It’s Love, but? (Chapter 9)

kiyomizu-miuzki-copy

It’s Love, but? (Chapter 9)

Kiyomizu Mizuki’s Storyline

Main Cast : Kim Myungsoo [INFINITE’s L] – Bae Suzy [Miss A’s Suzy] || Genre : Romance, Comedy (little bit), Fluff, and other || Rating : PG-15+ || Length : Chaptered || Disclaimer : Plot and story is mine. I’m sorry if there same any title or characters. Main cast belong to God, their parents, and their agency. I’m sorry if there’s any same title or characters. This is just a fan fiction. Sorry if you find typo(s)

Previous Chapter; Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Chapter 8

Big thanks to Ladyoong Graphics for amazing poster!

Happy Reading ^^

.

.

.

Apalagi Haruno L alias Myungsoo berhasil membuatnya kembali tersungkur seperti tadi. Dia sendiri bingung. Kenapa Myungsoo bisa begitu cekatan ketika melawannya? Padahal Suzy sudah sangat memperhatikan layar itu, tapi dia masih kalah cepat dengan serangan Myungsoo yang secara tiba-tiba langsung bisa membuatnya terluka. Suzy menyenderkan kepalanya di sofa yang dia tempati, setelah terlalu banyak memperhatikannya, kepalanya itu terasa sangat pegal karena terus menerus tegak berdiri. Kemudian memasang wajah malas dan lelah. Jarinya terasa pegal menekan tuts-tuts tombol itu. Akhirnya, dia hanya bisa bermain dengan sekuat tenaganya. Tanpa memikirkan nanti dia akan kalah atau menang, Suzy sendiri juga sudah terlalu pasrah. Jarinya terlalu pegal selama dua babak terakhir tadi.

Kehebatan Myungsoo dalam bertarung memang patut diacungi jempol. Dia hebat dan sangat cekatan dalam melukai musuhnya. Suzy sendiri tidak sadar kalau Myungsoo malah mengecohnya beberapa kali saat mereka memainkan games itu. Karena memang pada buktinya, lelaki itu memang awalnya sangat sulit untuk dikalahkan. Suzy saja yang sudah menyerang beberapa kali Haruno L tetapi tidak bisa terkalahkan juga dan bisa menghindar dengan cepat membuatnya jatuh terkena jurus samurai dari Haruno L alias Myungsoo. Mungkin jika diteliti lebih lanjut sebenarnya masih ada kemungkinan lain. Mungkin dirinyalah––Suzy––yang belum bisa memainkan permainan yang seperti itu. Alias, kebanyakan dimainkan oleh para anak laki-laki. Dan jujur, Suzy jarang memainkan permainan seperti tadi. Jadinya dia belum terbiasa memainkannya. Anehnya saat memainkan ini semalam, esoknya dia malah ketagihan ingin memainkannya lagi.

Game Over!!!” pekik Myungsoo dengan meriah. Seakan menyambut kedatangan tahun baru dengan kecerian yang mendalam. Dan Myungsoo tiba-tiba langsung melempar analog itu ke sembarangan arah. Melihat hasil yang telah dia buat saat melawan Suzy tadi.

Suzy melongok kearah layar. Tulisan ‘lose’ terletak di Haruno L dan bukan di Ayane Zyeon. Kemudian gadis itu mengubah raut wajahnya menjadi kaget sekaligus bingung dengan kejadian yang tidak terduga ini. Bukankah yang memenangkan pertarungan ini seharusnya Haruno L alias Myungsoo? Kenapa malah berpindah pada Ayane Zyeon alias milik Suzy. Dan yang membuatnya bertambah bingung adalah: kenapa Myungsoo bisa memekik sekencang dan semeriah itu mendapati dirinya telah kalah melawan Suzy? Harusnya ‘kan Suzy yang kalah bukan Myungsoo. Padahal, gadis ini sudah pasrah kalau akhirnya Myungsoo yang menang dan dia sudah ikhlas lebih dulu. Ada apa sebenarnya? Batin Suzy bingung. Dia memiringkan kepalanya pelan seraya menatap layar televisi itu dengan pandangan tidak percaya apa yang dia lihat. Suzy tadi sudah hampir malas dan tidak mau melanjutkannya, kemudian melanjutkan dengan sisa tenaga yang dia punya. Sejak tadi dia melihat kalau Myungsoo sangat fokus memainkannya. Aneh, pikirnya. “Mwo?” gumam Suzy pelan. Awalnya dia salah lihat. Berarti…. Myungsoo kalah? Aku mengalahkan Myungsoo? Yang benar saja, batin Suzy lagi seraya memandang Myungsoo yang memandang dengan penuh keceriaan dimatanya.

Finally! Aku kalah. Congratulations Ayane Zyeon!” seru Myungsoo sambil meraih jemari Suzy. Melepaskan analog tadi yang masih berada di genggaman gadis itu tanpa memandangnya. Myungsoo sendiri juga sudah bisa menangkap apa yang tengah dipikirkan oleh Suzy sekarang. Gadis itu bingung melihat hasil akhir permainan mereka sekarang. Ya, Myungsoo dengan mudah menangkapnya. Sangat terlihat jelas dari pandangan mata Suzy yang seakan berbeda. Seharusnya Myungsoo memasang wajah kesal karena telah kalah melawannya, ini anehnya dia malah bersorak dengan senangnya tanpa memikirkan hal yang sudah mereka setujui tadi. Memberikan hadiah bagi orang yang telah menang. Apalagi saat Myungsoo menyalami Suzy yang telah menang. Semakin aneh saja. Layaknya dia yang menang saja. Dengan penuh senyum yang menghiasi wajahnya. Tanpa yang diketahui oleh Suzy, Myungsoo menyunggingkan smirk nya.

“Tunggu dulu! Ini apa? Kenapa jadi aku yang menang melawanmu? Bukankah seharusnya dirimu Myungsoo?” bingung Suzy.

“Kenapa jadi kau bertanya begitu? Seharusnya kau bersorak senang karena bisa mengalahkanku sekarang,” kata Myungsoo bahagia. Seolah hatinya kini berbunga-bunga bisa dikalahkan oleh Suzy yang sebenarnya tadi sudah pasrah menerimanya. Mungkin sekarang Myungso telah berubah menjadi lelaki yang aneh.

Suzy masih tidak mengerti tentang semuanya. Dia sendiri tidak tahu apa maksud yang dilakukan oleh Myungsoo, jika saja dia mempunyai kekuatan yang bisa membaca pikiran oleh lain alias telepathy. Mungkin Suzy akan segera menjebak Myungsoo kenapa lelaki itu bisa mengingkhlaskan kalau yang menang adalah Suzy. Tapi dia tidak mempunyai-nya sih, jadinya dia tidak tahu apa yang selanjutnya akan terjadi. Hanya Myungsoo dan Tuhan yang tahu apa yang direncanakan oleh lelaki Kim itu. Pokoknya, saat babak ketiga sudah akan dimulai, dia tidak kembali bersemangat memencet tombol-tombol disana. Mungkin rasa semangatnya sudah tersingkirkan oleh rasa lelah yang mulai menggerogotinya tadi. Bahkan tadi Suzy tidak memperhatikan pertarungannya dan hanya asal-asalan memencet tombol-tombol lain yang menurut penglihatannya tadi bahwa itulah tombol yang tepat. Sekarang? Kenapa dia menang. Okelah, bilang saja kalau sekarang Suzy berpikiran aneh dan sedikit labil. Mungkin. Tadi dia hanya cemberut mendengar syarat utama yang diajukan oleh Myungsoo dan berharap kalau dialah yang menag. Tapi sekarang.. Setelah dia menang, bukannya bersorak senang seperti yang dilakukan Myungsoo hanya bisa memandang bingung.

“Eh aku lupa. Kau ingin hadiah apa?” Myungsoo memutar haluan soal tadi. Dia terkekeh pelan, melihat raut wajah Suzy yang masih dilanda oleh kebingungan. “Hey, Bae Suzy!” Myungsoo merasa kalau pertanyaannya tadi belum dapat menyadarkan gadis itu. Akhirnya dia sedikit mengeraskan suaranya.

“Tunggu! Aku yakin ini masih ada yang salah,” elak Suzy yang masih tidak percaya apa yang dilihatnya. Tangannya melayang di udara seakan menahan Myungsoo untuk berucap.

“Apa yang salah lagi? Sudah jelas-jelas kau yang menang dalam pertarungan kita kali ini,” kata Myungsoo sembari berdiri dari sofa. Memandang malas ke sosok Suzy yang masih terduduk tanpa berminat untuk segera mengikutinya berdiri. Maksudnya, langsung ingin membelikan hadiah untuknya. “Dan sekarang. Cepat berdiri dan lekas berganti pakaian,”

“Untuk apa?” Suzy bertanya lagi dan tambah membuat Myungsoo merasa gemas ingin langsung menari gadis itu agar berganti pakaian apa yang disuruhnya tadi. Apalagi saat dirinya masih memandang lelaki Kim ini dengan pandangan polos, khas miliknya.

“Apalagi kalau bukan ingin membeli hadiah untukmu Suzy-ah,” setelah mengucapkan kata terakhirnya. Myungsoo berbalik dan menuju kamarnya yang sementara ini dia tiduri, merelakan kamarnya yang masih di pakai oleh Suzy. Myungsoo sudah tidak tertarik lagi melihat wajah kaget Suzy, lelaki itu terus menuju kamarnya sembari tersenyum senang––tanpa diketahui oleh Suzy. Seperti sedang menyembunyikan sesuatu yang belum dipahami oleh Suzy sendiri.

Surprise! Kalau tidak begitu, kau tidak akan mungkin bisa mengalahkanmu,” gumam Myungsoo sembari melirik kearah belakangnya. Sebenarnya, lelaki itu sengaja untuk membuat Haruno L kalah dalam pertarungan bebak terakhir tadi sehingga membuat Ayane Zyeon menang hari ini dan tidak melakukan apa-apa. Dan lagi, lelaki itu sebenarnya tengah menyusun suatu rencana untuk Suzy. Makanya sejak tadi dia merasa senang karena dapat dikalahkan oleh Suzy. Tadi saat gadis itu sudah tidak menatapnya dan malah menatap malas kearah analog yang tadi di pegangnya, Myungsoo sengaja tidak melakukan perlawanan apa-apa alias hanya diam tanpa menggerakan jari-jari ‘ajaib’ nya untuk kembali melawan Suzy dengan mengeluarkan jurus-jurusnya yang dalam sekejap bisa membuat Ayane Zyeon terjatuh lagi.

“Tapi, kau serius ingin melakukan ini?” Wajah Suzy terlihat tidak percaya dengan apa yang sekarang terjadi padanya. Lelaki itu mendongak, menghentikan pekerjaannya yang tadi sedang membenarkan mantel yang dikenakannya.

“Kenapa tidak?” kata Myungsoo santai. Suzy dan Myungsoo sekarang berada di lift. Sejak tadi Myungsoo sudah tidak sabar ingin langsung membelikan sesuatu pada Suzy dan dia langsung menarik lengan gadis itu agar mempercepat langkahnya. Seperti kemarin, mereka dengan penyamaran seperti biasa. Tapi kali ini, Suzy tidak memakai pakaian penyamaran milik Sungjong. Tapi miliknya sendiri yang sudah dibelikan oleh Myungsoo.

Suzy memandang Myungsoo dengan pandangan aneh. Kemudian dia sedikit menelan ludahnya. “Sebaiknya tidak usah Myungsoo! Ini terlalu membahayakan. Sungguh, jika aku tidak mendapatkan hadiah juga tidak apa-apa. Tidak masalah,” Suzy menggerakan jari telunjuknya di udara pada Myungsoo. Kemudian dilanjuti dengan gelengan kepalanya. Matanya masih memandang Myungsoo, lelaki itu masih menatapnya dengan pandangan yakin miliknya. Tersirat tidak ada keraguan disana, tapi tetap saja bagi Suzy itu cukup membahayakan.

“Tidak mau. Ingat! Peraturan tetap peraturan dan tidak bisa dihalangkan oleh apapun. Dan, apa yang membahayakan?” Myungsoo teguh pada pendiriannya.

“Kalau ketahuan bagaimana? Aku tidak mau membuat karir Infinite hancur karena kita berdua tertangkap paparazzi,” Suzy masih dengan raut wajah yang sangat cemas.

Myungsoo masih mengangguk yakin. “Selama masih aku akan baik-baik saja. Tapi, tetap saja kita harus menjaga gerak gerik agar tidak ketahuan, apalagi diriku Suzy-ah! Jika ketahuan kalau aku L Infinite saja sudah banyak para penggemar yang mengabadikan moment saat aku ada di sekitar mereka. Buktinya, kemarin kita baik-baik saja tidak ketahuan oleh siapapun,” Myungsoo berkata dengan tenang, seraya mengelus pelan kepala Suzy dengan lembut, kemudian beralih pada pundak gadis itu dan mengelusnya dengan cara yang lembut juga. Seakan menyalurkan ketenangan yang dia punya. Agar bisa membuat hati Suzy tenang dan tidak panik. Dan, menyungging senyuman tulusnya.

Dan sekarang, malah Suzy yang merasakan hal aneh di dalam dirinya sendiri yang sebenarnya tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Saat Myungsoo mengangkat tangannya kemudian mengelus kepalanya dengan kelembutan, jantung Suzy justru malah berpacu dengan cepat. Suzy sendiri juga tidak bisa berkutik tadi, tubuhnya juga terasa kaku dan tidak bisa digerakan sedikitpun. Seakan ingin mengabadikan momentnya dengan Myungsoo kali ini. Wajahnya yang juga sekarang bak kepiting rebus karena memerah dengan sempurna. Untunglah Myungsoo tidak melihatnya, kalau ya. Suzy bisa menyimpan rasa malu pada dirinya.

“Nah sekarang, pakai pelindung kepala,” kata Myungsoo saat pintu lift juga sudah terbuka. Sebelumnya Myungsoo membetulkan letak kaca matanya yang merosot kebawah. Takutnya ada yang menyadari dirinya. Kemudian, lelaki itu berjalan keluar lift. Sampai tidak mengetahui dan perduli kalau wajah Suzy sudah memerah sempurna dan membeku seperti patung.

D-dia… Me-mengelus ke-kepalaku? Batin Suzy bertanya-tanya. Seperti tersambar oleh petir, Suzy masih belum percaya dan belum tersadar tadi. Dia sendiri belum tahu apa yang sebenarnya dia rasakan. Yang dapat Suzy rasakan tadi, hanya jantungnya yang berdegup dari yang biasanya. Suzy sendiri juga belum dapat memastikannya, apa yang terjadi pada dirinya. Apakah dia mempunyai sesuatu penyakit dari kecil? Tidak mungkin. Selama ini dia belum pernah merasakan suatu kesakitan dari tubuhnya. Dan ini hanya jantungnya saja yang berdegup, mungkin saja itu hanya kebetulan. Entahlah, yang pasti Suzy hanya akan tahu jawabannya saat seiring berjalannya waktu. Tanpa dia sadari.

***

Myungsoo terlihat berjalan santai di Myeongdeong Street. Seperti orang-orang yang lainnya juga tampak bersenang-senang ketika disana tanpa harus mengkhawatirkan sesuatu yang akan menimpa dirinya. Tapi, hanya Myungsoo yang bisa merasakan itu. Yeah, dialah seorang idol yang sekarang malah berjalan-jalan mengitari tempat itu. Tapi untunglah penyamarannya kini tidak terlalu mencolok dimata orang-orang sana. Walaupun banyak yang menatapnya dengan pandangan––yang sulit untuk dijelaskan, mungkin. Tapi Myungsoo yakin, seperti bisa membaca pikiran orang lain. Mereka sedang memikirkan keberadaan Myungsoo yang baru saja muncul disana. Bukankah sepertinya memang begitu? Saat kita pertama kali memasuki suatu tempat, pasti kita akan dilihat banyak orang dan membuat kita sendiri seperti orang asing. Dan pandangan mereka tidak terlalu menyiratkan kalau mereka sedang mengawasi Myungsoo atau.. Mulai menyadarinya? Untunglah hal itu tidak. Intinya, jika seorang idol ingin identitas nya tidak diketahui oleh publik, dia hanya melakukan sesuatu penyamaran yang tidak terlalu mencolok dan menunjukan gerak-gerik seperti biasa saja. Jadi yang melihatnya pun berpikiran kalau dia adalah orang biasa dan bukankah sesuatu yang special.

Dan yeah. Myeongdong adalah salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Korea Selatan selain Apgujeong. Tempat ini adalah salah satu pusat perbelanjaan di Korea yang menyediakan barang dari merek terkenal dari seluruh manca Negara. Semua merek terkenal pertama kali dirilis ditempat ini. Tapi tenang saja, bukan hanya barang internasional saja yang dapat dijual ditempat ini. Tetapi juga barang-barang lokal dari Korea sendiri juga. Dan terkenal dengan tempat fashion nya anak-anak muda di Korea. Dan Myungsoo lebih memilih untuk melihat-lihat barang dari sini, seharusnya dia memilih Apgujeong bukan? Sebaiknya sih memang begitu, tapi sepertinya lelaki itu malas dan memilih untuk ke Myeongdeong saja.

Suzy yang sejak tadi berjalan disamping Myungsoo hanya bisa terdiam sembari melihat-lihat sekitarnya dan tempat yang sekarang tengah dia pijaki. Suzy bukannya tidak tahu dengan tempat ini sehingga dia hanya bisa diam, gadis ini tahu kalau tempat ini adalah Myeongdeong Street. Saat berada di London, Suzy juga sempat melakukan pencaharian di internet seputar tentang Korea Selatan. Dan tak jarang juga Suzy bertanya kepada sang Ibunda, tapi dia masih bisa mengingat dengan jelas bagaimana Korea Selatan itu. Ya, memang bagus juga seorang Bae Suzy. Tinggal di negeri orang tapi masih setia mengingat Negara kelahirannya sendiri. Gadis ini diam karena terlalu kagum dengan apa yang sekarang dia lihat. Maksudnya, bisa melihat seberapa keren dan indahnya pusat berbelanjaan di Myeongdeong yang selama ini dia hanya bisa melihat atau mendengarnya dia internet, majalah, televisi, atau dari ucapan sang Ibunda yang sangat terbukti dengan akuratnya. Senyum pun selalu merekah dibibirnya. Akhirnya selama ini bisa terkabulkan secara langsung, walau harus berlibur sendiri di Negara aslinya tanpa orang tua dan akhirnya tersesat kemudian ‘menumpang’ di dorm Infinite. Tapi itu cukup membuat Suzy senang dengan nasib yang sudah diterimanya. Kkk~

Myungsoo yang sejak tadi ayik memandangi toko-toko disekitarnya pun akhirnya mengalihkan pandangan kearah Suzy. Dia melihat raut dari sang gadis kalau dia begitu senang bisa melihat Myeongdeong. Terbukti dari tatapan matanya, dia sangat memandang dengan penuh kekaguman disana. Matanya juga tampak berbinar. Sangat lucu, menurut penglihatan Myungsoo. Kemudian, dia tersenyum, entah kenapa hatinya bahagia dapat membuat gadis itu berambut coklat itu disampingnya itu kini tampak sangat bahagia. Dia terkekeh pelan, Suzy tampak menikmati perjalan bersamanya. Dengan cara berjalan yang santai dan kedua tangannya yang di taruh di belakang punggung nya.

Myungsoo tiba-tiba langsung merangkul pundak Suzy hingga langsung membuat sang gadis tersadar dari pandangan kagumnya. Ya, saking terlalu menikmati pemandangan disana. Suzy sampai lupa kalau dia bisa ke tempat ini karena Myungsoo yang langsung menarik tangannya kearah sini. Sontak Suzy langsung memandang kearah Myungsoo, yang menurutnya kalau lelaki itu sedang bersikap sangat aneh. Tidak biasanya Myungsoo melakukan sesuatu yang ‘lumayan’ konyol, seperti saat ini. Namun, lelaki itu hanya tersenyum, seperti ada kebahagian yang terpancar dibalik senyumannya itu. Ya, lelaki Kim itu sedang menatap kearah sekitar Myeongdeong yang tampak sangat ramai hari ini.

“Kim Myungsoo…” bisik Suzy. Jujur, gadis ini sedikit risih dengan perubahan sikap Myungsoo yang seperti ini. Dia berusaha bertanya pada Myungsoo kenapa lelaki itu merangkulnya. Secara tiba-tiba pula.

You’re insecure, don’t know what for, you’re turning heads when you walk through the do-or,” tiba-tiba Myungsoo bernyanyi, walau suaranya pelan. Tapi karena mereka sangat berdekatan jaraknya, jadi Suzy bisa mendengar jelas apa yang di katakan oleh Myungsoo tadi. Sebuah lagu.

Don’t need make up. To cover up, being the way that you are is en-no-no-enough,” kening Suzy semakin berkerut bingung, sekarang mungkin gadis itu sudah tidak tidak bisa dibilang salah dengar lagi. Tapi sekarang lebih kenyataan kalau Myungsoo sedang bernyanyi. Tapi, untuk apa dia bernyanyi? Tidak biasanya.

Everyone else in the room can seet it, everyone else but you-ou-ou,” nyanyi Myungsoo lagi tanpa ada rasa ragu di dalamnya. Malah dia terasa sangat bahagia dan senang ketika menyanyikan lagu tersebut. Sepertinya sekarang dia ingin mengeluarkan apa yang berada di dalam hatinya kini, tapi entahlah. Ya, lelaki itu sedang menyanyikan lagu milik boygroup yaitu One Direction – What Makes You Beautiful. Dari sorot matanya tampak santai dan dibawanya dengan penuh kesenangan. Myungsoo semakin mengeratkan rangkulannya pada pundak Suzy, masa bodoh gadis itu ingin berpikiran macam apa di pikirannya. Seolah lagu ini memang ditunjukan Myungsoo untuk Suzy. Apalagi, saat senyum tidak pernah lepas dari wajahnya.

Baby you light up my world like nobody else, the way you that you flip your hair gets me overwhelmed, but when you smile like at the ground it ain’t hard to tell, you don’t know, oh~ Oh~

You don’t know you’re beautiful.” Ujar Myungsoo sembari melirik kearah Suzy dengan mengangkat satu alisnya.

If only you saw what I can see, you’ll understand why I want you so desperately. Right now I’m looking at you but i can’t believe , you don’t know. Oh~ Oh.”

You don’t know, oh~ Oh. That what makes you beautiful!”

Myungsoo menutup matanya sejenak, kemudian membukanya lagi dengan menari dengan sangat riang tanpa ada keraguan di dalam hatinya sedikitpun. Memindahkan tubuhnya dengan dari sisi kanan ke sisi kiri dengan tangan yang masih setia merangkul pundak Suzy dengan sangat eratnya. Tatapan elang lelaki itu masih menatap iris mata Suzy yang juga menatapnya. Entahlah kenapa sekarang Myungsoo dengan ringan tanpa beban di dalam hatinya melakukan hal yang seperti itu di depan umum memikirkan kesampingnya akan terjadi seperti apa. Tapi sepertinya pikiran Myungsoo tentang itu sudah dihapus dari otaknya dan lebih fokus pada nyanyian dan tariannya kini yang dia hanya tunjukan untuk Suzy. Myungsoo masih menunjukan senyuman dan wajah terbaiknya kini. Dia sendiri tidak ada pikiran sebelumnya untuk melakukan hal yang seperti tadi, seperti ada sebuah bisikan angin yang ditangkap telinganya untuk melakukan hal itu dihadapan Suzy sekarang kini. Dan Myungsoo malah langsung melakukannya.

So c-come on, you got it wrong! To prove I’m right I put in a so-o-ong.”

Myungsoo semakin gesit dalam menarik, seperti yang dilakukan JB pada Hyesung (Kang Sora) dalam K-Drama Dream High 2. Wajah Myungsoo juga tampak tenang, santai, dan senang. Seolah tidak takut kalau yang dilakukannya ini––mungkin––jika mulai disadar oleh orang adalah resiko yang besar. Suzy sendiri hanya bisa diam dan melihat yang dilakukan oleh Myungsoo kepadanya, Suzy sedikit memundurkan kepalanya. Jujur, dia sedikit malu ketika Myungsoo melakukannya. Suzy sendiri juga bingung, apa yang membuat Myungsoo menjadi melakukan hal itu kepadanya? Inilah salah satu yang paling aneh, pertama kalinya Suzy melihat lelaki Kim itu melakukan hal yang lumayan konyol di hadapannya. Bukankah biasanya, Myungsoo selalu bertingkah sok cool di hadapannya? Dan sekarang malah berani melakukan hal yang paling aneh bin ajaib dalam kehidupan seorang Kim Myungsoo dihadapan Bae Suzy.

I don’t why, don’t be a shy. And turn away when I look to your eye eye eyes~

Kembali lagi yang membuat Suzy sangat terkejut dengan sikap Myungsoo yang lama-kelamaan semakin aneh. Lelaki itu tiba-tiba berdiri dihadapan Suzy dan menatap sang gadis dibalik kaca mata hitam yang dia tengah kenakan sekarang. Suzy sendiri juga langsung balik menatap Myungsoo dengan gugup. Sebenarnya dia agak sedikit malu ketika pandangannya ingin berpaling dari dia. Entah ada angin apa, Suzy malah balik menatap Myungsoo. Sebenarnya dia ingin mengalihkan pandangannya, tapi rasanya sangat sulit. Seakan tatapan tajam Myungsoo telah menghipnotis nya dan memaksa gadis itu tetap bertatapan mata dengannya. Suzy masih bisa tenang jika mereka hanya melakukan eye contact dari kejauhan dan Suzy masih bisa memalingkan wajahnya. Tapi, jika dari dekat malah tidak bisa. Seakan di kunci mendadak. Diam. Suzy hanya diam tidak bisa berbuat banyak, bibirnya terututp rapat-rapat dan mengeluarkan suara apapun, sebenarnya gadis itu tengah mengendalikan jantungnya yang berdetak tidak karuannya. Takutnya Myungsoo malah mendengar detak jantungnya yang sekarang tiba stabil. Tubuhnya terasa kaku, mereka hanya dia dan Myungsoo yang berada di tempat ini. Suzy masih mencengkram keras ujung baju yang dia kenakan.

Yang paling tidak bisa di duga oleh Suzy lagi, Myungsoo mendekatkan wajahnya pada wajah Suzy sehingga mereka hampir tidak bisa menjaga jarak lagi diantara keduanya. Dan semakin membuat Suzy tidak bisa mengalihkan pandangannya. Sontak, Suzy langsung terkejut. Namun dia sendiri tidak juga menjauhkan wajahnya. Tinggal beberapa centimeter lagi, jarak diantara mereka. Dan Suzy langsung menelan ludahnya. Suzy sendiri juga bisa langsung mendengar deru nafas Myungsoo yang sangat memburu.

To be Continue…

*tutup muka+mata /?* Hayoo…. Apa yang dilakuin sama Myungsoo setelah itu? Tebak sendiri dulu deh >,< Jawaban nya nanti di chapter 10. Sama, sebenarnya chapter 10 tinggal dikit lagi abis itu kelar dam capcus lagi ke chapter 11.. Karena aku banyak waktu libur+santai, yaudah aku fast update aja.. Semoga suka^^

Dan… Jangan lupa tinggal Comment, Rate, sama Like! Jangan main tinggal gitu aja yah 🙂

26 responses to “It’s Love, but? (Chapter 9)

  1. ngakak pas myung dgn semangatnya memekik senang pdhal suzy yg menang…aigoo aigoo myung sdah menyadari perasaannya utk suzy dan berani berbuat konyol di depan umum utk suzy pdhal suzy nya tdk tahu apa2…aigoo suzy peka sdikit donk dgn isi lagu yg dinyanyiin oleh myung…

  2. Pingback: It’s Love, but? (Chapter 11) | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  3. Pingback: It’s Love, but? (Chapter 12) | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s