I’ll Change You chapter 2

i'll change you

Tittle: I’ll Change You
Chapter: 2
Main Cat:
• Kim Soo Hyun a.k.a Soohyun
• Bae Suzy a.k.a Suzy
• Kim Myungsoo a.k.a Myungsoo
• Kim Jong In a.k.a Jongin
• Lee Sunkyu a.k.a Sunkyu
• Do Kyungsoo a.k.a Kyungsoo
Genre: Romance, fantasy, School life
Disclaimer: Hai aku kembali dengan ff ku I’ll change you, semoga kalian menyukainya yaa… aku harap there is no siders in here. Please respect my fanfiction.
.


.
.
AUTHOR POV
Soohyun tengah memandang bintang malam, ia bersikeras berpikir bagaimana cara ia mengubah sikap brandal Bae Suzy.
“Aihh… Ini pekerjaan paling sulit yang pernah aku alami semasa hidupku…” Gerutu Soohyun memegangi kepalanya.
Soohyun adalah seorang werewolf dari negeri Amardia, negeri yang dipenuhi oleh makhluk-makhluk legendaris, seperti jake frost, santa claus, peri gigi, dan masih banyak lagi. Mereka semua benar-benar ada. Semuanya memiliki tugas dan keahlian masing-masing. Seperti Soohyun, ialah tangan kanan raja Han untuk melakukan sebuah misi pembunuhan. Namun, kali ini Soohyun bertanya-tanya akan tugas baru yang raja Han berikan kepadanya. Mengapa aku yang harus mengubah sikap seorang gadis? Bukankah itu tugas para peri?? Pikir Soohyun berkali-kali.
Ia hanya diberikan waktu 1 bulan untuk merubah perilaku suzy. Jika tidak, ia akan menjadi manusia seumur hidupnya. Setiap pukul 12 malam ia akan berubah menjadi serigala, dan ketika matahari terbit kembali, ia akan menjadi manusia. Ia harus mempertahankan identitasnya, tidak diperkenankan satupun manusia mengetahui bahwa ia adalah seorang werewolf. Jika kedoknya terbongkar, ia akan kembali diangkat kenegeri armadia dan dipenjarakan.

Pukul 3 pagi soohyun bangun dengan keadaan masih berwujud serigala sekitar 1 jam lagi ia akan berubah menjadi manusia. Ia terus menatap cermin hingga perlahan kakinya berubah menjadi manusia perlahan menjalar ketubuhnya, hingga wajahnya kini sudah sempurna menjadi manusia. Soohyun menghela nafas.
“Ini melelahkan..” Ujar Soohyun menatap cermin.
“Semangat Soohyun, semangat!”Serunya yang segera mengganti seragam, dan bersiap berangkat.
-o0o-
“Baiklah kalian boleh istirahat…”Ucap Kang seonsaengnim usai pelajaran music. Mungkin dapat dibilang untuk pelajaran ini kelas 12 C unggul sekalipun semua anak disana brandal kecuali soohyun, tapi bakat musik mereka sungguhlah hebat.
“YEAY!!!!” Sorak seluruh murid.
Bae Suzy berdiri dan menarik sudut bibirnya membuat smirk yang mematikan.
“Mari cari mangsa…” Ujar Suzy yang dibarengi dengan anggukan Jongin dan Myungsoo.
“Suzy….” Teriak Soohyun, sontak ketiga orang itu langsung menoleh kearah pemilik suara.
“Ini pekerjaan rumahmu..”Soohyun menyodorkan map yang kemarin suzy berikan kepada kyungsoo.
“Kenapa bisa ada di orang cupu sepertimu eoh??” Tanya Jongin bingung menatap Myungsoo.
“Aku membantunya….”Balas Soohyun perlahan.
“Baiklah..” Ucap Suzy dingin mengambil map yang berada ditangan Soohyun.
“Tidak ingin bilang terimakasih? Tak apa..”Ujar Soohyun berlalu pergi.
“Hey!”Teriak Myungsoo.
“Apa maksudmu??” Tanyanya mencengkram kerah baju soohyun.
“Tak ada..”Balas Soohyun memalingkan wajahnya.
Myungsoo tetap mencengkram kerah soohyun hingga bel istirah usai. Myungsoo menatap soohyun sinis seraya berkata “AWAS KAU”
Pelajaran sejarah membosankan terulang untuk entah keberapa kalinya. Sinar mentari yang menembus jendela kelas 12C menyilaukan mata. Membuat beberapa murid memilih tidur daripada terkena silau mentari. Begitupun yang dilakukan oleh Bae Suzy, buku setebal 350 halaman menjadi korban bantalnya. Guru Ying sudah habis akal untuk menagatasi kelakuaan seronoh para murid 12 C, setidaknya mereka memiliki keahlian dan bakat lebih. Soohyun sangwerewolf tengah memperhatikan pelajaran dengan serius, ia bertekad untuk merubah watak keras bae suzy. Dengan ia memperhatikan pelajaran ia dapat memberikan catatan komplit kepada gadis itu.
Waktu terasa begitu lama, seluruh anak memasang raut jenuh. Dan seketika, saat jarum jam panjang mengekor diangka 15.00 seluruh anak bersorak ria. Deringan bel itu membangunkan Suzy, ia menguap lega dan merenggangkan otot persendiannya.
“Bae Suzy.. Catatan untukmu…”Hampa, Suzy hanya melihat buku notes jingga itu tanpa ekspresi. Tak berpikir lama Soohyun segera memasukan nya kedalam tas selempang hitam milik gadis berperawakan dingin itu.
“Aku duluan….” Soohyun meningglakan kelas dengan senyum simpul. Suzy segera bangkit dan mengejar pria yang ia anggap berperilaku aneh itu.
“Aku tidak butuh!” Notes jingga itu melayang dan mengenai Soohyun yang tengah berjalan dikoridor pucat milik sekolah ini.
Soohyun menoleh dengan sudut bibir yang melengkung kebawah tanda ia bersedih atas penolakkan kasar Suzy.
“Kau ini kenapa?? Murid baru yang mencari perhatianku?? Seorang nerd yang masuk kelas baddest, siapa yang menakdirkan mu turun kedunia ini eoh??”Suzy memicingkan matanya, membuat Soohyun menaikkan sebelah alis matanya dan berseru.
“perlukah kau mengetahuinya??”Smirk Soohyun yang membuat Suzy mengepalkan tangan. Bukan pergi, Soohyun malah mendekat dan meletakkan telapak tangannya diatas kepala gadis itu. Namun ditolak mentah-mentah dengan tangkisan tangan kasar.
“Ambillah…”Untuk kali yang kedua soohyun menyodorkan buku itu.
“Siapa kau hah??”
“Aku penjagamu.”
“Apa kau mengingau??”
“Kau hanya perlu waktu untuk mengerti, kau hanya perlu beberapa hari untuk merubah, melihat wajahku tidak murah, ini anugerah..”Soohyun berlalu pergi meninggalkan notes jingga yang ia biarkan terjatuh dilantai putih koridor gangnam School.
“Apa maksudnya??” Tak pikir panjang, Suzy segera meletakkan notes itu kembali kedalam tasnya. Sekalipun ia masih bingung, ia tak mau memusingkan pikirannya dengan hal itu. Untuk kali ini dia mengalah.
-o0o-
Garis cakrawala jingga mempercantik kota sore ini. Suzy tak kunjung lelah untuk berdiri diatap sekolah semenjak 1 jam yang lalu. Tempatnya meluapkan isi hati dan segala pelu yang terjadi. Nyatanya Suzy hanya layak fatamorgana, sifat baddestnya hanya sebuah illustrasi yang dinilai hebat oleh kawannya. Fakta sebenarnya, itu hanya untuk menutupi kelemahannya saja.
“Sore ini dingin ya…” Sesosok pria keluar dari tangga penghubung lantai 4 dan atap sekolah.
“Bagaimana kau bisa sampai disini?”Tengok Suzy mendangakan kepalanya.
“Aku melihat seorang wanita dari bawah kukira dia akan bunuh diri, ternyata itu kau, Hahahaha.”
“Tak ada yang lucu!” Sela Suzy ditengah tawa renyah Soohyun.
“Aku memang tak sedang memberikanmu lelucon.”
“Sialan.”
“Kau…. Harus berubah, sebelum aku pergi.” Sekonyong-konyong kalimat yang pernah Suzy dengar adalah pernyataan barusan.
“Apa? Siapa peduli denganmu…”Bola mata suzy berputar tanda ia benar-benar tak peduli.
“Terserah. Kau pilih menyesal atau selesai?”Tanya SooHyun yang hendak berlalu meninggalkan Suzy.
“Hey!”
“Ya.”
“Apa yang harus kuuubah?”Setelah mendengar itu dari mulut Suzy, Soohyun segera membalikan badannya, dan menatap pasti kedua manik mata gadis itu.
“Sifatmu…”Soohyun tersenyum hangat memecahkan suasana dingin sore itu.
“Mengapa dengan sifatku? Apa pengaruhnya kepadamu??”Tanya Suzy sedikit menurunkan emosinya.
“Kau belum boleh tau… Yang pasti aku yang bertugas merubah sifat itu..” Jelas soohyun memasukan tangannya kedalam ceruk saku rompinya.
“Hmmm…”Deham Suzy berpikir.
“Baiklah. Tetapi ada syaratnya.” Ujar Suzy mengacungkan telunjuk.
“Apa?”
“Kau harus mengajariku menjadi seseorang yang baik, dan aku akan mengajarimu bagaimana menjadi the baddest.” Beberapa detik Soohyun menaikan bola matanya, moncoba mengfilter perkataan gadis itu.
“Baiklah..”Cetus Soohyun mengangguk mantap, kemudian berlalu pergi. Suzy hanya dapat kembali memandang lembayung langit senja yang perlahan menghilang terhisap langit ungu dari barat.
Tak berselang lama setelah kedatangan langit berwarna janda itu, Suzy memutuskan untuk mebali kerumah. Jarak nya tak begitu jauh, ia menempuh perjalanan pulang dengan berjalan kaki. Tak berselang 7 menit, pagar putih bergaya retro amerika tengah membatasinya dengan rumah bercat krem pucat milik keluarga kolongmerat itu. Ia menekan bel, terdengar suara senyap didalam, tepat sekali, itu adalah sisa dentuman suara bel didalam rumah.
“Sudah pulang…” Sesosok wanita paruh baya keluar menggunakan celemek toska.
“Iya bi…” Desah Suzy lelah.
“Mau dibuatkan apa?”
“Tidak perlu, nanti aku buat sendiri..” Nyatanya Suzy adalah sosok gadis ramah yang mandiri. Ia tak bergantung kepada orang lain, sekalipun rumahnya mewah, ia memiliki banyak pembantu, ia akan melakukan sendiri hal yang bisa ia lakukan.
Ia melangkah menuju kamarnya. Sesampai didepan pintu berwarna cokelat pastel, ia segera menekan gagang pintu, kemudia masuk kedalam.
“Pffffttttt…”Dehamnya frustasi. Ia kembali teringat dengan perkataan namja bersurai hitam itu. Jujur saja, ia benar-benar dibuat pusing olehnya. Suzy membenturkan kepalanya kedidinding disebelahnya hingga ia mendesah kesakitan.
“Kenapa aku bodoh??”Gerutu Suzy, membuat lekukan dimulutnya.
/Kring/Kring/
Handphone Suzy berdering, segera ia angkat dan ia tempelkan kedaun telinganya.
“Yeoboseyo..”
“yeoboseyo…”
“Sudah mengerjakan PR??”
“Siapa kau?!” Sontak Suzy kaget dan menerka kalau sang penelpon adalah Kim Soohyun.
“Tentu aku, siapa lagi.”Jawab sipenelpon santai, diiringi tawa renyah khas miliknya.
“Kim Soohyun, huffttt… Baiklah, kalau begitu aku akan mengerjakannya, dan besok aku akan merubah penampilanmu! Lihat saja!”
/KLIK/
Suzy mematikan telewicara. Sungguh menyebalkan, pikirnya meremas lekuk jemari indah nya.

Langit hitam kelabu menghiasi kota hari ini, Suzy telah usai membersihkan tubuh. Ia pun bersiap untuk mengerjakan pekerjaan rumahnya. Dengan tenanga yang tersisa, ia meraih kursi dan duduk diatasnya. Membukanya dengan hembusan nafas panjang, dan ya, ia mulai mengerjakan PR sains pemberian seonsaengnim shi tercinta.
Jika dihitung, sekitar 8 bulan ia tak pernah mengerjakan PR. Tetapi ujian akhirnya selalu memuaskan tanpa mencontek. Itulah kelebihan murid-murid yang berada dikelas 12 C.
Setelah setengah jam lewat 15 menit, suzy merenggangkan ototnya yang tertekuk akibat menulis sedari tadi.
“Finnaly god… it’s done!” Syukur Suzy tersenyum simpul sembari merenggakan sendinya yang kaku.
“Sudah lama tak pernah mengerjakan Pr sendiri.” Ucapnya diakhiri tawa bangga dan sebuah senyum simpul yang 1 tahun belakangan ini lenyap dan digantikan oleh, smirk mematikan bergaya bossy.
“Sensaisi mengerjakan PR sendiri itu berbeda ya…” Ujar Suzy tersenyum girang.
-o0o-
“Sudah selesai mengerjakan PR??” Tanya Soohyun yang baru datang, ia segera menempati kursi tepat disebelah Suzy.
“Memangnya itu tempat duduk untukmu?”Tanya Suzy, memicingkan matanya.
“Tak ada hak territorial batas wilayah mu Bae Suzy, terserahku mau duduk diamana..”Soohyun meletakkan tas ranselnya dan menoleh kearah Suzy.
“Terserah. Dan ya, aku sudah mengerjakan PR ku.”
“Bagus kalau begitu.”
“Oh ya soohyun, karena aku tlah menurutimu, kau harus ikut denganku nanti sore.” Smirk Suzy mengembang, ia mengedipkan sebelah matanya. Sedangkan soohyun hanya mengangguk diam.

Sore tlah tiba. Burung camar berterbangan seperti biasanya. Suzy dan Soohyun tengah berjalan menuju sebuah tempat yang dirahasiakan.
Suzy bejalan didepan, sedangkan soohyun berjalan santai sembari menikmati alunan suara dahan yang bergerak sore itu.
“Hari ini cuaca nya hangat yaa..”Soohyun membuka pembicaraan. Suzy enggan menengok, ia hanya menjawab dengan anggukan kepala. Suzy memasukan tangan nya yang berkeringat kedalam ceruk saku. Ia mengigit bibir, ini pertama kalinya ia berjalan dengan pria yang sifatnya lembut. Biasanya ia selalu ditemani oleh para gangster, maka itu jantung nya berdegup kencang.
“Sudah sampai.”
“APA!?” Sontak Soohyun langsung berteriak dan membulatkan matanya.
“Kenapa? Kajja..” Suzy masuk kedalam bangunan bertuliskan.
‘Salon Ahjumma Hyo’
“Annyyeong hyo ahjumma….”Sapa Suzy tersenyum simpul.
“Wahh sudah lama kau tak kesini.”Ucap seorang wanita paruh baya yang mengenakan roll rambut.
“heheheh iya…”
“Mau diapakan rambutmu..??”
“Bukan aku, tapi temanku… soohyun…”
“Nde”
“Wahh tampan sekali…. Namja chingumu yaa???” Senggol Hyo ahjumma menatap suzy menggoda.
“Aniyooo… dia hanya teman sekelas ku, oh ya ahjumma, tolong ubah tatanan rambutnya yaa… semanly mungkin.”
“Hahaha baiklah..”Balas Ahjumma hyo mengerlingkan mata. Soohyun hanya dapat menatap Suzy bingung seraya bertanya-tanya, ada apa denganku??
15 minutes later..
“Wow… You look better I think..”Ujar Suzy mengacungkan ibu jemari berhias kilauan kutek berwarna cokelat.
“Apa-apaan kau ini..” Bentak Soohyun beranjak dari kursi dan memperlihatkan rambutnya yang kini cepak terpangkas dengan pemanis sebuah jambul.
“Kau tampan bak Taecyeon yang maco itu..” Ujar Suzy menepuk pundak soohyun berkali-kali, sambil memberikan sebuah wink.
“Huuhhh aku mau pulang saja…”Soohyun bergegas meninggalkan salon itu dengan raut wajah tertekuk.
“Hihihi, kamsahamnida ahjumma hyo..”Bungkuk Suzy memberikan senyum simpul dan berlalu pergi.
-o0o-
“Kau sudah mengerjakan PR?”Tanya Soohyun membuka pembicaraan pagi ini, dengan pertanyaan yang persis dengan hari-hari sebelumnya.
“Tentu. Ini…” Sodorku kearahnya.
“Bagus kalau begitu..”Soohyun menanggapi dengan dingin lalu membalikkan wajahnya lagi.
“Kau marah eoh?”Suzy menyenggol lengan soohyun perlahan.
“Tidak.”
“Lalu?”Suzy mencoba mengelitik ketiak namja disebelahnya.
“Iiishh… Berlatihlah manners Bae Suzy..”Nasihat Soohyun mengetuk kepala Suzy dengan pensil bak kang seonsaengnim.
“terlalu serius..”Sibakan rambut Suzy mengenai wajah soohyun, namja itu hanya meresponnya dengan gelengan kepala.
“Baiklah.. karena aku sudah mengerjakan PR nanti malam kau ikut denganku..”Perintah yeoja itu angkuh memicingkan mata kearah namja disebelahnya.
“Aku tak bisa keluar terlalu larut..”
“Hahahaha jangan bilang, kalau kau akan dimarahi oleh eommamu?”Delik Suzy melirik kearah mata soohyun yang layak menutupi sesuatu.
“Tentu saja tidak, dasar kau bodoh.”Celetuknya membalas dengan ketukan pensil dikening suzy.
“Issh…”Keluh Suzy segera menyingkir dari ketukan kedua yang tengah mengarah padanya.
“Intinya kau harus, ikut aku kebar nanti malam, tak perlu mabuk, mari menyeruput sedikit.. aku juga tak mau mabuk dan menjadi the baddest yang mannersnya 0.”Seringai Suzy menoleh dan kembali pada posisi awalnya dengan merunduk lesu, tanda ia kekurangan tidur.

“Mari kekantin, aku akan mengajarkanmu bagaimana caranya memalak..”sekonyol-konyol hal yang pernah soohyun lakukan adalah, berdiri dan mengikuti perintah suzy dari belakang.
Semua bilik mata tertuju pada dua orang yang tengah melalui koridor. Seorang yeoja berjalan bak seorang laki-laki. Dan seorang namja yang menguntit dibalik punggung sang yeoja. Siapa lagi kalau bukan Soohyun dan Suzy. Sekubu gadis-gadis pecinta gossip tengah berkerumun dan membicarakan tentang kedekatan suzy dengan soohyun belakangn hari ini. Telinga kai dan myungsoo dibuat meletup akannya. Tak dapat memperbuat apapun, merekahanya membara, meremas kepalan tangan sekuat tenaga. Dan mengharapkan setong paus biru akan menimpanya, dan membuat keningnya berundak nyeri.
“Ini tidak impas Ms.Suzy. Kau member pelatihan ekstra untukku, bahkan kau hanya mengerjakan PR saja..”Gundah Soohyun yang niatnya menolak ajakan memalak Suzy.
“Tak bisa..”Geleng gadis itu kuat membuat rambutnya menari kekanan dan kekiri.
“Nahh.. itu diaa.”Unjuk Suzy keseseorang bertubuh gemuk dan berponi.
“Biarku demonstrasikan terlebih dahulu, baru kau mempraktekannya…”
Suzy melangkah pasti mendengkati shindong, sikutu buku yang selalu membaca buku biologi didekat tirai perpustakan yang berwarnah merah pucat.
“Shindong…”Panggil Suzy menaikan sebelah alisnya. Shindong menoleh kearah suara dengan wajah masam yang terpampang.
“n…Nde?”
“Kau sudah bertubuh gemuk, tidak kah kau menyadarinya?? Lebih baik kasedekahkan uang mu untukku…”Smirk Suzy
“eemm.. Tap, tapiii…”
“tak ada tapi-tapian.”Lontarnya bersungut memandang bocah gendut itu lagi.”BERIKAN!”Tekan suzy disetiap rinci alfabetnya.
Segera shindong menyodorkan beberapa uang dengan disambut uluran tangan oleh suzy.
Segera ia meninggalkan shindong, dan berjalan kembali menuju soohyun.
“Mengerti??”
“Aku tak mau melakukan hal tanpa manner itu…”Geleng soohyun pasti dengan wajah dingin.
“Kau pengecut dasar…”Sontak Soohyun membelakkan matanya, ia tak sudi dan tak rela jika seorang werewolf sepertinya dikatai pengecut.
“Asal kau tau aku ini wer…HMP!”Soohyun membekap mulutnya tiba-tiba, terlupa atas peraturan negeri armadia ‘tidak ada pembongkaran identitas dibumi’
“Apa?? Wer apa??”Tanya Suzy melirik soohyun.
“Bukan apa-apa, bukan urusanmu.”Ungkap Soohyun ketus yang kini sedang mengolok-ngolok dirinya sendiri ddalam hati.
“Kalau kau tetap mengajakku memalak, kau akan tau akibatnya bae Suzy.”Soohyun meninggalkan Suzy begitu saja dan memasuki ruang kelas.
Suzy yang masih bingung mematung, terus memperhatikan soohyun hinga punggung lelaki itu hilang dibelokan. Suzy hanya dapat mengangkat bahu dan berlalu menuju kantin.
“Yaaa! Bae Suzy.”Namja berperawakan sangar itu melambaikan tangannya kearah Suzy yang tengah menggenggam air mineral dingin. Suzy menepuk pundah Jongin ketika sampai kehadapan dua lelaki tampan dimeja no 13.
“Sudah lama tak makan bersama..”Ujar Myungsoo tersenyum kepada Suzy.
Suzy menarik bangkunya dan kembali meneguk air mineral 200ml itu.
“Oh ya, ada apa kau dengan Kim Soohyun, bukankah dia lelaki cupu?? Bahkan dia sekarang mengganti model rambutnya untuk mendekatimu.”Bincang Jongin membuka pembicaraan yang diangguki myungsoo.
“Benarkah??”Suzy pura-pura tidak tau soal rambut baru Soohyun yang jelas-jelas ulahnya.
“Ya, terlihat sekali dia menyukaimu.”Gumam Myungsoo yang melahap meatballs terakhirnya.
“Lupakan saja…”Seperti biasa, dingin, Suzy selalu berbicara seperti itu kepada murid lain, kecuali Soohyun.
“Apa kau free pulang ini?? Mari kita main skateboard di pangkalan Gangnam..” Myungsoo tersenyum simpul menatap Suzy dan jongin bergiliran.
“Aku sibuk, banyak pekerjaan rumah.”Singkat gadis yag baru saja bersendawa cukup kencang itu.
“Hah?! Sejak kapan ku mengerjakan tugas rumah sendiri? Jangan-jangan Karena kim…”
“itu kemauan ku sendiri, memangnya salah??”Tanay Suzy datar, melirik Jongin yang terpotong kalimatnya.
“Yaaa, mungkin saja the baddest mu bisa hilang.”Ragu Myungsoo takut kena semprot wajah beku Suzy.
“Lalu? Itu bukan hal yang penting bautku.” Suzy beranjak menuju perpustakaan, dan duduku deat tirai merah persik, bersandar kebangkunya dan membaca beberapa buku fisika berkisar 430 halaman.
Tak berselang lama segerombolan gadis dengan bingkai kacamata bulat sektar 4 orang memasuki perpustakan gangnam school yangterpaut luas.Mereka terbelak atas sesuatu yang mereka lihat.
“Bae Suzy…”Bisik mereka.
Salah satu anak itu adalah Joanna Mcfillent, seorang anak pindahan Australia, yang dinobatkan menjadi reporter apik. ia memotret beberapa pose ketika Suzy tengah membaca. Suzy memicingkan matanya kearah Joanna.
“Sorry Ms.Mcfillent what are you looking at?”Suzy berdiri mengarahkan matanya yang tajam kearah Joanna, yang kiini terdiam seribu bahasa. Suzy bangkit dan siap menrik kerah Joanna.
“I’m… I’m Sorry…” Mohon Joanna yang fasih dengan aksen English amerikanya.
“If you display it, in the next gangnam school magazine, I will punch you in your nose. Understand?”Segera Joanna menganggukan kepalanya berkali-kali tanda ia mengerti dan sangat takut kepada Suzy.
TBC…..
Hai hai haiii, mian ya nih ff satu baru muncul setelah sekian lama. Abis idenya ngandet sih jadi baru bisa debut wkwkwkkw… aku harap kalian suka neee, dan mohon RCLnya. Pengen deh nyampe 100 readers yang comment, semoga aku mendapat respon baik dari kalian, tunggu ffku yang lain ya!

16 responses to “I’ll Change You chapter 2

  1. hmm knp suzy drumah dan di sekolah berbeda ya?apa yg terjadi sm suzy?penasaran.. ditunggu next chapnya

  2. kenapa sikapnya suzy di sekolah dan dirumah beda yak??hadeuh hampir saja soohyun keceplosan xD ditunggu kelanjutanya thor!fighting ne!😉

  3. author fighting!!
    penasaran kenapa suzy sifatnya beda di rumah n sekolah,n kenapa sohyun ditugasin buat ngubah suzy?
    penasaran

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s