[FICLET] Unrequited Love

myungzy

Miss Of Beat R

Bae Suzy | Kim Myungsoo

PG – 15

Romance | Hurt | Urban Life |

Desclaimer :

Had been posted with another cast in my personal blog and another blog

“If you care about someone, you should want them be happy. Even if you wind up being left out”

Ini bukan pertama kalinya laki-laki yang saat ini menginjak usia 24 tahun tergesa-gesa menuju suatu club exclusive kawasan Gangnam. Ia bahkan telah melanggar peraturan berlalu lintas sebanyak tiga kali dalam kurun waktus 15 menit terakhir. Ia menerobos lampu merah sebanyak 2 kali dan mengendarai dengan kecepatan di atas rata-rata, di mana itu dapat membahayakan dirinya dengan orang di sekitarnya. Semua itu ia lakukan untuk menuju tempat dunia gemerlap malam nyata dengan visual indah bagi ‘penikmatnya’ ini.

Kakinya berhasil melewati pintu masuk utama dan tanpa harus mencari —sosok yang menjadi alasannya datang kemari— lebih dalam ia sudah menemukannya. Gadis itu  kini tengah beradu fisik ala ‘wanita’ dengan seseorang yang laki-laki itu yakini hanyalah salah satu pengunjung di club ini yang sengaja atau tidak mencari masalah dengan gadis itu.

“L, kemari” panggil seseorang  berpakaian layaknya bartender yang menyadari kedatangan  laki-laki tersebut.

L pun berdecak kesal sebelum akhirnya ia mendekati dua wanita yang menjadi pusat perhatian club malam ini. Ia pun berinisiatif menarik gadis yang ia kenal untuk menghentikan perkelahian para gadis ini.

“Nona Bae, mari pulang” ajak L sambil menahan gadis yang ia cari bernama lengkap Bae Suzy yang notabennya adalah putri dari Perdana Menteri Korea Selatan dimana tempat ia menggantungkan kebutuhan finansial keluarganya selama ini karena ayahnya adalah seorang sekretaris  dari Perdana Menteri tersebut.

I don’t give a damn to you, bitch. You suck!” maki Nona muda kepada lawannya itu sambil berusaha melepaskan diri dari L yang mengunci tubuhnya.

“L, sebaiknya kau bawa pulang Nona muda itu” ucap seseorang tadi yang juga berusaha menghentikan gadis yang satunya lagi dengan menahan tubuhnya dari belakang.

L menganggukkan kepalanya mengerti. “Terimakasih Seungyeol, telah mengabariku” ucapnya kepada orang tersebut dan sebelum ia meninggalkan tempat ini  dan tak lupa L mengeluarkan cek kantor untuk mengganti semua kerusakan yang telah Nona muda-nya lakukan.

L melepaskan tuxedo-nya dan menyampirkannya ke tubuh Nona muda itu —-dimana gaun malam berwarna biru ocean dengan glitter yang ia kenakan terlihat basah dan lusuh— lalu menggiring gadis itu ke dalam mobil sedan hitamnya. Laki-laki itu membukakan pintu penumpang untuk gadis itu dan tanpa penolakan, ia pun memasuki mobil tersebut. Setelah itu, L pun memutari mobil tersebut dan mengambil tempat kemudi tepat di sebelah Nona mudanya itu. Ia pun bersandar pada jok mobilnya sambil melonggarkan dasi yang sudah mengikat lehernya sejak pagi tadi. Sekilas dirinya melirik putri bosnya yang saat ini bersandar di kaca jendela menatap kosong dashboard mobilnya dengan sesekali mengeluarkan suara khas cegukan.

L sedikit memiringkan kepalanya melihat manik hazel itu terlihat hampa sekarang “Are you okay?” tanyanya dengan lembut.

It’s not my fault, L. Racau gadis itu yang membahas -tepatnya membela diri- atas apa yang terjadi di club tadi meski L sebenarnya tak mempermasalahkan hal tersebut sekalipun itu adalah kesalahan Nona mudanya.

I know.” Jawab laki –laki itu yang mulai memutar kunci mobil dan menarik pedal gas. “I’ll take you home.” Tepat setelah ia mengucapkan kalimat itu  tangan kanannya tertahan oleh dinginnya sentuhan dari nona mudanya.

Don’t take me home.” pintanya kepada L.

Laki-laki itu pun menoleh.“Tapi Sue—”

“Kemanapun, asalkan jangan rumah. Kumohon, Myung” pinta gadis itu dengan semakin lirih.

Jika Nona muda yang biasa L panggil Suzy —ketika tidak ada orang lain— memanggilnya ‘Myung’ itu artinya gadis itu benar-benar dalam keadaan terpuruk dan berada di titik terendah. Sejujurnya hal itu membuat sisi lain dalam hati L juga ikut merasakan sakit. Ia tumbuh bersama gadis itu secara tidak langsung karena pengabdian ayahnya yang sudah cukup lama terhadap Perdana Menteri Bae dan melalui waktu yang tidak sebentar itulah maka secara tidak langsung pula ia memahami Suzy.

Tanpa pikir panjang –tidak seperti biasanya– L mengiyakan permintaan Nona mudanya. “Aku mengerti Suzy. Kau tidak kuantar pulang malam ini”

L pun mulai membawa mobilnya pergi dari tempat ini dan kemanapun itu Suzy percaya bahwa bukan rumahnya lah destinasi L saat ini seperti ucapan laki-laki itu barusan dan ia bisa bernapas lega sekarang.

Memasuki pintu masuk tol  untuk ke luar Seoul, Suzy pun mulai membuka suaranya dengan keadaan setengah sadar.

“Myung, bukankah salah satu tugasnya seorang Perdana Menteri itu adalah menyayangi penduduk di negaranya? Tapi kenapa hanya untuk menyayangi putri semata wayangnya tidak bisa? Kenapa ia justru menyakiti putrinya dengan membawa wanita busuk itu ke rumah huh” racaunya tak karuan.

Sekarang Lmengerti bahwa alasan Suzy menghabiskan 10 sloki vodka malam ini karena apa. Perdana Menteri kembali membawa istri barunya yang hanya selisih 7 tahun dengan Suzy ke rumahnya. Dan Suzy sangat membenci ketika batas teritorial wilayahnya sudah di lewati oleh wanitu itu.

“Lalu, bukankah seorang dokter itu bersiaga saat pasiennya membutuhkannya? Tapi kenapa tunanganku sendiri tidak bisa kuandalkan jika aku sedang membutuhkannya saat seperti ini?” racaunnya sekali lagi sambil memukul pelan dadanya menahan air matanya tidak tumpah.

L melirik sekilas Suzy yang masih meracau tak jelas di sebelahnya. L mengenal betul siapa tunangan Nona mudanya.

Kim Jongin. Si dokter jenius anak pemilik Rumah sakit pusat Korea Selatan. Laki-laki sempurna bagi semua mata wanita dari berbagai kelas. Beberapa bulan yang lalu mereka melakukan peresmian hubungan diantara keduanya. Cerita klasik karena mereka di persatukan atas dasar strata sosial yang sama. Yang berbeda adalah bahwa nyatanya Suzy memang menaruh perasaan kepada Jongin itu karena dia adalah cinta pertama Suzy. Entahlah dengan laki – laki itu yang nampaknya justru lebih tertarik menangani pasien.

“Tidak ada yang peduli dengan ku, Myung.”

“Tidak ada yang menganggapku berharga.”

“Tidak ada yang  membutuhkan kehadiranku. Tidak ada yang mencintaiku. Tidak ada. Tidak ada.”Itu adalah keluhan terakhir Suzy sebelum akhirnya ia benar-benar terlelap kedalam tidurnya.

Setelah keluar dari tol, L menepikan  mobilnya di gas stasion. Ia menoleh menatap Suzy yang kini tengah terpejam. Tangannya tergerak untuk menyisir  helaian rambut nilon Suzy yang menutupi sebagian wajahnya dengan jemarinya kemudian mengusap jejak air mata yang membentuk jalurnya sendiri dengan ibu jarinya.

“Kau salah Suzy. Selalu ada seseorang yang peduli padamu meski kau tak membutuhkannya sekalipun. Selalu ada seseorang yang menganggapmu  lebih berharga dibanding semua aset yang dimilikinya. Selalu ada seseorang membutuhkan kehadiranmu meskipun yang kau tidak melakukan apapun. Selalu ada seseorang yang mencintaimu meski kau tidak menyadarinya. Selalu ada”

“Dan orang itu adalah aku”

4 a.m

Perlahan Suzy mulai mengerjapkan matanya layaknya orang bangun tidur. Bola matanya bergerak menelusuri mobil L dan saat ia melihat keluar kaca, ada sesosok laki-laki yang duduk di depan mobil. Ah itu sudah pasti L.

Suzy pun keluar dari mobil dan mulai mengambil tempat di samping  L.

Aroma asin khas laut kini sangat kental di indera penciuman Suzy dan pekikan burung pelikan menyapa indera pendengarannya.  L membawanya ke dermaga Incheon  rupanya. Orang itu sangat mengerti dirinya. L sangat mengerti bahwa Suzy sangat menyukai suasana menjelang sunrise seperti ini.

“Berapa menit lagi mataharinya akan terbit ?” tanya Suzy yang mengedarkan pandangannya ke beberapa kapal pemancing ikan telah kembali dari laut.

Sekilas L melirik arlojinya.“Mungkin sekitar 5 menit lagi. Merasa lebih baik?”

“Sangat .Terimakasih telah membawaku kemari, Myung”

“Sama – sama.”

“Selamat ulang tahun, Bae Suzy.”

Suzy sontak menoleh ke arah L yang baru saja mengingatkan dirinya bahwa hari ini tepat 21 tahun ia lahir ke dunia. “Terimakasih Kim Myungsoo. Aku bahkan lupa bahwa hari ini adalah hari ulang tahunku ”

Eoh, so make a wish before the sunrise, Suez” ujar L yang di patuhi oleh Suzy. Gadis itu langsung memejamkan matanya dan mengatupkan kedua tangannya di depan dada.

Ketika kedua biner matanya terbuka, suatu keajaiban di pagi fajar itu pun dimulai “Oh my God, Myung. Look. The sunrise” ucap Suzy dengan semangat. “It’s so pretty when the sun is painting the sky all different colors” lanjutnya dengan tatapan penuh dengan binar kagum.

Tidak seperti Suzy yang memfokuskan seluruh atensinya kepada sang fajar, L justru hanya melihat gadis itu di retinanya. ‘But you are even prettier thing than sunrise, Suzy. Your bright smile is coloring my world’ batinnya.

—Fin

Epilog

I wonder if your wish for this year, Sue?”

I wish to stay pretty, skinny,  healty and wealthy as always

“Just  a such childish thing huh?”

 

Of course i have a special wish. But it’s secret”

 

“Yyak, Miss Bae Suzy, please tell me”

 

“Never Mr. Kim Myungsoo”. ‘Because my secret wish is you always by my side just like that’

 *********************************************************************************

Hiiiiii, do someone miss me?? lol

sebenernya ini ff spesial wendy tapi pas aku lagi liat gallery sendiri ke inget ama editanku yg diatas jadinya aku ubah jadi myungzy hahaha itung2 juga kemaren aku g sempet sesuatu yg spesial buat doitaa oktober kemaren/semoga ini g menghilangkan esensi cerita itu sendiri/

oh, ini udahh maret gaisssss, just remind you all to watching us on March 26th later hohohohoho

see ya

and

keep bust a move

*Unrequited Love = One sided Love

74 responses to “[FICLET] Unrequited Love

  1. Daebakkkk…
    Ff nya jinjja daebakkkk… haft suez ada myung yg selalu didekatmu suez, don’t worry🙂

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s