[Freelance] The Popular Guy and I Chapter 4

thepopularguyandi

Title : The Popular Guy and I  | Author : thefreakoffreaks | Genre : Romance, School Life | Rating : Teen | Main Cast : Bae Suzy, Kim Myungsoo

[!!] Tokoh aku disini adalah Bae Suzy

Also posted on http://www.myungzyffindo.wordpress.com

Happy reading~

****************************************************************

Suzy POV

“kau tak mengatakan kau akan datang ke party itu.” Aku memulai pembicaraan untuk menghilangkan kecanggungan diantara kami.

“kau juga.” Jawabnya.

Aku menelan saliva ku .

“kau tak perlu untuk tahu.”

“dan kau tak perlu untuk berbohong.” Matanya menatapku sebentar lalu kembali fokus kejalan.

Aku diam. Aku juga sebenarnya tidak tahu kenapa aku berbohong padanya.

“kau tau kalau Choi Minho hanya ingin mempermaikanmu, kan?” Myungsoo melanjutkan omongannya tepat dimana lampu lalulintas tengah bewarna merah.

“bagaimana jika aku yang ingin dipermainkan olehnya?”

Myungsoo menatapku dengan senyum yang ditahannya.

“dan aku tidak akan percaya itu.”

Ah, aku suka senyumannya, dan aku suka fakta yang bahwa akulah penyebab senyuman itu ada diwajahnya..

“mengapa tidak?”

“karena aku tidak berfikir kau gadis typical seperti itu.” Jelasnya, yang membuat hatiku meleleh dan kedua pipiku ngeblush.

“lalu, menurutmu aku seperti apa?”

“hm..” namja itu berfikir apa yang akan dia katakan, kemudian menjalankan mobil ketika lampu berganti ke warna hijau. “kau adalah pekerja keras dan mimpi  buruk terbesarmu ialah gagal dalam ujian.”

Aku tersenyum mendengar jawabannya yang begitu tepat.

“Plus, kau tidak peduli dengan apa yang oranglain fikirkan, kau hanya mengerjakan apa yang kau fikirkan.”

Lagi-lagi aku tersenyum karena jawabannya yang begitu tepat.

“kau tidak menyukai perhatian, makanya kau mencoba untuk menjauh dari kehidupan ‘siswa popular’ disekolah.”

Aku sedikit takut bagaimana bisa Myungsoo menebak tentang diriku begitu tepat.

“dan kau berusaha keras untuk mengindar dari namja-namja, walaupun kau merasa kau sangat menyukai mereka.” Myungsoo menyelesaikan ucapannya dan menoleh kearahku.

Nafasku seperti tertahan ditenggorokan karena jawaban terakhirnya itu, kubuang pandanganku darinya dan menolehkan ke jendela dengan perasaan gugup. Jika aku benar, aku rasa Myungsoo sudah tahu jika aku ‘naksir’ dengannya.

Ya tuhan, pasti dia mengira aku sama saja dengan gadis disekolah yang memuja dirinya.

Aku mencoba menjawab asumsinya tadi, berharap agar dia menyadari kalau asumsinya yang terakhir itu adalah salah, walaupun sebenarnya itu adalah benar.

“aku tidak pernah berusaha menghindar jika pada kenyataannya aku suka dengan mereka.”

***

Setelah memarkirkan mobilnya digarasi, aku dan Myungsoo berjalan kearah taman belakang.

“kau senang kembali kesini?”

“euh, s-a-n-g-a-t senang.” Aku memasang seyum paksa sambil menekan kata ‘sangat’.

“whoa, aku begitu manis, Suzy-ah.” Dia berjalan menuju rumah pohon.

Whoaa, kufikir rumah pohon seperti yang ada difilm kartun itu, ternyata ini rumah kecil yang terbuat dari kayu. Dasar, Kim Myungsoo pabo. Tak bisa membedakan kayu dan pohon. Heollll

“aku? Bagitu manis? Oh, kau belum melihat sisi jelekku, Myungsoo-ssi.”

Namja itu berhenti berjalan, mensejajarkan wajahnya dengan wajahku. “lantas, tunjukanlah. Bae Suzy.”

Jinjjaa, dia menantangku eoh? Tak tahu saja apa yang dapat dilakukan seorang Bae Suzy padanya.

Aku menjegal kakinya saat dia hendak kembali berjalan, tapi sialnya namja itu mempunyai refleks yang bagus sehingga tubuhnya tak terjatuh.

Dia kembali menatapku dengan cengiran lebar khas nya. Lalu tertawa keras.

“Suzy, kau mencoba membuatku tersandung?” ucapnya sambil terus tertawa.

Ikhh menyebalkan.

“aku senang aku bisa membuatmu tertawa.” Ucapku dengan jengkel.

Setelah sampai di ‘rumah pohon’ yang dimaksudkan. Myungsoo membuka pintu.

“mengapa kalian begitu lama?” tanya sebuah suara yang aku yakin milik Seungho.

“Mian. Kami terjebak lampu merah berkali-kali.” Kata Myungsoo.

“oh, Myungsoo-ah! tadi saat dijalan aku bertemu dengan Naeun, dan dia memaksa ikut kemari.” Ucap Seungho

Whoaa Son Naeun ada disini? Sempurna.

“aku mendengar namaku disebut-sebut!” Naeun keluar dari salah satu pintu yang ada didalam. Matanya menatap ku terkejut.

“Mengapa yeoja ini disini?” yeoja itu bertanya dengan nada meremehkan. Aish ..

Myungsoo menatapku sesaat sebelum kembali menatap Naeun.

“Son Naeun, ini Suzy. Suzy-ah, ini Naeun, nan yeojachingu.”

Aku rasa hatiku menangis mendengar ucapannya yang terakhir itu, ouch that’s hurt.

***

Myungsoo POV

Aish jinjjaa Kim Myungsoo pabo!

Mengapa kau mengatakan “ini Naeun, nan yeojachingu.” Ke Suzy? Apa yang salah denganku?

Tunggu… Son Naeun kan memang kekasihku.. jadi mengapa aku merasa gelisah?

“hai, senang bertemu denganmu.. Bae Suzy, benar?” Naeun mengulurkan tangannya.

“um.. ne.”

“wanitanya Choi Minho.” Gumam Naeun dengan senyum diwajahnya, padahal matanya menyiratkan kecemburuan yang luar biasa.

“ajig. Aku bukan ‘wanitanya choi minho’ . “ melirik kearahku meminta bantuan.

“dia bukan wanitanya Minho.” Kataku.

Naeun menatapku dengan kening yang berkerut, lalu dia mengangkat kedua bahunya.

“kau tahu, Myungsoo itu membenci Minho. Kau pasti berfikir mereka berteman, kan? Keduanya adalah namja yang popular, kau tahu?” Ucap Naeun pada Suzy.

“ya Son Naeun. Hentikan! tidak ada yang salah antara aku dan minho.”

“mengapa?” tanya Suzy.

“apanya yang mengapa?”

“mengapa kau begitu membencinya?”

“aku tidak membencinya.” Dustaku.

***

“Naeun sedang dalam mood yang baik. Suzy, kau beruntung hari ini.” Ucap Seungho saat Naeun berjalan kearah dapur.

“maksudmu? Dia terlihat baik.” Gumam Suzy.

“Son Naeun itu jauh dari kata baik, berterimakasih lah pada Tuhan karena kau tidak menjadi salah satu korban pertarungan ala ‘kucing’ nya.”

“kau tidak akan ingin dekat dengan kukunya ketika dia sedang marah. Percayalah padaku.” Jelas Seungho dengan sungguh-sungguh.

“geurom. Aku akan mengingat perkataanmu.” Yeoja itu tersenyum.

Suzy, senyummu membunuhku.

Omo! Apa yang aku katakan tadi. Aish.

***

“Jadi, mengapa kau ada disini? ” tanya dengan senyum yang aku tahu jelas itu adalah senyum palsu.

Suzy melirik kearahku, memohon untuk membatunya mencari jawaban.

“Naeun-ah. Minhyul akan mengantarmu pulang. Bersiaplah.”

Ucapku tepat disaat namja itu membuka pintu.

“Ya! Aku baru saja sampai, hoh.” Protesnya. Aku menatap tajam kearahnya, kemudian dia mendesah, “arraso. Aku akan mengantarnya.”

“sekarang? Mengapa aku tidak menginap saja?” ucap Naeun dengan bibir dikerucutkan.

Aku mendesah.

“ini sudah terlalu malam. Dan kau harus pulang.” Ucapku dengan nada yang bisa membuat Naeun ataupun seluruh wanita melting.

“baiklah, aku akan menelfonmu nanti?” ucapnya sambil mengecup pipi kiriku.

Aku melihat kearah Suzy. Yeoja itu tidak memerhatikan kami, dia menatap kebawah.

“get a room, please.” Ejek Seungho.

Aku tidak ingin Naeum menciumku, tidak didepan Suzy.

Hanya sedetik, aku melihat yeoja itu tersenyum -dengan tetap menatap kearah jarinya yang diatutkan satu sama lain- karena ejekan Seungho tadi.

“Lea, annyeong.” Ucap Naeun sebelum dia pergi kearah luar mengikuti Minhyuk yang lebih dulu keluar.

***

“Ya, kau berjanji akan menjelaskan. Apa kau ingin berpura-pura lupa eoh?” ucap Seungho ketika aku dan Suzy kembali duduk di sofa.

“apa kau ingin menjelaskan?” aku bertanya pada Suzy dengan senyum dibibirku.

“Baiklah.” Ucap yeoja itu sambil memutar bola matanya dan memulai menjelaskan cerita sebenarnya.

Cerita yang aku senang karena itu terjadi.

***

Suzy POV

Aku merasakan mimpi yang begitu indah. Kau tau kenapa? Aku sedang bermimpi sedang digendong ala bridal oleh Kim Myungsoo.

Tak..ttakk..ttakk..

Aku mendengar suara langkah kaki. Aku membuka mataku lalu menyipitkannya lagi ketika sinar bulan menusuk penglihatanku.

OMO!!!!

Kim Myungsoo memang sedang menggendongku. Dan aku sedang tidak bermimpi.

Gulp.

“oh!”

“tenanglah, kita sudah dekat.” Ucapnya ketika mendengar suaraku.

“kau kedinginan?”

“apa? Tidak..” wajahku memerah. “Myungsoo, turunkan aku, kemana kau akan membawaku?”

“tenanglah, kita sudah dekat. Kembalilah tidur.” Jawabnya tanpa mengindahkan permintaanku.

“kemana kita?” tanyaku

“rumah.”

“dimana kita sebelumnya?”

“di rumah pohon.”

“jam berapa sekarang?”

“ck, Suzy. Kau banyak bertanya.” Ucapnya mungkin sedikit kesal.

“jam berapa sekarang?” tanyaku mengabaikan komentarnya.

“jam dua pagi.”

“hah? Mengapa kita tetap terjaga sampai selarut ini?”

“ani. Kau bahkan baru bangun.”

Kemudian Aku mengingat kembali kejadian semalam dirumah pohon. Aku, Myungsoo, Seungho dan juga Minhyuk bersenda gurau dan bermain game sampai aku mengantuk.

“omo.. jangan bilang aku mengucapkan sesuatu yang bodoh.” Aku mendengar suara pintu terbuka. Ternyata kami sudah sampai.

“kau selalu berkata bodoh.” Aku bisa melihat senyum dalam perkataannya. Nafasnya menggelitik leherku yang langsung membuat beku sekujur tubuhku.

***

Aku masih membayangan kejadian tadi malam yang ternyata adalah bukan sebuah mimpi.

OMO!!! Pipiku memanas ketika membayangkan lengannya berada dipunggungku dan dipertengahan lututku. Deru nafasnya ya—

Aish, suara sok bossnya mengaung jelas dipagi hari begini. Aku bangun dari tidurku, menyisir rambutku yang berantakan menggunakan jemari.

Aku melihat jam waker diatas nakas tempat tidur dan aku sepenuhnya terjaga.

Omona……….

Ini jam 12?

Jam 12 siang?!

Aigoo, aku kesal mengapa tak ada yang membangunkanku’ aku tahu ini hari sabtu, yang artinya aku tidak pergi bersekolah. Tapi tetap saja, aku benci tidur hingga siang begini.

Aku kehilangan udara pagi segarku. Ikkhhh……..

Saat ingin menurunkan kakiku kelantai, ternyata selimut melilit kakiku, alhasil aku terjungkir dilantai.

BANG

“aish appo!” ringisku.

“neo gwenchana?”

Aku mendengar pintu kamar terbuka.

Ya! Bagaimana bisa dia menanyakan aku-yang jelas tak terlihat baikbaik saja- dengan pose tengkurep seperti ini eoh? Apa dia buta?

“Berhenti bertanya dan bantu aku berdiri. Ppali!” ucapku yang kemudian mendesah, “ah, tunggu, aku lupa bahwa kau tak bisa melakukan itu.. ‘menolong’ tak termasuk kedalam kamusmu.”

Myungsoo lalu tersenyum miring. Dan ketika aku hendak berdiri, tiba-tiba kedua tangan namja itu berada dikedua sisi bahuku, membantuku bangun hingga berdiri.

Hanya beberapa detik, namun bisa membuat darahku berdesir cepat.

Aku merasa angin menggelitik bagian perutku, lalu kemudian aku melirik kearah bawah, aku langsung menyadari bajuku menggelung keatas sehingga melihatkan sedikit perutku..

Dan Myungsoo sedang menatap kearah itu….

Glup.. double Glup.. triple Glup…

Aku dengan spontas membenarkan kaus tidurku.

“Ya! Apa kau tahu caranya mengetuk pintu sebelum masuk?” aku bertanya mencoba mengalihkan.

Myungsoo mengeluarkan smirks nya, lalu berbalik dan berjalan kearah pintu.

Sebelum dia benar-benar keluar, namja itu membalikkan tubuhnya kearahku,

“Semua orang sedang berada diluar, dan tidak akan kembali untuk beberapa waktu. Kalau kau ingin, aku akan memasak untuk makan siang.”

Whoaa, Kim Myungsoo mengatakan apa barusan? Memasak? Seorang Kim Myungsoo memasak?

“aku berada didaput, turunlah kalau kau lapar. Itu juga jika kau ingin.” Untuk beberapa detik, matanya menscan tubuhku dari atas hingga bawah. Kemudian menatap mataku lagi.

“Kita bisa memasak bersama.”

Lalu kulihat pintu sepenuhnya tertutup.

Omo.. Myungsoo mengajakku memasak bersamanya? Aku pasti masih bermimpi.. ini tidak mungkin..

18 responses to “[Freelance] The Popular Guy and I Chapter 4

  1. Hadeehh myungsooo kenapa bilang naneun yoeching mu,, huuuu
    kasian suzy,, suzy fighting, ntar myungsoo pacarannya sama km kok,, hehe
    sempet lupa sama ceritanya , akhirnya baca lagi part sebelumnya biar nyambjng baca part ini ,,haha

  2. mwoyaa myung oppa kenapa bilang sama suzy kalo naeun yoejachingu nyaa.. kan kasian suzy, myung oppa jangan phpin suzy dongg
    next thor😉

  3. lupa sama ceritanya jdi harus baca part sebelumnya..
    suzy kayaknya udah suka sama myungsoo
    kenapa myung bilang kalau naeun pacarnya
    myung jangan PHPin suzy dong…

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s