Last Romeo Chapter 8

© High School Graphics by: MsKkamjong

Title : Last Romeo  | Author : dindareginaa | Genre : Comedy, Romance | Rating : Teen | Main Cast : Bae Suzy, Kim Myungsoo | Other Cast : Find by yourself!

“Iya, Ibu. Sebentar lagi aku pulang.”

Myungsoo memindahkan ponselnya ke telinga sebelah kanan. Kenapa hari ini dingin sekali? Lihat! Dari mulutnya saja bahkan sudah keluar uap putih!

“Aku tidak lupa membawakan titipanmu,” lanjutnya lagi. Setelah merasa tak ada yang perlu dibicarakan, Myungsoo menutup sambungan telepon. “Eoh,” Myungsoo menggumam begitu melihat sosok Suzy dan Wonho kini sedang asik bercengkrama di seberang jalan – tepatnya di sebuah café yang tak jauh dari sekolah mereka. “Apa-apaan mereka! Bukannya pulang ke rumah, malah berkencan di hari yang dingin seperti ini,” gerutu Myungsoo.

Myungsoo baru akan pergi dari tempat itu, namun ia mengurungkan niatnya. Lelaki tampan itu terdiam beberapa saat sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk ke café bernuansa purple itu. Myungsoo masuk dengan mengendap-endap. Tentu saja agar Suzy dan Wonho tak menyadari keberadaannya. Setelah cukup lama meneliti tempat itu, Myungsoo akhirnya memutuskan untuk duduk di pojok kiri café, tak jauh dari tempat Suzy dan Wonho berada.

Alisnya mengeryit begitu melihat Wonho dan Suzy sepertinya sedang belajar bersama.  Hal itu terlihat dari buku yang Wonho pegang. Myungsoo tersenyum simpul. “Kencan yang romantis,” sindirnya.

Suzy mengangguk-anggukkan kepalanya begitu Wonho menjelaskan pelajaran yang tak dimengerti Suzy. Sesekali gadis itu bertanya jika masih ada yang tidak dimengertinya. Ia lalu melirik arloji yang bertengger manis dipergelangan tangannya. “Ah, sudah malam ternyata. Kenapa waktu cepat sekali berjalan?” gumamnya. “Kalau begitu aku pulang dulu. Terima kasih sudah mau mengajariku,” Suzy mulai memasukkan buku pelajarannya ke dalam tas.

“Mau ku antar?” tawar Woho tulus.

“Tidak usah,” Suzy menolak dengan halus. Ia tak ingin merepotkan Wonho lagi. “Aku sudah menghubungi Paman Park,” bohongnya. Ya, ia memang berbohong. Suzy sudah beberapa kali menghubungi Paman Park, tetapi lelaki itu tak mengangkat ponselnya. “Kalau begitu, aku duluan. Sampai jumpa besok,” Suzy melambaikan tangannya.

Sesampainya di luar café, gadis itu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru. Jalanan sudah mulai sepi. “Dingin,” gerutu Suzy begitu angin malam mulai berhembus. Gadis itu mulai melangkahkan kakinya. Ia bahkan tak sadar bahwa ia kini sedang diikuti.

Suzy melangkahkan kakinya perlahan. Sesekali gadis itu bersenandung untuk mengurangi rasa takutnya. Jelas saja takut. Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam dan hanya dia yang berada disekitar sini.

Suzy menelan salivanya begitu ia merasakan seseorang berjalan tak jauh darinya. Kenapa perasaanya jadi tidak enak begini? Tak ingin terjadi sesuatu yang buruk, Suzy segera mempercepat langkah kakinya. Tapi, sepertinya orang asing yang kini berada dibelakangnya ikut mempercepat langkahnya.

Tidak. Ini tidak akan berhasil! Suzy memejamkan matanya. Ia menghembuskan nafasnya perlahan sebelum akhirnya membalikkan tubuhnya.

“Siapa kau?! Kenapa sedari tadi mengikutiku?!”

Hening. Tak ada jawaban. Suzy memutuskan untuk membuka matanya yang sempat terpejam. Namun, sedetik kemudian, ia terbelalak.

“Kim Myungsoo! Apa yang kau lakukan? Kau mengikutiku?” tanyanya sedikit tak percaya.

Myungsoo yang sudah tertangkap basah akhirnya tersenyum tanpa rasa bersalah. “Percaya diri sekali! Aku ingin pulang kerumahku!” bohongnya.

Suzy menatap Myungsoo bingung. Tampak kerutan tipis di keningnya. “Benarkah? Bukankah rumahmu disana?” Tangan Suzy terulur, menunjuk ke belakang Myungsoo.

Sial! Myungsoo baru sadar bahwa rute yang mereka lalui sekarang memang berbeda arah dengan rumahnya. Apa yang harus dikatakannya sekarang? Ia benar-benar kehabisan akal.

“Kau mengikutiku?” Suzy mengulangi pertanyaannya.

“Tidak juga,” ujar Myungsoo pelan.

“Tidak juga?”

“Maksudku, tadinya aku ingin berniat pulang, tapi kemudian aku melihatmu berjalan sendirian, jadi aku memutuskan untuk mengikutimu.” Myungsoo tersenyum, berusaha menutupi kebohongannya. Ya. Tentu saja bohong! Karena jelas-jelas Myungsoo masih menguntit Suzy dari awal ia belajar bersama Wonho hingga sekarang.

“Kenapa mengikutiku?” tanya Suzy. Matanya menatap Myungsoo tanpa berkedip. Ia tak ingin berharap lebih pada jawaban Myungsoo.

Myungsoo menghembuskan nafasnya kasar sebelum akhirnya menjawab,”Karena aku mengkhawatirkanmu!”

“Kenapa mengkhawatirkanku?”

“Karena… aku mencintaimu.”

Suzy tak sempat mengucapkan apa-apa lagi karena Myungsoo sudah terlebih dahulu membungkam mulut gadis itu dengan lumatan lembutnya.

Apa… apa ini mimpi? Suzy benar-benar tak menyangka hari ini akan datang juga. Sang romeo membalas perasaan Juliet.

Myungsoo dan Suzy tersenyum sambil berjalan beriringan. Tangan Suzy sedari tadi digenggam hangat oleh Myungsoo, seakan-akan jika Myungsoo melepaskan geggamannya pada Suzy sedetik saja, gadis itu akan pergi.

“Jadi, apa yang kau lakukan dengan Wonho tadi?”

“Wonho?” Suzy terdiam sejenak. Tersadar akan sesuatu, gadis itu segera menghentikan langkahnya. “Kau pembohong!” tandasnya. Dipukulnya pelan lengan lelaki itu. “Kau sejak awal memang berniat menguntitku bukan?”

Ya! Siapa suruh kau selalu berduaan dengannya? Kau membuatku mengumpat padanya beberapa kali. Kau tahu itu?”

Suzy tak bisa menahan senyumnya. Raut kecemburuan tampak jelas di wajah tampan Myungsoo sekarang.

“Kau cemburu?”

“Tentu saja! Bukankah sudah ku bilang bahwa aku meyukaimu? Itu berarti kau tidak boleh berdekatan dengan lelaki manapun selain aku. Karena kita… berkencan sekarang!”

Suzy mendesis. “Pernyataan seperti  apa itu? Tidak romantis sekali,” ejeknya.

Myugsoo terdiam sejenak. Kedua tangannya lalu mengusap pipi Suzy dengan lembut. “Dengar. Aku mungkin tak seromantis kekasih-kekasihmu terdahulu. Tetapi percayalah, aku mencintaimu lebih dari siapapun didunia ini.”

Suzy mengerjap-ngerjapkan kedua matanya. Myungsoo mungkin bersikap dingin terhadapnya, tetapi dialah lelaki yang benar-benar menggetarkan hatinya dengan sangat hebat.

“Aku mencintaimu.” Suzy memeluk erat tubuh Myungsoo.

“Aku juga.”

Suzy tersenyum. Namun, sedetik kemudian, ia melepaskan pelukannya dan langsung menatap Myungsoo dengan penuh selidik.

“Tapi, kau tidak ada hubungan apa-apa dengan Naeun bukan?”

“Naeun? Kenapa kau bertanya begitu?”

“Aku melihatmu dengannya berpelukan kemarin. Jadi, benar kalian tidak ada hubungan apa-apa?”

Myungsoo mengangguk. “Aku sudah menganggap Naeun seperti adikku sendiri. Tapi, dia malah mengacaukan semuanya dengan menyatakan perasaannya padaku.”

Suzy menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Myungsoo.

“Bagaimana denganmu?”

“Apa?” tanya Suzy tak megerti.

“Kau dengan Wonho. Kupikir kalian berkencan atau sesuatu seperti itu.”

“Aku hanya meminta Wonho mengajariku. Ya! Aku sudah berubah! Aku tak mau nilaiku rendah hanya karena tidak sungguh-sungguh belajar.”

“Baguslah kalau begitu,” ujar Myungsoo lega. “Mulai sekarang, kita harus berjanji untuk tidak dekat dengan lawan jenis. Deal?” Myungsoo mengulurkan tangannya.

Deal,” Suzy menyambut uluran tangan Myungsoo.

“Jadi kau berkencan dengan Suzy?”

Myungsoo mengangguk seraya menyantap sarapannya begitu mendengar pertanyaan teman sekelasnya – Oh Sehun. “Kenapa?” tanyanya.

Lelaki tampan itu menggeleng. “Tidak ada. Hanya saja… apa kau tidak pernah mendengar reputasi Suzy sebagai seorang player?”

“Itu dulu. Suzy bukan gadis yang seperti itu lagi sekarang,” ujar Myungsoo yakin.

“Berdoa sajalah semoga kau bukan salah satu dari targetnya, Kim Myungsoo.”

Myungsoo hanya diam dan kembali melanjutkan santapannya.

“Kau berkencan dengan Kim Myungsoo? Uwah, selamat!” ucap Jiyeon tulus begitu Suzy menceritakan apa yang terjadi antara ia dan Myungsoo. “Tapi, aku sudah menduga bahwa dia memang menyukaimu,” tambahnya lagi.

“Maksudmu?”

“Apa kau tidak merasa bahwa semenjak kau menghindarinya, lelaki itu sering mencuri pandang terhadapmu?”

“Benarkah?” tanya Suzy tak percaya. Selama ini ia berpikir bahwa Myungsoo sama sekali tak peduli dengannya, ternyata ia salah. “Omong-omong, dimana Krystal?” tanya Suzy tiba-tiba begitu sadar bahwa gadis beramput panjang itu tak ada diantara mereka.

Jiyeon mengidikkan kedua bahunya. Namun, keduanya tersentak kaget begitu Krystal dengan tergopoh-gopoh berlari menghampiri mereka.

Ya! Ada apa denganmu? Kenapa terburu-buru begitu?” tanya Jiyeon kesal.

“Kalian sudah dengar?”

“Dengar apa?” tanya keduanya, bingung dengan arah pembicaraan Krystal.

“Son Naeun menyabotase soal ujian. Dia dipanggil keruangan kepala sekolah sekarang.”

“Benarkah? Aku tidak percaya gadis itu mau melakukan hal licik untuk mempertahankan peringkatnya.”

Krystal mengangguk, setuju dengan perkataan Jiyeon. “Eoh, Suzy-ah, kau mau kemana?” tanya gadis itu begitu Suzy berlari kecil keluar dari kelas.

“Kenapa kau melakukan itu?” tanya Myungsoo tak percaya.

Dihadapannya, Son Naeun hanya menundukkan kepalanya seraya memainkan kuku-kuku jarinya.

“Son Naeun! Jawab aku!”

Naeun tersenyum lirih sebelum akhirya mengangkat kepalanya, menatap mata Myungsoo yang indah yang sayangnya tak pernah melihatnya sedikitpun.

“Karena aku menyukaimu! Aku tidak mau kau direbut oleh Bae Suzy! Aku bingung, aku takut! Aku takut kehilanganmu, Kim Myungsoo!” Naeun memeluk Myungsoo dengan sangat erat. Namun, Myungsoo lagsung melepaskan pelukan Naeun.

“Son Naeun! Hentikan! Dengarkan aku. Kau akan selalu mejadi sahabat baikku. Selalu, Son Naeun.”

Naeun menggelengkan kepalanya. “Aku tidak mau hanya jadi sekedar sahabat ataupun adik untukmu. Aku ingin menjadi seorang wanita dimatamu! Tapi, tampaknya itu mustahil.” Naeun terdiam sejenak sebelum akhirnya melanjutkan,”Aku akan pindah ke New York besok. Kuharap, aku akan menemukan seseorang yang bisa mencintaiku seperti kau mencintai Bae Suzy. Selamat tinggal,” Naeun melambaikan tangannya sebelum akhirnya pergi.

Myungsoo menghembuskan nafasnya perlahan. Sekarang ia kehilangan satu teman terbaiknya. Myungsoo membalikkan tubuhnya. Namu, ia terpernjat begitu melihat Suzy kini sudah berada dihadapannya.

“Su..Suzy-ah… Aku bisa menjelaskan semuanya.”

“Apa dia baik-baik saja?”

Myungsoo menatap Suzy tak percaya begitu mendengar pertanyaan gadis itu.

“Apa dia pergi karena aku?”

“Kau mengkhawatirkannya?”

“Tentu saja! Bagaimanapun juga dia melakukan hal itu karena aku. Benar bukan?”

Myungsoo membentuk senyum simpul dibibir tipisnya. “Tidak. Dia tidak melakukan itu karenamu. Dia juga pergi bukan karenamu. Sekarang ini dia butuh sendiri. Percayalah, seiring berjalannya waktu, semuanya akan baik-baik saja.”

“Baguslah kalau begitu,” ujar Suzy lega.

“Omong-omong, apa kau sibuk hari minggu ini?”

“Tidak. Kenapa?” tanya Suzy. “Apa kau ingin mengajakku kencan? Kencan yang sebenarnya?” tanyanya lagi. Kali ini dengan nada yang sedikit lebih tinggi. Masih ingat dengan kencan pertama mereka bukan? Saat itu, Myungsoo malah mengajak Naeun dan merusak suasana hati Suzy. Walau akhirnya, Myungsoo menyusul Suzy juga waktu itu.

Myugsoo hanya diam. Lelaki itu menatap Suzy dengan tatapan penuh arti.

Ini sudah yang ke sepuluh kalinya Suzy memperhatikan bayangannya di kaca miliknya. Gadis itu menghembuskan nafasnya perlahan, berusaha megurangi rasa gugupnya. Ada apa denganmu sebenarnya, Bae Suzy?! Kau bahkan sudah sering kencan dengan pria lain sebelum Myungsoo. Tapi, kenapa jantungmu berdetak tak stabil?

Dimana, Kim Myungsoo sebenarnya? Apa dia tak tahu kalau waita tidak suka menunggu di kencannya? Suzy melirik arlojinya. Ah, ternyata dia yang datang lebih cepat dari waktu janjiannya dengan Myungsoo.

Eoh, Bae Suzy! Benarkah itu kau?”

Suzy menoleh ke sumber suara. Ia sotak tersenyum. “Minho Oppa! Lama tak bertemu!” sapa Suzy. Choi Minho – satu dari sejuta mantan kekasih Suzy. Lelaki tinggi dan berkulit coklat itu menjadi kekasih terlama Suzy. Mereka berkencan selama sebulan. Lelaki itu baik, sopan dan perhatian. Hanya saja Suzy tidak terlalu suka dengan tipe lelaki membosankan seperti itu.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Minho.

“Aku sedang menunggu teman kencanku.”

Minho tersenyum. “Kau masih mau bermain dengan para lelaki huh?”

“Tidak. Kali ini berbeda. Dia benar-benar berbeda dari lelaki yang pernah kukencani. Dia… Romeo-ku.”

“Jadi, kau masih percaya dengan cerita karya Shakespeare itu?”

Suzy mengangguk lalu terseyum. “Aku akhirnya menemukannya.”

“Kalau begitu aku pergi dulu. Aku tidak mau mengganggu kencanmu,” Minho mencium lembut kening Suzy sebelum akhirnya meninggalkannya. Lelaki itu tak berubah. Tetap bersikap hangat setelah apa yang dilakukan Suzy padanya – memutuskannya tanpa alasan yang jelas.

Suzy lalu menatap kesekeliling. Ia tersenyum begitu menemukan sosok Myungsoo tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang. Baru saja Suzy akan melambaikan tangannya, lelaki itu sudah terlanjur pergi. Ada apa dengan lelaki itu? Suzy terdiam sejeak. Jangan-jangan… Myungsoo melihat Minho menciumnya?!

Tanpa menunggu lebih lama lagi, Suzy segera berlari mengejar Myungsoo. Namun, sepertinya Myungsoo pergi dengan cepat sehingga Suzy kehilangan jejaknya. Suzy baru saja ingin pergi, begitu se-bucket mawar merah tak bertuan tergeletak tak jauh dari tempatnya berdiri. Suzy segera mengambil bunga tersebut dan langsung membaca kertas ucapannya.

Untuk gadis yang lebih indah dari jutaan bunga bawar di dunia, Bae Suzy. Aku mencintaimu.

“Kim Myungsoo! Kau bodoh!”

TO BE CONTINUED

Hello! I’m back! Siapa yang kangen? Pasti nggak ada T.T Guess what? Ini ff bakalan tamat kalo nggak next chapter, ya satu chapter lagi. Seperti biasa bakalan di protect ya. How to get the password?

  • Pastikan kamu sudah memberi reveiew atau komentar pada Fanfiction Last Romeo Chapter 1 – Semi Final
  • Mention @authordinda / kirim pesan ke facebook Dinda Regina Violita II. Kalau bisa sekalian id komentar biar nggak dua kali kerja 🙂
  • Sekian dan terima kasih  ._.
Advertisements

158 responses to “Last Romeo Chapter 8

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s