Ingenue (Sequel of Borderline)

INGENUE

Title : Ingenue | Author : dina | Genre : Surrealism (?) | Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Sooji

Disclaimer

Story is Mine, all cast belongs to God and their family

.

.

.

  I Don’t Know If It’s Real or Unreal?

***

The stranger sang a theme
From someone else’s dream
The leaves began to fall
And no one spoke at all
But I can’t seem to recall
When you came along
INGENUE
 

***

Can I help you Sir?”

No thank you” tolak Myungsoo setelah berhasil melewati pintu imigrasi

—-

“Kenapa lama sekali?” batin Myungsoo seraya menggenggam erat ponselnya. Sambil mengecek bila kopernya sudah keluar dari mesin conveyor, dia bolak-balik membuka kotak masuknya, siapa tahu ada pesan yang datang dari seseorang–Jinwoo misalnya. Ayahnya tidak memberi penjelasan lebih detil mengenai sepupunya yang belum pernah dia temui ini, segala sesuatu tentang Jinwoo masih misteri, dan Myungsoo tidak tahu harus bersikap bagaimana ketika mereka bertemu nanti. Memutuskan untuk kembali ke Korea tempat kelahirannya merupakan keputusan terbesar yang pernah ia buat

Eoh, itu dia” Myungsoo berjalan cepat, menyeruak ramainya para penumpang yang berkerumun memenuhi sepanjang mesin, dengan hati-hati berjalan di antara troli yang diparkir sembarangan agar tidak terjerembab, dan menangkap kopernya yang sudah cukup jauh terbawa mesin meninggalkannya. Dengan kewalahan Myungsoo menggeret koper besarnya, lalu meletakkannya di troli yang dia ambil belakangan sembari menghitung barang bawaannya. Satu koper berukuran raksasa, dua paperbag makanan berisi oleh-oleh yang dia beli di Duty Free, tas kamera, dan tas jinjing. Baiklah. Semua lengkap. Ransel pun sudah bertengger di pundaknya, Myungsoo meninggalkan pintu kedatangan dalam negeri Bandara Incheon

“KIM MYUNGSOO” senyumnya ketika ia melihat sebuah karton bertuliskan namanya dibawa oleh seorang pria

“Kim Jinwoo hyung?” tanyanya

“Myungsoo?”

Ne..”

Aigo…aku menunggumu dari tadi, kukira aku salah pintu” Jinwoo bernafas lega

Mianhe hyung telah membuatmu menunggu lama”

Gwenchana..kajja kita segera pergi dari sini” ajak Jinwoo

Jinwoo melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menyusuri jalanan malam kota Seoul

“Bagaimana kabar ayah dan ibumu?”

Eomma baik”

“Aku turut berduka atas kematian halemoni

Ne hyung, gwenchana geurigo ghamsahamida” senyum Myungsoo

“Kau ada rencana apa saja di sini?”

“Mengurus usaha halemoni di sini”

“Hem…besok atau lusa kau mulai masuk kantor?”

“Lusa?”

Okay…aku akan menyuruh pak Choi menemuimu esok di rumah”

“Baiklah”

Myungsoo meletakkan barang bawaannya di dalam kamar seluas 7×7 meter persegi, kamar yang dahulu sempat ia tempati sebelum halemoni membawanya ke London bersama ayah dan ibunya. Di dalam kamar ini masih terasa hawa syahdu kenangan mereka berdua. Myungsoo mengambil kotak yang selalu ia simpan rapi pemberian halemoninya. Kata halemoni di dalam kotak itu berisi kenangan kakek buyutnya

Eoh?” Myungsoo terheran ketika tidak mendapati gelang yang biasa halemoni pamerkan kepadanya semasa hidup

“Dimana gelangnya?” Myungsoo terheran, “apa halemoni mengambilnya sebelum meninggal?” batinnya

Molla….” gumamnya. Ia beranjak dari sisi ranjang, menatap jendela luas yang menghadap danau di belakang rumah

“Mengapa kau menghilang?” lirihnya, “apakah ini yang kau inginkan? aku kembali di sini?”

 

Flashback

Myungsoo tampak sangat lelah malam itu, malam dimana ia kehilangan orang tercinta, halemoninya menghembuskan nafas terakhir 3 hari yang lalu. Setelah menyelesaikan segala prosesi pemakaman yang panjang, ia memutuskan untuk beristirahat satu hari di rumahnya

“Kurasa aku akan tidur cepat kali ini” Myungsoo melempar dasi dan jasnya ke dalam keranjang. Seselesainya ia mandi, hawa dingin menyapa bulu kuduknya, seperti sesuatu tak kasat mata menyentuh tangan kanannya

“Heh…halemoni aku lelah” gumamnya sambil merebahkan dirinya di atas ranjang, tak lama matanya terpejam. Bermula dari sanalah ia bertemu dengan seorang gadis yang menghiasi mimpi indahnya. Genggaman tangan yang terasa hangat, pelukan dari belakang punggungnya yang merasakan sebuah wajah menghirup aroma khas tubuhnya, sebuah senyuman yang sangat ia rindukan kehadirannya

“Siapa namamu?” tanya Myungsoo suatu ketika ia bermimpi, sebuah mimpi yang terasa sangat nyata

“Aku milikmu…” jawabnya tanpa menyebutkan namanya, “selamanya aku milikmu” pelukan gadis itu semakin erat

“Hem….you are mine” balas Myungsoo. Dan malam-malam Myungsoo tidak terlewatkan tanpa kehadiran gadis tersebut. Gadis dengan rambut hitam panjangnya, berwajah sedikit pucat namun mampu menghadirkan senyum hangat yang Myungsoo sangat sukai. Hingga hari itu tiba, mimpi yang Myungsoo inginkan tidak terwujudkan, gadis itu menghilang

“Aku merindukanmu…” lirih Myungsoo yang mulai merasakan kegilaannya akan gadis yang tidak ia kenal dan tidak ia ingat di dunia nyata, “haruskah aku kembali ke Korea?”

Flashback end

—-

Myungsoo mulai menikmati waktunya berada di Korea, menjalankan pekerjaannya di perusahaan milik mendiang halemoninya

“Kurasa kau bekerja cukup keras Myung”

Ajig hyung, aku masih harus banyak belajar”

“Pulanglah…pekerjaan bisa kau menyelesaikan esok hari”

Ne..gomawo hyung

Myungsoo melajukan mobilnya menyusuri pekatnya malam kota Seoul. Sebuah bayangan wanita sekelebat melewati mobilnya yang berhenti di traffic light. Sebuah bayangan yang familiar dan menggelitik relung hatinya

“Apakah kau akan menemuiku malam ini?”

—–

Sesampainya di rumah, Myungsoo memutuskan untuk langsung mandi dan tidur cepat. Myungsoo merebahkan dirinya, lelah fisik yang ia rasakan menyebabkan ia dengan cepat memasuki alam mimpi, hingga ketika tidurnya semakin dalam, Myungsoo merasakan sesuatu menyentuh wajahnya

Ireona…” terdengar suara lirih yang ingin kembali ia dengar. Perlahan Myungsoo membuka kedua matanya

“Kau?” senyum Myungsoo mendapati gadis yang ia rindukan telah berada di atas tubuhnya, rambutnya yang panjang menjulur ke pipi Myungsoo

“Akhirnya kau menemuiku”

Gadis itu mengangguk, wajahnya ia dekatkan ke wajah Myungsoo

Boghosippo” lirih Myungsoo yang sedetik kemudian berhasil menautkan bibirnya dengan bibir gadis tersebut. Sebuah ciuman yang sangat Myungsoo rindukan

“Sebenarnya kau siapa?” tanya Myungsoo sambil menyelipkan rambut ke belakang telinga gadis di atas tubuhnya. Gadis itu tersenyum lembut, kembali ia mencium kening, pipi hingga kedua kelopak mata Myungsoo yang terpejam, “jemput aku…” lirihnya

Myungsoo membuka matanya perlahan ketika merasakan tubuhnya tidak lagi berat, gadis itu kembali menghilang

“Menjemputmu? Dimana?” Myungsoo telah kembali ke kesadarannya, di telapak tangannya terselip sebuah kertas bertuliskan “BSJ?” gumam Myungsoo

***

 

Ingenue : A naive, innocent girl or young woman

I HATE LUV STORY diposting Sabtu sesuai jadual, ditunggu long komennya ^^

66 responses to “Ingenue (Sequel of Borderline)

  1. ini lanjutan borderline, jadi KMS itu beneran myungsoi dan BSJ itu sooji kan?
    sekarang aku yakin ini bukan horror😀 tapi tetep masih was2 bacanya..
    myungsoo sama sooji itu ada hubungan apa yaa? gelang yg ada sama sooji itu gelang neneknya myung kah?
    aahhh penasaraaannn >,<

  2. Oh iya eon aku baru keingat cerita yg ini,aku bacanya yg sooji ma myung nya udah ketemu d alam nyata dulu,sekarang baru bca sequel yg sebelumnya..hihihi pntesan aja aku ngerasa kaya udqh pernah baca🙂

  3. Heh bisa gitu ya,, jadi mereka sama” gak tau dan sama” mimpi yah. Wah kek iktan batin gitu yee.
    Tapi yg tlpn suez wktu itu siapa…hohoho makin penasaran aja nih…

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s