[Freelance] It Must Be Love Chapter 1

it-must-be-love-reni-copy1

Title : It Must Be Love | Author : @reniilubis| Genre :  Drama, Romance | Rating : Teen | Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy

Disclaimer: 

All casts are belong to their self and God

Poster by        : rosaliaaocha@ochadreamstories

Happy Reading^^

“MWO???” Teriak Myungsoo terkejut dengan apa yang barusan ia dengar dari mulut appa nya.

“Tenanglah, sayang. Kau tidak perlu sampai berteriak seperti itu.” kata sang appa menenangkan anaknya.

“Apa? Appa bilang aku harus tenang? Bagaimana mungkin aku bisa tenang kalau appa dan eomma baru saja mengatakan tentang perjodohan?” Myungsoo semakin termakan emosi.

“Kau dengarkan dulu penjelasan kami, ne?” kali ini sang eomma yang mencoba menenangkan Myungsoo.

“Bagaimana mungkin aku bisa menerima perjodohan ini sedangkan aku masih muda? Bahkan aku baru saja tamat SMA, eomma.”

“Eomma dan appa tahu. Tapi dengarkan dulu-“

“Aku tidak mau! Kenapa tidak Sungjong saja yang melakukan perjodohan ini? Ini tidak masuk akal, eomma!” Myungsoo semakin emosi.

“ Bersikap sopanlah terhadap orang tua, Kim Myungsoo! Jangan seenaknya memotong pembicaraan orang lain. Appa tidak pernah mengajarimu bersikap seperti itu.” Tuan Kim -sang appa- mulai menaikkan nada bicaranya karena menurutnya kelakuan Myungsoo sudah kelewatan.

“Kami melakukan ini hanya untuk membantu keluarga Bae. Mereka sangat baik terhadap keluarga kita. Mereka memiliki anak tunggal seorang perempuan. Sebulan yang lalu, kedua orang tuanya meninggal dunia dalam kecelakaan dan kejadian itu membuat dia hampir gila karenanya. Selama 1 minggu dia sakit. Semua keluarganya berada di luar negeri. Dan sekarang dia hanya tinggal sendirian di Korea. Kami merasa bahwa kami memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melindungi putri satu-satunya itu. Dia anak yang sangat baik. Kami harap kau bisa mengerti, Myungsoo-ya.” kata sang appa menjelaskan panjang lebar, berharap Myungsoo akan mengerti situasinya.

“Kenapa dia tidak ikut saja dengan keluarganya di luar negeri?” kali ini Myungsoo mencoba menentang perkataan orang tuanya.

“Keluarga mereka memiliki hubungan yang kurang dekat satu sama lain. Appa juga tidak tahu apa penyebabnya.” Tuan Kim sedikit melunakkan nada bicaranya.

“Jadi, appa dan eomma menyuruhku untuk menjaga dia dengan cara menjodohkanku dengannya, begitu?” emosi Myungsoo kini mulai mereda.

“Ya begitulah. Kami tahu kau pasti mengerti, Myungsoo-ya.” Kali ini Tuan Kim menjawab pertanyaan Myungsoo sambil tersenyum.

“Eomma, appa, aku ragu menerima perjodohan ini. Aku tidak yakin aku bisa menjaga dan melindunginya. Ku rasa itu tanggung jawab yang berat.”

“Maka dari itu kami mempercayakan tanggung jawab ini padamu, sayang. Karena kami tahu kau pasti bisa melakukannya.” Jawab Nyonya Kim –sang eomma- sembari menatap lembut Myungsoo.

“Apa dia bisa dengan mudahnya menerima perjodohan ini?”

“Kami sudah membicarakan hal ini dengannya, dan dia menyetujuinya.” jawab Nyonya Kim.

“Apakah aku harus melakukan ini, appa?” Myungsoo menatap sang appa pasrah.

“Ya, kau harus melakukannya, Myungsoo-ya. Kami memohon dengan sangat.” jawab Tuan Kim. Tersirat nada memaksa dari perkataannya barusan.

“Dan kau jangan khawatir. Kalian akan bertunangan dahulu. Tidak langsung menikah.” kata sang eomma sambil tersenyum.

“Aku terpaksa menerima perjodohan ini.” Ujar Myungsoo dingin dengan ekspresi datarnya.

“Besok dia akan datang ke rumah kita. Namanya Suzy. Bae Suzy. Dia wanita yang cantik. Kau pasti akan menyukainya, Myungsoo-ya. Eomma yakin itu.”

“Aku mengantuk.” ucap Myungsoo datar sambil beranjak dari tempat duduknya.

“Gomawo, Myungsoo-ya.” kata Nyonya Kim tersenyum senang sambil melihat ke arah Myungsoo yang sudah menaiki tangga.

“Semoga akan baik-baik saja.” gumam Tuan Kim pelan.

Myungsoo POV

 

Ini gila. Benar-benar gila. Perjodohan? Tunangan? Apa yang mereka pikirkan? Apa mereka tidak mengerti perasaanku sekarang? Aish! Ini bodoh! Tidak masuk akal! Tapi aku bisa apa? Aku sama sekali tidak pernah bisa menolak setiap permintaan appa dan eomma. Dan juga aku terpaksa menuruti permintaan mereka kali ini tentang perjodohan bodoh ini. Sampai aku berusia sekarang ini, aku sama sekali tidak pernah berfikiran tentang perjodohan. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Dan yang lebih gilanya lagi, aku sama sekali tidak mengenal wanita yang akan dijodohkan dengan ku itu. Apa dia wanita yang baik-baik atau bukan, aku bahkan tidak tahu. Bagaimana mungkin sebuah perjodohan terjalin kalau tidak ada rasa saling cinta diantara keduanya? Ini benar-benar gila! Aku tidak akan bisa menerimanya. Dan maafkan aku kalau aku juga tidak bisa mencintainya.

Aku memasuki kamar Sungjong. Ku lihat dia sedang duduk di ranjangnya sambil memainkan PSP kesayangannya. Aku menuju ranjangnya  dan langsung menjatuhkan tubuhku di samping Sungjong. Aku lelah. Benar-benar lelah. Ku pejamkan mataku sejenak. Sungjong sedikit terusik dengan keberadaanku dikamarnya. Dia menoleh padaku sebentar, lalu kembali fokus pada game yang sedang dimainkannya.

“Apa yang terjadi?” tanyanya tanpa menoleh ke arahku.

Aku membuka mataku. Kemudian memposisikan tubuhku duduk disamping Sungjong.

“Aku dijodohkan.” kataku pelan sambil kembali memejamkan mata.

Sungjong tampak mem-pause-kan gamenya kemudian menatapku yang duduk disampingnya.

“Benarkah?” tanyanya.

“Apa kau menerimanya?” tanyanya lagi.

“Aku terpaksa menerimanya.” jawabku datar.

“Dan besok, wanita yang akan dijodohkan denganku itu datang ke rumah kita.” Kataku  masih dengan mata yang terpejam.

“Terima saja.” Kata Sungjong santai kemudian mem-play gamenya dan melanjutkan bermain.

“Kalau kau yang ada di posisiku saat ini, apa yang akan kau lakukan?” tanyaku kepada Sungjong.

“Aku akan menerimanya.”  jawab Sungjong cuek.

“Aku tidak akan bisa menerimanya, apalagi mencintainya…”

Myungsoo POV End

 

 

Myungsoo terpaksa memerima perjodohan ini. Dia sama sekali tidak berniat melakukannya, tetapi dia juga tidak bisa menolak permintaan orang tuanya. Dia tidak bisa melakukan apa-apa kecuali menerima perjodohan gila ini-menurutnya.

Kim Myungsoo, namja berusia 19 tahun yang baru lulus SMA ini harus menjalani perjodohan atas permintaan orang tuanya. Padahal, Myungsoo masih ingin menghabisi masa mudanya dengan hidup tenang, bukan malah terjebak dalam sebuah perjodohan yang sama sekali tidak diinginkannya. Dan Myungsoo hanya bisa pasrah ketika sang eomma berkata bahwa wanita yang dijodohkan dengannya itu akan datang besok.

Next day~

“Dan mulai sekarang kau harus memanggil kami dengan sebutan appa dan eomma, arraseo?” kata Nyonya Kim kepada Suzy.

Mereka baru saja sampai di rumah milik keluarga Kim setelah mereka menjemput Suzy dari rumah sakit. Tuan Kim dan Nyonya Kim sudah menganggap Suzy sebagai anaknya sendiri dan mereka memperlakukan Suzy sama seperti mereka memperlakukan Myungsoo dan Sungjong.

“Anggap saja ini seperti rumah mu sendiri, ne?” kata Tuan Kim sambil tersenyum.

“Arraseo, appa, eomma. Gomawo.” jawab Suzy sedikit kikuk karena merasa tidak enak diperlakukan sangat baik oleh keluarga Kim ini. Dia benar-benar bersyukur bisa dipertemukan dengan keluarga sebaik keluarga Kim.

Mereka memasuki rumah kediaman Kim yang besar itu.

“Sungjong-ah…..” panggil Nyonya Kim.

“Ne, eomma…” jawab Sungjong sambil menuruni anak tangga menuju lantai bawah.

“Kemari. Perkenalkan, ini Suzy. Bae Suzy. Dia yang akan dijodohkan dengan hyungmu. Jadi mulai sekarang panggil dia Noona. Arraseo?” kata Nyonya Kim memperkenalkan Sungjong dengan Suzy.

“Kim Sungjong imnida, Noona.” kata Sungjong memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya.

“Bae Suzy imnida.” kata Suzy sambil menerima uluran tangan Sungjong.

Sungjong tersenyum sambil melepaskan pautan tangan mereka.

“Kau cantik, Noona. Myungsoo hyung pasti beruntung telah dijodohkan denganmu.” kata Myungsoo bermaksud menggoda Suzy sambil mengeluarkan senyum evil khasnya.

Suzy menundukkan kepalanya. Perkataan Sungjong sukses membuat wajahnya merona merah. Membuatnya tampak semakin manis.

“Ya, Sungjong-ah! Jangan menggoda calon hyungmu.” kata sang eomma sambil mengacak rambut Sungjong.

“Aku hanya bercanda, eomma.” Sungjong merapikan rambutnya yang sedikit berantakan akibat tangan eomma nya yang mengacak-acak rambutnya.

“Mana Myungsoo?” tanya Tuan Kim.

“Ku rasa dia ada di kamarnya, appa. Tunggu sebentar. Aku akan memanggilnya.” Sungjong  beranjak menuju kamar Myungsoo untuk memanggilnya turun ke bawah.

Sesampainya ia di kamar Myungsoo, Sungjong melihat hyung nya itu sedang membaca sebuah buku.

“Hyung, kau dipanggil appa untuk turun ke bawah. Calon tunanganmu sudah datang. Dia cantik, hyung. Kau pasti menyukainya.” cengir Sungjong bermaksud untuk menggoda Myungsoo.

“Sebentar lagi.” jawan Myungsoo cuek.

“Ayolah, hyung. Kau harus segera menemui calonmu itu.” Sungjong kini sudah menarik sebelah tangan Myungsoo.

Mau tidak mau akhirnya Myungsoo pun menyerah dan segera mengikuti Sungjong untuk turun ke lantai bawah tempat orang tua dan calon tunangannya itu berada.

Dengan malas, Myungsoo duduk di salah satu sofa ruang keluarga itu.

“Myungsoo-ya, perkenalkan, dia ini calon tunanganmu. Namanya Bae Suzy.” Tuan Kim segera bersuara ketika Myungsoo sudah duduk di sofa.

“Bae Suzy, imnida.” kata Suzy ramah sambil mengulurkan tangannya ke hadapan Myungsoo.

Myungsoo tidak bergeming sama sekali. Dia hanya menatap uluran tangan Suzy sekilas, kemudian mengalihkan pandangannya ke luar jendela.

“Kim Myungsoo, imnida.” Katanya tak berminat, kemudian membalas uluran tangan Suzy dan secepat kilat langsung melepaskannya begitu saja.

“Sepertinya marga Noona akan berganti menjadi Kim. Kim Suzy. Waaa…” Sungjong  mencoba menggoda Myungsoo dan Suzy. Kedua orang tua mereka terkikik geli dengan ucapan Sungjong, wajah Suzy sudah kembali merona merah, sedangkan Myungsoo? Dia malah menatap horror Sungjong. Menurutnya, itu tidak lucu sama sekali.

“Kau benar, Sungjong-ah.” wajah Nyonya Kim tampak berseri-seri.

“Dan kami ingin memberikan sesuatu untuk Myungsoo dan Suzy.” kata Tuan Kim.

Kibum mengernyit heran. Sebelah alisnya terangkat ke atas.

‘Apa lagi ini?’ batinnya curiga.

Tuan Kim mengeluarkan sebuah kotak mungil berwarna merah kemudian membukanya. Tampaklah di dalam kotak itu sepasang cincin berlian yang indah.

“Kalian harus memakai ini sebagai ikatan. Myungsoo-ya, tolong pakaikan ini ke jari manis Suzy, ne?” kata Nyonya Kim sambil memberikan sebelah cincin berlian ke tangan Myungsoo.

Myungsoo menerimanya dengan setengah hati. Beranjak menuju tempat duduk Suzy, duduk di sebelah Suzy, dan tanpa berkata-kata langsung meraih tangan kiri Suzy dan memasukkan cincin berlian itu disana.

Suzy hanya terdiam. Dia sedikit terkejut dengan perlakuan Myungsoo yang tiba-tiba itu. Myungsoo yang melihat Suzy hanya diam tak bereaksi seperti itu langsung menegurnya.

“Ya! Cepat pakaikan cincin itu di jariku.” kata Myungsoo ketus sambil mengangkat tangan kirinya ke hadapan Suzy.

“Eh, n-ne…” Suzy dengan gerakan sedikit terburu-buru segera mengambil sebelah cincin yang masih berada dalam kotak kecil itu, dan dengan perlahan memakaikannya ke jari manis Myungsoo.

“Baiklah. Moment ini harus diabadikan.” kata Sungjong tiba-tiba yang entah sejak kapan sudah memegang sebuah kamera digital.

“Tidak perlu!” kata Myungsoo cepat sambil berdiri dari duduknya bermaksud untuk kembali ke kamarnya. Namun gerakannya terhenti karena appa nya menahan salah satu lengannya.

“Ayolah, kembali duduk dan biarkan Sungjong mengambil foto kalian.” kata Tuan Kim sambil menyeret Myungsoo untuk kembali duduk di samping Suzy.

Myungsoo dan Suzy duduk berdampingan, dan Sungjong sudah bersiap untuk mengambil gambar mereka dengan kamera digital ditangannya.

“Oke, siap….” Sungjong berlagak seperti fotografer terkenal yang sering ditontonnya di televisi.

“Ya, hyung! Tersenyumlah sedikit. Kau terlihat jelek seperti itu.” kata Sungjong kepada Myungsoo dengan gaya sok mengaturnya.

Myungsoo dengan enggan dan sangat terpaksa segera tersenyum.

“1…2…3… “

Klik

Dan pengambilan foto yang diambil Sungjong pun sukses. Tampak dalam foto tersebut Suzy yang tersenyum lebar menambah pesona wajahnya yang cantik, dan Myungsoo yang tersenyum sambil memamerkan ‘lesung pipi’nya itu begitu tampak serasi sebagai sepasang kekasih atau bahkan suami istri.

“Kalian tampak serasi, hyung.” kata Sungjong sambil tersenyum.

“Oh ya, ada satu lagi sesuatu yang akan kami sampaikan kepada kalian.” kata Tuan Kim sambil berdehem sejenak.

“Apa lagi, appa?” tanya Myungsoo mulai kesal.

“Appa dan eomma sudah menyediakan 1 rumah sederhana untuk kalian tinggali. Kalian akan tinggal bersama mulai besok.” kata sang eomma sumringah sambil tersenyum lebar ke arah Myungsoo dan Suzy.

“MWO???”

T

B

C

Note: Alohaaaa aku hadir membawa ff baru hehehe. Maaf kalau masih terlalu pendek, karena masih di chapter 1 hihihi. Masih inget aku, kan? Aku author yang sama yang nulis ff dengan judul Because You Are My Prisoner. Pasti ga ada yang tau ._. okeee sipppp semoga sukaaa yaaaa terima kasih sudah membaca dan meninggalkan komentar ^^

67 responses to “[Freelance] It Must Be Love Chapter 1

  1. Ko myung nya cuek cuek gt ya ama suzy,hehehee apa nantinya myung bakaln suka y ma suzy taw mlah bakal nyakitin suzy dengan sikap acuh ny?,lanjut chapt 2 y author

  2. wahhg . myungzy dijodohin dan mereka bkal tinggal di rumah yg sama, cuma berdua . Wahhh seru pasti. nah itu myung dingin banget . smog sikap myung bsa melembut. aku cawww ke next chap

  3. Aku baru baca ini. Krn reni yg ngarang. Wkwkwkwkwk..
    Mirip yah sm cerita love.

    Pst shock bgt myungsoo. Bru dikenalin, udh suruh mke cincin msg2. Trus skrg mlh disuruh tinggal brg. Wkwkwkwkwk.. gimana coba..

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s