[ONE SHOOT] OUR DIFFERENT WORLD

tumblr_m7cl0wiPiq1r10bg2o1_1280sss Title : Our Different World | Author : @ohohmr| Genre : Romance, Sad | Rating : General | Main Cast : Bae Suzy as Suzy, Kim Myungsoo as Myungsoo

.

.

Summary: Kita berada di dua dunia yang berbeda, kau disana dan aku disini.

***

Seorang gadis duduk di halte bus di depan SMA Seoul, paras gadis itu sangat cantik, orang-orang yang berseliweran di sekitarnya bahkan berdecak kagum ketika melihatnya. Gadis itu tidak memakai make-up sekali pun. Wajah itu terlihat murni. Semburat cahaya matahari sore menyinari wajahnya, membuatnya terlihat seperti seorang malaikat yang baru saja turun dari langit.

Gadis itu merasakan sesuatu sedang bergetar di dalam kantong bajunya, benar saja, ternyata ponselnya berdering. “Yeoboseyo?” ujar gadis itu, suaranya sangat lembut dan menawan.

Adeul, dimana kau?” suara seseorang di seberang terdengar khawatir.

“Ah, Eomma.” ujar gadis itu ketika mengetahui siapa yang meneleponnya. “Mianhae tidak memberi kabar. Aku sedang dalam perjalanan menuju ke rumah.”

Setelah bercakap-cakap cukup lama, gadis itu pun memutuskan sambungan telepon, kemudian ia mengembalikan ponselnya di posisi semula. Tiba-tiba seorang namja berseragam sekolah menengah atas duduk di sebelahnya, di lihat dari label bajunya, ia satu sekolah dengan gadis itu, namun gadis itu tidak pernah melihat wajah itu di sekolahnya.

“Ada apa?” mendengar lontaran sang namja, wajah gadis itu memerah. Matilah aku, keluh gadis itu dalam hati. “Kenapa dari tadi kau menatapku seperti itu?” tanya namja itu untuk kedua kalinya. Anehnya, kenapa namja itu bisa tahu kalau seseorang sedang menatapnya, padahal sedari tadi namja itu sedang menatap entah kemana.

Untuk kedua kalinya pun, gadis itu tidak menjawab pertanyaan namja di sebelahnya. Ia cepat-cepat mengedarkan pandangannya ke lain arah.

Apa dia melihat wajahku? Sepertinya tidak, semoga saja tidak. Karena wajahku terlihat seperti kepiting rebus saat ini, ujar gadis itu lagi, ia malu setengah mati.

“Hei, kepiting!” seru namja itu, nada suaranya terlihat mengejek. Kali ini giliran namja itu yang menatap gadis di sebelahnya.

Gadis itu tertegun, ia dengan cepat menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Gadis itu sangat membenci wajahnya yang saat ini memerah. Saking kesalnya ia memaki dirinya sendiri di dalam hati. Ia sungkan menampakkan wajahnya itu.

“Aku suka wajah merahmu itu, terlihat sangat imut.”

Kalimat itu tambah memperparah keadaan, kini wajah gadis itu seperti menyemburkan asap panas. Wajahnya tampak sangat merah.

“Kumohon hentikan,” lirih gadis itu.

“Akhirnya kau bicara juga.” ternyata namja itu tidak bermaksud mengejek gadis di sebelahnya, melainkan ingin mendengar suara gadis itu.

Setelah merasa wajahnya sudah lebih baik dari sebelumnya, gadis itu perlahan-lahan menampakkan wajah cantiknya itu. Ia menatap namja itu bingung. Ia memiringkan kepalanya ke kanan. “Hmm..” gumam gadis itu. “Kau murid SMA  Seoul?” kini giliran gadis itu yang bertanya.

“Ya,” ujar namja itu membenarkan.

“Tapi kenapa aku tidak pernah melihatmu, ya?”

“Mungkin itu karena aku tidak pernah masuk sekolah lagi sejak saat itu.”

“Hmm.. begitu rupanya,” ia mendapati namja itu sedang menatapnya sendu. Namja itu seperti merasa sedih dan merindukan sesuatu. “Ada apa?”

“Tidak apa-apa, aku hanya ingin memberitahumu bahwa kita satu kelas.”

Mwo?!” seru gadis itu kaget bukan main. “Kau sedang bercanda, ya?”

“Aku serius,” wajah namja itu tidak terlihat sedang berbohong.

Gadis itu kesal pada dirinya karena tidak mengetahui teman sekelasnya sendiri. Ia merasa tertekan sekarang. Ia juga tidak tahu harus mengatakan apa lagi.

“Sudahlah, tidak apa-apa jika kau tidak mengenalku. Jangan memasang ekspresi seperti itu, aku tidak suka.”

“Baiklah, mulai sekarang kita akan berteman. Hanya ini yang bisa kulakukan untuk menebus kesalahanku. Namaku Bae Suzy, siapa namamu?”

“Aku.. Kim Myungsoo..” terdengar keraguan di dalam suara itu. Tiba-tiba sebuah ingatan menelusup ke dalam pikiran Suzy, sepertinya ia pernah mendengar nama itu. Tapi dimana? Ia sendiri lupa dimana ia pernah mendengarnya.

Mereka saling berjabat tangan. Sengatan listrik kecil seperti menyambar tangan Suzy, sontak ia melepaskan tangannya itu, “Maaf. Aku tidak sengaja. Tadi seperti ada sengatan listrik kecil yang sontak membuatku kaget.”

“Tidak apa-apa,” Myungsoo tersenyum kecil membentuk sebuah smirk.

***

Sejauh ini hubungan pertemanan antara Suzy dan Myungsoo sudah terbilang sangat baik, mereka sering bepergian bersama. Namun orang-orang di sekitar memiliki pikirannya masing-masing yang berbeda satu sama lain. Mereka beranggapan Suzy adalah orang gila. Gosip sudah menyebar bahwa Suzy adalah seseorang yang tidak waras. Semua orang sudah terlanjur mengganggapnya gila. Dan hal itu sudah ramai di perbincangankan.

Suzy menggandeng tangan Myungsoo, “Ayo ke kantin.”

“Tidak,” kata Myungsoo singkat.

“Kenapa?” sungut Suzy. Ia heran dengan sikap Myungsoo yang menolak tawarannya, tidak biasanya ia seperti ini.

“Biarkan aku sendiri,” Myungsoo berkata tanpa menatap Suzy. Ia terus fokus pada sesuatu yang di bacanya sedari tadi. Kepedihan menelusup ke dalam pikiran Myungsoo. Lagi-lagi ketika ia membaca buku itu ia merasakan sesuatu seperti menghantam dadanya dengan sangat keras, membuat hatinya menjadi teramat sakit. Ia mengerang kesakitan di dalam hatinya.

“Kumohon..” Suzy mengguncang pundak Myungsoo, akhirnya Myungsoo menerima tawaran Suzy. Mereka pergi ke kantin, hanya Suzy yang makan, Myungsoo tidak makan. Seperti itulah tiap harinya.

“Lagi-lagi kau tidak makan. Ada apa?” tanya Suzy sambil meniup-niup ramyeon miliknya yang terlihat masih sangat panas.

Myungsoo tidak menjawab, ia mengedarkan pandangannya ke segala arah. Benar dugaan Myungsoo bahwa saat ini orang-orang sedang membuktikan gosip yang beredar.

“Ternyata benar gadis itu gila,”

“Gadis itu menyeramkan,”

“Lihat, lihat, si gila itu,”

Semua orang berkomentar yang tidak-tidak sambil menatap ke arah Suzy. Sepertinya Suzy tidak mendengarnya, karena sedari tadi ia masih saja sibuk meniup ramyeonnya itu, sedangkan telinga Myungsoo sudah mulai panas mendengar celotehan semua orang. Ia ingin marah, tapi itu mustahil baginya. Ia tidak bisa berbuat apa-apa. Walau  pun ia memaki, tidak akan ada orang yang akan memperhatikannya kecuali Suzy seorang.

“Aw!” erang Suzy. Bibir Suzy seperti terbakar karena ramyeon yang ia makan ternyata masih sangat panas.

Myungsoo menarik tangan Suzy, ia membawa Suzy ke tempat yang sepi. Myungsoo panik bukan main mengetahui Suzy terluka.

“Bibirku sakit..” lirih Suzy.

Myungsoo memojokkan tubuh Suzy di tembok, kedua tangannya memegang pinggang Suzy, ia mempererat pegangannya di pinggang Suzy kemudian menatap tajam ke dalam kedua mata gadis itu. Tiba-tiba saja bibir lembut milik Myungsoo sudah menempel di bibir Suzy yang terluka tadi. Sepertinya Myungsoo sedang berusaha untuk meminimalisir rasa sakit yang di alami Suzy. Mendapat perlakuan seperti itu anehnya Suzy tidak melakukan apa pun, ia hanya menerima semuanya. Matanya terpejam. Namun.. ketika ia membuka matanya, Myungsoo sudah tidak ada disana, hanya kecupannya saja yang masih berbekas di bibir Suzy.

Suzy memegang bibirnya itu, “Masih hangat..”

Ia kemudian kembali ke kelas, mungkin saja Myungsoo malu karena sudah menciumnya lalu kabur ke kelas. Tapi sesampainya disana, Myungsoo tidak ada. Ia hanya mendapati sebuah bingkisan kecil di mejanya. Melihat itu ia duduk di bangkunya, penasaran dengan isi benda tersebut.

Happy Valentine Day, Suzy-ah. Hanya ini yang ingin aku katakan, mengingat dahulu aku tidak sempat memberikanmu bingkisan ini. Maaf jika aku meninggalkanmu saat itu. Myungsoo.

Kartu ucapan itu tertempel di bingkisan cantik itu. Suzy bingung, kenapa Myungsoo memberikan ini semua. Padahal saat ini bukan hari Valentine. Aneh. Tiba-tiba sebuah ingatan memaksa masuk ke dalam pikiran Suzy. Kali ini Suzy mulai ingat dengan semuanya. Dengan kenyataan hidupnya. Ingatan masa lalunya kembali.

Ia terduduk di bangkunya dengan wajah yang pucat. Matanya meneteskan air mata, kini wajah itu sudah terbanjiri oleh derasnya air mata.

FLASHBACK ON

Suzy duduk di bangku taman, ia menunggu namja-chingunya disana. Hatinya sangat berbunga-bunga karena hari ini dirinya akan merayakan hari Valentine pertamanya. Suzy terus melirik ke jalanan di depannya, berharap namja-chingunya cepat datang. Ia sudah tak sabar menantikan hadiah apa yang akan di terimanya.

Sudah malam dan udara malam terus saja menerpa tubuh Suzy, hal itu membuatnya kedinginan. Cukup lama ia duduk di bangku taman, menunggu kedatangan namja-chingunya. Lama-lama ia kesal, lalu akhirnya ia menelepon namjanya itu.

“Myungsoo-ya! Kenapa lama sekali?!” seru Suzy jengkel.     

Seseorang di seberang malah tertawa mendengar suara Suzy. “Tenanglah, aku sedang di motor. Tunggu sebentar lagi, aku sudah hampir sampai.”     

Terdengar deru kendaraan yang lalu lalang di seberang sana. Suzy percaya dengan ucapan Myungsoo, namja-chingunya itu. Namun ia sedikit mengancam Myungsoo, katanya, “Kalau kau tidak sampai disini dalam 5 menit, aku akan pergi meninggalkanmu.”     

Ancaman itu terdengar seperti rengekan di telinga Myungsoo, ia kemudian untuk kedua kalinya tertawa. “Arasseo, chagi-ya.”     

Suzy diam-diam tersenyum mendengar kata-kata yang di lontarkan Myungsoo barusan, terdengar sangat manis. Telepon di matikan.      

Suzy berdiri dari tempatnya duduk, ia kemudian membelakangi jalanan. Ia melakukan itu karena sudah bosan melihat pemandangan kendaraan yang lalu lalang di depannya, ia lebih senang menghadap ke belakang, melihat pemandangan taman. Itu akan membantu moodnya kembali seperti semula.     

Tiba-tiba ponselnya berdering, ia segera mengangkatnya ketika mengetahui Myungsoo telah meneleponnya lagi.  

“Lihatlah ke belakangmu.”     

Suzy membalikkan tubuhnya, sontak ia kaget mendapati Myungsoo yang sudah berada 1 meter di hadapannya. Myungsoo masih berada di atas motornya.     

Namja itu mengangkat bingkisan yang ia pegang, sambil tersenyum senang.     

Suzy mengerucutkan bibirnya. Detik selanjutnya Suzy duduk di bangkunya, berharap Myungsoo akan segera menghampiri dirinya.      

Namun naas, Myungsoo tak sempat menghampiri Suzy, ia terlanjur tertabrak oleh sebuah truk bermuatan besar yang pengemudinya dalam pengaruh obat-obatan. Truk itu menghantam Myungsoo beserta motor miliknya.      

Suzy melihat semua kejadian itu, hal itu terjadi begitu cepat di depan matanya. Ia tersungkur di pinggir jalan, dadanya sesak, ia membungkam mulutnya sendiri, tak percaya dengan semua yang terjadi. Kakinya lemas tak sanggup untuk berjalan.     

“Myungsoo-ya! Andwae!!!” teriak Suzy histeris.

FLASBACK OFF

***

Semuanya terkuak. Selama ini ingatannya mengenai Myungsoo sudah terkubur lama. Namun kini ingatan itu menghantam Suzy.

Orang-orang mengganggapnya gila karena ia selalu berbicara sendiri, padahal tidak ada seseorang di sebelahnya.

Myungsoo sudah lama meninggal, di hari Valentine pertama mereka. Semua hal yang di alaminya bersama Myungsoo terus berkecamuk di pikirannya. Namun, tanpa di duga-duga Myungsoo datang kembali ke kehidupannya dalam rupa arwah.

Myungsoo kembali hanya untuk memberikan bingkisan itu, bingkisan yang saat itu, pada hari ValDay, tidak sempat di berikan kepada Suzy.

Semua orang menganggap Suzy gila, namun Suzy yakin bahwa Myungsoo yang beberapa hari terakhir ini menemaninya adalah benar-benar Myungsoo. Karena saat itu, saat Myungsoo mencium bibir Suzy, hal itu meninggalkan sensasi yang masih terasa hangat.

Di bukanya bingkisan itu, dan di dapatinyalah sebuah pasangan cincin. Cincin satu berinisial ‘S’, dan yang satu lagi berinisial ‘M’.

Suzy menangis, namja-chingunya itu terlalu romantis. “Terima kasih, Myungsoo-ya. Semoga kau tenang disana..”

.

.

THE END

Hai, saya kembali dengan oneshoot saya yang terbilang sad lagi. Mohon penilaiannya. Maaf ya, yang udh terlanjur baca, saya sebenernya mls mengganti nama Dara dan Jiyong yg seblmnya. Mohon maaf yg sedalam2nya. Saya harap kali ini kalian dapat membacanya dengan tenang karena cast aslinya telah kembali, saya sdh merubah nama dr Dara&Jiyong ke Suzy&Myungsoo. Terima kasih.

38 responses to “[ONE SHOOT] OUR DIFFERENT WORLD

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s