Fairy For Lucifer

dust

Title : Fairy For Lucifer | Author : dina | Genre : Fantasy | Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Sooji

Disclaimer

Another Fantasy story by Me, this story UNRELATED with any religion, cast belongs to God and their parents

.

.

.

“Lucifer”

Legenda mengatakan Lucifer seorang malaikat yang membelot dari Tuhannya, karena ia tidak ingin melihat manusia bahagia, maka ia memilih menjadi Michael dalam neraka. Menyiksa jiwa-jiwa pendosa yang melakukan kesalahan besar hingga yang Maha Segalanya memaafkan mereka. Jiwa-jiwa yang terpuruk dalam kenistaan, sebuah pilihan hidup yang menghasilkan konsuekuensi menyakitkan. Dan Lucifer…suka itu!

“Fairy”

Cerita mengatakan jika peri ialah sosok halus nan lembut, penolong dalam cerita dongeng pengantar tidur. Peri gigi, ibu peri, debu peri, tongkat peri. Tak luput a Fairy tale yang bercerita tentang indahnya dunia peri. Dunia penuh makna akan pesan cinta dan kasih

 .

.

Ketika Lucifer bertemu dengan Fairy

Story begins..

.

.

“Aku ingin merasakan seperti apa rasanya dunia manusia”

“Kau bodoh Alice, dunia manusia penuh dengan ketamakan”

“Aku ingin tahu seperti apa rasanya berada dalam dunia mereka, aku ingin merasakan nikmatnya tersakiti, bencinya dicintai dan mencintai, aku ingin tenggelam dalam keterpurukan, merasakan seperti apa menjadi manusia seutuhnya…”

“Tidakkah kau puas dengan kehidupan kita di sini? Lihat…semua terasa damai, berbeda jauh dengan dunia manusia”

“Aku hanya ingin merasakan seperti apa rasa manusiawi…”

“Jika yang Maha Segalanya memberimu kesempatan, apa kau akan tetap mewujudkan impianmu?”

Alice menggoyangkan kakinya, mengibaskan gaun putih panjangnya, “iya..” jawabnya

“Siapa yang paling ingin kau temui?”

Lucifer

……

Suzy berjalan dengan langkah ringan, setengah berjengkit ia menggoyangkan dengan pelan gaun putih selututnya, debu peri berterbangan mengelilinginya. Rambutnya yang hitam menjuntai tampak sangat kontras dengan kulit putih susu yang menghiasi indahnya pagi Lucifer. Tunggu dulu…Lucifer?

Lucifer selalu mengkhayalkan kapan ia akan bertemu dengan peri. Sebuah permintaan yang konyol memang ketika malaikat penjaga neraka menginginkan peri sebagai pelengkap hidupnya. Lucifer itu bernama L, sebuah nama yang Maha Segalanya berikan ketika dirinya terlahir, tanpa ia ingat seperti apa ia dibesarkan

Sama halnya dengan Suzy, sang peri Alice yang mendapatkan kesempatan merasakan kehidupan manusia, tanpa ia tahu sampai kapan yang Maha Segalanya memberinya waktu di dunia manusia ini

Lucifer selalu menyembunyikan dirinya dalam kegelapan, terkadang menjadi shadow bagi peri. Peri tidak ambil pusing karena bayangan akan selalu mendampinginya, dimanapun, kapanpun….hingga saat itu tiba. Pertemuan sang peri dengan Lucifer

Suzy menghentikan langkahnya tepat di jembatan sungai Thames ketika bayangan dirinya berubah menjadi tidak beraturan. Alisnya mengernyit tanda keheranan melihat bayangan dirinya beranjak berdiri, dengan gerakan sehalus asap, ia berubah wujud menjadi…”siapa kau?” tanya Suzy

“L” jawabnya tanpa melepaskan sorot mata tajam yang berusaha ia kendalikan. Memperlihatkan sosok aslinya di depan peri membuatnya canggung. Sebuah rasa yang meruntuhkan keangkuhannya sebagai penjaga Neraka

“L? hanya itu?” Suzy memperlihatkan wajah innocent seorang peri, wajah khas penuh kelembutan yang sangat Lucifer benci namun ia rindukan. Tunggu..rindu? Perasaan apa itu? Apakah Lucifer tengah gila mendambakan peri?

“Hanya L”

“Kukira L untuk Lucifer” nada suara Suzy berubah manja, sebuah nada mengucap nama yang sangat ia inginkan kehadirannya

“Kau tidak takut dengan…Lucifer?” tanya L

“Tidak…aku ingin bertemu dengannya”

“Apa yang akan kau katakan ketika bertemu dengannya?”

Suzy mendudukkan dirinya di tembok pembatas jembatan, menghadap sungai Thames, jam Big Bang terlihat gagah dari tepi jembatan. Sekali lagi kakinya ia goyangkan mengisyaratkan bahwa dirinya sangat menginginkan sesuatu

“Aku ingin mencium Lucifer” sebuah jawaban manis keluar dari bibir Suzy. Di bawah sinar bulan langit London, L bisa melihat dengan jelas pancaran pupil mata Suzy yang semakin membesar di tengah kegelapan

“Mengapa?”

“Karena jiwaku untuk Lucifer…”

“Mengapa?”

“Entahlah, aku hanya pernah mendengar dari yang Maha Segalanya jika Lucifer tidak akan menjadi jahat jika ia tidak membenci manusia. Ia satu rumpun dengan Gabriel yang sangat baik, malaikat penolong, itu berarti dia sebenarnya satu jiwa dengan kaum kami para peri”

“Mengapa?”

“Hei apa hanya itu kosakata yang kau punya?” Suzy menggelengkan kepalanya, menatap gemas sekaligus heran raut wajah dingin L

“Jika aku Lucifer, apa yang akan kau lakukan?”

Suzy menatap mata L, menyelaminya selayaknya keahlian peri membaca hati para manusia. Sejenak ia menautkan alis kemudian tersenyum. Tubuhnya ia turunkan dari sisi pembatas jembatan, kakinya yang ringan mengibaskan gaun putihnya nan cantik

“Kau Lucifer” senyumnya

“Bagaimana jika aku berbohong?” tanya L

“Aku tidak melihat kebohongan di matamu…mata indah ini” Suzy memiringkan kepalanya, meresapi betapa mata tajam di hadapannya menyimpan sesuatu yang sangat ia inginkan

“Kau tahu, aku akan menanyakan kepada yang Maha segalanya apakah aku boleh berdampingan dengan Lucifer

“Kau tidak takut dihukum?”

“Apakah kau takut dihukum?” tanya Suzy balik

“Jika kita melanggar, tubuh kita akan musnah”

“Aku tidak takut….selama aku mendapatkan Luciferku walau hanya sejenak”

“Kau akan kehilangan kehidupan perimu yang damai…”

“Aku mencintai Lucifer, itu takdirku…” tangan Suzy terulur menyentuh wajah dingin L. Kedua telapak tangannya menjalarkan rasa hangat di sekujur tubuh L. Suzy memejamkan mata indahnya. Meresapi wajah L dalam keheningan

“Strangers in the dark exchanging glances” ucap Suzy

“Aku bisa mendengar apa yang ada dalam hatimu” ucapnya lagi masih dengan mata terpejam, Suzy berusaha membaca hati dan pikiran L yang tengah menatapnya, mempertahankan sikap diamnya

Something in your eyes was so inviting, something in your smile was so exciting, something in my heart told me…I must have you” lanjut Suzy, perlahan ia membuka matanya, “apakah itu aku?”

“Kita akan musnah jika melanggar ketentuan yang Maha Segalanya gariskan” L meletakkan kedua tangannya di atas kedua tangan Suzy yang menangkup wajahnya

“Biarkan takdir yang berbicara” ucap Suzy

Seolah-olah ketenangan melingkupi keduanya, L memasrahkan tubuhnya untuk Suzy, begitupun sebaliknya

“Kau siap?” L mencari keyakinan dalam mata Suzy

“Hem….kapanpun”

…..

Perlahan tubuh keduanya berpendar menjadi debu hitam dan putih yang bersinar indah di bawah pencahayaan bulan purnama langit London seiring dengan pelukan dan ciuman hangat peri Alice yang ia persembahkan untuk Lucifernya. Sepasang sayap hitam Lucifer dan kepakan kecil sayap putih transparan milik peri Alice terbuka. Debu-debu itu mengangkat tubuh mereka berdua dalam kepungan angin topan kecil

“Aku mencintaimu Alice, sedari yang Maha Segalanya menciptakanku” bisik Lucifer

“Aku tidak pernah sebahagia ini” peri Alice memberikan senyuman tercantiknya

Debu semakin cepat berputar membentuk sebuah poros angin

Becoming dust, sebuah kisah terselesaikan. Yang Maha Segalanya menepati janjiNya, hanya tersisa debu intan hitam bercampur putih berkilauan mengisi kehampaan udara kota London

CUT!!

53 responses to “Fairy For Lucifer

  1. Sekiranya MyungZy bersatu di dunia Fanfic… Sedih banget pas tau Suzy jadian ma lee Min Ho.. Myungsoo pasti galau bingitsss… Go MyungZy

  2. sooji untuk myungsoo :’)
    gga ada kata lain selain keren .. becoming dust .. yaa ampuun merinding gga tau kenapa😀
    yg namanya cinta memang susah yaa, meskipun udah ada larangan tapi kalo jiwanya sudah tercipta untuk orang itu, mau bagaimana lagi? hem..
    tapi aku suka cerita ini (selalu), sooji bahagia dg pilihannya, begitupun myungsoo🙂

  3. Kebencian lucifer yg terobati oleh kelembutan dan ketulusan peri alice bak gumpalan gunung es yg mencair diterpa hangatnya sinar mentari. ..sangat manis dan berkesan walaupun dg akhir yg menyedihkan (nyambung g ya hehehee)

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s