MELODY OF LOVE #CHAPTER 2

11718_521359921336578_4618875410739322796_n

Character’s :

ALL

Title : Melody of Love | Author : @ohohmr | Genre : Romance, School Life | Rating :General | Cast : Bae Suzy as Suzy, Ahn Jae Hyun as Jae Hyun, Seo Kang Jun as Kang Jun, Park Min Woo as Min Woo, Bae Ju Hyeon as Irene.

.

.

Chapter 2

Previous :

   Namja itu sudah selesai membereskan buku-buku yang berceceran tadi dan ia membawa semua buku itu di tangannya. Jika Suzy yang membawanya, pasti tumpukan itu menutupi seluruh wajahnya. Tapi, jika namja itu yang membawa, semua buku itu tidak menutupi wajahnya. Ya jelas, itu semua karena perbedaan tinggi badan. Suzy pendek sedangkan namja itu menjulang tinggi.

***

Suzy dan namja tadi sudah selesai menaruh buku-buku itu di audio visual.

Tanpa basi-basi, karena memang itulah sifat Suzy, Suzy berjalan meninggalkan namja tadi. Ia berjalan tanpa sekali pun mengucapkan kalimat ‘Terima kasih’.

“Hey,” rupanya namja tadi tidak terima dengan tingkah Suzy yang langsung kabur begitu saja tanpa permisi. Namja itu menjajarkan jalannya dengan Suzy.

“Apa?” ujar Suzy tanpa menoleh ke namja di sebelahnya.

“Setidaknya kau harus mengucapkan terima kasih kepadaku, kar–”

Suzy memotong cepat, “Terima kasih.”

Namja itu terkekeh. “Kau ini, setidaknya dengan nada yang tulus.”

Suzy menghentikan langkahnya kemudian menghadap ke namja itu, “Siapa namamu?”

“Hey, kita ini sekelas. Masa kau tidak tahu namaku?”

“Tidak ada hubungannya mau kita sekelas atau tidak. Memang aku harus tahu siapa namamu? Sekarang katakan namamu agar semua masalah kita clear.”

“Kang Jun,”

Suzy menautkan kedua tangannya lalu mengerjapkan matanya berulang kali, seperti gadis di manga yang sedang terkagum-kagum melihat tokoh manga lelaki yang disukainya. “Gomawo, Kang Jun-ssi..” Suzy memaksakan nada suaranya manis agar terlihat tulus.

Raut wajah Suzy kembali seperti semula datar. Ia meninggalkan namja yang bernama Kang Jun itu. Melihat hal aneh yang baru saja terjadi di depan matanya itu, Kang Jun hanya terdiam di tempatnya, sama sekali tidak bergerak. Ia agak.. terkejut melihat sisi lain gadis itu. Detik berikutnya Kang Jun tersenyum, “Hmm.. target yang menarik.”

Kang Jun berlari kecil menuju ruang olahraga, ia kembali bergabung untuk bermain basket dengan teman-temannya. Sedangkan Suzy..? Entah kemana perginya gadis satu itu.

***

Suzy lelah seharian ini, tak henti-hentinya ia di rundung masalah. Sesampainya di rumah, Nyonya Kim yang melihat seragam putrinya terdapat noda darah sontak menghampirinya.

“Suzy-ah.. ada apa dengan bajumu?” Nyonya Kim terlihat sangat khawatir. Ia khawatir putri tunggalnya itu terluka saat berada di luar pengawasannya.

“Aku tidak apa-apa, Eomma. Tenanglah.. bajuku terkena cat merah saat pelajaran melukis tadi.” Suzy terpaksa berbohong agar Nyonya Kim tidak mengkhawatirkannya. “Aku ke kamar dulu. Selamat malam, Eomma.”

***

Suzy membuka kotak musiknya, kemudian terdengar suara musik yang mengalun lembut. Tenang rasanya.

Biasanya jika ingin tidur pun Suzy harus mendengarkan alunan musik itu agar dapat tertidur dengan nyenyak. Ia sudah terbiasa ditemani kotak musik itu.

Hmm.. andai saja dia bisa bertemu sahabat yang memberikannya kotak musik itu.

Suzy menutup matanya perlahan, ia sudah terlelap. Sedangkan kotak musik itu masih terus mengalun, hingga terbawa mengalun lembut di hati dan pikiran Suzy. Sungguh indah. Suzy tak bosan mendengar suara musik yang mengalun indah mewarnai hidupnya beberapa tahun ini.

***

Inilah malapetaka besar jika berurusan secara langsung atau pun tidak langsung dengan Irene.

Suzy yang sedang berada di toilet sore itu, sepulang sekolah, harus berurusan dengan Irene. Suzy yang malang. Kenapa ia harus tertimpa masalah terus?

Irene marah kepada Suzy karena ia cemburu mengetahui Jae Hyun pernah menyelamatkan Suzy dari para preman. Irene sangat membenci Suzy, karena dia alergi dengan orang miskin. Ia tidak sudi satu rumpun dengan Suzy si gadis beasiswa itu.

Padahal Suzy tidak pernah berurusan secara langsung denga Irene, aneh sekali jika hal yang terjadi secara tidak langsung saja di permasalahkan seperti ini. Irene memang manusia yang kompleks.

Irene bersama teman sebangkunya, Seulgi, menghadang Suzy di dalam toilet yeoja. Mereka sepertinya sudah mempersiapkan sesuatu dengan matang. Ya, benar. PENYIKSAAN.

“Kau jangan senang dulu! Kau pikir kau sudah hebat karena Jae Hyun Oppa menyelamatkanmu, hah?!” Irene berseringai, ia masih terlihat tidak percaya dengan nasib baik yang menimpa Suzy tempo hari. Ia benar-benar cemburu dan.. iri.

Seulgi yang berdiri di samping Irene terlihat seperti sedang memanas-manasi Irene agar segera menghabisi Suzy.

“Hei! Aku benci orang miskin seperti kau. Enyahlah!” Irene hendak mendorong tubuh Suzy. Namun karena Suzy cekatan, ia segera merunduk dan mendorong tubuh Irene duluan, akhirnya Irene malah terpentok pintu toilet dan terduduk di kloset. Pemandangan yang sungguh memalukan. Irene mempermalukan dirinya sendiri.

Seulgi yang melihat itu segera membantu Irene, sedangkan Suzy segera lari dari toilet yeoja menuju halaman sekolah.

Sekolah sudah sepi. Maklum, seluruh isi sekolah sudah sibuk dengan kegiatan lain ketika bel pulang berbunyi.

Suzy berjalan santai. Ia kira Irene tidak akan mengganggunya lagi, tapi ternyata dugaannya salah. Kini Irene yang tak ditemani oleh Seulgi sedang berlari di belakang Suzy, berusaha menghampirinya. Oh, tidak. Suzy tak sempat berlari, tas Suzy di tarik oleh Irene, membuat seluruh isi yang ada di dalam tas itu tumpah ke aspal.

BRAK!!

Diantara semua benda yang tumpah ke aspal itu, ada satu benda yang sangat berharga untuk Suzy. Kotak musik. Benda itu sudah hancur lebur, tak berbentuk. Hartanya satu-satunya. Kenangannya semasa kecil sudah hancur di depan matanya. Dada Suzy sesak, ia mengumpulkan serpihan kotak musik miliknya sambil terisak.

Melihat Suzy yang menangis, Irene masih belum puas. Baru saja Irene akan menjambak rambut Suzy, tiba-tiba seseorang menahan tangannya. Irene terkejut melihat siapa gerangan itu. Tangannya langsung gemetaran.

“Jae Hyun Oppa..” lirih Irene ketika mengetahui siapa yang menghentikan laju tangannya.

Wajah Jae Hyun mengerikan, ia terlihat sangat geram. “Kau.. sekali lagi kau mengganggu Suzy, akan kuhajar kau!” Jae Hyun mencengkeram pergelangan tangan Irene dengan sangat kuat. Ia seperti ingin mematahkan tulang Irene agar tidak melukai Suzy lagi.

“Mi-mianhae Oppa..” Irene berlari keluar gerbang sekolah. Ia menangis tersedu-sedu mendapat perlakuan yang tidak diinginkannya oleh namja yang ia kagumi sejak dulu.

***

Suzy dan Jae Hyun duduk di kursi panjang di depan taman kota Seoul.

Tak ada yang berbicara.

Suzy menatap serpihan kotak musik yang ia pegang itu, tak terasa air mata menetes dari pelupuk matanya. Ia terisak.

Jae Hyun menepuk pundak Suzy, berusaha menenangkan. Saat melihat gadis itu menangis, hati Jae Hyun terasa sangat nyeri. Apa yang terjadi? Apa dia sudah mulai menyukai gadis ini..? Mungkin saja.

Suzy sudah puas menangis, hatinya sudah agak lega.

“Apa benda itu sangat berharga?” tanya Jae Hyun kemudian.

“Ya, benda ini sangat berharga bagiku. Benda inilah yang selalu menemani dan menenangkanku. Jika tidak ada ini.. aku tidak tahu harus bagaimana.”

“Memang benda apa itu?”

“Sebuah kotak musik,” senyuman pahit tersungging di bibir Suzy.

Kotak musik..? Jae Hyun berujar dalam hati. Ia seperti familiar dengan benda itu. “Tanpa itu, kau tetap akan hidup. Jangan terlalu bergantung pada benda mati seperti itu. Itu tidak ada artinya.”

“Ya, kau memang benar. Ini hanya benda mati. Tapi kau salah jika menganggap benda mati tidak berarti apa-apa untuk sebuah kehidupan. Tanpa kotak musik ini, aku mungkin sudah mati. Karena selama perjalanan hidup yang sudah kulewati, aku selalu berhadapan dengan masalah. Aku adalah tipe orang yang tidak kuat menghadapai masalah, sekecil apa pun masalah itu. Kadang aku berpikir untuk mengakhiri hidup dengan menggantung diri. Tapi.. kotak musik ini telah menyelamatkanku dari kematian. Jika ada masalah, aku selalu mendengarkan alunan lagu dari kotak musik ini, setiap nadanya memiliki makna tersendiri. Melodinya sangat menenangkanku. Itulah mengapa aku begitu kehilangan. Seperti ada yang hampa,” Suzy kembali menangis.

Entah kenapa, saat pertama kali Jae Hyun melihat Suzy menangis ia menjadi amat kesal. Tapi sekarang.. ia malah menjadi sedih dan nyeri melihat gadis itu menitikkan air matanya.

“Sudahlah.. jangan menangis lagi,” Jae Hyun membawa Suzy ke dalam pelukannya.

Anehnya juga, Suzy tidak memberontak ketika Jae Hyun melakukan hal itu. Ia menerimanya saja.

Sepertinya benih-benih cinta mulai muncul diantara mereka berdua tanpa kedua orang itu sadari.

.

.

to be continue…


Chapter 3’nya mungkin akan lama krn saya sdg mengerjakannya. maaf kalo nunggu lama utk chapter selanjutnya. maaf bgt. happy reading and give me your comment about this ff. Thank you.

51 responses to “MELODY OF LOVE #CHAPTER 2

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s