누나 — Chapter 4

image

This poster is by the creative flaminstkle @ Poster Channel

Title: 누나 (Sister)
Author: flcevtp
Main Cast: Bae Suzy, Do Kyungsoo
Rating: G
Genre: Family, School Life, Sad, Romance, Comedy

누나: Chapter 4

Kyungsoo mengucek matanya malas. Dia melirik jam di sebelahnya. 06.30. Ah, libur kan hari ini, pikirnya.

Seakan indera pendengaran dan penciuman nya sudah normal kembali, dia mendengar suara berisik di dapur, dan aroma yang menggelitik hidungnya yang membuatnya lapar.

“Siapa yang ribut-ribut pagi gini?”
Appa? Masih di Amerika. Eomma? Ah, dia kan pergi ke Gwangju kemarin. Nuna? Tidak mungkin. Jam segini sudah bangun itu suatu keajaiban. Kita tidak punya pemban–”
“Jangan-jangan.. maling!”
“Tapi itu tidak mungkin. Masa maling masak?”
Kyungsoo terus bergumam sendiri seperti orang gila. Segera dia keluar membawa tongkat kayu.

Kyungsoo membuka pintunya secara pelan-pelan. Lalu dia berjalan keluar dengan berjinjit. Dia meminimalkan segara gerakan yang mengeluarkan bunyi agar tidak ketahuan.

“Ah! Rasakan kau!”seru Kyungsoo melayangkan tongkatnya ke pundak orang yang dia anggap maling itu.

“YAK KYUNGSOO INI AKU!”

***

Nuna, mianhae. Aku tidak tahu kalau itu kau.”ucap Kyungsoo sambil mengoleskan salep ke pundak Suzy.
“Kau ini harusnya lihat dulu pelan-pelan. Pakai juga nalarmu itu! Kalau iya ada maling masa maling masak?! Aku berniat baik untuk membuatkanmu sarapan malah kau pukul pake tongkat itu!”

“Aku juga berpikir gitu! Tapi biasanya nuna kan bangun paling siang. Gak pernah pagi. Nuna juga malah pakai baju hitam seperti maling. Namanya juga panik.”bela Kyungsoo.
Mereka terus mendebatkan kejadian tadi pagi. Suzy tetap mengoceh karena Kyungsoo yang ceroboh, sedangkan Kyungsoo mengoles salep ke pundak nunanya dan membela dirinya.

Nuna tumben bangun pagi. Kangen Chanyeol hingga tidak bisa tidur? Atau mikirin Jongin sam–”
“Aku tidak bisa tidur. Cerewet.”jawab Suzy singkat.

Nuna, kalungmu ini beli di mana?”tanya Kyungsoo.
“Dikasih. Wae?”jawab Suzy.
“Tidak, bentuknya bagus. Aku mau kalung yang seperti itu.”

‘Kau dulu memakainya juga, tapi kau malah membuangnya.’gumam Suzy dalam hati.

***

“Aku bosan nuna. Jalan-jalan yuk?”ajak Kyungsoo.
“Ke mana? Jangan bilang kau mau ke Lotte World lagi? Jebal. Aku sudah bosan ke sana.”jawab Suzy sambil menyeruput teh nya.
Kyungsoo hanya menggaruk tengkuknya yang gatal, aku memang mau ke sana, pikirnya.

“Nonton? Setelah nonton aku traktir ramyun deh!”
“Ramyun? Benar ya? Oke!”jawab Suzy sumringah.

***

Setelah mereka menonton, Suzy dan Kyungsoo langsung naik ke mobilnya, lalu melesat ke kedai ramyun langganan Suzy.

Nuna, ajak Chanyeol-hyung bagaimana? Sepi kalau tidak ada dia. Eottae?”
“Tidak. Aku sudah mengajaknya tadi tapi dia bilang dia tidak bisa.”
“Ah, pasti nuna bohong. Bilang saja nuna gak mau ada dia jadin–”
Suzy langsung menunjukkan iPhone nya yang di layarnya terdapat percakapan antara Suzy dan Chanyeol.
“Ah.. hyung gak bisa ternyata..”

Lalu keheningan mulai terasa. Walaupun mobil mereka terdengar suara lagu yang diputarnya, tetap terasa hening.

“Hei, Kyung-ah” Suzy memecah keheningannya, “kapan appa pulang?”
Kyungsoo hanya mengendikkan pundaknya, lalu Suzy mengangguk kecil tanda mengerti.

Tak lama, mereka sudah sampai di kedai ramyun itu.

Cha. Sampai. Kau yang mentraktir kan?”goda Suzy sambil melepaskan sabuk pengamannya.
“Iya, tenang saja.”

‘Aku pernah ke sini, bersama nuna, tapi kapan?’tanya Kyungsoo dalam hati.

***

Cheese Ramyun dan Hot Spicy Ramyun level 4.”sambut pelayan tersebut sambil meletakkan mangkuk besar itu ke meja Suzy dan Kyungsoo.

Cheese?”tanya pelayan. “Adikku”tunjuk Suzy.

“Selamat menikmati.”

Tanpa waktu lama mereka langsung menyambar ramyun mereka masing-masing.

Nuna.”
“Hm?”jawab Suzy sambil menyeruput kuah ramyun pedas itu.
“Kita dulu pernah ke sini kan? Aku dan kau. Tapi kapan ya?”

Deg.

Suzy merasa jantungnya berdebar.

“Ah i-i-itu kita sering ke sini dulu. Tapi karena sekolah kita jadi jarang ke sini.”jawab Suzy gugup.
“Tapi dulu kau tidak memanggilku sebagai adikmu ma–”
“Memang aku harus menyebutmu sebagai adikku? Aku harus bangga punya adik sepertimu yang iseng nya bukan main?”jawab Suzy, lagi, cepat.
Kyungsoo yang mendengar jawaban kakaknya kemudian menendang kaki kakaknya kecil kesal.
“Sudah. Cepat habiskan ramyunmu. Ramyun kalau dingin itu sudah ga enak.”pinta Suzy.

Jebal. Jangan sekarang’lirih Suzy dalam hati sambil memegang sendok dan sumpitnya erat, lalu menggigit bibirnya gugup.

***

Mereka lalu meninggalkan kedai itu, lalu kembali melesat ke rumahnya.

Drrt drrt

Nuna, handphonemu bunyi.”
“Angkat saja. Aku sedang mengemudi ini.”

Lalu Kyungsoo melihat layar handphone itu, Chanyeol menelepon.

Yeoboseyo?”
“Kyungsoo. Nunamu di mana?”
“Di sampingku.”
“Di mana?”
“Mobil.”
“Aduh maksudku kau lagi di mana sekarang?”
“Di jalan. Ini mau pulang ke rumah. Kenapa sih? Terdesak banget.”
“Berikan handphonenya ke Suzy.”

Kyungsoo lalu memberikan handphonenya ke Suzy.

“Apa?”kata Suzy ke Chanyeol dari handphonenya.
“Ada amplop dari rumah sakit yang ketinggalan di mobilku. Karena itu masih disegel jadi aku gak berani buka. Punyamu bukan?”

Suzy langsung mengerem mobilnya mendadak, kaget sekaligus gugup.

Nuna kau kenapa sih?!”
Suzy menutup bibirnya sendiri dengan telunjuk, tanda menyuruhnya diam.

“Iya punyaku. Nanti kuambil. Kau di rumah kan?”jawab Suzy lagi pada Chanyeol.
Lalu dia mematikan handphonenya, kembali menjalankan mobilnya.

“Ada apa sih?”
“Kyung-ah, kau ku drop di rumah. Aku mau pergi lagi nanti.”
“Ke mana? Ikut.”
“Aku mau ke Chanyeol cuma sebentar. Ada yang ketinggalan.”
“Cuma ambil barang kan? Aku ikut.”
“Ah, abis ke Chanyeol aku mau ke rumah Donghae-oppa mau tanya tentang laporan bazaar kemarin.”rayu Suzy
“Ah, ya sudah.”

Lalu mereka sampai di rumah. Kyungsoo tanpa aba-aba langsung turun dari mobil, kemudian masuk ke rumah. Suzy yang masih berada di dalam mobil langsung melesat kembali ke rumah Chanyeol.

“Kenapa aku ceroboh banget sih?! Untung Chanyeol belum buka. Untung Kyungsoo gak ikut.”rutuk Suzy sambil memukul setirnya kesal.

***

Igeo. Amplopmu.”kata Chanyeol sambil menyerahkan amplopnya.
“Terima kasih.”jawab Suzy lalu mengambil amplop yang diberikan Chanyeol, tanpa basa-basi dia langsung jalan menuju mobilnya, hendak pulang.

Chanyeol lalu menahannya dengan mengaitkan lengannya ke pinggang Suzy, membawanya ke pelukan Chanyeol. Hingga Chanyeol berdiri di belakang Suzy, sambil memeluknya dari belakang.

Chanyeol meletakkan kepalanya ke pundak Suzy.

“Kau belum bisa menjawab perasaanku, Suzy?”tanya Chanyeol dengan suara pelan. Lalu mengeratkan pelukannya.

“Belum. Jangan sekarang. Aku minta maaf.”jawab Suzy gugup.

Suzy kemudian berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Chanyeol. Namun Chanyeol kemudian lebih mengeratkan pelukannya.

“Sebentar saja.”pinta Chanyeol sambil menutupkan matanya di pundak Suzy.

***

Suzy mengemudikan mobilnya ke arah tak menentu. Hatinya terasa bimbang. Di kursi kanannya terdapat amplopnya yang sedang terduduk manis.

Kemudian Suzy memberhentikan mobilnya di sudut jalan sebuah taman.

Dia kemudian mengambil amplop itu, membuka amplop itu yang berisi hasil diberikan rumah sakit.

Suzy membacanya, hingga mata hazel nya berkaca-kaca.

Kemudian dia mengembalikan hasil itu ke amplopnya kembali. Memeluk amplop itu sambil menangis sejadi-jadinya.

“Kenapa harus sekarang?”erang Suzy.

“Aku masih menyayanginya. Aku masih ingin berteman dengan sekelilingku dengan tenang.”

“Tuhan, kenapa harus sekarang?”erang Suzy kembali yang mengadah ke atap mobil sambil menangis sejadinya.

-rcl as always-

12 responses to “누나 — Chapter 4

  1. Pingback: 누나 (Sister) — Chapter 11 | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s