Because of Love (Chapter 2)

02-because-of-love

Title     : Because of Love

Genre  : AU, Romance, Angst

Main Cast: Bae Soo Ji as Miss A Suzy, Kim Myung Soo as Infinite L

Other Cast : Find by yourself

Rating : PG

Length : Multichapter

Auhtor : Chang Nidhyun (@nidariahs)

Cover by : Desy M (exoluhanfanfictionindonesia)

Terinspirasi dari dramanya Rain ama Krystal, My Lovely Girl !

Happy reading guys🙂

***

 

Ahn Jae Hyun mengangkat gelas sampanye miliknya, menarik kedua sudut bibirnya saat mendapati Kim Myung Soo sudah sampai ke tempat yang telah mereka janjikan untuk bertemu. Myungsoo masih sama seperti biasa, tetap menampakkan wajah datarnya dan berjalan santai ke arahnya –ke arah Jaehyun-, seolah laki-laki itu tidak memiliki sedikit pun beban yang mengganggunya.

Begitu berkebalikan dengan Sooji.

“Sudah menunggu lama?” tanyanya saat ia sampai dan langsung mengambil tempat yang berhadapan langsung dengan Jaehyun.

Jaehyun pun mengedikkan bahunya, “Tentu saja. Aku sudah menunggumu selama setengah jam lebih, kipikir kau tidak akan datang.”

Myungsoo menarik kedua sudut bibirnya dengan nada bersalah, “Maaf, tadi aku ada sedikit kerjaan. Park Lu Na akan segera mengeluarkan album solo, dan aku ikut andil untuk menulis lagunya,” ucap Myungsoo kemudian.

Jaehyun pun menganggukkan kepalanya mengerti. Ia tidak bisa berkomentar apapun, karena Jaehyun juga bekerja dalam dunia yang sama dengan Myungsoo, bedanya ia hanya berstatus sebagai manajer sedangkan Myungsoo sebagai penulis lagu.

“Jadi…kau ingin mengadu soal apa?” tanya Myungsoo setelah ia memesan bir kepada pelayan yang baru saja berlalu dari meja mereka.

Jaehyun tersenyum kecil, “Kau bertengkar dengan Sooji?”

Myungsoo pun menaikkan sebelah alisnya, ia sudah tahu Jaehyun pasti akan membahas soal Sooji lagi dan lagi. Entahlah, Myungsoo tidak merasa dia terganggu dengan obrolan seputar gadis itu, tapi menurutnya agak lucu saja, saat tiap kali Jaehyun datang seolah-olah hanya Sooji yang menjadi pokok permasalahan mereka.

Dan lagi, Jaehyun pasti akan bertanya tentang hubungan mereka. dulu, Myungsoo pikir mungkin pria itu menyukai Sooji hingga dia tidak henti-hentinya mengurusi hubungan mereka. tapi setelah tahu Jaehyun berkencan dengan gadis lain –bahkan hingga saat ini mereka masih berhubungan baik, Myungsoo akhirnya tahu jika Jaehyun sama sekali tidak menyukai Sooji.

“Belakangan ini Sooji agak sering melamun. Kau tahu maksudku, sikap gadis itu akan sama buruk jika mood nya juga buruk,” kata Jaehyun sambil menuangkan minumannya ke dalam gelas, “Ah! Dia juga akan menjadi model di MV terbaru Yoseob. Kau masih ingat dia, kan? Mantan pacar Sooji…”

Myungsoo menaikkan sebelah alisnya, bahkan tanpa sadar pergerakan tangannya ikut berhenti di udara, “Mereka tidak pacaran,” katanya setelah mencerna ucapan Jaehyun dan kembali menuangkan minumannya, “Mereka hanya membuat hubungan palsu gara-gara skandal saat itu. Ah, Sooji memang ceroboh.”

Myungsoo ingat, saat itu –saat usia Sooji masih 19 tahun, Sooji pergi ke sebuah hotel untuk bertemu dengan sahabatnya yang baru kembali dari Australia. Dan kebetulan Yoseob yang merupakan kakak kelas Sooji di SMA nya juga ternyata menginap di hotel yang sama dengan sahabat Sooji, bahkan Myungsoo juga sempat berpapasan dengan laki-laki itu. Yeah, dan netizen menemukan Sooji dan Yoseob –dan mungkin tanpa pikir panjang pula, orang itu memotret keduanya hingga menyebabkan berita besar. Yoseob saat itu tengah naik daun, membuat foto-foto itu beredar cepat dan menyebabkan skandal besar. Myungsoo tidak tahu bagaimana detailnya hingga akhirnya ia diberitahu Sooji bahwa ia harus berpura-pura berpacaran dengan Yoseob. Myungsoo juga ingat, hubungan palsu itu berjalan selama 3 bulan dan agensi Yoseob langsung mengumumkan hubungan mereka telah berakhir.

“Aku tahu,” ucapan Jaehyun berhasil kembali menarik Myungsoo dari lamunannya, “Tapi yang publik tahu mereka berpacaran selama 6 bulan,” lanjutnya lagi dengan senyum yang Myungsoo tidak tahu apa maksudnya.

Jaehyun pun mengangkat bahunya dan menatap Myungsoo serius, “Aku hanya memberi tahumu saja. Takut-takut jika kau kurang suka atau kurang setuju. Karena hari ini berita mereka sudah kembali tersebar.”

Myungsoo mengangguk paham. Ia tahu kemana arah pembicaraan ini, tapi pola pikir Myungsoo selalu sama, ia tidak akan keberatan. Entahlah, mungkin ia adalah seorang kekasih yang jahat. Tapi bagaimana pun, jauh di lubuk hatinya ia merasa biasa saja dengan semua ini, selama Sooji nyaman dengan segalanya, ia juga tidak akan keberatan.

“Tidak, kok. Itu sudah tuntutan pekerjaan Sooji, aku mengerti.”

“Aku tidak yakin kau benar-benar kekasih Sooji,” Jaehyun menggelengkan kepalanya pelan, “Perhatian sedikitlah pada gadis itu. Bagaimana pun, kau harus mempertanggung jawabkan statusmu sebagai kekasihnya, kan?”

 

***

 

Sooji mengikat asal rambutnya yang baru saja berubah menjadi warna coklat kemerahan. Hari ini ia baru mengubah warna rambutnya, salahkan MV baru Yoseob yang mengharuskannya mengubah warna rambut. Well, meskipun sebenarnya ia bisa mengecat non permanen rambutnya, tapi Sooji sedikit terpengaruh dengan ucapan Jiyeon –salah satus ahabatnya- yang berkata bahwa tidak ada salahnya mencoba sesuatu yang baru.

Dan rambut Sooji sekarang adalah salah satunya, salah satu contoh bahwa Sooji baru saja mencoba sesuatu yang baru.

“Kau baru pulang?” Sooji tidak terkejut ketika suara familiar itu menembus gendang telinganya. Itu suara Kim Myungsoo. Ia juga tidak tahu kapan laki-laki itu datang dan masuk ke apartemennya, dan Sooji juga tidak peduli.

Sooji mengalihkan pandangannya ke arah cermin di hadapannya, ia masih merasa kesal pada Myungsoo dan meskipun iatahu rajukannya selalu berakhir sia-sia, ia benar-benar tidak tertarik untuk beramah tamah pada Myungsoo hari itu.

“Ya. kau tahu jadwalku padat sekali. Bahkan sekarang aku mulai ditawari film,” sahut Sooji sambil mengambil sebuah lotion.

Myunsgoo yang sedang duduk di ranjang Sooji hanya mengangguk pelan. Ia sebenarnya tidak tahu jika Sooji akan bermain film, biasanya Sooji akan memberitahunya soal apapun, tapi jika sudah seperti ini, artinya Sooji sedang kesal pada Myungsoo.

“Aku sudah melihat majalah barumu,” Myungsoo kembali angkat bicara setelah lebih dari setengah menit Sooji tak bergeming dan sibuk dengan segala macam lotion di hadapannya.

Sooji menghentikan aktivitasnya, kemudian memutar tubuhnya menghadap ke arah Myungsoo, “Kau membeli majalah wanita?”

Myungsoo terkekeh pelan, “Bodoh! Tentu saja tidak. Sunny membawanya tadi, dia tidak henti-hentinya memujimu.”

Sooji menarik kedua sudut bibirnya, “Rekan kerjamu yang centil itu? Kukira dia tidak suka padaku.”

“Kau terlalu berpikiran jelek padanya,” sahut Myungsoo, “Tapi sebenarnya aku kurang suka dengan penampilanmu di sana, sama sekali bukan dirimu.”

Sooji mencebik kecil, “Dia selalu kecentilan saat di dekatmu, wajar saja aku selalu berpikiran jelek,” kemudian ia pun berjalan ke arah ranjangnya dan duduk di samping Myungsoo, “Dan aku sangat cantik di majalah itu, kenapa kau harus tidak suka?”

Myunsgoo pun mencubit hidung Sooji, membuat bibir Sooji sedikit mengerucut kesal, “Yak! Oppa! hidungku sakit!” sewotnya tidak suka.

“Kau terlalu dewasa di sana.”

“Aku memang sudah dewasa.”

“Tapi aku tetap tidak suka.”

“kau cemburu? Bahkan MV baru Yoseob aku mendapat adegan berciuman dengannya, itu keren, kan?”

“Mworago?!”

Mulut Sooji langsung terkatup saat nada tinggi itu meluncur dari mulut Myungsoo, “Ya. aku…”

“Kau bercanda? Bagaimana mungkin bisakau mengambil…Bae Sooji, aku tidak mau orang tuamu mengetahui tentang MV mu dan tiba-tiba menelponmu. Bagaimana aku menjelaskan semuanya pada mereka?”

Sooji mendengus pelan. Ia pun kembali memutar tubuhnya menghadap ke arah meja riasnya dan mengambil sebuah botol krim wajah. Sooji harap, Myungsoo bisa cemburu karena lagi-lagi ia harus membuat kehebohan untuk publik. ‘Sooji menjadi model MV mantan kekasihnya’ atau yang mungkin lebih cocok ‘Yoseob kembali bertemu dengan mantan kekasihnya di MV album terbarunya’. Bukankah itu sangat keren? Bahkan Yoseob malah tertawa saat membahas soal itu dengannya tadi sore. Dan disisi lain, Sooji justru berharap Myungsoo akan sedikit kesal, atau setidaknya meminta Sooji untuk mempertimbangkan tawaran yang bisa membuat skandal-skandal semacam itu.

Tapi apa katanya tadi? Takut orang tua Sooji akan menelponnya? Yang benar saja, bahkan Sooji tidak yakin orang tuanya akan terlalu peduli pada hal-hal seperti itu. Ini bukan kali pertama Sooji mendapat adegan seperti itu.

“Belum lagi Jaehyun akan terus menerorku dengan pertanyaan-pertanyaan anehnya. Aku heran, kenapa orang lain selalu penasaran dengan hubungan kita,” Myungsoo kembali bersuara dengan nada mengeluh. Dan Sooji langsung menebak, pasti yang dikeluhkannya adalah Ahn Jaehyun. Si tampan yang selalu ikut campur.

“Wajar saja mereka selalu penasaran,” Sooji pun bangkit dan berjalan menuju ranjangnya, “Kau mengakui hubungan kita sebagai sepasang kekasih, tetapi sama sekali tidak menunjukkan sikapmu sebagai seorang kekasih. Rasanya seperti aku yang begitu menginginkanmu dan memenjarakanmu dalam hubungan ini,”

Myungsoo menggigit lidahnya saat mendengar ucapan Sooji. Ia selalu saja diterjang rasa bersalah jika Sooji sudah membahas soal hubungan mereka yang menurutnya tidak berjalan seperti hubungan yang seharusnya. Myungsoo tahu, sikapnya berubah drastis semenjak kepergian Soojung beberapa tahun lalu, tapi bukan berarti ia tidak melakukan apapun untuk hubungan mereka.

“Maaf…” dan Myungsoo merasa benar-benar seperti pecundang jika sudah begini. Ia pasti hanya bisa berkata maaf, dan pada akhirnya ia tahu semua masalah ini tidak akan selesai begitu saja, “Aku…”

“Oppa butuh waktu,” sambung Sooji sambil memejamkan matanya, “Dan aku tidak yakin berapa lama lagi waktu yang kau butuhkan , dan waktu apa yang kau maksud. Kau tidak menyukaiku sama seperti aku menyukaimu, kan?”

“Aku…akan mencobanya,”

Sooji langsung membuka kelopak matanya dan menatap punggung Myungsoo yang mulai turun.dan tanpa Myungsoo tahu, Sooji memiliki luka tersendiri saat melihat Myungsoo mulai seperti ini, tertekan dnegan hubungan mereka. Laki-lakii tu sama sekali tidak bisa terlepas dari kenangan masalalunya. Dan dengan melupakan segala rasa bersalah dan dosanya, Sooji kembali menghidupkan rasa bencinya terhadap Jung Soojung. Demi apapun, haruskah ia terus-terusan menganggap gadis tu meskipun Soojung telah lama pergi? Memangnya gadis seperti apa Soojung sampai Myungsoo tidak bisa melupakannya? Memangnya sesempurna apa seorang Jung Soojung sampai seluruh perhatian Myungsoo tidak bisa terlepas dari gadis yang bahkan tidak pernah bisa terengkuh oleh Myungsoo?

Diam-diam Sooji menyeka air matanya. Myungsoo telah mengatakannay berulang kali, ia akan emncobanya dan ia hanya membutuhkan waktu. Tapi Sooji tidak tahu batas waktu yang dikatakan Myungsoo. Dan meskipun orang-orang menyarankan Sooji untuk mencari pria lain, ia tetap tidak mau, ia tidak bisa. Karena Sooji takut, jika ia melepas Myungsoo, ia tidak bisa mendapatkannya lagi. sooji mencintai Myungso, demi Tuhan, ia benar-benar mencintai Kim Myung Soo.

 

***

 

“Kau terus-terusan menekuk wajahmu, apakah Yang Yoseob kurang tampan sampai kau tidak bisa tersenyum sedikit saja?” Sooji hampir menyiramkan kopinya pada Sehun jika ia tega. Dan melihat tingkah Sooji, Sehun justru malah tertawa terbahak, seolah Sooji adalah badut dengan atraksi terkonyolnya.

“Kenapa kau muncul dihadapanku?” kata Sooji dengan nada kesal. Ia tidak benar-benar kesal, tapi tiap kali bertemu Sehun, ia selalu ingin menyembur laki-lakiitu karena sikapnya yang selalu emnyebalkan di mata Sooji.

“Suruh siapa kau malah memanggil namaku di Line,” Sehun pun menunjukkan layar ponselnya. Ada nama Sooji disana, dan juga rentetan percakapan mereka, termasuk pesan terakhir yang dikirimkan Sooji pada Sehun.

Sooji memutar bola matanya, “Itu pesan seminggu lalu, dan kau baru datang sekarang?”

Sehun hanya melebarkan cengirannya, “Aku sibuk Nona Bae. Kau tahu, kan? Sebagai karyawan baru aku harus bisa mencuri perhatian bosku.”

Sooji tidak menyahut dan hanya menatap Sehun yang sedang menatap menu di hadapannya, kemudian ia memanggil seorang pelayan dan memesan jus.

“Kenapa kau tiba-tiba bekerja sebagai fotografer? Ini sama seklai keluar dari jalurmu,”

Sehun langsung memutar bola matanya ke arah Sooji, “Apa? aku? Tidak, kok. Aku berharap aku bisa memotretmu. Kau mau kupotret sekarang? Aku kebetulan membawa kameranya,”

Sooji langsung mengangkat tangannya dan mengibaskannya cepat, “Tidak, kau bercanda Oh Sehun,”

Sehun tertawa keras, namun dengan keras kepala ia tetap mengambil kameranya. Sehun tidak bercanda saat ia berkata ia ingin memotret Sooji –dan ia berharap ia bisa melihat Sooji setiap saat sama seperti ia bisa melihat foto-foto Sooji selama ini, bahkan yang lebih ia harapkan, ia bisa memotret Sooji dengan tangannya sendiri.

“Sehun! Kau konyol…” Sooji berusaha menyingkirkan kamera Sehun, dan karena tidak ingin kameranya cidera karena perbuatan Sooji, Sehun pun mengalah.

“Kau kegeeran sekali, aku tidak benar-benar mau memotretmu dengan kamera mahalku ini, kok.”

Sooji mencebik kecil, “Kau benar-benar ingin membuatku mati muda…” Sooji sedikit memijit pelipisnya.

“Tapi aku serius Sooji-ya, kau benar-benar menjadi model di MV Yoseob? Kau tahu sendiri dia benar-benar menyukaimu,” nada bicara Sehun berubah serius, dan hal itu sontak membuat Sooji langsung tertawa kecil.

“Ya, tentu saja aku tahu. Dan kau harus tahu aku suka bayaran yang diberikan padaku,” Sooji sedikit menaikkan sudut bibirnya kecut, “Selain itu juga aku akan bermain film dengan Kim Soo Hyun. Kurasa ketenaranku akan sedikit naik jika aku menjadi lawan main film-nya,”

Sehun mendesah pelan. Tentu saja itu bagus untuk karir Sooji. Tapi Sehun sama sekali tidak setuju bagian pekerjaan Sooji yang harus terlibat dengan Yang Yoseob. Demi Tuhan! Sehun sama sekali tahu tentang perasaan laki-laki itu yang sesungguhnya, bagaimana Yoseob meminta agar Sooji menjadi kekasih sungguhannya, juga bagaimana cara Yoseob menyapa Sooji.

“Bagaimana reaksi Myungsoo Hyung?” tanya Sehun penasaran. Ia selalu mendengar dari Sooji jika laki-laki itu masih dingin terhadap Sooji –dan ini membuat Sehun tak habis pikir. Kenapa mereka tidak putus saja jika hubungan mereka memang tidak bisa berjalan baik?

“Dia menangis dan memohon agar aku tidak terlalu menaggapi berita yang ada, bahkan ia berharap aku tidak lagi mengambil job yang bisa membuat berita yang membuatnya tidak enak,” Sooji mengangkat kepalanya dan mendapati Sehun tengah menaika alisnya, “Dengan kata lain dia sama sekali tidak peduli.”

Sehun menarik kedua sudut bibirnya masam. Lidahnya gatal sekali ingin meminta agar Sooji meninggalkan laki-laki itu saja dan mulai melihat padanya –dan seandainya Sehun bisa melakukannya dengan mudah. Sayangnya tidak, Sehun sangat paham bagaimana perasaan yang dimiliki Sooji untuk Myungsoo yang masih belum membuka hatinya untuk Sooji.

“Kau mau berkencan denganku?” tanya Sehun tiba-tiba yang membuat Sooji tersedak

“A..apa?”

“Kencan,” kata Sehun dengan nada datar, sama sekali bukan cara mengajak kencan yang romantis.

“Kau bercanda?” Sooji mengangkat kepalanya dan melipat tangannya di depan dada, “Kau emngajak kencan seseorang yang bahkans udah memiliki kekasih? Tidak tidak, aku sudah punya kekasih Oh Sehun, dan aku…”

“Dan aku tidak bisa menjadi kekasihmu Bae Suzy, jadi…kita berkencan sekali ini saja? oke?”

Sooji mengeratkan pegangannya pada gelas di hadapannya. Dan ketakutannya selama ini akhirnya terjadi juga, Sehun laki-laki yang nekat. Mungkin saja hari ini dia hanya mengajaknya berkencan, bagaimana jika Sehun meminta hubungan mereka berlanjut lebih jauh?

Masalah terbesarnya, Sehun selalu bisa mempengaruhi Sooji, dan ia khawatir, hatinya juga bisa dipengaruhi oleh pemuda itu. Sungguh, untuk saat ini ia ingin menunggu Kim Myung Soo, hanya Kim Myung Soo…

 

=TBC=

2015/03/15

48 responses to “Because of Love (Chapter 2)

  1. mmm kapan nih di lanjutnya author..
    pnasaran dengan kelanjutannya, gmana kalau ucapan suzy bnar. gimana kalau hatinya udah berubah sama sehun yang nekat..
    kelanjutannya di tunggu ya

  2. Udah ah zy mesra2an dulu sama yg lain
    Nunggu myung ngga tahu kpn klar.a.. kkkk
    Pngen liat myung cmburu dkit aja liat sehin sm suzy
    Klo ngga brubah zy ama sehun aja deh
    D.tunggu next.a.. Keren bgt nih ff.. Suka suka 😃😃😃

  3. Ternyata aku udah pernah baca dan komen di part 2, tp baru baca dan komen part 1 nya sekarang, mianhe author🙂
    Di part2 selanjutnya, diusahain komen terus, suka banget sama ceritanya🙂
    Sekarang ijin baca part 3 nya, gomawo author🙂

  4. kenapa gak coba buka hati untuk namja lain aja? padahal ada yg serius dengan suzy…. susah sih, tapi apa salahnya di cobakan? :’)

  5. thor maaf ya kalau br sempet comment dipart 3,soalnya pas baca eh ternyata udh sampai chapter 3,jd sekalian aja ya thor.
    ceritanya seru,beda dr ff kebanyakan yg aku baca,soalnya karakter suzy disini jd org yg terobsesi sm myung sampai ngebully cwe yg dket sm myung,smpai main kekerasan kw soojung dan karena aku fans bgt sm unnie ku suzy jd aku tetep membelanya walaupun dia disini jd antagonis.
    dan dicerita ini sbnernya slh myung knpa terima pertunangan kalau dia cm php in suzy doang dan tetep terbayang sm org yg jls” dunianya udh beda,kenpa ngak bisa buka hatinya buat suzy,dan jg kenapa suzy ngak berpaling aja kesehun,toh sehun jauh lebih baik dr myung.
    tp gmnapun aku tetep dukung myungzy bersatu dan smga myungnya cepet sadar sm kehadiran suzy.
    owh ya thorrr jgn lama” ya next chapternya soalnya ini sayang kalau ngak dilanjutin ceritanya.
    next fighting!!!

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s