[Writing Fanfiction Contest] Invinsible Tutor

Invisible Tutor

© Rosaliaaocha

Title : Invinsible Tutor | Author : RosaliaaochaGenre :  Angst, Fantasy, Romance, School Life | Rating : Teen | Main Cast : Bae Suzy & Kim Myungsoo | Other Cast : Jung Soo Jung, Cho Chae Won, Kang Minhyuk, Choi Minho

***

Suzy POV

Hari mulai gelap dan pelajaran tambahan sekali lagi harus aku geluti. Mengingat ujian akan segera datang dan aku akan menjadi seorang calon mahasiswi, kurasa sisa waktu liburan pun hanya akan berkutat dengan buku-buku saja.

“Suzy!”

Aku menoleh saat temanku memanggilku. Mereka sepertinya sudah selesai dengan tugas dan pelajaran mereka. Terlihat jelas dari kedua mata berbinar mereka juga senyuman mengembang yang disertai kedua lengan mereka yang mengapit pada kekasih mereka.

“Kau belum selesai?” Tanya Soo Jung padaku, si gadis cerewet tapi manis dan ramah itu.

“Belum. Aku masih harus menyalin. Kalian duluan saja!” Sahutku.

“Yakin? Kau tidak perlu ditemani? Ini sudah malam, Suzy-ah!” Kali ini Chae Won, si gadis pendiam namun sangat perhatian itu.

Gwaenchana… Aku sudah biasa. Sudahlah kasihan kekasih kalian itu menunggu!”

Minho dan Minhyukyang sebenarnya sudah berada di tingkat dua universitas tersenyum lebar padaku. Yaaa… aku bisa mengerti mereka juga pasti lelah jika menungguiku terus karena kekasih mereka.

“Baiklah kalau begitu. Ingat! Jangan terlalu malam dan minta appa-mu menjemput! Jangan pulang sendirian, Bae Suzy!”

Ne, Soo Jung-ah, arrayo.”

“Hati-hati Suzy-ah! Kau bisa menyalin besok jika memang tidak selesai atau aku akan menyalinkan untukmu.”

Aniya, Wonnie-ah. Hampir selesai dan aku akan segera pulang. Gokjongma!”

Aku tersenyum tipis dan melambaikan tangan pada keempat orang yang akhirnya meninggalkanku sendirian di kelas. Aku bersyukur karena aku masih mendengar suara bising dari kelas sebelah dan itu artinya aku masih belum benar-benar sendirian, bukan?

“Chogiyo…”

Aku mengerutkan dahi saat merasa ada yang memanggilku tiba-tiba. Bulu kudukku merinding seketika hanya karena mendengar suara yang terdengar seperti berbisik itu.

“Chogiyo…”

Aku menegakkan tubuhku dan bersiap kalau-kalau yang kudengar barusan adalah suara yang tidak kasat mata wujudnya. Tidak… Itu mustahil kan?

“Chogiyo, agasshi!”

Aku menghela nafas dan mendongakkan tubuhku.

“AKKHHH!”

Aku memekik saking terkejutnya begitu melihat seorang pria dengan seragam sekolah yang sama denganku berada di hadapanku tiba-tiba. Seingatku aku tak mendengar langkah kaki sejak tadi.

Neo… neo…. nuguya?”

“Seorang siswa. Apa kau tak lihat seragamku?”

Aku mendengus. Aku tentu saja tahu dan tidak bodoh sampai tidak mengenalinya sebagai siswa. Tapi… aku tak pernah melihat dia sebelumnya.

“Kau anak baru?” Tanyaku lagi.

Tapi apa mungkin anak baru di tingkat akhir?

“Mungkin. Tapi tidak juga…” Ucapnya sambil menggaruk kepalanya seolah kebingungan.

“Lalu?”

Dia menghela nafas panjang lalu duduk di sampingku dan menatap langit-langit dengan pandangan menerawangnya.

“Aku pernah berada di kelas ini dan menjadi juara kelas sekaligus ketua kelas.”

Aku mengerutkan dahiku, setahuku ketua kelas di kelasku ini adalah Shin Dongho dan juara kelasnya adalah Chae Won. Tapi dia siapa?

“Solma… neo…”

Aku menggerakkan jariku untuk menyentuhnya dan… bulu kudukku benar-benar berdiri dan kedua mataku membulat menatapnya. Dia tembus pandang?

Dia hanya tersenyum ke arahku sekilas dan harus kuakui senyumannya sangat manis tapi tetap saja dia itu hantu bukan?

“Kau hantu?”

“Jika iya, bagaimana? Bisakah kau tidak lari?”

Aku meneguk salivaku. Bagaimana aku bisa lari jika kakiku seolah terpaku di lantai dan tak bisa bergerak hanya karena terkejut.

“Maaf membuatmu terkejut.” Ucapnya lirih sambil menundukkan kepala.

Entah kenapa perasaanku iba melihatnya. Dia terlihat begitu kesepian dan menyedihkan. Tapi kenapa aku harus memperhatikannya? Mempedulikannya? Bodoh!

“A… aku tidak akan pergi.” Ucapku terbata-bata.

Jinjja? Kau tidak akan pergi dariku? Kau mau menemaniku?”

NE? Maksudmu aku ma… mati? Begitu?”

Dia terkekeh mendengar jawabanku. Dan sekali lagi senyuman dan tawanya itu benar-benar mempesona. Oh, apa Bae Suzy baru saja jatuh cinta pada hantu? Ck…

Aniya. Cukup menemaniku dan aku akan mengajarimu, bagaimana chingu-ya?”

“Kau kesepian?”

“Heem… sudah cukup lama aku berada di sini dan aku selalu sendirian melihat kalian belajar dan belajar. Aku takut jika aku muncul, kalian akan lari ketakutan.”

“Lalu kenapa kau muncul di hadapanku?”

“Entahlah… Aku merasa kau adalah seorang gadis yang baik.”

“Jinjja?”

“Heem…” Lagi-lagi dia tersenyum padaku dengan kedua lesung pipinya yang muncul. Astaga… aku benar-benar terpesona oleh hantu sepertinya.

“Aku Bae Suzy…”

“Aku tahu. Bahkan aku masih ingat nama semua teman sekelasmu. Juga sahabatmu Jung Soo Jung dan Cho Chae Won, keutchi?”

“Woaaah… apa kau benar-benar memperhatikan kami?”

Dia kembali mengangguk dan tersenyum. Bisakah dia menghentikan senyuman mautnya? Benar-benar membuatku ingin pingsan!

“Lalu namamu?”

“Myungsoo. Kim Myungsoo… Senang bertemu dan berkenalan denganmu, Suzy-ah.”

Ne… Myungsoo-ah.”

ANI! Panggil aku sunbae atau oppa. Aku lebih tua darimu!”

“Mwo? Sunbae? Oppa?”

“Myungsoo oppa juga tidak buruk, otte?”

Aku mengerjapkan mataku beberapa kali. Apa ada hantu seperti dia? Meminta memanggilnya oppa? Dia sedang merayu kah?

“Ayolaah… sudah sangat lama aku tak mendengarnya… Panggil aku oppa, eoh?”

Ne, Myungsoo oppa… Kau puas? Ck.. hantu genit!”

YAK! Apa-apaan kau!” Dia mendengus kesal sambil mengacak rambutku. Lucu rasanya ketika tangannya menembus kepalaku tapi ada perasaan menggelitik di hatiku.

“Haah…” Dia menghela nafas karena sadar apa yang dilakukannya sia-sia. Aku bisa melihat raut wajah kecewanya. “Kajja kita belajar bersama aku pasti bisa membuatmu jadi juara kelas setelah ini!”

Aku terkekeh melihat tingkat kepercayaan dirinya yang sangat tinggi itu. Tapi dia memang menyenangkan. Dan rasa takutku padanya seolah menghilang begitu saja.

**

“Suzy kau baik-baik saja?” Tanya Chae Won saat melihatku baru masuk kelas.

Aku mengangguk sekilas dan kurasa aku tahu apa yang membuatnya khawatir begitu melihatku. Sebuah lingkaran hitam di kedua mataku juga wajah lusuhku. Bagaimana tidak jika aku harus pulang jam dua belas malam bahkan sampai dimarahi appa.

“Kenapa dia?” Tanya Soo Jung sambil melirikku sekilas karena dia sibuk berkutat dengan ponselnya yang aku yakin sedang ber-chat ria dengan kekasihnya, Kang Minhyuk.

“Sepertinya kurang tidur. Kau sampai malam Suzy-ah? Bukankah sudah kukatakan untuk…”

Ne… mianhe. Aku tidak bisa pulang awal karena begitu banyak yang harus kucatat sepertinya. Jadi yaaa… beginilah. Lagipula kau sendiri yang bilang agar aku belajar yang rajin supaya mendapatkan nilai yang baik untuk bisa satu universitas denganmu kan?” Jelasku pada Chae Won.

Chae Won mendesah pelan dan tak berkata apapun lagi karena kuyakin dia langsung diam jika aku membahas rencana kami berdua nanti. Aku dan dia berencana berkuliah di Seoul University yang sangat sulit itu bahkan Soo Jung memilih untuk satu kampus dengan namjachingu-nya saja daripada bersama kami karena tidak sanggup belajar. Tapi aku sudah bertekad untuk ke sana bersama Chae Won jadi harus berhasil terwujud. Dan bukankah ada Myungsoo yang akan membantuku?

Ah… memikirkannya membuatku ingin malam segera tiba.

“Kau senyum-senyum sendiri begitu, kenapa?” Ucap Soo Jung yang menatapku aneh.

“Aniya. Gwaenchana!”

“Mungkin dia bertemu hantu semalam.” Tebak Soo Jung dan tebakannya itu benar. Tapi apa aku harus menceritakannya.

“Jangan ceritakan pada siapapun tentangku! Termasuk pada kedua sahabatmu itu! Atau kau akan dianggap tidak waras, Bae Suzy!”

Tiba-tiba aku teringat kata-kata Myungsoo sebelum aku pulang dan yaa… kurasa itu masuk akal.

“Mana ada hantu di dunia ini, Jung Soo Jung!” Sahut Chae Won.

Aku hanya tersenyum tipis. Mungkin jika Chae Won melihat Myungsoo dia akan percaya. Tapi itu tak boleh terjadi kan?

**

Myungsoo sudah duduk manis di sampingku dan aku mulai membuka bukuku.

“Kau mau ke Seoul University?” Tanyanya tiba-tiba dan aku mengangguk membenarkan.

Dia mendadak terlihat lesu dan menundukkan kepalanya.

“Waeyo?”

“Dulu aku juga bercita-cita ingin ke sana. Tapi semuanya berakhir bahkan sebelum aku mencoba.” Dia mendesah kecewa dan aku bisa mengerti apa yang dirasakannya.

“Maaf…” Ucapku.

“Tidak apa-apa. Kenapa kau malah meminta maaf? Aku kan yang bertanya?”

“Maja…”

“Kyeopta! Andai aku bisa menyentuhmu, aku pasti akan mencubitmu gemas, Bae Suzy!” Ucapnya sambil terkekeh.

Kalau begitu aku bersyukur dia tidak bisa melakukannya atau aku akan menjadi bahan pelampiasannya.

“Kita mulai dan kau harus lulus tes di sana! Kajja!

Aku tersenyum melihatnya. Merasakan semangatnya hanya untuk mengajariku membuatku semakin terdorong untuk meraih keinginan itu. Keinginan yang kini bukan hanya untukku tapi juga untuknya.

**

“Woaah… kau mendapat nilai tertinggi, Suzy-ah. Daebak!” Ucap Soo Jung yang menatap hasil pra-ujianku ditangannya.

Chukkae, Suzy-ah!” Ucap Chae Won yang sebenarnya hanya berbeda satu poin denganku.

Neo ddo, Chae Won-ah!”

“Yak! Kau belajar keras selama ini, eoh? Eommonim berkata padaku kau selalu pulang larut. Kau benar-benar belajar dengan keras, Bae Suzy?” Tanya Soo Jung lagi.

Geurom. Aku harus banyak belajar untuk mengejar impian, keutchi?”

Maja. Geundae kau harus menjaga kesehatan juga, Suzy-ah. Tidak baik jika terus menerus pulang larut.” Tegur Chae Won dengan nada khawatirnya.

Arra. Gokjongma, aku bisa menjaga diriku. Ada seseorang yang selalu mengingatkanku untuk minum vitamin.” Sahutku sambil mengingat kata-kata Myungsoo oppa setiap harinya sebelum aku pulang.

Hanya memikirkannya membuatku begitu merindukannya.

Bolehkah jika aku meminta agar waktu cepat berlalu tapi berhenti saat aku bersamanya? Bisakah seperti itu?

“Aku pasti akan merindukan sekolah setelah lulus nanti.” Ucap Soo Jung tiba-tiba dan menatap seluruh area kelas dengan kedua manik matanya yang berbinar.

“Setidaknya kau akan bertemu Minhyuk-mu kan?” Sahut Chae Won yang berhasil membuat kedua pipi Soo Jung memerah.

“Sudah kubilang sebaiknya kau bersamaku agar bisa bersama Minho oppa juga.”

“Tidak perlu. Minho oppa mendukungku berkuliah di sana.”

“Ck… jika Minho oppa direbut gadis lain, baru tahu rasa!”

“Aku percaya padanya.”

Soo Jung mendengus dan memutar bola matanya malas. Sementara aku terpaku di tempatku dan hanya mendengar pembicaraan mereka. Sejenak aku memikirkan sesuatu yang mengganjal tiba-tiba.

“Mungkinkah…”

**

“Myungsoo oppa boleh aku bertanya sesuatu?” Tanyaku saat ‘kelas malam’ tiba.

“Apa? Tanyakan saja.” Ucapnya santai dengan pandangannya yang tak teralih dari buku yang baru saja terbuka dihadapannya.

“Jika aku sudah lulus apa itu artinya kita tidak akan bertemu lagi?”

Dia lantas mengalihkan perhatiannya itu dan menatapku lekat. Senyuman tipisnya muncul kemudian.

“Mungkin. Aku tidak bisa ke manapun selain di sini.” Ucapnya lirih.

Aku bisa melihat kesedihan di wajahnya. Begitu juga dengan aku yang entah kenapa menjadi sangat sedih hanya karena hal ini. Aku merasa aku tak ingin kehilangannya. Tak ingin waktu seperti ini berakhir begitu saja. Tidak ingin berpisah darinya. Tapi di sisi lain aku juga ingin mewudkan impianku yang menjadi impiannya.

Gwaenchanayo… Kau harus tetap melanjutkan hidupmu, Bae Suzy.” Ucapnya lagi dan kali ini dengan senyuman yang sedikit lebih lebar.

“Tapi…”

“Sebaiknya kita kembali belajar, hari sudah semakin larut.”

Aku menghela nafas mendengarnya tak lagi ingin membahas perihal itu. Ya… mungkin dia benar jika aku hanya harus melanjutkan kehidupanku bukannya tetap bersamanya yang tak nyata. Tak hidup…

**

Tap… Tap… Tap…

Aku berjalan melewati kelas-kelas juga lorong-lorong kelas yang tak berpenghuni. Malam sudah tiba dengan kegelapan yang mendominasi langit. Aku tak menghiraukan peringatan penjaga sekolah yang melarangku masuk atau aku akan menemui arwah gentayangan penghuni sekolah. Aku justru semakin ingin memasuki area sekolah dan memastikan hal itu akan kualami.

Aku merindukannya… Merindukan Kim Myungsoo-ku.

Sejenak aku berhenti di kelas yang menjadi tempat pertemuan kami selama beberapa bulan itu. Lalu meraih sebuah kertas dari dalam tas mungilku dan menatap hasilnya dengan senyuman lebar.

Aku diterima di Seoul University dan aku ingin dia melihatnya. Aku berhasil dan aku ingin merayakannya bersamanya.

“Myungsoo oppa…” Panggilku saat kedua kakiku benar-benar berada di dalam kelas.

“Myungsoo oppa…” Panggilku sekali lagi namun tak kunjung ada jawaban atau wujud seseorang.

“Kim Myungsoo?”

Lagi dan lagi aku memanggilnya tapi tak ada respon apapun dari sana.

“Kim Myungsoo? Myungsoo oppa?”

Aku memanggilnya lagi dan lagi tapi tetap tak ada jawaban. Hatiku berdesir kemudian. Merasakan sesak yang luar biasa di dadaku tiba-tiba.

“Oppa…”

Aku menghela nafas kasar dan tanpa sadar air mata menetes dari kedua mataku. Merasakan kehilangan itu. Benar-benar kehilangan.

“Aku merindukanmu, oppa…”

Sekali lagi aku berusaha memanggilnya. Berharap dia akan muncul meski hanya beberapa detik. Melepaskan kerinduanku padanya. Memberitahukan keberhasilanku berkat dirinya. Mengucapkan selamat tinggal yang belum sempat kukatakan.

**

A Few Months Later…

“Kau yakin tidak mau pergi ke pesta?” Tanya Soo Jung yang sedang menatap cermin dan memastikan tampilannya begitu mempesona malam ini.

“Tidak.” Jawabku singkat dengan malas.

“Ayolah, Suzy-ah! Apakah kau tidak bosan di rumah?” Kali ini Chae Won yang menyahut.

“Lalu melihat kalian berdua bermesraan dan meninggalkanku seorang diri? Maldo andwe!”

“Hahaha… tidak, Suzy-ah. Kau akan dikenalkan dengan seorang pria tampan teman uri oppa.” Jawab Soo Jung yang kini sudah duduk di dekatku.

“Tidak.”

“Ayolaaah…. Kita pergi bersama daripada di hari liburan seperti ini kau hanya bermalas-malasan di tempat tidur?”

“Tidak, Chae Won-ah. Tidak, Soo Jung-ah.”

Keduanya menghela nafas kasar yang bisa kudengar pertanda mereka cukup kesal karena kekeras kepalaan ku.

“Baiklah kami pergi kalau begitu!”

“Jaga dirimu baik-baik Suzy-ah!”

“NEEE…”

Dan aku benar-benar sendirian malam ini. Atau lebih tepatnya hampir setiap hari mengingat kedua sahabatku itu pasti lebih memilih bersama kekasih mereka daripada menemaniku.

Itu nasibku mungkin.

“Aku merindukanmu, oppa..”

Dan jika malam tiba seperti ini aku selalu mengingatnya. Selalu mengingat seseorang yang hanya datang dengan singkat namun bisa membuatku memikirkannya sepanjang waktu.

Senyuman itu.

Suara itu.

Aku berharap aku bisa menyentuhnya walau hanya sekali. Bertemu dengannya sekali lagi dan mengatakan jika aku sangat merindukannya.

“Hah… bodoh… Bae Suzy sangat bodoh.”

Aku menghela nafas kasar lagi dan menatap langit-langit kamarku. Jika memang keajaiban itu ada bolehkah aku memintanya mengabulkan permintaanku itu? Yang satu itu saja…

Drrt… drrt…

Ponselku bergetar. Kupikir Soo Jung atau Chae Won yang kembali memaksaku untuk ikut tapi ternyata salah. Sebuah nomor tidak di kenal yang justru mengirimiku pesan yang tak bisa kupahami.

-Bisakah kau datang ke kelas? Sekarang?-

Aku mengerutkan dahiku sejenak. Kelas? Apa maksudnya?

Drrt… drrt…

-Aku merindukan Bae Suzy-ku. Bisakah dia datang?-

-Nuguseyeo?-

Aku cukup bingung dengan pesan yang tiba-tiba masuk. Membuat otakku berpikir apa ada seseorang yang tengah mengerjaiku? Mungkin saja bukan?

Drrt… drrt…

Aku mengambil ponselku dan membuka pesan yang baru saja muncul itu.

-Kim Myungsoo-

Dan spontan kedua bola mataku membulat sempurna hanya dengan melihat nama itu tertulis di sana. Bagaimana? Bagaimana bisa?

**

Tanpa berpikir hal yang rumit aku segera menuju sekolah lamaku. Berharap jika apa yang aku harapkan benar-benar merupakan kenyataan. Bukan sebuah halusinasi karena kerinduanku yang memuncak itu.

“Myungsoo oppa…”

Aku memasuki kelas yang masih gelap itu, mencari saklar yang harusnya membuat penerangan untuk penglihatanku. Tapi aku tak menemukannya, aku hanya bisa menyentuh tangan seseorang di atas saklar itu dan membuatku berbalik karena terkejutnya juga rasa penasaranku.

“Aku merindukanmu, Bae Suzy.”

Kata-kata itu membuat hatiku berdesir seketika setelah tertangkap oleh indra pendengaranku. Apa dia…

“Bisakah kau berada di sisiku, Bae Suzy?”

Kali ini tanganku digenggam bersamaan dengan tangan satunya yang juga diraih seseorang. Jantungku berdegup semakin tak teratur dan kencang. Tapi masih menyisakan tanda tanya akan siapa yang berulah padaku seperti ini.

“Nu… nuguseyo?”

Harusnya aku tak bertanya. Mendengar suara itu yang tak asing buatku meski sudah lama tak kudengar. Aku tahu itu dirinya.

“Kim Myungsoo…”

Dan mendengar nama itu disebut mengalirkan sengatan listrik di seluruh tubuhku. Hatiku berdesir dan jantungku berpacu.

“Aku merindukanmu Bae Suzy. Sangat…”

Aku masih terpaku di tempatku saat sebuah pelukan hangat kurasakan. Aku bisa merasakan debaran jantung seseorang yang memelukku. Berpacu begitu kencang seperti yang kurasakan. Tapi siapa dia? Mungkinkah dia…

Klik…

Lampu spontan menyala dan menerangi kelas.

YAK KIM MYUNGSOO! BERANINYA KAU MEMELUK GADIS SEMBARANGAN?”

Aku menoleh dan melepaskan tautanku setelah mendengar pekikkan itu. Pekikkan dari seorang pria yang kukenal sebagai kekasih Chae Won, Choi Minho.

“Apa mereka benar-benar saling kenal? Bagaimana bisa?” Kali ini kudengar suara Soo Jung menyahuti.

Aku melihat mereka semua. Soo Jung, Chae Won juga kekasih mereka sedang melihat ke arahku dan…

“Myung… Myungsoo oppa?”

Dia tersenyum ke arahku dengan senyuman khasnya yang kurindukan. Membuatku semakin tak percaya dengan apa yang baru kulihat. Benarkah dia nyata? Benarkah dia yang baru saja memelukku?

Ne… ini aku, Bae Suzy.”

“Kau…”

Dia kembali tersenyum lalu mendekatkan tubuhnya padaku sekali lagi. Menghadapkan wajahnya pada wajahku, mendekatkannya kemudian dan menghapus jarak di antara kami. Menempelkan kedua bibir kami dan disaat yang sama aku merasakan kehangatan juga sengatan listrik dari sana. Lantas, aku memejamkan mataku perlahan, menikmati kehangatan yang mungkin saja akan menghilang setelah ini. Ya mungkin saja…

Saranghae Bae Suzy…”

Kalimat itu diucapkannya ditengah-tengah ciuman yang kami lakukan. Jadi ini nyata?

“Aku kembali hanya untukmu…”

Dan dia kembali menciumku dalam meski aku masih tak mengerti apa yang terjadi. Meski ini mungkin hanya sebatas mimpiku. Meski otakku masih sulit mencerna setiap kata-katanya. Aku harus mengakui perasaanku sendiri. Aku menyadari apa yang kurasakan setelah kehilangannya. Merindukannya dengan sangat amat dan berharap dia bisa kulihat meski sekali.

Aku mencintainya..

Mencintai Kim Myungsoo-ku yang tak nyata.

Namun akhirnya keajaiban itu datang dan membuatnya benar-benar nyata tak hanya dalam penglihatanku.

**

EPILOG

“Apa dia sudah tidak waras setelah sadar dari koma?” Ucap Minho pada Minhyuk.

Omo! Apa mereka pernah bertemu sebelumnya tanpa kita tahu?” Tanya Soo Jung pada Chae Won.

“Tidak mungkin. Bukankah Myungsoo selama ini dirawat di London dan baru kembali beberapa bulan yang lalu? Mana mungkin mereka bertemu? Apalagi Myungsoo mengalami kecelakaan dan koma selama dua tahun.” Jelas Minhyuk.

“Ya sudahlah bukankah ini keajaiban dan yaa… hanya mereka yang tahu apa yang terjadi.” Ucap Chae Won.

“Dan sebaiknya kita segera ke pesta sebelum pesta-nya benar-benar berakhir!”

**END**

87 responses to “[Writing Fanfiction Contest] Invinsible Tutor

  1. wah daebak!!!! keren banget!! myungsoo yang koma di london bisa ngajarin suzy lewat ruhnya dan gak lupa kejadian pas koma?!?! keren!!!

  2. Ohhh jadi itu roh nya myung yg lagi koma iyaa?? Aku kira mereka berlima ngerjain suzy?? ..
    Keren thor…🙂

  3. Waa gak nyangka trnyata Myungsoo cman koma kirain udh gak da bneran.. Kereen thor critany gak ktebak..

  4. igeo mwoya? ckck uri nampyeon dijadiij cast secara implisit kkk
    jadi myung koma 2 tahun? terus dia gentayangan di kelasnya dulu. tapi kenapa setelah sekian bulan deket ama suzy myung baru balik ke raganya. apa mungkin mereka sebelumnya ada ikatan? satu pertanyaan. myung kan baru beberapa bulan sadarnya dari koma selama 2 tahun terus statusnya sekarang apa? pelajar sma? mahasiswa? apa mungkin dia kecelakaan setelah pengumuman atau ujian kelulusan? terus kenapa dulu dia gentayangan di kelasnya dulu? dan kalo dipikir2 harusnya mereka saling kenal secara mereka kan senior dan junior aneh banget pertanyaan duo couple. secara mereka satu sekolah wajar dong kalo kenal ya walaupun kalo dipikir mungkin suzy yg kenal secara kan myung siswa top wjkwk aku komen apaan sih? ckck but i like it kkk

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s