MELODY OF LOVE #CHAPTER 1

11718_521359921336578_4618875410739322796_n

Character’s :

ALL

Title : Melody of Love | Author : @ohohmr | Genre :  Romance, School Life | Rating :General | Cast : Bae Suzy as Suzy, Ahn Jae Hyun as Jae Hyun, Seo Kang Jun as Kang Jun, Park Min Woo as Min Woo, Bae Ju Hyeon as Irene.

.

.

Chapter 1

Previous :

     Entahlah, jika Suzy sedang marah seperti sekarang ini, sebuah kekuatan akan secara mendadak menelusup ke dalam tubuhnya itu. Kekuatannya jadi bertambah berlipat kali ganda.

     Namja itu tersenyum kecil sambil melihat kepergian Suzy. Bukannya merasa bersalah, ia malah tertawa senang. Dasar aneh.

     “Oh ya, aku tidak tahu namanya. Payah!” namja itu berkata seraya berdiri dan membersihkan celananya yang terkotori oleh debu tanah. “Ah sudahlah, toh besok ketemu lagi.”

.

.

.

.

.

Pelajaran Pak Jo usai. Selanjutnya kelas Suzy akan beralih ke pelajaran lain yaitu Matematika yang di ajar oleh Ibu Lee.

Kelas mulai tidak kondusif ketika Pak Jo keluar dari kelas. Semua murid langsung berkutat dengan gadgetnya atau mengobrol dengan teman sebangkunya. Berbeda dengan Suzy, saat ini ia sedang sibuk mempelajari ulang materi Fisika yang baru saja di ajarkan oleh Pak Jo. Terlihat dari tingkahnya itu, dapat di tebak jika Suzy adalah murid pintar. IQnya saja tinggi di atas rata-rata.

Tiba-tiba Suzy merasakan seperti ada sesuatu menyangkut di rambutnya yang terurai. Ia menyisir rambutnya dengan jemari, dan.. ia mendapati butiran-butiran kertas kecil.

Sial! Ulah siapa ini?! keluh Suzy dalam hati.

Suzy mengambil butir-butir kertas itu satu-persatu, setelah merasa rambutnya sudah bersih, ia kembali melanjutkan belajar.

Baru saja Suzy berkutat selama 2 menit pada materi fisikanya, tiba-tiba ia kembali merasakan seperti ada seseorang yang melempar dengan sengaja butir-butir kertas ke arahnya. Kesal memang, tapi ia lebih baik memendamnya. Ia malas meladeni siapa pun orang yang mengganggunya itu.

“Pffftt..” seseorang di belakang Suzy sedang terkikik. Suzy menduga bahwa orang itulah yang iseng melemparinya butir-butir kertas sedari tadi.

Sabar, sabar, sabar. Itulah kata yang terus terngiang-ngiang di benaknya. Ia berusaha mengontrol emosinya dengan kata-kata andalannya itu.

Namun usai sudah kesabaran Suzy, lagi-lagi orang itu melempari Suzy. Namun kali ini bukan dengan butir-butir kertas kecil melainkan dengan sekepal kertas yang sudah diremas membentuk bola.

Suzy meniup poninya. Kini saatnya ia beraksi.

“Hey, kau!” Suzy menyapa seseorang di belakangnya, sapaan yang terkesan seperti sebuah seruan.

Namja itu menatap Suzy, “Ada apa?”

Suzy tersenyum di iringi dengan sebuah dengusan kasar. “Cepat minta maaf!”

Namja itu tersenyum meremehkan, lalu katanya, “Aku tidak bisa melayangkan permintaan maafku kepada orang miskin seperti kau!”

Semua siswa tertawa mendengar ucapan namja itu.

“Hahaha!!!”

“Lanjutkan!”

“Hajar dia, Jae Hyun-ah!”

Semua orang berseru-seru mendukung namja itu, sepertinya ini akan menjadi perang sengit.

Suzy menganggukkan kepalanya, seperti baru mengetahui sesuatu. “Ah.. namamu Jae Hyun? Go Jae Hyun?” Suzy asal menambahkan nama depan namja itu.

“Namaku Ahn Jae Hyun,”

ZRRRR!!

Darah Suzy berdesir. Ahn Jae Hyun..? Jangan-jangan dia.. Suzy mereka-reka dalam hati. Namun ia langsung menggeleng cepat. Mustahil, gumamnya dalam hati.

“Jae Hyun-ssi, aku tidak senang dengan perilakumu itu. Tolong jangan ganggu aku!” tegas Suzy, ia kemudian menghadap ke depan, kembali ke posisinya semula.

“Hey, aku sudah menyelamatkanmu semalam.” ujar Jae Hyun, nada suaranya terdengar sangat santai.

Seluruh isi kelas terdiam lalu menatap ke arah Irene. Mereka seperti menunggu-nunggu sesuatu akan terjadi.

“MWO?!!” Irene berseru. Suaranya itu sungguh merusak telinga. “Jae Hyun Oppa!! Andwae!!!” mata Irene berair, sepertinya ia benar-benar terkejut dengan kalimat yang di lontarkan Jae Hyun barusan.

Suzy menutup telinganya yang sakit akibat seruan Irene, ia lalu kembali menghadap Jae Hyun, “Sial! Gara-gara kau aku jadi bulan-bulanan semua orang.” cukup lama Suzy berkomat-kamit memaki Jae Hyun.

Dan semuanya usai ketika Ibu Lee memasuki ruang kelas.

***

Kang Jun, namja itu memperhatikan Irene sedari tadi. Sudah lama ia menyukai yeoja itu tapi sayangnya Irene malah menyukai sahabatnya Jae Hyun. Kang Jun duduk di sebelah Jae Hyun, tentu dengan jelas Kang Jun melihat pertikaian kecil antara Suzy dengan Jae Hyun yang terjadi beberapa menit lalu. Kang Jun sedikit kesal pada Jae Hyun karena telah membuat yeoja  yang disukainya itu cemburu.

Sudah lama Kang Jun menargetkan Irene untuk menjadi pacarnya. Ia terus berusaha mendekati Irene, namun Irene terlalu dingin padanya. Sulit sekali mendekati yeoja itu.

Min Woo, namja yang jago bermain piano itu semenjak Suzy duduk di sebelahnya, ia terlihat sangat pendiam dan kalem. Membuat Suzy penasaran kepadanya. Namja itu hanya berbicara seperlunya saja dengan Suzy. Tidak banyak bicara, itulah salah satu tipe namja favorit Suzy.

Ibu Lee mengajar Matematika dengan sangat serius, sangat kelihatan sekali ia mahir dalam bidangnya itu. Murid-murid yang di ajarnya sangat menyukainya, sebab materi yang ia ajarkan mudah untuk di mengerti.

KRING!!

Bel istirahat berbunyi. Seperti biasanya, Suzy akan pergi ke perpustakaan untuk belajar. Ia sangat suka membaca.

***

Sudah 10 menit Suzy mencari-cari buku yang ia perlukan namun tak kunjung di dapatinya. Susah memang mencari sebuah buku tanpa memiliki buku panduan perpustakaan SAS. Suzy tidak mempunyai buku panduan itu karena ia masuk lewat jalur beasiswa yang notabene semuanya adalah orang miskin. Suzy menggelengkan kepala ketika teringat hal itu. Ada apa dengan sekolah ini? Kenapa sangat mengucilkan orang miskin?

Yap! Buku yang di carinya akhirnya ia temukan, tapi.. buku itu berada cukup jauh di rak paling atas. Suzy berjinjit, ia berusaha mengambil buku itu. Tapi buku itu hanya dapat ia sentuh ujungnya saja. Ia terus berusaha mengambil buku itu, namun tinggi badannya tidak mencukupinya untuk menggapai buku tersebut.

Otaknya tidak berhenti berpikir disitu saja, ia akhirnya memutuskan untuk melompat.

HAP! Buku itu akhirnya dapat diraihnya namun tubuhnya limbung dan terhuyung-huyung ke belakang. Jatuh pun tak apa selama buku yang ia cari sudah ada digenggamannya. Suzy sudah pasrah.

Ia memejamkan matanya, tapi..

“Hati-hati!” seseorang mengulurkan tangan dan meraih pinggangnya sebelum Suzy jatuh ke lantai.

Suzy mencengkeram lengan orang itu supaya tidak jatuh. Suzy kemudian membuka matanya, kini ia berhasil menatap wajah orang yang menyelamatkannya itu. Mereka saling bertatapan tanpa ada satu orang pun yang berbicara, hanya tatapan merekalah yang saling berbicara. Suzy nyaris terjatuh lagi. Astaga! Betapa terkejutnya ia ketika melihat manusia di depannya itu.

Sesaat Suzy merasa sedang berhalusi nasi ketika mendapati teman sebangkunya itu saat ini sedang memeluk pinggangnya. Ia bahkan tidak tahu siapa nama namja itu. Bukannya lupa, tapi ini sama saja dengan kasus Ahn Jae Hyun. Suzy benar-benar tidak tahu seluruh nama teman sekelasnya.

“Ehem,” namja itu berdeham.

Suzy dengan cepat kembali ke dunia nyata dan berdiri, “Gomawo.”

“Ya,” namja itu membungkuk, ia mengambil sesuatu di lantai. “Ini.. bukumu terjatuh,” namja itu sempat melihat buku apa itu dan kemudian ia tersenyum. Baru kali ini Suzy melihat namja itu tersenyum, kedua lesung pipi muncul di sudut bibirnya, membuatnya tampak begitu manis. “Kau senang bermain piano, ya? Buku ini sangat bagus untuk di pelajari.”

“Aku..” Suzy sepertinya sangat sulit jika berbicara dengan namja di depannya itu, entah apa yang membuatnya seperti itu, ia sendiri tak tahu. “Aku menyukai piano sudah sejak lama. Tapi..”

“Tapi..?”

“Aku masih belum mahir bermain piano, maka dari itu aku meminjam buku ini untuk panduan belajar otodidak.”

“Mmm.. begitu ya.. kita belum saling berkenalan ‘kan? Namaku Park Min Woo,” namja itu mengulurkan tangannya.

Suzy menyambut uluran tangan itu, “Namaku–”

“Aku sudah tahu, Bae Suzy ‘kan?” Min Woo memotong perkataan Suzy dengan cepat.

“Ah, ya. Bangapta, Min Woo-ssi.”

Min Woo mengernyitkan dahinya, “Jangan terlalu formal begitu. Panggil aku Min Woo, hilangkan kata ssi di belakang pengucapan namaku.”

Suzy menangguk setuju.

“Ah ya, jika kau mau–”

Kata-kata Min Woo terpotong karena seseorang memanggilnya. “Yaa, Min Woo-ya!!” terdengar suara teriakan seorang namja yang berhasil memecah keheningan di perpustakaan ini.

Seharusnya di perpustakaan tidak boleh berteriak. Mendengar seruan itu seluruh isi perpustakaan tidak berani berbuat apa-apa walau mereka sangat terusik dengan suara teriakan tadi. Yang marah atau pun kesal harus mengurungkan niatnya untuk melabrak si namja berisik itu. Tidak ada yang berani melawan namja itu. Hmm.. enak sekali ya, hidup di dunia seenak jidatmu! Mau melakukan apa pun tidak akan ada orang yang berani menentang.

“Kita bicarakan nanti di kelas,” Min Woo pergi dari hadapan Suzy, ia berjalan menghampiri seseorang yang telah membuat gaduh perpustakaan selama rentan waktu 5 menit. Siapa lagi kalau bukan Ahn Jae Hyun! Hmm… mengganggu saja.

Jae Hyun sempat melirik Suzy yang sedang duduk sambil membaca buku sebelum Suzy hilang dari pandangannya.

***

Min Woo dan Jae Hyun sudah meninggalkan perpustakaan. Mereka saat ini sedang berjalan di lorong dekat aula.

“Apa yang kau bicarakan dengannya? Kelihatannya kalian berdua asyik sekali. Cih!” Jae Hyun membuka pembicaraan. Nada suaranya terlihat sangat tidak suka. Sebenarnya Jae Hyun melihat adegan Min Woo menangkap tubuh Suzy di perpustakaan tadi, tapi ia tidak ingin mengungkapnya.

“Piano,” jawab Min Woo singkat. “Kenapa kau menyakan itu?” sambungnya.

“Terserahlah kalian mau membahas apa. Aku lapar, tolong cepat sedikit jalannya.” ujar Jae Hyun mengalihkan topik pembicaraan. Ia kemudian berjalan mendahului Min Woo.

***

Sehabis dari perpustakaan, Suzy menyempatkan diri ke ruang guru. Ia ingin menanyakan sesuatu seputar Fisika kepada Pak Jo. Namun baru saja ia sampai di depan pintu masuk ruang guru, ia melihat Ibu Lee sedang membawa banyak tumpukan buku yang menutupi wajahnya. Suzy tidak tega melihatnya, ia pun menghampiri Ibu Lee.

“Permisi,” sapa Suzy.

Ibu Lee menghentikan langkahnya, ia menaruh seluruh tumpukan buku yang dibawanya itu di kursi panjang di depan ruang musik. “Ada apa?” suara Ibu Lee terdengar sangat capek. Maklum, ia baru saja mengangkat bawaan yang berat.

“Boleh saya bantu membawakan semua buku-buku itu?”

Ibu Lee yang tadinya letih lesu kemudian tersenyum sumringah, “Tentu saja. Tolong bawakan buku-buku ini ke ruang audio visual. Terima kasih, Bae Suzy.”

“Sama-sama, Bu.”

Ibu Lee berjalan ke ruang guru, ia berjalan sambil memegang sebelah kepalanya. Kasihan dia, padahal sudah tua tapi harus membawa beban seberat ini. Sekolah ini memang mengerikan. Miskin rasa sosial.

HUP! Suzy membawa semua buku-buku itu di tangannya. Berat.. keluhnya dalam hati.

Tumpukan buku-buku itu menutupi pandangan Suzy, ia jadi sulit melihat jalanan karena terhalang oleh tumpukan buku yang dibawanya.

***

Suzy sudah setengah perjalanan menuju ruang audio visual, sekarang ia berada di depan ruang olahraga. Disana ada sekumpulan murid namja yang sedang bermain basket. Suzy tidak mempedulikan semua itu, sekarang yang terpenting adalah buku-buku ini harus sampai ke tempat tujuannya.

Tiba-tiba hal sial menimpanya, untuk yang kesekian kalinya.

Sebuah bola basket menuju ke arahnya, bola itu melesat dengan sangat cepat.

BRUKK!!

Seluruh buku yang dipegang Suzy berserakkan di lantai. Suzy pun terjungkal ke belakang, ia memperlihatkan isi roknya ke namja-namja yang sedang bermain basket.

Dengan cepat ia memperbaiki posisi roknya lalu membereskan buku-buku yang berserakkan.

Rasanya ingin menangis. Kenapa aku sial sekali?! batinnya dalam hati.

“Maafkan aku,” tiba-tiba seorang namja berpakaian basket lengkap beserta handband di tangannya berkata seraya membantunya membereskan buku-buku yang tercecer akibat ulahnya. “Aku tidak sengaja. Sungguh,” namja itu menatap Suzy, ia terkesiap, “Kau.. si gadis beasiswa itu ‘kan? Si miskin?”

Suzy menghentikan kegiatannya membereskan buku-buku itu, ia menatap namja itu dengan matanya yang berair. “Jangan pernah kau rendahkan aku seperti itu!”

Namja itu sontak terdiam. Ia bukan terdiam karena ucapan Suzy, namun.. ia menatap hidung Suzy yang mengeluarkan darah. Jemari namja itu mengusap darah segar yang sudah membasahi bibir Suzy. “Sstt, jangan berbicara lagi. Hidungmu berdarah,” namja itu melepaskan handband dari tangannya lalu benda itu digunakannya untuk membersihkan darah Suzy yang terus mengalir, ia juga berusaha menghentikan darah itu dengan menekan handbandnya di hidung Suzy, “Tenang saja. Handband ini mahal dan masih bersih. Kau tidak akan terkontaminasi oleh virus jika memakainya.” namja itu seperti sedang mempromosikan handbandnya. Lucu sekali.

Tiba-tiba saja rasa kesal Suzy hilang, ia tidak menyangka ternyata namja itu baik juga.

“Lakukan sendiri, ya? Kau bisa ‘kan?” namja itu meraih tangan Suzy lalu mengarahkannya ke handband yang sedang menutupi hidung Suzy yang berdarah. “Pegang yang benar. Karena aku sudah membuatmu seperti ini, aku akan mengantarkan semua buku-buku ini ke tempat tujuannya. Kau harus ikut denganku, tentu saja sebagai penunjuk jalan agar aku tidak tersesat.”

Namja itu sudah selesai membereskan buku-buku yang berceceran tadi dan ia membawa semua buku itu di tangannya. Jika Suzy yang membawanya, pasti tumpukan itu menutupi seluruh wajahnya. Tapi, jika namja itu yang membawa, semua buku itu tidak menutupi wajahnya. Ya jelas, itu semua karena perbedaan tinggi badan. Suzy pendek sedangkan namja itu menjulang tinggi.

.

.

To be continue


Hey, ini dia chapter 1 yg kalian tunggu2. Maaf ya lama nge-post, baru beli quota. Terima kasih sdh memberi dukungan trs kpd saya. tysm

.

55 responses to “MELODY OF LOVE #CHAPTER 1

  1. Wah cwox2 pd hina suzy miskin, tp pra cwox pd mau bantuin suzy. Hmmm kira2 vwox yg nlong suzy siapa ye anak basket

  2. Astaga suzygg haha apes mulu dirimy yaaa.
    siapa lg yg nolongin itu?
    Jaehyun?tmn kecil suzy?bener kahhh?ko ga ngenalin suzy?

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s