#Happy2ndAnniversarryKSF Slipped Away

ayako-jung-slipped-away

[OS] Slipped Away

Ayako Jung Storyline

Main Cast : Cho Kyuhyun (Super Junior’s Kyuhyun) – Bae Suzy (Miss A’s Suzy) || Genre : Romance, Sad, Hurt/Comfort, AU, Divergence, and other || Rating : PG-15+ || Length : One Shots || Disclaimer : Plot and story is mine. Main cast belong to God, their parents, and their agency. I’m sorry if there same any title or characters. Sorry if you find typo(s) 

A/N : Tulisan yang bercetak italic (miring) artinya masa lalu.

Big thanks to Harururu98 @ Cafe Poster for amazing poster!

Enjoy Reading ^^

 Uh! Awalnya aku tidak menyangka bisa melewati masa-masa sesulit ini. Aku tidak habis pikir, kenapa semuanya berlalu begitu cepat? Kenapa semua ini harus terjadi? Aku bahkan belum siap menerima kenyataannya sekarang. Dia… Yang selalu memberiku arti kebahagian yang sesungguhnya, dia yang selalu memberi warna dalam kehidupanku. Hanyalah dia, sekarang kemana dia? Aku merindukannya? Sangat. 

 Aku begitu mencintainya sepenuh hatiku. Aku ingin aku dengan kau hidup bersama selamanya. Dan hanya maut lah yang dapat memisahkan kita. Memiliki keluarga kecil yang bahagia, itulah impianku bersamamu. Itu memang impian yang amat sederhana, tapi menurutku itu adalah impian yang paling menakjubkan. Aku terlalu mencintaimu… 

Aku tidak mau kehilanganmu. Kau terlalu berarti bagiku, kaulah matahari dalam hidupku. Tanpa mu aku sangat rapuh. Hari-hari ku yang berwarna, karena ada kau yang selalu disiku. Entahlah, mungkin kata orang memang tidak boleh mencintai orang terlalu berlebihan. Tapi, sesungguhnya itu kenyataannya. Aku terlalu mencintaimu, sampai aku tidak mau kehilanganmu.

Sampai, waktu itu telah tiba…

Aku benci saat waktu itu telah terjadi, sangat benci! Aku seakan tidak ingin waktu itu terjadi, kita belum bersatu. Tapi kenapa kau harus pergi ke sana? Sudah ku bilang berapa kali kalau kau sangat berarti dalam hidupku. Kau lah segalanya. Kau jahat… Aku membencimu!

Ini terasa menyakitkan..

Hari yang sangat aku tunggu dan yang paling aku suka seumur hidupku. Tapi semuanya seketika sudah berbelok kearah yang salah dan kearah yang aku tidak mau. Hari bahagia itu seketika hilang.

.

.

.

Gadis itu menatap buku yang berada di depannya dengan pandangan sebal. Kenapa ia harus bertemu lagi dengan pelajaran yang sangat tidak ia sukai. Rasanya mulutnya ingin mencibir kearah buku ini. Pokoknya ia sudah sangat benci dengan pelajaran itu. Termasuk bukunya. Maksudku, buku Matematika. Pelajaran menghitung, pelajaran yang paling menyebalkan menurut gadis cantik ini. Menurutnya, pelajaran itu membingungkan dan membuat kepalanya hampir pecah karena terlalu lama berhadapan dengan beribu soal dan angka-angka menyebalkan itu. Gadis itu payah dalam bidang hitung-menghitung. Ia justru pintar dalam pelajaran IPA, entah itu fisika, kimia, atau biologi. Karena pelajaran IPA lah yang paling menyenangkan––menurutnya. Ia bahkan lebih memilih pelajaran Sejarah daripada hitung menghitung. Walaupun pelajaran sejarah sangat banyak hapalan. Entah itu; tanggal kemerdekaan atau zaman penjajahan dimulai tahun berapa. Mulutnya tidak berhenti menggerutu, menggumamkan kalimat ledekan kepada buku yang tidak bisa bicara itu. Kalau bukan karena tugas Matematika miliknya atau memang ia disuruh belajar oleh sang kekasih, tidak akan mungkin ia melakukan untuk berlama-lama di depan buku Matematika kini yang sebentar lagi––mungkin––bentuknya sudah tidak lagi sempurna atau hancur. Segitukah kau membenci pelajaran Matematika, eoh?

“Waktu istirahat sudah tiba, kenapa kau masih betah berlama-lama di depan buku Matematika itu?”

Suara berat yang sangat ia kenali bergema di gendang telinganya. Yang menurutnya terdengar seperti nyanyian dari surga, mungkin pernyataan itu terlalu berlebihan untuk di dengar. Tapi memang begitulah kenyataannya. Suaranya terlalu indah untuk di dengar olehnya. Dan terdengar sangat lembut. Lelaki itu kemudian memilih jalur yang benar, dengan duduk di samping sang gadis yang masih diam dan belum menjawab pertanyaannya tadi. Kemudian, sang lelaki merangkul pundak gadisnya. Dan kemudian berdecak pelan saat menyadari belum ada perubahan ekspresi pada wajah kekasihnya yang masih saja terlihat begitu muram dan suntuk. “Hey, kau mau terlambat masuk kelas karena menunda waktu makan siangmu? Ayolah, aku tidak mau kau terlambat masuk kelas seperti tadi bodoh,” cibir lelaki itu, namun masih tersirat makna kasih sayang di dalam perkataannya. Kemudian, lelaki itu masih diam sejenak untuk menunggu jawaban yang akan segera keluar dari mulut kekasihnya.

Sang gadis melirik sinis kearah lelaki nya yang masih diam mematung dengan menaikan satu alisnya, menunggu jawabannya. Kemudian ia berdecak kecil dan memutar bola mata indahnya. Tangannya yang sedaritadi diam, kemudian bergerak menyentuh permukaan buku itu, kemudian menutupnya secara perlahan. “Maafkan aku Kyuhyun oppa, mungkin tadi aku terlalu serius membaca buku Matematika yang menyebalkan tadi. Itu juga karena suruhanmu bukan? Sudahlah, masalah ini nanti saja ia bahasnya, kau bilang tadi ingin segera ke kantin untuk menyantap makan siang yang sangat menggugah selera itu. Untuk apa kita berlama-lama disini? Ayo!” sekarang malah gadis itu yang menarik tangan lelakinya untuk cepat beranjak.

“Berjalanlah dengan santai, sayang. Kau terlihat tidak tenang.”

“Kau yang memaksaku untuk cepat pergi keluar oppa,”

.

.

.

Terkadang hari-hari bahagia sering terjadi diantara kehidupan kita.

Berbagi dengan sesama dan belajar bersama dengan tekun. Aku menyukainya, kau bahkan terlalu mengkhawatirkanku. Apalagi jika aku sakit, kau bahkan sangat protective, pantas kau selalu mengingatkanku untuk makan tepat waktu.

Kau bahkan tidak pernah sudi untuk melihat wajahku ketika sedang lemas dan pucat. Raut wajah cemas mu sangat terlihat. Dan saat itu kau mulai memperhatikanku dan lebih memantau aktifitas yang aku kerjakan, apakah itu baik atau malah membuat tubuhku menjadi cepat lelah dan akan lebih drop nantinya.

Dan kau, jika kau sedang dalam keadaan sakit kau malah menyembunyikannya dariku. Ketika wajahmu sedang pucat kau malah mengelak dan mengatakan bawa kau sedang dalam keadaan baik-baik saja. Sampai suatu ketika aku melihatmu tergolek tak berdaya di rumahmu, ketika saat itu kau masuk sekolah karena sakit. Saat itu kemudian, saat pulang sekolah aku mulai menengokmu ke rumah. Aku mulai kesal denganmu karena kau tidak bilang bahwa tubuhmu sedang panas dan memaksakan masuk sekolah untukku, agar kau tidak terlihat sedang sakit dihadapanku. Karena aku tidak sanggup mendiamimu saat kau sakit, akhirnya aku merawatmu kemudian mengomelimu karena sikapmu yang menyebalkan itu.

Kau bahkan memperhatikan semua aktifitas dan kesehatanku. Bahkan kau melupakan kesehatanmu.

Kau baik..

.

.

.

Kyuhyun menatap seorang Bae Suzy––begitulah nama lengkapnya––yang sekarang tengah menyantap makan siang buatannya dengan lahap. Kyuhyun menghembuskan napas dengan sedikit kasar, sudah dibilang bahwa gadisnya sudah mendamba rasa lapar sejak tadi. Dan juga mungkin dalam hatinya, Suzy tengah mengutuk buku Matematika yang tadi sudah di pelajarinya. Sebenarnya, Kyuhyun yang sudah menyuruhnya untuk lebih giat untuk mempelajari soal Matematika yang menurut Suzy amat menyebalkan itu. Ya, memang benar apa kata Suzy bahwa jika ia belajar Matematika itu kebanyakan suruhan kekasihnya. Karena Kyuhyun tahu kalau Suzy payah di dalam bidang menghitung. Sebenarnya lelaki Cho itu sudah banyak mengajarinya soal-soal Matematika yang ia berikan. Sebenarnya Kyuhyun juga membawa aura postitif untuk Suzy karena bisa membuat Suzy lebih giat untuk mempelajari suatu pelajaran. Mereka pertama kali berpacaran saat kelas dua SMA, dan bisa bertahan sampai sekarang. Sebenarnya yang menyatakan perasaannya adalah Suzy, sebenarnya gadis itu adalah penggemarnya yang sering memberikan kotak bekal atau coklat yang tiba-tiba sudah tertata rapi di dalam loker nya dengan banyak suart-surat. Kyuhyun memang ketua OSIS saat itu yang mempunyai banyak penggemar di sekolahnya, istilahnya dia adalah seseorang yang paling terkenal saat itu dan sampai sekarang. Sampai-sampai berita tentang Suzy dan Kyuhyun berpacaran sudah sangat menyebar luas dengan kurun waktu yang cukup cepat. Banyak yang mencibir kepada Suzy, kenapa dia bisa mendapatkan hati Kyuhyun dengan begitu mudahnya? Hey, ini sudah kesekian kalinya Kyuhyun mendapatkan pernyataan perasaan dari seorang gadis. Dan hanya Suzy saja yang diterima.

“Ingat, Suzy-ah. Sebenarnya kau harus lebih banyak berlatih untuk Ujian nanti. Waktu Ujian sudah semakin dekat, makanya aku akan melatihmu supaya tidak kerepotan dan kesusahan saat mengerjakan soal Matematika nanti,” kata Kyuhyun seraya mengusap kepala Suzy dengan lembut. “Kalau makan itu harus pelan-pelan agar kau tidak tersedak,” nasihat Kyuhyun ketika melihat Suzy yang sedang memakan makanannya dengan terburu-buru.

Suzy menghela napas kasar. Kalimat nasihat Kyuhyun terdengar begitu menyebalkan ditelinganya, baginya itu terdengar seperti menyindirnya. Padahal Kyuhyun yang mau menawarkan diri untuk tetap memantau segala aktifitas Suzy. Suzy cukup mengakui bahwa Kyuhyun sangat pintar dalam semua bidang pelajaran. Entahlah kenapa kekasihnya itu sangat pintar dalam banyak pelajaran, mungkin karena daya resap otaknya begitu tinggi. Dan IQ nya juga begitu tinggi, pantas saja Kyuhyun begitu pintar. Tidak seperti dirinya, yang lemah dalam menangkap pelajaran baru. Dan harus penuh dengan penjelasan baru dia akan mengerti apa yang dimaksud dengan pelajaran itu. Lagipula Suzy juga belum begitu banyak membaca buku, dan buku adalah jendela dunia. Ia terlalu malas untuk membaca dan lebih banyak membaca buku novel. Itulah sifat Suzy yang selama ini ingin dihilangkan oleh Kyuhyun. Lelaki Cho itu bilang bahwa anak perempuan tidak boleh mempunyai kebiasaan malas, itu tidak baik. Dan saat mendengarkan nasihat baik itu, Suzy hanya bisa memutar bola mata nya dengan malas. Kemudian ia membereskan alat makan yang tadi ia gunakan, selanjutnya tangannya mengambil gelas yang isinya adalah minuman yang ia pesan. Setelah dirasanya cukup baik untuk memulai pembicaraan. Suzy mengeluarkan suaranya. “Aku tahu oppa! Kenapa kau tidak pernah menghargai kebiasaan baruku yang bagus ini? Tadi ‘kan aku sedang menghafalkan dan berlatih untuk memecahkan soal Matematika itu. Ya walaupun berkali-kali pusing berhadapan dengan angka-angka itu,” jawab Suzy seadanya.

“Aku menghargai perjuanganmu itu sayang. Tapi jangan terlalu dibawa sampai kepikiran seperti itu, ajak otakmu untuk lebih santai. Dan banyak berlatihlah soal-soal dan hapalkan rumus.” Kata Kyuhyun lembut dengan senyumnya yang menawan. Kyuhyun tersenyum lirih saat melihat wajah ceria Suzy. “Aku akan merubahmu untuk lebih baik Suzy-ah,” gumamnya lirih. Kyuhyun mengamit lengan Suzy kemudian menggandengnya untuk segera keluar dari sana, mereka harus kembali memulai pelajaran yang selanjutnya akan datang. Mungkin hari ini aktifitas Kyuhyun akan lebih banyak sebagai ketua OSIS, tapi ia pintar membagi waktu untuk urusan itu dan juga urusan percintaannya dengan Suzy. Dan juga memantau aktifitas Suzy, jika itu yang lebih baik pasti akan ia bolehkan. Jika itu negative, akan langsung ia larang. Kyuhyun terlalu sayang kepada Suzy. Entahlah, perasaan sayang itu terlalu berlebihan. Yang pasti Kyuhyun sangat mencintai Suzy apa adanya. Mungkin ada yang sekarang di pikiran kalian, mengapa Kyuhyun langsung menerima pernyataan Cinta Suzy kepadanya. Kyuhyun sangat protective pada Suzy.

Ada beberapa hal. Ia ingin menjaga Suzy untuk lebih baik, ia ingin melihat Suzy tersenyum bahagia tanpa ada kepenatan di wajahnya. Cho Kyuhyun tahu semua tentang Bae Suzy. Perasaan itu begitu tumbuh dalam lubuk hati Kyuhyun. Entah itu seluk tentang kehidupan keluarganya, Kyuhyun tahu semua. Suzy adalah seseorang yang sangat rapuh soal perasaan, makanya Kyuhyun ingin menjaga hati Suzy untuk tidak rapuh dan tidak ingin membuatnya menangis. Dulu Suzy belum mempunyai teman dan seseorang yang gampang untuk di bully. Ia pasti akan menangis setiap 10 menit sekali. Dan Kyuhyun selalu mengawasi Suzy dari jauh, jika itu akan membawa buruk untuk fisik dan mental nya, ia akan langsung membubarkan mereka semua dan menyuruh seorang gadis yang sudah menjadi kepercayaannya untuk menjaga Suzy agar terlihat lebih baik. Namanya Jung Soojung. Ada satu rahasia yang diketahui oleh Kyuhyun tentang Suzy. Suzy adalah anak yang broken home. Ayahnya saja ada dua, meski ia terlahir dalam keluarga yang sangat berada. Dia depresi karena sering dimarahi oleh kedua orang-tuanya dan merasakan banyak kekerasan dari mana saja. Keluarganya sangat tidak harmonis, dan orangtua mereka bercerai dan Suzy dibawa oleh Ibu nya dan menikah lagi. Tapi ia masih ingin mempertahankan marga Bae dalam dirinya. Ia kurang merasakan kasih sayang orang tua, bahkan tidak pernah. Orang tua kandungnya terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan mereka. Ia hanya bisa merasakan kasih sayang orang tua-nya saat masih bayi hingga usia tujuh tahun. Tapi saat itu ia belum mengerti apa-apa dan menikmatinya saja dan lebih sering bermain dengan alat elektronik. Orang tua nya bahkan hanya pulang sebulan sekali untuk melihat keadaan anaknya. Sebenarnya masih banyak permasalahan Suzy dalam hidupnya. Yang belum Kyuhyun ungkap seutuhnya, kecuali pada Soojung. Sebenarnya Soojung adalah adik dari teman dekat Kyuhyun, namanya Jung Sooyeon atau Jessica Jung. Mereka berasal dari San Fransisco, America. Masalah Suzy hanya diketahui oleh; Suzy sendiri––tentu saja––, Kyuhyun, Soojung, Jessica dan Tuhan yang tahu. Sejak Kyuhyun dan Suzy berpacaran, Suzy semakin terbuka dengan Kyuhyun. Lagipula Suzy sudah sangat percaya kepada Kyuhyun bisa menyimpan rahasianya dengan baik. Dan Kyuhyun akan menjaga amanat itu sepenuhnya.

“Suzy-ah, perhatikan pelajaran dengan baik. Pelajaran terakhirmu adalah Matematika bukan? Aku yakin pasti kali ini akan ada latihan Matematika lagi seperti kemarin, jangan sampai nilai latihan mu kali ini kembali jelek dan sampai tidak selesai hingga dijadikan PR nantinya! Pokoknya aku tidak mau mendengar itu lagi,” dengan jahil Kyuhyun menarik hidung mancung milik Suzy dan sukses membuat si empu nya meringis kesakitan sembari mengelus hidungnya. Walaupun Kyuhyun itu sangat terlihat baik dan ceria, tapi dia juga mempunyai kebiasaan yang buruk dan tidak bisa dihilangkan oleh cara apapun. Katanya itu adalah ciri khas nya sejak kecil, yakni sifat jahil dan suka memainkan PSP nya. Wajah Kyuhyun dan sifatnya ketika di luar memang terlihat amat menyebalkan, tapi sebenarnya dia adalah seseorang lelaki yang sangat hangat. Dia memang terkenal dengan sikap dinginnya dan seseorang yang sangat pelit bicara, apalagi senyum. Ia akan tersenyum seadaanya dan akan berbicara ketika disaat-saat yang penting saja. Sifat itulah yang sangat terkenal dan paling melekat di dalam diri seorang Cho Kyuhyun, tapi jika bersama sang kekasih––Suzy––sifat yang seperti itu akan langsung melunak.

“Baik oppa,”

Suzy mengangguk kemudian meninggalkan Kyuhyun untuk masuk ke kelasnya. Kyuhyun memang mengantarkannya sampai di depan pintu kelas baru akan meninggalkannya ketika gadis itu sudah sampai dengan selamat di kursinya kemudian memperhatikan pelajarannya dengan baik. Ya, walaupun Kyuhyun juga tidak setiap saat bisa memantau setiap aktifitas yang di lakukan oleh Suzy dan dia juga harus mengatur waktu belajarnya sendiri dan juga tugasnya sebagai ketua OSIS. Tapi Kyuhyun berharap, bahwa Suzy masih bisa menjaga dirinya dengan baik walaupun tidak ada dirinya di sampingnya. Lagipula juga sudah ada beberapa orang yang sekelas dengan Suzy ikut melihat aktifitasnya kemudian melaporkannya kepada Kyuhyun. Mungkin bagi kalian ini terdengar sangatlah berlebihan untuk tetap mem-protect aktifitas kekasihnya sendiri. Tapi memang begitulah kenyataan yang sesungguhnya. Kyuhyun memang sangat over-protective pada Suzy, ia sampai tidak mau melihat ada luka di wajah cantik gadisnya itu. Kyuhyun memang menjaganya dengan sangat baik, walaupun bersifat berlebihan.

Kyuhyun tersenyum saat melihat Suzy sudah duduk kembali di mejanya dan kembali mempelajari beberapa rumus Matematika untuk lebih meningkatkan kemampuannya yang sangat lemah itu. Setelah dirasa sudah cukup melihat bahwa Suzy sudah aman dan mereka yang menjadi suruhannya; Soojung juga sudah ada di tempat. Hanya mereka berdua lah yang menjadi teman dekat Suzy. Hanya teman dekat dan bukan sahabat. Lagipula Suzy sudah terlalu kaku. Kemudian, lelaki Cho itu mulai kembali melangkahkan kakinya untuk pergi ke kelasnya juga.

Suzy melihat kearah pintu kelasnya. Sudah tidak ada Kyuhyun ternyata, gadis ini bisa meyakini bahwa lelaki itu pasti sudah kembali ke kelasnya. Suzy hanya mengangguk-angguk kemudian kembali meneruskan tugasnya, yakni mengerjakan tugas Matematika dan mempelajarinya lebih lanjut. Di kelasnya memang sudah ramai dana mereka semua sibuk dengan urusan masing-masing. Sekarang bukan Suzy yang dulu yang mudah untuk di bully, karena semua teman sekelasnya sudah tahu bahwa Suzy adalah kekasih dari ketua OSIS yang sangat dingin itu dan mereka tidak berani diadukan oleh Soojung dan Jiyeon karena sudah menyakiti Suzy. Jika saja salah satu dari mereka terkena, mereka pasti akan langsung diberi hukuman yang lumayan berat pada sang ketua OSIS yang sadis itu. Dari dulu dia memang tidak mempunyai teman dan Suzy juag tidak terlalu pintar dalam bersosialisasi dan berteman. Dari dulu dia memang sangat kesepian. Sampai sekarang pun Suzy tampak benci terhadap kedua orang tua nya yang sangat keparat itu padanya. Membuatnya menjadi seorang gadis yang broken home. Dia kesepian dan hanya tinggal di rumah bak istananya itu sampai sekarang dengan sendirian. Kedua orang tua nya selalu bertengkar dan membuat Suzy kesal setengah mati dan membuat dirinya tidak terurusi. Sejak ada Cho Kyuhyun yang menerima Cintanya membuatnya tidak merasakan kesepian lagi, dia malah sangat senang mempunyai kekasih seperti Kyuhyun. Lelaki itu tampak sangat mencintainya begitu dalam. Dan melihat itu Suzy bahkan tidak ingin membuat hati Kyuhyun merasa kecewa padanya. Suzy akan menjaga hatinya sampai kapanpun untuk seorang Cho Kyuhyun yang setia. Sungguh! Sejak Suzy berpacaran dengan Kyuhyun, hidupnya lama-kelamaan menjadi sangat berarti dan membuat Suzy merasa menjadi seorang gadis yang paling beruntung di dunia ini yang bisa mendapatkan hati dingin seorang Cho Kyuhyun.

Suzy tersadar dalam lamunanya ketika mendengar suara Guru nya sudah masuk ke dalam kelas dengan membawa banyak buku Matematika yang akan ia pelajari hari ini sebelum ia pulang sekolah nanti. Pelajaran Matemati hari ini memang pelajaran terakhir, dan Suzy paling tidak suka jika harus berhadapan dengan Matematika saat ingin pulang sekolah. Lebih baik tadi pagi ada pelajaran Matematika, itu terasa jauh lebih baik daripada harus menjadi pelajaran terakhir. Otaknya juga sudah lelah meghitung soal itu, harusnya saat pelajaran terakhir adalah waktu yang menyenangkan bukan waktunya untuk menghitung!

“Hey, kau tahu tidak? Sekarang sudah banyak remaja seperti kita sudah mengalami broken home? Jika itu terjadi, mungkin sang anak akan merasa sangat terpukul. Kasihan melihat sang anak melihat orang-tua nya bertengkar,”

Telinga Suzy mendengar semua ucapan dari arah sampingnya. Suzy menunduk, oke dialah salah satu korban broken home! Mungkin berita itu sudah tersebar luas di seluruh sekolahnya. Batinnya kembali bergejolak sedih saat mendengar kalimat itu, Suzy kembali mengingat orang-tuanya. Hidupnya memang sangat berliku-liku dan terasa sangat sulit untuk menemukan jalan keluar yang cocok untuknya. Dirinya tahu bahwa mereka semua belum pernah mengalami broken home seperti dirinya, mungkin jika hal itu terjadi lagi pada salah satu anak di sekolahnya, berarti nasibnya sama seperti dirinya. Akan merasakan betapa kesepiannya dan mungkin tidak ada yang memperhatikannya dan betapa sakitnya saat itu. Ia mengingat saat orang-tua nya bertengkar hebat dengan melempari salah satu barang di hadapan mereka. Sedangkan saat itu dia hanya bisa terduduk dan melihatnya di sudut ruangan. Nasibnya memang sangat malang. Suzy tidak tahu cara untuk menemukan sesuatu pertanyaan yang ingin ia tanyakan, alias ia tidak mempunyai tempat untuk bertanya. Kedua orang-tua nya sibuk dengan pekerjaan masing-masing tanpa memikirkan perasaan anaknya di rumah saat itu. Suzy memegangi dada kirinya yang kembali timbul rasa nyeri, apakah kedua temannya tadi yang membicarakan itu menyindirnya? Apalagi mereka berdua letaknya tepat di samping Suzy. Entahlah, hanya ada dua jawaban. Mungkin mereka tidak sengaja atau tidak sengaja atau tidak melihat Suzy kemudian mengobrol kan hal itu. Suzy sendiri bahkan mengakui bahwa nasib teman-temannya memang sangat beruntung, mempunyai keluarga yang amat menyayangi mereka, keluarga mereka harmonis, selalu berkumpul saat makan malam untuk memantau dan memastikan kegiatan anaknya saat ini. Bukan seperti dirinya, yang hanya bisa makan malam sendirian di meja makan yang sangat besar tetapi hanya diisi satu bangku dan itu hanya ada dirinya. Hidup Suzy selama ini memang sangat lelah. Kenapa Tuhan menyusun semua takdir ini untuk dirinya? Apa benar ini takdir dan jalan kehidupannya yang penuh dengan lika-liku dan konflik kehidupan? Kenapa semuanya harus kepadanya dan bukannya dilempar ke orang lain saja? Suzy bahkan hampir tidak kuat menjalani ini semua, ia lelah dengan semua permasalahan yang ada dan terus-menerus menimpanya.

“Anak-anak, kerjakan halaman 67 di buku tulis. Setelah selesai kalian boleh pulang,” ucap sang Guru memberi latihan untuk kali ini.

Dengan malas dan masih terpikirkan oleh kata-kata orang itu tadi, dengan berat Suzy mengambil bukunya kemudian mengerjakan satu persatu soal tersebut.

***

Kyuhyun membereskan semua peralatannya dan beranjak dari kursi untuk segera keluar dari kelasnya menuju kelas milik Suzy. Tugasnya sebagai ketua OSIS memang cukup sangat berat, belum lagi ia harus mengatur semuanya. Mengatur waktu belajar, istirahat, dan mengurus tugasnya. Ia mendengar dari Soojung, bahwa Suzy wajahnya pucat sejak pelajaran Matematika tadi. Padahal ia sejak tadi pagi biasa-biasa saja dan tampil dengan wajah ceria dihadapannya. Ah~ Selain sakit lambung yang di derita oleh Suzy, ia adalah type seseorang yang akan langsung kepikiran oleh sesuatu yang membuat fisiknya lemah dengan kepala yang sangat pusing. Yang sejak tadi di pikirkan oleh Kyuhyun adalah: Ada apa dipikiran Suzy sehingga membuatnya terlalu kepikiran soal itu? Apa ia kembali mengingat saat itu? Semoga saja tidak mungkin! Karena Kyuhyun sudah berjuang keras agar Suzy melupakan itu semua dan menjalani kehidupan baru seperti bayi yang baru dilahirkan ke dunia. Tugas yang dikerjakan oleh Kyuhyun kali ini memang berat, tapi itu semua sudah bisa di handle dan di kerjakan oleh wakil ketua OSIS nya, Kim Taeyeon. Kyuhyun juga sudah memberitahu kepada gadis bermarga Kim itu bahwa ia harus merawat Suzy dan menjaganya. Oke, Taeyeon sendiri pun memaklumi hal itu dan dengan cekatan ia langsung menuju ruang OSIS. Memang semua ini tidak mudah bagi Kyuhyun, tapi semua ini akan tetap dijalaninya sampai suatu saat ia akan menutup mata untuk selama-lamanya nanti.

Kyuhyun melangkahkan kakinya dengan cukup cepat, taku sesuatu yang lebih buruk terjadi dengan kekasihnya. Tidak perduli ia harus menabrak dua orang sekaligus, yang menjadi tujuan utamanya kini halanya seorang Bae Suzy yang tengah membutuhkan perhatiannya. Tapi ia juga harus bersikap sedikit tenang, karena di kelas masih ada Soojung yang menjaga Suzy. Kyuhyun yakin bahwa semuanya akan baik-baik saja dan kondisi Suzy juga belum terlalu parah. Mungkin gadis itu harus dibawa ke rumahnya untuk dirawat olehnya dan dokter pribadinya. Ia masih akan menggerakan seluruh maid di rumah Suzy agar menjaganya sampai pagi. Karena Kyuhyun tahu, Ibu kandungnya dan Ayah angkatnya pasti tidak ada di rumah. Memang terdengar sangat miris dan kasihan bagi Kyuhyun melihat Suzy seperti ini. Apalagi sedang dalam keadaan sakit. Tidak ada yang merawatnya maupun memberi kasih sayang padanya, hanya memanggil dokter pribadi dan dirawat oleh maid yang berada di rumahnya bak istana itu. Mereka memang keluarga yang sangat berada, tetapi ikatan kekeluargaan mereka sangat kurang.

“Untunglah kau datang tepat waktu sunbae! Suzy pingsan!”

Kata Soojung panik seraya menunjuk Suzy yang tertidur lemas di mejanya. Hanya tinggal Soojung yang bertugas menemani Suzy di kelas ketika semuanya sudah pulang ke rumah mereka masing-masing. Suzy pingsan sejak bel pulang sekolah berbunyi, dan itu membuat Guru yang mengajarpun ikut cemas dan menawarkan untuk dirawat di UKS. Tapi Soojung dengan cepat menolaknya dan berucap bahwa akan baik-baik saja. Karena Soojung tahu bahwa Kyuhyun akan datang dengan cepat jika akhirnya seperti ini. “Suhu tubuhnya juga naik sunbae. Panas sekali, sebenarnya ada apa dengan Suzy sehingga Ia bisa seperti ini? Bukannya tadi pagi ia baik-baik saja?” Soojung seperti orang yang sedang mengorek (?) informasi seperti Suzy yang menjadi pingsan seperti ini. Tangannya tadi sempat ia taruh di dahi Suzy untuk menge-check suhu tubuhnya. Dan ternyata sangat panas.

“Entahlah. Mungkin Suzy ada kendala lain. Sekarang kau bisa pulang, terimakasih sudah menjaga Suzy sekarang ini. Aku harus cepat pulang dan membawanya pulang ke rumah,” kata Kyuhyun seraya mengangkat tubuh Suzy tanpa menoleh pada Soojung. Maklum ia terlalu panik dengan kondisi Suzy sekarang ini yang terlihat sangat mengkhawatirkan. “Selamat bertemu besok Soojung,”

“Hati-hati sunbae!”

Soojung melayangkan tangannya kepada mereka. Meski hal itu juga tidak akan dilihat oleh Kyuhyun. Kemudian gadis Jung itu menyunggingkan senyumnya melihat punggung Kyuhyun yang sudah tidak terlihat oleh mata mereka. “Kyuhyun sunbae sangat perhatian padanya. Memang, Suzy sangat membutuhkan Kyuhyun sunbae.” Kata Soojung lirih.

***

Kyuhyun memberhentikan mobilnya tepat di halaman rumah Suzy bak istana raksasa itu. Kebunnya sangat luas dan terlihat begitu nyaman dan asri, sangat bernuansa alam. Gerbangnya pun berarsitektur Yunani. Memang sangat terlihat begitu nyaman dan indah untuk di huni. Namun sayang, rumah sebesar itu hanya di huni oleh Suzy dan para maid nya. Dan disebelah rumah Suzy, ada sebuah apartemen. Ah~ Bukan disebelahnya, harus menempuh beberapa meter lagi supaya bisa sampai. Maksudnya, itu apartemen milik Kyuhyun. Pasangan itu memang berasal dari kalangan yang cukup berada. Namun Kyuhyun memiliki keluarga yang sangat harmonis, sangat beda jauh sekali dengan Suzy. Mereka memang mempunyai banyak kepribadian yang sama dan aja kepribadian yang berbeda. Dan itulah yang malah membuat mereka merasa cocok untuk menjadi sebuah pasangan hidup. Kk~ Mungkin mereka beneran jodoh, tapi entahlah…

Dengan raut wajah panik, Kyuhyun menaiki tangga untuk menuju kamar Suzy yang terletak di sayap kanan. Begitupun juga para maid yang berada di belakang Kyuhyun, mereka juga tampak panik melihat nona muda mereka pulang ke rumah dengan wajah pucat seperti itu. Kemudian, Kyuhyun membuka pintu kamar Suzy dan segera meletakan tubuhnya di ranjak milik gadis bermarga Bae itu. Kyuhyun pun memegang tangan Suzy dengan erat. Pikirannya pun bercabang. Besok kebetulan ia akan lulus dan Suzy belum lulus. Ia mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya di luar negeri, tepatnya di Canada. Untuk kali ini Kyuhyun merasa sangat bersalah pada Suzy karena harus meninggalkan kekasihnya saat dia sedang sakit. Tapi Kyuhyun juga harus tetap tenang, Suzy juga sudah tahu soal bahwa dia besok akan lulus. Tapi Suzy belum tahu kalau Kyuhyun akan mengenyam pendidikan di luar negeri. Semoga saja nanti malam Suzy sudah pulih. Matanya saja tampak memandang Suzy dengan sangat cemas. “Hmm, Kim Ahjumma. Aku mohon rawat Suzy setelah ini, aku tidak bisa menunggunya terlalu lama. Masih ada kegiatan yang harus aku kerjakan setelah ini,” sebelum Kyuhyun meninggalkan kamar milik Suzy, ia mengecup dahi milik gadisnya dengan lembut. Semoga saja besok ia bisa masuk sekolah, walaupun hanya semalaman kondisinya sedang pulih.

“Baik Tuan Muda,”

Kyuhyun mengangguk kemudian meninggalkan kamar Suzy. Sepertinya ada urusan lain yang harus di kerjakan oleh Kyuhyun. Kyuhyun tahu bahwa Suzy sangat iri dengan kondisi keluarganya yang sangat harmonis, tidak seperti gadis itu. Suzy yang malang. Kyuhyun membasuh wajahnya yang basah akan keringat dengan telapak tangannya. Ia teringat sesuatu, semua tentang nasib Suzy. untuk mencintai Suzy bukanlah suruhan, tapi karena hatinya saja yang mulai melunak setelah ia bertemu Suzy. Pintu hatinya mulai terbuka untuk menyambut gadis itu masuk ke dalam hatinya, kemudian mengambil kunci dan menguncinya untuk dirinya sendiri tanpa berbagi dengan orang lain. Pikiran Kyuhyun pun melayang seketika…

“Aku mohon, tolong jaga anakku. Ia terlihat sangat kekurangan kasih sayang dari kami,”

Seorang wanita paruh baya bersimpuh di hadapan seorang anak muda berwajah tampan. Dengan tatapan matanya yang memandang dengan tajam, rahangnya yang amat terlihat tegas, dan bibirnya yang kissable namun berkesan sexy. Cho Kyuhyun, ia mulai menutup matanya sejenak dan memandang kedua orang-tuanya dan kakaknya yang menatapnya dengan tajam. Tatapan seakan mengintimidasi dirinya. Entahlah, seakan paksaan atau semacamnya lah. Namun semua itu urusan hati Kyuhyun sendiri, jika ia menerimanya ia akan menjaga sang gadis itu dengan baik. Ia akan terus mencoba untuk mengajak sang gadis untuk menuju jalan terang tanpa ada kehidupan kelam lagi. “Bangunlah Ahjumma,” kata Kyuhyun seraya menarik lembut bahu seorang wanita paruh baya yang memohon padanya. Kyuhyun merasa tidak enak ketika sang wanita paruh baya bersimpuh begitu saja di hadapannya, terkesan sangat tidak sopan. Makanya dengan cepat Kyuhyun menyuruh wanita paruh baya itu untuk bangun.

“Ia sudah menjadi seseorang yang sangat diam setelah kejadian itu terjadi, aku sangat merasa bersalah padanya. Aku memang tidak perduli padanya, tapi aku sangat menyayanginya begitupun dengan mantan suamiku. Kami berdua memang orang tua yang tidak baik, malah berdampak buruk sendiri bagi anak kandungku. Memang seharusnya sekarang aku di damping oleh mantan suamiku, tapi dia terlalu sibuk dengan meeting nya yang katanya sangat penting. Maka dari itu aku berjaung keras untuk membagi waktu ku agar bisa datang ke rumah ini,”

Wanita paruh baya itu berasal dari keluarga Bae, yang bisa dibilang marganya telah berubah menjadi Ny. Bae. Keluarga Bae? Mereka keluarga konglomerat yang menjadi salah satu yang mempengaruhi perusahaan besar di Korea Selatan. Keluarga mereka memang sangat terkenal, tetapi keluarganya seakan sudah ‘hancur’ karena tidak harmonis. Mereka berdua memang sudah sering bertengkar, kemudian beberapa saat kemudian itu membuat batin anaknya begitu tersiksa selama dirumah ketika bersama mereka. Walaupun kedua orang tua nya memang sering bertengkar berdua, tapi terkadang dia sendiri juga ikut di marahi dan membuat batinnya sangat tertekan. Maka dari itu keduanya membuat keputusan untuk bercerai, dan anak perempuan mereka di bawa oleh sang Ibu untuk tinggal di keluarga baru. Sang Ibu juga sudah terasa kalau batin anaknya sudah sangat tertekan, begitupun juga mantan suaminya. Mereka menjadi tidak tega, tetapi ego mereka yang menang! Kemudian Ibu nya dan mantan suaminya mempunyai teman bisnis yang bisa dibilang sudah sangat akrab dan mempunyai anak laki-laki yang mereka yakini bisa menjaga anak perempuan mereka. Jadinya seorang wanita paruh baya itu memohon pada Kyuhyun untuk menjaga anak mereka.

“Aku mohon ubah dia Cho Kyuhyun. Tolong bahagiakan lah dia, aku tahu mungkin dia sudah kesusahan untuk membuat sifatnya seperti dulu. Mungkin sudah sangat susah membuat dirinya kembali seperti dulu, bisakah kau mengubahkan? Dan hidup bersamanya?”

“Chan Mi-ah! Kenapa kau tidak bilang kepada kami kalau kau adalah masalah dengan Soo Bin?” wanita paruh baya yang keduanya pun ikut berdiri dari sofa dan terdiam sejenak. “Cho Kyuhyun, aku minta tolong padamu untuk menjaga Suzy. Kami yakin kau bisa menjaganya dengan baik,”

Ia teringat kembali saat perkataan orang tua Suzy. Menjaga Suzy memang amanat untuk dirinya, semuanya sudah menyerahkan Suzy padanya untuk menjaga gadis itu supaya bisa kembali menjadi Suzy yang ceria. Kyuhyun bisa dibilang sudah hampir berhasil. Sebelumnya ia memang tidak menyangka saat pertama kali berpacaran dengan Suzy, dibalik sifat ceria dan polos yang dimiliki oleh Suzy ternyata gadis itu memiliki kehidupan keluarga yang sangat kelam. Dan Kyuhyun menerima Suzy. Terdengar sangat ironis. Gadis ceria tersebut bisa saja tegar begitu saja dihadapan orang, tetapi sejujurnya dia begitu rapuh. Pertahannya begitu tumpah saat liquid bening sudah berhasil berkumpul di pelupuk matanya dan berhasil turun, menciptakan sebuah sungai kecil. Suzy hanya terlihat rapuh di hadapan Kyuhyun saja, di hadapan orang lain ia terlihat sangat menyenangkan. Semua wajah ceria dan polosnya bagaikan sebagai topeng untuk menutupi semuanya. Kemudian Kyuhyun memijat pelipisnya.

Semua kemauan Suzy ia turuti demi kebahagian sang gadis, walaupun sakit yang ia terima. Tetap ia lebih memperhatikan kebahagian sang gadis daripada dirinya sendiri. Walaupun ia sakit, ia tetap menyembunyikannya di hadapan Suzy. mungkin hatinya sudah sangat terikat dengan gadis itu sehingga menerima apa saja yang dilakukan oleh Suzy, ambil yang positive nya saja dan pasti Kyuhyun akan melarangnya dengan tegas ketika melakukan perbuatan yang tidak baik alias yang negative. Kyuhyun terlalu menaruh perasaan yang sangat sayang pada Suzy, sehingga ingin membahagiakan semuanya untuk sang gadis, tidak mementingkan itu. Asal ia bisa melihat senyum bahagia yang terpancar di wajah Suzy yang dulunya sangat muram dan memandang seseorang, seperti mendamba kesakitan yang begitu dalam. Entah itu Suzy sering membentak dirinya atau sering berdekatan dengan lelaki lain, Kyuhyun menahan semua rasa sakit itu. Di gantikan dengan senyum dan wajah penuh perhatian pada Suzy. Kyuhyun tidak mau melihat Suzy kembali terjebak di masa lalu nya yang sangat kelam dan membuat Kyuhyun ikut merasakan sakit seperti yang dirasakan oleh gadisnya. Suzy sudah terlalu banyak merasakan kesakitan, sekarang terulang lagi? Tidak! Kyuhyun berharap hal itu tidak akan pernah terjadi pada Suzy. Semoga saja Suzy bisa terus-menerus seperti dahulu dan dari sekarang.. Kyuhyun berdoa, semoga tidak ada lagi Suzy yang rapuh dan gampang menangis.

“Maaf Suzy-ah maaf. Aku sepertinya akan lama tidak bisa bersamanya, aku berjanji ingin terus bersamamu. Saat aku sudah pulang menjadi seseorang yang sudah sukses aku akan segera melamarmu. Aku janji Suzy-ah, aku mohon setelah aku pergi kau tidak kembali gampang menangis dan tidak ada tempat untuk bersandar. Sudah cukup menderitaan yang kau terima,” kata Kyuhyun lirih dengan segenap hatinya.

“Soojung-ah, aku meminta bantuanmu!”

Kyuhyun meletakan benda persegi panjang itu pada telinganya.

.

.

.

Aku tahu kau memendam perasaan itu hanya demi melihatku bahagia. Tapi aku juga bukan seorang gadis yang tidak bisa menjaga harga dirinya dengan berdekatan dengan lelaki lain tanpa memikirkan perasaan sang lelaki yang terlalu mencintainya..

Cho Kyuhyun, kenapa kau terlalu baik tanpa mementingkan ego mu sendiri? Aku justru kesal padamu karena tidak bilang padaku kalau cemburu. Aku tahu kau sangat mencintaiku, tapi kau kan bisa menyadarkanmu untuk tidak dekat-dekat dengan lelaki lain. Berarti kau benar-benar mencintaiku apa adanya.

Mungkin aku tidak akan pernah bisa melupakanmu dari pikiranku.

Kau seperti malaikat Cho Kyuhyun, mempunyai hati yang sangat bersih dan bening. Mempunyai sifat yang sangat sabar.

Ya, kau malaikat yang berwujud seperti manusia yang dibuat Tuhan untuk menjadi pendampingku. Kk~ Mungkin aku terlalu berlebihan..

.

.

.

Suzy dan Jiyeon––kakak perempuannya––saling berpegangan tangan dengan erat. Berdoa dalam lubuk hati masing-masing agar mereka tak berpisah. Namun di dalam hati mereka masing-masing, mereka berharap bahwa mereka bukanlah anak dari keluarga besar Park.

“Suzy-ah,” Jiyeon membulatkan tekadnya, apapun yang terjadi ia akan tetap menerima kenyataan yang ada. Ia akan tetap menganggap Suzy sebagai adik nya jika ialah yang ternyata anak kandung keluarga Park. Ia akan tetap memanggil Soo Bin sebagai ‘Appa’ dan tak akan menganggil siapapun selain Chan Mi sebagai ‘Eomma’.

Suzy mendongak, melirik wajah Jiyeon yang tersenyum begitu manis. Seolah tidak merasakan ketakutan. “Aku takut unnie, bagaimana jika akulah anak keluarga Park?” tanya Suzy memeluk tubuh Jiyeon. Jiyeon tersenyum, “bukankah kita saudara, siapapun diantara kita, kita akan tetap menyayangi ‘kan selamanya?”

PLAK!!!

Kedua anak itu membatu ditempatnya. Apa yang baru saja mereka lihat? Soo Bin menampar Chan Mi? Kedua orang tua mereka berkelahi? Bukankah hal itu tidak pernah terjadi.

“Appa!” Jiyeon bangkit dan menahan tubuh Soo Bin. Sementara Suzy memeluk tubuh ringkih Chan Mi. “Kau perempuan bejat! Pelacur! Bagaimana mungkin kau mempunyai anak dari lelaki lain?!” sumpah serapah terdengar meluncur bebas dari bibir Soo Bin. Tubuh Suzy bergetar hebat. Ibu nya mengkhianati Ayah nya? Bagaimana bisa?

Appa, jangan sakiti Eomma lagi!” Jiyeon berdiri di depan Soo Bin merentangkan tangannya. Seolah ia siap dibunuh oleh ayahnya jika sang ayah berani menyakiti ibu nya. “Jiyeonie.. hiks… hiks” tangisan lirih Chan Mi terdengar.

Soo Bin menghempas tubuh Jiyeon, kemudian mendorongnya kuat. Yang tadinya sedang menahan tubuh lelaki itu. Suara erangan terdengar. Kali pertama Jiyeon di perlakukan kasar oleh Ayahnya. Apakah begini sakit? “Appa?” Jiyeon mendongak, berusaha meminta belas kasihan dari Soo Bin.

“Anak haram sepertimu bisa memanggilku dengan sebuat Appa?” pekik Soo Bin. Suaranya lantang dan keras, semakin membuat Jiyeon ketakutan. Kemarahan dan kekecewaan sangat tercetak dibalik mata hitam kelamnya.

“Jangan sakiti dia!” Chan Mi mendorong tubuh Suzy dan memeluk Jiyeon erat yang siap menerima pukulan dari Soo Bin. “Appa… Hiks~” bukankah kau amat bodoh bocah? Soo Bin sudah sangat membencimu, dan kau masih bisa memanggilnya dengan sebutan Appa yang menurut lelaki itu adalah kata yang sangat kotor?

“Kubilang jangan memanggilku dengan sebutan itu! Aku jijik mendengarnya yang langsung dari mulutmu!” teriak Soo Bin kalap mendaratkan tamparannya ke pipi putih Jiyeon. Namun sebuah tangan kekar lain mencegahnya. “Jangan sakiti anakku,” suara wibawa khas seorang ayah. Sebuah suara yang membuat Jiyeon merasakan keamanan.

Jung Soo menarik tubuh Jiyeon dari pelukan Chan Mi. Menggendong anak semata wayangnya dan memeluknya dengan penuh kehangatan. “Appa disini Jiyeonie,”

Suzy terbangun dari tidurnya. Keringat dingin meluncur deras dari pelipisnya yang sekarang sudah membasahi seluruh tubuhnya. Ia tampak sangat berkeringat, bagaikan habis lomba lari marathon. Jantungnya berpacu dengan cepat, ia belum bisa melupakan hal tersebut dari memory otaknya yang sangat pintar untuk menyimpan sebuah kenangan––entah itu kenangan buruk atau indah. Kejadian saat itu begitu cepat berlalu, tanpa ia sadari. Kejadian itu… Kejadian yang total membuat semua kehidupan berubah menjadi kelam. Suzy mencengkram kuat ujung sprei untuk melampiaskan semua rasa sedihnya. Kemudian memejamkan matanya sejenak. Ibu nya, sibuk dengan pekerjaannya. Suzy sama sekali tidak tahu kalau Jiyeon adalah… Kakak tirinya. Ia kehilangan sosok sang kakak yang selalu turut menjaganya dan menemaninya. Membuat dirinya kesepian. Hidup yang dialaminya begitu berat, sampai si empu nya hampir tidak kuat untuk menjalaninya. Ia pun tidak tahu dimana sekarang sang kakak, Jiyeon. Apakah ia masih hidup atau…. Sudah meninggal. Dengan cepat, Suzy mengambil air di sebelahnya––meja samping ranjangnya––kemudian meminumnya dengan cepat, kemudian menaruhnya sembarangan.

Dengan nafas yang masih tidak beraturan dan juga menggebu-gebu, ia mengatur nafasnya agar tampak tenang. Terulang lagi.. Jika mimpi itu bagaikan terror. Karena selalu diputar lagi lewat mimpi saat Suzy ingin tidur nyenyak saat malam hari. Mimpi itu akan terus terulang––hanya beberapa waktu saja––Suzy tidak ingin terulang lagi, karena itu akan terus membuatnya seperti ini. Pikirannya pasti akan terjebak dalam masa lalu yang buruk. Suzy mengusap peluh dengan telapak tangannya, kepalanya mendongak keatas. Menatap langit-lagit kamarnya yang berwarna putih polos. Kemudian ia memeluk lututnya dengan erat tanpa memisahkan jarak sedikitpun, hatinya sudah terlalu takut. Suzy menggigit bibir bawahnya, tidak perduli seberapa sakitnya gigitan itu walaupun sampai berdarah sekalipun, karena itu tidak penting untuk saat ini. Saat ini Suzy membutuhkan seseorang untuk menjadi pundaknya saat menangis. Suzy kembali mengangkat kepalanya, mengingat kejadian kemarin saat di sekolah. Ia hanya mengingat bahwa ia menangis di kelas, kepalanya terasa pusing, suhu tubuhnya naik alias panas. Setelah itu ia tidak mengingat hal yang lainnya. Sudah ia duga, pikirnya. Jika ia menangis dan suhu tubuhnya naik menjadi panas pasti ia akan pingsan selanjutnya. Dan di kamarnya… Sudah pasti pelakunya adalah Kyuhyun, kekasihnya yang membawanya sampai kemari.

Oh yeah! Suzy kembali mengingat tentang Kyuhyun. “Kemana dia?” gumam Suzy dengan suara serak. Biasanya jika kondisi tubuhnya melemah, Kyuhyun pasti akan menginap di rumahnya. Dan akan tidur di sofa yang cukup besar yang dapat menampung tubuh kekar milik kekasihnya itu. Sekarang… Lelaki itu tidak ada. Dan inilah yang justru menjadi pikiran Suzy. Kemana Kyuhyun? Tumben sekali lelaki Cho itu tidak bersamanya. Mungkin jika sudah ada Kyuhyun disini, lelaki itu akan memperlakukan Suzy dengan sangat baik dan lembut. Memberi kehangatan padanya. Sekarang… Terasa sangat kurang. Hidup Suzy sudah seperti bergantung pada Kyuhyun. Laki-laki baik yang Tuhan pertemukan dengannya, yang menyelamatnya hidupnya.

Rasanya Suzy sekarang butuh Kyuhyun. Ia ingin melampiaskan semua air matanya pada lelaki bermarga Cho itu. Ia ingin memeluk tubuh Kyuhyun yang bagaikan mempunyai kehangatan yang dapat melindunginya dari kedinginan yang dapat membekukanya dalam sekejap. Tatapannya yang dapat membuatnya jatuh ke dalam pesona milik Cho Kyuhyun. Menghirup aroma khas dari busana yang dikenakan oleh Kyuhyun.

“Sebenarnya lelaki bodoh itu kemana?”

Sumpah serapah keluar dari mulut Suzy seketika. Ia merasa kesal pada Kyuhyun saat ini. Suzy pun menyingkirkan selimutnya dan mengambil ponselnya yang berada di nakas samping ranjangnya.

Neoreul wonhae
Kiss Kiss Kiss baby
Hush Hush Hush baby
Jom deo gakkai
Nal kkok anajwo
Give it tome
Give it to me oh
Come to me

Tepat sekali! Saat ia mengambil ponselnya, dering telephone yang berasalkan dari ponsel miliknya. Matanya dengan jeli menangkap ID dari si penelephone.

Evil Cho oppa calling..

Kyuhyun oppa? Batin Suzy. Kemana dia menelfon ku? Pikirnya lagi. Untuk mengusir rasa penasarannya yang sudah sangat mendalam, Suzy pun akhirnya menekan tombol hijau yang berada di samping kanan ponselnya. Tepat sekali! Saat lelaki Cho itu berada di pikirannya, lelaki itu ternyata langsung menelfonnya. Memberi kabar mungkin. Mungkin sebentar lagi Kyuhyun akan menjadi sasaran omelannya kini, Suzy kembali merasa kesepian. Mungkin terlalu sering bersama Kyuhyun, sedikit tidak rela jika jarak memisahkan mereka.

Yeoboseyo, oppa, ada apa?”

“Aku ingin berbicara sesuatu padamu. Datanglah.. Soojung juga sudah ku panggil untuk menemanimu,”

“Kena…”

Baru saja Suzy ingin menjawab ucapan Kyuhyun tadi. Tapi sayangnya lelaki itu sudah memutuskan sambungan telfonnya. Uh! Pikir Suzy kesal kemudian mengumpat dalam hati. Apa dirinya tidak cekatan menjawab ucapannya? Tadi sebenarnya ia ingin menjawab kenapa Kyuhyun mengatakan hal seperti itu padanya? Lagipula ucapan Kyuhyun tadi mengandung beberapa kata yang sangat membuat penasaran. Terdengar sangat misterius, apalagi Kyuhyun berbicara dengan sangat misterius dan pelan. Terdengar lirih. Suzy pun menaruh kembali ponsel miliknya diatas mejanya, dan membiarkan tergelatak seperti itu. Kenapa Soojung juga ikut dibawa oleh Kyuhyun? Tumben sekali. Okey~ Suzy mengakui bahwa Soojung cukup cekatan dalam menjaganya, karena Soojung lah orang kepercayaan Kyuhyun untuk menjaga Suzy selama lelaki itu melakukan tugasnya yang sangat super sibuk. Jujur saja, terkadangan Soojung itu sangat dingin dan jutek padanya. Tetapi gadis bermarga Jung itu––yang sebenarnya sudah menjadi sahabat karibnya––benar-benar ingin menjaga Suzy layaknya Kyuhyun yang menjaganya. Kalau Kyuhyun yang menjaganya akan lebih lembut dan Suzy juga dapat bermanja-manja dengannya, kalau Soojung itu hanya menjawab seadanya dan seakan pelit dalam berbicara. “Soojung itu seperti Kyuhyun oppa versi wanita,” gumam Suzy jahil.

Ucapan Suzy tadi juga ada benarnya. Kyuhyun itu dulunya adalah seseorang yang sangat dingin, wajahnya sangat menyebalkan, jarang berbicara. Ia akan berbicara jika ada hal penting saja, dan itupun juga secukupnya. Yeah, seseorang yang pelit berbicara. Tapi sekarang ia menjadi keterbalikannya, Kyuhyun menjadi seseorang yang sangat lembut dan sangat baik. Ia menjadi seperti itu karena ingin menjadi seseorang yang berarti untuk Suzy. Dan sekarang munculah, Kyuhyun versi wanita alias Jung Soo Jung. Seorang gadis sahabat karib Suzy yang sangat jutek, judes, dingin, dan pelit mengeluarkan suaranya alias berbicara. Walaupun sedingin-dinginnya sikap Soojung pada Suzy, ia juga akan tetap menjadi seseorang yang sangat berarti bagi Suzy. Soojung sangat mengerti Suzy, dan juga Soojung adalah pengganti Kyuhyun jika lelaki itu menghilang alias sibuk dengan urusannya. Jika tidak ada teman untuk curhat, Suzy pun akhirnya membuka rahasianya kepada Soojung. Soojung juga menyimpan rapat rahasia Suzy, karena dia adalah orang yang pintar untuk menjaga rahasia orang lain. Apalagi jika menyangkut rahasia Suzy. Bisa dijamin dengan pasti bahwa rahasia itu tidak akan terbongkar. Semua orang juga takut pada Soojung karena kelakuannya yang seperti laki-laki yang sangat berandal.

“Nona muda, Soojung nona sudah menunggumu anda di ruang tamu.”

Suzy mengangguk singkat. Tanpa menggerakan kedua bibirnya. Suzy pun mematut dirinya di depan cermin. Lama sedikit tidak apa bukan? Soojung juga tidak akan banyak protes dengan kelakukan kekanak-kanakan Suzy. Mungkin jika diamati lebih teliti lagi, mereka bagaikan sudah menjadi saudara kembar. Dan itu menjadi sifat kebalikan mereka masing-masing dan sangat terlihat bahwa mereka bagaikan saudara. Soojung terlihat lebih wibawa, dewasa, dan terlihat tegas. Sedangkan Suzy itu mempunyai sifat yang kekanak-kanakan dan Soojung bagaikan sosok kakak perempuannya. Pengganti Jiyeon… Mereka juga mempunyai kesamaan yang terlihat melekat, sama-sama mempunyai suara yang indah dan menyejukan hati siapapun yang mendengarnya. Hmm, bukankah sangat begitu mirip dan serasi jika dijadikan kakak-adik? Jika mereka sedang jalan berdua, entah itu di; taman atau di pusat perbelanjaan, pasti mereka akan ditanyai apakah mereka saudara.

“Soojung-ah!!”

Soojung menoleh keasal suara dan mendapati seorang Suzy memakai busana casual yang masih menuruni anak tangga satu persatu itu. Soojung melambaikan tangannya pada Suzy. Masih seperti biasa, Suzy memanggilnya dengan sangat ceria dan juga senyum cerahnya. Soojung bersyukur masih bisa melihat Suzy dengan keadaan yang seperti sekarang ini. “Cepatlah. Kyuhyun sunbae sudah menunggumu sejak tadi, aku hanya disuruh mengantarkanmu sampai di rumahnya. Kemudian aku meninggalkanmu,” kata Soojung menjelaskan apa maksud tujuannya. Tepat sekali, jawaban Soojung sudah membuat rasa penasaran Suzy menghilang.

Suzy bergegas mengikuti langsung Soojung yang sudah menjauh darinya. “Kenapa gadis itu cepat sekali berjalannya? Sudah kuduga, dia memang Kyuhyun oppa versi wanita.” Kata Suzy pelan. Mengharapkan tidak diketahui oleh Soojung, karena jika sampai di dengar oleh gadis dingin itu ia pasti akan mendapatkan hadiah berupa tatapan tajamnya yang sangat menusuk dan membuat nyali Suzy menjadi ciut.

 

 

***

“Soojung-ah, memangnya apa tujuan Kyuhyun oppa mengajakku?” tanya Suzy menatap kearah Soojung yang duduk disampingnya sambil menyetir mobil. Semenjak mereka berdua, tak ada obrolan sama sekali yang di lontarkan oleh keduanya. Sebenarnya Suzy ingin menanyakan hal itu, tapi tadi ia masih di kurung oleh perasaan yang ragu. Takut tidak dijawab oleh Soojung. Tapi sekarang tekad nya mungkin sudah kuat dan menanyakan itu pada Soojung.

“Sebentar lagi tujuan kita akan segera sampai Suzy-ah. Jawabanmu nanti juga akan terjawab semua, aku hanya melaksanakan apa yang disuruh oleh Kyuhyun sunbae,” Suzy mendengus kecil. Jawaban Soojung tadi membuatnya menjadi kesal. Sangat tidak memuaskan dan belum membuat hatinya berpuas hati. Benar bukan? Harusnya ia menunda pertanyaan itu dan menunggu jawabannya. Percuma saja, jika akhirnya pertanyaannya hanya di jawab singkat dan penuh dengan rasa penasaran yang lebih memuncak. Rasanya sia-sia bertanya pada Soojung. Hufhh~ -_- Soojung juga tidak menatap wajahnya dan lebih focus pada jalan raya. Oke Suzy mengakui bahwa sekarang Soojung adalah Cho Kyuhyun versi wanita. Suzy mengembungkan pipinya sebagai tanda bahwa ia tidak menyukai jawaban Soojung. Dan menahan rasa emosinya yang dicampuri dengan rasa penasaran yang tinggi, mengepalkan tangannya. Memandang Soojung dengan rasa malas.

Tanpa diketahui oleh Suzy. Soojung menyunggingkan senyumnya dengan simpul. Ia melihat semua reaksi Suzy saat dirinya menjawab pertanyaan gadis Bae itu dengan sangat singkat, padat, dan jelas. Yang masih mengandung rasa misterius bagi Suzy. Lagipula tempat tujuan yang sudah dirancang oleh Kyuhyun juga sebentar lagi akan sampai, rasanya percuma juga memberitahui Suzy jika tempatnya sudah dekat dan hanya beberapa menit, bahkan detik.

Rasa penasaran Suzy juga sudah akan terbayarkan. Perlahan Soojung membelokan mobilnya pada tempat yang ia tuju. Gadis Jung itu melirik sejenak, melihat Suzy yang masih menatap keluar jendela yang terlihat sangat enggan untuk mengajaknya berbicara apalagi menatapnya. Okey~ Soojung mengakui bahwa sikap Suzy juga sedikit kekanak-kanakan, tapi ia masih bisa memaklumi hal itu dan kerap melihatnya bermanja-manja pada Kyuhyun. Tidak apa-apa lah, lagipula Suzy lebih membutuhkan daripada dirinya. Soojung mematikan mesin mobilnya.

“Suzy-ah kita sudah sampai. Aku akan mengantarkanmu sampai ke tempat Kyuhyun sunbae berada,”

Suzy mendongak sejenak kemudian mengangguk dan membuka pintu mobilnya. Dengan masih memasang wajah suram yang tidak sedap dipandang mata. Soojung tertawa kecil kemudian memutar bola matanya. “Ck! Kau akan bertemu dengan kekasihmu yang romantis itu Suzy, jangan memasang wajah muram itu. Atau aku yang akan di omeli oleh Kyuhyun evil itu, ayolah~ Pasang wajah dengan penuh senyum agar aku bisa menghindari omelan Cho Kyuhyun,” rajuk Soojung dengan wajah memelasnya.

Suzy mengerutkan dahinya melihat ekspresi yang––jarang, malah tidak pernah––yang diperlihatkan oleh Soojung sekarang. Heran dengan sikap ‘kakak’ nya sekarang ini. Biasanya jika Suzy bersikap muram seperti itu, Soojung akan mendiami dirinya dan bersikap masa bodoh jika gadis Jung itu mendapatkan omelan gratis dari Kyuhyun. Tidak menanggapinya sama sekali dan hany berkata iya. Sekarang tidak. Ini rekor! Sorak Suzy dalam hati. Baru pertama kalinya Soojung memperlihatkan wajah memelasnya dan juga ekspresi kekanak-kanakan miliknya dengan cara menarik-narik ujung baju milik Suzy. Bagaikan seorang anak kecil berusia lima tahun yang meminta dibelikan eskrim oleh ibu nya dengan wajah yang malang. Tidak lupa bertingkah aegyo atau bertingkah imut. Rasanya Suzy tidak bisa menahan tawanya kini melihat tingkah Soojung yang seperti anak kecil yang berhasil ia tafsirkan. Dengan jahil, Suzy mencubit pipi Soojung dan tertawa pelan. Jika ia tertawa kencang, bisa-bisa dirinya yang mendapatkan hadiah tatapan tajam itu dari Soojung, tertawa kecil sedikit juga tidak apa-apa. Juga tidak akan terlihat. “Yah, baiklah. Ayo Soojungie, kita temui Kyuhyun oppa. Aku tidak sabar apa kejutan yang akan ia berikan padaku,” Suzy melangkah riang dan membiarkan Soojung berjalan di belakangnya. Jika Suzy sedang dalam keadaan hati yang cerah, ia pasti akan melangkah riang dan membiarkan seseorang dibelakangnya. Atau setidaknya, menggandeng tangan orang itu dan mengikuti dirinya yang berjalan dengan penuh keceriaan.

Soojung tertawa kembali. Kemudian ia mengikuti langkah Suzy yang hampir menjauhi dirinya. Jangan sampai gadis Bae itu menghilang ditengah kerumunan orang-orang yang sekarang sedang dalam keramaian ini. Soojung tidak mau kehilangan jejak langkah Suzy, jika gadis Bae itu hilang sangat sulit untuk ditemukan. Apalagi dalam keadaan ramai. Soojung sudah cukup kapok saat kehilangan jejak Suzy disaat seperti ini.

“Ya!! Bae Sooji, tunggu aku!!!”

***

Soojung menarik tangan Suzy dengan nafas yang terengah-rengah, karena Suzy tadi sempat berlari dan tidak menyadari bahwa tidak ada Soojung di sekitarnya. Untuk berjalan disampingnya. Tadi Soojung sebenarnya juga sempat panik karena tidak menemukan punggung Suzy, tapi setelah melihat bahwa Suzy berada di sekitar beberapa meter dari tempat dia berpijak. Dan langsunglah Soojung bergegas dan menarik tangan Suzy. Untuk mencari tempat tujuan yang telah disusun rapi oleh Soojung dan juga Kyuhyun. Tempatnya mungkin agak sedikit jauh dari lokasi tempat parkir mobil Soojung tadi. Tapi, tidak apa lah. Ia nantinya juga tidak bersama dengan Suzy, nanti Soojung juga akan langsung menemui kekasihnya sendiri juga.

“Bae Suzy, jangan berlari terlalu cepat!”

Soojung menatap tajam Suzy yang kini menunduk takut kearahnya. Soojung sedikit berbicara dengan nada yang tinggi dan juga terdengar sangat memerintah. Mungkin sekarang ia bersikap terlalu kasar dan tegas pada Suzy, tapi semua ini ia lakukan juga untuk kebaikan gadis itu sendiri agar tidak berbuat macam-macam dan hal yang buruk bagi dirinya sendiri. Soojung akhirnya melonggarkan cengkraman tangannya pada tangan Suzy, ia tadi sedikit mencengkram keras tangan gadis itu. Untung saja Soojung masih waras agar Suzy tidak merasa kesakitan dengan cengkraman tangannya. Soojung adalah gadis yang paling ekstrim yang pernah ditemui Suzy selama ini. Soojung akhirnya menghela napas, takut membuat gadis itu menangis karena ulahnya yang terlalu kasar. Gadis itu akhirnya melepaskan genggaman tangannya agar Suzy lebih bebas. “Maaf, aku bersikap terlalu kasar padamu tadi tapi semua itu aku lakukan untuk kebaikan mu juga. Aku takut kau hilang ditengah keramaian ini. Dan juga tentang Kyuhyun sunbae, ia bilang bahwa ia tidak mau melihatku tanpa mu jika aku berdiri sekarang. Aku juga takut sesuatu terjadi padamu. Makanya aku tadi ingin menggandeng tanganmu agar mengikuti jalur langkahku agar tidak tersesat, tempat ini sangat luas Suzy. Jadi tolong jangan lari sembarangan dan jangan sampai kau tidak berada disampingku sekarang!” tatapan tajam Soojung benar-benar seakan menusuk mata Suzy. Dan terlihat sangat menyeramkan.

“M-maaf,”

Suzy menundukan kepalanya. Raut wajahnya juga sedikit terlihat bersalah dan ketakutan dengan tatapan Soojung yang seakan ingin menerkam dirinya sekarang. Benar juga apa kata Soojung, Suzy akan terlibat masalah yang besar jika ia ditinggal sendiri di tempat luas seperti ini. Dan juga Kyuhyun… Lelaki Cho itu tidak akan memilih sembarangan orang untuk merekrutnya sebagai penjaga Suzy. Beberapa adalah orang kepercayaan milik Kyuhyun. Suzy pun akhirnya berjalan dengan perasaan canggung disamping Soojung, jika hal itu sudah terjadi pada dirinya Suzy pasti akan langsung menuruti semua perintah––baik––dari Soojung. Okey~ Suzy mengakui bahwa itu juga kesalahannya sendiri, kenapa harus menghilang tiba-tiba jika semua itu juga akan berdampak buruk bagi dirinya? Ia tahu maksud Soojung itu baik, untuk menjaganya dan tidak mau sampai ada luka yang tergores di kulitnya. Makanya mereka berdua itu selalu menjaga Suzy dengan telaten. Maksudnya juga bukan untuk melarang Suzy agar tidak bisa bergaul dengan yang lain, hanya saja ia tidak mau orang-orang yang dekat dengan Suzy malah membawanya ke jalur yang tidak pantas alias buruk untuknya. Dan, semua itu juga amanat…

“Tenang saja, sebentar lagi tempat tujuan untuk menemui Kyuhyun sunbae akan sampai sebentar lagi.”

Kata-kata Soojung tentang Kyuhyun membuatnya menjadi sedikit tenang dan hatinya bersorak bahagia bisa bertemu dengan sang kekasih lagi. Berlebihan.

Mereka pun akhirnya berjalan-jalan sembari juga menikmati suasana angin yang sekarang sangat menyejukan siapapun yang berada disana. Anginya menerpa wajah mereka dengan lembut dan sangat bersahabat sekali. Memainkan anak rambuntnya sampai berterbangan di udara. Mereka memang terlihat seperti model yang sedang melakukan sesi foto. Bagaimana tidak? Jalan Soojung maupun Suzy sangat terlihat anggun. Tapi Soojung lebih telihat tegas dan dingin, tentunya. Mereka memang pantas masuk dalam majalah. Tambahan, seperti seorang model yang sedang melakukan fashion show dan berjalan di atas catwalk dan memancarkan signal keanggunannya yang menawan dan mampu membuat semua orang yang melihatnya menjadi terkesima dengan wujud cantik bagaikan tatanan wajah bak Dewi Aprodithe itu. Oke, Soojung dan Suzy terlalu menawan untuk dipandang oleh mata. Dan Soojung, matanya menyiratkan suatu ketegasan yang mendalam dan juga wajahnya yang dingin dan terkesan angkuh. Ehmm, walaupun dingin sebenarnya Soojung juga mempunyai sisi yang hangat. Suzy, matanya yang cantik dan terlihat sangat teduh dan enak dipandang. Wajah cantik dan imutnya juga tidak terlewatkan. Suzy memang terlihat lebih anggun dan sopan dan terlihat sangat imut. Sedikit sulit untuk mendeskripsikan mereka berdua.

Soojung melihat-lihat kearah sekitar. Mencari sebuah café yang menjadi incarannya, namun tidak bertemu terus-menerus. Padahal tadi jangkauannya hanya tinggal beberapa meter saja, tapi kenapa sampai sekarang masih terasa begitu sulit untuk ditemukan? Jangan sampai salah satu dari tempat-tempat disana terlewatkan oleh pandangan matanya, karena jika tidak teliti sama sekali akan semakin susah dicari. Soojung berjalan dengan pelan sembari memantau Suzy yang sekarang berada di sebelahnya yang kini hanya menaruh tangannya di belakang punggungnya dan berjalan dengan santai. Pandangan Soojung pun terhenti saat melihat sebuah café yang sudah ia kenali kemarin, mereka berdua––Kyuhyun dan Soojung––yang memilih café ini. Wajahnya kembali cerah dilengkapi dengan senyum yang merekah dibibirnya, saat pandangannya melihat Kyuhyun yang sedang meminum minuman pesanannya. Soojung bersorak dalam hati. Akhirnya ia bisa bertemu dengan lelaki setan itu. Sekarang pandangannya berbelok pada Suzy, tampaknya gadis itu juga belum menyadari bahwa sudah ada terdapat Kyuhyun disana. Soojung berdecak, padahal Kyuhyun sudah tepat berada di dekatnya.

“Suzy-ah Kyuhyun sunbae sudah berada disana,” tunjuk Soojung pada lelaki tampan itu––yang juga menyadari keberadaan mereka berdua sekarang.

Suzy langsung mendongakan kepalanya dengan pandangan yang sangat berseri-seri dan sedap untuk dilihat. Hey, giliran kau mendengar nama Kyuhyun sudah sangat seperti itu. Segitukah kau mencintai seorang Cho Kyuhyun? Jika Suzy dijawab seperti itu, dengan mantap Suzy akan menjawab dengan dua huruf, yakni ‘ya’ Hmm, jika sudah dekat tidak apa bukan untuk berlari kearah Kyuhyun kemudian memeluknya disana? Boleh saja. Dengan cepat, Suzy berlari kecil kearah Kyuhyun tanpa memperdulikan Soojung disana yang kini tengah berdecak sebal dengan perubahan mood Suzy yang sangat berganti dengan begitu cepat. Baginya dipikiran Suzy kini hanya satu ‘bertemu dengan Kyuhyun, kemudian berkencan dengannya. Dengan cara yang romantic dan sukses membuat Suzy tersipu-sipu’ Tunggu, baru sehari Kyuhyun tidak berada disampingnya tapi rasa rindunya sudah sebesar itu. “Kyuhyun oppa!!” pekik Suzy pada lelaki itu seraya melambaikan tangannya.

Lelaki yang merasa bahwa namanya juga dipanggil menengok ke sumber suara. Rasanya saat mendengar panggilan itu, ia juga sudah sangat mengenali suara tersebut. Senyum tercetak di wajah tampan seorang Cho Kyuhyun. Dan benar saja dugaannya, matanya mendapati seorang gadis berwajah manis nan cantik dengan baju santai dan celana pendeknya yang semakin memukau bagi Kyuhyun. Bae Suzy. Siapa lagi kalau bukan gadis bermarga Bae itu yang sudah bisa menempati ruangan khusus di dalam hatinya? Tawa Kyuhyun pun juga habis pecah ketika melihat seorang gadis lain yang berjalan tidak jauh dari Suzy. Gadis bermarga Jung alias Jung Soo Jung, gadis dingin yang di kenal juga oleh Kyuhyun. Bagaimana tidak? Gadis Jung itu memasang wajah kesal. Inilah yang sangat ia sukai jika Suzy berdekatan dengan Soojung, mereka mempunyai kepribadian dan persamaan yang berbeda. Apalagi nama mereka sama-sama berawalan huruf S, meski nama asli Soojung adalah Krystal. Mereka memang terlihat sangat seperti kembar. “Suzy-ah,” panggil Kyuhyun balik. Kemudian Kyuhyun menepuk kursi yang berada di depannya, tempat khusus yang telah disiapkannya untuk Suzy. Maklum, hari ini ‘kan mereka akan kencan. Dan keduanya juga sudah berdandan dengan maksimal mungkin.

“Oppa!” sapa Suzy kemudian dia langsung duduk di hadapan Kyuhyun. Dilengkapi dengan senyum manisnya.

“Soojung-ah, kau bisa langsung pulang sekarang! Terimakasih sudah mengantarkan Suzy ke sini,” pekik Kyuhyun jahil sebelum ia berbicara dengan Suzy. Astaga! Memang benar bahwa Kyuhyun ini adalah seorang ‘setan’ baru saja Soojung datang dengan baiknya menyetujui bahwa Soojung bersedia mengantar Suzy kesini. Memang terdengar jahat. Mungkin nanti Kyuhyun akan mendapatkan omelan gratis dari kakak Soojung, yakni Sooyeon.

“Awas kau Cho Kyuhyun! Aku sudah mengantarkan Suzy kesini tapi kau malah menyuruhku langsung pulang!” pekik Soojung lagi. Rasanya sekarang Soojung ingin ‘mencekik’ Kyuhyun sekarang juga karena tidak manusiawi dirinya tidak menawarkannya minum atau apalah. Agar bisa membalas kebaikannya sudah memberi tumpangan pada kekasihnya itu. Tapi sekarang tidak mungkin disaat yang tepat, mungkin nanti Kyuhyun juga akan mendapatkan hal itu nanti. Karena bukan Jung Soo Jung namanya kalau bukan membalas ‘dendam’ untuk Kyuhyun. “Lihat saja nanti,” gumam Soojung kemudian melanjutkan langkahnya.

Suzy memutar bola matanya. Ternyata sifat jahil kekasihnya ini sama sekali belum bisa keluar dari dirinya. Masih saja menempel secara permanent di daftar sifat Cho Kyuhyun. “Ck! Oppa kau terlalu kejam untuk menanggapi Soojung yang sudah baik hati itu untuk mengantarkanku kesini, harusnya kau membelikannya minum untuk membalas kebaikan Soojung. Aku merasa kasihan padanya,” komentar Suzy. Tapi inilah yang paling disukai oleh Suzy kepada Kyuhyun, walaupun lelaki Cho itu memang jahil, tapi dialah sosok lelaki yang sangan di idamkan oleh Suzy. Walaupun lelaki itu tegas, mem protective dirinya, dan yang lainnya. Tapi dia masih mempunyai sifat yang easy going. Entah itu mencairkan suasana atau mempunyai sifat yang sangat jahil.

Kyuhyun menunjukan kedua jari telunjuk dan jari tengahnya, ‘V’ dan memperlihatkan gigi nya yang tertata rapi. “Aku hanya iseng saja ingin menjahili gadis dingin itu. Aku bosan jika harus menjahili kakaknya terus, mungkin beberapa kali ini aku harus menjahili adiknya sekarang.” Kata Kyuhyun. “Yah sudahlah. Karena kau sudah berada disini, bagaimana kalau kita sekarang berjalan-jalan? Aku semakin tidak nyaman jika terus menerus duduk disini.”

***

Kyuhyun dan Suzy tengah berjalan-jalan di sekitar tempat yang dijadikan mereka sebagai tempat kencan. Lotte World. Tadi mereka sudah mencoba untuk menaiki roller couster dan sukses membuat mereka menjerit kaget di ketinggian. Dan yang paling membuat Kyuhyun menjadi sangat panik adalah: saat mereka selesai menaiki roller couster itu, Suzy langsung merasa mual kemudian langsung menumpahkan semua isi perutnya alias muntah. Apalagi wajah Suzy tadi juga sempat pucat. Kyuhyun tadi hampir menahan nafasnya melihat perubahan Suzy. Dan akhirnya Kyuhyun mengajak Suzy untuk beristirahat sebentar sebelum kembali melanjutkan perjalanan mereka. Kemudian membelikan gadis itu eskrim untuk mengembalikan mood Suzy yang sempat menurun.

Kyuhyun merangkul pundak Suzy dengan romantis. Sembari melihat-lihat wahana yang berada disana. Tapi belum ada menarik minat mereka untuk menaiki wahana tersebut, apalagi Suzy juga masih shock soal roller couster tadi. Untuk sementara ini, mereka hanya melihat-lihat dan berjalan santai saja. Dan juga terkadang Kyuhyun melontarkan beberapa lelucon yang sukses membuat perut Suzy menjadi sakit karena tertawa. Jika ada sesuatu yang menarik, mereka berdua juga tidak segan-segan menunjuk hal itu dan langsung menemuinya untuk menghilangkan rasa penasaran yang muncul. Suzy menjilati eskrimnya, begitupun juga Kyuhyun. Suasana nya juga sangat santai dan tidak repot. Wajah Suzy juga sangat terlihat cerah dan senang, senyum dan tawa selalu keluar darinya. Tidak ada wajah sedih disana, Kyuhyun berharap bahwa ia bisa menjaga wajah senang itu terus menerus. Dan tidak mau melihat wajah Suzy sedang sedih. Tapi tentang Kyuhyun… Ia tahu bahwa tidak selamanya atau terus menerus ia membahagiakan Suzy atau membuatnya senang, ada kalanya mereka merasakan duka dan kesedihan. Menjaga perasaan saja sudah cukup, bagi Suzy. Lain di wajah dan eskpresi dan lain di hati. Di wajahnya ia memang menggambarkan sosok Cho Kyuhyun yang seru dan baik. Di hatinya ia malah merasa sedih dan tidak rela meninggalkan Suzy di Korea Selatan sendiri. Ia tidak mau sesuatu terjadi pada Suzy. Sudah cukup saat mengerikan itu terjadi, cukup satu kali saja. Ia tidak mau kali ini kembali terulang. Sudah cukup membahayakan nyawa Suzy.

Sebenarnya… Suzy menjadi incaran para mafia dari China yang berniat untuk membunuhnya.

Pagi hari menyambut Suzy dengan cerah. Saat itu matahari bersinar dengan begitu terangnya dan menyilaukan semua orang yang menatapnya langsung. Suzy akhirnya berjalan mengendap-endap menuju sekolahnya. Matanya mengawasi setiap seluk beluk tempat itu yang sekarang sudah sangat sepi untuk dilewati seorang diri. Bagaimana tidak? Dia berjalan ke sekolah jam empat pagi saat semua pelajar masih tidur di atas ranjang mereka masing-masing! Ini memang hal gila yang dilakukan oleh Suzy. Tanpa di temani oleh Kyuhyun. Dia berjalan sendiri di tengah angin pagi yang sangat dingin, terasa menusuk kulitnya yang hanya tertutupi mantel dan jaket yang tebal yang telah dia siapkan semalam.

“Hey!”

Suara yang berat terdengar sampai ke gendang telinga Suzy. Siapa orang yang berhasil menemukannya di saat pagi seperti ini? Tidak mungkin pelajar lain yang berjalan kaki ke sekolahnya. Ini masih terlalu pagi untuk berangkat ke sekolah. Suzy tidak menoleh dan memang enggan untuk melihat rupa wajah orang yang memanggilnya, mungkin itu hanya orang yang iseng untuk mengerjainya saja dan Suzy memutuskan untuk tidak merespon atau balik menyapa orang tersebut. Tiga orang yang baru saja melompat bangku taman itu mendekatinya, hmm hanya tinggal beberapa meter saja ia sudah sampai ke kelasnya. Sekarang ia masih berada di koridor. Terdapat tiga orang yang merasa tidak asing. Tak ada ‘dia’ diantara mereka. Suzy terjungkal kebelakang dengan kaget. Ada juga perasaan takut yang berhasil menggeroti hatinya.

“S-siapa kalian? A-apa urusan kalian disini?” tanya Suzy tanpa menoleh, hanya melihat bayangan orang yang mendekatinya saja. Jika ia malah berbalik, itu akan semakin membuat ketakutan.

Salah satu diantara mereka memutar tubuh Suzy secara kasar untuk menghadap mereka. “Begini terlihat lebih baik. Kau sangat tidak sopan bicara tanpa menatap lawan bicaramu,”

“Ya, aku mengerti.” Suzy menyingkirkan tangan itu dari pundaknya. Astaga! Keringat dingin berhasil keluar dari pelipisnya, tanda ketakutan yang luar biasa tengah menjadi utama saat ini. “Siapa kalian?”

“Aku Sehun. Dan ini temanku, Kyungsoo dan Kai. Kami anak buah Suho-hyung,”

“Em. Joonmyeon hyung, kau tak tahu siapa itu Suho hyung,” anak bernama Kai itu cepat meralat ucapan temannya.

“Eh, orang yang kasar itu. Aku mengenalnya.” Kata Suzy singkat seraya mengangkat bahunya. Oke sekarang ia sudah cukup takut untuk berhadapan dengan mereka. Mereka yang telah mengincari dirinya untuk dibunuh. Mafia dari China. tapi dengan cepat Suzy mengusir semua yang berhubungan dengan kata takut. Ia harus terlihat lebih kuat dari mereka. “Ah~ Aku tahu apa tujuan kalian, ingin merebut harta Ayah ku ‘kan? Hey tidak bisa secepat itu. Karena kalian orang yang payah,”

Kyungsoo tampak sudah mengepalkan tangannya bersiap menghajar Suzy, tetapi Kai menahannya. “Uh. Kami tahu kau wanita dan kami sedang tidak ingin memukuli mu. Kami akan memberikanmu jalan mudah, berikan semua asset orang tua mu itu, menuruti semua perintahnya maka kau bisa keluar dari koridor ini kemudian berjalan ke kelasmu dengan selamat.”

Kalian kira Suzy tidak mengenal soal bisnis? Ia sudah banyak belajar soal bisnis Ayah nya dan dia tahu mana asset berharga milik Ayahnya. Dan Suzy sudah bisa memegang salah satu dari itu.

“Bagaimana kalau tidak?”

“Ck! Kau tidak sadar bahwa di koridor ini hanya ada kita berempat. Kita bisa saja langsung menghabisimu sekarang juga,” Kyungsoo sudah tampak gatal ingin menghajar Suzy sekarang. “Kami akan menghabisimu di tempat ini sekarang juga. Tetapi penderitaanmu tidak akan berhenti sama situ Suho hyung pasti juga akan bertindak.”

Suzy menganggapnya dengan remeh. Menyembunyikan kecemasan dalam wajahnya supaya mereka tidak mudah untuk menganggapnya lemah. Suzy memainkan rambutnya, kemudian mengangkat sudut bibirnya. “Kau bisa saja menghabisiku dan memukuli sampai mati, kalian juga tidak akan bisa mempengaruhi ku. Untuk apa aku tunduk pada orang yang derajatnya lebih rendah dariku? Hanya orang bodoh yang mau tunduk kepada orang macam kalian,”

“Jadi kau tetap pada pendiriamu? Dan tidak mau mengubahnya?”

“Tidak.”

“Anak pintar. Kau sama saja memilih untuk mati sekarang!” Kyungsoo merenggut kerah seragam milik Suzy. Tinjunya juga hampir mengenaik wajah Suzy, tetapi Suzy langsung menepis dan membalasnya dengan tendangan darinya, lalu memukul Sehun yang berada paling dekat dengannya. Suzy ditarik kebelakang oleh Kai, sekali lagi hampir terluka, tapi Suzy menyikut Kai dengan keras dan menambahkan dengan pukulan. Sayang sekali, Kyungsoo menarik Suzy dan membenturkan kepalanya pada kursi yang berada di dekat situ berkali-kali. Belum selesai, Sehun menghempaskan Suzy ke lantai kemudian sedikit memberi pukulan pada gadis itu. Suzy tak sempat berkutik. Tetap saja Suzy tidak mau menyerah, walaupun ia perempuan ia juga bisa melawan mereka. Suzy menangkap dan mematahkan kaki Sehun. Teriakan pun terdengar.

“Sehun, sial!” Kai menarik tangan Suzy kemudian melemparkannya ke pintu kelas yang dekat disana. Membenturkannya dengan keras, lalu merosot ke lantai darahnya membasahi pintu tersebut. Setiap persendian Suzy rasanya sudah lepas dan mati sekarang. Kai mendekat kemudian merengut kembali kerah baju Suzy. Kedua saling bertukar pandangan tajam. “Kau memang wanita dan bukan wanita yang kuat, biasanya wanita zaman sekarang mempelajari ilmu bela diri. Tapi tidak dengan dirimu, kau wanita lemah yang berlagak sok kuat. Jadi menyerahlah sekarang dan perjuanganmu akan berakhir dengan sia-sia!”

Suzy menatapnya tajam. Dia sudah tidak menjadi sosok yang lemah lagi!

Suzy menyunggingkan senyum manisnya. Untung saja kakinya masih bisa bernapak dengan bebas. Kesempatan ini adalah kesempatan yang paling bagus. Suzy menendang perut Kai dan membuat lelaki itu berhasil terhempaskan ke belakang.

“Bae Suzy ini belum berakhir!!” Kyungsoo hendak melayangkan tinju padanya. Ia sendiri mengakui bahwa ia hanya bisa pasraha menerima semua kenyataan itu. Matanya terpejam, dengan siap ia menerima tinjuan tersebut. Tetapi setelah beberaoa detik, ia tidak merasakan apa-apa. Dengan ragu, Suzy membuka kelopak matanya. Ternyata Kyuhyun sudah menjatuhkan mereka. Yang terakhir di lihat oleh Suzy adalah, Kyuhyun berhasil menendang mereka semua sehingga tak sadarkan diri disana.

Dan terakhir, Suzy merasakan semuanya gelap.

“Bae Suzy!!!!”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Mengusir semua peristiwa buruk yang telah menimpa Suzy. Saat itu.. Nyawa Suzy hampir di ambil oleh yang Maha Kuasa jika Kyuhyun tidak cekatan membawanya ke Rumah Sakit. Untunglah saat itu keadaannya tidak terlalu parah dan membuat dirinya masih bisa bernafas lega bahwa Suzy masih bisa di selamatkan. Jika hal itu malah terjadi menjadi buruk, Kyuhyun tidak akan memaafkan dirinya seumur hidup karena tidak bisa menjaga Suzy dengan baik. Pandangan matanya tadi sempat buram dan kosong, karena tadi Kyuhyun terjebak saat masa lalu itu. Maka dari itu mengapa Kyuhyun dan Soojung sangat melindungi Suzy, menghindari dari Mafia itu. Dan tentang Soojung, gadis itu memang tadi memarahi Suzy karena berkeliling sembarangan. Walaupun gank Mafia China itu sudah tidak terlihat lagi keberadaannya, tapi pastilah mereka masih berada di Korea Selatan dan merencanakan sesuatu yang lebih buruk lagi untuk menyerang Suzy. Kyuhyun membalik tubuhnya dan melihat pemandangan dari atas sana. Mereka berdua memang tengah menikmati waktu berdua di balon udara sembari melihat pemandangan indah yang sangat menyejukan hati.

“Oppa, kau kenapa?”

Suzy mengangkat wajah Kyuhyun untuk menatapnya. Sedaritadi ia melihat kekasihnya yang memandang kosong, memikirkan sesuatu. Apalagi sekarang wajah Kyuhyun tampak pucat dan tegang. Suzy merasa ada hal ganjil dalam diri Kyuhyun sekarang. Perubahan pada dirinya. Aneh, pikir Suzy.

“Aku tidak apa-apa,” kata Kyuhyun datar.

“Minumlah kalau begitu,” dengan ragu Suzy menyerahkan sebuah botol minum kepada Kyuhyun. Untuk menenangkan lelaki itu.

“Terimakasih,”

Suzy membalasnya dengan senyum manis. Kemudian ia menyandarkan kepalanya pada pundak kokoh milik Kyuhyun, berusaha bermanja padanya. Siapa tahu dengan hal ini mood Kyuhyun juga akan lebih baik. Dan memeluk lelakinya. “Kalau oppa ada masalah, ceritakan saja padaku. Mungkin aku bisa membantu oppa. Dengan memberi saran,”

“Tenang saja. Aku tidak apa-apa.”

Keduanya saling terdiam. Tampaknya sibuk dengan pikiran masing-masing. Terlebih pada Suzy, gadis itu masih memikirkan kenapa Kyuhyun bisa bersikap aneh seperti tadi? Apa masalah yang sedang menimpa lelakinya. Biasanya Kyuhyun bersikap biasa padanya, menunjukan beberapa keromantisan miliknya. Dan sekarang, pikiran Suzy dipenuhi oleh pertanyaan soal Kyuhyun. Memangnya apa yang tadi berada di pikiran Kyuhyun? Suzy melirik sejenak kearah Kyuhyun yang juga kini masih dengan mimic wajah yang sama. Yakni terlihat pucat dan tegang. Bahkan keringat dinginnya mengaliri di area sekitar pelipisnya. Suzy langsung mengambil tissue yang telah ia siapkan kemudian mengelap peluh di pelipis Kyuhyun. Suzy semakin mengeratkan pelukannya pada Kyuhyun, supaya lelaki itu bisa merasakan hal hangat. Suzy sebenarnya ingin menuntut Kyuhyun, memangnya apa yang sekarang berada di pikiran lelaki itu?

Kyuhyun menelan ludahnya. Ia merasa sangat bersalah pada Suzy. Memang hari ini dia harus terbang ke Canada untuk melanjutkan pendidikannya di luar sana, tapi ia menunda itu semua dulu. Karena hari ini ia hanya ingin membahagiakan Suzy sebelum lelaki Cho itu meninggalkannya. Kyuhyun tahu semua itu pasti akan berat jika tanpa dirinya di samping Suzy. Tapi mau bagaimana lagi? Dia mendapatkan beasiswa dan harus melakukan itu semua. Ada rasa senang dan sedih di dalam hati Kyuhyun ketika mendengar bahwa ia mendapatkan beasiswa itu. Pikiran sedihnya tertuju pada Suzy.. Kyuhyun melirik sejenak pada gadis Bae itu yang kini memeluknya dengan manja. Ia terkekeh pelan. Kyuhyun langsung merengkuh tubuh Suzy ke pelukannya. Hari ini ia harus melampiaskan semua rasa cinta dan kasih sayangnya untuk Suzy. Semua untuk Suzy.

“Oppa ada apa?” tanya Suzy sedikit kaget dengan perlakuan Kyuhyun padanya yang tiba-tiba memeluknya langsung.

“Tidak apa-apa. Memangnya kenapa kalau aku memeluk kekasihku sendiri, apa itu salah?”

“B-bukan seperti itu maksudku.”

Kyuhyun terdiam sejenak, kemudian perlahan ia melepaskan rengkuhannya dan berlutut di hadapan Suzy dan memegang tangan gadis itu dengan lembut, mengelus punggung tangan Suzy dengan penuh rasa Cinta nya yang begitu mendalam pada gadis bermarga Bae itu. Kyuhyun menyunggingkan senyumnya. Suzy hanya menautkan alisnya bingung. Lagi dan lagi Kyuhyun berkelakuan aneh. Perlahan tangan Kyuhyun mengambil sesuatu benda yang ia simpan di kantung celananya. Sebuah cincin yang sangat indah dipandang oleh mata. Suzy melebarkan matanya melihat benda yang dibawa oleh Kyuhyun. Sebuah cincin dengan ukiran yang rumit, tapi sangat terlihat indah.

“Jadi?”

“Suzy-ah, sebelum aku memberikanmu ini.. Aku ingin mengucapkan sesuatu padamu. Aku tahu aku belum menjadi seseorang yang sukses untukmu dan seseorang yang baik untukmu, tapi seluruh hatiku hanya terdapat dirimu Bae Suzy. Aku bahagia karenamu, karena mu lah aku bisa bertahan disini untukmu. Karena aku akan terus menerus berada di dalam hatimu. Aku mencintaimu Suzy-ah, sangat.” Kyuhyun menarik nafas sejenak. “Maka dari itu.. Will you marry me?”

Suzy terlonjak tak percaya dengan kalimat yang diungkapkan oleh Kyuhyun padanya. Tak terasa bahwa air mata sudah mengalir di pipinya. Sangat bahagia. Hatinya kini bersorak dan mengeluarkan ribuan kupu-kupu yang kemudian berterbangan kesana-kemari. Suzy sendiri juga tidak bisa mendeskripsikan dirinya saat ini. Sangat bahagia, inilah yang paling ditunggu olehnya. Kyuhyun melamarnya. Walaupun tidak terlalu romantis, itu sudah membuatnya sangat bersyukur. Apalagi sudah bisa menjadi kekasihnya saja sudah membuatnya bahagia tidak karuan. Rasanya sekarang Suzy ingin berloncat kesenangan bak seorang anak lima tahun yang mendapatkan hadiah special di hari ulang tahunnya. Dan berteriak bahwa dirinya sekarang sangat bahagia. Ia tidak pernah memandang Kyuhyun lelaki yang buruk, karena Kyuhyun adalah lelaki yang diberikan Tuhan padanya untuk dirinya sendiri. “I do, oppa..”

“Terimakasih Suzy-ah. Karena dirimu sudah menerima segala kekuranganku, aku mencintaimu.”

Kyuhyun berucap dengan tulus kemudian mengelap air mata yang mengalir dari mata kekasihnya. Dan terakhir memasangkan cincin itu pada jari manis Suzy dan merengkuhnya kembali di pelukan hangatnya.

“Aku juga mencintaimu,”

***

Suzy bergegas pergi ke apartemen milik Kyuhyun. Berniat untuk mengajaknya sarapan bersama. Ia juga sudah membawa beberapa peralatan masak untuk kekasihnya itu. Yang kemarin sudah melamarnya. Astaga! Sampai sekarang pun Suzy tidak bisa menghilangkan semua kenangan indahnya itu pada memory otaknya. Sampai rumah semalam, Suzy kembali melompat-lompat di kasurnya dan berteriak seperti orang gila. Masa bodoh jika ada orang yang melihat tingkah konyolnya atau teriakannya. Hmm dikamar Suzy sudah terpasang meredam suara. Jadi jika dirinya berteriak sekencang apapun juga tidak ada orang yang mendengarnya. Kecuali jika jendelanya belum di tutup, orang-orang bisa melihatnya dan menjadi tontonan gratis. Untunglah semalam jendela Suzy sudah terkunci rapat dan dirinya hanya tinggal berteriak sekaligus melompat-lompat seperti anak kecil. Pokoknya semalam Suzy sangat senang dan sekarang dia kerap bersenandung ria dan bernyanyi-nyanyi sendiri. Suzy seperti anak kelas enam SD yang baru saja merasakan jatuh cinta dan gadis kelas enam SD yang baru saja Pubertas. Kkk~~

Suzy membenahi seluruh perlengkapan yang telah ia bawa. Ia tahu, pasti jam segini Kyuhyun belum kunjung bangun. Maka dari itu sekarang waktunya Suzy untuk membangunkan (calon) suaminya. Dan kemudian memasakan sesuatu untuknya. Membangun chemistry yang lebih baik untuk nanti, saat mereka menjadi pasangan suami-istri. Entahlah, dari kemarin Suzy memang terus menerus membayangkan hal itu. Saat mereka sudah menikah, saat melakukan ‘itu’ dimalam pertama mereka berdua. Aish! Kenapa Suzy jadi berpikiran mesum seperti tadi? Saat Kyuhyun akan berangkat bekerja, Suzy akan memasakan sesuatu untuknya dan memasangkan dari untuk (calon) suaminya. Astaga! Pikiran Suzy semalam dipenuhi dengan kejadian saat mereka sudah menikah. Dasar Suzy, jika dia sudah mengalami masa yang indah pasti akan berpikiran berlebihan dan kita hanya bisa menggelengkan kepala saja-_-“

Suzy mengetik beberapa digit password di apartemen Kyuhyun yang sudah ia hapal. Kemudian membuka knop pintu itu dan mendorongnya pelan. Menatap seluruh apartemen Kyuhyun yang sekarang sangat terlihat rapi dan bersih. Kyuhyun bukan lelaki pada biasanya yang berantakan, tapi dia adalah laki-laki yang rapi. Sebelum melanjutkan langkahnya pada kamar Kyuhyun, Suzy menaruh semua bahan masakannya pada meja makan di dapur Kyuhyun. Dan gadis itu kembali melanjutkannya pada kamar sang (calon) suami dengan pintu yang tertutup rapat-rapat. Suzy terkekeh pelan, bersiap untuk menjahili Kyuhyun dengan cara jahilnya. Jika laki-laki itu tidak kunjung bangun, Suzy akan mengambil cara lain yang lebih ekstrim. Yakni: mengambil air pada kamar mandi kemudian menyiramkannya pada wajah Kyuhyun agar laki-laki cepat terbangun dari alam mimpinya. Mungkin ini terlalu kejam, tapi terkadang Suzy malas jika harus menggunakan tenaga dan suaranya saja untuk membangunkan Kyuhyun dari tidurnya. Rasanya sia-sia saja, lebih baik langsung ke intinya yang lebih ampuh untuk membangunkan lelaki Cho itu.

Suzy masuk ke dalam kamar Kyuhyun. Tapi dia langsung menghentikan langkahnya melihat isi kamar kekasihnya yang sangat terlihat rapi, tentunya. Tapi… Kosong. Tidak ada sosok yang dia cari. Kasurnya juga tampak terlihat dengan rapi. Kemana Kyuhyun? Pikir Suzy dalam hati. Tidak biasa sekarang Kyuhyun pergi keluar, karena Suzy sudah tahu kebiasaan laki-laki itu saat pagi hari dan saat waktu libur. Lelaki itu baru akan bangun saat jarum jam menunjukan pukul delapan pagi. “Kemana dia?” Suzy menautkan kedua alisnya bahwa dia sekarang sedang heran. Ayolah~ Masa sekarang harapannya sudah pupus karena tidak ada Kyuhyun sekarang? Ia ingin mencoba menjadi seorang istri yang baik untuk Kyuhyun. Dan sialnya sekarang lelaki itu sedang tidak ada di tempatnya. Suzy berjalan ke meja belajar milik Kyuhyun yang biasanya digunakan oleh lelaki itu untuk belajar atau mengerjakan tugas sekolah. Sorot matanya menangkap secarik kertas yang terlipat rapi. Suzy memicingkan matanya, meneliti ada tulisan apa yang tertulis di kertas putih itu? Mungkin ini tidak sopan membaca rahasia pribadi orang lain, tapi mau bagaimana lagi? Lagipula sekarang juga tidak ada Kyuhyun. Dengan pelan tapi pasti, Suzy membuat lipatan kertas itu dan membaca serangkai kata demi kata dari tinta hitam.

Dear Bae Suzy..

Aku tidak membutuhkan seseorang sempurna untuk menjadi pendampingku kelak, tapi aku butuh seseorang yang bisa menerima segala kekurangan dan kelebihan yang aku miliki.

Bahagia bukan berarti memiliki semua yang kita cintai. Bahagia itu mencintai semua apa yang telah kita miliki.

Cinta bukan sekedar ucapan namun haruslah di sertakan dengan pengorbanan menyintai dan di cintai. Semua itu merupakan anugerah dari Tuhan.

Kedua orang yang saling mencintai akan tetap menemukan jalan agar mereka tetap bersama..

Cintamu bagaikan mawar merah yang berduri pada batangnya, sangat indah dipandang mata namun bisa terluka bila tak berhati-hati dalam memegangnya.

Sayang…

Cinta itu sederhana cukup kamu selalu ada. Untukku dan kita, selalu tertawa dan sedih bersama.

Hai Cantik~~ Bagaimana harimu kini? Apakah sangat menyenangkan atau malah menyedihkan karena tidak ada aku disisimu? Aku yakin kau sedang dalam keadaan baik dan sehat. Ingat! Jangan terlambat makan karena bisa menyebabkan penyakit lambungmu kambuh dan membuat cemas melihat wajahmu yang kesakitan sembari memegangi perutmu. Jangan tidur terlalu malam yang bisa menyebabkan adanya lingkaran hitam di bawah matamu. Jaga pola makan yang teratur dan yang sehat! Jangan makan sembarangan yang bisa membuat perutmu sakit..

Mungkin ketika kau membaca surat ini.. Aku sendiri tidak tahu apakah kau tengah membaca surat ini atau tidak. Tapi aku yakin kau pasti akan membacanya meski aku tidak tahu. Mungkin kau bertanya-tanya kenapa aku bisa tidak ada di dalam kamar? Dan kemudian matamu menemukan surat ini. Jangan keluarkan air mata mu untuk hal yang sia-sia Suzy-ah, simpan air matamu untukku saat aku berhasil menjadi suamimu. Tunggulah aku~ Aku tidak akan lama, selama masih ada Cinta di dalam hatiku untukmu. Jaga hatimu untukku, aku yakin kau pintar dalam hal itu. Karena kau adalah gadis paling setia yang pernah aku temui..

Kumohon jangan kaget ketika kau membaca bagian ini. Aku mohon jangan menangis, karena tidak ada yang akan menghapus air matamu dengan lembut dan merengkuhmu kepelukan hangat. Bukankah yang melakukan itu biasanya aku? Kk~ Memang benar. Jujur saja, kemarin aku memang melamarmu dan kemarin saat kita bertemu terakhir. Aku ingin membahagiakanmu kelak saat aku sudah sukses nanti. Aku mendapatkan beasiswa ke Canada, aku tahu kau sangat shock membacanya. Aku tidak bisa berkutik. Aku juga tidak rela untuk meninggalkanmu sendirian disini sayang.. Aku sengaja merahasiakan hal ini darimu aku tidak mau melihat air matamu keluar karena salahku.

Aku hanya tujuh tahun berada di sana. Cukup tunggu aku! Aku tidak akan lama dan waktu akan berjalan dengan begitu cepat, pasti kita akan bertemu. Saat aku kembali ke Korea Selatan aku akan langsung mengajakmu untuk menemui orang tua kita berdua untuk mendapatkan restu keduanya. Jangan menangis Suzy..

Aku harap kamu bisa mencintaiku seadanya, dan aku menyerahkan seluruh hatiku untukmu..

Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar, dan dua mata untuk melihat. Dan perasaan.. Manusia memiliki sifat egois dan kasih sayang, terakhir tentunya Cinta. Cinta.. Getaran yang ada di lubuk hati seseorang saat menemui orang yang kita cintai. Jadi.. Walaupun jauh, kita masih bisa berkomunikasi. Kita adalah, jauh dimata namun dekat di hati ^^

Have a nice day Suzy.. Walaupun tanpaku. Semangatlah belajar Matematika walaupun tanpa ada aku! Jangan menangis.. Aku tidak mau melihat air matamu jatuh.

Wait for me…

Cho Kyuhyun.

Demikianlah serangkai kata yang telah dibuat oleh Kyuhyun. Suzy tertegun sejenak membaca kata-kata Kyuhyun. Hatinya tiba-tiba menjadi terasa sangat sesak mmbaca kata-kata Kyuhyun disana. Belum lagi saat Kyuhyun menuliskan bahwa dirinya berada di Canada dan bukan lagi disampingnya. Air mata Suzy sudah mengenang di pelupuk matanya, kakinya pun juga seakan sudah lemas dan tidak kuat menopang tubuhnya lagi. Dan sukses membuat Suzy jatuh tersungkir sembari memegang surat itu. Suzy berusaha tidak mengedip agar air matanya tidak turun, Kyuhyun bilang bahwa Suzy tidak boleh menangis. Makanya dengan mati-matian Suzy mengepalkan tangannya. Tetap saja terasa sangat sulit untuk di lakukannya, jika akhirnya air mata itu berhasil turun dan mengalir di pipi mulusnya.

“Kyuhyun oppa jahat!”

“Oppa pembohong!!!”

“Kyuhyun oppa kejam!!!!!!!!!!!!!!!”

Suzy berteriak histeris. Melampiaskan semua rasa kesalnya sekarang yang kini telah memuncak. Dan rasa sedihnya yang sangat memuncak. Kenapa jadi seperti ini? Sangat benar bahwa harapannya yang sudah ia yakini akan terjadi, sekarang bukan. Malah menjadi sia-sia. Kyuhyun meninggalkannya.. Kyuhyun meninggalkannya banyak Cinta yang diberikannya kepada Suzy. Dan tujuh tahun… Itu waktu yang cukup lama untuk ditempuh baginya. Ia bukan gadis yang kuat, Suzy adalah type seseorang yang butuh perlindungan dan kasih sayang yang lebih. Bukan gadis yang sok tegas padahal hatinya begitu rapuh di timpa konflik kehidupan yang menggerogotinya bagaikana virus kanker yang menyebar di tubuh manusia. Siapa yang menjaganya kalau bukan Kyuhyun? Siapa yang akan memberikan kasih sayang kalau buka Kyuhyun? Siapa yang akan dengan tulus memberikan ucapan Cintanya kalau bukan Kyuhyun? Siapa lagi? Suzy bagaikana sudah hidup di dunia ini sendirian, padahal banyak orang disana.. Tidak! Cinta itu bagaikan bernafas, jika Cinta itu tidak ada bagaikan ada seseorang yang kehilangan nafasnya.

In other side…

Soojung sedang membawa roti yang sekarang akan menjadi bahan masakannya kini. Saat dirinya tengah memoles roti itu dengan selai..

“KYUHYUN OPPA KEJAM!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Soojung langsung terlonjak mendengar teriakan itu. Dengan suara yang sangat ia kenali. Suara Suzy berteriak, okey~ hal ini sudah akan terjadi. Ketika Suzy membaca surat dari Kyuhyun. Soojung langsung membuka celemeknya dan langsung keluar dari apartemennya. Well, apartemen Soojung dan Sooyeon juga tidak jauh letaknya dari apartemen Kyuhyun. Apartemen mereka bersebelahan. Jadi jika Soojung maupun Sooyeon mendengar sesuatu dari kamar sebelah. Soojung pun akhirnya mendobrak pintu apartemen Kyuhyun dan berlari ke kamar milik lelaki Cho itu.

Betapa terkejutnya dirinya saat melihat Suzy tengah terjatuh di lantai dengan memegangi surat dari Kyuhyun. Soojung merasa sangat panik sekaligus sedih melihat keadaan Suzy yang sekarang sudah langsung mengerikan. Soojung langsung memeluk Suzy kepelukannya untuk menenangkan dirinya yang masih shock setelah membaca surat ‘terkutuk’ itu. Soojung sangat mengerti perasaan Suzy sekarang saat dirinya tengah di timpa kehilangan seorang orang yang sangat dikasihinya. Cho Kyuhyun. Nama lelaki yang sangat disukai olehnya. Lelaki yang sudah dicintai dan cinta pertama Suzy. Soojung juga mempunyai perasaan yang sangat peka tentang Suzy, bagaimanapun juga hanya Soojung sahabat Suzy satu-satunya kini yang sekarang menjadi ‘pengganti’ Kyuhyun. Soojung tahu betapa tersiksanya batin Suzy saat membaca pernyataan mengerikan dari Kyuhyun bahwa lelaki itu meninggalkannya. Suzy terlalu lemah untuk merasakan semua kesakitan itu. Harusnya Suzy tidak mengalami hal itu, tapi mau bagaimana lagi? Semua itu sudah diatur oleh Tuhan dan para Manusia hanya bisa menerimanya dengan pasrah. Belum lagi sekarang Suzy sudah ditinggal dua orang yang sangat dia cintai. Orang tua kandungnya dan Kyuhyun. Memang sekarang Kyuhyun sangat kejam meninggalkan kekasihnay begitu saja, tapi memang ada cara lain? Lelaki itu juga punya kehidupan pribadi yang juga harus ia lakoni. Soojung mengelus punggung Suzy untuk menenangkannya, hanya Kyuhyun lah yang bisa memberikan semua itu.

“Suzy-ah. Berhentilah.. Aku tahu betapa tersiksanya dirimu saat berada di sini. Aku mohon kembali ke Suzy yang dulu. Walaupun tanpa Kyuhyun,” Soojung memegangi tangan Suzy yang tampak lemas dan mengelus punggung tangannya.

“BAGAIMANA AKU BISA KEMBALI SEPERTI DULU SOOJUNG-AH??!! KAU KAN TIDAK PERNAH MENGALAMI APA YANG DIALAMI KU SEKARANG, KAU TIDAK PERNAH MERASAKAN SAAT DIRIMU BERADA DI POSISI SANGAT SULIT SEKARANG INI. KAU TAHU?! AKU SUDAH KEHILANGAN BANYAK HAL. PERTAMA: ORANG TUA KANDUNGKU DAN AKU MENJADI ANAK BROKEN HOME. KEDUA: CHO KYUHYUN OPPA YANG SANGAT AKU CINTAI KINI TELAH MENINGGALKANKU UNTUK MELANJUTKAN PENDIDIKANNYA DISANA! INI POSISI YANG SANGAT SULIT SOOJUNG.. AKU BERTAHAN DISINI ADALAH UNTUK KYUHYUN OPPA, KARENA RASA CINTAKU YANG BESAR UNTUK KYUHYUN OPPA. AKU TERLALU MENCINTAINYA SAMPAI AKHIRNYA AKU BERTAHAN UNTUKNYA. AKU KEMARIN BARU BERTEMU DENGANNYA DAN DIA MELAMARKU UNTUK MENJADIKANKU ISTRINYA. TAPI KENAPA SEKARANG MALAH MENJADI SANGAT PAHIT DAN MENYAKITKAN SOOJUNG-AH? KENAPA KYUHYUN OPPA MENINGGALKANKU? Kenapa?” bentak Suzy disela-sela isakan tangisnya yang sangat ia tahan. Suzy memang sangat rapuh. Karena ia belum sepenuhnya bisa merasakan sebuah kasih sayang. Dan hanya Kyuhyun lah yang bisa memberikan Suzy sebuah kasih sayang itu dan sekarang lelaki itu sudah tiada.

Soojung semakin mengeratkan pelukannya untuk Suzy. Soojung yakin bahwa sekarang emosinya sedang tidak stabil. Dan gampang marah atau tersinggung. Soojung sendiri juga sudah kehabisan akal jika harus membujuk Suzy ketika dalam keadaan seperti ini. Apa yang harus ia lakukan sekarang selain menenangkan Suzy yang masih dengan isakan tangisnya yang terdengar. Sudahlah, mungkin Soojung sekarang hanya harus menenangkan Suzy dulu sampai gadis bermarga Bae itu kembali tenang. Soojung hanya bisa diam sembari menenangkan Suzy. Kamar Kyuhyun sekarang menjadi saksi bisu tersiksanya Suzy saat ditinggal oleh Cho Kyuhyun. Siapa yang harus ia hubungi? Sooyeon! Kakaknya, tidak mungkin ia meninggalkan Suzy sendirian disini. Akhirnya ia mengambil ponselnya yang selalu ia bawa. Jika tidak bawa, bisa gawat. Soojung mengetik beberapa digit nomor yang sudah ia hafal dan meletakan benda persegi panjang itu ke telinga kirinya. Sungguh, ini pertama kalinya Suzy berbicara dengan nada tinggi dan sangat membentak. Tidak ada suara lembut yang ia dengar sebelumnya..

Yeoboseyo unnie, ke kamar Kyuhyun oppa sekarang juga! Aku membutuhkan bantuanmu,”

***

Semenjak kejadian saat itu, Suzy sudah sangat berubah. Tidak ada lagi Suzy yang ceria dan penurut. Adanya air mata kesedihan yang terus menerus mengalir dari pelupuk mata Suzy. Wajahnya juga sekarang tambah pucat dan tubuhnya sekarang menjadi kurus karena tidak makan beberapa hari, karena Suzy sedang dalam keadaan yang seperti ini. Akhirnya Soojung dan Sooyeon berencana untuk menginap di rumah Suzy selama gadis itu masih seperti ini dan meninggalkan apartemen mereka. Soojung harus dibantu oleh sang kakak, Sooyeon dalam mengurus Suzy. Sooyeon sendiri bisa menafsirkan bahwa Suzy akan terus menerus seperti ini sampai Kyuhyun kembali, tujuh tahun tinggal bersama Suzy? Tidak apa. Jika orang yang dikenali oleh semua maid yang bertugas di rumah Suzy. Dan Suzy juga tidak sering masuk sekolah dan sering absent, jika ia di sekolah rasanya juga percuma. Tidak ada pelajaran yang dia tangkap dan sekarang Suzy lebih sering mengurung diri di kamar dan jarang berbicara. Jadinya Suzy lebih sering di kamarnya. Dan gadis cantik itu juga sudah berubah menjadi mayat hidup yang tidak punya semangat. Suzy juga tidak focus dan mengerjakan soal dengan asal-asalan. Mungkin tidak ada Kyuhyun sangat berpengaruhi kehidupan Suzy.

Ini sudah ke lima tahunnya semenjak Kyuhyun meninggalkan Suzy. Hanya tinggal dua tahun lagi gadis itu bisa bertemu lagi dengan sang kekasih yang sudah sangat ia tunggu. Dan tentu sekarang Suzy sudah menjadi mahasiswi. Begitu pula dengan Soojung, kalau Sooyeon tentunya sudah bekerja. Suzy melewati itu semua, dan dirinya hanya menatap langit malam yang dipenuhi dengan bintang dan membayangkan wajah Kyuhyun sedang tersenyum kearahnya. Kadang kalah Suzy juga sering tersenyum sendiri seperti orang gila dan membuat Soojung maupun Sooyeon menjadi tambah cemas dan khawatir dengan kondisi jiwa Suzy sekarang. Takut sesuatu yang buruk kembali terjadi padanya. Sungguh! Soojung sangat merindukan saat Suzy berjalan dengan riang saat mereka berada di Lotte World, saat beberapa tahun yang lalu. Saat Soojung memarahinya karena terlalu semangat dan berlarian sembarang kesana kemari dan membuat Soojung menjadi cemas karena takut kehilangan jejak dirinya.

“Suzy-ah,”

Sooyeon atau Jessica membuka pintu kamar Suzy dan mendapati bahwa gadis itu tengah menyandarkan punggungnya pada tembok kamarnya. Menghitung jumlah langit malam sudah menjadi aktifitas rutin yang dilakukan Suzy. Kemudian Jessica dan Soojung mendekati Suzy disana. Dan juga dengan senyum dan suara lembut milik mereka berdua. Semoga saja kali ini Suzy kembali ke Suzy yang seperti semula. Bagaimanapun juga Sooyeon atau Jessica dan Soojung atau Krystal akan tetap berjuang membiasakan diri Suzy saat dia bersama Kyuhyun maupun saat berpisah dengannya. Semoga saja ini berhasil dan berhasil mengembalikan diri Suzy yang dulu. Yang sangat mereka rindukan. Jessica juga sudah menganggap Suzy sebagai adiknya sendiri.

“Pasti sedang mengamati bintang dan bulan yang indah itu bukan?” tanya Krystal yang ikut menunjuk salah satu bintang diatas sana.

“Kyuhyun,” gumam Suzy.

“Suzy-ah.. Kami mempunyai pembicaraan yang penting denganmu. Mungkin ini sedikit tidak penting atau apalah yang kau komentari, tapi semoga kau menerimanya.” Jessica membuka obrolan inti mereka untuk Suzy. Soojung mengangguk kemudian tersenyum kearah Jessica saat kakaknya meminta persetujuan darinya. Tampaknya Suzy juga sudah ingin mendengar pembicaraan mereka berdua untuknya. Jessica tampak mengambil nafas sebelum melanjutkan perkataannya.

“Sekarang memang tidak ada Kyuhyun. Dan Kyuhyun jauh darimu. Dengar dan tetap mengingat perkataan ini. Walaupun kalian berdua terpisahkan oleh waktu, jarak dan juga pandangan mata. Tapi kalian akan tetap terikat oleh cinta kalian berdua. Kalian dekat dihati walaupun jauh dimata. Kalian akan tetap bisa berpelukan meski di dalam hatimu saja. Jadi aku mohon, tetap menjadi Suzy yang dulu dan tetap mengingat ucapanku tadi,”

Suzy mendongak dan wajahnya tiba-tiba langsung berubah menjadi sangat cerah. Senyum mengembang di wajah cantiknya. Melihat hal itu, membuat Soojung maupun Jessica bersyukur dalam hati bisa melihat senyum Suzy sekarang yang sudah lama tersembunyikan. Perlahan Suzy mendekati mereka berdua memeluk kedua. Matanya masih tampak berbinar-binar. Hati Suzy tersentuh mendengar setiap hati demi kata yang di lontarkan Jessica untuknya. Berarti ia mengetahui bahwa selama ini yang telah ia lakukan sia-sia. Mereka memang terpisahkan oleh jarak tapi cinta mereka akan tetap hidup dan tidak akan redup. “Terimakasih.. Karena kalian bisa membuat hatiku tersentuh bahwa selama ini yang telah aku lakukan akan sia-sia. Sekarang jadinya aku mengetahui semua itu karena ucapan kalian. Terimakasih banyak,” Suzy membungkukan tubuhnya.

Dan…

Mulai hari ini, tanggal ini, tahun ini, menit ini, jam ini, detik ini. Bae Suzy sudah menjadi Suzy yang seperti dulu, Suzy yang ceria dengan senyum hangat dan tulus di wajahnya.

.

.

.

Seorang lelaki bertubuh jangkung tengah membawa kopernya dengan kacamata hitam yang menutupi mata tajamnya. Hidung mancung, rahang yang terlihat tegas, bibir yang kissable namun terkesan sexy itu melangkahkan kakinya menyusuri Bandara Incheon di Korea Selatan. Untuk pertama kalinya ia kembali ke nagara asalnya. Negara kelahirannya yang sudah tujuh tahun ia tinggali dengan menambah ilmu di negeri orang kemudian kembali ke Negara asalnya yang sudah lama ia tinggali. Lelaki itu sangat rindu suasana di Korea Selatan, merindukan segalanya dan merindukan… Kekasihnya yang sudah lama ia tinggali begitu lama. Rasa bersalah yang membekas di hatinya kembali terbuka, betapa kejamnya dia meninggalkan gadis itu. Lelaki itu menjadi sangat bersalah padanya, dan lelaki itu juga takut sesuatu yang terjadi pada gadisnya. Tapi dia langsung menyingkirkan semua perasaan negative itu dan memilih memikirkan jalur positive. Semoga saja gadisnya aman dan masih dalam keadaan baik.

Dengan mendorong kopernya ia memasukannya ke dalam mobilnya. Ini adalah waktu yang sangat ia tunggui seumur hidup. Kembali ke pelukan gadisnya kemudian menikah bersamanya. Akhirnya semuanya telah terbayarkan walaupun harus menempuh waktu yang panjang harus dilewati di jalan cinta mereka berdua. Senyum juga terus menerus merekah di bibirnya tanpa pegal jika harus tersenyum terus-menerus. Suasana hati lelaki ini sangat baik dan cerah, jadinya dia selalu tersenyum mengingat hari ini dia akan menemui orang tua gadisnya kemudian melanjutkan hubunagn mereka ke jalur yang lebih serius. Yakni pernikahan. Ya, pernikahan. Tempat untuk mengucapkan janji suci yang mengikatkan kedua insan manusia laki-laki dan perempuan yang saling mencintai untuk membangunn keluarga yang harmonis. Dan membangun keluarga kecil yang sangat bahagia. Sampai akhirnya hanya mautlah yang dapat memisahkan mereka berdua. Walaupun raga kita terpisah oleh orang yang kita sayangi, tetapi Cinta kita akan tetap hidup dan tidak akan pernah mati. Karena rasa Cinta itu abadi dan akan tetap tumbuh di lubuk hati setiap manusia. Itulah yang sangat di idamkan oleh sang lelaki, ia ingin langsung bertemu gadis itu dan memeluknya dengan erat, seakan tidak ingin melepaskan pelukan rindu itu. Rindu itu sudah tertanam sempurna di lubuk hatinya. Lelaki itu langsung men-starter mobilnya dan menginjak pedal gas untuk langsung pergi ke rumah yang ia tuju sebelumnya.

“Semoga saja, nomornya masih aktif.” Gumam lelaki itu dengan berharap. Cho Kyuhyun. Begitulah namanya. Kemudian dirinya menekan nomor telfon yang sudah ia sangat ia hapal. Meletakan benda berbentuk persegi panjang itu pada telinga kirinya.

“Yeoboseyo Suzy-ah!”

Masih tak ada sahutan disana. Padahal sudah tersambung oleh orang yang ia tuju. Mungkin gadis itu masih tidak percaya bahwa tengah ditelfon oleh sang pujaan hati.

“Kyuhyun oppa!!!!!”

Kyuhyun langsung menjauhkan ponsel beberapa jarak karena begitu nyaringnya suara gadisnya yang telah menjawabnya dengan pekikan yang begitu membuat telinganya seakan tuli.

“Aku sudah kembali, bukankah aku sudah membayar janjiku untukmu? Tunggulah beberapa saat lagi aku akan segera sampai di hadapanmu,”

“Baik oppa!!!”

Kyuhyun terkekeh mendengar ucapan Suzy yang terdengar sangat semangat itu. Kemudian ia langsung mematikan sambungan telfonnya. Tanpa ia sadari… Padahal sudah ada klakson yang berbunyi kearahnya..

CRASH!!!

***

Suzy tengah mematut dirinya di cermin. Memastikan bahwa penampilannya kini tampak sangat menawan dan cantik. Semua ini ia lakukan untuk Kyuhyun karena lelaki itu sudah kembali tiba dan menempati janjinya sekarang. Menikahinya nya, sesekali Suzy melirik kearah televise yang sekarang menjadi tontonannya. Dan ada sebuah berita yang menjadi minatnya. Sebuah kecelakaan mobil yang sudah menewaskan pemilik mobil itu. Tubuhnya tampak banyak berlumuran darah. Dan membuat Suzy bergidik ngeri.

“Tampak di dalam kartu identitas lelaki itu bahwa bernama Cho Kyuhyun, kewarnegaraan Korea Selatan yang mengemudikan mobilnya saat menelfon. Orang tersebut langsung di bawa ke Rumah Sakit Seoul untuk di otopsi,”

Deg!!

Bagaikan untuk kedua kalinya Suzy tertimpa batu besar. Apakah benar itu Kyuhyun? “Tidak mungkin!!!!!!!!!!” Suzy langsung berlari kebawah untuk ke Rumah Sakit Seoul, memastikan apakah itu benar Cho Kyuhyun kekasihnya.

***

Betapa terkejutnya dirinya saat benar itu adalah Cho Kyuhyun yang ditewas. Suzy kembali ditimpa batu besar. Ia kira hari ini akan kembali menjadi harus bahagianya, tapi kenapa harus kembali menjadi harinya yang sangat menyedihkan dan sangat sedih? Kenapa hidupnya saat menyedihkan? Sekarang jenazah Kyuhyun tengah di kemas untuk dimasukan ke dalam peti mati dan akan di iring untuk ke pemakaman. Wajahnya tampak damai dan tenang, bibirnya terlihat tersenyum. Tubuhnya yang sangat pucat dan dingin. Wajah Kyuhyun juga tetap tampan dan tetap membuat hati Suzy berdegup kencang. Okey~ Sekarang Suzy sudah bisa menerima kepergian Kyuhyun, gadis itu tetap menangis seraya memegang pipi Kyuhyun dan memeluknya untuk terakhir kalinya.

“Terimakasih Kyuhyun oppa. Berkat kau aku bisa mengetahui apa itu rasa Cinta,” kata Suzy tulus sebelum peti mati Kyuhyun di tutup dan dikubur di liang lahat. “Selamat jalan oppa, semoga kau tenang dan bahagia di alam sana. Doaku akan terus menyertaimu,” kata Suzy untuk terakhir kalinya yang diberikannya kepada Kyuhyun. “Aku mencintaimu,”

Air mata Suzy semakin deras keluar saat peti mati Kyuhyun sudah bercampur dengan tanah. Soojung tetap memeluknya dan memberikan kehangatan disana. Mereka semua menangis. Kehilangan sosok kesayangan dalam hidup mereka. Walaupun Kyuhyun raganya sudah tidak bersama Suzy dan orang-orang yang dicintai oleh Kyuhyun, tapi nama dan rasa cintanya akan tetap hidup di lubuk hati masing-masing orang itu.

Suzy beranjak dari daerah pemakaman. Hanya tinggal dirinya sendiri disana. Karena semua orang sudah meninggalkan daerah pemakaman itu. Suzy tampak menikmati itu semua. Angin sore terus menerus menerpa wajahnya dengan lembut, dan juga sangat menyejukan hatinya. Mata Suzy kini menangkap seorang lelaki bertubuh tinggi yang berdiri tidak jauh dari tempatnya. Tampaknya dia seperti seorang mahasiswa atau sudah lulus? Yang pasti lelaki itu bertubuh tinggi dan sangat terlihat tampan. Suzy mendekatkan dirinya kearah orang itu. Matanya tajam, hidungnya mancung, bibirnya yang tebal namun terkesan sexy. Dan juga rambut ikalnya yang tertiup angin. Mengingatkan Suzy pada… Kyuhyun? Entahlah yang pasti penampilan lelaki itu sangat mirip dengan Kyuhyun. Suzy melangkah lebih dekat agar bisa melihat rupa wajah lelaki itu.

Annyeong Haseo. Maaf aku menganggu acaramu, tapi sedari tadi aku melihatmu disini. Kalau boleh bertanya.. sedang apa kau disini?”

Tanya Suzy seraya ikut duduk disamping lelaki itu. Lelaki itu menoleh dan tersenyum kearah Suzy. Begitupula Suzy yang ikut tersenyum seperti lelaki itu. Suzy langsung melebarkan matanya dan mengerjab-ngerjab melihat wujud lelaki itu yang sangat mirip dengan Cho Kyuhyun. Kekasihnya.

“Kyuhyun? Ah tidak mungkin! Ia sudah tenang di alam sana,” gumam Suzy.

Annyeong. Aku sedang menaruh bunga di makam kakak ku yang habis meninggal dunia. Kalau kau?” dan suaranya. Sangat persis dengan Kyuhyun, sama-sama bass.

“Aku habis hadir di acara pemakaman kekasihku yang sudah meninggal tadi,” Suzy tersenyum miris.

“Eh, maaf.” Lelaki itu menunduk.

“Tidak apa,” balas Suzy.

Apa ini mimpi? Lelaki ini sangat mirip dengan Kyuhyun. Sebenarnya siapa lelaki itu?

“Namamu siapa? Aku Bae Suzy,” Suzy menyerahkan tangannya untuk berjabat dengan lelaki yang sangat mirip dengan Kyuhyun itu.

“Aku Marcus Cho.” Lelaki yang mengakui bernama Marcus itu membalas jabatan tangan Suzy.

Ada apa lagi dengan kehidupannya? Bukan hanya wajah, suara, tapi marga mereka sama-sama Cho.

.

.

.

Semua terjadi bagaikan mimpi dan melaju dengan begitu cepat. Mimpi burukmu kehilanganmu, karena kamu nyawaku. Karena kamu nafasku. Karena kamu jantungku. Kaulah segalanya bagiku.

Walaupun hati ini terkadang rindu dengan belaian kasihmu kepada, tapi kau menggantikan itu semua. Mungkin itu doamu untuk Tuhan, bagaimanapun juga dialah Marcus Cho dan bukan Cho Kyuhyun yang asli, kekasih asliku.. 

Tapi aku menerimanya.

Kau seperti malaikat tak bersayap Kyu, terimakasih sudah pernah menjadi bagian pada hati ini. Terimakasih Kyu.. Aku mencintaimu selamanya… Tetapi aku juga masih bingung kenapa kau mendatangkan Marcus Cho untukmu yang wujud nya sangat mirip denganmu? Sifat kalian pun sama, tapi tetap saja dia tidak bisa menyaingi mu Kyuhyun oppa. Ya, aku mencintai Cho Kyuhyun selamanya..

END

Alhamdullilah *SUJUd syukur* akhirnya FF ini selesai juga. Maaf kalo kepanjangan, dan maaf kalo ending nya gak memuaskan, alurnya kecepetan, atau agak ngelantur. Sorry~ Aku nyelesainnya dengan susah payah dan harus pikir keras supaya masih bisa (?) dan gak keluar dari alurnya. Ya, bilang ending nya aneh. Jujur, aku buatnya saat udah malem lho, udah ngantuk pula *curcol* Untungnya besoknya libur hehehe.. Kalo begitu, tinggalkan comment kalian yang berarti untukmu abis membaca FF ini. Terimakasih ^^

8 responses to “#Happy2ndAnniversarryKSF Slipped Away

  1. Aigooo.. suzy hidupnya complicated banget yaa… untunglah ada soojung disampingnya… walaupun akhirnya suzy ditinggal 7 thaun dan selama2nya sm kyuhyun… hueee..hikss

  2. ffnya pnjng tp untung gk ngebosenin.. hiks hiks ikut nangis pas kyuppa ninggal.. kasian suzy😥

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s