Mi Pequeño Hijo, Yoona (3)

Mi pequeno hijo, yoona - dina copy

Title : Mi Pequeño Hijo, Yoona | Author : dina | Genre : Angst, Family, Romance | Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Sooji

Disclaimer   :

This story is Mine, all cast belongs to God and their family

Poster by rosaliaaocha

♠♠

Mi Pequeño Hijo, Yoona (My Little Child, Yoona)

.

.

.

“My heart like a spring in the air“

Myungsoo tenggelam dalam dokumen-dokumennya, pagi ini setelah rapat dengan pimpinanya, ia mempunyai tugas khusus menangani tuntutan seorang tokoh masyarakat yang mengajukan somasi atas pemberitaan yang mereka nilai kabur dan tidak berdasar. Sebagai salah satu surat kabar terkemuka di Seoul, JonggAng Illbo yang merupakan surat kabar terbesar ketiga di Korea Selatan sangat jarang mendapatkan somasi seperti ini. Dengan adanya somasi dari pihak luar semakin menambah tugas rumahnya yang juga berada di divisi hukum di perusahaan penerbit tersebut. Ia harus menghubungi beberapa pengacara dan mengadakan rapat tertutup perihal langkah yang akan mereka ambil dalam menanggapi somasi yang dilayangkan kemarin lusa

Samchon” panggil Yunji yang menyembul dari balik pintu ruang kerjanya

Eoh kau sudah sampai di sini?’ Myungsoo meletakkan berkasnya di lemari nakas samping meja kerjanya

“Iya, kakek Cho yang mengantarku sampai lobi depan, lalu Namjoo yimo mengajakku ke kantin, aku dibelikan susu, ige” lapornya sambil menyodorkan 2 susu kotak rasa vanilla dan cokelat kegemarannya, “samchon mau?” tawarnya

Aigoo..” Myungsoo menghampiri Yunji, melepas tas dan mengajaknya duduk di kursi kerjanya. Yunji berceloteh riang menemani makan siang pamannya. Sore ini ia telah membuat janji mempertemukan Yunji dengan Sooji. Pukul 18.00, Sooji akan menunggu mereka di dekat sungai Han selepas Sooji bekerja di rumah sakit St. Mary Seoul

“Belajar apa hari ini?” tanya Myungsoo menyodorkan mug hitam miliknya berisi air putih dingin

“Antariksa, matematika dan bahasa Inggris” jawab Yunji, jemarinya sibuk mengotak-atik pendulum hiasan meja Myungsoo, “oiya samchon, jam berapa kita bertemu dengan Sooji yimo?” tanyanya

“Jam 6 sore ini”

“Aku tidak sabar” senyum Yunji

Waeyo? mengapa kau suka sekali dengan yimo barumu?”

“Karena yimo baik sekali, cantik, dia memberiku boneka”

“Hanya itu?” Myungsoo menyodorkan kepalanya menatap gemas keponakannya

Samchon….” Yunji membalas tatapan Myungsoo, “bisakah yimo tinggal bersama kita?”

Pertanyaan polos Yunji sontak membuat Myungsoo terkejut, “kenapa seperti itu?”

“Agar aku dan yimo bisa bersama setiap waktu, mungkin saja yimo mau mengantarkanku sekolah, menemaniku bermain seusai sekolah, membacakanku cerita menjelang tidur…” Yunji sibuk bercerita keinginan-keinginannya, aktivitas yang idealnya dilakukan seorang ibu kepada gadis kecilnya. Myungsoo sadar benar jika Yunji tidak mendapatkan itu semua dari ibunya. Kakak perempuannya telah berpulang ketika usia Yunji menginjak 1 tahun, setelah perjuangan panjang melawan kelumpuhan pasca melahirkan

“Itu tidak mungkin sayang” terang Myungsoo

“Kenapa?” Yunji mengerjapkan kedua kelopak matanya

“Karena Sooji yimo memiliki rumah dan pekerjaan, lagipula yimo bukan keluarga kita”

“Memang bagaimana caranya agar yimo bisa menjadi keluarga kita?” pertanyaan cerdas Yunji

“Hem…jika salah satu keluarga kita mungkin menikah dengan keluarga yimo

“Begitu ya?” Yunji memanggutkan tanda mengerti memicu tawa Myungsoo melihat kesoktahuan keponakannya. Yunji tidak lagi mengeluarkan suaranya, sibuk dengan pernak-pernik yang ada di ruangan pamannya. Ia berlari kecil keluar ruangan ketika Woohyun melambaikan tangannya dari kejauhan. Myungsoo melirik sejenak kemudian membiarkan Yunji keluar dari ruangannya

“Namu samchon” pekik Yunji sambil merentangkan kedua tangannya berlari ke pelukan Woohyun

“Aigoo…kau bertambah berat

Heol!” balas Yunji

“Sejak kapan di sini?” Woohyun membawa Yunji ke meja kerjanya

“Sejak tadi” Yunji mencomot permen di meja Woohyun

“Dijemput pamanmu?”

Aniya, diantar kakek Cho”

“Kakek Cho nugu?”

“Kakeknya Sarang”

“Ooh…”

“Oiya samchon, jika aku ingin Sooji yimo menjadi keluargaku bagaimana caranya?” tanya Yunji to the point membuat alis Woohyun bertaut

“Sooji yimo?”

“Yap, teman Myungsoo samchon

“Sooji?” gumam Woohyun, “terdengar asing” batinnya

Samchon kenal?”

“Tidak, memang siapa Sooji yimo?”

“Dia yimo yang kami temui di taman 1 minggu yang lalu, sore nanti kami akan menemuinya di dekat sungai Han” terang Yunji dengan wajah sumringahnya

“Kalian tidak pulang dulu? Kau bahkan belum berganti baju”

“Tidak, Myungsoo samchon terlalu sibuk, ia memintaku langsung kemari, sepulang kantor nanti kami akan menemui Sooji yimo” terang Yunji panjang lebar

Eoh..” Woohyun tersenyum penuh arti, sepertinya ia salah paham dengan keberadaan Sooji

“Jadi bagaimana caranya samchonie?” tanya Yunji lagi

“Tentang?”

“Membuat Sooji yimo menjadi keluargaku”

“Kau suka sekali dengan yimo barumu?” tanya Woohyun

“Hem..manhi manhi” senyumnya

“Itu gampang, pastikan yimo barumu menikah dengan Myungsoo samchon

“Hah? Menikah? Apa itu?”

Woohyun tampak berpikir, ia tiba-tiba teringat jika Yunji terlahir tanpa orang tua yang menikah, bahkan ayahnya meninggal sebelum ibunya mengetahui kehamilan Yunji

“Menikah itu menjadi suami istri, hem..seperti harebhoji dan halemonimu”

“Oh betul juga, harabhoji dan halemoni tinggal satu rumah” senyum riang terpancar dari wajah Yunji, “call, ghamsahamida samchonie!” Yunji mencium pipi Woohyun, memerosotkan tubuhnya dari pangkuan pamannya kemudian berlari ke ruangan Myungsoo

Samchon! Aku tahu caranya agar Sooji yimo menjadi keluargaku” celetuk Yunji yang membuyarkan konsentrasi Myungsoo

“Hem?”

“Sooji yimo harus menikah dengan samchon” pekiknya yang terdengar sampai luar

Eoh?” Myungsoo terkejut mendengar pekikan keponakannya, buru-buru ia menghampirinya

“Menikah samchon” pekik Yunji lagi

“Astaga” Myungsoo membekap mulut Yunji, menundukkan kepalanya ke arah teman-temannya yang tersenyum geli

Kwajangnim akan menikah..” lirih beberapa staf perempuan yang tampak patah hati mendengar pekikan spontan Yunji

“Kau bicara apa?” tanya Myungsoo mendudukkan Yunji di sofa kecilnya

“Namu samchonie bilang agar Myungsoo samchon menikah saja dengan Sooji yimo supaya aku bisa bersama Sooji yimo setiap hari” senyum riang Yunji

“Ya Tuhan hyung” Myungsoo menepuk keningnya

—–

Sooji duduk di kursi memandang jauh sungai Han, di sampingnya terdapat dua buah tas belanjaan, satu tas besar berisi pernak-pernik yang disukai anak perempuan, tas lainnya yang lebih kecil berisi aneka snack yang ia persiapkan untuk menyambut Yunji. Dadanya berdegup setiap kali melihat mobil berhenti, berharap Myungsoo dan Yunji segera datang menemuinya

Sebuah mobil berhenti berjarak 10 meter dari tempatnya duduk, kaki kecil keluar dari sisi kanan mobil. Sooji menyunggingkan senyumnya melihat Yunji masih dengan seragam sekolahnya setengah berlari menghampirinya, meninggalkan Myungsoo yang menyusulnya dari belakang

Yimo!” panggilnya

“Yunji-ya anyyeong” sapa Sooji sambil memeluk pelan Yunji

Yimo menunggu lama?”

“Tidak, baru saja” baik Sooji maupun Yunji sepertinya tenggelam dalam keasyikan obrolan mereka, melupakan Myungsoo yang berada di belakang mereka

“Ehem..” Myungsoo mengeluarkan suaranya

“Ah..jeosonghamnida Myungsoo-ssi” Sooji menundukkan sedikit kepalanya, menyapa paman Yunji

Mian kami terlambat”

Gwenchana…lihat kita bisa melihat matahari terbenam” tunjuk Sooji yang spontan membuat Yunji berlari ke pagar pembatas sungai dengan tempat duduk mereka

Yeppo!” celetuknya, angin sore meniup rambut hitam sebahu Yunji. Sooji menatap dengan takjub Yunji, sungguh paras Yunji dari samping sangat mirip dengan Yoona, hanya saja Yoona lebih terlihat perempuan dengan rambut panjangnya

“Kau juga yeppo, neomu yeppo” puji Sooji, berdiri di samping Yunji menatap matahari tenggelam, menceritakan sesuatu yang berhasil membuat wajah antusias Yunji terpancar jelas. Myungsoo duduk di kursi, melihat sekilas tas bawaan Sooji kemudian mengalihkan pandangannya ke depan. Dia menatap punggung kedua perempuan di hadapannya, dalam hatinya tergelitik. Sebuah ingatan kembali mendatanginya, ingatan 7 tahun yang lalu ketika ia melihat Sooji pertama kalinya

Myungsoo menyadari ia pernah bertemu dengan Sooji ketika membaca kartu nama tuan Bae setelah mereka bertukar kartu nama satu minggu yang lalu. Wajah Sooji sangat familiar di matanya, untungnya ingatannya yang super ini berhasil merecall wajah Sooji dan dengan mudah mengenalinya kembali

“Anakku kehilangan suaminya di saat ia mengandung Yoona, 7 bulan ia berjuang sendiri dalam kesendiriannya menjalani proses mengandung”

Sebuah penjelasan yang tertanam kuat di benak Myungsoo mengetahui nasib Sooji tidak beda jauh dengan kakak perempuan satu-satunya. Bedanya Sooji telah resmi bersuami sedangkan kakaknya tidak sempat merasakan kebahagiaan menikah

Samchon kemarilah” panggil Yunji. Myungsoo berdiri menuruti permintaan Yunji, “gendong aku” pintanya

“Kau semakin berat” protes Myungsoo

Yimo kemarilah” tangan Yunji terulur ke leher Sooji

Wae?” Myungsoo tampak heran melihat kepala Yunji berada di tengah wajahnya dan Sooji

“Aku sayang kalian” ucap Yunji sambil mencium bergantian Myungsoo dan Sooji. Sontak Sooji tertegun, semudah itu Yunji berpihak kepadanya, pun dengan Myungsoo yang semakin terkejut melihat tingkah aneh keponakannya

“Aku lapar” Yunji melepas lengannya dari leher Sooji, meminta Myungsoo menurunkan dari gendongan

Kajja” Yunji menggandeng tangan Sooji, menuntunnya ke tempat duduk

“Ini apa?”

“Hadiah untukmu, kau suka?”

“Yeay!!” sorak Yunji yang lagi-lagi membuat Sooji menyunggingkan senyum tulusnya, senyuman yang selama 6 bulan terakhir pudar begitu saja kini telah kembali menyapanya

—–

“Kau pulang sendiri?” tanya Myungsoo selepasnya mereka makan malam di sebuah kedai ramyun kegemaran Yunji

“Hem…aku terbiasa sendiri”

“Kalau boleh saya tahu, dimana anda bekerja?” tanya Myungsoo

“Rumah sakit St. Mary, aku tenaga medis di sana”

Eoh..anda dokter atau perawat Sooji-ssi?”

“Dokter” jawabnya sambil tetap memperhatikan Yunji yang menyeruput jus strawberrynya

“Kau lucu sekali” Sooji tersenyum melihat tingkah tengil Yunji memainkan sedotan, meniup minumannya hingga berbunyi blup blup

“Kau jorok Yunji-ya” tegur Myungsoo mengambil alih gelas Yunji

“Tapi itu minumanku” protes Sooji

“Tidak jika kau jorok seperti ini” tegas Myungsoo

Sooji yang mengamati paman dan keponakan di hadapannya perlahan terkekeh geli, “aigo kau seperti ahjuma Myungsoo-sii” celetuk Sooji

Ne..ne..ne..” Yunji mengangguk-angguk tanda setuju

“Jika anda jadi ibunya, apa anda akan membiarkan Yunji seperti tadi?”

Sooji tersenyum mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Myungsoo meskipun diembel-embeli kata seandainya, “tentu saja aku akan melarangnya, tapi dengan cara lembut” senyumnya

“Kau tahu sayang, seorang perempuan akan nampak semakin cantik jika dia duduk manis ketika meminum jusnya” terang Sooji

“Seperti ini?” Yunji mengambil lagi jusnya, menyeruput dengan pelan dan sopan

“Yap, lihat kau tampak semakin cantik, keutchi Myungsoo-ssi?” tanya Sooj yang membuyarkan lamunan Myungsoo

“Begini lebih baik” balas Myungsoo

“Lalu..setelahnya ucapkan terimakasih pada siapapun yang makan bersamamu, tandanya kau bersyukur bahwa Tuhan telah memberimu kesempatan menikmati hidangan yang kau suka” Sooji mencontohkan cara berterimakasih dengan sopan, ajaibnya Yunji bagai terhipnotis dengan sendirinya ikut memperhatikan seperti apa perilaku yimonya. Kedua mata Myungsoo mengerjap keheranan

Daebak” puji Myungsoo

Samchon juga harus berterimakasih”

“Aku?” tunjuk Myungsoo ke dadanya

“Yap…berterimakasihlah dengan kami”

“Oh..ne..ghamsahamida” pemandangan lucu tercipta ketika dengan konyolnya baik Yunji dan Myungsoo saling mengucapkan terimakasih bersahut-sahutan

“Kalian lucu sekali” kekeh Sooji

—–

“Selamat malam Myungsoo-ssi, ghamsahamida” Sooji melepas seatbeltnya, diikuti Myungsoo. Sooji melihat ke arah belakang, di sana Yunji telah tertidur pulas, beruntunglah esok hari Minggu jadi Myungsoo tidak perlu kerepotan membangunkan keponakannya untuk berangkat sekolah

“Selamat malam sayang” Sooji mengecup pelan kening Yunji kemudian menutup pintu belakang, “terimakasih Myungsoo-ssi” senyumnya

Cheonmaneyo” balas Myungsoo

“Baiklah, kalian segera pulang” Sooji mengerjapkan kedua matanya sambil tersenyum

“Kau masuklah dulu” titah Myungsoo

“Hem?”

“Masuklah, tidak baik meninggalkan seorang wanita sendiri di depan pagar rumah”

Sooji kembali tersenyum, “ne..hati-hati di jalan”

“Sampaikan salamku untuk tuan Bae”

Ne…” Sooji menutup pintu pagar, Myungsoo memutar badannya memasuki mobilnya melaju meninggalkan rumah Sooji

—–

2 Minggu kemudian

Samchon kapan kita bertemu dengan Sooji yimo?” tanya Yunji

“Belum tahu, waeyo?”

“Bisakah samchon mengantarku ke tempat yimo? Aku janji tidak akan nakal”

“Siang ini?” tawar Myungsoo, “tapi samchon harus mengabari Sooji yimo

Call!!” Yunji bersorak kegirangan

Aigoo…”

Tepat saat jam makan siang, seselesainya Yunji bersekolah, Myungsoo menjemputnya lalu mengantarnya ke rumah sakit tempat Sooji bekerja. Myungsoo hanya sebentar menemui Sooji, hari ini ia sangat sibuk dengan dokumen-dokumen. Malamnya ia kembali ke pekerjaan atau lebih tepatnya hobi yang ia jalani sebagai dj radio. Sooji mengantar Yunji ke tempat kerja Myungsoo, Woohyun mengamati dengan seksama sosok Sooji, wanita cantik dengan rambut sepanjang 5 cm dari bahu

“Perkenalkan saya Sooji” sapa Sooji ketika Woohyun mendapati dirinya berada di dalam ruangan Myungsoo

“Eh..saya Nam Woohyun” balas Woohyun sambil tersenyum penuh arti, “Myung ini dokumen yang kau butuhkan” Woohyun meletakkan dokumen di meja Myungsoo

Gomawo hyung

Di sofa Sooji tengah sibuk dengan Yunji, membacakan Yunji buku pengetahuan yang tadi mereka beli sebelum ke kantor Myungsoo

“Yunji-ya” panggil Woohyun, Yunji menolehkan kepalanya menyadari Woohyun telah berdiri di dekat Myungsoo

Samchonie annyyeong” sapa Yunji

“Kau tahu sedari tadi samchon di sini?’

“Yap” Yunji kembali fokus ke bukunya

Aigoo…memang kau baca buku apa?”

Ige..antariksa” Yunji memamerkan bukunya

“Myungsoo-ssi aku pamit” buka Sooji

Eoh? Sekarang?” Myungsoo meletakkan dokumennya, “saya antar” balasnya

“Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri”

“Hari menjelang malam, tidak baik seorang wanita pulang sendiri”

“Sudah kubilang, aku terbiasa mandiri” Sooji mengambil tasnya, disusul Myungsoo

“Jangan menolak” Myungsoo membereskan dokumennya, “kau juga mau pulang kan hyung?’

Eoh? Ne…ini sudah jam pulang” Woohyun membantu Yunji membereskan buku dan tas Yunji

Samchonie…Sooji yimo dan Myungsoo samchon seperti harabhoji dan halemoni keutchi?!”

“Heh? Maksudnya?”

Samchon pernah mengatakan kepadaku jika Myungsoo samchon dan yimo seperti harabhoji dan halemoni berarti kita keluarga, dan keluarga itu bisa tinggal bersama” celetukan panjang Yunji mampu membuat suasana berubah hening

Hyung?” Myungsoo menatap intimidasi Woohyun

Mian” cengir Woohyun

“Kau ingin yimo menjadi bagian keluargamu?” pertanyaan Sooji membuyarkan cengiran Woohyun dan tatapan intimidasi Myungsoo

“Iya..apakah bisa?”

“Tentu saja bisa” senyum Sooji

Kajja…kita keluar” Sooji menautkan jemarinya ke tangan mungil Yunji, berlalu meninggalkan Myungsoo dan Woohyun yang diam tertegun

“Kau dengar Myung?” senggol Woohyun

“Apa?”

“Dia bersedia menjadi istrimu”

Tuk…

Neo jugulle!” Myungsoo mengambil kunci kontaknya, meninggalkan Woohyun sendiri

“He Myung dengarkan aku..” Woohyun mengalungkan lengannya di leher Myungsoo, menggoda sahabatnya dengan celotehan Yunji

“Hati-hati di jalan Sooji-ssi” Woohyun melambaikan tangannya disambut anggukan Sooji dari dalam mobil

Samchonie annyyeong” pekik Yunji

Annyyeong Yunji-ya” Woohyun melambaikan kedua tangannya tinggi-tinggi

 …..

“Dia cantik, sangat keibuan…mirip dengan Jihyun” Woohyun tersenyum kecil saat mereka berdua berjalan beriringan di belakang Sooji dan Yunji

“Kau suka?”

“Tidak”

“Seandainya noona mau menerimamu saat itu”

“Itu sudah berlalu, melihat Yunji tumbuh membuatku bahagia”

“Kau tidak ingin mencari pendamping hyung?”

“Molla…”

“Kau terjebak dengan noonaku”

“Dia terbaik untukku”

“Arra”

—-

“Kembali lagi dengan saya dj Myungsoo, dan sahabat saya dj Hyerim dalam acara ‘Nite In Seoul’, siapkan cerita anda dan mulailah menghubungi kami, cerita anda bisa jadi inspirasi kita semua…..kami tunggu” sapaan yang selalu mereka ucapkan untuk memulai siaran malam itu

“Sebuah lagu persembahan Hyerim untuk lelaki lajang di luar sana”

“Apa itu?” kekeh Hyerim

I Could Fall In Love-Selena” alunan lagu menggema di seluruh ruangan

“Kau terlihat lelah”

“Hem..somasi dari tuan Choi merepotkan saja”

“Apa belum selesai?”

“Sudah memasuki masa mediasi, jika gagal masuk ke persidangan”

“Kalian memakai jasa pengacara bukan?”

“Hem…”

“Rileks Myung, kita dengarkan cerita pendengar malam ini”

“Yap”

Alunan lagu Selena berakhir

“Oke?” Seungyoon memberi tanda jika di line telepon telah tersambung pendengar

Yoboseyo” sapa Myungsoo

Anyyeong Myungsoo-ssi, Hyerim-ssi” suara lembut terdengar di seberang sana

Anyyeong” Myungsoo menjawab ragu-ragu, perasaannya mengatakan sesuatu akan terjadi

Nuguseyo?” sapa Hyerim

“Sooji” jawabnya yang berhasil membelalakkan mata Myungsoo, tebakannya benar adanya, ini suara Sooji yang ia kenal

“Sooji? Apa yang akan anda ceritakan malam ini?” tanya Hyerim sambil memutar background music lembut

“Aku senang di sini”

Waeyo?”

“Aku bertemu malaikat kecilku”

“Malaikat?”

“Hem..sangat cantik”

Chukkae…lalu?”

“Tapi kami belum bisa bersatu”

“Eh? Kenapa?” tanya Hyerim lagi tidak mempedulikan wajah Myungsoo yang berubah aneh

“Karena ia belum bisa kumiliki sepenuhnya”

“Mengapa?” tanyanya lagi

“Karena dia bukan anakku”

Hyerim mengernyitkan alisnya

“Myungsoo-ssi” panggil Sooji

“Ah ne…”

Semua mata menjurus ke arah Myungsoo

“Maukah kau menjadi bagian keluargaku?’ tanya Sooji yang sontak membuat seisi ruangan heboh, mungkin juga para pendengar semakin menajamkan pendengarannya

“Apa maksud anda Sooji-ssi?” tanya Myungsoo hati-hati

“Tentang Yunji…bisakah aku menjadi eommanya?” tanyanya lagi

Hening

Sunyi

Senyap

Semua menanti jawaban Myungsoo

Myungsoo menghela nafas panjang “ne…” jawab Myungsoo yang sontak membuat suasana studio menjadi ramai terharu

Gomawo” Sooji tersenyum di seberang telepon, entah apa maksudnya bisa bertanya demikian. Ia sendiri tidak mengerti cara seperti apa agar ia bisa menjadi eomma Yunji. Ia hanya ingin menanyakan kepada Myungsoo dan ini merupakan saat yang tepat menurutnya

“Ada lagi?” tanya Hyerim yang menyadari wanita penelepon merupakan wanita yang Yunji sebut tempo hari

“Tidak ada…terimakasih”

“Kau tidak ingin mengatakan apapun Myungsoo-ssi?” goda Hyerim yang mendapati telinga Myungsoo berubah merona merah

Ani…selamat malam Sooji-ssi” tutup Myungsoo

Ne…cheonmaneyo” balas Sooji

“Kya!!” sorakan di studio terdengar langsung, Sooji tersenyum mendengar hiruk pikuk studio radio yang terdengar jelas

Aigoo….selamat malam Sooji-ssi” Hyerim menyeka airmatanya yang sedari tadi tertawa terbahak-bahak, “menyenangkan!” pekiknya

Okay sebuah lagu cinta persembahan Myungsoo untuk Sooji” goda Hyerim yang dihadiahi jitakan kecil Myungsoo

Lagu Close To You milik The Carpenters mengalun lembut, mengisi rongga dada baik Myungsoo maupun Sooji serta pendengar yang ikut terhanyut dengan peristiwa haru biru Sooji-Myungsoo

TBC

Next chapter

“Ijinkan aku bersama Yunji”

“Apa mau anda sebenarnya?”

“Yunji sangat mirip dengan anakku, aku bahagia jika Yunji berada di sampingku”

“Yunji dan anak anda berbeda”

“Bisakah kau menanggalkan kata formal?” pinta Sooji

“Kenapa?”

“Aku ingin kita lebih dekat”

…..

“Dingin”

“Pakai jasku”

Gomawo

…..

“Aku senang mengenalmu Myungsoo-ssi”

“Saya tersanjung tuan”

“Kau dan Yunji berhasil mengembalikan Soojiku yang dulu kukenal”

…….

“Myungsoo-ssi awas!”

Brak!!

Samchon! Yimo!”

***

RCL nya readers, oiya akan ada chapter yang di PW siap-siap yah, seperti biasa yang dapet pw harus LEAVE KOMEN DARI PART AWAL, Ghamsahamida ^^

sorry for typos 🙂

Advertisements

101 responses to “Mi Pequeño Hijo, Yoona (3)

  1. Astaga …. Segitu pengennya suzy buat jadi eommanya yujin smpe ngelamar myung lewat radio gitu … Aigooo myung ampe kupingnya merah gara“ suzy … Oya woohyun dulunya suka sma jihyun ya ???.
    berharap myungzy bersatu ..

  2. Hihihi sooji tersambung d line radio dan berbertanya apakah dia bs jd ibu yunji…apakah itu tandanya sooji suka ma myung???kayanya yunji mulai berhasil menyatukan keduanya

  3. wahhhh sweeet bangett suzyy hahahaha beranii yaaaa…..
    akyu makinn sukaaa makinn kesinii ohh yaaa mauuu passwordnyaa gimana???

  4. OMG gue suka gaya lo sooji wkwkwk
    terharu liatnya, sooji dgn keberaniannya menyatakan keinginannya buat milikin yunji huhuhu
    next chapternya siapa yg ketabrak. Jgn sampe terjadi apa2 sma myungzy atau yuji plissssss???
    Authornya jjang hehe!
    Minta pw nya ya thor:D

  5. bagian akhirnya apa boleh dikatakan sooji lgi nembak myungsoo?? wkwkwkwk
    saking keasyikan baca smbil nyengar nyengir gajelas ga sadar uda tbc hehe

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s