Catastrophically [1st]

catastrophically

⌊ Wu Yifan ♦ Bae Suzy ♦ Kim Myungsoo ♦ Oh Sehun ⌉

Fantasy — PG17 — Series – Poster credit to thebrightflame

beginning

Wu Yifan melempar pisau peraknya kearah iblis yang berada tepat di depannya.

Clash

Pisau itu tepat sekali menusuk di jantung sang iblis. Nanah bercampur dengan darah yang bercucuran dari tubuh sang iblis. Tidak lama kemudian, iblis tadi telah berubah menjadi seonggok daging gosong. Kris  menunggu sampai asap dari iblis itu hilang. Bukannya Kris takut dikalau iblis itu bangun kembali. Tetapi, Kris jijik akan iblis itu. Bau darah iblis itu benar-benar menusuk hidung Kris.

Kris mendekati seoongok daging gosong itu dan mencoba mencabut pisau perak kesayangannya. Tapi, terlambat. Asam dari darah iblis itu malah memakan bilah pisau perak Kris. Kris mengumpat cukup keras dan melempar bilah perak itu. Baginya, pisau itu sangatlah bagus dan berharga. Ia menendang daging gosong itu ke arah gorong-gorong di dekatnya. Ya, iblis itu sudah mati atau kembali lagi ke neraka, tenpat di mana seharusnya ia berada. Tetapi, kematian sebuah iblis tidak bisa benar-benar bersih. Pasti saja selalu meninggalkan bangkai. Dan Kris membenci hal itu.

“Myungsoo, kau lihat tadi? Sebuah strike. Diriku keren bukan?” Ucap Kris. Tetapi, tepat saat Kris membalikkan badan, tidak ada Myungsoo di belakangnya. “Myungsoo?” Panggilnya. “Dimana kau?” Teriak Kris. “Ah bocah sialan merepotkan saja, kemana lagi dia,” lanjutnya.

Beberapa saat lalu, parabatai Kris atau Kim Myungsoo. Berada tepat di belakang Kris, menjaga Kris dari serangan musuh yang bersifat tiba-tiba. Tetapi, kini Kim Myungsoo malah menghilang begitu saja.

Kris mengerutkan dahinya. Ia jengkel. Bagaimana bisa Myungsoo meninggalkan Kris di lorong itu sendirian. Itu benar-benar bukan sifat Myungsoo.

Kris berjalan dalam kegelepan. Sinar bulan yang menerangi malam ini juga menerangi wajah Kris. Tertampak jelas ia benar-benar kesal. Bukan kesal terhadap sikap Myungsoo yang mendadak hilang. Melainkan, kenapa Myungsoo hilang saat Kris sedang memamerkan kehebatannya. Jadi, buat apa tadi Kris memamerkan kehebatannya di saat tidak ada Myungsoo yang bisa dipameri.

Kris sudah 6 tahun berada di Korea. Singkatnya, ia sungguh hapal jalan-jalan di Korea. Apalagi, ia seorang pemburu bayangan yang notabenya seperti pengembara.

Kris berbelok ke kanan lalu ke kiri lalu lurus kembali dan otomatis membuatnya berjalan si sisi sungai Han. Tetapi, tiba-tiba saja ada sebuah bayangan.. Apakah itu Myungsoo? Bukan itu bukan Myungsoo. Itu hanya manusia fana yang sedang berjalan dipinggir Sungai Han. Manusia fana itu berjalan dan menembus Kris. Menembus. Ya, menembus. Kris sedang menggunakan tudung pesona. Itu artinya manusia fana tidak bisa melihatnya apalagi menyetuhnya. Dengan kata lain bagi manusia fana, Kris itu bukan apa-apa. Um, maksudnya ia tidak terlihat dan tidak bisa dirasa. Ia memutuskan untuk menjauh dari Sungai Han. Ia tahu betul, Myungsoo meninggalkannya bukan untuk bersantai meratapi diri di pinggir Sungai Han.

Ia menelurusi jalan sempit itu sendirian. Benar-benar sendirian. Ia berniat untuk kembali ke institut. Tapi, jika di institut tidak ada Myungsoo, habislah dia. Karena, Kris pikir. Orang-orang di istitut jauh menyayangi Myungsoo daripada dirinya. Ya, mungkin bahkan lebih menyayangi sepatu Myungsoo daripada Kris.

“Bajingan keparat, dimana kau. Kim Myungsoo dimana kau,” umpatan Kris meninggi. Tetapi nihil, tidak ada tanggapan dari parabatainya itu. Kris yang sedari tadi menahan rasa jengkel, tidak memperhatikan sekekelilingnya. Dan tiba-tiba.

Brak

Ia terjatuh. Terjatuhnya tersungkur pula. Manusia fana disekitarnya kebingungan, mereka menoleh ke kanan lalu ke kiri untuk mencari sumber suara yang di timbulkan Kria. Tetapi, mereka tidak melihat apapun karena Kris memang sedang memakai tudung pesonanya.

“Sialan,” ujar Kris. Ia berdarah. Dengan cepat ia mengambil stela-nya dan menggambar rune iratze atau penyembuh. Walaupun gambarnya tentu saja  tidak sebagus buatan Myungsoo, tetapi, untungnya khasiat rune itu tetap ada. Kris berdiri dan membersihkan bajunya yang kotor. Ia mengumpat lagi. Ia malu walaupun tidak ada yang melihatnya tetap saja ia malu. Bagaimana bisa ia membunuh iblis sekeren itu tapi hanya dengan terjatuh saja ia berdarah. “Kim Myungsoo. Myungsoo. Dimana kau bajingan pengkhianat,” kini umpatan Kris bahkan lebih tinggi dari sebelumnya.

Dan hasilnya, ia mendapatkan jawaban samar-samar, “Aku disini, ikuti witchlight-nya.”

Kris mengikuti sumber suara itu. Dan sampailah ia pada sebuah lorong sempit di antara dua gudang.

“Rupanya kau disini, tadi kau lihat tidak? Aku hanya melempar pisau itu sekali dan langsung menusuk tepat di jantungnya. Lalu BAM iblis itu langsung mati. Ya, walaupun aku harus kehilangan pisau perak itu,” pamer Kris.

“Iya aku lihat,” balas seorang pemuda. Lalu, pemuda itu keluar dari pintu gudang yang berada di sebelah kiri. Pemuda yang berparas putih itu sangatlah pucat di bawah sorot cahaya lampu. Bahkan lebih pucat dari sebelumnya, ya memang sudah pucat. Dia juga tidak menggunakan tutup kepala, yang menunjukkan rambut cokelatnya yang secoklat matanya. Jika diperhatikan baik-baik, ada noda merah yang membentang di lengan bajunya.

“Kau berdarah,” ucap Kris bergetar.

“Bukan darahku,” jawab Myungsoo ringan untuk meredakan kecemasan Kris.

“Lalu?” Tanya Kris. Myungsoo mengajakknya masuk ke dalam gudang itu.

“Ini darah dia,” tunjuk Myungsoo.

Terkulailah sebuah tubuh ramping. Rambutnya yang berwarna perak menghiasi gudang tua itu.

“Seorang wanita fana?” Tanya Kris.

“Tepatnya gadis fana, kukira umurnya tak lebih dari 15 tahun,” jawab Myungsoo.

Mendengar itu Kris mengumpat. Umpatan yang keras dan cukup hebat untuk menyakiti hati seseorang. Myungsoo menunggu dengan sabar sampai sahabatnya ini menyudahi umpatannya.

“Iblis itu, jangan-jangan iblis yang tadi,” geram Kris. “Coba kita lebih cepat menemukannya.”

“Bukan, sepertinya bukan iblis itu penyebabnya. Iblis itu parasit. Ia akan membawa korbannya yang masih hidup lalu menanamkan telur pada kulit korban. Tapi, lihatlah gadis ini. Ia seperti ditikam berkali-kali. Lalu ia mati karena mencoba kabur tapi tidak bisa karena luka yang begitu parah,” jelas Myungsoo.

“Tapi iblis yang tadi—” ucap Kris.

“Sudah kubilang bukan iblis yang kau bunuh tadi yang melakukannya Wu Yifan. Mungkin, iblis itu mengejarnya atau memburu sesuatu yang lain. Tapi, aku sangat yakin sekali bukan iblis itu yang membunuhnya,” ujar Myungsoo.

“Oh, baiklah,” balas Kris singkat. Mereka memindahkan tubuh sang gadis ke tempat yang lebih terang agar seorang polisi fana bisa menemukannya. Lalu, Kris dan Myungsoo meninggalkan gadis itu.

Mereka berjalan dan tepatnya di bantaran sungai Han. Kris menurunkan tudungnya untuk menikmati angin malam tapi seakan mengkhianatinya, angin malam itu malah membuat rambut Kris acak-acakkan tidak karuan. Padahal, ia sudah memakai gel rambut.

“Sialan, gel rambutmu tidak berguna,” gerutu Kris.

“Kau bisa lihat rambutku baik-baik saja,” ujar Myungsoo. Kris hanya mendengus. Tetapi, Myungsoo malah berhenti mendadak.

“Sudah kubilang gel rambutmu itu sampah,” ceplos Kris.

“Bukan, aku bukan ingin membicarakan gel rambut Kris, aku baru ingat sesuatu.” Myungsoo mengambil sesuatu dari kantung jaketnya. “Ini,” ucap Myungsoo.

“Apa ini?” Kris malah balik bertanya.

“Itu pisau bodoh,” kata Myungsoo.

I know right. Maksudku, kenapa kau memberikanku ini?” Tanya Kris.

“Itu benda yang membunuh gadis barusan.” Myungsoo meminta pisau itu kembali dari Kris. “Tadi, sempat kucuci di dapur gudang.”

“Hanya Kim Myungsoo yang bisa sempat melakukan seperti itu,” ledek Kris.

“Aku tidak bercanda Kris. Maksudku, ini bukan pisau seorang iblis ataupun shadowhunter. Ini pisau berburu fana, perhatikan betapa tipis bilahnya,” jelas Myungsoo.

Kris mengambil pisau itu. Ia mengamati pisau itu baik-baik. Dan benar saja, bilah pisau itu sangatlah tipis bahkan lebih tipis dari pisau perak Kris. Setelah selesai mengamati bilah pisau itu, Kris berpindah pada gagang pisau itu. Gagangnya terbuat dari tulang yang dipelitur. Setelah itu, Kris mengecek bagian rata pisau itu. Terlihatlah sisi hitam dengan titik putih diatasnya dan sisi putih dengan titik hitam di atasnya.

“Yin dan Yang,” ucap Myungsoo sambil ikut memperhatikan pisau itu. “Kira-kira apa artinya?”

“Bagaimana segala sesuatu bekerja,” jelas Kris.

Myungsoo memutar bola matanya, “Aku tahu itu Wu Yifan. Maksudku kenapa pisau itu bisa ada disana.”

“Iblis atau penghuni dunia bawah lainnya tidak mungkin menggunakan pisau ini. Ini pisau fana,” sahut Kris.

Myungsoo mengernyit, “Demi malaikat Raziel. Aku sudah bilang itu Kris.”

“Maksudku, bisa saja seorang fana dirasuki oleh penghuni di dunia bawah dan mengejar gadis itu, karena mungkin gadis itu mengetahui sesuatu,” ujar Kris.

“Mungkin saja,” akhirnya Myungsoo mengangguk.

“Fana-fana bodoh yang menyelundupkan sihir untuk mendapatkan kekuasaan dan kekayaan,” ucap Kris .

“Fana-fana cantik yang berujung menjadi rombengan darah-darah di pentagram,” getir Myungsoo.

“Fana-fana manis yang selalu kita lindungi demi kedamaian dan kesejahteraan mereka,” senyum Kris. Ia memasukkan pisau itu ke dalam saku jaketnya. “Menurutmu, apakah Bomi akan mengijinkan diriku untuk menyelidiki ini?”

Myungsoo malah balik bertanya kepada Kris, “Menurutmu apakah dirimu dipercayai di institut?”

Kris tertawa. Tertawa sangat keras. Sampai Myungsoo tersenyum melihat sahabatnya tertawa puas seperti itu. Karena, jarang sekali seorang Wu Yifan tertawa. Ia hanya bisa mengumpat, menggerutu dan menghina.

“Sialan kau,” tawa Kris.

“Wanita-wanita dengan moral yang rapuh, neraka judi, selalu keluar malam, pulang dengan mabuk. Menurutmu?” Goda Myungsoo.

Kris tersenyum. Senyum yang sangat indah. Seperti senyum seorang malaikat. “Diijinkan atau tidak aku akan tetap saja.”

“Ya aku tahu itu Wu Yifan. Lakukan sesukamu, kau selalu begitu,” ujar Myungsoo.

Mereka berdua kembali lagi berlajan. Menikmati dinginnya angin malam.

[Catastrophically]

“Aku ingin kesana,” pinta sang gadis ke lelaki tinggi di sebelahnya.

“YAK Suzy, apakah kau sudah gila? aku bisa ditampar oleh ibumu. Lagipula kau masih dibawah umur ingat itu,”gertak sang lelaki.

“Hanya sekali saja. Lagipula, ibuku tidak akan tahu ini Sehun,” pinta sang gadis lagi.

Sepertinya, Sehun seakan luluh dengan gadis yang bernama Suzy itu, “Baiklah, tapi hanya untuk kali ini.”

Suzy tersenyum mendengar ucapan Sehun, “Kau memang sahabatku yang terbaik.”

“Ya,ya,ya,” ujar Sehun. Lalu dengan cepat tangannya di tarik oleh Suzy. “YAK Bae Suzy, pelan-pelan.”

[Catastrophically]

“Klub apa ini,” ketus Sehun.

“Tidak bisakah kau baca? Ini klub Pandemonium bodoh. Itu tertulis di atas sangat jelas,” ujar Suzy. Sehun hanya menggaruk-garukkan kepalanya. Ia bahkan tidak melihat apapun.

Ya, itu klub Pandemonium. Klub Pandemonium adalah organisasi untuk seorang manusia fana yang tertarik akan dunia bayangan. Biasanya, anggota-anggota klub ini sangatlah kaya dan penghuni dunia bawah yang kuat. Organisasi ini rata-rata bertempat di suatu klub malam yang cukup mewah.

Suzy dan Sehun berhenti tepat di depan klub itu.

“Ia tampan sekali,” ceplos Suzy.

“Siapa?” Tanya Sehun.

“Pemuda tinggi itu,” tunjuk Suzy.

Sehun hanya memutar bola matanya, “Ya terserah kau. Aku ingin cepat-cepat keluar dari tempat ini.”

“Ah, ayolah bahkan kita belum masuk,” ucap Suzy dan lagi-lagi menarik tangan Sehun.

[Catastrophically]

Kris memasuki kamar Myungsoo dengan tampang datar.

“Bagaimana diijinkan tidak?” Tanya Myungsoo.

“Tanpa bicarapun kau pasti sudah tahu jawabannya,” balas Kris.

Myungsoo tertawa.

“Brengsek,” ucap Kris.

“Sebodoh apapun orang itu, kau tetap tidak akan diijinkan,” ujar Myungsoo.

Tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu kamar Myungsoo.

“Masuk saja,” teriak Myungsoo. Terlihatlah seorang gadis memasuki ruangan itu. Gadis itu berpakaian layaknya seorang pelayan. Ya, memang pelayan. “Ya, ada apa Krystal?” Tanya Myungsoo.

“Aku hanya ingin memberitahukan kepada kalian berdua. Bahwa nyonya Bomi tidak mengijinkan siapapun meninggalkan institut ini,” jelas Krystal. “Terutama untuk tuan Kris,” lanjutnya.

“Aku sudah tahu itu bodoh,” kata Kris kepada Krystal.

“Hey, jangan kasar seperti itu. Dia hanya menyampaikan pesan,” ucap Myungsoo cepat sebelum Kris melanjutkan ucapannya. Krystal seperti berterima kasih kepada Myungsoo. Myungsoo mengangguk dan tersenyum, “Kau bisa keluar sekarang. Terima kasih.”

Krystal mengangguk dan bergegas keluar dari kamar Myungsoo.

“Jangan beri aku tampang seperti itu,” pekik Myungsoo.

“Kau tahu kan maksudku?” Senyum Kris.

“Ya Wu Yifan. Aku tahu, semakin kau dilarang semakin kau ingin melakukannya. Jadi, sekarang apa yang harus kulakukan,” lirih Myungsoo.

“Ini kunci kamarku, jika Bomi menghampirimu. Bilang aku sudah tertidur. Malam ini juga aku akan pergi ke Klub Pandemonium untuk memburu iblis,” jelas Kris.

“Iblis atau wanita.”

“Iblis kau sialan,”

“Baiklah.”

“Ingat kunci kamarku ini,” ucap Kris.

“Ya,” ucap Myungsoo singkat. Kris memberikan kuncinya dan memeluk Myungsoo. “Stop sekarang atau aku akan membunuhmu Wu Yifan. Aku bersumpah, ini sungguh menjijikan.”

“Kalau begitu aku pergi dahulu,” ucap Kris sambil melepaskan pelukannya.

“Senjatamu?” Tanya Myungsoo.

Kris menunjukkan cahaya keperakkan di pinggangnya yang ditutupi oleh jubah tudung pesonanya, “Tidak perlu banyak-banyak. Kau tahukan aku super hebat.”

“Terserah kau. Eh, tunggu jangan berani-berani kau meloncati jendela indahku itu.” kata Myungsoo.

“Kau pikir selama 6 tahun disini aku tidak menjelajahi isi institut ini?” Kris memamerkan giginya.

“Jadi ada sebuah jalan rahasia!?” Seru Myungsoo.

“Bukan, tetapi itu hanyalah sebuah jalanan umum untuk para penghuni dunia bawah,” jelas Kris kepada Myungsoo. “Baiklah, selamat malam Kim Myungsoo.”

TO BE CONTINUED

P.s : Chapter yang ini belum mendekati inti cerita. Dan, scene Suzy memang baru sedikit karena ya emang baru sedikit deh. Aku mohon kritik dan saran kalian untuk ff ini.

 

20 responses to “Catastrophically [1st]

  1. mungkin karena baru part 1 jadi belum ada sesuatu yg special disini/? hehe
    tapi suka deh sama persahabatan myung-kris

  2. Baru part pertama masih kurang ngerti jalan ceritanya akan kayak gemana. Status suzy di sini apa dan bagaimana juga lom tau. Tapi wajar sih cz ini kan masih perkenalan awal. hihiii

  3. —kalau boleh kasih saran—jika ada kata2 “aneh” spt manusia fana apa bisa penulis menyertakan apa sich maksudx???? secara bahasa penulis di sini sungguh—emmmm bilang apa ya??? filosofis??? mungkin ga gitu juga–intinya beda dech sama yg lain, tp bagus koq susunan kalimatx.. kalau bisa juga jika ada rune yg disebut mungkin bisa diberi gambar kembali–walau pas awal kmrn sempat diposing juga…

    part ini masih kalah sama beginning?prolog? kemariiiinnnn yg asli kereennn, o y, apa cowok tinggi n tampan yg dilihat suzy di club itu Kris????

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s