It’s Love, but? (Chapter 11)

cp006

It’s Love, but? (Chapter 11)

Kiyomizu Mizuki’s Storyline

Main Cast : Bae Suzy [Miss A’s Suzy] – Kim Myungsoo [INFINITE’s L] – Park Jiyeon [T-ARA’s Jiyeon] || Genre : Romance, Fluff, Comedy, Friendship, Hurt/Comfort, and Sad || Rating : PG-15+ || Length : Chaptered || Disclaimer : Plot and story is mine. I’m sorry if there same any title or characters. Main cast belong to God, their parents, and their agency. I’m sorry if there’s any same title or characters. This is just a fan fiction. Sorry if you find typo(s)

Big thanks to Kiyorel @ Cafe Poster for amazing poster!

Previous Chapter : Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Chapter 8 | Chapter 9 | Chapter 10

Enjoy Reading ^^ !!

.

.

.

Hoammmmm…..”

Terdengar suara orang menguap dari sisi lain disertai dengan bunyi decitan pintu yang dibuka olehnya. Dia langsung mengusap mengusap wajahnya yang terlihat lelah serta tatapan mata yang sangat mengantuk dengan telapak tangan. Dia melangkah pelan. “Siapa yang teriak-teriak pada malam hari seperti ini?” keluhnya pelan sembari mengacak-acak rambutnya sehingga tambah berantakan. Dia berdecak pelan kemudian melanjutkan langkahnya kearah lain.

Matanya memicing, seperti melihat sesuatu yang aneh atau terlihat tidak kasat mata. Matanya tidak sengaja menangkap sosok itu yang sekarang berjongkok di dekat meja. Mencondongkan kepalanya lagi supaya lebih bisa melihat sosok itu lebih dalam lagi. Dia rasa ada yang aneh dengan malam ini. Setelah mendengar teriakan orang yang sangat memekakan telinganya itu. Melihat sosok aneh yang berjarak tidak jauh darinya. Langkahnya terhenti sementara untuk lebih menyelidik sosok itu. Yang dia yakini adalah manusia dan bukan mahluk tak kasat mata alias makhluk gaib. Kalaupun mahluk gaib, dia sendiri juga langsung kabur dari tempat itu dengan cepat tanpa melihatnya lagi.

“Siapa yang berjongkok di balik sofa?” ujar Woohyun. Maksudnya, dialah pria itu. Saat dia hendak untuk ke dapur, sekedar meminum air karena tenggorokannya terasa kering. Dia tidak sengaja menangkap sosok aneh itu. Menurut pandangan Woohyun, sosok itu mempunyai rambut serta anggota tubuh yang lain. Saat itu, sosok yang ditatap dengan penuh tanda tanya oleh Woohyun pun, memakai pakaian santai berwarna putih serta celana sebatas lutut. Dia belum menangkap siapa pemilik tubuh itu dan orang itu juga belum menampakan wajahnya. Rasa kantuk Woohyun juga langsung menghilang seketika karena rasa penasarannya yang terlalu berlebihan. Dan, rasa haus nya. Dia sudah kenyang walaupun hanya melihat kemudian menyelidiki sosok itu.

Yang semakin di rasa oleh Woohyun adalah, pandangan orang itu seperti mengintai sesuatu. Dengan melangkahkan kakinya pelan, supaya tidak membuat orang itu menyadari keberadaan nya disini. Ya, malam hari sudah larut dan anggota Infinite yang lainnya sudah tertidur. Woohyun segera mendekati pria yang masih belum bisa dikenalinya itu sebelum rasa penasarannya langsung meluap lebih besar. Sebelum benar-benar ingin menegur orang itu, dia harus bisa memastikannya dulu. Jika dia seenak jidatnya saja langsung mengomel tidak jelas dan ketahuan kalau itu bukan orang yang dikenalinya, bisa malu jadinya. Woohyun terlebih dahulu meneliti siapa sosok aneh bin ajaib itu yang tiba-tiba sudah ada di balik sofa, dengan posisi tangan yang ditaruh diatas kepala sofa. Tidak mungkin kalau maling. Hey, ini ‘kan di dorm dan bukan di pemukiman. Jadi tidak mungkin ada maling yang tiba-tiba naik lift terus masuk ke dorm mereka. Pasti ini adalah salah satu anggota Infinite yang belum ikut terlelap seperti yang lainnya.

Woohyun langsung mengalihkan pandangannya kearah lain. Yang tadinya terus memantau gerak-gerik sosok pria yang masih membelakanginya, tentu hanya bisa menatap punggung orang itu sekaligus gerak-gerik yang misterius di perlihatkannya. Lampu di ruang tengah ini masih menyala dengan terangnya, TV yang belum dimatikan sekalipun. Woohyun baru tersadar, terdapat Suzy yang sedang menelpon seseorang di ponsel. Ada Hoya yang juga setia menemani gadis itu dan dia juga tertawa. Apakah dia benar-benar orang yang tidak peka dengan keadaan sekitarnya? Seharusnya dia sudah menyadari siapa orang itu. Dan sekarang, otak pria bermarga Nam itu baru tersambung alias terkoneksi. Otomatis, dia langsung mengenali siapa sosok pria itu.

“Myungsoo-ah, apa yang kau lakukan disitu?” pekik Woohyun dengan lantangnya, juga rasa semangat yang tinggi ingin mengagetkan sekaligus membuat visual Infinite itu sangat terkejut. Padahal jarak diantara keduanya juga tidak terlalu jauh. Tingkahnya tadi membuat dia sangat terheran-heran, sebenarnya apa yang dilihat oleh Myungsoo dari mereka berdua disana? Kenapa tidak langsung ikut bergabung daripada mengintai dari jauh. Jika saja bukan Woohyun yang melihatnya atau anggota lain, mungkin sekarang mereka sudah menelepon polisi kalau ada pencuri di dorm mereka.

Myungsoo terjungkal. Pekikan suara itu sangat lantang dan dan keras, seakan bisa langsung membuat telinganya menjadi tuli saat itu juga. Spontan, dia langsung menengok kearah belakang. Melihat siapa pelaku yang berani sekali berteriak dengan kencang seperti tadi. Myungsoo bersumpah, jika dia sudah mengetahui siapa orang itu… Dalam sekejap, akan langsung habis di tangannya sekarang juga.

“Woohyun hyung?!”

Myungsoo langsung mengurungkan niatnya untuk menghabisi orang itu setelah menyadari kalau yang memanggilnya adalah Woohyun. Justru malah akan terbalik jadinya, dia yang menjadi butiran debu dan bukan Woohyun. Tidak ada gunanya jika ribut dengan Woohyun kalau dia sendiri yang akan celaka. Myungsoo tidak menyadari kalau pemilik pekikan suara itu milik Woohyun. Mungkin karena terlalu fokus pada acara pengintaiannya. Pria ini tampak terkejut, kenapa dia tidak menyadari kalau ada Woohyun yang juga menyadari dia di sana? Bisa kacau juga jika sampai terdengar.

Begitupula dengan Hoya maupun Suzy. Mereka berdua juga mendengar suara Woohyun yang terdengar tiba-tiba. Intinya, mereka hany mendengar suara Hoya langsung tanpa menyadari kehadirannya di sekitar mereka. Hoya langsung mengalihkan pandangannya asal suara. Suzy? Dia sendiri masih sibuk berbicara dengan sang Ibu lewat ponsel saja. Sepertinya, gadis itu tidak mau tahu siapa pelakunya yang sudah berani menganggu acara telpon nya dengan sang Ibu. Bukankah itu sangat menganggu? Takutnya, Ibu Suzy sampai terdengar suara pria karena saking kencangnya suara Woohyun tadi. Suzy langsung mengurungkan niatnya itu, kemudian dia sedikit memiringkan kepalanya ke belakang.

Omona! Myungsoo, apa yang kau lakukan sekarang? Kau sedang mengintai Suzy dan Hoya? Apa yang terjadi sebenarnya?” Woohyun semakin memanas-manasi Myungsoo. Sepertinya dia sudah mulai sadar kalau rencana Myungsoo sebetulnya mengintai Hoya dan Suzy yang berdua di sana. Dia sengaja mengumbar-umbar itu, supaya membuat Myungsoo malu. Cara Woohyun memang mengerjai mereka, tapi itu terlalu berlebihan. Itu ‘kan perasaan Myungsoo yang masih belum tertebak. Ya, anggota Infinite yang lain belum menyadari kalau Myungsoo menyimpan perasaan pada Suzy. Dan sekarang, Woohyun berhasil mengungkapkannya. Dan… Tempat persembunyian yang ditempati Myungsoo pun ketahuan juga.

Hyung, jangan keras-keras!” Myungsoo terlihat gugup. Apalagi, dia secara paksa harus berdiri dari tempat sembunyi-nya tadi. Woohyun berhasil membuat Myungsoo hampir mati disana. Myungsoo sekarang tampak berkeringat dingin. Pandangannya ingin menunduk, tapi tidak bisa. Kalau dia malah menunduk kemudian wajahnya dihiasi oleh rona merah, pasti akan semakin ketahuan rahasia besarnya selama ini. Lebih baik dia tidak menunduk kemudian mengubah gerak-gerik serta mimik wajahnya kembali cool seperti biasa.

Tentang Hoya. Ya, pria itu sudah tahu kalau yang mengintainya tadi adalah Myungsoo. Tidak mungkin bukan anggota Infinite yang lain selain dia. Apalagi, Myungsoo paling dekat dengan Suzy. Otomatis salah satu diantara mereka akan merasakan jatuh cinta. Hoya semakin menyunggingkan senyuman setannya. Dia langsung menutup mulutnya. Sebenarnya dia ingin meledakan tawa nya sekarang, mengingat hal itu malah akan membuat Myungsoo semakin malu. Lebih baik dia tahan, kemudian akan melampiaskannya di ruangan lain. Yeah, mungkin mereka berdua—Hoya dan Woohyun—berhasil membuat Myungsoo terbakar api cemburu. Cemburu buta.

Woohyun langsung membekap mulutnya sendiri setelah menyadari apa yang diucapkannya tadi. Wajahnya terlihat sangat terkejut dengan apa yang di ucapkan. Berhasil membuka ‘kartu’ Myungsoo. “Upss… Aku keceplosan! Bagaimana ini Myungsoo?” kata Woohyun dengan wajah yang tadi sengaja dia pasang supaya terlihat sangat terkejut. Woohyun memang konyol dan sangat berani untuk membocorkan rahasia terbesar yang dimiliki oleh seorang Kim Myungsoo yang tadi sangat tertutup dengan rapat-rapat.

Myungsoo mengepalkan tangannya. Wajahnya sukses langsung memerah sampai telinga, menahan malu dan amarah yang sudah berkumpul menjadi satu sampai ke ubun-ubun kepalanya. Tubuhnya langsung memperbanyak keringat dingin yang keluar dari tubuhnya, padahal pendingin ruangan disini masih dinyalakan dan bisa dibilang masih sangat dingin. Rasanya dia ingin menghajar wajah Woohyun dan Hoya sekarang. “Hyung! Kau! Benar-benar!!!!” Myungsoo mulai terlihat panik. Pria itu langsung beringsut di belakang sofa. Sungguh, dia sungguh malu kalau sampai Suzy mengetahuinya sedang mengintai. Apalagi Hoya. Sembari menonjok pelan belakang sofa yang empuk untuk melampiaskan rasa kesalnya, sembari menggerutu tidak jelas. Memaki-maki kedua hyung-nya.

“Okay. Mom, I will call you later. Bye~” ucap Suzy lalu menutup sambungan telpon dengan Ibu nya secara sepihak. Dia langsung menaruh ponsel milik Hoya diatas meja kemudian ikut bergabung ditengah-tengah mereka. “Oppa, apa yang terjadi?” Suzy bertanya sembari menatap mereka satu-persatu. Dia belum sempat menyimak pembicaraan yang dilakukan oleh mereka bertiga, sebab dia harus berbincang-bincang dulu dengan sang Ibu. Lagipula dia juga tidak fokus mendengar pembicaraan mereka. Wajahnya terlihat sangat bingung dengan apa yang terjadi. “Ada apa ini?” Suzy kembali mengulang ucapannya yang tadi belum sempat di jawab oleh mereka. Bagaimana tidak? Hoya dan Woohyun masih tertawa terpingkal-pingkal.

“Myungsoo, Myungsoo! Aku baru tahu kau bisa seperti ini juga ya,” Woohyun langsung menepuk kepala Myungsoo yang masih belum bergeming dari sofa. Kemudian, pria itu langsung memegangi perutnya karena sudah sakit karena tertawa. “Lebih dari yang kemarin.” Gumam nya tanpa di dengar oleh Myungsoo. Woohyun sengaja mengecilkan suaranya ketika mengucapkan kata tadi. Itu hanya datang pada masa lalu Myungsoo, jadi tidak enak juga kalau Woohyun mengungkitnya lagi.

Suzy semakin bingung dengan apa yang terjadi sekarang. Tadi ucapannya sudah dia ucapkan sebanyak dua kali, dan yang kedua kalinya sudah dia keraskan. Hasilnya, Suzy belum juga mendapatkan jawabannya. Kemudian, dia langsung memundurkan tubuhnya. Sedikit kesal karena dia di diami.

“Hahaha~~ Hoya-ah. Kau sudah mengetahuinya kalau dia disini?” Woohyun setengah tertawa sembari menunjuk Myungsoo. Myungsoo mungkin sudah lama mengawasi mereka, jad mungkin Hoya bisa menyadari keberadaan Myungsoo di sekitar mereka.

Hoya mengangguk di sela-sela tawanya. Matanya menjadi mengeluarkan air mata karena tertawa dengan begitu keras. Sebenarnya, sebelum Woohyun datang dia ingin langsung membongkar keberadaan Myungsoo. Tapi tidak jadi, akhirnya dia yang malah kedahuluan oleh Woohyun. Matanya tadi tidak sengaja menangkap bayangan Myungsoo dari sana, Hoya masih ingat kalau pandangan Myungsoo terarah pada Suzy dengan pandangan menyelidik seraya menajamkan indra pendengarannya. Menguping pembicaraan biasa yang dilakukan oleh dia dan Suzy. Baiklah, bagaimana Myungsoo tidak cemburu? Di ruangan itu yang terlihat hanya Hoya dan Suzy. Sedangkan Myungsoo hanya bisa melihatnya dari kejauhan. Apalagi saat dia memegang tangan Suzy dengan sengaja. Lebih membakar kecemburuan Myungsoo.

Aigo… Ini ada apa?” Suzy berdecak, kemudian bertanya untuk ketiga kalinya. Sebenarnya dia sudah bosan dan kesal karena pertanyaannya belum di jawab selama beberapa menit.

“Suzy-ah, ada yang menyu—“

“Jangan, hyung!!!!!!!!!” seru Myungsoo. Tepat sekali waktunya saat Myungsoo tidak sengaja memotong pembicaraan Woohyun yang ingin membocorkan apa yang sedang dilakukannya di balik sofa ini. Myungsoo semakin tambah menyungsup di balik sofa yang menjadi tempat persembunyiannya. Dibalik sofa, wajahnya masih terlihat panik dan dibanjiri keringat. Sungguh, daritadi Myungsoo was-was. Pikirannya menjadi negatif membayangkan kedua hyung-nya telah berhasil membongkar rahasianya yang selama ini telah dia tutup dengan rapat-rapat. Sehingga perasaannya menjadi sangat berkecamuk dan tidak tenang.

Sekarang Suzy bingung dua kali lipat dari yang sebelumnya. Wanita satu-satunya di dorm Infinite itu sangat penasaran dengan apa yang terjadi dan pada seseorang yang belum bisa dia tebak yang sekarang ada di balik sofa. Matanya memicing. Apa benar lelaki yang ada di balik sofa itu adalah Myungsoo?

Kalau benar dia, jadi apa yang dilakukannya disitu? Suzy langsung melihat seorang lelaki yang baru saja keluar dari sofa dengan berlari dengan kencang. Sehingga Suzy tidak bisa melihat rupa wajah sang lelaki, lagipula kenapa dia harus mengalihkan pandangannya kearah lain? Jadi dia tidak bisa melihat wajahnya. Sungguh, Suzy masih menaruh rasa penasaran yang dalam di dalam hatinya. Laju larinya sangat cepat, seperti melesat sepertinya. Hingga Suzy belum bisa mengenalinya. Ini benar-benar membingungkan.

Tawa Hoya dan Woohyun kembali menggelegar. “Akhirnya!! Dongsaeng kita bisa menemukan seseorang yang pasti dan lebih disukainya.” Ujar Woohyun pada Hoya.

“Benar. Dia hebat sekali. Akhirnya dia bisa menentukan yang mana yang lebih dia rasa cocok dan lebih di sukainya.” Timpal Hoya menyetujui ucapan Woohyun.

“Hmmmmm~ Hoya oppa, sebenarnya apa yang terjadi? Sebenarnya siapa lelaki yang ada dibalik sofa itu?” tanya Suzy lagi yang sekarang lebih panjang dan tenang. Daritadi, Suzy hanya bisa menatap mereka berdua saja sembari menunggu kesempatan yang tepat untuk dia berbicara.

“Dia? Lelaki yang menyukaimu.” Lengkap dengan senyum, Hoya menunjuk kearah tempat Myungsoo melarikan diri.

“Hah?” tanya Suzy masih dengan terheran-heran serta alis yang terangkat. Alisnya bertaut. Entah kenapa, hari ini malah menjadi terasa sangat aneh bagi Suzy. Rasanya hari ini penuh dengan rasa penasarannya yang tinggi.

YA!!!! Kalian berdua, sedang apa ditengah malam seperti ini?! Berisik sekali! Cepat kembali tidur sebelum aku menyuruh kalian tidur di luar sekarang!” omel seorang pria yang merupakan leader dari Infinite. Maksudnya itu Sunggyu yang mengomel bak seorang Ibu yang memarahi anaknya karena terlambat atau di hokum di sekolahnya. Ya, dia juga tiba-tiba datang dari kamar setelah mendengar suara teriakan yang sangat mengusik waktu tidurnya. Dia hanya ingin dapat tidur dengan tenang saja tanpa ada gangguan. Padahal ini juga sudah kesekian kalinya dorm Infinite sangat ribut pada malam hari. Dan setiap hari juga mereka yang membuka kebisingan itu dimarahi habis-habisan oleh sang leader, alias Sunggyu. “Hoya dan Woohyun! Cepat tidur, ini sudah jam berada coba?! Suara kalian mungkin saja terdengar sampai ruangan sebelah dan aku lagi yang akan di marahi!!!” omel nya lagi dengan wajah yang kusut.

Woohyun segera beranjak dari sana dengan wajah yang bergidik ngeri mendengar omelan Sunggui yang sadis di telinganya. Leader nya seperti seorang Ibu saja. Dengan sangat terpaksa dan seperti dia belum bisa pergi dari tempat itu, menuju kamarnya sesuai perintah sang leader. Daripada di harus menerima kenyataan pahit kalau dia akan tidur di luar. “Dia seperti eomma ku saja yang kerjaan nya cuma bisa mengomel tanpa batas.” Gumam Woohyun sembari melirik kearah Sunggyu yang tidak sadar dengan ucapannya tadi. Untunglah tidak terdengar, kalau ya? Habis saja riwayatnya. Uh!

“Hoya-ah! Kau tidak mendengar perintahku? Cepat kembali ke kamar!!” Hoya masih belum beranjak dari tempatnya tadi, Woohyun sudah lebih dulu mendahulukannya.

“Bagaimana dengan Suzy—“

“Suzy akan tidur di kamarku. Bertukar tempat sekali tidak masalah. Karena, aku melihat Myungsoo sudah tertidur di kamarnya… Jadi nanti aku sekamar dengan Myungsoo..” Sunggyu memotong pembicaraan Hoya tentang kamar yang ditempati oleh Suzy. “Cepat! Kembali ke kamarmu dan segera tidur!!” Walaupun masih dengan perasaan yang mengantuk dan kesal, dia masih bisa berpikir, setidaknya untuk merelakan kamarnya sementara. Ya, memang seharusnya Suzy menempati kamar Myungsoo, seperti biasa. Sunggyu langsung mengurungkan hal itu, setelah dia yakin kalau Myungsoo sudah tidur di kamarnya. Tidak enak juga membangunkan anggota tertampan itu dan hanya untuk bertukar tempat saja.

Tanpa banyak menolak atau mengucapkan alasan, lebih baik Hoya langsung pergi ke kamarnya tanpa mengucapkan satu katapun. Jika sebaliknya, oh! Dia seperti membangunkan singa yang mengamuk. Walaupun, akhirnya Hoya ngedumel tidak jelas dan pandangannya masih terarah pada Sunggyu, memang keluhan itu untuk Sunggyu.

Suzy memundurkan tubuhnya kebelakang, tubuhnya yang tadi sedikit dekat dengan Sunggyu dia menjauh. Dia juga merasa ketakutan mendengar omelan Sunggyu, walaupun omelan itu hanya ditunjukan untuk Hoya dan Woohyun dan bukan untuknya. Tetap saja dia merasa tidak enak hati membuat kekacauan di dorm pada malam hari. Apalagi ini di tempat orang, seperti dia tidak punya sopan santun saja. Dan itu tetap membuat Suzy ngeri dan sedikit merasa bersalah.

“Suzy-ah, kau bisa tidur di kamarku. Untuk malam ini, aku tidak bersama dengan Myungsoo di kamarnya. Tampaknya dia sangat lelah, jadi aku tidak tega untuk membangunkannya. Tidak apa bukan?” ujar Sunggyu dengan suara yang dia rendahkan sedikit. Sunggyu bisa merasakan kalau Suzy merasa bersalah kepadanya, makanya dia langsung menurunkan nada nya sedikit agar dia tidak terlalu merasakan kesalahan.

“Terimakasih, Sunggyu oppa.” Balas Suzy dengan suara pelan. Sejujurnya, Suzy belum berani menatap mata Sunggyu yang tadi sangat terlihat sebal. Menunggu sampai Sunggyu pergi dari sisi nya, lebih baik dia menunggu leader Infinite itu pergi duluan. Di tatapnya kaki Sunggyu yang mulai berjalan kearah lain.

Setelah mendengar suara pintu tertutup serta langkah kaki dia yang sudah menghilang, barulah Suzy mengangkat kepalanya. Menatap sekeliling ruangan ini yang hanya dirinya seorang. Walaupun masih menyala dan belum dimatikan, setidaknya itu tidak semakin membuatnya takut. Yeah, Suzy takut terhadapa kegelapan, apalagi jika di ruangan yang ditempatinya dia hanya seorang diri tanpa ada yang menemani. Bisa dipastikan, ruangan itu akan penuh dengan suara teriakan dan pekikan Suzy yang sangat membuat telinga seakan akan tuli saat itu juga. Sudah melengking, keras pula. Bagaimana tidak sampai tuli mendengarnya? Huh. Dilihatnya, Sunggyu yang sudah masuk kamar.

Beberapa saat kemudian setelah memastikan kalau sang leader yang tadi mengomel itu sudah menutup kamarnya dengan rapat serta sudah kembali lagi kea lam yang tadi sempat tertunda karena ulahnya serta Woohyun dan Hoya. Suzy menghela napas lega, dia terdiam sesaat. Memikirkan kejadian tadi yang belum sempat dia ketahui. Lagian, siapa suruh dia sibuk menelpon sang Ibunda? Sehingga tidak tahu apa terjadi, walau bagaimana pun Suzy tetap penasaran dengan kejadiannya. Dia berdecak sebal. Hatinya seakan mendorong untuk segera menyelidiki apa kejadian tadi bahkan menyelidiki lebih dalam.

“Siapa lelaki yang tertawakan Hoya dan Woohyun oppa? Bahkan mereka sampai tertawa terpingkal-pingkal begitu,” gumam Suzy dengan menggetuk-getukan jari telunjuknya pada kepalanya. “Mengintai? Siapa pula yang mengintaiku dan Hoya oppa? Setahuku tadi tidak ada orang selain aku dan dia. Ini sangat membingungkan sekali.” Gumam nya lagi. Dia berusaha mengingat kejadian ataupun perkataan yang sempat dia bisa dengar tadi.

Suzy mengalihkan pandangannya kearah pintu yang tadi dimasuki oleh seorang lelaki yang bersembunyi dibalik sofa tadi. Dengan pandangan tajam serta menyelidiki seluk beluk dan pintu kamar itu, rasanya Suzy mengenali siapa orang yang menempatinya, kemudian langsung dimasuki olehnya dengan secepat kilat. Itu kamar Myungsoo.. Apakah benar yang bersembunyi dibalik sofa itu adalah Myungsoo? “Menyukai? Myungsoo menyukai seseorang? Tapi menyukai siapa?” dia mengingat perkataan Woohyun yang tadi sempat di potong oleh orang yang bersembunyi di balik sofa. Jadi dia tidak tahu apa yang di ingin di katakan Woohyun sebenarnya. Dia langsung memutar otaknya dan penuhi oleh kata-kata yang belum dimengertinya. Seperti potongan puzzle yang belum tersusun dan Suzy masih meyusunnya dengan sulit.

“Apa menyukai…. Aku? Astaga!! Tidak mungkin, ini hanya mimpi! Tidak mungkin.” Suzy segera mengusir pikirannya tadi. Pasti ini ada yang salah, atau mereka hanya sekedar bercanda? Entahlah.. Suzy masih setia dengan pikirannya sekarang. “Ahh sudahlah, aku tidak tahu! Lebih baik aku tidur saja, nanti malah aku yang terkena omelan Sunggyu oppa untuk kedua kalinya.” Untuk sementara ini Suzy memberhentikan dahulu pikirannya tentang tadi, mengingat dia tidak mau lagi mendengar omelan nyaring dari Sunggyu. Sudah kapok, untuk satu kali. Dia segera beranjak dan berjalan menuju kamar Sunggyu.

Dasar gadis tidak peka! Apakah dia masih tidak sadar kalau memang Myungsoo-lah yang telah menaruh perasaan padanya. Dan lelaki itu pula yang selama ini melakukan something special pada nya. Bukankah selama ini bukti yang dilakukan oleh Myungsoo untuk Suzy itu sudah akurat? Bertanda kalau dia memang sudah jatuh ke pesona yang dimiliki oleh Suzy. Bukti tadi tidak cukup ya untuk Suzy? Sudah bernyanyi untuk Suzy, bahkan hampir ingin mencium gadis itu dan membuatnya lupa diri, berada di lingkungan umum yang dipenuhi oleh aneka manusia.

***

Sinar matahari mulai terbit, kemudian menembus kearah jendela kamar seorang Kim Myungsoo yang masih tertutup oleh gorden nya disana, tapi untuk cukup bisa membuat sinar matahari masuk ke dalam kamarnya. Myungsoo segera mengangkat kepalanya sejak tadi yang dia benamkan di atas bantal. “Aigo! Sudah pagi ternyata,” Myungsoo langsung mencopot earphone yang sejak tadi terpasang ditelinganya. Sejak tadi malam, earphone itu memang bertengger dengan manisnya di kedua telinganya.

Beberapa saat kemudian lelaki itu menguap dengan wajah kusut, kedua matanya tampak layu dengan lingkaran hitam di bawahnya. Bagaimana tidak? Dia tidak bisa tidur selama semalaman, kemudian hanya ditemani oleh musik yang di putarnya, sekedar untuk menenangkan diri. Dan baru bisa tertidur ketika jam menunjukan pukul lima pagi. Semalam pikirannya terlalu tidak tenang dan selalu gelisah, takutnya gadis itu mengetahui semuanya. Sebenarnya sih, memang tidak apa-apa. Tapi, ada yang aneh di dalam diri Myungsoo ketika gadis itu sudah mengetahui semuanya. Setahu dia, kebanyakan jika ada seseorang yang menyukai orang itu dan kemudian orang itu tahu, dia akan langsung menjauhi dan tidak bisa dekat lagi.

Tentu saja, dia tidak bisa tetidur dengan kejadian semalam yang benar-benar membuatnya harus menahan malu setengah mati dan ketahuan terbakar api cemburu setengah mati. Uh!

Gara-gara mulut ember Woohyun yang tiba-tiba mengetahui dia mengintai Suzy dan Hoya, dia tidak tidur karena kepikiran terus dan tidak bisa menyingkirkannya begitu saja. Belum lagi, Hoya dan Suzy yang mengetahui keberadaan nya . Itu benar-benar menjadi pusat masalah baru dari Myungsoo. Karena, Myungsoo belum sempat melihat aktifitas yang sesungguhnya dilakukan oleh Suzy dan tidak tahu apakah Suzy mendengar apa tidak. Entahlah, yang pasti Myungsoo merasa kalau Suzy mengetahui semuanya.

Awalnya tidak seperti itu. Sebenarnya Myungsoo hanya mengintai Suzy yang termenung di ruang tamu. Melihat gadis itu hanya melamun. Tentu saja itu membuatnya khawatir, takut terjadi sesuatu yang tidak-tidak dengannya. Yeah, mungkin karena kejadian kemarin setelah dari Myeongdeong Street, mereka tidak berbicara apa-apa. Tapi kenapa akhirnya seperti ini?! Di luar pikiran Myungsoo sebenarnya. Dan semua itu terjadi karena dia yang memulainya, harusnya Myungsoo tidak melakukan hal yang seperti itu pada Suzy. Malah akhirnya merenggangkan hubungan mereka yang sudah sangat dekat.

Tanpa disangka ternyata ada Hoya dan mereka berdua bericara dengan sangat akrab ditambah dengan perilaku yang—mungkin—sengaja dilakukan oleh Hoya pada Suzy. Sukses membuat hati Myungsoo merasa panas setengah mati dan kesal ingin mengusir Hoya dari sana. Perasaan Myungsoo sekarang ini.. Sungguh lebih dari perasaan Myungsoo sebelumnya. Sebelumnya perasaan cinta nya tidak terlalu berlebihan seperti ini. Rasanya hatinya lebih terikat pada Suzy daripada yang dulu. Cinta itu ‘kan random. Jadi bisa datang pada siapa saja dan kapan saja, akhir-akhir ini Myungsoo sudah kepincut dengan Suzy.

Apalagi melihat wajah berbinar-binar Suzy saat Hoya meminjamkannya ponsel untuk menelpon Ibu nya. Kenapa dia malah tidak meminjamkan Suzy ponsel lebih dulu? Sungguh saat itu, Myungsoo tidak kepikiran dengan hal itu. Justru dia malah yang mengomel gadis itu saat memainkan barangnya sembarangan. Entah kenapa, sekarang malah hati Myungsoo yang merasa kesal setengah mati. Mungkin Suzy sebelumnya berpikir untuk meminjam ponselnya pada Myungsoo, dan gadis itu kemudian terpikir lagi oleh kejadian saat di omeli oleh lelaki itu sendiri. Harusnya memang Myungsoo yang berada di posisi Hoya! Ponsel Suzy saja hilang karena dirinya.

Dan sekarang barulah Myungsoo menyesali semua itu. Perilakunya yang dulu sangat dingin dan cuek padanya. Ketika baru ada seseorang yang berhasil membuat Suzy bahagia selain dirinya. Kenapa penyesalan selalu datang paling akhir sih??!!

“Kenapa cinta itu memusingkan?! Uhhh!!!” kata Myungsoo sembari mengubah posisinya, yang tadinya duduk sekarang kembali berbaring dengan normal. Memikirkan semua kejadiannya yang berubah drastis. Aku rasa aku mulai semakin gila karena gadis itu! Batin nya dengan tatapan menerawang. Mungkin, Myungsoo terkena karma. Dulu, dia sangat membenci Suzy karena mengacaukan hidupnya. Sekarang malah terbalik.

“Myungsoo, kau sudah bangun?” pikirannya kembali pecah ketika mendengar suara orang yang mengetuk pintu sembari membuka suaranya.

Myungsoo langsung kembali mengubah posisi nya. Dia sontak langsung terkejut mendengar kamarnya kembali di ketuk. Tentu saja suara ini sangat mudah untuk dikenalinya. Suara Hoya. Sekarang, Myungsoo rasanya tidak ingin menemui lelaki itu. Dialah salah satunya. Tentu saja sekarang Myungsoo merasa masih tidak sanggup menunjukan wajahnya di depan Hoya setelah kejadian tadi malam. myungsoo masih menyimpan perasaan malu. Untunglah rahasianya masih tersimpan di dua anggota boygroup nya. tidak ke semuanya. Bisa jadi, Myungsoo tidak akan pernah keluar dari kamar.

“Myungsoo, aku tahu kau sudah bangun. Cepat, buka pintunya! Aku ingin berbicara.” kata Hoya lagi. Merasa kalau jawabannya belum juga dibalas oleh Myungsoo.

Myungsoo tetap tidak bergeming dari tempat tidurnya. Tidak ada sekalipun niat di dalam hatinya untuk membuat pintu itu.

“Myungsoo, kau akan benar-benar menyesal kalau kau tidak membuka pintu ini. Aku jamin, semua ini berkaitan dengan nasibmu. Ku mohon, buka pintunya..” ujar Hoya untuk yang ketiga kalinya.

Setelah mendengar ucapan Hoya tadi, Myungsoo berpikir sejenak. Berusaha mencerna pada otak pintarnya dengan ucapannya tadi. Menyesal? Berkaitan dengan nasib? Tunggu, memangnya apa yang akan dibicarakan oleh Hoya? Apakah masih ada samgkut pautnya dengan Suzy juga…. Kejadian yang semalam kah? Dan, Myungsoo mulai sedikit tertarik dengan ucapannya tadi. Seperti ada dorongan pada hatinya untuk membuka pintu itu, mulai tergiur mungkin? Tetapi, Myungsoo masih saja harus menggerakan otaknya dua kali sebelum akhirnya dia membuka pintu.

“Baiklah aku pergi. Jangan mengadu, jika akhirnya kau menyesal dengan keputusanmu nantinya,” nada suara Hoya terdengar pasrah. Rasanya Myungsoo benar-benar tidak berminat.

Saat mendengar suara tadi, Myungsoo langsung buru-buru beranjak dari kasurnya. Jujur, dia semakin penasaran dengan apa yang di katakan Hoya tadi. Untuk kali ini saja dia harus merelakan diri menahan malu di depan Hoya. Siapa tahu keputusannya nanti akan membawa pengaruh baik untuknya… Dan kehidupan cinta nya mungkin akan kembali berjalan dengan lancar. Tidak seperti yang dulu.

Hyung, tunggu dulu!!”

To be Continue

Haii!!! Pengen kemaren nge-posting nya tapi blm sempet… Mungkin ini awal dari konflik nya kali ya?? Gk tau deh, nanti liat aja yah di chapter selanjutnya bagaimana😀..

Semoga kalian terhibur hehehe, jangan lupa tinggalin comment serta like nya ya! Jangan main tinggal begitu aja!😀, terimakasih🙂

29 responses to “It’s Love, but? (Chapter 11)

  1. Astagaaa, kenapa myungsoo masih saja gengsi buat ngakuin perasaannya ke Suzy? Sekarang menyesal kan karena dulu dah bentak2 suzy kalau suzy pegang2 barangnya. Dan malah Hoya yg bantuin suzy minjemin handphonenya. Poor myungsoo. kkkekekee

  2. Aigoo myung pake ngintai suzy sgala kekekeke
    udh gitu ketahuan lgi ,hadeh itu pasti bikin malu banget
    #poorMyungpa
    sypa yg dulu di sukai sma myung sampe hoya dan woohyun nyinggung” tntang hal itu ?
    #gakPengenTau_jgaSih

    next.a ditunggu author Fighting ne

  3. myung ketauan…suzy g pekanih…tp dy udh menduga-duga….kr2 ap yg mw d omongin hoya….next min

  4. Pingback: It’s Love, but? (Chapter 12) | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s