#Happy2ndAnniversarryKSF Moment of Farewell

kiyomizu-moment-of-farewell

Moment of Farewell

Author : Kiyomizu Mizuki || Title : Moment of Farewell || Main Cast : Choi Minho (SHINee’s Minho) – Bae Suzy (Miss A’s Suzy) || Genre : Romance, Fluff, Marriage Life, Hurt/Comfort, and other || Rating : PG-17+ || Length : Oneshot || Disclaimer : Plot and story is mine. Main cast belong to God, their parents, and their agency. Don’t copy-paste this story. I’m sorry if there’s any same title or characters. Sorry if you find typo(s)

Poster by : KLH Art @ Beautiful Garden [Thanks!]

Recommended Song :

Cho Kyuhyun – Moment of Farewell

Super Junior – She’s Gone

EXO – Baby Don’t Cry

Suara garpu, sendok, dan piring beradu menjadi satu di dalam ruang makan tersebut. Alat makan tersebut tampak mengeluarkan suaranya (?) yang berdentingan. Suasana terlihat sangat canggung, dua orang yang berada di dalam sana hanya sibuk dengan sarapan dan pikiran mereka masing-masing tampak mengucapkan sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka. Salah satu dari mereka hanya menelan ludah dengan kelu, sebenarnya mereka berdua sangat membenci suasana canggung dan penuh ketegangan seperti ini, sangat membenci. Mereka seperti seseorang yang baru berkenalan dua hari yang lalu. Namun, pada kenyataannya mereka sudah mengenal dua tahun yang lalu. Apa pertemuan mereka akan di selimuti rasa tegang dan canggung jika sudah bertemu dan memahami sikap masing-masing selama dua tahun itu? Rasanya tidak, waktu yang lama mungkin akan mengeratkan suatu hubungan seseorang. Benar bukan?

Sebenarnya, keduanya sudah menikah lima bulan yang lalu. Saat itu hubungan mereka berdua penuh dengan keharmonisan dan keromantisan disana, saling memperhatikan satu sama lain dengan kasih sayang. Apakah hubungan manis itu bisa berubah menjadi suatu kejadian yang amat pahit? Terkadang, semua yang manis pasti akan berujung dengan pahit. Tapi tidak semua kejadian manis bisa berujung dengan kenyataan yang pahit, itu akan terjadi jika kita tidak bisa menjaga diri dan terlalu mengingat masa lalu. Keduanya masih saja sibuk dengan pikiran dan makanan mereka tanpa yang ada salah satu keduanya memulai obrolan. Dan bisa terbalik, kenyataan yang sangat pahit namun bisa berujung dengan sesuatu yang akan berbuah manis jika itu bersabar menunggu kenyataan itu.

“Aku berangkat,” pamit sang namja beranjak dari kursinya. Tubuhnya tegap dan tinggi, dia juga mempunyai wajah yang tampan. Siapa yang tidak jauh dalam pesona dan kharisma nya itu? Semua wanita mungkin akan mengejar-ngejarnya hingga sekarang, tapi tidak mungkin juga karena sekarang dia sudah mempunyai istri yang harus ia jaga hatinya. Pintu pun tertutup dengan sempurna setelah sang namja keluar dari kediaman mereka setelah selesai sarapan pagi yang dibuat oleh istrinya yang sekarang masih saja melihat kepergian sang suami.

Sang yeoja beranjak dari kursi dan mulai membereskan bekas piring sarapan keduanya. Memang tugas istri bukan untuk membersihkan rumah dan melayani suaminya dengan baik? Suzy –yeoja itu– hanya bisa menghela napas berat. Hubungannya dengan sang suami nya sangat renggang. Semenjak kejadian bulan lalu yang membuat keduanya menutup mulut agar tidak berbicara satu salam lain, mereka tetap berbicara dan berkomunikasi dan itulah hanyalah basa-basi. Bae Suzy dan Choi Minho, merupakan pasangan yang dulu sangat saling mencintai hingga mereka melanjutkan hubungan mereka ini ke jenjang yang lebih serius atau yang biasa di sebut dengan pernikahan. Pernikahan yang saling mengikat janji suci satu sama lain hingga hanyalah maut yang memisahkan mereka berdua. Bukankah itu benar? Apakah sekarang mereka masih saling mencintai? Sebenarnya, di lubuk hati mereka masing-masing masih, tapi karena ego keduanya juga cukup tinggi.

Hubungan mereka menjadi renggang semenjak Minho menginggau dalam tidurnya menggumamkan nama seseorang dan itu nama yeoja. Dan juga, Suzy mendengar bahwa Minho suaminya pernah menghamili salah satu seorang yeoja yang dulu pernah menjadi kekasihnya. Sebenarnya itu salah besar dan Suzy hanyalah salah paham, tapi yeoja itu tidak mengerti ia mengerahkan buktinya: mengeluarkan sebuah tespack yang ia dapat dari kantung jas Minho. Tapi, Minho mengelak! Suzy tidak percaya dan terus menudingnya yang tidak-tidak. Dan hubungan mereka mulai merenggang. Sebenarnya, bukan hanya Suzy yang juga sangat kesal dengan Minho. Justru, sebaliknya, Minho melihat Suzy bercumbu dengan namja lain. Hal itu membuat Minho menjadi sangat kasar pada istrinya.

 Tubuh Suzy terasa lelah menghadapi semua masalah dan juga kekasaran Minho padanya. Ia kembali menghela napas berat dan pikirannya melayang saat Minho mengigaukan nama yeoja yang sebelumnya tidak tahu siapa orangnya dan pasti datang dari masalah lalu Minho sebelum mengenal dirinya. “Aku lelah dengan semua ini,” ujarnya kembali menghela napas. Ia melangkahkan kakinya untuk melangkah pergi bekerja. Sebelumnya, saat hubungan mereka masih sangat harmonis Minho melarang Suzy untuk bekerja dan sekarang saat hubungan mereka merenggang Suzy kembali melanjutkan pekerjaannya. Suzy menarik tas nya.

***

“Suzy-ah, kau harus memakan makan siangmu. Kalau tidak fisikmu bisa lemah dan membuat suami mu menjadi cemas dan tidak bisa focus dalam pekerjaannya.” Jung Soo Jung, sahabat Suzy ini memang sangat perhatian pada sahabatnya yang sering ia lihat sekarang wajahnya tampak pucat. Soo Jung memegangi bahu Suzy. “Suzy-ah, ayolah makan makananmu.” Pinta Soo Jung lagi. Sekarang memang sudah jam makan siang dan keduanya memutuskan untuk mengisi perutnya di café sebrang kantor tempat mereka bekerja.

Suzy mendongakan kepalanya dan menatap Soo Jung dengan tajam. “Dengar! Untuk apa aku sakit? Dia juga tidak akan memperhatikanku bukan? Jadi tidak masalah kalau aku sakit dan itu akan aku lakukan sesukaku! Kau mengerti?” gertak Suzy pelan. Mungkin, keadaanya sedang emosi dan ia langsung menyambar minuman yang tadi ia pesan. Kemudian memakan makanan pesanannya dengan pelan. Soo Jung sebenarnya sudah tahu apa masalah yang menimpa sahabatnya ini, tapi ia memilih diam sampai Suzy memilih untuk bercerita padanya, ia tidak mau menambah beban sahabatnya ini.

Soo Jung menatap Suzy dengan sedikit takut. Tidak mungkin sahabatnya menjadi sangat berubah dengan masalah rumah tangganya sekarang. Soo Jung memilih untuk melanjutkan acara makanannya sembari melirik Suzy untuk mengawasinya. “Suzy-ah, jebalyo! Aku tahu kau bisa mengurus dan menyelesaikannya dengan baik. Mungkin sekarang kau sedang dalam keadaan masih shock dan tidak bisa mengendalikan emosi mu dengan baik.” Gumam Soo Jung dengan sangat pelan. Mungkin itu pantas dibilang bisikan. Untung saja Suzy tidak mendengar ucapan Soo Jung tadi.

Jung Soo Jung, sahabat Suzy dari SMP ini memang sangat tahu apa yang menyebabkan sahabatnya berubah mood. Mereka selalu bersama dari SMP dan waktu terus berjalan dan membuat mereka bisa bersahabat sampai sekarang. Ya, memang walaupun terkadang mereka bertengkar namun nanti akan berujung manis dan membuat mereka akan akur kembali seperti semula. Namun, semenjak Suzy ada masalah dengan suaminya, dia menjadi seorang Suzy yang mempunyai sikap sangat tertutup. Dengan Soo Jung saja dia tidak menceritakan apapun dengan hubungannya dengan sang suami yang kini sedang dalam keadaan retak. Soo Jung sebenarnya memiliki nama asli atau nama western dengan Krystal Jung, Suzy kadang juga sering memanggilnya Krystal. Sebenarnya, Soo Jung berasal dari America yang saat ia kelas satu SMP ia pindah ke Korea Selatan bersama kakaknya. Awalnya, Soo Jung adalah gadis yang pemalu dan tidak mau bersosialisasi dengan siapapun. Dan saat Suzy datang ke meja nya dan mengajaknya berkenalan. Sejak bertemu Suzy, Soo Jung menjadi lebih ceria.

Suzy terus saja melamun hingga pada akhirnya Soo Jung menyadarkannya dan membuat semua pikirannya yang melayang hancur seketika. Soo Jung tadi sedikit mengguncang-guncang kedua bahu Suzy. “Suzy-ah, kau terlihat sangat stress. Bagaimana nanti habis pulang kita langsung membeli ice cream saja? Bukankah itu minuman kesukaanmu? Nanti aku yang traktir, kau mau?” tawar Soo Jung saat mereka berjalan kembali ke ruangan. Soo Jung kehabisan akal agar Suzy kembali terbuka padanya, lagipula Soo Jung juga tidak akan pernah membocorkan rahasia Suzy, apalagi rahasia terbesarnya, ia tidak pernah menyebarkan itu sedikitpun. Akhirnya, ia pasrah dan mengajak Suzy untuk membeli ice cream favorite nya. Ia tidak tega atau merasa sebagai teman yang tidak berguna jika Soo Jung tidak menghiburnya sama sekali. Dari wajahnya sangat terlihat. Wajahnya bertambah pucat.

“Eoh? Mengajakku makan ice cream? Hmm, nanti akan ku pikirkan dulu. Aku tidak tahu bisa atau tidak karena aku harus menyiapkan makan malam dan menunggu suami ku kembali pulang. Nanti kalau aku sudah putuskan untuk ikut denganmu, akan langsung aku beritahu.” Jawab Suzy. Wajahnya terlihat sedang tidak focus sama sekali, pikirannya sedang kacau sebenarnya sekarang sangat kacau, jadi dia menjawab pertanyaan Soo Jung tanpa keputusan yang tepat sama sekali. Ah, Suzy tidak sadar bahwa Soo Jung ingin mengajaknya makan ice cream bersama di tempat langganan mereka.

“Hmm,” desah Soo Jung sedikit kecewa dengan jawaban Suzy. “Tapi, kau harus focus pada pekerjaanmu ya. Aku sering melihat dan mendengar bahwa kau akhir-akhir minggu ini sering terlambat membuat tugas. Jadi jangan sampai kau mendapat teguran lagi Suzy-ah. Fighting!” sekali lagi Soo Jung mengeluarkan kalimat penyemangatnya untuk Suzy agar gadis itu sedikit memunculkan senyumnya yang akhir-akhir ini sering tidak muncul. Yah, semoga saja sedikit mengembalikan wajah cerahnya seperti yang dulu lagi.

“Gomawo Soo Jung-ah,”

Sekali lagi jawaban yang cukup singkat di dapatkan oleh Soo Jung lagi. Suzy berjalan kembali keruangannya dan begitu pula dengan Soo Jung yang membalas jawaban Suzy tadi dengan senyuman tipis. Soo Jung berharap, semoga saja masalah dalam keluarganya cepat terselesaikan. Ia tidak mau melihat sahabatnya menderita lagi. Ia tidak mau melihat wajah sedih yang tersirat di mata Suzy yang setiap harinya –dulu– sering memancarkan api semangat yang berkobar-kobar, juga keceriaan yang sangat kental dalam diri Suzy. Suzy sering menghibur dan sedikit memberi saran pada Soo Jung setiap ia mendapatkan masalah. “Sebenarnya apa lagi yang Minho oppa lakukan pada Suzy?” Pertanyaan terus menerus melayang di otak Soo Jung. Sebelumnya, masalah Suzy yang diketahui oleh Soo Jung hanya satu dan itu adalah judul masalah Suzy: Masalah dengan sang Suami, Choi Minho. “Aku harus mengetahui apa masalah Suzy dengan Minho oppa dan juga sebaliknya!” tekad Soo Jung. Soo Jung itu sebenarnya juga penasaran, tapi ia yakin, pasti hubungan Minho dan Suzy akan baik kembali setelah mereka membicarakannya dengan kepala dingin. Lagian tidak baik juga ia mencampuri urusan rumah tangga orang lain bukan?

Soo Jung tidak berteman baik dengan Suzy, tapi juga dengan suami dari Suzy sendiri. Choi Minho, Soo Jung berteman baik dengan namja yang memiliki kharisma itu. Soo Jung mengenal Minho dari temannya yang lain. Choi Jinri atau juga sering di sapa Sulli yang sebenarnya adalah adik sepupu Minho. Saat itu Soo Jung sedang mengerjakan tugas kelompoknya bersama Sulli dan saat itu juga ada kedatangan Minho dirumahnya dan Sulli mengenalkan Minho pada Soo Jung jadilah mereka masih saling mengenal. Sebenarnya saat mendengar bahwa Suzy dan Minho berpacaran ia sedikit kaget, begitupula dengan Suzy yang juga terkejut mengetahui bahwa sebenarnya Soo Jung pernah berkenalan dengan Minho. Yang lebih membuat Soo Jung terkejut adalah: Saat mendengar berita bahwa Suzy dan Minho akan menikah. Soo Jung juga turut bahagia mendengar kabar itu.

Bagaimana Soo Jung bisa tahu judul masalah Suzy? Sebenarnya hanyalah judul nya saja yang diketahui oleh Soo Jung, ia belum tahu betapa banyak cerita tentang masalah yang dihadapi oleh Suzy dan juga dengan sang suami, Minho. Ia mengetahui judulnya saat mendengar beberapa suara di rumah Suzy, rencana awalnya untuk berkunjung adalah: mengajaknya untuk pergi. Namun, setelah mendengar beberapa bentakan dari Minho, ia mengurungkan niatnya dan menyimpulkan bahwa judul itu adalah: Masalah dengan sang Suami, Choi Minho. Tapi, ia belum tahu apa isi dari judul tersebut. Maka dari itu, dari sekarang ia akan menyelidikinya lebih lanjut. Tapi, Soo Jung mengurungkan niatnya itu. Pasti! Mereka pasti bisa menyelesaikannya.

Flashback~

Soo Jung sudah sampai di depan pintu kediaman Suzy dan Minho sekarang. Ia memarkirkan mobilnya di tempat seperti biasa, ia sedikit merapikan pakaiannya yang sedikit berkerut akibat duduk di kursi mobil. Ia pun mengunci mobilnya dan berjalan menuju rumah Suzy yang memiliki arsitekur bernuansa Yunani. Ukirannya pun juga sangat unik dan sangat terlihat indah, rumahnya begitu luas. Apalagi halamannya, terlihat ada air mancur kecil dan pohon-pohon serta bunga yang bermekaran disana. Terasa sangat sejuk dan membuat Soo Jung rasanya ingin terus menerus berada di halaman dan rumah Suzy. Soo Jung menarik napasnya mencoba untuk merasakan betapa sejuknya udara ketika ia menginjakan kaki disini.

Saat Suzy ingin memencet tombol bel yang berada di samping pintu tersebut. Ia mengurungkan niatnya ketika mendengar beberapa bentakan yang terucap dari mulut dan suara pria. Ia bisa menyimpulkan, bahwa itu adalah suara bass milik Choi Minho, suami Suzy. Batin Soo Jung merasa sangat tidak tenang ketika Minho kembali mengeluarkan bentakannya –yang pasti itu untuk Suzy– Dan juga, rasa penasaran yang seakan mendesaknya untuk menguping pembicaraan mereka. Soo Jung mengurunkan niatnya saat ingin langsung mendobrak pintu tersebut, ia memilih untuk menguping dan mengawasi mereka berdua dengan sangat hati-hati.

“Apa kau bilang?! Itu bukan tespack milik ku!!”

“Kalau bukan milik seorang yeoja siapalagi, eoh? Namja? Pikiranmu sudah kemana Choi Minho?!”

“Tapi itu bukan punyaku!”

“Hah?! Bukan punyamu? Lalu punya siapa? Jelas-jelas ini berada di dalam kantung jas milikmu dan aku menemukannya sendiri!”

“Hey! Mungkin seseorang tidak sengaja memasukannya atau terjatuh dia kantungku!”

“Kau masih mau mengelak? Kalau ini bukan punya seseorang yeoja, mana mungkin?! Punya siapalagi, eoh? Ini pasti punya yeojamu yang lain bukan?!”

Plak!

Brengsek! Kau pikir aku namja apa?! Aku masih menghargaimu! Jadi aku tidak mungkin mengkhiantaimu!”

“Kalau kau masih menghargaiku? mana mungkin kau berani menamparku sekarang Choi Minho!”

“Aku menamparmu karena aku mulai kurang ajar!”

Begitulah yang Soo Jung dengar begitu pula dengan suara tamparan yang begitu keras. Ia yakini bahwa tamparan itu mengarah untuk Suzy. Batinnya merasa semakin tidak enak, ia ingin menghajar Minho rasanya jika ia sampai begitu kasarnya dengan Suzy. Bgaimanapun juga Suzy adalah teman terdekatnya, tapi mana mungkin ia ikut campur dalam urusan dalam urusan rumah tangga keduanya? Bisa-bisa nanti ia dibilang orang ketiga. Soo Jung harus mencari akal yang lain.

Flashback off~

“Apakah masih ada masalah lain yang sedang datang? Bagaimanapun juga aku harus menyeledikinya lebih lanjut. Ini tidak seharusnya sering terjadi!” tekad Soo Jung. Ah, tidak! Soo Jung mengurung niatnya tersebut, mungkin mereka bisa melakukannya dengan baik dan menanganinya dengan baik. Jadi, untuk apa ikut campur dalam urusan orang lain? Ah, tidak, ia tidak mau dianggap sebagai orang ketiga dalam hubungan mereka berdua. Kalau Soo Jung tetap nekat, pasti hubungannya dengan Suzy juga semakin retak.

***

“Hey, aku mana mungkin mencampuri urusan keluargamu! Dengar ya, aku juga sudah Donghae oppa dan kau sudah mempunyai Suzy, aku tidak mau urusan lain terjadi. Aku tidak mau menjadi orang ketiga dalam hubungan kalian. Kita sudah mempunyai kehidupan masing-masing Minho-ya, walaupun aku pernah ada dalam masa lalu mu itu, dan catat itu hanya masa lalu, sekarang kita sudah punya yang lebih baik!” ujar Yuri pada Minho.

Jujur, saja mereka. Choi Minho dan Kwon Yuri pernah menjadi sepasang kekasih sebelum akhirnya mereka memutuskan hubungan masing-masing dan memilih jalan yang lebih terang daripada hubungan mereka. Dan ternyata benar bukan? Mereka sekarang sudah mempunyai lebih indah, buktinya masing-masing dari mereka sudah menikah. Namun, setelah mendengar kabar miring bahwa hubungan Minho dan Suzy sedang retak, sepertinya Yuri merasakan sesuatu, maka dari itu ia ingin menemui Minho saat jam makan siang.

“Sekarang kembalikan testpack ku, sekarang aku tahu apa yang membuat kalian menjadi bertengkar hebat seperti ini. Oh, ya soal saat Suzy sedang bercumbu dengan namja lain kau yakin? Kurasa Suzy bukan yeoja seperti itu.” Komentar Yuri. Ya, sebenarnya testpack itu milik Yuri dan tidak sengaja terjatuh di kantung jas milik Minho. Ia menagih miliknya. Astaga, Yuri rasanya mengutuk dirinya sendiri karena membuat hubungan mereka menjadi retak karena kesalahpahaman ini.

“Aku yakin! Pasti yeoja itu sengaja melakukannya bukan? Ia yang menyatakan perang untuk kali ini, bagaimana aku tidak yakin? Jelas-jelas aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri dan langsung di depanku! Aku yakin,” Awalnya Minho menarik testpack itu, kemudian, entah kenapa ia malah menaruhnya kembali di kantungnya. Jelas-jelas membuat Yuri protes, sebenarnya ini milik Yuri.

“Hey! Kenapa kau malah menaruhnya kembali?!” protes Yuri.

“Aku ingin segera memberi pelajaran pada yeoja itu noona! Makanya, aku ingin segera membawamu agar menjadi bukti!”

***

Suzy menghapus air matanya dengan kasar. Well, kenapa ia menangis untuk suaminya yang selama ini memberi harapan palsu untuknya? Jujur saja, ini sakit! Sangat sakit. Suzy melempar tasnya begitu saja. Tadi ia sempat melihat Yuri dan Minho di café yang sebelumnya ia datangi. Jujur ini begitu sakit. Suaminya berdua saja dengan seorang yeoja di café? Ini mustahil! Apakah Minho masih pantas dibilang suami yang baik bagi Suzy? Suzy atau Minho yang berkelakuan kurang ajar? Mereka berdua sama saja. Mustahil bukan? “Brengsek! Buktinya kau yang lebih kurang ajar dariku Minho-ssi!”

Krek~

Suzy memicingkan matanya ketika mendengar suara pintu terbuka. Ia membalikan tubuhnya. Matanya menatap tajam kepada sesosok orang yang untuk selama ini tidak ingin ia pandang. Hatinya muak! Melihat suaminya sekarang sedang menggandeng yeoja yang tadi baru saja ia lihat di café. Hatinya yang sebelumnya sudah sakit, sekarang dipaksa merasa tambah sakit. Ia muak! Tubuhnya lelah dan pikirannya juga lelah, masalah semakin berat saja semakin menimpanya. Kenapa dunia begitu kejam padanya? Selama ini ia sudah menahan api kemarahan yang ditahannya, ia bersikap sangat sabar. Oke, sekarang ia akan beranjak ke kamarnya saja. Ia tidak sanggup menatap keduanya dengan begitu lama, hatinya malah semakin disayat sakit. Masa bodoh jika ia tidak menyapa tamu dengan baik.

Minho sebelumnya tidak tahu jika sekarang sebenarnya Suzy sudah berada di rumah mereka sekarang. Matanya mulai melihat-lihat ke sudut rumah miliknya dan juga Suzy. Minho semakin menarik tangan Yuri agar masuk ke dalam. Sebenarnya Yuri merasa tidak enak, ia takut Suzy malah bersembunyi di sekitar sini dan semakin lama membuat hubungan mereka berdua semakin retak. Tapi, karena paksaan Minho. Ia lakukan karena itu testpack miliknya yang siap ia berikan kepada Donghae, suaminya.

Sumi dara olla yeah
Jakku ttokbaro nan yeah
Geot jabeul su eopseo
I’m loosing control
Naega waeireoni
Hurry Hurry boy

Suara menyadarkan Minho. Ia melihat ponsel Suzy berada di pinggir meja ruang tamu. Ia memicingkan matanya kembali. Telfon masuk.

Kai Oppa

Begitulah ID name yang tertampang di ponsel Suzy. Minho kembali memicingkan matanya, benar bukan? Pasti Suzy sekarang berselingkuh dan namja itu adalah yang mencumbui istrinya. Emosi sudah menguasai diri Minho. Ia pun menyambar ponsel Suzy dan melesat ke kamar mereka berdua. Yuri melihat perubahan mimik wajah Minho langsung sedikit merinding, pasti pertengkaran akan terjadi pada mereka. Yuri menatap Minho yang sudah pergi ke kamar mereka berdua. Astaga, ia tidak mau menjadi seseorang yang dianggap menghancurkan hubungan mereka berdua. Cara terbaik adalah, pergi. Ini memang tidak sopan, tapi mau bagimana lagi? Dengan berat hati, dengan perlahan Yuri menutup kembali pintu rumah Minho. Sebelumnya ia mengirimi pesan kepada namja itu.

Minho membanting pintu dengan kasar dan melihat istrinya sedang membereskan koper miliknya. “Choi Soo Ji! Ini siapa yang menelfonmu?” tanya Minho lirih. Ia sedikit menarik tangan Suzy agar berbicara padanya. Suzy tersenyum sinis pada suaminya tersebut. Ia membendung air matanya agar tidak kembali turun. Hatinya sudah terlanjut sakit dan kesabarannya juga tidak bisa dibendung lagi.

“Itu hanya temanku Minho-ssi! Tenanglah, aku bukan wanita jalang yang seperti yang kau kira.” Ucapan Suzy tiba-tiba saja langsung mencelos dari mulutnya.

Plak!

Untuk kesekian kalinya. Minho menampar Suzy dengan tamparan yang cukup keras an membuat pipinya merah dan panas. Suzy hanya bisa memegangi pipi kembali. Hey, ini sudah keberapa kalinya Minho berbuat seperti itu padanya? Berapa kesakitan yang harus ia terima lagi? Suzy sudah begitu sabar menghadapi sikap Minho padanya. Konflik mereka memang adalah: kesalahapahaman. Mungkin saja mereka masih bisa sadar, mungkin detik ini juga mereka bisa memecahkan konflik mereka dengan kepala dingin dan masalah langsung selesai dan hubungan mereka kembali baik.

“Choi Minho! Kau sudah keterlaluan.” Suzy berdesis dan kembali melanjutkan pekerjaannya yaitu membereskan koper agar angkat kaki dari rumah ini. Kesabarannya sudah tidak bisa dibendung lagi.

“Jujur saja, saat itu Kai oppa hanya meniup mataku yang kemasukan debu!” Suzy menggigit bibir bawahnya agar tidak terdengar suara isakan tangisnya yang sebentar lagi akan keluar, begitu pula dengan air matanya yang sebentar lagi akan mencelos keluar lagi dari mata indahnya begitu saja. Sebenarnya apa yang sekarang berada dipikiran Minho? Suzy tidak habis pikir saja, seseorang yang sudah di percaya nya sekarang berubah menjadi seseorang yang menurutnya, hmm kejam.

Minho menatap Suzy nanar. Apakah segitu kejamnya ia sampai menuduh Suzy yang tidak-tidak? Ia baru merasakan betapa menyakitkannya Suzy sekarang. Betapa tersiksanya Suzy karena ulahnya. Suzy mulai melangkahkan kaki nya keluar dari ruangan itu yang tadinya penuh dengan kesunyian dan membuat suasana menjadi canggung kembali. Minho menelan ludah kelu, ia tidak sanggup memandang kepergian Suzy yang membekas dalam hatinya. Sekarang apa yang harus dilakukan oleh Minho? Tetap mempertahankan ego nya atau menghalangi Suzy agar tidak pergi? Oh, tidak! Saat seperti ini tidak baik mempertahankan ego nya! saat ini adalah: saatnya ia menghalangi Suzy agar tidak pergi.

“Choi Soo Ji!” panggil Minho lemah. Ia menghalangi tangan Suzy agar tidak berhasil keluar dari kediaman mereka.

“Kau mau apalagi Minho-ssi? Kau tidak cukup puas membuatku sangat tersiksa akhir-akhir ini? Kau belum kunjung puas?” gertak Suzy disertai isakan tangisnya yang sekarang berhasil keluar. Ia tidak sanggup menahan isakan tangisnya yang terus menerus mendesak ingin keluar dari sarangnya. Sayangnya, permainanmu tidak cukup berhasil Bae Soo Ji. Buktinya, sekarang air matamu berhasil keluar dengan mudahnya.

“Choi Soo Ji maafkan aku! Jeongmal mianhaeyo, selama ini kita hanyalah salah paham! Testpack itu ternyata hanyalah punya temanku, Yuri.” Ungkap Minho. “Kumohon jangan pergi Soo Ji-ah! Kumohon,” ternyata Minho juga tidak bisa membendung kesedihannya saat ini. Ia juga ikut menangis bukan bersama Suzy?

“Oppa?”

“Kumohon jangan pergi Suzy-ah. Kumohon, kita ulang semua ini dari awal lagi dan aku tidak akan membuatmu kecewa.”

“Baiklah, tapi kau harus berjanji untuk tidak mengecewakanku lagi!”

Keduanya hanya saling melempar senyum tulus.

 

Don’t hesitate another minute please take away my heart
Yes, the sharper the better, the night that even the moon has closed her eyes
If it were any other man, if it were a single verse taken from a comedy
Burn all the scars you’ve exchanged for that love

 

END

Annyeong^^ Mungkin Moment of Farewell ini akan ada versi Chapternya yang akan lebih banyak konfliknya😀 hehe. Tapi maaf ya, kalo lama mem-publish versi Chapter nya🙂. Oke, leave your comment please..

15 responses to “#Happy2ndAnniversarryKSF Moment of Farewell

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s