A Ride for Sunshine

arfs

A Ride for Sunshine

@xianara | Miss A’s Bae Suzy, Lee Jieun / IU, SJ’s Cho Kyuhyun and Lee Hyeokjae / Eunhyuk | AU, College-life, Fluff, Friendship | Vignette | Teen and up | disclaimer: beside the story and poster, I own nothing!!

Aku hanya ingin memberikanmu tumpangan!

A Ride for Sunshine

Suzy ingin segera kabur dari mata kuliah Sejarah dan Kebudayaan Korea, sekarang juga. Rasa kantuk dan bosan bagai jamur yang mengerak kuat sehingga susah dihilangkan.  Kuap pun tak dapat ditahan untuk keluar dari mulutnya yang kecil. Bahkan Suzy sampai menghitung berapa kali ia menguap di halaman modul sakti miliknya. Penjelasan dosen berpangkat Profesor mengenai kependudukan masyarakat asli provinsi Jeollanam itu pun hanya masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Sungguh membosankan.

Mata kuliah wajib ini pun memakan waktu selama dua jam penuh. Mata kuliah terakhir pula. Itulah sebabnya mayoritas mahasiswa di kelas lebih banyak asyik sendiri ketimbang mencermati pemaparan dosen yang sudah lansia tersebut.

Ada yang bermain S.O.S. – permainan membentuk kata S, O, dan S pada buku tulis bergaris yang disulap menjadi kotak-kotak, Yewon dan Sohyun, dua mahasiswi yang duduk di sebelah kiri Suzy memainkan permainan itu. Ada pula yang mengalihwahanakan kertas kosong pada modul setebal lima senti tersebut sebagai media untuk membuat sketsa wajah seseorang – dilakukan oleh Sehun, pemuda yang duduk di belakang Yewon. Dan, ada juga yang malah mencuri pandang pada orang yang duduk di depannya. Lebih tepatnya, seorang pemuda yang menghunjam punggung gadis berkepang daun di depannya, yang sibuk mengalihkan rasa kantuk ke mana-mana; Kyuhyun yang menatap punggung Suzy.

Kedua mata Suzy memerah sempurna. Kentara sekali, gadis itu berusaha menahan kantuk yang merajalela. Puncak musim panas, di saat udara panas mencapai titik kulminasi. Di tengah siang bolong dengan matahari yang bersinar terik, bukankah itu waktu yang cocok untuk tidur siang? Atau istilah kerennya, bobo cantik. Desiran angin sejuk bersuhu rendah yang keluar dari pendingin udara tak pelak membuat suasana mendukung untuk menidurkan diri.

Tidak, Suzy tidak boleh tidur. Orangtuanya susah payah bekerja dari pagi sampai malam untuk membayar iuran kuliah Suzy lalu apa dia akan memasrahkan diri pada rasa kantuknya itu? Oh, tentu saja tidak.

Suzy menggeleng seraya menepuk kedua pipinya. Ia pun menghembuskan udara dengan kasar lewat mulutnya. Tidak, ia harus bisa melewati fase penggoyah iman ini sebab ia tidak mau dicap sebagai puteri yang ingkar terhadap orangtua. Suzy pun meraih bolpoin bertinta biru miliknya yang terselip di tengah sepit bindernya, memainkan tombol bolpoinnya guna mengusir rasa bosan. Suzy kembali mengecek arloji yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Berharap jarum jam sudah bertengger di angka lima. Namun kenyataanya, masih pukul dua siang. Masih tiga jam lagi menuju mata kuliah pengantar tidur ini untuk segera berakhir.

Lantas, Suzy pun mulai memusatkan perhatian pada pemaparan sistem kemayarakatan di Jeollanam yang dijejalkan oleh dosen berkulit cenderung gelap tersebut. Well, ternyata rasa kantuk itu susah hilang. Beberapa menit Suzy mencoba bertahan fokus pada pemaparan sang dosen namun itu tidak bertahan lama. Skor menguap yang tercetak di selembar kertas modulnya pun sudah menyentuh angka lima belas, lima belas! Astaga!

Tepukan lembut terasa di siku lengan kiri Suzy. Rupanya Jieun yang menyenggolnya. Jieun pun mencondongkan tubuh ke Suzy lalu berbisik.

“Kau pasti sudah menguap sepuluh kali. Ya ‘kan?” tebak Jieun pasti.

Suzy balas mendekat pada gadis yang usianya di atasnya setahun itu.

“Salah. Aku sudah menguap lima belas kali. Ya Tuhan, aku ngantuk sekali!”

Yaa, kau pikir aku tidak?” balas Jieun tak mau kalah.

Jieun kembali menyenggol siku Suzy. Ucapannya pun terdengar menyedihkan. Mata sipitnya juga tidak kalah merah dengan milik Suzy.

We are the same, Eonni.” ujar Suzy sambil menggeleng lemah.

Jieun mengangguk pilu. Lalu, Jieun pun kembali pada posisi duduknya semula.

Sekarang giliran pundak Suzy yang dicolek dari belakang. Kyuhyun dengan sigap memajukan tubuhnya yang dihalangi kursi lipat, yang memisahkan antara dirinya dengan orang yang di depannya, Suzy.

Yaa, rumahmu di daerah mana?” tanya Kyuhyun. Tidak lupa, ia juga mengimbuhkan sebuah senyuman timpang khas seorang Cho Kyuhyun yang tidak bisa dilihat Suzy.

“Di Jeongno.” jawab Suzy singkat.

“Oh, Jeongno. Ke kampus, tiap hari bolak-balik naik motor ‘kan?”

“Kadang-kadang.”

“Oh, “ Kyuhyun pun menjengitkan kepala. “Lalu, hari ini kau bawa motor tidak?”

“Nope.” ucap suzy sambil meluruskan punggungnya yang terasa kaku.

“Kenapa?” Kyuhyun penasaran. Ia pun memajukan kepala agar lebih dekat dengan Suzy yang memunggunginya.

Suzy menjawabnya dengan mengangkat bahu, tanda bahwa ia sudah malas meladeni ocehan Kyuhyun.

“Kenapa? Hei?” tuntut Kyuhyun.

Suzy menyadari tatapan Profesor Do yang mengarah kepadanya. Ia pun langsung berpura-pura menjatuhkan pandangannya pada modul yang mirip kitab sakti Biksu Tong itu dan membuka halamannya secara acak. Pemuda di belakangnya justru semakin gencar menuntut jawaban dari Suzy.

Dalam hati, Suzy merutuki keingintahuan pemuda di belakangnya. Ia juga menyesal karena sempat membalas obrolannya di awal tadi. Suzy tidak kehabisan ide. Ia mengambil map plastik berwarna putih dari kolong kursi. Lantas, ia pun mengeluarkan notes bersampul foto blue sapphire ocean berukuran 5 x 5 senti. Suzy menyobek kertasnya. Ia pun lanjut menuliskan sesuatu di atasnya. Setelah itu, kertas tersebut diliipat dan dilempar ke belakang.

Berisik! Kalau professor botak itu memergokki kita, habislah! Ngerti?

Kyuhyun mengikik setelah membacanya. Ide aneh yang mendiami tempurung kepalanya pun tercetus. Senyum miring itu kembali terpasang di bibir. Selanjutnya, Kyuhyun pun balas menulis sesuatu di secarik kertas itu.

Well, sebenarnya tanpa terasa, kantuk yang dirasakan Suzy perlahan sirna. Efek mengobrol dengan Kyuhyun. Entahlah, apa bisa bisik-bisik ala tetangga tersebut bisa dimasukan ke dalam kategori mengobrol. Ya, memang sih, kantuk hebat yang sebelumnya dirasakan Suzy hilang. Namun rasa itu harus digantikan dengan  rasa keblinger dan waswas akan terjadi sesuatu. Terlebih, karena pemuda beralis tebal itu yang terkenal sebagai pribadi yang usil.

Walaupun Suzy dan Kyuhyun jarang berinteraksi satu sama lain, tidak sesering Suzy dengan Jieun dan sebaliknya, tanpa disadari oleh Suzy, ada serat-serat halus yang mengikat Kyuhyun dengan Suzy. Benang setipis filamen itu tidak terlihat namun terasa kuat.

Padahal, mereka baru mengenal satu sama lain di semester dua ini. Hal itu disebabkan oleh Kyuhyun yang mengambil cuti selama setahun saat semester dua sehingga ia harus mengulang. Kebetulan, saat mengulang Kyuhyun pun mendapat kelas yang sama dengan Suzy.

Tak mau ambil pusing, terlebih teguran dari professor yang terkenal sensitif itu, Suzy pun mengabaikan Kyuhyun. Ia pun menerima kertas operan Kyuhyun dengan tak acuh. Tanpa ada niatan untuk membaca dan membukanya, Suzy lebih memilih mengantongi kertas itu.

***

Basement parkir area sepeda motor, Universitas Goeryeo, pukul 17:15 KST,

Helm full-face berwarna hitam sudah terpasang di kepala. Suzy pun menarik kaca gelap yang menghalangi wajahnya sehingga memperlihatkan gurat sebal yang mendalam pada kedua bola mata dan ekspresi tak suka pada wajahnya. Suzy pun duduk di atas jok motor dengan jarak sejauh mungkin dari pinggang Kyuhyun. Ha, Kyuhyun?

“Suzy-a, aku duluan!” seru Jieun di balik helm merah marun yang dikenakannya.

Eonni!” pekik Suzy tak terima.

Suzy memberenguti Jieun yang terlihat menikmati dibonceng Hyeokjae dengan motor matiknya. Dan yang lebih miris lagi, Jieun pun meninggalkan Suzy dengan wajah yang penuh sukacita. Biasanya ‘kan mereka pulang bersama, Jieun yang menumpang di motor Suzy dan ia pun tak pernah menampangkan wajah seperti itu. Ya, kecuali kalau kedua gadis itu sedang bergosip ria. Jadi, ekspresi Jieun itu bisa diartikan Jieun yang merasa lebih bahagia diantar pulang Hyeokjae dibandingkan Suzy.

Tubuh Suzy yang dibalut sweter oranye dan dalaman kemeja berwarna putih dengan celana jins biru itu pun dientakkan oleh gerakan motor Kyuhyun yang tiba-tiba. Sehingga jarak antaranya dengan Kyuhyun yang tadi menganga, kini dibabat habis oleh Suzy yang menempel pada punggung Kyuhyun. Buru-buru, gadis itu pun segera menjauhkan diri dari Kyuhyun. Di balik helmnya, pria itu pun tersenyum geli. Dasar gadis kaku.

So, pegangan yang erat, lady!” pinta Kyuhyun.

You wish.”

“Baiklah. Jika itu maumu, I will grant it!

Perasaan Suzy yang sudah tidak enak sejak mata kuliah terakhir tadi pun berbuah hasil. Ia mengutuk Kyuhyun yang memegang stang motor di depan. Dalam hati, Suzy pun menyesal bukan main karena tidak membawa motor hari ini. Jika Suzy membawa motor, ia pasti sudah pulang bersama Jieun. Bukannya pulang bersama senior rese ini.

Manik kokoa suzy melotot. Motor matik hitam yang dikendarai Kyuhyun tiba-tiba melaju dengan kencang. Tubuh Suzy kembali tersentak. Refleks, ia pun berpegangan pada jaket jins yang dipakai Kyuhyun. Mulutnya pun tak diam, Suzy langsung memarahi Kyuhyun yang membawa motor seperti orang gila.

“Pelan-pelan bawa motornya!! Kau pikir, kau ini Valentino Rossi?!!!”

Setelah motor matik hitam itu meninggalkan pelataran parkir, laju motor semakin menggila. Suzy bukannya takut mati atau apa karena dibawa oleh pengendara ugal-ugalan ini – toh, Suzy tahu, tak mungkin Kyuhyun berniat bunuh diri bersamanya, tapi kalau jantungnya hampir copot seperti ini, bagaimana!?

Pegangan Suzy pada jaket Kyuhyun pun berpindah pada bantalan jok.

“Lho, kenapa tidak pegangan lagi?”

“He, itu maumu!” hardik Suzy.

“Kalau berbicara dengan senior yang sopan, dong.” keluh Kyuhyun, matanya pun masih fokus meliukkan motor di tengah jalan dari mobil sedan dan sebangsanya.

“Oh, jadi kau mengaku kalau kau sudah tua, ya? Dan, hei! Revisi dulu sikap kekanakanmu yang seenaknya menggeretku dan Jieun eonni untuk pulang bersamamu dan temanmu itu, baru aku panggil kau ‘senior’!!” balas Suzy tak mau kalah.

Omelan Suzy hilang ditelan deru laju kendaraan lain yang membelah jalan protokol kota Seoul. Suzy pun sudah tak ambil pusing dengan perkataan Kyuhyun selanjutnya. Pada akhirnya, gadis itu menggunyam dalam hati betapa menyebalkannya seorang Kyuhyun.

Mungkin terlalu lelah, Suzy pun menelungkupkan kepala di atas punggung ringkih pemuda itu. Perlahan rasa kantuk yang tertunda tadi, kini muncul kembali. Bulu mata tebal gadis itu pun mengerjap. Tanpa dikomando lagi, Suzy pun memejamkan kedua matanya. Membiarkan dirinya singgah di rumah imajerinya dan meninggalkan Kyuhyun beserta ocehannya yang tak terdengar.

Kyuhyun melirik spion motornya. Ia dapat melihat Suzy yang tertidur pulas di punggungnya. Kyuhyun pun segera menepikan motor ke lajur lambat dan mengayunkan tangan kirinya untuk mengalungkan kedua lengan Suzy pada perutnya.

Bermandikan sinar mentari senja di musim panas membawa pengaruh yang kuat pada perasaan Kyuhyun. Muncul sebersit perasaan hangat yang nyaman dan menyeluruh. Perasaan seringan kapas dan semanis madu. Kyuhyun melirik spion kembali, mencermati wajah bak anak kecil Suzy yang menempel di punggungnya. Untuk menambah hangatnya musim panas yang menjadi favorit Kyuhyun, ia pun tersenyum manis pada matahari yang mulai menari di ufuk barat.

Senyuman selembut tepung terigu namun sungguh ambigu.

***

“Jangan menolak ajakanku. Daripada kau membuang saldo pada T-Money milikmu, lebih baik kau pulang bersamaku. Kebetulan, aku membawa dua helm. Untuk Jieun, tidak usah khawatir. Hyeokjae bisa mengantarnya, arah rumah dia searah dengan eonnimu.

Jadi, ayo pulang bersama!”

***

END.

ANNOUNCEMENT!!

HALO, selamat pagi, saya author Wedding Dress alias xianara mau memberikan kisi2 sebentar,

pertama, saya minta maaf sekali untuk WD yang lama bgt updetnya 😦

dan kabar baik untuk WD final chapter; setelah saya pikir2 lagi, kalau final chapternya digembok pasti ribet. ya, kan? jadi, untuk Wedding Dress final chapter tidak akan digembok alias gak akan diproteksi. alasannya jangan tanya kenapa, soalnya gak akan saya jawab, hahaa 😀

dah, kayanya itu aja deh.haha.

ohya, satu lagi, Selamat Hari Kartini!! ❤

Advertisements

22 responses to “A Ride for Sunshine

  1. Waw, aku relate bgt sm cerita ini..hehe,emg bener ya suzy eonni, kalo ngadepin mata pelajaran terakhir dgn guru yg superduper ngebosenin itu gak bgt!!!

    Euhm, ttpi maaf lho sblmnya thor, kok aku sempet ngerasa miss ya saat baca di bbrp bagian cerita ini. Kaya kurang pas gtuh….
    Well, ky di bagian ini
    sehingga jarak yg menganga di keduanya, dibabat habis oleh suzy yg menempel punggung kyuhyun
    kedengeran krg efektif
    bgmn kalau diubah sedikit menjadi:
    sehingga tidak ada lagi jarak yang memisahkan Suzy dgn kyuhyun.
    Eottae??
    Duh,maaf kalaw aku terkesan menggurui. Hanya saran, hehe

    selebihnya,kusangat suka ceritanya, thor!!keep it up, hwaitting!! 🙂

    • hehe,kita senaisb ya 😀
      btw, terima kasih banyak atas koreksinya 🙂 jujur, setelah baca koreksimu, saya lgsg ngecek dan ternyata iya emg kalimat itu gak efektif ya. jatuhnya ajdi ambigu. tapi terima kasih bgt lho udah dikoreksi 🙂
      ih santai aja, ga papa kali. justru saya merasa sgt terbantu 🙂

  2. Ada aja alasanya kyu pengen ngajak pulang bareng suzy,kkekeke…. ditunggu ff menarik lainya thor.

  3. kak~~ *puppy eyes #huek* diksi nya bisa ajarin aku gak? IH BIKIN ENVY! Hehehe, dasar kyupil ada-ada aja dia mah

    • HALO SYA ^^
      ih diksi apaan?ini tuh diksi receh, masih belum top2 amat kok, hehe ^^ anyway, kamu bisa belajar sendiri dgn banyak2 baca novel or ngubek2 KBBI 🙂 soalnya aku kalau ingin nambah kosakata selalu berlaku seperti itu 🙂
      hehe, dan makasih ya sudah mampir 🙂 ❤

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s