknya akunya aja ini mah tapi serius! Aku sesek bacanya saking kecepetan ceritanya. Aduh banyak cingcong banget sih aku heheh, maafin aku kak Dina jadi cerewet soalnya aku antusias banget nih baca ff kak Dina secara penggemarnya banyak hihihi toptoptop! Semangat kak Dina!!!🙂🙂🙂

  4. Haii kak Dina. Haha pertama kalinya nih aku baca ff kak Dina, berhubung aku butuh referensi jadi yah aku baca ff kak Dina deh heheh.
    Okay, wuh DID emang penyakit yang berat banget ya dan gak bisa sembarangan membuat cerita dengan tema ini. Mesti nyari referensi banyak supaya gak nyeleweng.
    Oke kita menuju ceritanya hihihi, menurutku ceritanya menarik tapi apa akunya yang bego ya, kok aku gak ngerasain perubahan emosional disetiap perkataan dan perubahan latar? Serasa flat gitu bahkan dari dialognya juga. Udah gitu mungkin juga eyd yang aku kuasai masih sedikit jadi aku ngerasa banyak banget kata yang gak seharusnya ada pada kalimat itu dan penempatan koma yang ngebuat aku bingung bacanya. Dan aku gak nangkep point cerita ini apa selain menceritakan pasien DID dan kesusahannya. Pergantian latar tempat juga serasa kurang soalnya aku enggak ngeh kalo itu ganti tempat, mungkin aku terbiasa dengan intro penggambaran suasana yg ngasih tau kalo latar tempat udah pindah. Oh ya, itu Myungsoo gimana ceritanya kak kok dia mendadak tau Suzy punya alter Sungkyu, Margie, siapa lagi tuh lupa. Kan diawal dikasih tau kalo bibinya gak mau kasih tau Myung soalnya itu privacy pasiennya, itu kelupaan atau gimana ya? Dan otakku serasa gak nyampe ngeimajinasiinnya soalnya aku ngerasa ceritanya terlalu keliatan terburu-buru, uh! Kayaknya akunya aja ini mah tapi serius! Aku sesek bacanya saking kecepetan ceritanya. Aduh banyak cingcong banget sih aku heheh, maafin aku kak Dina jadi cerewet soalnya aku antusias banget nih baca ff kak Dina secara penggemarnya banyak hihihi toptoptop! Semangat kak Dina!!! ^^

  5. Heh keren eonnie dina ff nya, meskipun diawal agak bingung ye,, tapi ditengah” udah mulai ngerti. Ada yaa kenytaannya, heh bisa gitu. Dan myung malah jatuh hati sama margie duluan ketimbang sue, heh… untung aja berakhir bahagia dengan suez. Kece banget ff nya..

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s