MELODY OF LOVE #CHAPTER 3

11718_521359921336578_4618875410739322796_n

Character’s :

ALL

Title : Melody of Love | Author : @ohohmr | Genre : Romance, School Life | Rating :General | Cast : Bae Suzy as Suzy, Ahn Jae Hyun as Jae Hyun, Seo Kang Jun as Kang Jun, Park Min Woo as Min Woo, Bae Ju Hyeon as Irene.

.

.

Chapter 3

Previous :

  Entah kenapa, saat pertama kali Jae Hyun melihat Suzy menangis ia menjadi amat kesal. Tapi sekarang.. ia malah menjadi sedih dan nyeri melihat gadis itu menitikkan air matanya.

     “Sudahlah.. jangan menangis lagi,” Jae Hyun membawa Suzy ke dalam pelukannya.

     Anehnya juga, Suzy tidak memberontak ketika Jae Hyun melakukan hal itu. Ia menerimanya saja.

     Sepertinya benih-benih cinta mulai muncul diantara mereka berdua tanpa kedua orang itu sadari.

***

Suzy adalah anak tunggal keluarga Bae. Sebenarnya Suzy pernah memiliki adik lelaki, namun adiknya itu meninggal saat berusia 6 bulan. Adik kecilnya harus meninggalkannya secepat itu, sungguh malang nasib Suzy..

Namun.. seseorang datang, dialah seseorang yang memberikan kotak musik itu. Semua berubah sejak kedatangan bocah lelaki tersebut. Bocah yang bernama Ahn Jae Hyun itu telah mengubah dunianya.

Pertemanan mereka bermula sejak kejadian itu terjadi.

Saat itu Suzy kecil sedang berjalan di sekitar danau, waktu itu adalah hari dimana adik lelakinya meninggal. Suzy berdiri terus ditepi danau. Ia tak henti-hentinya menatap ke arah air terjun yang berada di sentral danau, seperti sedang memastikan sesuatu.

Danau Cheosung saat itu sangat sepi pengunjung karena hari itu bukan hari libur. Tidak ada seorang pun yang tampak disana, hanya ada Suzy saja.

Suzy kecil berjalan lurus menuju air danau, ia terus berjalan hingga air danau sudah menenggelamkan setengah tubuhnya. Suzy kecil terus mengikuti bayang-bayang wajah sang adik yang entah kenapa berada di tengah air terjun. Ia hanya ingin menggapainya. Menggapai sang adik.

Sore itu Suzy kabur dari rumah, orangtuanya bahkan tidak sadar karena mereka sedang berduka atas kepergian sang adik. Suzy kecil berusaha mengarungi air danau, ia ingin sekali bisa bermain bersama sang adik. Sebelum adiknya meninggal, Suzy sudah berjanji akan membawa adiknya itu untuk bermain di danau Cheosung. Danau sejuta keindahan yang terletak di pinggiran kota Seoul. Walau agak terpencil, danau ini ramai pengunjung jika di hari-hari libur.

Sebelum Suzy benar-benar menenggelamkan seluruh tubuhnya, tiba-tiba seseorang menariknya dari arah belakang. Tarikan paksa orang itu telah membawa Suzy kembali dengan selamat ke tepi danau.

“Yaa!” orang itu berteriak. Ternyata dia adalah seorang bocah lelaki. “Kau mau mati, hah!?”

Suzy menggigil, ia kedinginan karena air danau sedang pada suhu 10 .

Bocah lelaki itu hanya kebetulan lewat saja, namun ketika melihat seseorang yang hampir saja tenggelam mau tak mau ia harus menolongnya. Ia pergi ke danau tujuannya sama seperti Suzy, kabur dari rumah. Alasannya karena sang ayah marah besar padanya. Bocah itu telah merecoki proyek kerja sang ayah, proposal yang seharusnya di bagikan kepada investor malah di corat-coret olehnya. Lucu sekali.

“Sudahlah..” bocah itu berkata dengan nada prihatin ketika melihat Suzy yang mulai menangis. “Sini.. Oppa akan bermain denganmu,” bocah itu kemudian menenangkan Suzy lalu memperkenalkan dirinya.

Ahn Jae hyun, nama bocah itu. Dialah yang membawa Suzy kembali ke rumah. Di depan rumah Suzy terdapat mobil polisi, sepertinya orangtuanya meminta bantuan polisi untuk mencari sang putri yang di duga menghilang.

Ketika Suzy masuk ke dalam rumah, semua orang terdiam. Nyonya Kim yang tadinya menangis pun ikut terdiam. Ia sengaja menahan kesedihannya. Hal itu dilakukannya agar Suzy tidak merasa terbebani. Nyonya Kim serta Tuan Bae tidak ingin Suzy kabur dari rumah lagi. Mereka tahu bahwa putrinya itu menjadi stres atas kepergian sang adik, di tambah lagi Suzy melihat kedua orangtuanya yang tak henti-hentinya menangis. Membuat gadis sekecil Suzy merasa sangat-sangat terbebani. Di satu sisi Suzy merasa sedih, namun karena tidak ingin orangtuanya khawatir, ia menahan tangisnya ketika sang adik meninggal. Ia tidak menangis sama sekali, ia terus menahannya. Semua itu ia lakukan agar orang-orang tidak menangis lagi, namun.. tindakannya itu tidak membuahkan hasil. Semua orang masih saja menangis dan hal itu membuat Suzy menjadi semakin tertekan.

Suzy yang malang.. untung saja Jae Hyun datang menyelamatkan. Beruntung sekali.

Sejak kejadian di danau itu, Suzy dan Jae Hyun jadi sering bermain bersama. Mereka sangat akrab. Hingga suatu saat orangtua Suzy harus pergi ke Amerika untuk suatu pekerjaan yang sangat penting, Suzy juga harus ikut. Pada saat itulah Jae Hyun tidak pernah melihat Suzy lagi. Kenang-kenangan yang di berikannya kepada Suzy berupa sebuah kotak musik.

Jae Hyun sengaja memberikan sebuah kotak musik sebagai hadiah perpisahan. Hal itu dilakukannya agar jika Suzy merindukannya, Suzy tinggal mendengarkan alunan lagu yang ada di kotak musik itu. Lagu itu akan mengingatkan Suzy kepadanya.

***

Sejak kejadian di halaman sekolah, Irene tidak berani lagi mengganggu Suzy. Ia sudah kapok, namun rasa cintanya terhadap Jae Hyun masih tetap sama seperti dulu. Dasar gadis keras kepala.

Hari ini waktunya olahraga, Pak Go menyuruh anak-anak untuk bersiap-siap di lapangan.

Jadwal kelas hari ini adalah praktek estafet.

Suzy berdiri di pinggir lapangan bersama teman-teman sekelasnya. Rambut Suzy yang terurai terlihat sangat mengganggu jika dibawa untuk berlari. Akhirnya ia memutuskan untuk mengikatnya.

Jae Hyun, Kang Jun, dan Min Woo berdiri di belakang Suzy layaknya pengawal. Mereka memperhatikan Suzy yang sedang mengangkat rambutnya, hingga gadis itu mengikat satu rambutnya. Mereka tak dapat melepaskan pandangannya dari Suzy, leher Suzy sangat jenjang dan cantik. Tenyata tak hanya mereka bertiga yang menyadari hal itu, bahkan murid-murid lelaki yang melihat hal itu juga berpikiran begitu. Mereka baru menyadari sesuatu. Betapa cantiknya Suzy. Benar-benar cantik. Semua lelaki sampai sulit menelan ludah seperti ada batu yang menyumbat kerongkongan mereka ketika menatap ke arah Suzy.

Suzy tidak menyadari bahwa dirinya sedang menjadi perhatian seluruh mata, tidak hanya lelaki, tapi wanita juga. Bahkan seorang Pak Go juga menatapnya dengan kagum.

Jae Hyun kesal dengan semua orang yang menatap Suzy sambil berdecak kagum, karena ia berada tepat di belakang Suzy, ia pun menarik kunciran yang terikat di rambut Suzy, membuat rambut gadis itu kembali terurai.

Suzy tersentak, “Apa-apaan kau ini?!”

“Aku tidak suka melihat leher jelekmu itu,” padahal yang sebenarnya tidak seperti itu. Jae Hyun berbohong.

“Masa bodo dengan leherku, kembalikan kunciranku!”

“Tidak akan.” Jae Hyun berpura-pura membuang kunciran Suzy, padahal sebenarnya kunciran itu masih ada digenggamannya.

Suzy malah percaya dengan trik Jae Hyun itu, sungguh bodoh. Ia pun berlari ke pasir tempat latihan klub atletik cabang lompat jauh. Sepertinya tadi Jae Hyun membuang kuncirannya itu ke arah sini. Ia mengitari pasir disana, berusaha mencari kuncirannya yang hilang.

Suzy-ah, sampai kapan pun kau cari, kunciran itu tidak akan ketemu. Jae Hyun berujar dalam hati.

Jae Hyun menghampiri Suzy, “Dasar gadis bodoh!” cibirnya.

Suzy menoleh ke belakang, “Bantu aku mencari kunciranku. Kau ‘kan yang membuangnya, jadi kau harus bertanggung jawab.”

Jae Hyun membuka genggaman tangannya, “Ini..” muncullah kunciran itu di telapak tangan Jae Hyun.

Suzy terdiam, Jae Hyun mengira Suzy akan memarahinya karena telah mempermainkannya. Tapi ternyata tidak. “Terima kasih, Jae Hyun-ssi.”

“Jangan panggil aku dengan kata ssi di belakang namaku. Memangnya sudah berapa lama kita saling berkenalan? Sudah cukup lama, ingat itu. Dan aku benci orang yang sok formal!” ujar Jae Hyun jengkel.

“Hey, kita bahkan tidak pernah berkenalan,” koreksi Suzy.

Tidak salah jika Suzy berkata seperti itu. Memang itulah kenyataannya. Mereka tidak pernah berkenalan secara resmi, berjabat tangan sambil saling mengucapkan nama masing-masing layaknya orang pada umumnya tidak pernah mereka lakukan satu kali pun.

“Kita sudah saling berkenalan,” Jae Hyun tetap teguh pada perkataannya. “Saat aku menyapamu dengan sebuah ciuman misalnya?”

“Apa kau bilang?! Bukan perkenalan semacam itu! Dan.. sejak kapan ciuman itu adalah sebuah tanda perkenalan?”

“Lupakanlah,” Jae Hyun memasang tampang malas. “Kenapa kita sangat di luar topik seperti ini? Beberapa waktu lalu kita sedang membahas tentang kunciran, kau lupa?”

“Kau yang mulai melenceng dari topik terlebih dahulu, bukan aku!”

“Dan kaulah yang memancingku keluar dari topik itu,” ujar Jae Hyun tak mau kalah.

Berurusan dengan Jae Hyun tidak akan ada hentinya. Namja ini sangat keras kepala dan tidak mau mengalah, itu tipe namja yang tidak disukai oleh Suzy.

“Baiklah, baiklah, aku mengaku salah.” akhirnya Jae Hyun mengalah juga, tidak tahu ada angin apa yang menyadarkannya. “Sini biar aku kuncirkan rambutmu.”

Suzy membelakangi Jae Hyun. Ia mempersilahkan Jae Hyun menyentuh rambut panjangnya.

Namja keras kepala itu kemudian menyatukan seluruh rambut Suzy, ia terlihat sedang menelan ludah dengan sangat sulit ketika ia menatap ke arah leher Suzy yang terekspos. Karena tidak ingin dirinya terlihat bodoh dihadapan Suzy, ia pun segera mengikat rambut Suzy lalu cepat-cepat pergi meninggalkannya.

Kini wajah Jae Hyun memerah.

Kedua namja di pinggir lapangan tengah memperhatikan wajah Jae Hyun yang memerah, mereka adalah Kang Jun dan Min Woo.

***

Oh, tidak! Baru kali ini Suzy terlambat ke sekolah. Sebagai hukumannya, Suzy disuruh membersihkan toilet yeoja.

“Ah, sial!” Suzy berkeluh kesah. Biasanya ia tidak pernah terlambat seperti ini, hari ini ia telat karena lupa memasang alarm semalam.

Suzy mengelap kaca toilet yang biasa dipakai yeoja di sekolahnya untuk berdandan. Setelah itu ia beralih membersihkan satu-persatu kloset kamar mandi, benar-benar menjalani hukuman dengan niat. Ia kemudian membersihkan seluruh lantai di dalam toilet.

Kini semuanya selesai sudah. Keringat bercucuran di dahi Suzy, ia terlihat sangat lelah.

Suzy duduk di kursi panjang di depan toilet yeoja, ia beristirahat sejenak disana sebelum kembali ke kelasnya. Penat rasanya membersihkan toilet seorang diri. Ini tidak adil! Saat seorang temannya yang bernama Im Jin Ah terlambat, gadis itu tidak diberikan hukuman, malahan dengan gamblangnya Pak Jo mempersilahkannya masuk. Jika Pak Jo tidak membiarkan Jin Ah masuk, maka jabatan Pak Jo sebagai Wakil Kepala Sekolah akan terancam, sebab Ayah Jin Ah adalah salah satu komite sekolah dan pemegang saham di SAS.

Sungguh sial menjadi seorang Suzy.

Sekolah ini seharusnya dibuka untuk orang kaya saja. Jangan selipkan orang miskin disini walau pun itu dengan cara memberikan beasiswa atau dengan cara apa pun itu, karena ujung-ujungnya pun mereka tidak bisa belajar dengan nyaman. Karena pada realitanya, mereka hanya akan dikucilkan serta dibully. Suzy pernah mengalami hal seperti itu. Ia sangat kesal dengan sekolah ini. Benar-benar kesal. Jika ia sudah diambang kesabarannya, ia akan melakukan sesuatu yang tidak pernah orang-orang di sekolah ini perkirakan.

Suzy sudah merasa lebih baik, ia berdiri dari tempatnya duduk lalu berjalan pelan menuju ke kelasnya.

Tiba-tiba sebuah alunan musik yang indah terdengar dari sebuah hall yang biasanya digunakan untuk konser atau pun kegiatan musik sekolah. Hall itu kini seperti hidup karena iringan piano yang di mainkan entah oleh siapa itu.

Suzy penasaran, ia membuka pintu hall tersebut lalu betapa terkejutnya ia ketika melihat seseorang yang disorot oleh sebuah cahaya. Ruangan itu gelap, hanya orang yang sedang bermain piano diatas panggung saja yang terlihat dominan. Ia menguasai setiap nada pada tuts piano yang ia mainkan. Sungguh mengagumkan.

Lagu ini.. karya Bach! Suzy sangat menyukainya.

Suzy masuk ke dalam hall tersebut lalu berjalan di karpet merah yang berada di tengah ruangan. Di sebelah kiri dan kanannya terdapat ratusan bahkan ribuan kursi berwarna kecoklatan. Sungguh mewah dan… klasik.

Tiba-tiba alunan piano itu menghilang. Ada apa gerangan?

Suzy terkejut ketika mendapati Park Min Woo, si pianis yang saat ini mengalunkan lagu Bach, sedang menatapnya. Min Woo juga sama terkejutnya dengan Suzy, ia tidak tahu ternyata sedari tadi ada seseorang yang memperhatikannya.

“Apa.. aku mengganggu?” Suzy nyengir, ia salah tingkah hingga menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Tidak,” lagi-lagi Min Woo sama seperti biasanya, menjawab singkat. Dalam hati Suzy merasa sakit hati mendengar respon Min Woo yang seperti itu, namun ia membuang jauh-jauh perasaan itu.

“Baiklah.. aku hanya, hanya saja aku tertarik dengan permainan pianomu yang mengalunkan lagu Bach. Itu adalah lagu favoritku.”

Min Woo menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal, ternyata ia bisa salah tingkah juga.

Suzy tersenyum melihat tingkah Min Woo yang sangat terlihat bahwa ia sedang salah tingkah. “Min Woo-ya, permainanmu itu sangat bagus. Sungguh.”

“Terima kasih sudah memuji,” ujarnya. “Ngomong-ngomong.. kau mau bermain bersamaku?” ada kegugupan yang tersirat di dalam suara Min Woo.

Ya ampun! Tentu saja Suzy tidak akan menolak tawaran ini. Hati Suzy sangat berbunga-bunga. Semua yang ia sukai ada disini.. alunan lagu Bach, piano, dan.. yang terutama adalah namja bernama Park Min Woo itu. Lengkap sudah kebahagiannya untuk hari ini.

Tanpa ada keraguan sedikit pun Suzy mengangguk dan berjalan menaiki tangga panggung.

Suzy duduk di sebelah Min Woo. Ajaib! Jantung Suzy berdetak sangat cepat. Oh Tuhan.. bagaimana ini? Suzy tidak dapat mengontrol perasaannya saat ini. Ia merasa sangat senang dan gugup. Apa yang harus ia lakukan? Semoga saja semua berjalan lancar, ia sangat berharap kali ini dirinya tidak sial seperti hari-hari kemarin yang sudah ia lalui.

Min Woo bersiap-siap untuk memainkan tuts piano, begitu juga dengan Suzy. Gadis itu sudah memiliki basicnya dan sepertinya permainan pianonya tidak terlalu buruk. Karena sebelum-sebelum ini, Suzy pernah berlatih piano seorang diri dengan memainkan lagu yang sama. Karya Bach.

Mereka bermain bersahut-sahutan, saling menatap ke dalam kedua mata pasangan main. Tanpa mereka sadari, ternyata ada seseorang yang sejak, yah.. 5 menit yang lalu, menatap ke arah Suzy dan juga Min Woo. Tatapan namja itu sulit diartikan, terlalu rumit.

Namja itu adalah Ahn Jae Hyun. Ia baru saja dari toilet, berharap bertemu dengan Suzy. Tadi ia sengaja ijin kepada Pak Jo ke toilet hanya untuk bertemu Suzy. Dan ternyata.. nihil, Suzy tidak ada disana dan malah sedang asyik bermain piano di tempat ini. Sebenarnya ia lebih muak lagi ketika mendapati Min Woo juga ada disana, bersama-sama dengan Suzy.

Susah payah Jae Hyun menerima pikirannya bahwa ‘ia menyukai Suzy’ sejak semalam, namun.. kenapa baru saja ia menerima pikiran itu tiba-tiba rasa cemburu menusuknya dari belakang? Memang pengkhianat.

Rasa benci terhadap Min Woo pun tak tertahankan, geram rasanya melihat kedua orang itu bersama. Rasanya sangat menyakitkan.

Jae Hyun mendengus kasar lalu kembali berjalan menuju kelas.

.

.

to be continue


hai, chapter 3 sdh rilis. maaf ya lama. kalo dipikir2 lg ada sesuatu yg janggal di awal2 cerita -___- silahkan dibaca. ini gak kependekan ‘kan? Don’t forget to write your opinion about this ff (what do you think?) Danke.

33 responses to “MELODY OF LOVE #CHAPTER 3

  1. sesuatu yg janggal apa thor? udh lumayan panjang tp lg seru”nya tba” tbc itu bikin org sangat kepo/?
    woaa sepertinya jae hyun sudah mulai suka sama suzy😄
    nexxt thor hwaitingg😀

  2. aaaaaaaa mkin seru,apalagi pas jae ikat rmbutny suzy so sweet….. oh my god syeruyuuuuuu….

  3. ciyee.. jae hyun oppa mulai cemburu sama suzy
    trus suzy dikejar 3 cowok sekaligus ?😮 woahh.. daebak..!!
    gak bisa bayangin gimana kelanjutannya, aaa.. penasarann

    sebenernya ff yang author buat itu enggak pendek cuman terlalu bagus buat berhenti jadinya kerasa pendek❤ huehehe..

    caah semangat untuk ff selanjutnya fighthing !! :))

  4. waaaa jaehyun cemburu,aku suka deskripsimu waktu jaehyun cemburu thorr…
    kependekan thor,kangjun-suzy momennya dong hahaha😀

  5. jae hyun cemburu niii, kkk
    jaehyun udah mulai menyadari perasaannya kah? tp suzy malah mulai sukanya ke min woo

  6. Hahaha pd terpesona ma leher jenjang suzy. Kkk jae ternyata cmburu ma minwo. Apa yg akan dlakukan jae?

  7. Ehmmm bsa gawat klo ke3 orang itu suka ama suzy dan musuhannn. Hemmmm???
    Apa yg terjadi selqnjutnyaaa

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s