누나 — Chapter 3

image

This poster is by the creative flamintskle @ Poster Channel

Title: 누나 (Sister)
Author: flcevtp
Main cast: Bae Suzy, Do Kyungsoo
Rating: G
Genre: Family, Sad, Romance, Comedy

누나: Chapter 3

Bazaar untuk memperingati anniversary SIHT itu berlangsung heboh. Penuh dengan stan jualan hasil jerih payah mereka, dan juga performance dari para murid. Pengunjung pun bukan hanya para murid dan keluarga masing-masing, juga banyak orang yang hanya kebetulan lewat dan ingin mengunjungi.

Bruk.

“Ah, aku minta maaf! Aku tidak sengaja ahjussi. Sekali lagi aku minta maaf.”kata Suzy pada orang yang ditabraknya.
“Ah, tidak apa-apa.”suara berat ahjussi itu menjawab permintaan maaf Suzy.
Ahjussi itu kemudian meninggalkan Suzy yang sedang melihat ahjussi tersebut.
‘Pria itu kan…’ingat Suzy dalam hati sambil mengernyit matanya dan melihat punggung tersebut menjauh.

“Tadi itu siapa sih?”
“Aduh pernah lihat tapi siapa”
“Aku kenal tapi itu siapa”
Kalung itu seperti punyaku..”
Suzy bergumam sendiri sambil meraba kalungnya yang bertali hitam dengan bandul gemstone berbentuk bulan sabit dengan bintang di tengahnya berwarna putih.
“Aduh siapa sih?!”rutuk Suzy sambil memukul kepalanya berkali-kali kesal.

Dan pria itu melihat kelakuan Suzy sedari tadi dari kejauhan.
“Kau baik-baik saja ternyata.” gumamnya dengan senyum tipis.

***

Kegiatan itu masih beelangsung. Matahari terus memancarkan sinarnya, hingga waktunya matahari perlu isitirahat. Bazaar itu selesai saat matahari hendak tenggelam. Para panitia kembali wara-wiri seperti tadi pagi. Dan Suzy tentunya seperti Quicksilver, tokoh pahlawan di film The Avengers itu. Berlari kesana kemari dengan cepat tanpa henti

“Besok kita libur!”seru Suzy, sang ketua panitia. Seruan Suzy dibalas antusias oleh para panitia lainnya. Dan wakilnya, Jongin, lari memeluk Suzy dari samping.
“Lepaskan! Nanti mereka berpikir aku dan kau ada hubungan spesial!”erang Suzy sambil berusaha melepaskan pelukan Jongin. Tetapi Jongin lebih erat memeluknya.
“Memang kok. Hubungan antara wakil dan ketua kan?”goda Jongin sambil mengedipkan mata sebelahnya nakal.
Suzy hanya bisa memutar bola matanya malas dan menghela nafasnya kasar.

“Hei, nuna. Aku mau pulang bersama Chanyeol-hyung. Kau masih lama tidak?”tanya Kyungsoo.
“Ah, pulang duluan saja. Aku, Jongin, Dara-eonni,  dan Donghae-oppa mau bikin laporan dulu di Starbucks. Tolong bilang eomma aku nanti tidak makan di rumah.”jawab Suzy.
“Nanti pulang perlu kujemput? Kalau mau dijemput tel–”
“Dia kuantar nanti naik mobil.”potong Jongin ke Chanyeol.
Chanyeol lalu menganggukkan Jongin malas dan mengucapkan selamat tinggal pada mereka diikuti Kyungsoo.

***

“Jongin itu hanya bisa merebut Suzy dariku! Sudah tahu aku dan Suzy sedang pendekatan, malah diganggu gitu. Tadi kau tidak melihat Jongin memeluk nunamu seenak jidatnya, hah?! Bisa-bisanya dia melakukan itu di depanku. Jika tak ada Suzy di sana, sudah kupu–”
“Sudah jangan mengeluh terus. Kemudikan mobilmu dengan benar.”potong Kyungsoo.
Chanyeol lalu menghela nafasnya kasar, kemudian kembali mengendarai mobilnya.

Hyung.
“Hm?”
“Kau tau kalung nunaku itu yang bentuknya ada bulan sabit sama bintangnya itu bukan?”tanya Kyungsoo.
“Tentu. Ada apa?”
“Bentuknya lucu ya. Seperti kalung yang di drama Boys Before Flower itu. Hanya saja , dia sudah memakainya duluan bahkan sebelum drama itu dimainkan. Terus kebalik. Kalau di drama itu bulan sabitnya yang di tengah bintangnya.”terang Kyungsoo sambil menopang dagunya.
“Iya. Punya Suzy itu bulan sabitnya yang besar, dan lubang bintang kecilnya  di tengah. Wae?”
“Ah, tidak hyung. Aku merasa melihat bentuk itu, tapi dimana ya?”
“Kau selalu melihatnya kok, di leher Suzy.”jawab Chanyeol sambil melirik Kyungsoo yang sedang memberikan death glare nya.

***

“Ah, akhirnya! Sunbae-nim, terima kasih!”seru Suzy sambil meregangkan tangannya ke atas.
“Suzy, biasanya kan orang kecepetan sekolah cuma 1 tahun. Kamu malah 2 tahun lebih muda dari angkatanmu. Kok bisa?”tanya Dara pada Suzy. Tiga pasang mata pun akhirnya tertuju pada Suzy, menunggu jawaban.
“Ah, itu. Aku sekolah sesuai umurku, kemudian di sekolahku dulu ada tes untuk loncat tingkatan. Aku mengikuti tes itu, dan hasilnya aku mampu naik 2 tingkat di atasku. Lalu orangtua ku juga menyetujui aku loncat tingkatan, jadi ya, aku sekarang berada di jenjang ini.”terang Suzy sambil mengaduk Green Tea Latte nya.
“Ah, seusiamu saja sudah jadi ketua panitia di bazaar ini. Aku seusiamu masih tidak bisa apa-apa. Ya kan, Dara?”tanya Donghae sambil menyikut Dara yang di sebelahnya. Yeoja itu hanya mengangguk sambil menyeruput Hot Chocolate ala Starbucks favoritnya.
“Tidak juga, oppa.”jawab Suzy sambil tersenyum padanya.
“Ah, iya. Jongin dan kau jadian ya?”tanya Dara.
“Yap! Aku dan Suzy sudah jadian. Benar kan?”jawab Jongin sambil merangkul pundak Suzy di sebelahnya.
“Ah?! Tidak! Mimpimu saja itu. Jangan berharap!”cegah Suzy sambil mencubit perut Jongin.
Para seniornya hanya bisa tertawa geli melihat kelakuan adik kelasnya.

“Kami pulang dulu. Hati-hati kalian berdua!”seru Dara sambil melambaikan tangannya pada adik kelasnya, yang dibalas dengan seruan yang sama.

“Hei. Naik ayo ke mobilku. Aku sudah berjanji dengan Chanyeol dan Kyungsoo kalau aku akan mengantarmu pulang.”ajak Jongin yang akhirnya Suzy menjawab ajakan Jongin dengan membuka pintu depan mobilnya.
Keheningan di mobilnya berlangsung lama. Suzy hanya memandang malamya Seoul dari jendela mobil itu. Sedangkan Jongin terus melirik Suzy yang mengabaikannya.
“Jadi,” Jongin memecah keheningan “sudah sampai mana hubunganmu dengan Chanyeol?”
“Hubunganku? Tidak ada apa-apa.”jawab Suzy cuek.
“Jadi, aku bisa dong menjadi milikmu?”goda Jongin dengan smirk khas nya. Suzy mendengarnya pun langsung menggeliat geli.

Cha. Sudah sampai.”
“Terima kasih.”ucap Suzy dingin.
Suzy hendak membuka pintu mobilnya, tetapi terkunci.
Yak! Cepat buka pintunya!”teriak Suzy.
“Kau kira aku memberi tumpangan gratis? Bayar.”jawab Jongin sambil tersenyum jahil tanpa melihat Suzy.
“Ah. Berapa?”tanya Suzy.
Jongin lalu menunjuk pipi kanannya.
“Pipimu minta dicubit?”tanya Suzy yang tanpa jawaban Jongin lagi dia langsung mencubit pipi Jongin kencang.
Yak! Sakit! Maksudku cium pipiku, lalu baru kubukakan pintunya.”jawab Jongin masih dengan smirk nya sambil mengelus pipinya yang merah akibat cubitan yeoja itu.
“Mauan.”
“Ya sudah. Kau tetap tidak kubukakan pintu nya dan kau tetap di sini sam–”

Cup

Suzy mengecup pipi Jongin cepat tanpa penjelasan dan memencet pintu unlock di sisi pintu sebelah Jongin dan keluar.
“Terima kasih. Ingat besok libur.”
Jongin yang membiarkan Suzy keluar itu pun masih memikirkan kejadian singkat tadi.

***

Eomma dan Appa akan ke Jepang sementara waktu. Kau bersama Kyungsoo ya main bersama dengannya.’
‘Kenapa eomma dan appa tidak mengajakku ke sana?’
‘Ini urusan bisnis, Suzy. Appa nanti belikan oleh-oleh untukmu kalau kamu menjadi anak baik. Eottae?’
‘Berapa hari, appa?’
‘Cepat kok, hanya 3 hari.’
‘Ah Suzy mau ikut! Jangan tinggalkan Suzy sendirian!’
‘Kamu akan bersama Kyungsoo selama 3 hari. Senang kan?’
‘Tapi eom–‘
Suzy bangun dari tidurnya yang awalnya tenang itu dengan wajah penuh dengan cucuran keringat.
“Ah, terulang lagi.”


-rcl as always-

13 responses to “누나 — Chapter 3

  1. Pingback: 누나 (Sister) — Chapter 11 | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s