Adopta (1/3)

Adopta - Dina copy

Title : Adopta | Author : dina | Genre : Angst, Romance | Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Sooji

Disclaimer

Storyline pure by Me, all cast belongs to God and their familiy

Poster by my lovely saengi rosaliaaocha

.

.

.

The life-time before we met has faded away

 *

18 Tahun yang lalu.

Gadis kecil itu berlari menuju sebuah rumah yang cukup asri. Rumah yang didiami keluarga Bae Yong Jin. Di belakang gadis itu tengah berjalan dengan anggun kakak perempuannya yang hanya terpaut 18 bulan dengannya.

Eonni! Lihat air mancur” tunjuk gadis kecil itu setengah berbisik pelan, sebelah tangannya berganti mengenggam erat jemari Eunji.

“Kita harus sopan Ji-ya!” Eunji mengingatkan adiknya.

“Iya eonni..” lirihnya.

“Tidak apa-apa sayang, anggap saja ini rumah kalian,” Ny. Bae mengelus puncak kepala Eunji.

“Mulai besok kalian sekolah di tempat baru ne!” pinta tuan Bae.

“Tempat baru?” tanya Eunji.

“Hem…kami sudah memindahkan kalian ke Jeolan School, sekolah ini lebih baik dari sekolah kalian terdahulu.” Jelas tuan Bae.

Ne…”

—-

“Sooji-ya” panggil Eunji.

Sooji yang masih asik bermain kotak musiknya tidak menjawab panggilan Eunji. Sungguh tinggal di tempat baru yang jauh lebih luas dari bangsal panti asuhan tempat dirinya dan kakaknya dibesarkan tanpa orang tua membuat Sooji sangat bahagia melebihi apapun. Apalagi tuan dan nyonya Bae yang ia anggap ibu peri bersedia menampung mereka, tepatnya mengadopsi keduanya di rumah besar yang sunyi ini. Sooji berjanji jika dia akan menjadi anak yang sangat baik dan penurut. Segala kenakalan akan ia tanggalkan, ibu panti harus bangga jika ia menjadi anak yang tidak lagi pendiam, dan mulai besok di sekolah ia akan berusaha menyapa teman-temannya seperti yang biasa kakak perempuannya lakukan.

“Ji-ya!” panggil Eunji lagi.

Ne eonni?”

“Kau suka di sini?” tanya Eunji sambil menatap langit malam yang dihiasi bintang.

Jhoa eonni, waeyo?”

Ani….kajja kita tidur!” ajaknya kemudian.

Eonni…”

“Hem?”

“Berjanjilah, eonni akan selalu bersamaku,” pinta Sooji.

“Kau satu-satunya keluarga yang kupunya.”

“Tapi kita sekarang punya appa dan eomma.”

“Hem…appa dan eomma” senyum Eunji, “tutup matamu, besok kita harus sekolah,” titah Eunji.

Ne eonni, jaljayo.” Sooji memenjamkan matanya, sedangkan Eunji melihat sekeliling ruangan yang cukup luas untuk mereka berdua. Mulai kemarin dirinya dan Sooji remi menyandang marga Bae setelah suami istri Bae Yong Jin memutuskan untuk mengasuh mereka. Eunji yang berusia 8 tahun dan Sooji yang belum genap berusia 7 tahun.

“Tuhan, apakah appa dan eomma kami masih hidup?”

—–

Sooji melangkahkan kakinya keluar dari mobil tuan Bae, di sekolah ini ia terdaftar sebagai Bae Sooji dan kakaknya Bae Eunji, menanggalkan marga Lee mereka, marga yang sama dengan ibu panti mereka.

Appa antar,” ucap tuan Bae.

Ne appa..” lirih Sooji yang cukup pemalu dan pendiam, namun hari ini ia ingin berubah. Menjadi anak yang baik dan tersenyum. Pesan terakhir dari ibu panti mereka. Sooji dan Eunji hanya berjarak 2 tingkat, kelas Eunji dan Sooji akan sedikit berjauhan. Sooji yang sangat pendiam dan tertutup sedikit ragu menepakkan langkah kakinya, di sampingnya Eunji membisikkan kata-kata jika semua akan baik-baik saja. “Gwenchana,” senyum Eunji menenangkan adiknya yang telapak tangannya mulai dingin.

“Siho-ya!’ terdengar suara anak lelaki berteriak memecah keheningan pagi di lorong sekolah mereka. Sooji menolehkan kepalanya ke belakang. Matanya dan mata anak lelaki itu bertemu beberapa detik.

Eoh…annyeong,” sapanya setengah berlari melewati Sooji dan Eunji yang berbelok ke ruang Kepala Sekolah.

Sooji tidak menjawab, hanya menatap punggung anak lelaki yang terlihat merangkul pundak temannya. senyum dan kekehan tawa tidak lepas dari wajah anak lelaki itu. Perlahan genggaman tangan Sooji mengendur. Eunji dan tuan Bae telah di dalam ruangan, Sooji masih terpaku di pintu ruangan.

“Sooji-ya” panggil Eunji.

Ne..” konsentrasi Sooji buyar, sebuah pendar senyum tersungging di wajah bulatnya. Sepertinya ia menemukan teman yang menyenangkan.

—–

“Myungsoo-ya!!” sebuah teriakan terdengar memecah keheningan kelas ketika lagi-lagi anak lelaki ‘kesayangan’ Han saem berhasil menjalankan misinya mengerjai Tae Suk si preman kelas. Ia memasang lem super bening di kursi Tae Suk, hukuman yang harus diterima Tae Suk karena mengerjai Siho dan Dasom tempo hari. Efektif celana Tae Suk menjadi robek ketika ia berusaha berdiri dari tempat duduknya.

Buk!

Sebuah pukulan mendarat di pipi Myungsoo.

Ya!” Siho memekik melihat sahabatnya diberi pukulan mentah. Alhasil terjadilah keributan di dalam kelas. Jung saem yang terkejut memasuki kelas tampak tergopoh-gopoh melerai murid-muridnya.

“Hentikan!” pekiknya sembari memegang tangan Myungsoo dan tangan Tae Suk.

“Dia mengerjaiku saem!” pekik Tae Suk.

Aniya saem! Dia yang terlebih dulu mengerjai kami!” balas Myungsoo.

Geumanhe!”

Bibir Tae Suk mengerucut marah, sementara Myungsoo menjulurkan lidahnya, melihat Tae Suk ia permalukan cukup membuatnya senang. Apalagi di pojok sana Dasom tersenyum cerah bersama Siho, misi balas dendam mereka berhasil meskipun Myungsoo lagi-lagi masuk ruang bimbingan konseling untuk mendapatkan hukuman.

—–

Myungsoo berada di ruang UKS setelah Han saem memberinya wejangan yang sangat panjang, sudut bibirnya terdapat sedikit luka. Han saem menyarankan dirinya untuk ke ruang UKS, meminta salep untuk mengobati lukanya.

“Suster..” panggil Myungsoo ketika ia memasuki ruang UKS, “sepi?” celetuknya. Kepalanya ia tolehkan ke kanan dan ke kiri

Ceklek!

Sebuah tangan putih nan mungil tampak dari balik pintu.

Eoh..annyeong,” sapa Myungsoo mendapati Sooji keluar dari dalam kamar mandi. Sooji tertegun melihat Myungsoo, lelaki yang tempo hari tersenyum padanya. Sooji meminggirkan tubuhnya dari hadapan Myungsoo, wajahnya perlahan ia tundukkan. Sooji diliputi rasa rendah dirinya, sebuah perilaku yang sangat dilarang ibu pantinya dulu.

“Siapa namamu?” tanya Myungsoo mengikuti gerak Sooji yang berhasil melewati tubuhnya.

“Sooji..”

“Eh…kau adik dari Bae Eunji bukan?” tanya Myungsoo lagi, spontan Sooji mendongakkan kepalanya menatap heran bagaimana lelaki di hadapannya mengetahui ia adik Eunji. Bahkan dia tidak pernah mengunjungi kelas kakaknya.

“Aku Myungsoo, Kim Myungsoo, ingat itu!” Pesan Myungsoo.

Sooji mengerjapkan kedua matanya, mengangguk tanda mengerti. “Kau terluka” Sooji menunjuk sudut bibir Myungsoo.

Ige? Tae Suk memukulku tadi” cengir Myungsoo.

“Kau berkelahi?”

“Hem…Han saem menyuruhku meminta obat untuk lukaku ini.”

“Apakah sakit?”

“Tidak begitu.”

Eoh Myung kau di sini?” tiba-tiba suster Hyosung menampakkan dirinya. Ie menggelengkan kepalanya melihat lagi-lagi anak didik kesayangan Han saem telah berada di ruangannya.

“Kau sudah baikkan Sooji-ya?” tanya suster Hyosung.

“Sudah suster, terimakasih” Sooji menundukkan kepalanya hormat.

“Memang kau sakit apa?” tanya Myungsoo yang wajahnya telah ditangkup oleh suster yang mengamati luka di wajahnya.

“Sooji sakit perut,” jawab suster Hyosung.

“Argh! Appo..” sungut Myungsoo.

“Maka dari itu, jadilah anak yang baik dan penurut!”

“Tapi eomma…Tae Suk yang mengerjai kami terlebih dahulu!” Myungsoo menceritakan perihal ia berkelahi. Sooji terkejut melihat Myungsoo memanggil suster Hyosung dengan sebutan eomma. Sejak saat itu Sooji menganggap suster Hyosung sebagai ibu Myungsoo tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.

“Sooji-ya!”

“Iya..”

“Kau jadi adikku ne!”

Waeyo?”

“Karena aku ingin dipanggil op-pa.”

Arra…”

Suster Hyosung tersenyum mendengar permintaan Myungsoo. Permintaan yang baru kali ini keluar dari mulut keponakannya. Myungsoo anak dari kakak lelaki Kim Hyosung yang telah menjadi duda selama 7 tahun karena ditinggal istrinya meninggal semenjak Myungsoo berusia belum genap 3 tahun.

—–

3 Tahun kemudian

Oppa…” Sooji duduk termangu di rumah pohon tempat ia dan Myungsoo biasa menghabiskan waktu selepas sekolah. Kakek Shim yang membuat rumah pohon itu untuk anaknya, namun karena anak kakek Shim telah dewasa, maka ia memperbolehkan Myungsoo dan Sooji untuk menempatinya sebagai base camp mereka bersama-sama dengan Siho dan Dasom.

“Hem?”

“Aku akan pindah.”

“Kemana?” Myungsoo menutup buku yang sedang ia baca.

Molla…eomma menyebutkan Eden…” Sooji tampak berpikir, “Edinburgh” ulangnya.

“Dimana itu? Seperti kota di negara asing.”

“Hem..” Sooji menganggukkan kepalanya.

“Kenapa kau harus pindah?”

“Aku tidak tahu.”

Myungsoo terdiam, jemarinya mengelus buku berkali-kali. Tak lama ia beranjak dari tempat ia duduk.

“Kemana?”

Kajja, kita pulang!”

Waeyo oppa?”

“Aku lelah.”

Sooji menatap punggung Myungsoo yang terlebih dahulu turun dari rumah pohon. Sooji dan Myungsoo berjalan beriringan, Myungsoo di depan dan Sooji di belakang, menyusuri ladang gandum yang terbentang luas menuju rumah mereka.

Oppa!” Sooji kecil menghentikan langkahnya, sementara Myungsoo tetap berlalu meninggalkan dirinya. Pelupuk mata Sooji mulai berair, ia menangis.

…..

Eomma, mengapa hanya aku yang ikut eomma pergi?” tanya Sooji sambil menggendong boneka beruang putihnya. Eunji masih terdiam di kamar, merasa sangat sedih dengan keputusan yang harus diambil appa dan eomma mereka.

“Kau akan senang tinggal di sana sayang.”

“Tapi…mengapa eonni dan appa tidak ikut?” tanya Sooji lagi. Nyonya Bae memakaikan mantel di tubuh Sooji, menggandeng tangannya. Supir nyonya Bae telah menunggu di luar dengan semua koper keperluan mereka.

“Aku pergi, jaga baik-baik Eunji,” pintanya. Tuan Bae menganggukkan kepalanya perlahan.

Nyonya Bae memasuki kamar Eunji, mendekap erat kepala putrinya. Sooji hanya terdiam melihat pemandangan di hadapannya. “Appa..” hanya sebuah kata terucap ketika tuan Bae memeluknya, mengcup pipi gembulnya seakan-akan hanya sedikit waktu yang mereka miliki.

“Aku akan sangat merindukanmu sayang..” mata tuan Bae mulai memerah.

Eunji menatap nanar kepergian adik dan eomma-nya. Di usia 12 tahun, ia cukup mengerti perceraian yang dialami orang tua angkatnya. Pada akhirnya ia dan Sooji terpisah. Edinburgh berjarak ribuan mil dari Korea.

“Sooji-ya!” Myungsoo berlari mengejar mobil nyonya Bae. Semuanya terlambat, Sooji telah pergi tanpa sempat Myungsoo ucapkan kata perpisahan.

—–

Seoul, 2015

“Sooji..” gumam Myungsoo menatap lekat foto wajah cantik teman kecilnya, kembali ingatannya berputar saat ia masih duduk di bangku SMA dan Sooji datang mengunjungi mereka di liburan musim panas.

Flashback

Oppa!” Myungsoo menolehkan kepalanya ke arah sumber suara. Dirinya terkejut sekaligus bahagia mendapati gadis yang selalu ia rindukan presensinya, seorang Sooji telah berdiri berjarak 8 meter darinya. Sebuah senyuman manis tersungging, rambut panjang Sooji tergerai dengan indahnya, surai hitamnya berkilat tertimpa sinar matahari pagi. Myungsoo bahagia.

“Kapan kau datang?” setengah berlari Myungsoo menghampiri Sooji.

“Tadi malam,” pekik Sooji sembari tertawa renyah.

Myungsoo semakin mengikis jarak diantara mereka berdua, kedua tangannya merengkuh tubuh Sooji, memeluknya erat. “Boghosippo…” bisiknya yang berhasil membuat dada Sooji berdegup kencang. Sebuah pelukan dari pria yang tidak pernah ia dapatkan sebelumnya selain dari appanya.

Oppa…” kedua tangan Sooji terulur memeluk pinggang Myungsoo. Mendaratkan pipinya di dada Myungsoo.

Nado…” gumam Sooji sembari memejamkan matanya.

……

“Eunji-ya hentikan!” Myungsoo sibuk menghentikan gelitikan gemas Eunji yang sedari tadi menunjukkan kejengkelannya karena dikerjai oleh Myungsoo. Berdiri di luar rumah, menunggu penjual tofu datang padahal ini hari Selasa, hari sang penjual absen dari kegiatannya. Dan Eunji dengan bodohnya menuruti apa mau Myungsoo, menunggu seperti anak kecil menginnginkan gulali.

Sooji menatap Myungsoo dan Eunji dalam kediamannya. Bae Eunji dari dulu tidak pernah berubah, kepiawaiannya berteman dengan banyak teman lelaki menjadi catatan tersendiri bagi Sooji betapa kakaknya sangat terlihat mempesona ketika berkumpul dengan komunitas teman-temannya. Pun termasuk Myungsoo yang tidak luput dari perhatian Eunji. Sooji menyadari jika ia hanya akan menjadi adik bagi Myungsoo, karena di dalam benaknya Myungsoo lebih menyukai Eunji yang supel.

“Ji-ya kau tidak mau makan?” tanya Eunji.

“Tidak eonni, aku kenyang,” jawab Sooji sambil tersenyum. Lagi ia melihat keakraban Myungsoo dengan Eunji. Dalam 6 tahun ia meninggalkan Korea, rasa kesepian merayapinya mengetahui kedekatan Myungsoo dengan Eunji saat itu. Untuk pertama kalinya Sooji merasakan iri terhadap Eunji. Sebuah rasa yang hanya bisa ia simpan rapat-rapat.

…….

“Sooji-ya bagaimana rasanya hidup di sana?” tanya Eunji.

“Tidak ada yang spesial eonni,” Sooji sibuk mengepang rambut Eunji.

Waeyo? kukira Edinburgh sangat indah. Apakah kau sudah melihat semua kastil di sana?”

Ne…semua tampak sama, indah hanya karena bangunan-bangunan kuno.”

“Eii…aku sangat menyukai arsitektur kuno, kau tahu betul itu..” Eunji masih sibuk melihat foto Sooji dan eomma mereka di kamera digital milik Sooji.

Done!” Sooji selesai mengepang rambut pendek sebahu kakaknya.

Eomma tampak baik-baik saja.”

“Hem….”

“Bagaimana saudara tirimu?” tanya Eunji.

“Edison cukup baik,” Sooji menarik selimut bunganya.

Eomma menjagamu dengan baik bukan?”

“Sangat, mama menyayangi aku dan Edison”

“Mama? Kau memanggil eomma dengan sebutan mama?”

Sooji mengangguk sembari menata bantalnya, “Edison yang memintaku memanggil eomma dengan sebutan mama agar tidak ada perbedaan diantara kami.”

Eoh…” kembali Eunji terdiam.

Eonni…”

“Hem?”

“Sedekat apa kau dengan Myungsoo oppa?”

“Pertanyaanmu aneh sekali!”

“Aku ingin jujur….” Sooji terdiam sejenak, bukan dirinya jika harus berterus terang tentang perasaannya. Namun waktu 3 minggu yang eomma berikan padaya tidak cukup untuk mengetahui perasaannya sendiri ketika di sini, kembali ke Korea. “Senyumnya selalu membuatku bahagia, mata itu mata yang selalu aku rindukan,” lanjut Sooji.

“Kim Myungsoo?”

Sooji menganggukkan kepalanya perlahan, “eonniya apakah aku bisa melihatnya lagi? Aku tidak ingin ikut dengan mama, aku tidak ingin kembali ke Edinburgh…”

Eunji terdiam menatap Sooji, entah apa yang ia rasa saat itu. Semenjak Sooji pergi, Myungsoolah yang sering ia ajak kemana saja. Karena mereka teman sebaya maka tidak ada satupun yang curiga perihal perasaan Eunji. Perasaan sahabat yang cenderung posesif. Berada dalam friend zone yang ia sendiri enggan mengakuinya. Namun untuk kali ketika Sooji datang, ia merasa terancam.

Mianhe…”

“Apa maksud eonni?”

“Myungsoo menyukai gadis lain.”

Sooji diam tertegun, sebuah kalimat pendek yang menohok hatinya.

“Sejak kapan?” tanya Sooji

“Sejak kau meninggalkannya…”

Sooji yang saat itu belum genap berusia 17 tahun merasakan patah hati untuk pertama kalinya. Sebuah cinta yang orang kata layu sebelum berkembang. Kesempatannya hanya sedikit, dan ketika waktu itu datang, ia hanya bisa terdiam. Tanpa melanjutkan pertanyaannya, Sooji memilih merebahkan tubuhnya untuk tidur.

“Kalau seperti itu, aku akan lebih mudah meninggalkan Korea..” lirih Sooji yang masih terdengar oleh Eunji yang masih termangu menatap Sooji yang berbaring memunggungginya.

……

“Kenapa kau pergi lagi?” Myungsoo menyeret tubuh Sooji, dengan kekesalan yang memuncak karena diacuhkan Sooji 3 hari terakhir, ia memutuskan menculik sejenak adik sahabatnya ke rumah pohon mereka.

“Sudah saatnya aku pergi oppa..”

Andwe! Aku tidak mengijinkanmu!”

“Tapi mama menyuruhku kembali, aku sudah bertemu dengan kalian.”

“Tapi tidak dengan cara seperti ini, bisakah kau tinggal di sini?” pinta Myungsoo

Sooji terdiam, airmata berlompatan mendesak ingin keluar dari pelupuk mata Sooji. Ia tidak rela meninggalkan semua ini. Perasaan bahagia yang mendatanginya ketika melihat Myungsoo setelah 6 tahun mereka tidak bertemu.

“Aku sangat ingin kau di sini,” Myungsoo merapatkan tubuhnya. Pertama kali dalam hidupnya, ia sangat ingin memiliki seseorang. Myungsoo ingin Sooji mengisi hari-harinya.

“Kumohon tetap di sini..” Myungsoo mendongakkan dagu Sooji.

“Kau akan kuliah sebentar lagi oppa, jika aku di sini akan sama saja. Kita tidak bisa bertemu setiap saat.”

“Tapi aku bisa menemuimu mungkin setiap minggu atau dua minggu sekali. Tidak ketika kau di Edinburgh.”

“Kau tidak boleh egois seperti ini oppa..”

“Egois?”

“Hem…”

“Kau yang egois, membiarkanku menjalani hari-hari sepi ini!” suara Myungsoo sedikit meninggi.

“Ada eonni yang selalu menemanimu.”

“Eunji bukan kau Sooji-ya!”

Myungsoo mendekatkan wajahnya, nafas hangatnya menerpa wajah Sooji. Sooji seakan terpaku menatap manik mata Myungsoo. Hatinya mengalami kekalutan luar biasa, sedari kemarin ia mengukuhkan prinsipnya untuk segera meninggalkan Korea. Lagipula ia sudah 1 minggu meninggalkan jadual sekolahnya.

“Jika aku mengatakan aku menyukaimu dari kecil, apakah kau percaya?” bisik Myungsoo yang berjarak semakin intim dengan wajah Sooji.

Oppa…” belum sempat Sooji meneruskan kalimatnya, Myungsoo telah berhasil membungkamnya dengan kecupan hangat di bibir miliknya. Ciuman pertama baginya dan Myungsoo.

Kajima…” lirih Myungsoo selepas tautan lembut mereka.

Sooji menggelengkan kepalanya, “eonni menyukaimu…”

Flashback end

TBC

Annyeong readers ^^ mian jika Adopta yang saya posting, oiya untuk BBR special part nya akan saya protect. Saya ingin berbagi dengan readers setia yang selalu hadir memberikan apresiasinya di setiap part ff BBR. Cara mendapatkan pw masih sma seperti BBR part 12 dulu. Saya tidak peduli dibilang egois namun saya hanya ingin berbagi dengan orang-orang yang menghargai karya saya, pasti akan muncul alasan sulit untuk komentar dll tapi menurut saya itu bukan masalah, tergantung niat reader aja. Banyak reader setia yang berusaha leave komen meskipun terlambat dan itu sangat saya hargai. Sekali lagi mianhe, saya sangat hafal satu per satu readers setia. Saya sangat longgar memberikan pw part 12 namun kenyataannya yg saya beri pw hilang begitu saja tanpa jejak dan itu banyak. So untuk satu ini saya ingin mengapresiasi readers yang selalu ada di ff BBR ^^ dan tidak mau lagi memberi kelonggaran kecuali meninggalkan jejak di ff BBR sebelumnya.

RCL nya ne, GHAMSAHAMIDA!!

Email : madina.dandelion@gmail.com

Sms : 0857 2701 5275

Gidaryo🙂

139 responses to “Adopta (1/3)

  1. itu flashback mrka wktu msih remaja, ap eunji jg suka sm myung? tp trnyta myung sukanya sm sooji, tp sooji lbh milih prgi lg krn tau eunji suka sm myung, gmn nnti klnjutn hbungn mreka stlh sooji prgi y,,

  2. Kesel sma eunjiiiiiiiiiiii, kalau aja eunji nggk bilang kaya gitu mungkin sooji bakalan ttp dikorea bersma myung
    jdi myung suka sma sooji dri kecil, dan trnyata eunji jga suka sma myung dan demi eonninya sooji rela ngelepas myung??? Andweyooooo

  3. Eunji kenapa hrus berbhong seperti itu?
    Mereka berdua sama2 saling suka🙂 tapi sooji sdah mengtahui perasaan eonninya yg menyukai myungsoo😦

  4. Woww good story… suka sma ceritanya nice suzy dia tau kakaknya suka myung dan milih mengalah good..

  5. sooji baik banget… yah biarpun dia ngorbanin perasaannya dan perasaaan myungsoo juga, tapi dia rela ngorbanin itu semua demi kakaknya aigoo

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s