[Freelance] The Popular Guy and I Chapter 5

thepopularguyandi

Title : The Popular Guy and I  | Author : thefreakoffreaks | Genre : Romance, School Life | Rating : Teen | Main Cast : Bae Suzy, Kim Myungsoo

[!!] Tokoh aku disini adalah Bae Suzy

Also posted on http://www.myungzyffindo.wordpress.com

Happy reading~

****************************************************************

Myungsoo POV

Aku menuruni tangga dan shock ketika mengingat apa yang ku ucapkan kepada Suzy.

Aku sepertinya sudah tak mengenal diriku lagi semenjak bertemu Bae Suzy. Aku seperti bukan aku. Sebelumnya untuk bisa mendapat perhatian yeoja, aku bahkan tak pernah berusaha keras, apa lagi sampai mengajak mereka memasak bersama seperti ini. Ingat, mereka selalu datang sukarela pada ku.

Ya, saat ini kau berbicara soal Suzy, pabo. Dan Suzy berbeda dari yeoja lainnya.

Yeoja itu sangat cantik ketika pipinya memerah. Kulitnya begitu cerah seperti matahari siang. Meskipun Suzy tak memiliki tubuh sexy seperti Son Naeun, tetapi lagi.. yeoja itu jauh lebih terlihat sisi femininenya. Pipi yang memerah saat aku menatapnya sungguh menggemaskan, bagian lain yang tak dapat ku temukan dari yeoja lainnya, terutama Naeun.

Omo.. apa yang kau bicarakan myungsoo pabo. Ck

Sebelum ke dapur aku masuk kedalam kamar mandi dulu, lalu membasuh mukaku, dan mataku melihat pantulan diriku dicermin tepat dihadapanku.

Apa yang salah denganku? Suzy-bukan-type-ku- tidak mungkin pernah dan tidak akan pernah menjadi type ku. Aku sangat yakin itu.

Jadi mengapa aku begini? akhh semua ini membuat kupusing.

Sambil memijat keningku pelan, aku berjalan kearah pintu dapur lalu menuangkan air mineral kedalam gelas dan menyesapnya.

Aku mendengar suara langkah laki mendekat dan membuka pintu dapur.

“oh…” ucap Suzy, terdengar sedikit lega?

“aku..agak.. sedikit..tersesat. Kau tau, rumahmu sangat besar dan aku lupa jalan  menuju dapur.” Ucapnya sambil menggaruk-garuk kepalanya.

Aku tak bisa menahan untuk tidak tertawa melihat Suzy saat ini.

“aku tidak mengerti mengapa kau tertawa, Myungsoo-ssi.” Cibirnya.

“aku tertawa karena melihat kau lucu.” Balasku dengan sebuah smirk tersungging dibibir ku.

“senang bisa membuat mu tertawa.”  Ucapnya datar.

Uwah, yeoja ini begitu pandai merubah-rubah ekspresinya dalam satu waktu.

“aku bisa mengajakmu berkeliling rumah jika kau mau.”

“umm, aku akan mempertimbangkannya.” Ucapnya.

Dia masih berdiri canggung didepan pintu dapur.

“apa kau mau tetap berdiri disana?”

Suzy mengernyitkan dahinya.

“ atau kau ingin membantuku memasak?” kataku sambil menaikkan sebelah alisku.

Suzy menatapku.

“apa yang ingin kau masak?” tanyanya.

“apapun yang kau suka, Suzy-ah.” Ucapku dengan nada menggoda.

 “huh?”

“kau bisa menghabiskan hari mu dengan namja tampan dan hot.”

“aku bahkan tak melihat namja lain disekitar sini.” Ucapnya sambil mengedarkan pandangan kesekeliling ruangan.

Aku tersenyum atas jawabannya.

“oh ayolah, ini akan menyenangkan, hanya ada kau dan aku. Aw begitu manis!” ucapku sambil menautkan jemari tanganku lalu berbicara dengan suara wanita pada akhir kalimatku.

Aku merasa seperti gay setelah mengucapkan seperti itu. Namun kulihat Suzy tersenyum setelahnya. Aigoo, manis sekali.

“aku hanya akan melihat kau memasak, jadi aku bisa melihatmu kelabakan atau melihatmu menangis saat mengiris bawang.”

Aku tersenyum miring. “jadi, apa yang ingin kau masak?”

“apapun yang kau suka, Kim Myungsoo.” Yeoja itu tersenyum smirk. Lalu berjalan kesampingku.

“bagaimana kalau pasta? Itu adalah kesukaanku.” Ucapku.

Suzy memutar bola matanya.

“katakan apa yang harus ku lakukan, Kim Myungsoo.”

Dari samping seperti ini membuatku dapat melihat leher mulus miliknya, omo..

Yya, Kim Myungsoo apa yang kau fikirkan.

“kau dapat mengupas bawang.” Aku tersenyum miring kearahnya.

Yya, kau ingin melihatku menangis?”

“kurasa itu akan terlihat lucu.”

Kepalanya kemudian menjauh dariku, dapat kulihat pipi dan wajahnya memerah beberapa detik.

Suzy meraih bawang kemudian mengupas dan memotongnya.

Aku memerhatikan wajahnya yang begitu serius memotong bawang.

yya, pelan-pelan. Kau mau memotong jarimu juga?” candaku. Mataku terus menatap wajahnya.

“ tak usah mengkhawatirkan ku, Myungsoo. Khawatirkan saja kekasihmu.” Ucapnya, dan terus memfokuskan diri dengan bawang-bawang itu dengan senyum kecil dibibirnya.

Aku mendesah, sebal mengapa yeoja itu malah membahas topic seperti itu. Lalu kuputuskan untuk mencari sesuatu didalam lemari es, aku tak ingin Suzy melihat bagaimana sebalnya diriku saat disinggung tentang Son Naeun.

“apa yang salah jika aku mengkhawatirkan mu?” ucapku sambil meletakkan sayur-sayuran diatas meja dapur.

“seorang sepertimu, tidak mungkin mengkhawatirkan seseorang sepertiku.” Jawab Suzy, mengagetkanku.

“mengapa tidak?”

Kemudian mata yeoja itu menatapku.

“Karena kau adalah Kim Myungsoo.”

“sehingga kita tidak bisa berteman.?” Tanyaku sambil mengangkat sebelah alis milikku.

Aku sungguh bingung dengan apa yang dipikirkan oleh yeoja ini.

“ani, kita bisa berteman. Tapi itu akan sangat canggung.” Dia menjawab sambil tersenyum.

“wae?”

“karena…”

Aku mengernyitkan dahiku menunggu Suzy melanjutkan perkataannya.

“ kau popular, aku tidak, simpel. Kita dari group social yang benar-benar berbeda, aku si cupu dan kau adalah seorang player.” Jelasnya, aku melihat matanya sedikit berair karena bawang itu.

yya, aku bukan player.”

“lalu disebut apa namja yang memacari sebagian yeoja disekolah?”

“aku tak memacari mereka. Itu hanya rumors.” Elak ku.

“mengapa aku harus susah payah untuk percaya?” ucap Suzy sambil menyeka air mata yang keluar berkat bawang-bawang itu.

“karena apa yang ku katakan benar. Aku tidak memacari sebagian gadis disekolah, yang kau maksudkan tadi, Suzy-ah.”

“heol, apa katamu saja lah.” Desahnya, lalu mengambil bawang lainnya.

“Jika aku tak disana kemarin, akankah kau melakukan apapun yang diinginkan Choi Minho?” aku mengganti topic pembicaraan.

Suzy menaruh pisau diatas meja, lalu menatapku terlihat kesal.

“mengapa kau membahas itu?” Suzy mengucapkan dengan gigi gemertak.

“hanya teringat.”

yya, Kim Myungsoo, jangan berakting layaknya kau adalah superman. Kau bahkan tak melakukan apapun, aku akan baik-baik saya dengan atau tanpamu.”

“hm, Jinjjaa?” aku menaikkan sebelah alisku.

“ne.”

“kau tak tau bagaimana namja itu memperlakukan wanita, Suzy-ah.”

“seperti yang kau lakukan pada yeoja-yeoja?”

“aish, aku tidak seperti itu. Jika kau tak menyadarinya, aku sudah memiliki yeojachingu.”

“aku tahu.” Dia tertawa dengan nada mengejek didalamnya. Lalu yeoja itu kembali memfokuskan perhatiannya ke talenan diatas meja dapur.

Aku mengacak rambutku, sesungguhnya ini bukan bagaimana caraku untuk menghabiskan siangku.

“apa kau menganggapku seorang playboy?”

“ne.” Ucapnya datar.

“dan apa kau membenciku?” aku tidak tau mengapa aku menanyakan ini, namun yang ku tau aku sangat takut mendengar jawabannya.

Suzy terlihat agak sedikit kaget mendengar pertanyaanku, kemudian matanya menatap kearah mataku,

“ani.”

Jawaban yang sangat singkat, namun membuatku senang.

Aku tersenyum lebar.

Good.” Ucapku.

“tapi aku tidak menyukaimu.” Suzy menyelesaikan perkatannya yang membuatku tergelak kaget. ah, Suzy yang dulu telah kembali, the funny one.

“ouch, begitu menyakitkan.” Aku meletakkan tanganku ke dadaku, yang membuat bibirnya tersenyum ketika melihat ekspresi ‘terluka’ ku.

“ah..”suzy melemparkan pisau yang dipegangnya dengan spontan, dia memegang jari telunjuk ditangan kirinya dengan kesakitan.

“aish appo. Kau sungguh luar biasa suzy.” Ucapnya pada diri sendiri.

“aku sudah memperingatkanmu agar tidak memotong jarimu. biar ku lihat.” Ucapku lalu meraih tangannya.

“bagaimana bisa kau begitu ceroboh begini?” ucapku memandangi jari nya yang terluka. Lalu dengan cepat kumasukan jarinya kedalam mulutku lalu menghisapnya. Aku berusaha keras mengabaikan sensasi yang terjadi saat ini.

“a-aku tak t-tau. Y-yya, kau yang mendistraksi ku saat aku sedang mengiris bawang-bawang ini.” Ucapnya dengan nada yang terdengar agak gugup.

“apakah sebegitu menariknya aku, hingga kau terdistraksi dan tanpa sadar mengiris jarimu sendiri?” aku menatap matanya yang kini berjarak sangat dekat  denganku.

yya, kau terlalu percaya diri, Kim Myungsoo.” Dia memutar bola matanya.

***

Suzy POV

Aku terus berdoa dalam hati supaya namja dihadapanku ini tidak mendengar detak jantungku yang berisik sekali ini. aku melirik kearah Myungsoo dan mendapatinya sedang menatapku intens. Omo.. kalau di drama yang sering ditonton Soojung, tatapan seperti ini menandakan bahwa… ani, ani, tidak mungkin. Dan tidak akan mungkin.

Aku masih sibuk dengan fikiranku, yang ternyata Myungsoo sudah memiringkan wajahnya dan mendekatkan nya kearah wajahku.

Tanpa sadar aku menahan nafasku, wajahnya semakin mendekat kearahku, yya eottokae? Apa yang harus aku lakukan. Suzy jernihkan otakmu.

“mm, aku rasa aku ingin ketoilet.” Ucapku saat hidungnya hampir menyentuh hidungku.

Aku membalikkan badanku menuju pintu dapur. Kedua mataku melotot dengan sempurna, aku menegang melihat siapa yang sedang berdiri didepan pintu tersebut.

Ku dengar Myungsoo menggerutu di belakangku. Lalu berjalan dan berdiri disampingku.

yya, mengapa kalian kemari?” ucap Myungsoo dengan nada kesal kepada kedua orang itu.

Minhyuk dan Seungho.

“tadi nya kami ingin mengajakmu bermain PS, tapi sepertinya kau sedang sibuk.” Kata Seungho tersenyum sambil melirik kearahku.

Wajahku memanas.

Omo.. pasti merek melihat sesuatu yang hampir terjadi tadi.

“apa kami mengganggu sesuatu ? Sepertinya kita harus pergi, Minhyuk-ah”

“Ani.” Ucap Myungsoo spontan.

“kalian tidak mengganggu apapun. Suzy dan aku hanya memasak makan siang. Kalian bisa membantu, setelah itu kita bermain PS.”

Kulihat kedua namja didepanku menatap satu sama lain dengan senyum tersirat didalamnya.

“call!” ucap kedua namja itu secara bersamaan.

***

Aku sedang berbaring menatap langit kamarku, mengingat percakapanku dan Minhyuk tadi saat namja itu membantu ku membereskan dapur sehabis memasak tadi. Sedangkan Myungsoo dan Seungho sudah duluan naik keatas.

Flashback

“Suzy-ssi, jangan dengarkan perkataan Seungho dan Myungsoo tadi ya.mereka tak serius mengatakannya.”

Aku mengerutkan keningku dan mengingat perkataan apa yang dimaksudkan oleh Minhyuk ini.

“ah, arra. Aku tahu mereka benar, aku bukan lah type wanita kalian. Dan yya, Kang Minhyuk, Tidak usah terlalu formal begitu.” Ucapku dengan nada bercanda. Meskipun hatiku agak teriris mengingat pengakuan blak-blakan Seungho tadi yang mengatakan aku bukan type yeoja mereka. Sebenarnya tanpa diperjelas pun aku sudah tahu itu.

“hmm.. baiklah.”

“suzy-ah, tapi kau harus tahu, terkadang mereka mengatakan sesuatu tanpa difikirkan dahulu.”

“sudahlah tak usah dibahas. Aku tak apa, kok.”

“Mereka adalah namja baik Suzy-ah. Cobalah untuk lebih dekat dengan mereka. Pasti fikiran burukmu tentang mereka,tentang kami akan luntur.” Ucap Minhyuk menatapku.

“kenapa harus? Dan, aku fikir kau dan kedua temanmu itu berbeda Minhyuk-ah. Kau terlihat namja yang baik dan sopan.” Kataku sambil tersenyum.

Kulihat kedua sudut bibir namja itu melengkung keatas.

“aku yakin kau bisa merubah mereka berdua, Suzy-ah. Atau setidaknya salah satu diantara mereka.”

Aku mengerutkan dahiku tak paham. Mengapa aku?

Seolah dapat membaca fikiranku, namja itu tersenyum lagi dan berkata.

“Karena kau berbeda dari yeoja lainnya. Kau polos dan tidak munafik. Kau selalu mengatakan apa yang ada difikiranmu.” Jelasnya.

Flashback off

“aishh” desahku sambil menggaruk kepalaku yang tak gatal.

Kemudian aku mengambil ponselku diatas nakas lalu mendial angka 1 pada ponselku yang langsung memanggil nomor seseorang yang sudah kukenal. Jung Soojung.

Ya, sepertinya aku harus ‘berkonsultasi’ kepada Soojung malam ini. Meskipun aku sendiri tak yakin.

***

17 responses to “[Freelance] The Popular Guy and I Chapter 5

  1. wow seru juga chapter yg ini. nah gtu suez jgn mdh trgoda sama myung pertahankn sikapmu ini smpai myung bnr2 nyerah. hahaha

  2. myung ngomongnya bukan tipe ideal tapi tadi mau nyium suzy..
    myung udah suka sama suzy cuma belum sadar sama perasaanya kayaknya..

  3. sadar myung sadar jelas2 kamu suka tuh kayaknya sama suzy bahkan hampir cium dia , masih mau bilang suzy bukan typemu ? haha

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s