MELODY OF LOVE #CHAPTER 5

11718_521359921336578_4618875410739322796_n

Character’s :

ALL

Title : Melody of Love | Author : @ohohmr | Genre : Romance, School Life | Rating : General | Cast : Bae Suzy as Suzy, Ahn Jae Hyun as Jae Hyun, Seo Kang Jun as Kang Jun, Park Min Woo as Min Woo, Bae Ju Hyeon as Irene.

.

.

.

.

Chapter 5

Previous :

Suzy terbatuk, mengeluarkan air kolam yang sempat ditelannya. Mata Suzy terbuka sedikit. Ia menatap ke arah namja di depannya namun tak dapat melihat dengan jelas.

“Min Woo-ya..” lirih Suzy kemudian kembali tak sadarkan diri.

***

Wajah namja itu terlihat sangat kecewa ketika mendengar Suzy memanggil nama orang lain. Rasanya seperti ditusuk dengan ribuan jarum. Kesal, itu yang sekarang dirasakan oleh Jae Hyun. ia menatap sendu ke wajah Suzy. Ia sangat merindukan gadis itu.

Jae Hyun menggendong Suzy lalu ia berjalan menuju parkiran yang tak jauh dari kolam renang.

Dengan sebelah tangannya, Jae Hyun membuka pintu mobil. Ia mendudukkan Suzy disana, di bangku di sebelah kemudi. Selama beberapa detik ia tak bergeming, sibuk menatap wajah gadis itu. Setelah puas, ia kemudian duduk di bangku kemudi lalu melajukan mobil menuju apartmentnya.

***

Di apartment Jae Hyun.

Jae Hyun membaringkan Suzy ke tempat tidurnya. Ia meraba baju Suzy yang basah kuyup. Jika tak dilepas maka Suzy akan demam. Jae Hyun kemudian menutup matanya lalu secara perlahan menggantikan long dress Suzy dengan piyama miliknya. Setelah selesai menggantikan baju, Jae Hyun pergi keluar kamar, ingin beristirahat sejenak. Ia juga terlihat sangat lelah.

Jae Hyun membaringkan tubuhnya di sofa lalu menyalakan televisi. Ada siaran bola, ia meletakkan remote ke atas meja. Berpaku pada channel yang sedang menayangkan bola tersebut. Bukannya menonton Jae Hyun malah terlelap.

Sedangkan di dalam ruangan, wajah Suzy penuh dengan keringat. Padahal ada ac disana.

Waktu menunjukkan pukul 2 pagi, sudah 3 jam Jae Hyun terlelap di sofa. Tiba-tiba ia terbangun karena mendengar suara teriakan. Betapa kagetnya ia ketika melihat tayangan televisi sedang memutarkan film horror. Sial! Jae Hyun benci film horror. Dengan cepat ia mengambil remote lalu mematikan televisi.

Ia teringat dengan Suzy.

Jae Hyun berdiri dari tempatnya tidur, kemudian berjalan masuk ke dalam kamar. Ia panik ketika melihat wajah Suzy yang berkeringat. Segera ia memegang dahi Suzy. Panas sekali. Oh tidak, gadis itu rupanya terserang demam.

Jae Hyun mengambil tisu lalu melap keringat Suzy, ia kemudian berlari ke dapur, mengambil kotak P3K. Jae Hyun mengobrak-abrik isi yang ada di dalam kotak itu, ia sedang mencari obat penurun demam. Saat ia menemukannya, ia langsung berlari lagi ke dalam kamar.

Suzy terbaring lemah di atas tempat tidur. Perlahan-lahan Jae Hyun berusaha mendudukkan tubuh Suzy. Jae Hyun memasukkan obat ke dalam mulutnya sendiri lalu menampung sedikit air di dalam mulutnya. Tangan Jae Hyun membukakan mulut Suzy, kemudian Jae Hyun mulai menempelkan bibirnya ke bibir Suzy. Lalu meminumkan obat ke dalam mulut Suzy.

Suzy menelannya tanpa sadar. Kemudian Jae Hyun kembali membaringkan Suzy kembali seperti semula.

Lega, itu yang saat ini Jae Hyun rasakan. Walau tadi sempat ada rasa takut yang menggerayanginya. Ia lelah, namun tetap harus menjaga Suzy yang sedang sakit.

Untuk menghilangkan rasa kantuknya, Jae Hyun duduk di atas tempat tidur, di sebelah Suzy, sambil membaca buku.

***

Keesokan paginya.

“Aaaaaa!!!” suara teriakan Suzy menggema di dalam kamar megah milik Jae Hyun.

Jae Hyun yang tadi tertidur lelap tiba-tiba terbangun karena kaget. Jae Hyun menoleh kepada Suzy, dilihatnya gadis itu sedang merapatkan selimut untuk menutupi tubuhnya. Jae Hyun menatap bingung kearah Suzy, ia bertanya-tanya dalam hati, Apa-apaan ini? Kenapa gadis ini berteriak kepadaku?

Suzy menatap Jae Hyun dengan tatapan neraka, sangat membunuh, “Apa yang telah kau lakukan kepadaku?! Kenapa aku bisa ada disini, hah?!”

Jae Hyun menggelengkan kepalanya, ia sedang berusaha memperbaiki indera pendengaran yang sempat rusak karena mendengar teriakan Suzy. Setelah merasa inderanya yang satu itu sudah kembali pulih, ia pun mendekat kearah Suzy. Namun gadis itu malahan menjauh.

“Suzy-ah, tolong kau tenang dulu.”

“Bagaimana aku bisa tenang jika kondisinya seperti ini. Sangat tidak memungkinkan! Coba saja jika kau berada diposisiku, kau pasti juga akan panik ‘kan?!”

Jae Hyun menghembuskan napas pelan. Sial, gadis ini sudah mulai memikirkan hal yang aneh-aneh rupanya.

“Tenanglah, aku akan menjelaskannya.” Jae Hyun kembali mendekat, namun lagi-lagi Suzy menjauh dan..

BRUKK!!

Suzy terjatuh ke lantai.  “Awww!!” erangnya.

Dengan sigap Jae Hyun turun dari kasur lalu membantu Suzy untuk berdiri. “Cih, dasar  ceroboh!” umpat Jae Hyun. Tersirat kecemasan dalam air mukanya itu. Namun ketika Suzy menatapnya, ia membuang jauh-jauh ekspresi cemasnya itu. Biasalah, faktor gengsi.

Jae Hyun membimbing Suzy ke sofa ruang tamu, mereka duduk disana. Jae Hyun pergi ke dapur sebentar untuk menyiapkan sarapan. Selang beberapa menit kemudian Jae Hyun sudah kembali membawa dua roti isi dan dua teh hangat. Namja itu kemudian meletakkan semua yang ia pegang ke meja yang berada di depan Suzy.

“Minumlah,” Jae Hyun menyodorkan teh hangat kepada Suzy. Suzy hendak mengambilnya namun tangan Jae Hyun menghentikan pergerakan tangan Suzy.

“Ada apa?” Suzy menatap bingung.

“Pertama-tama setelah bangun manusia harus meminum air mineral terlebih dahulu. Maaf aku sudah salah kaprah dengan memberikanmu teh hangat.”

“Oh.. tak apa, toh aku tidak akan mati dengan meminum teh terlebih dahulu.” Suzy berusaha mengambil teh hangat itu dari genggaman Jae Hyun.

Jae Hyun berdecak kesal melihat tingkah Suzy yang keras kepala. “Yaa! Bisakah kau mendengarkanku sekali ini saja?!”

Suzy berhenti berusaha mengambil teh itu namun kini ia malah mengahmpiri objek lain yaitu roti isi yang ada didepannya. “Kalau kau tidak ingin memberikanku minum bilang saja! Lebih baik aku makan ini.” Suzy hendak menggapai roti isi keju itu, namun ia terlambat. Jae Hyun sudah mengambil kedua roti isi itu dengan cepat.

Melihat hal itu Suzy sudah tak mau berkomentar apa-apa. Ia terdiam. Jae Hyun pergi ke dapur lalu membawakan segelas air mineral.

“Minum ini,” Jae Hyun menyodorkan.

Suzy tak bergeming dan hanya menatap kosong ke dalam gelas air mineral yang disodorkan Jae Hyun.

Jae Hyun menaikkan satu alisnya, “Ada apa? Cepat minum ini.” Namja itu kembali menyodorkan gelas air itu ke tangan Suzy, berharap Suzy mengambilnya.

Lagi-lagi Suzy hanya menatap kosong lalu bergumam, “Paling-paling jika aku mengambilnya nanti kau akan menariknya kembali.”

“Hey, aku bisa mendengarmu. Tenang saja, kali ini aku tidak akan menariknya kembali. Ambillah,”

Suzy melirik Jae Hyun sekilas, lalu mengambil gelas air itu kemudian meminumnya sekali tenggak. Ia minum sambil menatap Jae Hyun kesal. Jae Hyun sempat menganga karena terpesona dengan cara minum gadis itu yang sekali tenggak langsung habis.

Jae Hyun menelan ludahnya dengan susah payah, “Waaahh, daebak! Kau kehausan, ya?”

Suzy melap sekitar mulutnya yang tertumpahkan air menggunakan punggung tangan. “Ini memang sudah tradisiku. Aku tidak haus, memang beginilah aku. Aku tidak pernah menyia-nyiakan pemberian orang.”

Suzy meletakkan gelas kosong itu ke meja, “Nah.. sekarang jelaskan apa yang terjadi. Kenapa aku bisa disini? Kenapa kau ada disini? Sebenarnya rumah siapa ini? Tolong jelaskan secara detail.” Suzy berkata dengan nada yang tajam.

“Jadi kau benar-benar tidak ingat apa-apa?” Jae Hyun malah balik bertanya.

“Tidak ada yang perlu kuingat. Bisakah kau tidak mengalihkan pembicaraan?”

“Jika aku mengatakan yang sebenarnya kau akan sangat berterimakasih kepadaku dan kau juga akan menyesal telah menduga yang tidak-tidak tentangku. Jadi kau yakin? Apa aku harus benar-benar menceritakannya? Aku memberikanmu dua pilihan. Kau ingin mengingatnya sendiri atau aku yang dengan senang hati akan membantu mengingatkannya kepadamu, hmm?” Jae Hyun berseringai.

Bibir Suzy terkatup rapat, ia sedikit ragu untuk memilih. Sekeras apapun ia mengingat sekarang, pasti tidak akan ada gunanya. Karena otaknya sudah terlalu banyak menampung ingatan-ingatan. “Cepatlah, ceritakan saja.”

Jae Hyun tersenyum kecil, “Baiklah kalau itu maumu. Dan kuharap kau tidak menyesalinya. Kemarin, entah kenapa aku mendapatimu tercebur di kolam renang. Entah apa itu disengaja atau tidak kau jatuh kesana. Namun sepertinya disengaja, melihat skil berenangmu yang payah itu.” Jae Hyun masih sempat saja mengejek Suzy, “Aku menolongmu keluar dari kolam. Saat kau pingsan setelah aku membawamu ke pinggiran kolam hmm.. aku terpaksa, terpaksa melakukan itu.”

Suzy menatap Jae Hyun dengan bingung, “Melakukan apa?”

“Kuharap kau tidak marah. Aku terpaksa memberikanmu napas buatan. Aku sebenarnya tidak ingin melakukan itu, tapi kau sudah sekarat dan hampir mati. Jadi yah.. begitulah.” Jae Hyun menatap Suzy, wajah gadis itu terlihat shock. Sepertinya ia masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Jae Hyun. “Jangan bilang itu kali pertamamu, ya?”

Suzy gelagapan, ia langsung menutupi bibirnya. “Ti-tidak! Apa-apaan kau ini!?”

“Hey, hey, sudahlah jangan mengelak.” goda namja itu.

Karena kesal Suzy melemparkan bantal kecil yang ada disebelahnya ke muka Jae Hyun, namun ternyata namja itu orang yang sigap. Ia dapat menepisnya sehingga bantal itu terpental ke lantai.

“Aku mau mandi. Sepertinya hari ini aku tidak akan sekolah dulu mengingat aku tidak memiliki seragam. Jika aku pulang ke rumah dulu lalu lanjut ke sekolah itu pasti memakan banyak waktu. Aku pasti akan terlambat. Oh ya, ngomong-ngomong terima kasih sudah menolongku.” gadis itu hendak berlalu dari pandangan Jae Hyun, namun ia menghentikan langkahnya ketika namja itu memanggilnya.

“Aku punya seragam, pakailah punyaku.”

“Kau gila? Memakai seragam laki-laki, apa yang akan dikatakan orang nanti!?”

“Kau salah paham, Suzy-ah. Aku tidak bilang kau akan memakai seragamku. Maksudku, aku memiliki seragam putri jadi untuk sementara ini kau boleh memakainya.”

“Call! Sekali lagi, terima kasih, Jae Hyun-ah.”

“Kembali,”

***

Pagi itu suasana di sekolah tiba-tiba saja hening seketika ketika para murid melihat Suzy yang keluar dari mobil bersama dengan Jae Hyun. Mulut mereka ternganga lebar. Salah satu diantara para murid itu terlihat sedang mengacak-acak rambutnya dan menatap benci kearah Suzy. Ya, siapa lagi kalau bukan Irene. Gadis itu padahal sudah menghabiskan banyak waktu untuk menata rambutnya agar terlihat indah, namun dirusaknya begitu saja.

“Kali ini, kau benar-benar akan mati!” gumam Irene.

Min Woo baru saja kembali dari ruang musik, ia yang hendak masuk ke dalam kelas bingung karena melihat teman-teman sekelasnya memenuhi kaca jendela, mereka berdesak-desakkan. Entah apa yang terjadi di luar sana Min Woo tak mau tahu. Namun ketika ia mendengar seseorang melontarkankan nama Suzy, ia menjadi tertarik untuk melihat keluar sana.

Namja itu berdiri di belakang kerumunan, dengan sopan ia berkata, “Permisi..”

Salah seorang murid putri mendengar suara itu lalu menoleh ke belakang, entah karena kaget atau apa gadis itu terlihat seperti es yang membatu. Ia kemudian mempersilahkan Min Woo untuk lewat tanpa sekalipun melepas tatapannya dari namja itu.

Min Woo tersenyum kecut, “Hmm..”

Sejak kemarin setelah ia meninggalkan Suzy di depan pintu rumah Irene, ia tak mendapatkan gadis itu ketika ia mencari-cari di seluruh penghujung tempat. Min Woo yang berlari kesana kemari itu terlihat cemas, namun ketika tadi ia melihat Jae Hyun dan Suzy berjalan bersama di lapangan sekolah, ia tahu bahwa semalaman Suzy bersama dengan Jae Hyun. Wajah Min Woo terlihat sedih, sepertinya ia benar-benar akan menyerah untuk mendapatkan Suzy.

.

.

To be continue…


Ehem.. maafkan saya~~~ *nunduk* saya bnr2 minta maaf karena kelamaan nge-post ff ini. Mood saya baru kembali. Kemarin2 itu saya sedang stress dengan hasil UTS yang.. WOW! Hancur… Terima kasih sudah membaca J

29 responses to “MELODY OF LOVE #CHAPTER 5

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s