The Dancing

hold

Title : The Dancing | Author : dina | Genre : Fluff | Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Sooji

Disclaimer

Story is Mine, all cast belongs to God and their family

.

.

Sooji meletakkan tas besar tentengnya di lantai dansa. Malam ini ia akan bertemu kembali dengan rival abadi penggalau hati menurut dirinya. Kim Myungsoo telah ditunjuk oleh guru dansanya untuk berlatih bersamanya, sebagai hadiah 30 tahun ia berkarya sebagai pelatih dansa yang menelurkan banyak penari hebat. Han saem merupakan sosok yang sangat Sooji hormati selama ia berlatih dansa sedari remaja. Pada dasarnya Sooji tidak berkeberatan berpasangan dengan Myungsoo, hanya saja jika ia berdampingan dengan lelaki Kim kesayangan Han saem, ini akan menjadi neraka baginya. Sudah dapat dipastikan baik pedansa pria maupun wanita akan melirik dengan iri pasangan menawan ini. Bagaimana tidak, seorang Myungsoo yang tampan dengan senyum khas selayaknya bidadara dari khayangan bersanding dansa dengan gadis cantik idaman semua pria. Sooji selalu membawa aura keanggunan dalam dansanya, baik itu waltz, tango, salsa bahkan tarian kontemporer. Untuk yang terakhir kali ia dan Myungsoo menarikan tarian kontemporer menjadi peristiwa yang menggemparkan dunia pedansa. Myungsoo dengan cerdiknya melakukan teknik yang memukau dengan tubuh Sooji. Dan diakhiri dengan kejadian yang membuat siapapun terbelalak dengan polah Myungsoo yang hampir membuat jantung Sooji berlompatan ingin keluar.

Tepat 8 bulan ini ia menghindari Myungsoo, dan Han saem sepertinya dengan sengaja menjodohkan dirinya kembali dengan Myungsoo. “Both of you have that chemistry while dancing dear,” kata Han saem yang masih terngiang di telinga Sooji. Ayolah seorang Sooji yang pendiam dan dingin harus berhadapan dengan lelaki yang terkenal lebih dingin darinya. “When you were dance with him, I felt warm, in here…my heart,” kata Han saem lagi.

Oh My….Sooji memegang jantung sebelah kirinya mengingat peristiwa yang mungkin selamanya akan terpatri hebat di memorinya.

“Argh!!” Mungkin itu yang akan Sooji teriakkan ketika nanti ia bertemu kembali dengan Myungsoo. Seorang lelaki yang…bahkan Sooji tidak dapat mengungkapkan apa yang ia rasakan. “Han saem tolonglah aku!” rajuk Sooji dalam hati. Ia bahkan rela berlatih dengan pengganti Myungsoo beberapa kali sebelumnya. Kali ini lagu Elvis Presley dipilih sebagai lagu pengiring dansa mereka. It’s Now Or Never.

Ceklek!

Suara handel pintu terdengar, langkah kaki mengikuti erangan dada Sooji yang berdegup cukup kencang. Ia memejamkan matanya. Gaun cokelat pas badan penutup tubuhnya sebagai saksi betapa susahnya ia mengatur nafasnya.

“Ehem..”

Sooji membalikkan tubuhnya, di belakangnya telah berdiri Myungsoo yang tengah mengibaskan celana trainingnya. Kaos putih oblong tanpa lengan ia kenakan, rambutnya sedikit acak-acakan pertanda kecuekannya menguasai kembali diri Myungsoo. Berbeda dengan ketika ia akan tampil. Bahkan bajupun akan terlihat bersinar ketika menempel di tubuhnya. dan Sooji hafal betul itu. Myungsoo’s presence make him shine.

“Kau lama menunggu?” suara berat lelaki Kim terdengar jelas di telinga Sooji.

“Hem..” Sooji masih mengatupkan bibir pink-nya. Demi apapun Myungsoo ingin sekali mengulang kejadian 8 bulan yang lalu. Siapapun tidak akan percaya bagaimana Myungsoo “merengek” ke Han saem untuk dipertemukan kembali dengan Sooji.

“Kau sudah mempelajari gerakannya?” tanya Sooji sembari melakukan stretching. Sepatu heels ia kenakan, rambutnya ia biarkan tergerai, gaun cokelatnya yang berjuntai berantakan di bagian bawah memberi kesan seksi di mata Myungsoo.

“Begitulah…aku berlatih dengan Hulyee noona.”

Eoh..”

“Jadi hanya kita berdua di sini?” tanya Myungsoo melebarkan kedua kaki, melemaskan otot-otot tubuhnya.

Molla..” jawab Sooji sekenanya.

Kajja!”

Myungsoo mengambil CD berisi lagu dansa, memasukkannya dalam player. Alunan lagu It’s Now Or Never terdengar. Myungsoo mengulurkan tangan kanannya, Sooji menerima uluran tangan Myungsoo. Myungsoo menautkan jemari tangannya dengan jemari Sooji, menyelaraskan kedua pasang kaki mereka. Sooji berputar beberapa kali, rambut dan harum cinnamon menggoda Myungsoo. Keharuman yang membuat Myungsoo menggilai Sooji.

It’s now or never, come hold me tight.
Kiss me my darling, be mine tonight.
Tomorrow will be too late, it’s now or never.
My love won’t wait.

Myungsoo meletakkan tangan kanannya di pinggang Sooji, menahannya ketika Sooji menjatuhcondongkan tubuhnya ke belakang. Tubuh Sooji perlahan menegak, hidung Myungsoo menyusuri tubuh depan Sooji, menariknya lagi ke depan hingga wajah mereka berdekatan. Posisi tangan Sooji memegang bahu Myungsoo. Selanjutnya, Myungsoo melemparkan tubuh Sooji ke arah samping, Sooji menggoyangkan tubuh semampainya. Gaunnya nampak cantik terhempas bersama hentakan gerakan Myungsoo yang kembali merengkuh tubuh Sooji.

Tubuh keduanya merapat sambil berdansa dengan anggunnya. Sooji menyelami mata Myungsoo begitupun sebaliknya. Memang benar apa kata Han saem jika ingin mendapatkan ikatan kuat dengan patner menari, maka saling menatap merupakan kunci utama. Mata yang berbicara.

When I first saw you, with your smile so tender.
My heart was captured, my soul surrendered.
I’d spend a lifetime, waiting for the right time.
Now that your near, the time is here at last.

Myungsoo mengangkat tubuh Sooji, menahannya dengan posisi Sooji bergantung pada lehernya dan tubuh terpatri dalam lengan Myungsoo. Kaki ber-heels Sooji menunjukkan point diangkat ke udara. Myungsoo menurunkan tubuh Sooji dan kembali berdansa. Selepasnya, Myungsoo mengangkat tubuh ringan Sooji yang membelakanginya. Serasa momentum berhenti di udara, gaun berkibar dengan cantiknya ketika Myungsoo mengangkat tubuh Sooji.

Just like a willow, we would cry an ocean.
If we lost true love, and sweet devotion.
Your lips excite me, let your arms invite me.
For who knows when, we’ll meet again this way.

Tangan mereka terlepas. Myungsoo melakukan gerakan solo, menggoyangkan tubuhnya dengan gerakan khas salsa tempo moderato. Sooji menunggu di sisi lain sambil melakukan gerakan selayaknya menunggu sang kekasih.

Tap!

Myungsoo kembali mendekati Sooji sembari mengulurkan tangannya, menarik tangan Sooji dengan gerakan anggun, tangan Sooji berpindah membelai pipi El. Sooji tiba-tiba tersenyum, sebuah senyuman yang entah darimana ia dapatkan. Serasa Myungsoo menjemputnya saat menunggu dalam penantian, walaupun mereka dalam posisi dansa yang hanya beberapa detik ia tidak bersentuhan dengan Myungsoo.

Tomorrow will be too late,
It’s now or never,
My love won’t wait.

Myungsoo mengangkat tubuh Sooji , memutarnya kembali lengan kokohnya menahan tubuh Sooji yang berada dalam gendongannya. Sooji menatap Myungsoo, kemudian menenggelamkan wajahnya dalam lekukan leher Myungsoo. Bibir Myungsoo menempel pada sisi kiri wajah Sooji. Hingga Myungsoo berhasil kembali menurunkan tubuh Sooji dari rengkuhan tangannya. Meletakkan tubuh Sooji ke lantai dansa. Melepas eratan jemari tangan mereka perlahan. Myungsoo membalikkan tubuhnya menjauhi Sooji, namun dua detik kemudian ia berlari menjemput Sooji yang telah kembali berdiri. Myungsoo melakukan gerakan memeluk, tangannya berada di atas pinggang Sooji mengangkatnya tinggi selayaknya bayi. Perlahan ia menurunkan tubuh Sooji, mendekatkan wajahnya ke wajah gadisnya. Nafas terengah mereka saling beradu.

It’s now or never
My love won’t wait….

Myungsoo tersenyum, Soojipun ikut tersenyum. Hug. Ending dari gerakan dansa mereka.

Myungsoo menyusuri wajah Sooji, menatapnya penuh ketulusan. “Kau tidak berubah..”

Sooji melepaskan tubuhnya dari pelukan Myungsoo, rona merah menghiasi wajah putihnya, jemari lentiknya menyelipkan rambut ke belakang telinga. Ayolah Sooji, ini kali pertama sejak kejadian terakhir mereka berpartner.

“Sooji-ya” Myungsoo menundukkan wajahnya, berusaha mendapatkan kembali tatapan patnernya.

Sooji sengaja memalingkan wajahnya, ia hendak kembali mengambil handuknya ketika tangan kirinya tertahan. Lagu Love Me Tender mengalun menggantikan lagu It’s Now Or Never.

Waeyo?” Sooji berbalik menatap mata indah lelaki Kim.

Myungsoo menyipitkan matanya, lesung pipinya ia tonjolkan. Jari telunjuknya terulur menyentil ujung hidung Sooji. “Aku tidak tahu kenapa semua orang menyebutmu Swan…karena bagiku kau tetap Little Rabbit-ku,” senyum Myungsoo.

Rabbit?”

“Hem…rabbit yang selalu ingin aku peluk.”

“Gombalanmu!”

Arra..”

Myungsoo semakin mendekatkan tubuhnya, mengikis jarak diantara mereka. Jemarinya masih tertaut dengan jemari Sooji. “Aku tidak ingin mengecewakan Han saem..

“Hem..begitu juga denganku,” balas Sooji.

“Kau tahu apa yang paling diinginkan Han saem?”

“Melihat kita menari seperti yang beliau inginkan?”

“A…a…”

“Ada lagi?” Sooji mengernyitkan alisnya.

“Hem….menjadikan kita sepasang…..” Myungsoo menggantungkan kalimatnya.

Objected!” sela Sooji.

Why?”

“Kau curang!”

Mianhe…”

“Aku tidak ingin kejadian kemarin terulang lagi!” Sooji berusaha menyembunyikan rasa malunya mengutarakan hal tabu yang Myungsoo lakukan.

“Tapi memang harus seperti itu gerakannya,” sela Myungsoo.

No, untuk kali ini kau tidak punya kesempatan melakukannya dalam dansa kita!”

Arra…tapi aku benar-benar tulus melakukannya.” Myungsoo mendekatkan wajahnya, semakin dekat, semakin dekat hingga nafasnya berhasil menerpa wajah Sooji.

Andwe…” lirihan Sooji menghentikan langkah Myungsoo.

“Aku ingin mengulang kembali…” Myungsoo mengelus pipi Sooji, “tidakkah kau meninginkannya?”

Dada Sooji semakin berdegup kencang, demi apapun tubuhnya terkunci oleh tatapan Myungsoo. Perlahan bibir Myungsoo berhasil lolos menyentuh bibirnya, serasa sekumpulan bulu menggelitik perut Sooji. Sensasi yang ia rasakan saat di panggung 8 bulan yang lalu. Polah Myungsoo yang menggemparkan seisi hall pertunjukkan dansa.

Nappeun nom!”

I Love You!” bisik Myungsoo yang kembali meyentuhkan bibir tipisnya ke bibir Sooji.

***

HK Final Part was posted ^^ RCL ne, GHAMSAHAMIDA!!

81 responses to “The Dancing

  1. Wah wah wah sooji mati2n minta spya partner dansa nya bukan myung,sementara myung mrengek2 minta dpsangkan lg dg sooji,aigoo cinta memang gilaaaaaa hehee mampu meluluh lantahkan manusia sedingin es sperti myung

  2. Heh…aigoo..
    Kak dina,ceritanya bagus banget..
    Sweet gitu moment myungzy.nya..,
    Berasa kebawa sama ff ini,,ahh mereka emang cocok. Usaha myungsoo itu loh yang pengen ketemu sue,,ahhhh baper deh
    Kak dina fighting buat ff lain nya juga😀

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s