I Hate Luv Story (2/3)

I Hate Luv Story - Dina

Title : I Hate Luv Story | Author : dina | Genre : Comedy, Romance | Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Sooji

Disclaimer

Story based on “I Hate Love Story” movie, all cast belongs to God and their family

Poster by my lovely saengi rosaliaaocha

.

.

.

“Baiklah..kemari Myung, lihat ini set yang telah dibuat Sooji, indah keutchi?”

Myungsoo menatap maket dengan wajah aneh

“Sepertinya Myungsoo-ssi tidak suka dengan maketku sunbae” ucap Sooji

Ani…I loved it Sooji-ssi”

“Lihat Myung, perfect” puji Hyung Min

Ne..”

 —-

Pagi itu Sooji mulai sibuk menata lokasi syuting, sebuah gedung kosong nan luas diubah menjadi sebuah rumah cantik beserta jalanan yang sangat mirip dengan rumah dan jalan asli. Myungsoo diperintahkan untuk menyiapkan properti syuting. Sekali dua kali ia membuat kesalahan namun bisa ditolerir oleh Sooji. Untuk kali ini Sooji mempunyai teritori sendiri menjalankan segala keperluan syuting, mulai dari menentukan barang-barang sampai penataan. Tidak jarang sutradara Hyung Min ikut turun tangan. Lagi-lagi Myungsoo tidak bersemangat atau tepatnya terpaksa menjalankan proses syuting kali ini, karena Sooji

“Myungsoo-ssi? Kau tidur?” tanya Sooji mendapati Myungsoo membaringkan tubuhnya diantara papan-papan properti syuting, atau saat Myungsoo ditugaskan menata ranjang justru ia ikut tertidur di antara boneka dan bantal pink yang sangat ia benci

“Kau beli ini? sudah kubilang jangan yang berwarna gelap” keluh Sooji ketika Myungsoo kembali membeli pernak-pernik dengan warna abu-abu, ia merasa warna abu-abu setidaknya lebih terang daripada warna coklat atau hitam

“Tapi jika kau beri warna merah tidak akan kontras dengan warna oranye” protes Myungsoo

“Kau seharusnya membicarakan dulu padaku sebelum mengubah warnanya, ini kerjasama tim Myungsoo-ssi bukan kerja sendiri” balas Sooji

Okay okay kau selalu menyalahkanku, fine..terserah kau saja” Myungsoo melengos meninggalkan Sooji yang kesekian kalinya harus menghela nafas panjang sambil memijat keningnya

Selama 3 hari berturut-turut mereka berdua tidak saling bicara, baik Sooji maupun Myungsoo berkomunikasi melalui Yubin staf art yang lainnya

“Kau sudah membelinya Yubin-ah?” tanya Myungsoo yang tengah mengecek wallpaper yang akan mereka pasang

“Myung, siapa yang akan memasang wallpaper ini?”

“Sooji tidak memerintahkanmu siapa yang akan memasang?”

Ajig…seharian ini ia tampak suntuk, aku takut bertanya” ucap Yubin

“Heh..sepertinya aku harus berbicara padanya”

Myungsoo berjalan menghampiri Sooji yang sedang menelepon, nadanya terdengar tidak suka dan marah

“Terserah kau oppa” Sooji menutup sambungan ponselnya

“Kau sudah selesai menelepon? Yubin menanyakan padaku siapa yang akan memasang wallpaper di set kamar?” tanya Myungsoo

Sooji membetulkan letak kacamatanya, “kau punya nomor orang yang biasa memasang wallpaper?” tanya Sooji

Ne..

“Bisakah kau menghubunginya?” pinta Sooji

“Apakah ini permintaan tolong atau perintah?” tanya Myungsoo sambil melipat kedua tangannya

“Kau tahu bagaimanapun kau tetap membutuhkanku di proyek ini Sooji-ssi, aku tetap sunbaemu” goda Myungsoo

Demi apapun sudah cukup Jihoon membuatnya marah hari ini, sekarang ketika ia meminta dengan baik-baik pertolongan Myungsoo, justru pria ini membuatnya semakin naik pitam

“Cukup! Dengar Myungsoo-ssi kalau kau tidak bisa bekerjasama denganku, just get out!” pekik Sooji

Myungsoo terkejut dengan pekikan Sooji, ia tidak mengira akan mendapatkan kemarahan Sooji. Orang-orang di sekitar mereka ikut terkejut dan menghentikan pekerjaan mereka

“Kau tahu, kau wanita menyedihkan, terserah kau mau apakan setting ini” Myungsoo mengangkat kedua tangannya, pergi meninggalkan Sooji

“Argh!” pekik Sooji

—–

“Kau kenapa Myung?” tanya Dongwoo ketika mereka berdua berada di salah satu bar

“Suntuk”

Waeyo? Sooji lagi?”

“Memang siapa lagi?”

“Dia kenapa?” tanya Dongwoo sambil meminum birnya, sementara Myungsoo telah menghabiskan bir di gelas ketiganya

Molla, wanita memang aneh, itulah mengapa aku tidak mau memiliki kekasih sampai saat ini” ucap Myungsoo

“Kau mungkin yang berlebihan, Eunji mudah bekerjasama dengannya, kudengar teman-teman lain juga tidak ada yang bermasalah dengannya”

“Kau tahu hyung? Kudengar dia marah-marah di ponsel, mungkin Mr. Right sedang berselingkuh” analisa Myungsoo

Mr. Right? Nugu?”

“Tunangannya yang membosankan” kekeh Myungsoo

“Ups..mianhe” terdengar suara wanita yang tidak asing di telinga Myungsoo

“Sooji?” ucap Dongwoo dan Myungsoo bersamaan ketika menyaksikan rekan mereka masih memakai baju kerja dan kacamata sedang meminta maaf dengan pria di hadapannya akibat minuman yang tumpah mengenai baju pria tersebut

“Apa yang ia lakukan di sini?” tanya Myungsoo

“Kurasa kita harus segera pergi dari sini” ajak Dongwoo

Jeosonghamida..” Sooji menundukkan kepalanya

Gwenchana

“Sooji-ya kajja kita pulang, kau sudah mulai meracau”

“Jiyongie aku masih sadar, see?” Sooji menegakkan tubuhnya

“Aku mau ke kamar mandi” Sooji berjalan ke arah toilet wanita

“Kau tidak menghampirinya?” tanya Dongwoo

“Untuk apa?”

“Minta maaf, kurasa moodnya benar-benar buruk hari ini”

“Heh..” beberapa detik kemudian Myungsoo beranjak dari tempat duduknya, menyusul Sooji. Lama ia menunggu di depan toilet

Eoh Myungsoo-ssi?” Sooji tampak terkejut mendapati Myungsoo berdiri tak jauh dari toilet hampir tertabrak pria mabuk

“Sial!” ucap Myungsoo tanpa sadar, “oh Sooji-ssi, sorry” ucap Myungsoo

“Aku yang minta maaf” balas Sooji dengan wajah menyesal

“Tentang?”

“Kejadian pagi ini, bahkan Hyung Min tidak pernah semarah diriku di hadapan banyak orang, aku benar-benar minta maaf”

It’s okay Sooji-ssi, setiap orang bisa mengalami hal buruk sepertimu”

“Aku benar-benar menyesal Myungsoo-ssi”

I know you didn’t mean it” senyum Myungsoo, “biar kutebak, kau sedang bermasalah dengan Mr. Perfect?” tanya Myungsoo

Sooji mengedipkan kedua matanya sambil menghela nafas panjang

“Kau benar” lirihnya

Listen, Jihoon is a nice guy, cukup jelaskan padanya apa yang seharusnya ia lakukan dan tidak lakukan di luar jam kerja, aku yakin dia akan mengerti” ucap Myungsoo

“Haruskah?” balas Sooji

“Hem..dan satu lagi, jika rencana ini tidak berhasil, kau melarikan diri saja, seperti yang aku lakukan…sstt!! Ini rahasia” Myungsoo mengedipkan sebelah matany sambil tersenyum. “Just try it, good luck” Myungsoo berlalu sambil mengusap kepala Sooji

Sooji menatap kepergian Myungsoo tanpa berkata sedikitpun, “mungkin ia benar” batinnya

—-

“Sooji-ya tolong lukisan besar itu kau angkat” titah Hyung Min

“Ne..” Sooji menegakkan lukisan besar, namun karena tidak ada yang membantu ia sedikit kesulitan memegang kedua sisi lukisan tersebut

“Aku bantu” ucap Myungsoo yang tiba-tiba berada di sebelahnya, “aku pegang sisi kanan, kau sisi satunya” titah Myungsoo

Sooji tersenyum melihat Myungsoo, “thank’s” ucap Sooji

“Untuk?”

“Semalam”

“Sebaiknya kau lupakan, aku setengah mabuk semalam, mianhe” balas Myungsoo

Gwenchana…nasehatmu berhasil”

“Maksudmu?”

“Aku dan Jihoon oppa sudah berbaikan”

See? Kukira kau akan melarikan diri dari rumah jika gagal” kekeh Myungsoo

I love Jihoon oppa” balas Sooji

Yeah I know, your Mr. Perfect” ejek Myungsoo yang kali ini tidak membuat Sooji marah

Gomawo” Sooji tersenyum tulus, “oiya Myungsoo-ssi, kenapa kau melarikan diri dari rumah?”

“Masalah sepele”

“Sepele?”

“Hem..aku ingin menjadi sutradara tetapi ayahku ingin aku menjalankan bisnis keluarga yang membosankan”

“Bukankah itu lebih menjanjikan?”

“Tapi jiwaku tidak di sana”

“Aku tahu” senyum Sooji lagi, “kau juga pasti menghindari perjodohan”

“Darimana kau tahu?”

“Masalah klasik dunia bisnis” kekeh Sooji, “untunglah ayahku seorang pegawai bukan pemilik perusahaan”

“Bukankah kau juga dijodohkan?”

Ani…Jihoon oppa seniorku semasa SMA, kami tumbuh bersama lalu cinta mendatangi kami, so simple and sweet

Myungsoo memasang wajah mual hendak muntah, “kau berlebihan kali ini” protes Sooji

Mian..mian..” senyum Myungsoo

“Hei kalian mau sampai kapan berdiri di sana? Jam kerja sudah berakhir”

Ne hyung..kau kuantar pulang malam ini Sooji-ssi?” tawar Myungsoo

“Boleh”

Sooji dan Myungsoo tidak langsung pulang malam itu, mereka bercerita sambil sesekali berdebat, pekerjaan hari itu benar-benar melelahkan

“Kau tidak percaya dengan cerita cinta?” tanya Sooji

“Tidak”

Waeyo?”

“Kau tahu mempercayai cerita cinta sama dengan mempercayai Tuhan yang tidak eksis”

“Hei kau juga punya Tuhan”

Arra..tapi cinta tidak kujadikan Tuhan”

“Heh?” alis Sooji bertaut

“Tidak sepertimu yang menganggap Jihoon perfect, memujanya selayaknya Tuhan”

No, I’m not” protes Sooji

Yes you are” balas Myungsoo

Shut up!”

—-

“Kau dengar? Bahkan cerita orang-orang di radio mengeluhkan cerita cinta mereka”

“Tapi tidak denganku, cerita cintaku sempurna”

No..no..no..kau terjebak dalam dunia film Sooji-ssi”

“Tapi memang seperti itu kisah cintaku”

“Dengar kau membutuhkan ini”

SEX” sebuah suara terdengar dari radio

“Heh?” Sooji mengerutkan alisnya

Sex kesekian, tapi dalam suatu hubungan kau membutuhkan cemburu, marah”

“Tapi Jihoon oppa tidak pernah seperti itu”

“Begini, jika ia melihatku mengantarmu semalam ini, apa yang akan dia lakukan?”

“Dia tidak akan cemburu, kami saling mengerti satu sama lain, bahkan hal terkecil sekalipun”

Oh God! Tidak ada kesempurnaan dalam hidup ini Sooji-ssi” keluh Myungsoo

“Tapi hubungan kami sempurna” balas Sooji

“Kau akan merasakan betapa bosannya kesempurnaan hidupmu”

Sooji hanya terdiam, ia berusaha menyangkal semua perkataan Myungsoo

Sesampainya di halaman rumah Sooji

Oppa?” tanya Sooji setengah berlari menghampiri Jihoon yang membawakan setangkai bunga berwarna putih untuk Sooji

“Hai Jihoon-ssi” sapa Myungsoo, “nice shirt” pujinya

“Oh gomawo..kalian semalam ini baru pulang?” tanya Jihoon

Ne…kau lihat Myungsoo-ssi, Jihoon oppa sangat pengertian”

Okay, kau berhasil membuktikan padaku” balas Myungsoo

“Baiklah, aku pamit pulang” Myungsoo membalikkan badannya berlalu dari hadapan Sooji dan Jihoon

Kajja masuk, aku lelah menunggumu” Jihoon meninggalkan Sooji yang masih memandang Myungsoo yang tengah melewati security yang berbadan tegap dan besar

Annyyeonghasimika paman” ucap Myungsoo dengan sopan, “anda seperti Hercules” Myungsoo mengusap lengan sang security, “apa bibi Jiyun meninggalkanmu kali ini?” goda Myungsoo yang gemas karena security Sooji tidak menjawab pertanyaannya. Dengan mudahnya security menarik kerah belakang Myungsoo, membuangnya seperti anak kucing

“Ya! kau akan lebih sering bertemu denganku” oceh Myungsoo yang dihadiahi tatapan tajam sang security.Arrasso…tenang paman” Myungsoo berlari menuju mobilnya. Sooji tersenyum geli melihat tingkah tengil Myungsoo

—-

“Apa yang terjadi? Apakah hidupku yang sempurna sebenarnya tidak sempurna?” Sooji memandang langit malam, kembali mengingat perkataan Myungsoo

Keesokan harinya

Myungsoo berjalan mengendap-endap, kali ini ia kembali terlambat sampai di tempat syuting

“Kim Myungsoo”

Ne hyung” Myungsoo kembali tertangkap basah atasannya

“Alasan apalagi kali ini?”

Hyung biar kujelaskan, kali ini..”

“Aku menyuruhnya survei tempat sunbae” potong Sooji

“Eoh? Survei untuk apa?” tanya Hyung Min

“Survei toko yang menjual pernak-pernik wanita, sudah kau dapatkan hasilnya yang kupinta Myungsoo-ssi?” tanya Sooji

“Ah..iya sudah”

“Baiklah..” Hyung Min meninggalkan Myungsoo dan Sooji

Thank’s” bisik Myungsoo

Hari demi hari membuat Sooji bersemangat, ia juga tidak tahu pasti mengapa hatinya menjadi hangat melihat tingkah konyol dan kejujuran ucapan Myungsoo. Setiap kali ia bersama Jihoon, bayangan Myungsoo selalu menghampirinya, sekedar mengingat tingkah tengil rekan kerjanya

“Kau kenapa sayang?”

Ani oppa

Semakin hari kerjasama mereka berjalan dengan sangat baik. Myungsoo mengantarkan Sooji kemana saja untuk membeli keperluan syuting, menjadi asisten sejati Sooji. Terkadang mendengar omelan Sooji ketika menelepon Jihoon. Myungsoo mulai hafal, jika Sooji memakai kacamata minusnya, ini menandakan ia sedang bermasalah dengan kekasihnya. Dan setiap malam sudah menjadi kebiasaan Myungsoo untuk mengantar Sooji pulang, seperti malam ini, Myungsoo mengantar Sooji ke sebuah restoran

“Myungsoo-ssi..kau mau bergabung dengan kami?”

Eoh? Makan malam dengan orang tuamu?”

“Hem..”

“Apa tidak apa-apa?”

It’s okay

Myungsoo dan Sooji duduk bersebelahan berhadapan dengan ayah dan ibu Sooji

“Dimana rumahmu Myungsoo-ssi?”

“Saya tinggal di apartemen omonim

“Orang tuamu?”

“Mereka di Toronto, saya tinggal sendiri di sini”

“Kau belum menikah?” tanya ibu Sooji

Eomma..pertanyaan apa itu?” protes Sooji

“Diamlah Sooji-ya, kau melarang dia menikah?”

Eomma…kau membuatku malu”

“Woo..tenang Sooji-ssi, gwenchana omonim” Myungsoo mengipasi wajah Sooji

“Belum omonim, saya belum menemukan wanita yang tepat” jawab Myungsoo

“Kau sudah punya kekasih anak muda?” tanya tuan Bae

“Sebenarnya sudah tapi wanita yang ingin kujadikan istri menderita suatu penyakit yang eomma saya tidak menyukainya”

“Eh dia sakit? Dan orangtuamu menolaknya?” tanya ibu Sooji

Ne omonim” Myungsoo memasang wajah sedihnya, “padahal aku sangat mencintainya”

Oh My..kasihan sekali, memang dia sakit apa?”

“Dia seorang…biseksual” ucap Myungsoo dengan ketenangan luar biasa

“Hah?” Sooji dan kedua orang tuanya terkejut

“Sebenarnya saya tidak keberatan tapi dia lebih memilih kekasih wanitanya”

Oh My” ucap ibu Sooji

“Jangan dengarkan dia eomma, Myungsoo tidak punya kekasih” balas Sooji

“Oh…” ibu Sooji bernafas lega, “mau kucarikan kekasih?” tawar ibu Sooji

Eomma!”

Waeyo?? sedari tadi kau hanya mengatakan eomma berkali-kali” debat ibu Sooji

“Ya Tuhan, appa..” rengek Sooji

Ghamsahamida omonim” senyum Myungsoo

“Kau tipikal Cassanova anak muda, sepertiku saat muda” bisik tuan Bae

“Benarkah?”

“Hem..dulu aku harimau penakluk wanita, sekarang? Aku seperti kucing rumahan” kekeh tuan Bae sambil tossing dengan Myungsoo

“Anda lucu sekali abhoji” Myungsoo tertawa geli

Sooji menepuk keningnya melihat kekonyolan kedua pria di hadapannya

Bruk..pelayan menjatuhkan gelas berisi air di kemeja Myungsoo

Jeosonghamnida” ucap pelayan tadi

“Ya Tuhan” Sooji mengambil serbet makan

Myungsoo berdiri menatap tajam pelayan yang sepertinya tercicit ketakutan

Gwenchana..lain kali hati-hati” Myungsoo menepuk pundak pelayan tadi yang terkejut dan melongo dengan sikap baik Myungsoo

“Kau tidak marah? Kukira kau akan memarahinya tadi” ucap tuan Bae

“Tidak abhoji, jika ada seorang atasan memarahi bawahannya, saya tidak suka” jawab Myungsoo diplomatis

Sooji tersenyum menatap Myungsoo

—-

Hari itu Sooji tampak muram, kacamata minus kembali bertenger di wajahnya

“Kebiasaan huh?” senyum Sooji menghampiri Myungsoo yang masih menyelesaikan pekerjaannya di kantor

Gwenchana, aku asisten setiamu nona” senyum Myungsoo

Sooji duduk di samping Myungsoo

Is Mr. Perfect troubling you again?” tanya Myungsoo

“Darimana kau tahu?’

“Kacamata ini” Myungsoo mengetuk kacamata Sooji

“Hem..” Sooji tersenyum kecil

“Kali ini apa lagi?”

“Entahlah….aku merasa sesuatu yang tidak nyaman”

Myungsoo mendengarkan dengan seksama

“Jihoon oppa dan aku semakin jauh” keluh Sooji

“Mungkin karena kalian sama-sama sibuk?” terka Myungsoo

Molla…there something missing

Magic?” ucap myungsoo

“Iya..keajaiban, aku kehilangan keajaiban ketika aku dekat dengannya”

“Kau hanya perlu menjernihkan pikiranmu, aku tahu yang kau perlukan saat ini…” senyum Myungsoo

“Apa?”

“Minum”

Aniya!” tolak Sooji

Kajja” Myungsoo menarik tangan Sooji, membawanya ke café kegemarannya

“Dengarkan, musik di sini menyenangkan, semua orang diperbolehkan request lagu dan menari”

“Apa ini?” tunjuk Sooji

“Ini disebut shot

Shot?”

“Hem..kajja kita minum”

“Tapi ini minuman memabukkan, aku tidak minum di hari kerja”

“Kau harus mencobanya, hanya 2 gelas kecil”

“Heh?” Sooji menautkan alisnya

Ppalliwa

Myungsoo dan Sooji meneguk dengan cepat 2 gelas kecil shot

“Woaa…” Myungsoo mebuka matanya lebar-lebar

“Ini lebih keras dari soju” protes Sooji

“Tenang Sooji-ya aku masih sadar”

“Kita naik taksi saja”

Okay” senyum Myungsoo sambil mengedipkan kedua matanya

“Kau mau menari?”

“Menari? Oh no no..” tolak Sooji

“Ayolah…semua orang pernah melakukannya di sini”

“Tapi tidak denganku Myungsoo-ssi”

Myungsoo menyipitkan matanya, beranjak dari tempat duduknya

“Tuan bisakah kau pasang lagu beat?”

Uptown Girls?”

“Yap” jawab myungsoo, “Yeorobun…” teriak Myungsoo, “hari ini saya mendapat kabar gembira, istri saya sedang mengandung anak pertama kami, bantu saya untuk membujuk istri saya menari” pinta Myungsoo

“Woa…chukkae!!” sorak para pengunjung café

“Menari..menari…menari..” suara semakin riuh rendah, meminta Sooji menari bersama Myungsoo

Come on honey!” ajak Myungsoo sambil mengulurkan tangannya, Sooji tertawa menerima uluran Myungsoo dan ikut menari bersama tamu café lainnya. “Kau gila Myungsoo-ssi” sungguh hari itu Sooji sangat bahagia, melepaskan segala bebannya selama ini, menjadi dirinya sendiri. Menerima sebuket bunga mawar merah pemberian Myungsoo yang entah darimana ia dapatkan

“Kau tahu aku suka warna merah?” tanya Sooji

“Hanya menebak”

“Darimana kau mendapatkan bunga ini?”

Bimil..” senyum Myungsoo yang kembali menarik tangan Sooji, menari diiringi lagu-lagu beat tempo dulu

Smile!!” Sooji mengalungkan lengannya ke leher Myungsoo, mengcapture mereka berdua

“Kau selalu menghindar ketika kufoto”

“Itu tidak penting Sooji-ssi”

Kebersamaan Sooji dan Myungsoo perlahan menggeser perhatian Sooji terhadap Jihoon. Sooji membuat album foto khusus berisi foto konyol Myungsoo yang selalu menghalangi wajahnya ketika ia foto, “kau lucu Myungsoo-ssi” senyum Sooji

—-

“Aku merasa kita semakin jauh Sooji-ya”

Sooji terdiam menatap kekasihnya

“Aku akan ke London selama 3 minggu, ketika aku kembali kuharap kau sudah berubah menjadi Soojiku yang dulu kukenal” pinta Jihoon

““Mungkinkah perasaanku berubah?” tanya Sooji dalam hati

—-

“Myungsoo-ya kau dipanggil Hyung Min sunbae” Eunji menelepon ponsel Myungsoo ketika dirinya masih di lokasi syuting

“Sekarang?” tanya Myungsoo

Ne sekarang”

Gidaryo” MYungsoo menutup sambungan ponselnya

“Mau kemana?” tanya Sooji

“Ke kantor, menemani hyung mengcasting pemeran utama” Myungsoo mengambil tas ranselnya, “aku pergi” ia mengusap puncak kepala Sooji

Sooji menatap punggung Myungsoo, perasaan aneh menjalar dalam hatinya, tiba-tiba rasa kesepian menyelimuti hatinya

“Rasa apa ini?” tanya Sooji

Malam itu Sooji terdiam menatap langit malam, kepergian Jihoon tidak membuatnya sedih, tetapi melihat Myungsoo tidak di sampingnya membuat ia tidak nyaman. Sooji bertanya-tanya dalam hati atas perubahan sikapnya akhir-akhir ini, ia selalu bersemangat ketika membuka matanya di pagi hari, menebak-nebak ulah apa lagi yang akan Myungsoo perbuat jika bertemu dengannya. Myungsoo berhasil membuatnya selalu tersenyum, menebak dengan tepat apa yang sebenarnya Sooji sukai dan tidak sukai. Sooji merasa Myungsoo lebih menerima ia apa adanya dibandingkan dengan Jihoon yang telah bertahun-tahun mengenal dan menjadi kekasihnya

“Siapa yang akan mencoba hujannya?” tanya Dongwoo

Molla..” teriak salah satu kru

“Aku suka hujan” senyum Sooji

“Heh?”

Sooji berjalan ke tengah lapangan yang tengah diseting hujan, rambut, wajah dan bajunya basah. Myungsoo memandang lekat wajah Sooji dari kejauhan, wajah tenang Sooji yang memejamkan matanya menikmati tetesan hujan buatan

See..hujan menyenangkan” pekik Sooji, kemudian berjalan menghampiri Myungsoo

“Kau tampak….fugly” ucap Myungsoo sambil tersenyum

“Hem..fugly” kekeh Sooji, entah mengapa senyuman Sooji sedikit membuat dada Myungsoo berdegup

Myungsoo tampak berkali-kali membuat wajah mual ketika adegan demi adegan romantis tercipta, belum lagi stradara Hyung Min memintanya untuk meneteskan 4 tetes air hujan di wajah Son Naeun yang tengah pingsan dalam sebuah scene. Susah payah Myungsoo memanjat tangga, satu tangannya memegang payung, sedangkan tangan satunya meneteskan botol air mata di wajah Naeun hingga 4 tetes berhasil didapatkan. Myungsoo menggerutu tidak jelas, dan Sooji memberinya handuk sambil mengusapkan ke rambut Myungsoo, sementara Myungsoo minum teh hangat pemberian Dongwoo. Sooji dengan setia sambil sesekali terkekeh geli mendengarkan keluhan pria di hadapannya

—-

“Skenario aneh”

“Apa?”

Ige..”

“Ini mudah…” Sooji membaca dialog cinta tokoh utama dengan penuh penghayatan

“Wow..jika Hyung Min hyung melihatmu mengucapkan dialog ini, kujamin aku akan ikut dicasting” puji Myungsoo

Mwoya” balas Sooji

“Kau masih tidak percaya cerita cinta?” tanya Sooji

“Hem..a..a…” Myungsoo menggerakkan jari telunjuknya sambil mengedipkan sebelah matanya

I don’t believe it” ucap Myungsoo sambil berlalu dari hadapan Sooji. Melihat senyum Myungsoo meyakinkan Sooji akan satu hal

“Aku menyukaimu” gumamnya dalam hati

……

Malam harinya

Temui aku di hotel Marriot, urgently –Sooji–

Myungsoo membaca pesan Sooji, “apa ada yang penting?” pikirnya sambil mengambil jaket dan kunci mobil

I had fallen for Mr. Wrong” Sooji tersenyum menatap dirinya di depan cermin dengan bergaun merah, malam ini ia akan mengutarakan perasaannya kepada Myungsoo

“Aku tidak tahu bagaimana aku mengatakan ini kepada appa, eomma dan Jihoon oppa..tapi ini masa depanku, dan aku tidak akan pernah tahu seperti apa masa depanku kelak” Sooji tersenyum menatap lampu jalanan, mobil membawanya melaju menemui Myungsoo

TBC

 

Next Chapter

Mianhe Sooji-ssi”

..

“Aku ingin Soojiku kembali” pinta Jihoon

Ne oppa, aku telah kembali”

..

“Kau bodoh Myung!” ucap Eunji

“Semua terserah padamu Myung” Dongwoo berusaha menghibur Myungsoo

..

“Ada banyak bus kita lihat di jalan, namun hanya satu bus yang akan membawa kita pulang” ucap Howon

Arra hyung

..

“Pulanglah nak, appa memerlukanmu di sini” pinta eomma Myungsoo

“Haruskah aku pulang eomma?”

Ne…eomma tunggu”

Gidaryo eomma, aku pulang”

..

Kajimayo..kau meninggalkan semua usahamu ini? kau pengecut oppa!” pekik Sulli

..

“Aku kekanakan keutchi?”

Aniya…

Mianhe

“Sooji-ya” Myungsoo mendekap erat kepala Sooji

***

Kita maraton dengan ff ini, Jumat atau Sabtu saya posting chapter terakhir, ini seperti film jadi pendek, jangan bilang alurnya kecepatan karena memang harus seperti ini

Ditunggu RCLnya, ghamsahamida🙂😉

79 responses to “I Hate Luv Story (2/3)

  1. Waaaa…
    Sedikit demi sedikit, prasaan mulai tumbuh..
    gimana ma myung yh? Dia kn gk percaya cinta.. kasian suzy..

  2. Suzy and Myung makin dekat ajjah!! suzy akn mengutarakan hati nya kpd myungsoo, lalu bagaimna dgn kekasih ny apkh suzy akn memutuskn ny?

  3. Hihihi aku mendukungmu,ayo katakan cintamu pd myung :)…tp kayanya myung nolak sooji!!!???biar g pnasaran aku lanjut bc next chapt nya y eon🙂

  4. Yaampun myungggg tingkah tenfil banget beda banget sma karakter2mu diff kak dina yg lainnya wkwkwk
    feelnya dpt banget^^
    sooji nggk sadar semakin dekat hubungan mereka, semakin tumbuh perasaan cinta yg tdk mereka ketahui hahaha
    kayanya hubungan sooji dan jihoon udh diambang keputusan deh wkwkwk
    semoga kekekeke~ #jahat
    penasarn sma kelanjutannyaaaa^^

  5. Ya ampun berasa banget part ini panjang ….
    Hah mereka ya dari pertemuan awal yg udah gak baik, satu kerjaan tapi gak pernah akur. Ada aja masalah yg buat mereka berdebat setiap waktu, gak ada habisnya. Sampe gegara suez bentak myung, ehhh disitu mereka baru bersikap biasa aja. Jarang debat lagi dan yg lebih senengnya mereka makin deket, dari sikap suez yg menganggap kisah hidupnya sempurna. Dan myungsoi yg urakan gak percaya cerita cinta, disini kisah mereka dimulai…mulai deket satu sama lainnya. heh yg pastinya buat suez renggang sama jihoon pacarnya yg dibilang sempurna itu. Ohh suez udah mulai suka ma myung yee,, sampe dia mau ngutarain isi hatinya. Ahhh gk sabar next chapter

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s