MELODY OF LOVE #CHAPTER 4

11718_521359921336578_4618875410739322796_n

Character’s :

ALL

Title : Melody of Love | Author : @ohohmr | Genre : Romance, School Life | Rating :General | Cast : Bae Suzy as Suzy, Ahn Jae Hyun as Jae Hyun, Seo Kang Jun as Kang Jun, Park Min Woo as Min Woo, Bae Ju Hyeon as Irene.

.

.

Chapter 4
Previous :
Susah payah Jae Hyun menerima pikirannya bahwa ‘ia menyukai Suzy’ sejak semalam, namun.. kenapa baru saja ia menerima pikiran itu tiba-tiba rasa cemburu menusuknya dari belakang? Memang pengkhianat.
Rasa benci terhadap Min Woo pun tak tertahankan, geram rasanya melihat kedua orang itu bersama. Rasanya sangat menyakitkan.
Jae Hyun mendengus kasar lalu kembali berjalan menuju kelas.
***
“Terima kasih untuk yang tadi,” ujar Min Woo ketika mereka sudah sampai di kelas.
Suzy tersenyum. Namun senyumnya seketika hilang ketika ia tidak mendapati Jae Hyun di dalam kelas. Ia sama sekali tidak melihat wajah namja itu. Sebenarnya kemana perginya orang itu?
“Mmm.. Min Woo-ya, kau duluan masuk saja. Aku masih ada urusan sebentar.” Suzy langsung berlari meninggalkan Min Woo. Tak tahu kenapa ia merasa ada yang janggal jika tak melihat Jae Hyun.
Langkah Suzy terhenti ketika melihat Jae Hyun berada di depannya, mereka berpapasan. Aneh. Jae Hyun hanya melewati Suzy begitu saja tanpa mengucapkan satu kata pun, tidak biasanya dia seperti itu.
“Yaa!” Suzy berbalik. Ia menatap punggung Jae Hyun. Detik berikutnya punggung itu berbalik.
Tampaklah wajah Jae Hyun yang sangat datar dan dingin, matanya menyorot Suzy dengan tajam. “Ada apa?”
“Kau habis dari mana?”
“Kau tidak perlu tahu!” jawab namja itu ketus.
“Yah.. terserah padamu sajalah!” Suzy kesal melihat kelakuan Jae Hyun yang semakin hari semakin memancing emosi.
Dengan jengkel Suzy bergegas pergi meninggalkan Jae Hyun. Belum juga Suzy melangkahkan kakinya, tiba-tiba Jae Hyun mencegatnya. Entahlah, Suzy tidak mengerti kenapa namja itu berbuat seperti itu kepadanya.
“Ada apa?!” Suzy bertanya dengan nada yang ketus, namun lebih terdengar seperti di buat-buat.
Jae Hyun hanya menatap dingin ke dalam sepasang mata Suzy. Ia tak mengucapkan satu kata pun hingga Suzy memutuskan untuk mengambil jalan di samping Jae Hyun, namun… lagi-lagi Jae Hyun mencegatnya. Menyebalkan!
Suzy sudah geram dengan tingkah Jae Hyun yang tidak jelas itu, ia pun berusaha menyingkirkan Jae Hyun dengan cara mendorong namja itu. Namun baru saja Suzy ingin mendorongnya tiba-tiba Jae Hyun menghentikan laju kedua tangan Suzy yang hampir mengenai pundaknya. Kini Jae Hyun mencengkeram erat kedua tangan itu, ia mengunci pergerakan Suzy.
“Lepaskan!” erang Suzy, “Cepat lepaskan!” Suzy terlihat kesakitan. Melihat wajah Suzy yang seperti itu ternyata Jae Hyun tidak tega, ia kemudian mengibaskan kedua tangan Suzy lalu berbalik meninggalkan Suzy yang masih merintih kesakitan.
Ada apa sebenarnya? Kenapa kelakuan namja itu tiba-tiba berubah 180° seperti itu? Suzy bertanya-tanya di dalam hatinya.
Setelah merasa baikan, Suzy langsung berlari menuju kelas. Ia takut ketinggalan kelas Pak Jo. Bisa-bisa ia terkena semprotan brutal dari guru killer satu itu.
***
Aneh. Sejak kejadian tadi, Jae Hyun sama sekali tidak berbicara apa-apa. Ia terdiam. Saat Kang Jun mengajak ngobrol, Jae Hyun sama sekali tidak menggubris. Jae Hyun hanya menatap ke depan kelas, menatap kosong ke materi fisika yang ada di papan tulis.
Suzy merasa ada yang aneh dengan Jae Hyun. Ada apa sebenarnya?
Min Woo diam-diam menempelkan post it kecil di buku Suzy yang terbuka. Ia mengisyaratkan Suzy untuk membacanya.
Suzy melirik ke post it itu.
Kutunggu kau sepulang sekolah di ruang seni musik.
Suzy menatap Min Woo, meminta kepastian. Sebenarnya untuk apa ia ke ruang musik?
Min Woo menyelipkan rambut Suzy ke belakang telinga, saat melakukan hal itu Jae Hyun sempat melirik. Ia tampak sangat kesal melihat adegan itu.
Jae Hyun tampak lebih kesal lagi ketika Min Woo mulai mendekatkan bibirnya ke dekat telinga Suzy. Ingin rasanya ia menghajar Min Woo sekarang juga, tangannya sudah sangat geram. Jae Hyun terus mengikuti setiap pergerakan Min Woo. Ia memasang telinganya untuk mendengar hal apa yang sedang mereka bicarakan.
“Datang saja, aku akan mengajarimu bermain piano. Hanya kita berdua..” bisik Min Woo.
Jae Hyun jelas mendengar itu. Matanya terbelalak. Benar-benar si Min Woo itu! Ia bergerak lebih cepat dari yang Jae Hyun pikirkan.
Suzy mengangguk setuju, ia terlihat seperti sedang malu-malu.
Kang Jun menangkap tatapan mencekam sepasang mata Jae Hyun yang menatap ke arah kedua orang di depan mereka.
Kang Jun tahu bahwa Jae Hyun kesal. Ia juga tahu kalau Jae Hyun, sahabatnya itu, menyukai gadis bernama Suzy. Ia tahu karena Jae Hyun mengatakannya langsung, bahkan semalam Jae Hyun berkonsultasi tentang Suzy kepadanya. Rencananya ia akan menyatakan cinta kepada Suzy, namun.. kehadiran Min Woo menghancurkan semua rencananya. Sebenarnya Kang Jun juga menyukai Suzy, namun ia memilih untuk mengalah dan memberikan Suzy untuk Jae Hyun. Ia tidak ingin hubungan persahabatan mereka retak hanya karena memperebutkan seorang wanita. Itu terlalu kekanak-kanakkan.
Bel istirahat berbunyi.
Murid-murid yang baru saja akan beranjak dari tempat duduknya, tiba-tiba harus mengurungkan niatnya karena Irene ingin membicarakan sesuatu.
“Hey!! Irene ingin bicara!” Seulgi berteriak. Untung saja teriakannya tidak secempreng Irene.
Seluruh murid di kelas Suzy, termasuk Suzy, duduk kembali. Mereka bertanya-tanya apa yang akan Irene bicarakan kali ini.
“Besok aku akan merayakan ulang tahun ke-16ku. Di harapkan kalian semua datang. Dan aku akan mengundang seseorang yang spesial di kelas ini, Jae Hyun Oppa kau harus datang yah. Dan juga kepada Suzy, kau juga datang ya. Jangan lupa!” Irene memasang tampang malas ketika ia menatap Suzy, “Bertempat di rumahku. Aku akan memberikan undangannya sepulang sekolah. Kalau ada yang tidak datang… kita lihat saja apa yang akan terjadi.” ancamnya lalu pergi meninggalkan kelas.
***
Seperti yang dikatakan Irene istirahat tadi, saat ini di depan gerbang sekolah terdapat 5 lelaki berjas hitam yang sedang membagi-bagikan lembaran undangan. Ya, mereka adalah bodyguard Irene.
Suzy mengambil lembaran undangan saat ia berpapasan dengan salah satu bodyguard Irene yang menyodorkannya. Dengan malas Suzy membacanya sambil berjalan. Hmm.. rumahnya ternyata di daerah elit. Sangat terduga.
Halte bus terlihat sangat sepi ketika Suzy sampai disana, namun itu yang ia suka. Karena jika sepi seperti ini, ia bisa bebas melakukan apapun tanpa ada yang mengganggu. Suzy melirik bangku panjang dihadapannya. Ia sempat menengok ke kiri dan ke kanan, memastikan sesuatu. Ada banyak orang atau tidak di sekitarnya. Ternyata sepi. Dengan santainya ia merebahkan tubuhnya di bangku panjang halte. Rok pendek sekolahnya agak naik, memperlihatkan pahanya. Merasakan hal itu, ia kemudian menutupinya dengan ransel. Suzy memakaikan earphone ke telinganya lalu sebelah tangannya menutupi wajahnya.
Saat ini ia sedang mendengarkan lagu VIXX-Memory. Lagu yang sangat ia sukai. Sungguh menenangkan ketika mendengarkan suara Hyuk yang lembut dipadu dengan rap milik Ravi yang sangat bertenaga. Suzy merasa ingin terbang. Akh.. tapi itu hanya khayalan saja!
Sudah 12 menit Suzy menunggu kehadiran bus. Akhirnya bus yang ditunggunya muncul juga. Dengan cepat ia berdiri lalu naik kesana ketika pintu bus sudah terbuka. Sang sopir sempat melihat Suzy berbaring di bangku, namun sopir itu hanya menyengir. Mungkin ia mengganggap itu adalah sesuatu yang lucu. Siapa tahu saja ‘kan?
***
Di rumah Suzy.
“Eomma, aku..” Suzy memotong pembicaraan Nyonya Kim. Mereka berdua sedang berada di ruang keluarga. Menonton sambil bercengkerama.
Nyonya Kim menengok ke arah Suzy, “Ada apa?”
“Bukannya aku ingin menolak tawaran yang tadi Eomma bilang, tapi.. Sabtu ini temanku ulang tahun, jadi..” ucap Suzy terbata-bata. Kata-katanya pun sampai tak tertuntaskan karena takut Nyonya Kim kecewa.
Rencananya Sabtu ini Nyonya Kim akan mengajak Suzy berwisata ke pantai, pantai dekat tempat tinggal mereka yang dulu. Suzy sangat ingin ke pantai itu lagi. Namun ia tidak bisa kesana karena hari itu bersamaan dengan hari ulang tahun Irene. Bisa-bisa ia dihajar habis-habisan oleh Irene jika tidak datang.
Dengan lembut Nyonya Kim membelai rambut Suzy lalu tersenyum, “Tidak apa-apa, Adeul. Jika kau ada urusan, kita bisa pergi kesana besoknya. Hari Minggu. Bagaimana?” Nyonya Kim menawarkan.
“Iya, Eomma, aku mau.” Suzy tampak sangat lega ketika mengetahui respon baik dari Eommanya.
Kedua orang itu tampak sangat harmonis. Mereka bahagia walaupun Tuan Bae tak ada ditempat. Rumah itu tampak hangat dengan kehadiran dua orang itu.
***
Sesampainya di rumah Irene.
Hari H sudah datang. Suzy dan Min Woo sudah menginjakkan kaki di lantai rumah Irene yang sangat megah itu. Saking megahnya terlihat seperti hotel bintang 5.
Semalam Min Woo mengajak Suzy untuk pergi bersama, jadi jangan heran jika saat ini Min Woo sedang bersama dengan Suzy.
Saat ini Suzy memakai long dress berwarna pink. Sangat manis. Sedangkan Min Woo memakai celana serta kemeja hitam. Pakaian yang dikenakan namja itu menambah tingkat ketampanannya menjadi super tampan. Luar biasa.
“Suzy-ah,” bisik Min Woo. Saat ini mereka masih di depan pintu masuk.
“Apa?” Suzy ikut berbisik.
“Bisakah kau tunggu sebentar disini?”
“Tentu saja bisa, memang kau mau kemana?”
“Kamar mandi. Apa perlu kujelaskan padamu aku ingin melakukan apa disana?” canda Min Woo.
Suzy tersenyum mendengar itu lalu pura-pura memukul lengan namja itu. “Tidak perlu, sana pergi. Hush hush!” usirnya.
Min Woo berpura-pura meringis kesakitan. Detik berikutnya Min Woo sudah berjalan beberapa langkah di depan Suzy.
Suzy tampak bosan menunggui Min Woo yang sedang pergi ke kamar mandi. Kakinya pegal berdiri terus. Saat ini ia tidak memakai sepatu hak. Namun tetap saja pegal jika berdiri cukup lama tanpa melakukan kegiatan apa-apa.
Ia menyenderkan punggungnya ke tembok sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
“Hey!” suara Irene menelusup masuk ke telinga Suzy.
Suzy masih pada posisinya, “Ada apa?”
“Ternyata kau datang juga, ya. Hmm..” Irene menatap Suzy dengan angkuh. “Boleh juga nyalimu!”
“Kau mengundangku, jadi aku pasti datang.”
“Kau tahu? Yang aku bilang di kelas itu hanya basa-basi saja! Aku tidak benar-benar mengundangmu, bodoh!”
“Oh, ya? Wahh.. ternyata aku sudah salah paham, ya. Tahu begitu lebih baik aku pulang!” Suzy sengaja menekankan kata-katanya yang terakhir. Ia kesal. Hanya karena Irene rencananya bepergian ke pantai batal!
Suzy bergegas pergi dari hadapan Irene namun tidak semudah itu ia bisa pergi. Kini Irene mencengkeram kuat pergelangan tangan Suzy lalu memaksa menariknya. Irene membawa Suzy ke pinggir kolam berenang. Disana sepi. Sepertinya hal buruk akan terjadi.
Irene mengebaskan tangan Suzy dengan kuat.
“Aku muak! Gara-gara kau Jae Hyun Oppa tidak menganggapku lagi!”
“Bukan aku yang membuatnya seperti itu,”
“Kau! Kaulah yang membuat semua ini terjadi! Kaulah gara-garanya!” seru Irene. Ia membentak sambil menunjuk-nunjuk wajah Suzy dengan telunjuknya.
Suzy sudah tak tahan lagi, ia berkacak pinggang. Matanya menatap Irene dengan sangat tajam. “Oh ya? Sebenarnya yang mulai mengganggu itu siapa, hah? Aku atau kau? Kau pasti tahu jawabannya karena memang kaulah yang duluan mengusikku. Kau dalang dari semua masalah yang tak berujung ini! Bukan kau saja yang merasa muak, aku juga! Aku bahkan sangat muak dengan hanya melihatmu saja. Menjijikkan. Lebih baik kau ubah sikapmu itu. Intropeksi diri!”
Irene sempat terdiam, namun otak licik gadis itu tak ada habisnya. Dengan kedua tangannya Irene mendorong tubuh Suzy. Tanpa dapat mencegahnya Suzy tercebur ke kolam renang yang berada tepat di belakangnya.
“Aaaaa!!” teriak Suzy sebelum ia benar-benar tercebur ke kolam renang.
BYUURR!!!
Suzy tak bisa berenang, ia hanya bisa menggerakkan asal kedua tangannya. Kakinya lemas. Air kolam berkecipak-kecipuk karena pukulan tangan Suzy yang berjuang menimbulkan kepalanya ke atas permukaan air setelah sempat tenggelam beberapa detik. Ia terus berusaha.
Sedangkan Irene hanya tertawa terbahak-bahak. Dipikirnya kejadian ini sangat lucu.
Namun tiba-tiba..
“Suzy-ah!!” teriak seseorang. Namja itu berlari menuju ke kolam renang. Mengetahui seseorang mendekat, Irene langsung kabur entah kemana. “Yaa! Bae Suzy!”
Namja itu melepas jasnya lalu membuang asal. Detik berikutnya ia sudah masuk ke kolam renang, menggapai Suzy yang sudah mulai kelelahan. Gadis itu meminum banyak sekali air kolam, hidungnya memerah karena kemasukan air.
Namja itu membaringkan Suzy di tepi kolam, ia menepuk-nepuk wajah Suzy, mencoba menyadarkan Suzy yang diam tak bergerak. Terlebih dahulu ia mengecek nadi Suzy, kemudian tanpa pikir panjang lagi namja itu membuatkan napas buatan ke mulut Suzy. Terus-menerus ia memompa udara ke dalam mulut Suzy, sesekali ia menekan-nekan dada Suzy.
Suzy terbatuk, mengeluarkan air kolam yang sempat ditelannya. Mata Suzy terbuka sedikit. Ia menatap ke arah namja di depannya namun tak dapat melihat dengan jelas. Pandangannya kabur.
“Min Woo-ya..” lirih Suzy kemudian kembali tak sadarkan diri.
.
.
To be continue…


Hai? Maaf ya lama mempublish chapter 4. Bener-bener minta maaf! Saya harap kalian tidak lupa dengan ff ini. Terima kasih sudah membaca 

Mmm.. sekedar pemberitahuan aja. Hari ini (Selasa, 17/03) saya UTS sampai Senin depan, jadi mungkin ff ini lanjutnya lama. Mohon pengertiannya ya🙂 Thank you.

49 responses to “MELODY OF LOVE #CHAPTER 4

  1. kayanya yg nolongin suzy jaehyun deh, soalnya kan dibilang minwoo pake kemeja doang, trus tadi yg nolongin suzy katanya pake jas. brrti orgnya beda dong. bener kan?

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s