#Happy2ndAnniversaryKSF What is Love?

wa

What is Love?

Written by Chang Nidhyun

***

 

“Joy, dengar! Aku tidak bermaksud untuk menyakitimu. Aku…aku hanya ingin…”

Taemin semakin mendekatkan tubuhnya ke arah televisi yang menyala, menatap layar 40 inci itu tanpa berkedip. Tidak peduli bagaimana Sooji –keponakannya- menatapnya bingung dari arah samping. Gadis kecil itu hanya tahu, Taemin begitu bersemangat menonton film dengan tulisan barat yang tidak bisa dibacanya.

“Aku…aku hanya ingin tahu…bahwa aku…aku…” si pria di dalam televisi memejamkan matanya. Entah apa maksudnya, Sooji sama sekali tidak tahu. Belum lagi si perempuan yang menatap aneh ke arah si laki-laki. Orang dewasa memang selalu mebingungkan.

“Ayo Mike! Katakan padanya bahwa kau mencintainya! Cepat katakan Mike! Katakan!” heboh Taemin dengan nada gemas.

Sooji kembali memutar bola matanya ke arah sang paman. Ia pun menyandarkan punggungnya dengan kasar ke belakang, tepat ke punggung sofa yang didudukinya. Taemin sangat membosankan jika sudah menonton film seperti di depannya saat ini. Siapa katanya? Mike? Joy? Lagipula kenapa juga mereka harus menggunakan nama barat jika mereka punya mata sipit sama seperti Sooji? Lalu kenapa Taemin harus berteriak seperti itu? Toh, si Mike Mike itu tidak akan menyahuti Taemin. Tidak. Bukan hanya menyahuti, bahkan melihatpun tidak akan.

“Ah, Mike! Apa susahnya bilang jika kau menyukai Joy?!” pekik Taemin dengan nada kecewa yang kentara.

Sooji hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sedikit kasihan pada pamannya ini, karena dia terus saja berbicara pada TV yang tidak akan menjawabnya.

“Harusnya Samchon temui Mike Ahjussi saja, dia tidak akan mendengar Samchon meskipun Samchon meneriakinya sampai suara Samchon sakit,” celetuk Sooji cuek.

Taemin yang mendengar suara mungil Sooji buru-buru memutar kepalanya ke arah Sooji. Dia seperti orang bodoh disini, setengah ingin tertawa, tapi setengah hatinya lagi ingin…entahlah. ia merasa lucu tapi tidak ingin tertawa.

Taemin pun memutar kepalanya ke arah jam dinding di ruang tengah itu. Jarum jam sudah menunjuk angka 8, tapi sang kakak –Lee Ye Jin- belum juga menampakkan batang hidungnya. Juga kakak iparnya, Bae Daehyun. Sepertinya dia juga tidak akan pulang cepat hari ini.

“Kenapa kau belum tidur, sih? Jam berapa biasanya kau tidur?” ucap Taemin akhirnya. Ia bisa sedikit mengalihkan perhatiannya dari film Romance In Singapore –rekomendasi pacarnya. Ia sudah memutar film itu puluhan kali, dan entah mengapa ia selalu bereaksi sama, seolah-olah dia baru pertama kali melihat film itu.

Pada awalnya, Taemin tidak berniat menonton film itu karena ada Sooji di rumah ini. Entah mengapa anak yang satu ini malah ditelantarkan di rumah, sedangkan ibunya membawa si bungsu Bae Minhyuk untuk berbelanja. Entah belanja apa, tapi kakaknya sudah keluar sejak 3 jam yang lalu.

“Jam 9.” Sooji menjawab datar.

“Kau tidak ada PR? Kau harus mengerjakan PR mu Bae Sooji!”

“Besok hari minggu Samchon!”

Oh, benar. Taemin lupa. Besok adalah hari minggu. Bukan hanya Sooji saja yang libur, Taemin juga libur kuliah.

Taemin menyerah. Ia tidak mau ambil pusing soal Sooji dan memutuskan untuk kembali menonton film kesayangannya itu. Mengabaikan Sooji yang tengah dicekik rasa bosan.

“Samchon,” panggil Sooji tiba-tiba ketika 10 menit ruang TV itu dilanda keheningan.

“Apa?” sahut Taemin tanpa mengalihkan pandangannya dari layar TV.

Sooji sedikit menggeser tubuhnya ke arah Taemin yang duduk di sampingnya. Laki-laki itu pindah duduk di atas sofa sejak 5 menit lalu. kemudian, Sooji memperhatikan wajah Taemin dengan seksama, “Kenapa Mike marah saat Joy bersama laki-laki lain?”

Taemin mengerjapkan matanya saat mendnegar pertanyaan aneh dari Sooji. Setengah malas, Taemin memaksakan kepalanya untuk menoleh ke arah Sooji dan menatap bola mata gadis kecil itu, mata Daehyun versi perempuan.

Taemin mendesah panjang, “Karena Mike jatuh cinta pada Joy. Tapi Joy sama sekali tidak peka dengan semua sikap Mike. Menyebalkan, bukan? Dia malah lebih tertarik untuk memperhatikan David yang jelas-jelas hanya ingin mempermainkannya,” jelas Taemin panjang lebar. Mata pemuda itu sudah kembali terpatri di layar televisi.

Sooji mengerutkan dahinya. Tidak ada satupun kalimat yang Sooji mengerti dari mulut Taemin. Padahal, dia mendapat ranking 1 di kelasnya. Dia anak pintar, Sooji sangat tahu itu. Dia selalu mengerti dengan apapun yang diterangkan oleh gurunya. Tapi untuk pertama kalinya, Sooji justru tidak mengerti apa-apa yang diterangkan padanya. Padahal, tidak ada angka dan yang diterangkan Taemin bukan soal pelajaran. Taemin hanya menjelaskan Mike dan Joy. Ah! Satu lagi! Taemin menyebut nama David barusan.

Tapi, ada satu kalimat yang Sooji tangkap dari ucapan Taemin tadi.

“Jadi, Mike jatuh cinta pada Joy?” tanya Sooji lagi.

Taemin mengangguk semangat, “Ya. padahal dia juga agak jatuh cinta pada Mike, tapi Joy tidak peka juga. Ugh! Ini benar-benar menggemaskan!”

Sooji menganggukkan kepalanya mengerti. Membuat poninya sedikit bergoyang.

Sekarang, ada satu pertanyaan yang muncul lagi di kepala Sooji.

“Samchon, jatuh cinta itu apa?”

 

***

 

Jatuh cinta itu, saat kau merasakan jantungmu berdebar di dekat seseorang…

Sooji mengingat kalimat yang menyelusup ke kupingnya semalam, saat Taemin menjelaskan soal apa arti jatuh cinta.

…yeah, sama seperti ketika aku berada di dekat Naeun. Jantungku juga berdebar.

Sooji juga ingat kalimat lanjutan yang terlontar dari pamannya itu. Juga senyum sumringahnya. Taemin seperti bahagia sekali saat mendeskripsikan, apa itu jatuh cinta. Sepertinya asyik sekali bisa jatuh cinta, meskipun ia malah melihat Mike banyak terlihat bersedih karena jatuh cinta pada Joy.

Sooji menegakkan punggungnya, matanya berlari ke arah pemandangan di luar mobilnya melalui kaca hitam mobil ayahnya. Otaknya mencoba mencari kesimpulan soal apa itu jatuh cinta. Ia sering mendengarnya…

Seperti pangeran yang jatuh cinta pada Cinderella. Atau pangeran yang jatuh cinta pada Putri Salju. Atau, Juliette yang jatuh cinta pada Romeo –ia mendengar ini dari temannya. Juga, Mike yang jatuh cinta pada Joy. Satu lagi, pamannya yang jatuh cinta pada pacarnya.

Tapi, temannya bilang Romeo dan Juliette harus mengalami akhir yang buruk. Padahal mereka saling jatuh cinta.

Lalu, Mike yang harus bersedih karena jatuh cinta pada Joy.

Kemudian, Taemin yang jatuh cinta pada Naeun, tapi dia bahagia. Pamannya bahagia, tidak sedih seperti Mike ataupun mengalami akhir yang buruk seperti Romeo.

Sooji pun memutar kepalanya ke arah Daehyun yang tengah meyetir, “Appa!” panggilnya semangat yang berhasik mencuri perhatian Daehyun.

“Ya? Kenapa sayang?” Daehyun menarik kedua sudut bibirnya.

“Appa, apa jantungmu berdebar saat berada di dekat Mom?”

Daehyun mengerutkan dahinya saat mendengar bibir mungil putri kecilnya mengutarakan isi pertanyaannya. Sooji memang banyak penasaran tentang banyak hal. Biasanya, Daehyun selalu bisa menjelaskan apapun dengan lancar. Tapi kali ini, ada yang berbeda dengan pertanyaan putrinya.

“Kenapa membicarakan hal-hal seperti itu?” tanya Daehyun curiga. Ini pasti karena Taemin, batinnya.

“Hanya tanya saja. Apakah Appa seperti itu?”

Daehyun mendesah panjang. Ia sedikit menimang-nimang. Apakah ia perlu jawab jujur saja? Atau mengalihkan pembicaraan ini ke topik lain? Seperti soal panda yang lebih banyak tidur atau soal jenis ikan yang sempat dilihat Sooji di kebun binatang seminggu lalu?

“Appa?” rengek Sooji sedikit tidak sabar.

Daehyun menyerah. Ia pun kembali bersuara, “Tentu saja. Semua jantung manusia itu pasti berdebar, berdetak setiap saat agar mereka bisa hidup.”

 

***

 

Sooji memakan bekalnya di jam istirahat seperti biasanya. Hari ini, dia membawa bistik sapi buatan ibunya. Ia sebenarnya tidak terlalu suka bistik sapi, ia lebih suka bistik ayam. Tapi karena masih ada Taemin di rumahnya dan sedikit merengek pada ibunya agar membuatkan bistik sapi, akhirnya Sooji terima saja saat bistik sapi itu terletak manis di kotak bekalnya.

Dan selama makan, sebenarnya otak Sooji masih dikelilingi pertanyaan yang sama. Apa itu jatuh cinta? Ia tahu kata ‘cinta’. Seperti bentuk gambar di bajunya yang dibelinya saat berlibur ke Jeju. Disana ada gambar cinta yang besar, berwarna merah menyala, ditambah tulisan barat yang ia sendiri juga tidak tahu apa artinya.

Dia juga sering melihat artis-artis di TV membentuk cinta melalui jari mereka. Seperti Sandara 2NE1 di MV terbarunya. Jika tidak salah ingat, Sehun bilang judul lagunya ‘du yu lopeu mi’. Sooji tidak tahu apa rtinya, Sehun juga tidak menjelaskan.

Atau…

“Sehun!” Sooji memanggil Sehun yang duduk di meja samping kirinya. Sehun yang tengah asyik berkutat dengan makananya menoleh dengan malas. Anak laki-laki itu sangat dingin.

“Apa?” tanya Sehun kemudian.

Sooji tersenyum lebar. Ia pun buru-buru hijrah ke meja Sehun, duduk di hadapan anak laki-laki itu dnegan tatapan antusiasnya. Sedikit mengganggu Sehun sebenarnya, tapi Sehun tidak terlalu memusingkannya. Karena Sooji selalu membantunya mengerjakan PR.

“Kau tahu tidak jatuh cinta itu apa?” Sooji memulai sesi pertanyaannya. Ia harap Sehun akan memberikan jawabannya.

Sehun sedikit memiringkan kepalanya, pertanyaan macam apa ini? Tapi akhirnya Sehun menjawab juga.

“Menikah.” Katanya kemudian.

Bahu Sooji langsung merosot saat mendengar kata ‘menikah’. Dia hanya tahu menikah itu saat melihat foto besar yang ditempel di ruang tamu rumahnya. Disana ada foto orangtuanya, dan itu menikah.

“Apa? Menikah?” ulang Sooji.

Sehun mengangguk sambil mengunyah sayur yang seperti monster di mata Sooji. Seperti ayah ibunya, Sooji tidak suka sayur. Tapi tetap saja di kotak bekalnya pasti ada benda hijau yang menyakiti matanya itu.

“Iya. Menikah. Bibiku Kim Taeyeon akan menikah. Dan itu terjadi karena dia jatuh cinta pada Baekhyun Hyung,” jelas Sehun dnegan nada sombong. Akhirnya dia bisa sedikit lebih tahu daripada Sooji.

“Lalu…” Sooji melipat tangannya di atas meja, “Apa hubungannya dengan cinta? Apakah itu sama?”

Sehun terlihat berpikir ketika Sooji melanjutkan sesi pertanyaannya, “Yang aku tonton di drama kemarin, cinta itu seperti bentuk perasaan dari jatuh cinta.” Jelas Sehun lagi. Ia bisa sedikit bernapas lega karena bisa menjelaskannya dengan baik pada Sooji.

Sooji mengerucutkan bibirnya. Ia mulai agak bingung sekarang, “Lalu, apakah saat jatuh cinta, jantung orang bisa berdebar? Appa bilang jika jantung kita tidak berdebar, maka kita akan mati. Apakah jika kita tidak jatuh cinta, kita akan mati?”

Sehun mendengus panjang. Sulit! Ini benar-benar pertanyaan sulit!

“Tanya saja pada Victoria Sonsaengnim, dia pasti tahu. Dia juga menjelaskan tentang tumbuhan yang hidup, mungkin dia juga tahu soal jantung yang berdebar.”

 

***

 

Sooji konyol. Gadis 7 tahun itu menggeleng ngeri membayangkan kebodohannya. Dia terus bertanya soal jatuh cinta pada setiap orang, tapi dia tidak bisa mengartikan dengan benar apa itu arti ‘berdebar’.

Sooji memutar kepalanya ke arah wanita berambut panjang dengan pakaian abu-abunya. Itu guru Sooji. Dan dia berniat untuk menanyakan soal masalah yang satu ini.

“Hai Sooji! Belum pulang?” sapa Victoria ketika ia melihat salah satu muridnya berdiri di depan pintu ruang guru.

Sooji menggeleng pelan, dan tanpa basa-basi ia langsung mengutarakan pertanyaannya yang membelitnya hari ini, “Saem, aku ingin bertanya. Apa bedanya berdebar dan berdetak?”

Victoria mengerutkan dahinya. Tapi sedetik kemudian, ia langsung tersenyum ramah pada gadis kecil itu. Lalu Victoria pun mensejajarkan tingginya dengan Sooji, “Kemari…” Victoria menarik tangan mungil Sooji dan menempelkannya di dada Sooji, “Kau merasakan ada yang berdentum-dentum di balik dadamu?” tanya Victoria dengan nada lembut. Sooji segera mengangguk untuk menjawab pertanyaan itu, “Nah, itu namanya berdetak.”

“Jika berdebar?”

Victoria mulai berdiri tanpa mengalihkan pandangan matanya dari Sooji, “Maka detakannya akan lebih cepat.”

 

***

 

Sooji berlari dengan cepat untuk menjelaskan pengertian barunya mengenai arti berdebar. Ia semangat sekali, dan satu-satunya orang yang ingin diberi penjelasan ini hanya ada satu orang, yaitu Oh Sehun.

“Sehun!!! Sehun!!!” teriak gadis kecil itu saat melihat Sehun sedang berjalan di salah satu lorong sekolah.

Sehun memutar tubuhnya kaku. Lagi-lagi ia mengerutkan dahinya saat menemukan Sooji memanggilnya lagi. apalagi yang akan ditanyakan anak perempuan itu?

“Hah…kenapa jalanmu cepat sekali?” gerutu Sooji sambil membenarkan napasnya yang berantakan.

Sehun menggeleng pelan, “Ada apa lagi?” tanya Sehun setelah Sooji menegakkan punggungnya.

Sooji sudah membuka mulutnya, ia sudah bersiap untuk menjelaskan semua yang ia tahu…

Tapi mata gadis mungil itu langsung melebar. Terkejut. Tentu saja. Ia buru-buru memegangi dadanya dengan kuat. Memastikan apa yang ia rasakan itu benar atau salah.

Sehun yang menonton gerak-gerik aneh Sooji hanya menaikkan sebelah alisnya bingung, “Kau ini kenapa, sih?”

Sooji langsung menjatuhkan retina matanya pada Sehun. Benar. Dia tidak salah lagi…

“Sehun, sepertinya kita harus menikah.” Kata Sooji tiba-tiba yang membuat Sehun ikut melebarkan matanya.

“Apa?”

Sooji mengangguk cepat, “Jantungku berdebar cepat, dan Taemin Samchon bilang itu artinya jatuh cinta. Dan kau bilang, jatuh cinta berarti menikah. Berarti kita harus menikah karena jantungku berdetaknya cepat sekali. Victoria Saem bilang, berdebar itu artinya jantung kita berdetak lebih cepat.” Jelas Sooji masih denga mata membulat, dan ia semakin berubah panik, “Jantungku benar-benar berdebar Oh Sehun! Sepertinya aku memang jatuh cinta padamu!”

 

&The End&

31102014 0224PM

 

20 responses to “#Happy2ndAnniversaryKSF What is Love?

  1. Ya ampun Sooji polos banget deh =D yaa jelas jantung2ny berdebar2 dia kan hbis lari x_x lucu deehh..

  2. ini tuh lucu banget apalagi suzy nya haha yeopta😀 ceritanya tentang anak kecil yg pengen tau apa itu cinta yaa

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s