I Hate Luv Story (1/3)

I Hate Luv Story - Dina

Title : I Hate Luv Story | Author : dina | Genre : Comedy, Romance | Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Sooji

Disclaimer

Story based on “I Hate Love Story” movie, all cast belongs to God and their family

Poster by my lovely saengi rosaliaaocha

.

.

.

Myungsoo melihat sekeliling halaman café, Dongwoo memintanya untuk menunggu di mobil. Hari ini Dongwoo berencana untuk menemui seseorang sambil membawa sebuah bungkusan yang entah berisi apa

Prok!

Sebuah telur terlempar dengan sukses mengenai baju seorang wanita yang sedang berkumpul bersama teman-teman prianya

“Ya! apa ini?” wanita tersebut tampak panik sambil melihat sekeliling, “lihat dia pelakunya!” ujar salah satu pria. Sontak Dongwoo, lelaki pelempar telur tersebut lari tunggang langgang menuju mobil Myungsoo yang terparkir rapi di tepi jalan

“Myung cepat jalan!” titah Dongwoo

“Kau darimana hyung? Telur?” tanya Myungsoo melihat sebuah telur di tangan Dongwoo

“Dia tidak mau mendengarkanku”

“Heh?” Myungsoo masih tidak mengerti

“Jalan atau kau ingin kita dipukul oleh mereka” Dongwoo menolehkan kepalanya ke belakang

“Sial!” Myungsoo menancap gasnya meninggalkan pria-pria yang tidak ia kenal berlari mengejar mobil mereka sambil mengeluarkan sumpah serapahnya

dongwoo

Nama Jang Dongwoo, senior Myungsoo yang 7 bulan lebih dahulu bekerja di kantor mereka. Sahabat penghibur Myungsoo tetapi menjadi tidak lucu ketika wanita yang ia incar mengacuhkannya. Telur merupakan senjata ampuhnya untuk membalas dendam

—-

Myungsoo setengah berlari menuju kantornya, jam menunjukkan pukul 09.00 KRT, ini berarti dia satu jam terlambat dari jam masuk kantor dirinya bekerja

“Ya! Myungsoo-ya…” bisik Dongwoo

Hyung?” Myungsoo masih menenteng tas punggungnya sambil terengah

“Kau kemana saja? Hyung Min hyung mencarimu kemana-mana”

Jinca?! Gawat” Myungsoo menepuk keningnya

“Ehem…” terdengar suara berat dari belakang Myungsoo

“O..o…” Dongwoo membalikkan badannya, “fighting!” cengirnya sambil berlalu dari hadapan Myungsoo

“Myungsoo-ya” panggil Hyung Min

Ne…hyung

“Jam berapa sekarang?” Hyung Min menunjuk jam tangannya

Jeosonghamnida hyung” tunduk Myungsoo

Hyung Min mengangkat kedua tangannya, “ke ruanganku, sekarang!” perintahnya

Ne…algeseumida

Eunji dan Dongwoo melihat dari balik pintu kaca, sutradara mereka sedang memarahi Myungsoo. Tidak hanya kali ini saja rekan mereka terkena marah atasan mereka, ini kali kesepuluh Myungsoo melakukan kesalahan, mulai dari kesalahan memilih wardrobe artis, membeli bunga dengan warna hitam yang sangat kontras dengan cerita cinta, merusak setting syuting hanya karena ia lupa warna cat yang harus dibeli, memilih boneka Barbie sebagai boneka favorit wanita sedangkan yang dimaksud hyungnim mereka adalah boneka panda jumbo berwarna putih serta kesalahan konyol lainnya yang sepertinya ia sengaja lakukan

“Kali ini sepertinya akan berat” analisa Eunji

“Apa maksudmu?” tanya Dongwoo

“Hukuman yang akan diterima Myungsoo”

“Apa itu?”

“Kau lihat saja nanti” kekeh Eunji

eunji

Nama Jung Eunji, rekan paling cerewet versi Myungsoo dan Dongwoo. Wanita penuh semangat yang menyukai tantangan memacu adrenalin. Salah satu karyawan kesayangan Hyung Min, terkadang melindungi Myungsoo tapi lebih sering mengerjai Myungsoo dengan ide gilanya yang ia usulkan ke Hyung Min agar menugaskan Myungsoo membeli pernak-pernik cinta yang sangat Myungsoo benci

Oh No!! kenapa harus aku yang harus melihat film itu?” keluh Myungsoo setengah merengek ke Dongwoo

“Itu bukan hukuman Myung” jawab Dongwoo sekenanya, “itu hadiah yang menyenangkan” kekehnya

Ya! hyung kau tahu benar aku benci film romantis dan penuh tangis, terlalu mendramatisir” protes Myungsoo

“Tapi kau kerja di sini, bertahan selama 7 tahun dengan segala ide hyungnim

“Kau tahu benar alasanku bertahan di sini hyung

Your resume and your bill

That’s right!”

“Maka dari itu pulang saja ke rumahmu”

“Kau mengusirku hyung?”

Ani..

“Lalu?”

“Aku hanya malas mendengar keluhanmu” Dongwoo menjawab dengan sangat tulus, serta merta sebuah timpukan bantal mendarat dengan mulus di wajah Dongwoo

“Argh! I HATE MOVIE ROMANCE!” pekik Myungsoo

Dan lagi Myungsoo terpaksa menjalankan misinya melihat sebuah film romantis dengan artis Lee Howon yang telah dianugerahi berbagai penghargaan film atas aktingnya sebagai lelaki sejati di setiap filmnya. Untuk proyek film selanjutnya, Hyung Min akan menggunakan Lee Howon dan Son Naeun sebagai pemeran utama proyek film baru mereka

Oh God” dengus Myungsoo

—-

Myungsoo memasuki gedung bioskop, ia meminta petugas memberitahu dimana tempat duduknya

“Di sana tuan” tunjuk petugas di sebuah tempat di tengah kegelapan dan sedikit pencahayaan. Myungsoo melihat seorang gadis masih berdiri di sana, tempat duduk yang ditunjuk petugas. Wajahnya putih cantik dengan rambut panjang hitamnya, berbicara dengan orang di sebelahnya, mungkin menanyakan tempat duduknya. Di sinilah Tuhan merubah sedikit jalan hidup Myungsoo, sebuah pertemuan. Myungsoo berjalan menuruni tangga, hingga tiba di ujung deretan tempat duduknya

“Maaf tuan, saya membawa keluarga kecil saya” seorang pria paruh baya telah duduk di tempat duduk Myungsoo beserta 6 anggota keluarganya yang berderet duduk dengan rapi

“Bisakah kita bertukar tempat, Anda duduk di sana” tunjuknya ke arah tempat duduk sebelah gadis yang Myungsoo lihat

Eoh…” Myungsoo berjalan sambil terus mengamati gadis cantik yang mampu mengambil alih perhatiannya

“Hai..” sapa Myungsoo ketika dirinya telah berhasil duduk di sebelah gadis tersebut, “I’m L” Myungsoo memperkenalkan dirinya. Gadis itu, Sooji tidak membalas sapaan pria di sebelahnya, tepatnya seorang Kim Myungsoo

“Boleh berkenalan? Siapa nama anda?” tanya Myungsoo

Sooji masih terdiam

Shut up Myungsoo!” batin Myungsoo mendapatkan reaksi nol dari Sooji, “anda punya nama atau tidak?” lanjutnya lagi

“Ya Tuhan pria ini” batin Sooji, “Sooji, nama saya Sooji” ulangnya

“Oh…” Myungsoo menganggukkan kepalanya, “dingin sekali, sebaiknya kau diam kali ini Myung” batinnya

“Jadi kau suka film ini?” tanya Myungsoo yang lagi-lagi melanggar perintah otaknya

Eoh…

“Cerita cinta? Apa memang ada di dunia ini?” tanya Myungsoo berbasa basi

“Ada..” jawab Sooji cepat

You must be kidding” batin Myungsoo sambil menatap Sooji, “seperti Romeo dan Juliet atau Pretty Woman?” kekeh Myungsoo, “menggelikan” ejeknya

“Aku mengalaminya, kisah cintaku sama seperti di film, sangat manis” protes Sooji

Eoh?!” Myungsoo menampakkan wajah herannya, “aku tidak percaya, daebak!” kekehnya lagi

“Dengar tuan, anda menganggu saya” balas Sooji

Mian..

“Apakah kekasihmu memberi bunga setiap hari, cokelat, boneka, mengucapkan kata cinta lalu memakai baju couple?” pertanyaan berhasil meluncur dengan mulus dari mulut Myungsoo

Sooji memutar matanya dengan malas, “iya…aku dan kekasihku melakukan itu semua”

What?” alis Myungsoo bertaut, “hidup seperti apa itu?” protes Myungsoo

Sooji memilih untuk diam, mengacuhkan pria penganggu di sebelahnya

“Kau tahu sutradara film ini?” tanya Myungsoo yang sepertinya gatal jika mulutnya tidak berbicara

“Hem…” jawab Sooji dengan malas

“Lee Hyung Min…ck…sutradara aneh, kau tahu bahkan ia pernah terjatuh ke selokan saat menyutradari film ini, terlalu bersemangat. Dulu saat ia muda, hampir semua gadis menghindarinya..kau tahu karena apa? Karena ia tidak ada bedanya dengan kutu buku, lebih tepatnya Alfafa dalam film Little Rascals” kekeh Myungsoo yang dihadiahi death glare Sooji

“Darimana anda tahu detail tentang sutradara Hyung Min?”

“Aku tahu semua kelemahan dia” ucap Myungsoo dengan sombongnya

Eoh…” Sooji membulatkan mulutnya sambil kembali melihat layar bioskop

“Apa kau tidak bosan menonton film monoton seperti ini?”

Sungguh Sooji ingin sekali menyumpal mulut Myungsoo yang tidak bisa diam, “dengarkan aku tuan L, saya tidak mengenal anda, kalau ingin memprotes atau menggoda seorang wanita, anda memilih orang yang salah, permisi” Sooji beranjak dari tempat duduknya

“Sial!” Myungsoo ikut berdiri menyusul Sooji

“Dengar nona!” panggil Myungsoo sekeluarnya mereka dari ruangan bioskop

“Aku tidak bermaksud menganggumu” ucap Myungsoo

“Kau tahu tuan? Kau menyedihkan”

“Apa maksudmu?”

“Pria kesepian” ejek Sooji

“Ya! apa maksudmu?”

Wish you best of luck Mister L” jawab Sooji sambil berlalu dari hadapan Myungsoo

“Hah?” Myungsoo mengangkat kedua tangannya, “whatever” ia mengibaskan kedua tangannya ke udara, meninggalkan gedung bioskop

—–

Hyung!”

“Eoh kau terlambat lagi?”

“Semalam kau mengerjaiku” protes Myungsoo

Wae? kau hanya minum soju saja langsung pingsan”

“Kau memberiku 10 botol soju hyung!” protes Myungsoo

“Itulah bodohnya dirimu” timpal Dongwoo

“Myungsoo-ya, kau dipanggil Hyung Min sunbae” panggil Eunji

Sunbae?”

“Terserah aku mau memanggil sutradara Hyung Min dengan sebutan apa” Eunji menjulurkan lidahnya meninggalkan Dongwoo dan Myungsoo

Yeoja aneh” sungut Myungsoo sambil berjalan menuju ruangan Hyung Min

Tok..tok..tok..

“Masuk” suara berat terdengar dari dalam

Naya hyung” sapa Myungsoo

Eoh kau sudah datang rupanya” Hyung Min melihat jam tangannya

“Kau sudah memanggil pemeran utama kita untuk casting?”

“Ya Tuhan, aku lupa” batin Myungsoo

“Jangan katakan kau lupa” selidik Hyung Min melihat raut wajah Myungsoo

“Ya Tuhan Myung!!” Hyung Min menahan pekikannya kemudian mengambil nafas, “aku tahu yang ada di dalam pikiranmu, saat ini kau berpikir semua ide ceritaku sangat bodoh, monoton, tidak bermutu keutchi?”

Eoh?”

“Hem aku juga berpikir demikian, gwenchana” ucapnya dengan santai yang berhasil membuat Myungsoo bernafas lega

“Tapi!” Hyung Min menggebrak meja yang membuat Myungsoo berjengkit kaget, “ada tapinya Myung, karyaku telah diakui para sineas, dan kau tidak bisa memungkiri itu” intonasi Hyung Min meninggi

“Aku pusing menghadapi dirimu setiap hari” Hyung Min memijat keningnya

“Mulai sekarang kau membantu di bagian art director, kau asisten di sana”

Eoh? Tapi hyung” Myungsoo berusaha menyela

“Tidak ada kata tapi” Hyung Min menaikkan jari telunjuknya dan Myungsoo cukup mengerti bahwa kali ini atasannya benar-benar marah

“Dia yang akan menjadi atasanmu” tunjuk Hyung Min ke arah wanita yang berjalan menuju ruangan mereka

Welcome to my office dear” sambut Hyung Min

Annyeonghasimika Hyung Min sunbae” sapa Sooji sambil menundukkan kepalanya

“Hah?” rahang Myungsoo terbuka secara otomatis, “dia…”

“Anda?” tanya Sooji melihat Myungsoo berdiri kaku di hadapan Hyung Min

“L-ssi?” tanya Sooji lagi

“Kau sudah mengenal Myungsoo?” tanya Hyung Min

“Myungsoo?” Sooji mengerutkan alisnya

“Kim Myungsoo, ah kau pasti mengenal nama panggilannya saja”

“Hem..beberapa hari yang lalu kami bertemu di bioskop” jawab Sooji

“Bioskop? Ah iya kau mengingatkanku akan tugasmu tempo hari”

“Hem..dia sangat tertarik sunbae” senyum Sooji

Jinca?! Kau tertarik dengan film itu Myung?” tanya Hyung Min

“Ah..ne..” jawab Myungsoo yang merasa terselamatkan

“Bukan dengan filmnya, tapi dengan cerita tentangmu sunbae

“Tentang diriku?” selidik Hyung Min sambil melempar tatapan mautnya ke Myungsoo

“Menarik sekali..” angguk Hyung Min

Hyung jangan dengarkan wanita ini” pinta Myungsoo

“Jadi dimana ruanganku?” tanya Sooji

“Ikuti stafku, dia akan mengantarkanmu”

Okay..” Sooji keluar dari ruangan mengikuti langkah staf Hyung Min

“Apa yang kau tunggu?” tanya Hyung Min

“Apa hyung?”

Hyung Min memberi syarat dengan matanya untuk mengikuti Sooji, “Right Now!!’ pekiknya yang membuat Myungsoo kembali berjengkit dan berlari meninggalkan ruangan

“Sial!! Ya Tuhan kenapa harus wanita itu kau pertemukan lagi denganku” sungut Myungsoo

“Kau kenapa Myung?” tanya Dongwoo

“Kau masih ingat wanita yang aku ceritakan tempo hari di bioskop?”

“Yang mengacuhkanmu?” tanya Dongwoo lagi

“Hem..”

Waeyo?”

“Dia di sini”

Oddi?” tanya Dongwoo sambil mengedarkan pandangannya

“Dia art director film kita”

“Oh…biar kutebak, kau bekerja dengannya?”

Gotcha!” balas Myungsoo

Chukkae…” kekeh Dongwoo, “jika kemarahanmu sudah memuncak, ikuti langkahku, lempar dengan telur” usul Dongwoo

“Kau gila hyung” Myungsoo berlalu menuju ruangan Sooji

Tok..tok..

Eoh Myungsoo-ssi, masuk” sapa Sooji sambil menata berkas dan setangkai bunga putih yang ia bawa, pemberian kekasihnya di pagi ini

“Jadi..kau asistenku?” tanya Sooji lagi

Ne

“Baiklah, karena aku tidak ingin berbasa-basi denganmu, mulai hari ini aku ingin mendengar penjelasan detail tentang proyek baru kita”

Eoh?”

“Myungsoo-ssi anda mengerti maksud saya?” tanya Sooji sambil melipat kedua tangannya di dada

“Hah?” Myungsoo menautkan alisnya

“Kau hanya akan diam saja di sini?”

Myungsoo masih terdiam menatap Sooji, “NOW!” tegas Sooji

Ne..algeseumida” Myungsoo menahan rasa kesalnya

“Kim Myungsoo-ssi” panggil Sooji

“Iya” Myungsoo membalikkan tubuhnya

Best of Luck…again” ucap Sooji

Whatever” batin Myungsoo meninggalkan ruangan Sooji

—–

“Kau tahu oppa? Dia benar-benar menyebalkan” Sooji mengeluhkan dirinya menghadapi Myungsoo di hari pertama ia bekerja. Jihoon dengan setia mendengarkan ocehan kekasihnya sembari ikut menata meja makan mereka

“Ayolah honey, malam ini kita dinner, tidak cukupkah kau tinggalkan masalahmu di kantor saja?” pinta Jihoon

Mianhe oppa..” Sooji kembali tersenyum

Ting..tong..

Sooji berjalan ke ruang tamu, membukakan pintu

Eoh kau..” keluh Sooji melihat Myungsoo berdiri dengan manisnya di depan pintu sambil membawa keranjang cute berisi sebotol wine

Ige pemberian Hyung Min hyung, ucapan selamat datang” senyum Myungsoo

How sweet” senyum Sooji

Nuguseyo?” tanya Jihoon dari balik punggung Sooji

“Hai” sapa Myungsoo tanpa dipersilakan langsung masuk ke dalam rumah, mengulurkan tangan kanannya, “saya Myungsoo”

“Hai, saya Jihoon” balas Jihoon

See oppa? Aku sudah berusaha meninggalkan kantorku” protes Sooji

“Aku mengantarkan wine, aku sendiri yang menghiasnya” lapor Myungsoo, memuji dirinya sendiri

Great” puji Jihoon

“Kau bisa meminumnya sambil makan malam”

“Maaf saya tidak minum alkohol di hari kerja” ucap Jihoon

Eoh?” wajah Myungsoo terheran

“Mungkin Sooji mau?” tanya Myungsoo

“Aku juga tidak minum alkohol di hari kerja” senyum Sooji sedikit kesal

“Woa! match made from heaven huh?” puji Myungsoo

Wajah Sooji dan Jihoon berubah aneh penuh tanda tanya melihat tingkah menyebalkan Myungsoo

“Jadi apa yang sedang kalian lakukan?” tanya Myungsoo menghirup wangi lobster buatan Sooji

“Kami akan makan malam, Sooji memasak lobster untuk kami”

Daebak” Myungsoo tampak bersemangat

“Anda bisa bergabung bersama kami, kurasa lobsternya masih cukup untuk kita bertiga”

Oppa!” protes Sooji sambil melemparkan death glarenya ke Myungsoo seolah-olah meminta Myungsoo pergi

Okay..terimakasih penawarannya Jihoon-sii, tapi saya masih ada janji dengan teman” balas Myungsoo

“Sayang sekali” ucap Jihoon

Gwenchana, lain kali kita bisa makan bersama” balas Myungsoo, “baiklah saya pamit” Myungsoo membalikkan badannya

“Oh iya Jihoon-ssi…nice shirt” puji Myungsoo melihat kemeja Jihoon berwarna merah maroon sewarna dengan dress Sooji

Ghamsahamida” senyum Jihoon

Sooji memutar bola matanya, kekesalannya telah sampai di ubun-ubun, Myungsoo berusaha mengejeknya di depan kekasihnya

“Aku pamit” Myungsoo berlalu dari hadapan Sooji dan Jihoon

“Apa?” tanya Sooji yang dihadiahi tatapan aneh kekasihnya

“Dia baik Sooji-ya, kau saja yang berlebihan”

“Hah” Sooji membalikkan badannya, Myungsoo telah merusak mood makannya malam ini

—–

“Bahkan Jihoon menganggap Myungsoo baik, apa aku yang bertingkah berlebihan?” batin Sooji menjelang tidurnya, “molla..”

Esok harinya

“Sooji-ssi” panggil Myungsoo

Sooji menghentikan langkahnya

“Kau tahu semalam suntuk aku memikirkanmu, kau tampak cantik tadi malam” puji Myungsoo, Sooji mengerutkan alisnya

“Oh..I’m joking” ralat Myungsoo

“Dengar, kita memulai pertemuan dengan cara yang salah, mianhe…” ucap Myungsoo dengan tulus

“Jadi kita berteman sekarang?” tanya Myungsoo lagi yang dianggukki Sooji yang tersenyum geli

“Hem..” jawab Sooji sambil melangkahkan kakinya

“Jihoon memberimu bunga setiap hari? In the morning?” tanya Myungsoo sambil melihat setangkai bunga yang hari ini Sooji bawa lagi

“Yap” jawab Sooji

“Apa kau benar-benar mencintai kekasihmu?” tanyanya lagi

“Apa maksudmu?” Sooji menghentikan langkahnya

“Ayolah, semalam kau sangat cantik..aku memberimu nilai 8 dari 10 point sedangkan Jihoon? Aku beri nila 4 dari 20 poin”

“Hah?” Sooji menautkan alisnya lagi, “what are you trying to say?”

“Dengar Sooji-ssi, kemejanya semalam sangat buruk”

“Tapi kau mengatakan kemejanya bagus” protes Sooji

“Aku berbohong” jawab Myungsoo, “dia bahkan tidak minum di hari kerja? How boring” ucapnya lagi yang mampu membuat Sooji menahan nafasnya, Myungsoo berhasil mengubah moodnya menjadi 2 kutub yang berlawanan dalam hitungan kurang dari 2 menit

His shirt is ugly, oh no no fugly tepatnya”

Sooji mendengus kesal, “how dare you!” pekiknya sambil berlalu meninggalkan Myungsoo

“Hei Sooji-sii kita teman sekarang, lagipula ini di tempat kerja, aku boleh mengatakan apapun” Myungsoo masih tetap mengoceh mengikuti langkah Sooji

“Ayolah…hanya begitu saja kau marah?”

Sooji meletakkan berkas dan tasnya dengan kasar di atas meja kerjanya

“Dengar Myungsoo-ssi aku sedang tidak ingin berdebat denganmu saat ini”

“Kau yang bertingkah berlebihan” balas Myungsoo

Sooji mengatur nafasnya, “Ige..hari ini kau yang membeli semua keperluan syuting kita”

“Apa ini? Pernak-pernik wanita?” tanya Myungsoo

“Hem..beli saja sesuai dengan list yang aku buat”

“Tapi…hei aku pria Sooji-ssi” protes Myungsoo

“Kau menolak melakukan tugasmu?” tantang Sooji

Myungsoo hendak membuka mulutnya ketika suara berat terdengar dari belakang

“Apa ada kesulitan Sooji-ya?” tanya Hyung Min

Eoh” senyum Sooji

“Apa Myungsoo membuat ulah lagi?”

“Tidak hyung, kami sedang membicarakan keperluan syuting tokoh wanita”

“Ah scene number 18, Mari membuka matanya di atas tempat tidur, tirai kamarnya tersibak kemudian secercah sinar matahari menghiasi wajahnya…background music mengalun lembut..” Hyung Min memejamkan matanya, Myungsoo menatapnya dengan wajah heran

“Aku perlu bantal, tirai, sprei, bantal, boneka, jangan lupa balon..bunga beserta vas..”

Sooji tersenyum geli melihat wajah aneh Myungsoo

“Jangan lupa kau beli semua pernak-pernik yang berwarna, mostly pink..ingat itu Myung” titah Hyung Min

“Tapi..aku pria hyung

“Kau bingung?”

Ne..

Don’t think like a boy Myung, think like a girl” titah Hyung Min

Myungsoo menatap Sooji sambil menautkan alisnya pertanda protes, sementara Sooji tersenyum penuh kemenangan

“Apa lagi yang kau tunggu Myung? SEKARANG!” pekik Hyung Min yang lagi-lagi membuat Myungsoo berjengkit kaget dan segera mengambil tasnya keluar dari ruangan Sooji

Oh God! Aku benci jika dia tersenyum seperti itu!” pekiknya dalam hati

—–

Besok kita meeting jam 09.00 tepat –Hyung Min–

Myungsoo memasukkan ponsel di sakunya setelah membaca pesan dari atasannya

“Hei aku pria single” senyumnya sambil memasuki sebuah club, “kurasa aku akan bersenang-senang malam ini”

Myungsoo memasuki club, mengedarkan pandangannya ke segala penjuru hingga sebuah gadis berhasil mencuri perhatiannya. Malam itu Myungsoo sukses berkenalan dengan seorang gadis

Oppa…aku mau ke kamar mandi” rengeknya ketika mereka keluar dari club dan berjala menuju mobil

Okay

Gadis itu berjalan setengah terhuyung ke dalam kamar mandi

15 menit kemudian

“Lama sekali…apa aku susul saja?” batin Myungsoo sambil tersenyum evil

“Sulli-ya! Myungsoo membuka pintu toilet wanita

“Argh!!” teriak seorang wanita dari dalam toilet wanita

“KAU!” ucap Myungsoo dan Sooji bersamaan

“Ah oppa?” Sulli keluar dari bilik kamar mandi, “apa yang kau lakukan?” tanya Sulli

Eoh?” Myungsoo kembali ke kesadarannya

“Dia sepupuku…Sooji” ucap Sulli

“Ya Tuhan..dunia sempit sekali” pekik Myungsoo

…..

“Jadi dia kekasihmu Sulli-ya?” tanya Sooji meyakinkan dirinya tidak salah lihat

Aniya..kami baru saja berkenalan di club, iyakan oppa?” cengir Sulli

Eoh iya..”

“Kau pulang dengan siapa?” tanya Sooji

“Dengan L oppa

No..kami akan mengantarmu pulang” titah Sooji

Gwenchana..L oppa akan mengantarku dengan selamat sampai pintu gerbang, keutchi oppa?” tanya Sulli yang masih terhuyung

Ne..jangan khawatir Sooji-ya”

“Kau yakin?” tanya Jihoon lagi

Ne Jihoon-ssi, silakan melanjutkan kencan kalian, kami pamit” senyum Myungsoo

Bye Jihoonie oppa, bye Sooji-ya” Sulli menggandeng lengan Myungsoo sambil melambaikan tangannya

“Kurasa aku harus meneleponnya malam ini” ucap Sooji

—–

“Kau baik-baik saja?”

Ne sayang, aku baik-baik saja..L oppa mengantarku sampai pintu depan”

Jinca? Dia melakukan apa saja denganmu?”

Opso..kami hanya minum-minum saja, aku terlalu penat dengan pekerjaanku”

“Syukurlah..”

Ne aghasi, jangan khawatir, rekan kerjamu sangat baik” puji Sulli

Molla..kututup, aku ada rapat pagi ini”

Okay dear..”

Sooji mengambil tas, berkas dan tidak lupa setangkai bunga pemberian Jihoon pagi ini menuju kantornya. Rapat dimulai tepat waktu, Sooji menjelaskan dengan detail maket yang telah ia buat untuk keperluan syuting

Tok..tok..

“Kau terlambat lagi Myung?” Hyung Min kembali menampakkan wajah kesalnya

“Dengar penjelasanku hyung, semalam sepupuku meninggal…karena overdosis” Myungsoo mengarang cerita

“Hah?” Sooji terkejut mendengar cerita bohong Myungsoo, ia menyipitkan matanya

Eoh? Benarkah?”

“Iya hyung, aku menemani yimoku semalam suntuk, dia tampak sangat terpukul” wajah Myungsoo berubah memelas

“Tidak bisa kupercaya” batin Sooji

Mianhe Myung…” sesal Hyung Min, “bersihkan wajahmu, kau tampak lelah” titahnya

Ne hyung..” Myungsoo keluar dari ruang rapat, “poor guy, matanya tampak merah, pasti dia sedih sekali” gumam Hyung Min

Sekembalinya Myungsoo dari kamar mandi

“Myung kau tampak lelah, sebaiknya kau ambil cuti hari ini” titah Hyung Min yang sontak membuat Myungsoo sangat bahagia. Sooji menatap tajam Myungsoo sambil menyipitkan matanya tanpa mengucap sepatah katapun. Seakan mengerti arti tatapan tajam Sooji, Myungsoo mengurungkan niatnya untuk pergi

Aniya hyung..aku akan ikut rapat hari ini” senyumnya

“Baiklah..kemari Myung, lihat ini set yang telah dibuat Sooji, indah keutchi?”

Myungsoo menatap maket dengan wajah aneh

“Sepertinya Myungsoo-ssi tidak suka dengan maketku sunbae” ucap Sooji

Ani…I loved it Sooji-ssi”

“Lihat Myung, perfect” puji Hyung Min

Ne..”

TBC

Next chapter

“Dengar Myungsoo-ssi kalau kau tidak bisa bekerjasama denganku, just get out!” pekik Sooji

..

Jihoon is a nice guy” puji Myungsoo

..

There something missing” lirih Sooji

You lost magic” jawab Myungsoo

“Iya keajaiban”

..

“Mungkinkah perasaanku berubah?” tanya Sooji dalam hati

***

Ditunggu RCL nya ne readers, happy weekend🙂😉

76 responses to “I Hate Luv Story (1/3)

  1. Ceritanya menyenangkn seru apalagi raut wajah myungsoo ketika di suruh oleh suzy dan ketika myung terlambat lalu berbohong dan sukses mmbuat hyung ny percaya hebat myung

  2. Kayanya dibalik sikap myung yg nyebelin tersirat kalo dia ngelakuin itu agar bs narik perhatian sooji deh (kkkkkk…..ngarang)….
    Ada yg bilang kalo sm orang tuh jangan terlalu benci, karena katanya benci itu bumbu cinta🙂 (efek kebanyakan nonton drama korea hihihihihi)

  3. Kok disni myung jdi cerewet gitu, nggk bisa dipercaya wkwkwk
    sabar ya sooji ngadepin makhluk yg satu itu hahaha
    jgn sampe sulli jdian sma myung, nggk relaaaa;(
    apa sooji mulai suka sma myung???

  4. Kek nya next chapter bakalan kerwn nih, hayoe suez perasaannya udah mulai lunturbtuh buat jihhonie oppa…
    Jangan” pindah ke myungsoo tuh.. hayoo sueezzz

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s