S.P.I.C.A [ Chap.9 ~ The Mysterious Class ]

s-p-i-c-a-cover-by-jihyuniee

Author | Babyrosse | Tittle | S.P.I.C.A

Cast | Bae Soo Ji | Byun Baekhyun

Rated | Teens | Length | Chaptered

Disclaimer

The case belong to Aoyama Gosho sensei

But storyline is mine ^^

Keep Calm

Just read and comment

If you find some typo correct me please..

 

Story~ The Mysterious Class

.

.

.

.

.

Meiou High School

Jung Soojung itulah nama yang akan Suzy gunakan untuk beberapa waktu kedepannya selama menyelidiki kasus cyber crime. Yaa… dia akan menjadi adik dari Jessica Jung, Krystall Jung.

Dan Kris ? Dia dengan mudah menyusup sebagai salah satu guru disini.

Suzy dan Jessica sengaja masuk ke kelas salah satu murid yang menjadi korban pembunuhan itu agar lebih mudah untuk mengorek informasi. Tapi dihari pertama suasana muramlah yang menyambut mereka bahkan tak ada yang membalas sapaan Suzy dan Jessica saat memperkenalkan diri. Seperti sekarang ini…

“ Haloo…aku Krystall senang berkenalan denganmu, “ Suzy mengulurkan tangannya pada teman sebangkunya.

Yoeja  berkacamata itu menoleh ke Suzy sebentar dan menampilkan senyum terpaksa, “  Oeh..panggil aku Nana saja, “ balasnya datar  dan tak membalas uluran tangan Suzy samasekali. Dan dia kembali pura-pura menatap papan tulis di depan.

‘  Isshh… jinjja ‘  umpat Suzy dalam hati, jika saja bukan karna kebutuhan akan informasi dia tentu sudah akan bersikap cuek padanya.

Jessica menusuk-nusuk punggung Suzy dengan ballpoint. Suzy membalikkan badannya ke belakang dan Jessica memberikan tatapan ‘ Cobalah lagi ! ‘ . Mudah saja mengatakan itu karna dia duduk sendirian dibelakang tanpa teman sebangku.

“ Diamlah… aku juga sedang mencoba… “ desis Suzy

“ Kalau begitu cepatlah… pancing dia untuk mengobrol, “

“ Braakk… ! “ suara buku berat yang dijatuhkan dimeja cukup untuk membuat semua murid tersentak kaget.

“ Apa yang sedang kalian bicarakan disana ?! “ raung Guru Matematika di depan menunjuk kearah Suzy dan Jessica.

Yaa tuhan… apa dia habis menelan pengeras suara ? ‘ gumam Suzy takut, tapi tetap memasang senyum manisnya. Sementara Jessica memilih diam  bersembunyi dibalik punggung Suzy.

“ Aku sedang bertanya padamu bukan menyuruhmu untuk tersenyum ! “ bentaknya.

Seisi kelas ikut menunduk takut tapi dibalik itu beberapa dari mereka ada yang menyembunyikan senyumnya.

Nee.. ? M-maafkan saya… “ ujar Suzy memberanikan diri.

“ Aku sengaja dipanggil oleh Sekolah ini untuk meningkatkan nilai Sekolah yang memburuk, dan kau menyia-nyiakan kesempatan belajar dari Guru Besar sepertiku ?! “ omelnya.

Apa ? Guru besar katanya ? Sombong sekali dia… ‘ gumam Suzy dalam hati.

“ Maafkan saya… saya tidak tahu kalau pelajaran ini sangat penting… “ kata Suzy lagi berusaha untuk menahan diri agar tidak balik membentakknya.

“ Tentu saja ! Ini adalah pelajaran yang sangat penting ! Setiap perkataanku ini sangat mahal bagi murid-murid berotak kosong seperti kalian ! “

“ Ckk… “ Suzy merasa ini sudah keterlaluan , darimana Guru bermulut besar ini berasal ? Berani sekali menghina orang lain.

Saemm… apa yang kau maksud kami berotak kosong ? “ sahut Suzy kini berdiri dari bangkunya. Bahkan Nana yang diam menunduk pun menoleh tak percaya dengan keberanian Suzy. “ Hanya karna ini adalah Sekolah kecil bukan berarti kau bisa membandingkannya sembarangan dengan Sekolah-Sekolah sampah yang kau ajar ! “

“ A..apa kau bilang ?! “

Guru Matematika itu meraih spidolnya menuliskan sebuah soal dengan cepat, dia mengetuk-ngetukkan spidolnya ke papan tulis yang kini penuh dengan deretan angka rumit.

“ Ini adalah  soal ujian masuk ke jurusan universitas Seoul  ! Kalau kau benar-benar merasa otakmu penuh cobalah untuk menyelesaikannya ! “ teriak Guru itu menantang Suzy.

“ Suzy~ssi … cepat duduk ! “ desis Jessica menarik-narik ujung seragam Suzy agar dia tak melakukan hal-hal yang bisa merusak rencana.

Booya ? … tidak akan bisa… kakak ku saja tidak lulus masuk kesana… “

“ Apa  Guru ini sudah gila… ? “

Terdengar gumaman dari teman-teman sekelasnya, bukannya duduk kembali kebangkunya Suzy malah maju menyambar spidol di tangan Gurunya.

Tak sampai tiga menit, semua soal yang ditulis di papan Suzy kerjakan dan dapat diselesaikan. Sebelum kembali ke bangkunya Suzy melempar senyum mengejek andalannya pada Guru matematika yang kini bergetar melihat jawaban benar yang ditulis Suzy.

“ Issh… kau ini ! “ geram Jessica.

“ Ehehe… “

Soal seperti itu sudah menjadi makanan sehari-harinya saat masih di Lembaga Pendidikan Khusus. Suzy terkekeh mendapat tepukan dari teman-teman sekelasnya yang lain, Nana yang tadinya cuek menjabat tangan Suzy senang. Jika Baekhyun bersamanya pasti dia akan melakukan hal yang sama sepertinya. Ahh~ kenapa dia jadi memikirkan Baekhyun ?

Bel istirahat siang berbunyi nyaring, Guru Matematika tanpa pikir panjang langsung meninggalkan kelas.

Daebakk… ! Aku belum pernah melihat Guru Han ketakutan seperti itu ! “

“ Pidahan luar negeri memang beda ya ? “

“ Kau benar-benar hebaaat ! “

“ Kami bangga sekali punya teman sepertimu ! “

“ Maafkan sikapku yang tadi padamu ya Krystall… “ ucap Nana tersenyum lembut padanya.

Gwenchana… “ balas Suzy. Sepertinya kelas ini sudah menerimanya dengan baik dan akan memudahkannya untuk mengorek informasi.

“ Aku terlambat memperkenalkan diri… Lee Yong Dae ketua kelas dan ketua asrama __kalian satu asrama denganku… “ seorang namja dengan senyuman manis mengulurkan tangannya bergantian ke Suzy dan Jessica.

Sekolah ini menerapkan sistem asrama jadi kegiatan mereka terkontrol oleh Sekolah.

“ Jadi kalian kakak-adik ya ? “

“ Iya… senang bisa ada di kelas ini, tapi aku kasihan pada Jessica karna dia duduk sendirian dibelakang… “ Suzy tertawa pelan, sebenarnya dia sedang memancing pembicaraan kearah murid yang menjadi korban pembunuhan. Suzy tahu bangku kosong itu pastilah tempat lamanya ketika masih Sekolah.

Benar dugaan Suzy, untuk beberapa saat kemuraman menyelimuti wajah teman-temannnya.

“ Ah… iya kami baru saja kehilangan teman kami lagi, “ ujar Yong Dae mencoba untuk tersenyum.

“ Apakah gossip murid bunuh diri itu benar-benar terjadi ? “ celetuk Jessica, “ Salah satu temanku menceritakannya padaku saat aku bilang akan pindah ke Korea dan bersekolah disini… “

Unnie ! Kenapa kau tidak cerita padaku hal seperti itu ! “ sungut Suzy mengikuti skenario yang dibuat Jessica.

“ Hmm…iya begitulah… “ gumam Yong Dae tak jelas..

“ Eh ? Ayo makan siang bersama … makanan di kantin Sekolah ini sangat enak lho.. ! “ Nana menggamit lengan Suzy, terlihat sekali kalau dia sedang mengalihkan pembicaraan. Suzy menatap Jessica dan mengangguk mengerti. Mereka tengah menyembunyikan sesuatu.

Suzy membuka setiap bilik di toilet memastikan bahwa saat ini dia sendirian di dalam toilet, dia masuk kedalam salah satu bilik dan mendial nomor Baekhyun.

Baekhyun masih berada di Kantor Besar Kepolisian Seoul saat Suzy menelpon. Dia mendiskusikan hasil hipotesanya setelah mewawancari para tersangka.

“ Maaf… ada telpon untukku Inspektur, “ potong Baekhyun dan pergi keluar ruangan menyadari handphonenya yang berbunyi.

“ Ckk… bahkan pacarmu tak bisa menunggu kalau kau sedang sibuk he ? “ sindir Inspektur Kang In yang menangani kasus bersama dengan Baekhyun.

“ Ehehehe… “ Baekhyun hanya nyengir, “ Nee… ? Apa kau baik-baik saja ? “ tanya Baekhyun sebelum sempat Suzy membalas sapaannya.

“ Iya… aku baik-baik saja, “ jawab Suzy. Sial~ dia belum memikirkan alasan kenapa dia menelpon Baekhyun ! Semoga saja Baekhyun tidak menanyakan alasannya menelpon.

“ Bagaimana keadaan disana ? “ tanya Baekhyun. Suzy mendesah lega, syukur Baekhyun tidak bertanya yang aneh-aneh.

“ Ahh iya… aku agak kesulitan untuk mendapatkan informasi disini, mereka sepertinya menutup diri tentang kematian temannya… “

“ Benarkah ? itu artinya salah satu mereka ada hubungannya dengan kasus itu… kau harus sedikit berhati-hati__heei kau menelpon dimana ? “

“ Tenang saja… aku menelpon di toilet, “

“ Asramamu sama dengan asrama korban bukan ? cobalah untuk menyelidikinya disana… ingat kau hanya perlu berhati-hati… “

“ Aku mengerti… kenapa kau jadi mengguruiku begini ? “

“ Heii…heii… aku ini sedang khawatir padamu tahu ! “ omel Baekhyun, beruntung mereka hanya via telpon jika tidak Baekhyun pasti akan tertawa melihat wajah blushing Suzy saat ini.

“ L-lalu bagaimana dengan kasusmu sendiri ? “

“ Aku sudah mengintrograsi para tersangka… “

“ Sudah menemukan kesimpulan ? “

“ Sepertinya begitu… “ jawab Baekhyun.

“ Syukurlah… “ desah Suzy.

Jujur dia tak pernah peduli pada kasus yang ditangani oleh partnernya bahkan jika itu Ji Eun teman dekatnya sendiri, dia tak pernah menelpon Sehun bahkan dia terkesan menghindar jika harus berkomunikasi dengan Sehun tapi sekarang ada apa dengannya … ?

“ Kau benar baik-baik saja kan ? Akhir-akhir ini kau aneh sekali… “ sahut Baekhyun, biasanya Suzy selalu mengumpat padanya atau bicara dengan nada tinggi dan sarkatis.

“ Oh… eumm… yaa… s-sudah dulu jam pelajaran selanjutnya akan segera dimulai… “

“ Baiklah kalau begitu… semoga kau berhasil ! “

“ Ngg… yaah kau juga… “

“ Aku akan menelponmu nanti… “

“ Iya aku juga… “

Saranghae ! “

“ …… “

“ Klik~ “ telpon terputus

“ Eh ? Eh ? “ Suzy mengerjap-ngerjapkan matanya… Apa yang baru Baekhyun katakan padanya tadi ?

Baekhyun tanpa sadar mengatakannya juga, dia tersenyum-senyum sendiri membayangkan ekspresi Suzy dan Baekhyun kembali masuk keruangannya.

“ Maaf Inspektur apa aku lama ? “

“ A-apa yang dia maksud itu ? Aduduh… ada apa ini ? “ Suzy memegangi wajahnya yang terasa memanas. Dia cepat-cepat keluar dari bilik toilet dan hampir terlonjak kaget mendapati Jessica sudah ada disana.

“ Disini kau rupanya ! Aku mencarimu dari tadi… “

“ Ah…iya aku disini… “

“ Ada apa ? Kau habis menelpon ? “ tanya Jessica penuh selidik melihat Suzy menggenggam handphonenya. “ Siapa yang kau telpon saat tugas seperti ini ? Namjachingumu ? “ goda Jessica.

“ Aiishh… mungkin … “ jawab Suzy.

“ ? ? “

“ Kelas akan dimulai sebentar lagi ! Apa yang kau tunggu ? “ sahut Suzy.

“ Yaak…?! Sejak kapan kau jadi menyebalkan begini he ? “

.

.

.

.

Asrama para murid tinggal letaknya tak jauh dari gedung Sekolah sendiri, asrama hanya terdiri dari satu bangunan tapi sangat besar dengan dua lantai. Lantai pertama untuk para laki-laki dan lantai dua untuk anak perempuan.

“ Disini kalian akan mendapat masing-masing satu kamar… Krystall~a disini adalah kamarmu, ini kuncinya_ jika kau butuh sesuatu kau tinggal menghubungiku, “ kata Yong Dae menyerahkan kunci kamar bernomor 212 kepada Suzy.

“’ Nee… gomawoyeo, “

“ Nanti aku akan mengunjungi kamarmu…byee ! “ sahut Jessica berjalan mengikuti Yong Dae yang akan mengantarnya menuju kamarnya.

“ Kau sangat sayang pada adikmu ya ? “

“ Ehehe… iya habis dia sangat manja, “ kekeh Jessica.

“ Kalian kakak-adik yang manis… “

Suzy masih bisa mendengar ocehan keduanya disepanjang koridor. Suzy membuka pintu kamar barunya setengah menyeret koper berisi barang miliknya. Kamar kecil yang terkesan rapi dengan meja belajar dan satu tempat tidur.

“ Aak…aduduh kenapa ini jadi sangat berat ? “ rutuk Suzy mengangkat kopernya naik keatas ranjang, padahal dia tak banyak membawa barang selain senjata api untuk berjaga-jaga sisanya hanya pakaian.

“ Tok…tok…  “ terdengar seseorang mengetuk pintu kamar Suzy.

Nee… ? Duguseyeo ? “ teriak Suzy.

“ Tok…tokk… “ pintu kembali diketuk membuat Suzy berjalan cepat untuk membukanya.

“ Oeh ? Kris~ssi ?! “ Suzy terkejut mendapati Kris berada di depan kamarnya.

“ Sst… aku ini Gurumu bodoh ! “ bisik Kris, “ Aku sudah mengatur jadwal piket untukmu di Sekolah jadi kau bisa menyelidiki TKP besok… “

“ Nee.. ? “ Suzy samasekali tak meresapi perkataan Kris yang mengatakannya dengan cepat dan tanpa basa-basi.

“ Cek handphonemu nanti ! “ ujar Kris, “ Yaak selamat datang di Sekolah ini semoga kau senang berada disini Nona Jung ! “ kata Kris keras-keras sehingga siapapun yang lewat pasti bisa mendengarnya.

“ Isshh kenapa repot-repot kesini kalau begitu ? “  sungut Suzy yang sialnya di dengar oleh Kris.

“ Agar murid lain tidak curiga bodoh… bagaimanapun aku ini adalah gurumu ! “

Suzy melengos kembali masuk ke kamarnya dan melihat kalau Kris mengetuk setiap pintu kamar hanya sekedar untuk menyapa para muridnya.

Tanpa di suruh pun Suzy pasti akan melakukannya sendiri, dia akan memeriksa TKP pembunuhan video beberapa minggu lalu yang di lakukan di gudang belakang Sekolah. Tapi mengingat kilasan video yang dia lihat kemarin membuat perasaan aneh itu muncul lagi. Perasaan bahwa kasus ini masih akan berlanjut…

“ Drrt… drrt… drrt… “

Suzy segera mengangkat handphonenya yang bergetar, sejenak Suzy sempat bingung untuk mengangkatnya atau tidak karna itu dari Baekhyun. Jangan-jangan tadi itu dia hanya sedang menggodanya. Dasar !

Huwee… ? Aku sudah bilang kalau aku yang akan menelponmu ! Eh… apa ? “

“ Kasus bunuh diri itu ! Apa kau tidak menyelidikinya juga ? “ sergah Baekhyun dari seberang.

“ Oeh… kasus bunuh diri salah seorang murid disini ? Yaah… tadi Jessica sempat memancingnya tapi tak ada yang berkomentar apapun__ yaak … yaak apa ada hubungannya dengan kasus cyber crime ini ? “ Suzy sempat kagok menjawab pertanyaan tiba-tiba Baekhyun yang tanpa salam.

“ Orang yang bunuh diri itu adalah seorang wanita… dia cukup terkenal di Sekolah tapi pendiam ada desas-desus yang mengatakan kalau dialah pelaku pembunuhan dalam video itu dan dia melakukan itu karna balas dendam … karna mendapat banyak tekanan seperti itulah dia bunuh diri dikamarnya… “

Suzy terdiam sebentar, berpikir…

“ Kalau dia sudah bunuh diri… lalu kenapa video itu muncul lagi ? Itu berarti pelakunya bukan dia … “ gumam Baekhyun pada dirinya sendiri.

“ Yaah… sewaktu kasus pertama itulah yang membuat kasus ini ditutup… Ehh tunggu dulu… apa kau ikut menyelediki kasus ini ? Yaakk … ?! Selesaikan dulu kasusmu ! “

“ Ehehe… aku hanya meminta berkas dari team dua yang dulu menanganinya kok… “ kekeh Baekhyun.

“ Tapi tetap saja itu… “

“ Korban bunuh diri bernama Han Se Na… dan korban pembunuhan video itu bernama Kang Shin Wu mereka pernah bertengkar hebat sebelum kejadian mungkin itu yang membuat orang berpikir bahwa pelaku pembunuhan itu adalah Se Na, “

“ Aku masih tak mengerti… kalaupun Se Na yang membunuh Shin Wu dia tak perlu mempublikasikannya hingga bunuh diri seperti itu… “

“ Itu dia masalahnya… kalian harus menyelidiki TKP video kedua itu muncul mungkin kau bisa mendapatkan petunjuk… ada dua kemungkinan dalam kasus video kedua ini. Pertama sejak awal bukan Se Na yang membunuh Shin Wu melainkan orang lain yang melakukannya… Kedua Se Na yang membunuh Shin Wu dan ada seseorang yang meniru trik videonya seperti sekarang ini… “ Baekhyun menjelaskan analisisnya tanpa jeda dan serius.

“ ……… “

“ Dalam video kedua itu… korbannya dari Sekolah lain bukan dari Meiou, menurut pendapatku video kali ini hanya bertujuan untuk membuat teror jadi seolah-olah dendam Se Na belum terbalaskan… “

“ Deg ! “ Perasaan itu muncul menghantui Suzy lagi, kata-kata terakhir Baekhyun persis seperti yang tertulis pada credit video kedua.

“ Suzy… ? Suzy~a … ? Kau masih disana ? “ panggil Baekhyun setelah tak mendengar respon Suzy.

“ Hmm… “

“ Taeyoon sudah kuminta untuk meretas database milik Sekolah, itu akan memudahkan kalian untuk menyelidiki pelaku penyebar video… “

Kening Suzy berkedut, entah kenapa dia tak mendengar Baekhyun menyebut-nyebut nama Taeyoon.

“ … percaya saja pada Taeyoon, dia akan segera memberi kabar jika dia sudah mendapatkan informasinya jadi kau tak- “

Arra…arra… dia memang sangat hebat ! Sudahlah aku sedang sibuk … aku akan menutup telponnya ! “

“ Eeh ? Tunggu, masih ada yang ingin aku bicarakan ! “

“ Apa ?! “

Saranghae.. “

Dan sama seperti tadi, telpon langsung terputus membuat Suzy geram. Dia kesal karna tak tahu harus melakukan apa, dia tak mungkin menelpon dan bertanya apa maksud Baekhyun, tapi dia juga tak tahan kalau harus dikerjai terus seperti ini.

“ Aaiissh… ! “ Suzy melempar handphonenya asal ke ranjang. “ Apa maunya siih ?! “

.

.

.

.

.

Gelap, hanya cahaya dari beberapa lampu berpendar redup di sepanjang koridor.

‘ Tap…tap… tap  ‘ .  Langkah kakinya bergema seirama terdengar dramatis . Tak akan ada yang merasa terganggu karna dipastikan seluruh penghuni asrama sudah tertidur di jam seperti ini.

Langkah kakinya terhenti sejenak di depan pintu kamar bertuliskan nomor 212, sebuah seringai muncul diwajahnya yang tertutupi bayangan bangunan sebelah – melanjutkan kembali membawa kakinya berjalan lebih jauh, dan baru benar-benar berhenti di depan ruang ‘ Kepala Asrama ‘ .

Duduk di depan komputer yang tersedia disana, mengutak-atiknya dengan lancar. Layar komputer yang menjadi satu-satunya penerangan di ruangan itu memperlihatkan salah satu sudut bibirnya yang terangkat .

Uploading file …

Setelah selesai dengan pekerjaan diam-diamnya, dia merebahkan diri di punggung kursi. Menatap puas layar komputer di depannya, menunggu hingga pagi menjelang…

.

.

.

Suzy menatap heran, teman-temannya bergerombol sambil berbisik seru di kelas-bahkan Jessica adalah salah satunya. Atau bisa dibilang dialah yang sedang dikerubungi.

“ Selamat pagi… ada apa ini ? “ tanya Suzy sebagai sapaan.

“ Oh.. Krystall~a… lihat ! lihat ! kemarilah ! “ seorang gadis berambut cepak menarik tangan Suzy. Jessica menatapnya dengan tatapan tajam seolah-olah sedang ada masalah. Suzy menyambar tablet ditangan Jessica tak sabar_setelah sadar itulah yang diperebutkan teman-temannya.

Sebuah laman web yang tak asing, dengan salah satu postingan terbaru yang sangat mencolok bertuliskan …

Seorang pendusta akan segera dihukum !

Hanya kematian … kematianlah yang akan melakukannya …

–  ANNA –

Postingan itupun tak kalah dramatisnya dengan efek percikan darah disekelilingnya.

Suzy menatap wajah teman-teman sekelas yang tampak menegang. Muncul lagi… sama seperti dua video sebelumnya nickname  yang digunakannya adalah sama-ANNA.

“ Ti..tidak mungkin… Se-sena tidak mungkin… “ cicit Nana takut di bangkunya.

“ Braak… ! “ terdengar suara bangku dipukul, “ Jangan memikirkan hal yang tidak mungkin seperti itu Nana ! “ bentak Yong Dae, makin membuat Nana mengkeret ketakutan di bangkunya.

“ Kakak laki-laki ku  di Amerika sangat pintar dalam meretas akun, dia pasti bisa menemukan siapa sebenarnya yang memposting ini di web Sekolah. “ ujar Suzy yang pastinya adalah sebuah kebohongan , Jessica seketika menatapnya tajam. “ Hal seperti ini jika dibiarkan hanya akan membuat teror bukan ? “

“ Percuma saja Krystall~ssi … kasus ini sebelumnya sudah pernah ditangani oleh polisi, tapi tetap saja… dan malah membuat … “ nada Yong Dae sedikit bergetar, Han Ji Won- yoeja berambut cepak tampak mengelus pundaknya menenangkan.

“ Se..sebenarnya apa yang sudah terjadi disini ? “ tanya Jessica, menurutnya ini adalah kesempatan yang bagus untuk dapat mengorek informasi.

Suzy bisa melihat bahwa teman-temannya kini tampak saling pandang, ketakutan dan diliputi rasa bersalah.

“ Bagaimanapun juga… kalian adalah bagian dari Sekolah ini, sudah sewajarnya kalian tahu masalah ini… “ ujar Yong Dae. Tak hanya Suzy dan Jessica yang tegang menunggu kata-kata Yong Dae tapi begitupun dengan teman-teman yang lain.

“ … sekitar enam bulan yang lalu bertepatan dengan hari terakhir ujian semester, ada sebuah video pembunuhan yang muncul dengan lokasi di gudang Sekolah kami.. dan…dan korbannya juga adalah salah satu teman kami… “ Yong Dae berhenti sebentar, seperti tengah menahan emosi.

“ Sena pembunuhnya ! Sudah pasti itu dia ! Dia bilang kalau dia akan membunuh Shin Wu saat itu juga ?! Apa kalian tidak ingat ?! “ teriak suara keras dari bangku belakang. Seorang anak bertubuh jangkung dengan kacamata yang melorot, sungguh aneh bahwa suara sekeras itu berasal dari anak seringkih dia.

“ Oii ! Choi In Joo tutup mulutmu ! “ suruh Ji Won kesal.

“ Sena ? siapa dia … ? “ tanya Suzy memasang wajah seolah baru pertamakali mendengar nama itu.

“ D..dia teman kami yang bunuh diri itu… “ jawab Nana dengan suara pelan.  “ …dia adalah tersangka video pembunuhan Shin Wu… “

“ Nana ! Kau juga jangan berprasangka buruk seperti itu ! “ potong Ji Won.

Yong Dae melanjutkan ceritanya setelah diminta Jessica, dia menceritakan siapa itu Sena dan bagaimana terkenalnya dan baik hatinya seorang Han Se Na itu di Sekolah. Tapi sejak pertengkaran hebat dan video pembunuhan itu muncul Se Na jadi dijauhi dan dihujat seminggu setelahnya… Se Na ditemukan meninggal dengan menggantung diri di kamar asramanya..

“ … tapi hanya dengan bertengkar seperti itu mana bisa langsung menuduhnya ? Lagipula pelaku dalam video itu tidak teridentifikasi dengan jelas… “ sela Suzy.

“ .. itulah mengapa Se Na bergentayangan dan ingin membalas dendamnya pada Sekolah ini ! “ lagi-lagi Choi In Joo ambil suara namun segera dibungkan oleh tatapan menusuk Ji Won.

“ Yaak ?! Bocah aneh bisakah kau tutup mulut besarmu itu sebentar ?! “ teriak Ji Won.

“ Kau takut bukan Ji Won ? Kau adalah salah satu dari orang yang menuduhnya sebagai pelaku … “ sebuah balasan telak yang membuat Ji Won tak berkutik namun wajahnya masih tegang.

Perasaan tak nyaman itu kembali mendatangi Suzy, perasaan bahwa kasus ini tidak akan berakhir dengan mudah. Jessica tampak menatap Suzy heran melihatnya gelisah seperti itu.

“ Ada apa ? “ bisik Jessica.

Suzy menggeleng, “ Tidak.. tidak ada apa-apa, kita samasekali belum menemukan apapun sejauh ini. “

Jessica menepuk bahunya pelan, “ Pelan-pelan… ini samasekali bukan gayamu, biasanya kau sangat tenang dalam bekerja. “

Suzy hanya mengumbar senyuman tipis, aneh… sudah sejauh ini dia masih belum mengerti dan menemukan titik terang. Kalau saja ada Baekhyun… dia pasti sudah bisa membuat hipotesa dan memutuskan untuk bertindak bagaimana. Tapi Baekhyun tidak ada disini ! Tunggu… kenapa dia jadi tergantung pada Baekhyun ?

“ Tsskk… “ tanpa sadar Suzy meremas tablet Jessica dengan gemas.

“ Kalian tidak menyesal memilih Sekolah disini bukan ?  “ tanya Ji Won ketika jam makan siang.

“ Ah… tentu saja tidak, “ jawab Suzy cepat, menuang sayur kedalam nampannya.

“ Yaah… sejak video itu muncul, banyak murid yang memutuskan untuk pindah.. “ ujar Ji Won menuntun Suzy dan Jessica agar mengikutinya duduk di bangku dimana Yong Dae dan Nana sudah ada disana.

“ Kalian tak perlu khawatir… tadi itu hanya cerita lama. “ tambah Yong Dae begitu Suzy duduk disampingnya.

“ Ngg… aku masih penasaran bagaimana kau tahu nickname ANNA itu adalah Se Na ? “ tanya Jessica kembali membuka pembicaraan tak mengenakkan itu lagi sambil menyuap nasinya.

Ji Won mengerling kearah bangku sebelah dimana tempat In Joo berada, “ … masing-masing dari kami memiliki akses untuk masuk ke web Sekolah dengan username, dan username ANNA itu adalah milik Se Na… selain itu bukannya kau sering chat dengan Se Na lewat aplikasi web Sekolah ya kan Yong Dae ? “ Ji Won menyikut lengan Yong Dae.

“ Oh..hmm benar. “ gumam Yong Dae muram.

“ Trak ! “

Mereka serempak menoleh kearah Nana yang menjatuhkan sumpitnya dimeja, “ Mi-mianne “ ucapnya gugup.

“ Ckk.. kau itu… “ desis Ji Won, “ dia anak yang pemalu tak usah dipikirkan… “ katanya menyuap nasi kemulutnya.

“ Tring ! “

Sebuah notifikasi dari handphone Suzy, pesan dari Jessica yang padahal ada di depannya.

Choi In Joo…  anak yang berteriak pada kita tadi

Aku sedikit curiga padanya

hubungi salah satu

 dari team dua untuk menyelidiki anak itu

 

Jessica memilih mengiriminya pesan daripada mengatakannya langsung untuk menghindari resiko bocor, karna ungkapan ‘ dinding pun punya telinga ‘ patut diwaspadai.

“ Cckk… “ Suzy menatap Jessica kesal seolah mengatakan ‘ Kenapa tidak kau saja ?! ‘ . Dalam hal menyelidiki identitas seseorang sudah dipastikan satu-satunya yang bisa diandalkan adalah Kim Taeyoon, tapi entah kenapa Suzy sedang malas berhubungan dengannya. Aneh… padahal sebelumnya dia tak pernah begini.

.

.

.

.

.

Jinjja ?! “

“ Hmm… “ sahut suara diseberang,  “ Choi In Joo ini ternyata orang yang cukup berbahaya, dia memiliki seratus lebih akun berbeda pada laman web Sekolah dan semua akun itu dia gunakan untuk menghujat username ANNA … “ terang Taeyoon langsung menghubungi Suzy ,  sesaat setelah Suzy meminta bantuannya walaupun tanpa diminta Taeyoon pasti akan melakukannya karna Baekhyun sudah lebih dulu memintanya.

“ Jadi semua yang menghujat ANNA di web Sekolah adalah dia ?!  “

Nee… aku sudah berhasil meretasnya, tapi miann aku masih mencoba untuk menembus firewall agar dapat menemukan sumber videonya… “

“ Tidak masalah, kau sudah sangat membantuku… terimakasih. “

“ … sebaiknya kau berhati-hati dengan anak yang lainnya juga, ahk.. aku nanti akan mengirimkan datanya padamu. “

“ Iya… aku mengerti, baiklah aku akan menutup telponnya. “

Suzy memijiit-mijit kepalanya mencoba untuk berpikir sembari berbaring diranjang menatap langit-langit kamar asramanya.

Choi In Joo sepertinya tak menyukai Han Se Na sampai melakukan hal itu… aku masih belum tahu apa yang sebenarnya membuat Se Na dan Shin Wu bertengkar hebat, tapi masalah terberat sebenarnya adalah pesan ancaman itu… kemungkinan ‘ Pelaku ‘ tengah merencanakan sesuatu sekarang …

“ Akkh… Bae Soo Ji berpikirlah ! pikir ! pikirkan sesuatuu… ! “ geramnya pada diri sendiri.

“ Krystall~a ! Krystall~a ! “ terdengar suara seseorang memanggilnya, Suzy yang mulai hafal mengenalinya sebagai suara Ji Won teman sekelasnya.

“ Nee.. ? “ Suzy membuka pintu kamar dengan wajah secerah mungkin.

“ Apa kau lupa hari ini adalah giliran kita piket di perpustakaan. “ tampak Ji Won mengenakan seragam training Sekolah lengkap dengan ember berisi  alat kebersihan ditangannya.

“ Ahh.. miaan aku tidak lupa kok__Kajja ! “

Baiklah dengan adanya orang yang menemaninya piket, bagaimana cara dia menyelidiki gudang Sekolah ? Kris bilang dia sudah mengaturnya dengan baik ! Dasar~

“ …klub film Sekolah ini sangat bagus, kusarankan kau ikut bergabung… aku juga bagian dari anggota.. “ Ji Won berceloteh sepanjang perjalanan menuju Perpustakaan, … “ Aku suka cerita detectiv sampai-sampai keinginanku dulu adalah menjadi detectiv… yang bisa menangkap pelaku kejahatan ahahaha ! “

Kau pasti menyesal memilih ‘ Detectiv ‘ sebagai cita-citamu jika kau jadi aku ‘  kata Suzy tapi hanya dalam hati.

“ Yong Dae ketua clubnya… Ayahnya seorang pemilik rumah produksi film kurasa dia akan jadi produser yang hebat nantinya ! “ cerita Ji Won antusias, “ Ahh… aku punya banyak film horror kau mau menontonnya ? “

“ Ahaha… “ Suzy tertawa ironi, dia benci film bergenre horror. “ Baiklah… lain kali kita akan nonton sama-sama,  “

“ Oh ? Ji Won~a … Krystaal~a kalian mau kemana ? “ seseorang yang tiba-tiba muncul dari salah satu ruangan kelas membuat mereka kaget.

“ Yaak ?! Lee Yong Dae .. kau mengagetkanku tahu ! “ sungut Ji Won.

“ Ehe… miann… miann.. “ kekehnya.

“ Kami mau ke perpustakaan, hari ini giliran kami piket. Kau sendiri sedang apa dikelas sendirian ? “

“ Aku sedang membuat laporan tadi, tapi begitu selesai aku baru sadar ternyata hari sudah sore… “ jawabnya tersenyum malu-malu.

“ Isshh… dasar pekerja keras ! “ desah Ji Won , “ Eh .. Ayo Krystall~a, nanti kita bisa telat. “ ajak Ji Won.

“ Sepertinya dia selalu sibuk…Ketua kelas, Ketua Asrama, Ketua club… “ komentar Suzy setelah Yong Dae tak terlihat lagi.

“ Hmm… yaah begitulah, bahkan saat Se Na masih ada dia selalu tampak sibuk. “

“ Se Na ? “ ulang Suzy.

Ji Won tercekat, ekspresinya seolah dia bersalah telah menyebut nama Se Na.

“  Ngg… sebelumnya Se Na dan Yong Dae mereka sama-sama Ketua dan Wakil Ketua club film. Cita-cita Se Na juga adalah menjadi seorang aktris dia akan mengatakannya pada setiap orang yang mau mendengarnya.. “ jelas Ji Won dengan wajah muram.

“ Aa.. “ respon Suzy sebagai tanda dia mendengarkan.

Suzy yakin masing-masing dari mereka punya masalah pribadi dengan seorang Han Se Na dan mungkin salah satunya bisa menjadi kunci dari kasus ini.

“ Perpustakaan ini sangat luas jadi persiapkan tenagamu hee… “ ujar Ji Won, membuka pintuk kayu ek besar Perpustakaan yang terkunci. “ Untung saja kau tak keberatan untuk piket bersama… dan Guru yang mengatur ulang jadwal ini sangat baik ! “

“ Krieett… “ pintu ek besar itu terbuka dengan bunyi derik yang nyaring menegaskan bahwa Perpustakaan ini sudah tua.

“ Aakk… kau tidak takut kan ? Ini memang sudah tua, “ Ji Won melangkah masuk tangannya menggapai-gapai pada dinding untuk mencari saklar lampu.

“ Ctek ! “

Lampu-lampu di sepanjang lorong dan diantara berak-rak buku menyala serempak, bersamaan dengan itu pula jeritan melengking terdengar dari Ji Won. Tangannya menunjuk ke depan menatapnya dengan ngeri.

“ Oh my… “ desis Suzy walaupun tak menjerit seperti Ji Won, ada perasaan takut saat melihatnya .  Disana, di rak buku depan alih-alih berisi buku setengah bagian rak tertutup kain putih  dengan tulisan merah besar-besar ‘ MATI ‘ .

“ Aaaaa ! !  Kry-Kristal~a … apa yang kau lakukan ?! “ teriak Ji Won saat Suzy melangkah mendekat dan menarik kain itu turun.

“ Tenang, ini hanya cat bukan darah. “ kata Suzy tenang . Catnya sudah kering , itu berarti kain ini sudah  lama terpasang, pikir Suzy sambil memeriksa kain itu.

Ji Won menatap Suzy antara perasaan ngeri dan takjub.

“ Meski catnya sudah kering, tapi kainnya masih baru dan bersih padahal Perpustakaan ini penuh debu. Kain ini belum lama terpasang mungkin dipasang  sesaat sebelum kita masuk “ gumam Suzy berpikir tapi cukup keras untuk di dengar Ji Won  “ Apa Perpustakaan ini dibuka setiap hari ? Siapa saja yang mempunyai kuncinya selain petugas piket ? “ tanya Suzy spontan.

“ Nee… ? Ti-tidak, selama beberapa bulan terakhir ini Perpustakaan selalu tertutup. Selain kita ada Guru dan Ketua Asrama yang punya kuncinya. “ jawab Ji Won mengabaikan perasaan takutnya dan rasa penasarannya terhadap Suzy.

“ Itu berarti ada seseorang yang memasangnya setelah tahu Perpustakaan ini akan dibersihkan. “ Suzy menatap kain putih ditangannya itu.

“ He-hebaat…  “ puji Ji Won diantara rasa takutnya, “ Kau persis seperti tokoh Detectiv yang sering kubaca di novel… Bagaimana cara kau melakukannya ? “

“ Aa ? “ Suzy tersadar, saat ini dia bersama orang lain bukan bersama teman sesama anggota S.P.I.C.A . Gawaat … semoga Ji Won tidak curiga padanya.

“ Hmm… ? Hmm… ? Apa jangan – jangan kau detectiv yang menyamar ? “

‘ Gawaat ! ‘

.

.

.

.

.

To be continued~

Baby note

Huwaaa… ini chapter yang paling flat -_- karna gak tahu harus bikin Baekhyun ada dimana biar bisa muncul terus di chap ini ehe … gaplok aja Baby karna updatenya lama banget #plak!

Mungkin  ada yang jadi bingung gara-gara kasus yang Suzy dapet itu banyak dan gak fokus pada satu kasus … terus nama-nama OC yang susah diinget dan berbeda-beda ditiap kasus. Juga penyampaian ceritanya yang berantakan dan terkesan kecepetan … jadi joengmal mianne Baby akan berusaha sebaik mungkin kedepannya  ^o^

Oh ya… ada yang ada yang tahu siapa atasan tertinggi S.P.I.C.A gak ? Baby pernah sebutin dan munculin meskipun sebagai cameo … dan di chap ke depannya dia akan muncul lebih banyak lagi uehehe😀 // psstt… yang bisa jawab  Baby kasi hadiah  FF adegan first kissnya Sehun // #plak! apaan sih ?

Semoga kalian tidak bosan dengan FF ini karna adegan romancenya belon ada hee trus alurnya juga leleeet banget T-T … sabar nee ?

Terimakasih untuk semua readers setia yang meninggalkan jejaknya dengan manis walaupun jarang bisa Baby bales satu-satu ehe…  *gak kapok kan ? *

Pai-pai  see you in the next chap😀

PS :

Mian baby telat updatenya di KSF karna baru aja abis ujian hee Y-Y

34 responses to “S.P.I.C.A [ Chap.9 ~ The Mysterious Class ]

  1. Jangan sampai penyamaran suzy terungkap. Bisa gagal tuh misinya.
    Bekhyun kerjanya godain suzy terus.

  2. saranghae??? huahahahaha blushing terus nih suez..
    ohya.. cast nya nama ifol korea yg terkenal dong.. biar bisa bayangin dan mudah hapalin plus bisa tau yeoja apa namja.. aku bingung klo nama korea doang.. dan susah ngapalinnya.. jadi pas baca kadang mikir dulu.. dia tuh yg mana yah.. atau dia spica bukan.. gitu..
    daaaaaaaaaan update nya cepet yaaaah.. aku udh lumutan ini nunhgu spica.. hehe..
    dan ceritanya keren.. aah baekhyin masih misteri buat aku sih.. siapa dia.. kenapa sikapnya gtu… asal usulnya gmna… pelan2 aja.. gk pp alur lelet tp seru.. dan setiap chap itu penting.. oke thor… fighting…!!!!!!

  3. aq suka ceritanya serius mkin lama makin bkin mnarik, klo mnurut aq yg ngelakuin itu si ketua asrama klo gk anak yg ngebela sena itu, tp itu bru perkiraan aq, ketua tertinggi kim myungsoo oppa hahaha…🙂

  4. makin seru,, baek udah bilang saranghae aja, beneran atau bercandaan? ji won udh mulai nebak2, identitas suzy bakal terbongkarkah?

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s