My Love is My Rival

image

Author : Laakimxo

Title : My Love is My Rival

Main cast :
Bae Suzy
Kim Myungsoo

Other cast : Find it by yourself

Genre : Romance, School Life

Rating : Pg-17

Pairing : Myungzy

Length : Oneshoot

Poster by : Shin Min Gi @ ximingistories

Disclaimer : Ff ini murni milik author. Cast bukan milik auhtor. Mereka milik Tuhan, Orang tua dan agensi mereka.

Hahahaaaii.. Aku author baru disini dan  aku bawa ff nih. SEMOGA KALIAN SUKA^^

Note:  Sudah pernah dipost di blog pribadi  aku.

Don’t forget to RCL ~

Don’t Bash. Don’t Like Don’t Read
Don’t Be Plagiator

Happy Reading~

******

“KIM MYUNGSOO!!!”

Suara teriakan seorang yeoja memenuhi seisi kelas. Terlihat sang yeoja -Suzy- dengan muka memerah karena marah tentunya sedang bertolak pinggang karena kelas yang sudah ia bersihkan pagi ini kembali kotor dan berantakan.

Sampah kertas di mana-mana. Bangku dan meja yang sudah ditata rapi kembali berantakan. Suzy sudah berusaha bangun pagi dan menjalankan tugasnya untuk merapikan kelas selama 1 minggu seorang diri.

Ralat bukan tugas tapi hukuman. Hukuman yang diberikan Kang Seongsangnim karena kesalahan yang ia lakukan minggu lalu. Kesalahan yang sebenarnya salah paham. Perawan tua itu menghukumnya karena Suzy menebarkan abu kapur kepadanya. Sebenarnya bukan ditujukan untuk sang guru melainkan untuk namja yang sangat ia benci yaitu Kim Myungsoo.

Kim Myungsoo. Sebutkan saja nama itu pasti orang-orang di sekolah ini akan menyebutkan kelebihannya. Tampan, pintar, berkarisma, mempesona, dan banyak lagi. Itu di mata seluruh yeoja dan namja di sekolahnya. Siapapun terpesona akan dirinya. Tapi itu pengecualian untuk Suzy. Yeoja itu sama sekali tak terpengaruh dengan pesona yang diberikan Myungsoo. Malah ia beranggapan itu menjijikan.

Mereka -Suzy dan Myungsoo- seperti ditakdirkan bermusuhan sejak bayi. Dimana mereka bertemu pasti ada saja keributan. Orang-orang sudah terbiasa akan hal itu. Malah kalau kedua orang ini tak ribut itu malah menjadi hal yang aneh bagi mereka.

Dan saat ini. Lagi-lagi Myungsoo mencari gara-gara dengan Suzy. Yap. Membuat kelas yang tadinya sudah di rapihkan Suzy kembali berantakan. Ini bukan pertama kalinya. Sudah seminggu terhitung semenjak awal Suzy dihukum Myungsoo selalu mengacaukannya. Itu seperti menjadi hal yang mengasikan untuk Myungsoo.

“Kim Myungsoo!! Berhentilah menggangguku walau sehari sajaa!!” Teriak Suzy kesal sambil kembali membenahi kelas.

“Aku lelah…” lirih Suzy dengan air mata yang sudah menggenang di matanya.

Ini tentu bukan pertama kalinya Suzy menangis karena Myungsoo. Sudah tak terhitung berapa banyak liter air mata yang ia buang karena rivalnya itu.

“Aish.. dasar yeoja cengeng!” Ejek Myungsoo yang entah sejak kapan membantu Suzy merapikan kelas

Suzy menatapnya sinis. Tajam dan sinis. Sarat akan kebencian.

“Apa yang kau lakukan?! Kka!! Aku bisa sendiri!! Jangan pura-pura baik kepadaku!!” Bentak Suzy

“Diamlah! Sudah bagus aku mau menolongmu! Kau mau nanti hukumanmu bertambah?! Sudahlah aku sedang malas berdebat denganmu!” Ucap Myungsoo ketus

“Ish.. dasar sok baik!” Gerutu Suzy pelan namun masih dapat didengar Myungsoo

“Dasar cengeng!” Balas Myungsoo
“Sok baik!”
“Cengeng!”
“sok baik!”
“Cengeng!”
“sok baik!”
“Cengeng!”

“Yak!! Kalian berdua diamlah! Ini masih pagi! Arra?!” Bentak seorang yeoja lagi. Keduanya reflek diam.

“Dia duluan Soojung-ah.. bukan aku! Kau tau itu” bela Suzy kepada dirinya sendiri
“Yak! Kau duluan yeoja cengeng!”
“kau duluan!”
“Kau!”
“Kau!”
“Kau!”
“Kau!”

“GEUMANHE!!!! Aku tak peduli siapa yang mulai duluan!! Kalian diamlah!! Aish.. semoga kalian berdua jodoh!” Ucap Soojung

“TIDAK AKAN!!”

.
.
.
.
.
.
.
.
.

Kring Kring Kring

Bel masuk berbunyi. Kelas sudah rapi. Murid-murid berbondong-bondong masuk ke kelas mereka masing-masing. Suzy sudah rapi duduk ditempatnya. Ia sebangku dengan sahabatnya Jung Soojung. Sedangkan Myungsoo sebangku dengan Kim Soo Hyun. Kalau semua orang tau Myungsoo dan Suzy bermusuhan maka semua orang juga tau bahwa Kim Soo Hyun menyukai Bae Suzy. Suzy terlihat tidak peduli akan hal itu. Ia berpikir itu hanya sekedar gosip. Dan dia tidak suka bergosip.

Kim seongsangnim memasuki ruang kelas. Kelas yang tadinya gaduh kini sunyi. Tak ada suara. Hanya terdengar suara ketukan heels yang beradu dengan lantai.

“Selamat pagi semuanya. Kita mulai pelajaran pagi ini.. sekarang kumpulkan PR kalian”

“Ne…”

Suzy berniat mengambil buku pr nya di tas. Tapi ia tidak menemukan bukunya. Ia panik. Ia yakin kalau sudah mengerjakan dan meletakannya di tas. Tapi apa ini? Buku yang dia cari tak bisa ia temukan. Ia yakin bahwa seseorang sudah mengerjainya. Hanya satu nama di benaknya.
Kim Myungsoo.

Dan ia harus menerima hukumannya kali ini.

“Jwesonghamnida Seongsangnim.. a.. aku kehilangan bukuku. Seseorang mencurinya seongsangnim” ucap Suzy sambil melirik Myungsoo.
Sedangkan Myungsoo hanya tersenyum penuh kemenangan.

“Nona Bae ini sudah kesekian kalinya kau kehilangan bukumu. Kau berbohong kepadaku?” Tanya sang Guru tajam

“Animida. Sungguh aku kehilangan bukuku..” ucap Suzy

“Kau! Keluar dari kelasku!” Ucap Kim Seongsangnim

“Ne.” Ucap Suzy lalu keluar dari kelas dengan perasaan suntuk.

“Jwesonghamnida Seongsangnim. Aku juga tak mengerjakan pr ku” Ucap Kim Soo Hyun mengaku

“Kau juga keluar dari kelasku!” Usir Kim Seongsangnim

“Ne.” Lalu Soo Hyun segera keluar kelas

Tak ada yang menyadari bahwa seseorang sedang menatap Soo Hyun tajam. Ia kesal. Ia marah. Menurutnya Soo Hyun pasti hanya mencari alasan untuk berduaan dengan Suzy.

‘Ini pasti hanya alibinya saja! Huh.. menyebalkan!’, batin Myungsoo

Suzy Pov

Huh dasar namja menyebalkan! Apa dia tidak bosan mengerjaiku terus menerus?! Kenapa hanya aku yang di jaili olehnya? Sebegitu bencinya kah ia padaku? Bahkan sejak awal bertemu saja ia bersikap jahat padaku.

Flashback

Author Pov

Saat itu hari penerimaan siswa baru di Hannyoung High School. Tentu yang bisa masuk ke sekolah ini hanya orang-orang terentu saja. Suzy salah satunya. Berkat kepintaran otaknya lah ia dapat masuk ke sekolah ternama ini.

Suzy sudah sampai di sekolahnya. Hari ini hari pertama masa orientasi siswa atau MOS. Suzy sudah lengkap dengan pakaiannya serta balon berwarna warni di tangan kanannya.

Dia berjalan-jalan sambil mencari sahabatnya, Jung Soojung. Tanpa di sadarinya, tali sepatunya lepas dan membuatnya tersandung. Suzy sudah menutup matanya pasrah akan keadaan. Namun, sepasang tangan kokoh menarik Suzy agar tetap berdiri. Suzy membuka matanya perlahan dan melihat siapa yang menolongnya itu. Seorang Namja. Ya namja dengan mata elangnya yang tajam namun mempesona.

Tampan. Itulah yang ada di pikiran Suzy saat ini.

“Nona lain kali kau harus berhati-hati. Dasar ceroboh” ucap Pria itu ketus.

Suzy pun tersadar dan merapikan cara berdirinya.

“Jwesonghamnida” ucap Suzy
“Sepertinya kau siswa baru ne?” Tanya sang namja mengabaikan permintaan maaf Suzy.
“Ne. Kau?”
“sama denganmu.”
“ah begitu”

Sang namja menatap Suzy intens. Suzy yang menyadarinya salah tingkah. Baru saja ia ingin berpamitan pergi, namja itu membuka pembicaraan baru.

“Lihatlah tali sepatumu lepas” ucap Namja itu.

“Ah kau benar. Bagaimana ini? Aku memegang balon” tanya Suzy

“Tenang saja. Sini aku pegangi balonmu” ucap Namja itu.

“Ah jinja? Kau baik sekali. Baiklah. Ini tolong pegangi balonku ne” Suzy kita ini polos sekali. Dengan mudahnya ia menyerahkan balonnya kepada namja asing itu. Entah apa yang direncanakan sang namja. Namja itu tersenyum menyeriangi.

“Ne”

Saat Suzy sedang mengikat tali sepatu, Namja itu kabur sambil membawa balon Suzy. Suzy tentu tidak menyadarinya karena sedang serius mengikat tali sepatunya.

Saat Suzy telah selesai akan kegiatannya itu, ia berdiri dan hendak berterima kasih pada namja tampan baik hati bak malaikat itu.

“Gamsahamnida. Mian me..” ucapan Suzy terputus begitu saja karena tak melihat namja tampan itu sudah tak ada di dekatnya. Ia berkeliling mencari sang namja namun tak berhasil. Namja itu bagai hilang ditelan bumi. Dia tak bisa menemukannya. Dia panik. Balonnya..

“Aigo Suzy-ah.. kau sudah kucari kemana-mana tapi malah berada di sini. Kajja kita berbaris di barisan kita.”
Ajak Soojung -sahabatnya- yang entah sejak kapan ada di samping Suzy.

“Soojung? Tapi tunggu Soojung-ah. aku..”

“Dan ya.. hey! Mana balonmu? Kau tidak membawanya eoh? Habis kau di hukum oleh sunbae kita! Aigoo Suzy-ah ini baru hari pertama dan kau sudah mencari gara-gara” celoteh Soojung.

“Aku membawanya tapi dicuri oleh namja tampan yang sudah tak ku anggap tampan lagi” ucap Suzy cemberut

“Kenapa bisa? Kau ini pabbo sekali sih! Padahal kan nilaimu jauh lebih tinggi daripada nilaiku!” Ejek Soojung

“Yak! Aku hanya ceroboh bukan pabbo, pabbo!” Balas Suzy

“Jangan mengataiku pabbo, pabbo!”

“kau duluan yang mengataiku pabbo, pabbo!”

“Aish.. sudahlah kajja kita baris. Berdoa saja para sunbae itu baik hati” ajak Soojung

“Tapi aku harus menemukan namja itu, Soojung-ah..” ucap Suzy

“Yak! Tak ada waktu..”

“Perhatian. Seluruh peserta MOS harap berbaris ke barisannya masing masing sekarang. Sekali lagi, seluruh peserta MOS harap berbaris di barisannya masing-masing. Gamsahamnida”

“tuh dengar. Kajja..” ajak Soojung

Dengan terpaksa, Suzy harus baris di barisannya tanpa memegang balonnya. Suzy melihat sekelilingnya. Semuanya membawa balon.
Hanya dirinya saja yang tidak.

Akhirnya, Suzy ketahuan tidak membawa balon oleh Sunbae yang bertanggung jawab atas jalannya kegiatan MOS itu. Suzy sudah mencoba menjelaskannya, namun sunbae itu tak mempercayainya. Sunbae itu mengira Suzy hanya membuat alibi saja.

Menurutmu, siapa yang akan percaya jika Suzy mengatakan ini,

“Jwesonghamnida sunbaenim. Tadi aku sudah membawanya namun dicuri oleh namja tampan seperti malaikat”

“Tapi tenang saja sunbae! Aku sudah tak menganggapnya tampan lagi. Sungguh”

Soojung yang mendengarnya hanya menggelengkan kepalanya tak percaya. Bagaimana mungkin sahabatnya mengatakan hal sebodoh itu?

‘Dasar Suzy pabbo!’ Batin Soojung

Hhh.. uri Suzy masih benar-benar polos

Akhirnya, Suzy dihukum mengelilingi lapangan sebanyak 10 kali.

Itu sudah sangat melelahkan mengingat lapangan yang ada di Hannyoung High School ini sangat luas.

Namun apa daya?

Tanpa disadarinya, Seorang namja bermata tajam tersenyum penuh arti melihat Suzy. Dari awal dia ketahuan sampai saat dia dihukum.

Setelah beberapa hari kemudian, akhirnya Suzy tau siapa yang mengerjainya itu. Namanya Kim Myungsoo. Namja dengan sejuta pesona yang hanya jika kau diliriknya sedikit saja kau akan pingsan. Tapi tentu tak mempan bagi Suzy. Suzy sudah mati rasa kepada namja itu semenjak kejadian MOS.

Darimana Suzy tau?

Tentu dia tau karena Namja itu sekelas dengannya. Dan selama sekelas dengan Suzy, Myungsoo tak henti-hentinya mencari gara-gara dengan Suzy.

Setiap kenaikan kelas, Suzy berdoa kepada Tuhan untuk tidak sekelas dengan namja yang selalu membuatnya naik pitam itu. Namun sepertinya Tuhan senang melihat Suzy dan Myungsoo beradu argumen atau bertengkar selayaknya anak kecil. Mereka terus sekelas dari awal masuk hingga saat ini. Bahkan dengan Soojung yang kita tau sebagai sahabat Suzy saja baru tahun akhir ini sekelas dengan Suzy.

End of Flashback

Suzy Pov

Menyebalkan bukan? Kenapa dia senang sekali membuatmu marah eoh? Apa dia ingin membuatku cepat tua lalu segera mati? Apa dia membenciku karena aku ini ceroboh?

Ishh.. padahal aku ingin sekali menjadi temannya kalau dia tidak seperti ini.

Dan apa ini? Sudah tadi pagi menghancurkan kelas yang sudah aku rapikan dengan susah payah sekarang ia mencuri buku pr ku? Ya Tuhan.. apa salahku pada Mu? Kenapa aku didekatkan dengan makhluk menyebalkan macam Myungsoo? Kami bahkan selalu sekelas selama 3 tahun ini. Kenapa Kau senang sekali melihatku kesal?

Kalian tau? Ini sudah kesekian kalinya Myungsoo pabbo itu mencuri buku pr ku! Dan dia selalu mencuri buku pr guru-guru killer seperti Kim Seongsangnim! Ya ampun.. dia sepertinya benar-benar membenciku makanya ia berbuat seperti ini kepadaku.

Aku berjalan menuju atap sekolah. Tempat favorite kami.

Kami?

Ya kami. Maksudku aku dan Myungsoo. Hanya di tempat ini saja kami -aku dan Myungsoo- bisa berdamai. Kalau kalian bertanya kenapa maka kalian akan menyesal bertanya seperti itu karena aku tidak tau. Sungguh. Sepertinya tempat ini memiliki suasana yang tenang makanya kami tidak akan bertengkar di tempat ini.

Kadang kami bercanda dan tertawa di sini. Dan saat aku bertanya kenapa ia sering menjailiku dan membuatku kesal dia akan beralasan ada urusan dan pergi dari tempat ini.

Aneh? Entahlah.

Selalu seperti itu. Makanya aku tak pernah bertanya itu lagi padanya. Setidaknya kami bisa berdamai walau hanya sesaat. Lagipula, aku tidak pernah peduli akan hal itu.

“Ah.. tenangnya..”

Di atap memang sangat tenang. Kau bisa berteriak sepuasmu kalau sedang kesal. Dan kau bisa menangis sekencang-kencangnya tanpa takut ada yang mendengarnya. Haahhh.. itu sangat menyenangkan.

“KIM MYUNGSOO PABBO!!” Aku berteriak sekencang-kencangnya mengeluarkan kekesalanku sejak tadi.

Karena kesal, aku menendang kaleng kosong yang berada tepat di samping kakiku. Aku menenandang ke sembarang arah. Yah setidaknya tak ada yang terkena tendanganku karena disini hanya ada aku.

“Aw.. kepalaku..”

Oops..

Author Pov

“Aw..kepalaku..”

Seorang namja meringis kesakitan karena terkena tendangan kaleng Suzy. Suzy reflek menoleh ke arah suara yang ternyata dari arah pintu.

Mwo? Kim Soo Hyun?

“Soo Hyun-ssi? Aigoo jeongmal mianhae aku tidak sengaja.. eh ani maksudku aku tak tau kau ada disana” ucap Suzy panik

“Nan gwenchana Suzy-ssi”

“Geureyo? Mianhae.. kita ke UKS saja ne? Kajja”

“Tidak usah. Nan gwenchana. Sungguh..” ucap Soo Hyun meyakinkan.

“Jinjja? Apa kau memaafkanku juga?” Tanya Suzy Polos

“Ahaha aku memang baik baik saja tapi itu tak berarti aku memaafkanmu bukan?”

“Yak! Jadi kau tidak memaafkanku? Jahat sekali..” ucap Suzy sambil mengerucutkan bibirnya. Soo Hyun yang melihatnya harus menahan hasratnya untuk tidak memakan bibir ranum itu.

“Aku akan memaafkanmu……”

Suzy menatap Soo Hyun dengan mata berbinar

“Namun kau harus menemaniku makan siang nanti. Otte?” Tawar Soo Hyun membuat Suzy memasang wajah berfikir yang terlihat sangat menggemaskan di mata Soo Hyun.

“Tenang saja aku yang traktir” ucap Soo Hyun meyakinkan Suzy

“Call!”

.
.
.
.
.
.
.
.
.

@ Canteen
Break Time

Saat ini, mereka -Suzy dan Soo Hyun- sedang menikmati makanan mereka di kantin. Sesuai janji Soo Hyun, ia akan memaafkan Suzy asal Suzy mau menemaninya makan yang di bayar oleh Soo Hyun. Suzy dengan senang hati menyetujuinya. Selagi dapat maafnya Soo Hyun ia juga dapat memakan makanan gratis. Uang sakunya pun awet dan akan ia tabung. Walaupun Suzy berasal dari keluarga kalangan atas, ia tidak suka menghambur-hamburkan uangnya untuk membeli barang yang tidak produktif. Itu sangat boros.

“Soo Hyun-ssi…”

“Suzy-ah jangan memanggilku seperti itu. Itu sangat menggangguku” ucap Soo Hyun

“Ah ne.. Soo Hyun-ah”

“Begitu lebih baik. Wae?”

“gomawo” ucap Suzy sambil memperlihatkan eyes smile nya.

“Ne cheonma..”

“Wah wah wah.. uri Suzy sudah mendapat pasangan rupanya. Hey Kim Soo Hyun! Kenapa kau mau dengan yeoja cengeng seperti dia? Kau itu terlalu bagus untuknya..” ucap Myungsoo yang entah sejak kapan sudah berada di kantin.

“Yak! Kim Myungsoo! Kau mau apalagi sih?!” Ucap Suzy kesal

“Kim Soo Hyun sebaiknya kau menggaet yeoja yeoja yang lebih berkelas dari pada yeoja cengeng ini” ucap Myungsoo tak memperdulikan omelan Suzy

“Kau cemburu eoh?” Tanya Soo Hyun dan itu berhasil membuat Myungsoo salah tingkah

“S..si..siapa yang cemburu? aku tak mungkin cemburu. Neo arra?!” Ucap Myungsoo sambil meninggikan suaranya

“Hey.. Slow down dude. Aku hanya bertanya baik-baik kenapa kau membentakku?” Tanya Soo Hyun

“Aku tak membentakmu. Kau saja yang merasa begitu”

“Yak Kim Myungsoo!! Kenapa kau ini selalu menggangguku sih?! Kau sangat membenciku eoh?!” Tanya Suzy

“Aku tak membencimu”

“lantas apa?”

“Aku me.. eh.. aku…aku..”

‘Sial!’ Batin Myungsoo

“Ish.. kalau mau memang membenciku bilang saja dasar pengecut! Kajja Soo Hyun-ah aku sudah tak lapar lagi” ucap Suzy lalu menarik tangan Soo Hyun untuk mengikutinya menjauhi kantin. Meninggalkan namja bermata tajam yang sedang membatu di tempatnya.

‘Pengecut? Aku pengecut?’

Kau memang pengecut, Kim Myungsoo.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

@ Atap
Jam Pulang Sekolah

Yeoja itu sedang sendirian. Sendirian dan sedang tertidur. Namun tidak sepenuhnya tertidur. Ia hanya menutup matanya sambil menikmati hembusan angin yang menerpa wajah cantiknya. Begitu menenangkan. Menenangkan hatinya yang sedang marah dan kesal. Yang sedang sedih dan putus asa.

Entahlah. Suzy merasa sesak begitu tau Myungsoo sangat membencinya. Marah karena Myungsoo selalu mengatakan hal yang membuatnya kesal. Menenangkan diri di atap sekolah merupakan pilihan terbaik.

“Suzy-ah..”

Suzy mengenal suara ini. Suara yang sedang menyuarakan namanya. Tentu saja ia mengenalnya. Bahkan saat ini ia sedang mencoba untuk tidak memikirkan sang pemilik suara.

“Mwohae?” Tanya Suzy mencoba tenang sambil tetap memejamkan matanya. Mencari ketenangan.

“Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku tidak membencimu. Sungguh..” kata Myungsoo

“wae?”

“Mwo?”

“wae? Kenapa kau mencoba meyakinkanku?” Tanya Suzy

“Karena kau temanku. Sekaligus rivalku”

“Hanya itu?”

“Kenapa kau menanyakannya?”

Suzy melangkah mendekati Myungsoo. Dengan wajah yang datar, kelewatan datar malahan. Myungsoo yang melihatnya bergidik ngeri.

Terakhir kali Suzy melihatnya dengan mimik wajah yang seperti ini saat Myungsoo sudah kelewatan mengerjai Suzy. Dan akibatnya, mereka tidak saling menyapa selama 2 bulan. Dan itu cukup membuat Myungsoo seperti orang gila.

Ada apa dengannya?

“Hanya ingin menanyakannya saja. Apa tidak boleh?”

“Tentu saja boleh”

“Baiklah. Aku harus pergi sekarang. Annyeong”
Suzy mengambil tasnya lalu melangkah keluar meninggalkan atap dan Myungsoo. Myungsoo hanya menatap kosong pemandangan yang ada di depannya.

“Kapan kau akan menyadari perasaanku, Bae Suzy?”

.
.
.
.
.
.
.
.
.

Suzy Pov

Ada apa denganku? Kenapa aku begitu mengharapkan jawaban lain darinya? Dan perasaan apa ini? Begitu menyakitkan saat menyimpulkan bahwa Myungsoo itu membenciku.
Bukankah itu hal biasa? Maksudku kami sudah menjadi rival sejak awal masuk dan perasaan benci seharusnya sudah ada sejak saat itu juga.

Tapi kenapa aku merasa tidak membencinya?

Aku memang kesal dengannya namun sama sekali tidak membencinya. Mungkin aku pernah mengatakan aku membencinya tapi aku tidak benar-benar membencinya. Itu hanya caraku mengungkapkan kalau aku sedang kesal dengannya.

Ah jinjja.. mengapa aku memikirkannya? Benar benar tidak elit. Lebih baik aku membersihkan diriku saja.

Tok tok tok

“Masuk”

Kreek

“Suzy-ah..”

Eomma?

“Ne eomma? Waeyo?”

“Kita akan makan malam di luar nanti. Kau bersiap-siaplah..”

“geunde eomma, ada apa? Tak seperti biasanya”

“Kita akan bahas nanti. Jja bersiaplah..”

“ne eomma..”

-Skip-

Author Pov

Saatnya makan malam tiba. Suzy datang bersama kedua orang tuanya ke restoran mewah kelas atas dengan wajah yang di tekuk. Pasalnya, sebelum datang kemari, Suzy diberitahu suatu hal yang buruk.

-Flashback-

Setelah selesai bersiap siap, berkumpul dengan keluarganya di ruang keluarga. Ibunya bilang, ada yang ingin disampaikan oleh ayahnya makanua mereka berkumpul. Suzy mendapat feeling buruk akan hal ini.

“Suzy-ah…” panggil sang Ayah.

“Ne appa?”

“bukankah kau bertanya-tanya kenapa kita akan makan diluar malam ini?” Tanya Tn. Bae

“Ne appa. Waeyo?”

“kau akan dijodohkan, anakku”

“MWOYA?! APPA! KAU INI APA APAAN SIH?!” Bentak Suzy kepada ayahnya karena berita yang tidak mengenakan ini.

“Suzy-ah.. tenanglah..” ucap Ny. Bae menenangkan

“Kau akan di jodohkan dengan anak dari keluarga Kim. Tidak ada bantahan. Atau kau akan di pecat dari keluarga Bae.” Ucap Tn. Bae tegas

“Geunde appa.. aku masih muda. Aku masih Ingin bersekolah” ucap Suzy merajuk

“Kau tidak langsung menikah nak. Kau akan menjalani hubungan dengan anak Tn. Kim dan saat kalian sudah siap baru kalian menikah” jelas Tn. Bae

“Geunde appa…”

“tak ada tapi-tapian lagi nona. Dan sekarang kita berangkat menuju restoran. Kau akan berkenalan dengannya. Kajja”

-End of Flashback-

Perjodohan?

Yap perjodohan. Terdengar kuno memang tapi inilah yang terjadi pada uri Suzy.

Suzy sejak tadi hanya mengerucutkan bibirnya dan memasang wajah kesal. Bahkan sampai dia sudah sampai di restoran pun sama. Padahal jika ia tersenyum tipis saja ia akan terlihat seperti bidadari.

“Tersenyumlah nak. Kami melakukan ini untukmu. Ini yang terbaik untukmu” ucap Eomma Suzy membujuk

‘Ya terbaik menurut kalian.’ Batin Suzy

Mereka -Suzy dan keluarganya- sedang menunggu keluarga kim datang. Tn Bae terlihat sedang sibuk dengan gadget nya. Sepertinya beliau sedang mengirim pesan kepada keluarga kim bahwa mereka sudah datang ke tempat yang dijanjikan. Sedangkan sang eomma Ny. Bae sedang sibuk membenarkan tatanan make up nya dan setelah itu kembali sibuk dengan gadgetnya.

Suzy sudah tak tahan. Mereka sudah menunggu lebih dari 30 menit. Oh astaga apakah keluarga Kim yang di agung-agungkan keluarganya itu kurang disiplin?

“Eomma Appa apa mereka masih lama? Kita sudah menunggu lama disini” rengek Suzy kepada kedua orang tuanya.

“Ohoho anak Appa sudah tak sabar eoh? Tadi kau merengek tak mau sekarang malah tak sabar” Ucap Tn. Bae

“Ish bukan itu Appa. Aku sudah lapar..”

Kreekk

“Annyeonghaseyo Tn. Bae Ny. Bae maaf sudah menunggu lama” Baru saja Suzy merengek lapar keluarga Kim sudah datang. Reflek Suzy dan orang tuanya berdiri dan menyambut kedatangan keluarga Kim

“Ah.. tak apa Junho-ya.. jja silahkan duduk”

Sementara yang lain sibuk mengobrol Suzy malah berdiri mematung melihat orang yang berdiri di depannya. Namja yang akan menikah dengannya.

Tak jauh beda dengan Suzy, Namja itu juga tak kalah terkejutnya.

“NEO…??!!” Ucap mereka bebarengan membuat ke empat orang lainnya menengok ke arah mereka.

“Wah.. kalian sudah saling mengenal ne? Baguslah kalau begitu akan mudah bagi kami untuk mendekatkan kalian. Hahaha..” gurau Ny. Kim

“Yak!! Apa yang kau lakukan disini??!” Bentak Suzy kepada sang Namja.

“Seharusnya aku yang bertanya. Apa yang kau lakukan disini yeoja cengeng?!” Bentak Namja itu balik

“Hey Myungsoo-ah.. jangan membentak calon menantu eomma ne. Awas kau” ancam Ny.kim kepada anaknya yang akan dijodohkan dengan Suzy. Tak lain tak bukan adalah Kim Myungsoo, rival Suzy.

“Eomma.. kenapa jodohku harus namja pabbo ini sih?!” Gerutu Suzy kepada eommanya

“Yak! Eomma aku tak mau menikah dengan yeoja cengeng ini!” Rengek Myungsoo kepada eommanya

“Apa kalian sudah benar-benar saling mengenal?” Tanya Tn. Kim heran

“Wahh apa kalian saling menyukai?” Tanya Tn Bae

“Apa kalian sepasang kekasih?” Tanya Ny. Bae

“Kalian sangat cocok. Sungguh..” puji Ny. Kim

“Yak! Apa tak ada pertanyaan lain?” Tanya Suzy kesal

“Aku tak mungkin menyukai yeoja cengeng ini” ucap Myungsoo membuat Suzy mendelik menatapnya

“Aku tak mungkin menjadi kekasih namja pabbo ini. Kami berdua itu rival! Eomma Appa jebal.. aku tak mau dengan namja pabbo ini” rengek Suzy

“Nado nado..”

“Tak ada penolakan untuk kalian. Perjodohan ini akan tetap berjalan. Dan kalian wajib menerimanya” Ucap Tn. Kim tegas

“Appaa..”
“Ahjussi..”

“jja.. lebih baik kita makan malam dulu” ucap Ny. Bae menengahi

Mau tak mau mereka semua menurut karena memang sudah sangat lapar. Apalagi Suzy yang sudah menahan lapar sejak tadi. Terpaksa Suzy menikmati makanannya dengan satu meja dengan rivalnya itu.

Diam-diam Myungsoo tersenyum senang.

‘Kalau tau begini aku tak perlu susah payah menolak perjodohan ini’

-Skip-

Mereka sudah menyelesaikan makan malam mereka. Saat ini mereka atau lebih tepatnya Orang tua Suzy dengan Orang tua Myungsoo sedang membahas masa lalu mereka. Mereka baru tau kalau orang tua mereka sudah bersahabat dengan lama. Dan itulah sebabnya mereka di jodohkan. Alasan klasik memang.

Kalau orang tuanya bersahabat kenapa anaknya malah menjadi rival?

Sementara orang tua mereka mengobrol dengan asik, Suzy dan Myungsoo malah asik melempar tatapan tajam dan sinis. Sedari tadi yang mereka lakukan hanya saling menatap. Tajam dan Sinis. Sangat mengerikan. Suasana di antara mereka berdua sangat mencekam. Berbeda dengan suasana di sebelahnya yang hangat dan penuh canda tawa.

“Kalau yang kalian lakukan hanya saling menatap kalian akan jatuh cinta” celetuk Ny.Kim

“Bukankah mereka sudah saling cinta saeron-ah?” Tanya Ny.Bae dengan tatapan menggoda

“Ahaha.. kau benar young-ah. Bagaimana kalau kita nikahkan saja mereka sekarang?” Goda Ny. Kim

“ANDWE!” Teriak Myungsoo dan Suzy bebarengan dan membuat seisi ruangan VVIP itu penuh dengan suara tawa yang menggelegar dari orang yang di dalamnya. Kecuali Suzy dan Myungsoo tentunya.

Myungsoo dan Suzy tentu kesal digoda seperti ini. Suzy melempar death glear nya kepada Myungsoo. Bukannya takut, Myungsoo malah menatap Suzy tajam dengan mata elangnya yang sudah tajam itu.

“Yak geumanhe! Kalian membuat suasana di ruangan ini mencekam karena tatapan tajam kalian itu” ucap Tn. Bae

“Appa.. aku ingin pulang. Aku lelah..”

‘lelah karena menghadapi namja ini seharian penuh’, tambah Suzy dalah hati

“Geure. Myungsoo-ssi tolong antarkan Suzy kerumahnya ne” pinta Tn.Bae membuat kedua pasangan kita ini membelalakan matanya

“Mwoya??!! Shirreo!” Tolak Suzy mentah mentah

“Nado! Nan Shirreo ahjussi!” Tolak Myungsoo

“Wah idemu bagus juga youngbin-ah. Myungsoo antar Suzy pulang. Tak ada bantahan. Sekarang.” Perintah Tn. Kim

“Appa kalian pulang bagaimana?”

“tenang saja. Tn bae bersedia menampung kami. Geutchi?”

“Tentu saja” jawab Tn.Kim

“Appa…”

“Adeul-ah.. turuti saja perintah appamu ne? Buatlah Appamu senang sesekali” bujuk sang eomma

“Aku sudah pernah membuat Appa senang. Saat kalian membuatku, Appa pasti senang” ucap Myungsoo membuat semua orang yang ada di ruangan itu terutama Tn. Kim bersemu merah.

PLETAK

“NEO! JINJJA BYEONTAE!” Omel Suzy sambil menjitak Myungsoo.

“Appeuda..” ringis Myungsoo kesakitan

“Ge..geuman. Myungsoo antar Suzy pulang sekarang. Sana cepat” perintah Tn. Kim gugup

“Hahaha Appa malu eoh?” Goda Myungsoo

“Kim Myungsoo!” Bentak Tn. Kim dengan wajah yang bersemu merah.

“Ahahaha.. ne. Kajja Suzy-ah.. annyeong Appa, eomma, Tn Kim dan Ny. Kim” ucap Myungsoo hormat

“Tn. Kim, Ny. Kim, Appa, Eomma aku pulang ne. Annyeong” pamit Suzy

“Saeron-ah anakmu sangat jail ne” ucap Ny Bae setelah Myungsoo dan Suzy pergi

“Tentu saja. Ayahnya saja kelewatan Jail” ucap Ny Kim

.
.
.
.
.
.
.
.

Sepi. Yap. Itu adalah suasana yang menggambarkan keadaan di mobil saat ini. Myungsoo dan Suzy yang berada di dalam mobil itu. Padahal sebelum mereka berangkat menuju rumah Suzy, mereka sempat beradu mulut ria untuk menaiki mobil. Suzy yang memaksa ingin pulang naik taksi dan Myungsoo yang memaksa Suzy untuk ikut dengannya. Tentu saja Myungsoo yang menang karena ia mengancam akan memberi tau Tn.Bae bahwa Suzy melanggar perintahnya. Tentu saja Suzy ketakutan dan terpaksa mengikuti perintah Myungsoo.

Saat ini Myungsoo yang fokus mengendarai dan Suzy yang asik memandangi pemandangan di jendela membuat suasana di dalam mobil itu seperti kuburan. Sepi dan sunyi.

“Apa kau menerima perjodohan ini?” Tanya Myungsoo membuka pembicaraan.

“Molla. Neo?” Tanya Suzy balik

“Nado.”

“Kita coba saja. Otte?” Tawar Myungsoo

“Kau.. serius?” Tanya Suzy terkejut

“Tentu. Otte?”

“Akan kupikirkan”

“Geure. Kenapa kau tidak turun? Ini sudah sampai” tanya Myungsoo

“Geureyo? Ah… gomawo Myungsoo-ah”

“Ne. Nan kanda”

Setelah Myungsoo pergi, barulah Suzy masuk ke dalam rumahnya dengan perasaan gundah.
Mendengar tawaran Myungsoo tadi entah kenapa ia tersenyum sendiri. Myungsoo terdengar serius mengatakannya. Suzy tak pernah mendengar Myungsoo berbicara seserius itu selama 3 tahun belakangan ini. Satu hal mengejutkan yang ia dapatkan dari Myungsoo.

Myungsoo terlihat keren saat serius.

.
.
.
.
.
.
.
.

Hannyoung High School
7.00 AM

Pagi yang indah dengan Matahari yang bersinar dengan terangnya. Sangat hangat dan nyaman. Pas dengan perasaan Suzy saay ini. Bahagia.

Ya. Ia telah memutuskan untuk mencoba menjalankan perjodohan ini. Secara tidak langsung ia berpacaran dengan Myungsoo bukan? Ya walau belum resmi.

Memikirkannya membuat pipi Suzy bersemu merah

“Aigoo.. ada apa denganku pagi ini?” Tanya Suzy kepada dirinya sendiri

“Hohoho.. uri Suzy sedang berbahagia eoh?” Tanya Soojung yang entah sejak kapan ada di sampingnya.

“Aigoo.. kapjagi. Kau selalu datang tiba-tiba Soojung-ah..”

“Ahaha.. mian. Sekarang ceritakan kenapa kau terlihat sangat bahagia pagi ini? Myungsoo pindah?” Tanya Soojung penuh semangat

“Aniyo. Geunde berjanjilah untuk merahasiakannya dan jangan berteriak setelah mendengarnya.”

“Yaksok. Ceritalah..”

Suzy kemudian menceritakan semua kejadian semalam. Dari awal hingga akhir. Dari perdebatan dengan keluarganya hingga Myungsoo mengantarnya pulang.

“MWOYA?! DI JODOHKAN?!” Teriak Soojung histeris

“Sstt.. jangan kencang-kencang pabbo!” Ucap Suzy memperingatkan

“Ah mianhae. Geunde kenapa bisa? Bukankah kalian bermusuhan?” Tanya Soojung setelah berhasil mengatur keterkejutannya

“Orang tuanya dan orang tuaku bersahabat Soojung-ah dan mereka telah merencanakan ini sejak awal” jelas Suzy

“Dan dia memintamu untuk mencobanya dulu?” Tanya Soojung memastikan

“Ne. Lalu aku memikirkannya semalaman. Dan aku pikir tak ada salahnya jika mencoba dulu” ucap Suzy

“Geunde bagaimana dengan Soo Hyun? Bukankah dia menyukaimu?” Tanya Soojung

“Molla. Aku tak terlalu memerhatikannya”

“Dan bukankah kau menjalani hubungan dengan Myungsoo?” Pertanyaan Soojung yang satu ini membuat Suzy bersemu merah

“Ya kalo itu.. nan molla”

“Waah uri Suzy sedang jatuh cinta ne? Jadi ini yang membuatmu senyum-senyum sejak tadi..” goda Soojung

“Geumanhe. Aku tak menyukai nya Soojung-ah..” elak Suzy

“Eish.. kau ini. Kau itu menyukai Myungsoo. Arra?”

“Yak! Kenapa kau yang malah mengaturku?” Tanya Suzy kesal

“Habisnya kau bodoh sekali untuk menyadari perasaanmu” gerutu Soojung

“Yak!”

“Good morning Suzy-ah..” Sapa seorang namja sambil memasuki kelas

“Eh? Morning Soo Hyun-ah..”

“Aku tak di sapa eoh?” Tanya Soojung kesal

“Hahaha ne mian. Morning Soojung-ah..” ucap Soo Hyun sambil terkekeh

“Lupakan” ucap Soojung

“Aish..”

“Hahaha kalian lucu sekali..” ucap Suzy sambil tertawa

“Kau lebih lucu Suzy-ah..” ucap Soo Hyun

“Eh..?”

“wahahaha wajahmu memerah Suzy-ah” kini giliran Soojung yang tertawa

“Mwoya? Geureyo? Aish.. ini karena kau Soo Hyun-ah” gerutu Suzy sambil memegangi pipinya yang memerah

“Wahh.. geure? Kau tetap terlihat cantik Suzy-ah.. wahahaha” ucap Soo Hyun menggoda dan membuat kedua pipi chubby Suzy makin memerah

“Yak!!”

Tap tap tap

BRUKK

Semua yang ada dikelas terdiam mendengar suara gaduh dari meja Soo Hyun dan Myungsoo.
Terlihat seorang namja bermata elang menatap mereka -Suzy dan Soo Hyun- dengan tajam.
Semua yang ada di kelas beranjak pergi keluar menyisakan 3 tokoh utama kita.

Myungsoo -Namja itu- , Suzy dan Soo Hyun.

“YAK! Ini masih pagi Tuan Kim. Kenapa kau membuat keributan sih?” Tanya Suzy kesal

“Aku hanya meletakan tas ku saja. Apa itu masalah?” Tanya Myungsoo dingin

“Tapi kau meletakan tas mu dengan kasar! Kau lihat? Semuanya keluar karena takut kepadamu” Ucap Suzy kesal

“Oo jinjja? Kalau begitu bagus” ucap Myungsoo santai

“NEO..”

“Geumanhe Suzy-ah.. Myungsoo-ssi ada apa denganmu pagi ini?” Tanya Soo Hyun santai

“Kau menghawatirkanku, Soo Hyun-ssi?” Tanya Myungsoo dingin

“Aniyo. Suzy yang menghawatirkanmu” ucap Soo Hyun membuat Suzy dan Myungsoo terkejut

“Yak! Kenapa aku?! Aku sama sekali tak menghawatirkannya!” Elak Suzy kesal

“Oo jadi kau menghawatirkanku Suzy-ssi?” Tanya Myungsoo

“An..”

“Ikut aku!” Ucap Myungsoo sambil nenarik tangan Suzy

“Hey yak! Lepaskan aku! Hey!” Ucap Suzy memberontak

“Diamlah, nona bae! Atau aku akan menyebarkan berita bahwa kita sudah bertunangan” Ucap Myungsoo dengan suara pelan di akhir kalimatnya.

Sontak Suzy diam mendengar ancaman itu dan memilih mengikuti Myungsoo

“Aku tau kau mencintainya, Suzy-ah..” lirih Soo Hyun pelan sambil menatap punggung Suzy yang telah menjauh

.
.
.
.
.
.
.

@ Atap

“Yak! Myungsoo! Untuk apa menarikku kesini?!” Tanya Suzy kesal saat mereka sudah sampai di tempat favorite mereka

“Opso” ucap Myungsoo santai sambil mendudukan tubuhnya di bangku yang sudah tersedia

“Mwoya?! Neo..!”

“Diamlah.. kau ini berisik sekali ini masih pagi! Jangan buat keributan! Neo arra?” Ucap Myungsoo

‘Aish.. padahal dia juga membuat keributan tadi’ batin Suzy jengkel

“Kenapa diam saja? Ayo duduk disini” ucap Myungsoo sambil menpuk tempat duduk tepat di sampingnya

“Huh..” Dengan kesal Suzy mendudukan tubuhnya.

“Bagaimana menurutmu?” Tanya Myungsoo tiba tiba

“Tentang?”

“Dia”

“Dia nugu?”

“Kim Soo Hyun”

“kenapa bertanya seperti itu?”
Tanya Suzy heran

“Memangnya tidak boleh?”

“Tentu saja boleh. Hanya saja..”

“Kalau begitu jawablah”

“Dia namja yang baik. Dia juga rajin dan tidak terus terusan menjahiliku”
ucap Suzy dengan diselingi sindiran untuk Myungsoo

“Begitukah?”

“hmm.. ne”

Hening

Setelah jawaban ‘ne’ dari Suzy tak ada yang berbicara.

Mereka hanya diam sambil menikmati hembusan angin pagi yang segar dan sinar matahari yang hangat.

“Apa kau menyukainya?” Tanya Myungsoo memecah keheningan

“…..”

“ja..”

“Aniyo. Aku memang nyaman saat didekatnya namun aku merasa tak menyukainya.”

“jinjja?” Tanya Myungsoi dengan wajah yang berbinar

“Ne”

‘karena aku rasa aku menyukai orang lain’ tambah Suzy dalam hati

“Nan Johaeyo Suzy-ah..”
Ucap Myungsoo sambil menatap Suzy dalam tepat di manik matanya.

Suzy yang tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya membelalakan matanya dan menutup mulutnya yang menganga.
Suzy sungguh tidak tahu Myungsoo akan mengatakan hal ini.

‘Bukankah Myungsoo membenciku?’ Batinnya

“M..mwo?”

“Aku yakin kau akan terkejut saat aku mengatakan ini. Namun sungguh aku tak dapat menahan rasa ini lagi Suzy-ah..”

“Ba.. bagaimana bisa?” Tanya Suzy tergagap

“Tentu bisa. 2 tahun lalu seorang gadis yang ceroboh namun terlihat polos jatuh di hadapanku. Apa kau mengingatnya?”

“…..” Suzy yang masih mencerna ucapan Myungsoo tak menghiraukan pertanyaan bodoh itu.

Tentu saja Suzy mengingatnya. Itu adalah hari pertama ia bertemu dan di jahili oleh Myungsoo.

Myungsoo yang melihat Suzy diam kembali melanjutkan ucapannya.

“Saat itu aku mulai menyukaimu zy.. Perasaan itu datang dengan sendirinya. Dan saat kau dekat dengan Soo Hyun, aku merasa sangat kesal. Kau terlihat sangat nyaman bersamanya. Itu sangat menggangguku..”

“Lalu kenapa kau terus menjahiliku?”

“Agar aku terus mendapat perhatianmu. Aku melakukan langkah yang salah saat kita bertemu yaitu menjahilimu. Aku yakin kau membenciku. Lalu tak ada cara lain selain menjahilimu agar mendapat perhatianmu” jelas Myungsoo.

“Dan apa kau tau? Aku menggunakan kekuasaan ayahku untuk dapat terus sekelas denganmu. Itu aku lakukan agar dapat dekat denganmu” tambah Myungsoo

Hening. Suasana kembali hening. Suzy tak bicara apapun setelah itu. Myungsoo pun memilih diam.

5 menit berlalu. Mereka masih betah dalam suasana hening ini. Sejujurnya Myungsoo tidak nyaman dengan suasana ini namun ia juga tak tau ingin mengatakan apa.

“Aku rasa.. aku..”

Myungsoo mulai menoleh ke arah Suzy saat Suzy mulai mengeluarkan suaranya

“Akan menjawabnya sepulang sekolah nanti Myungsoo-ah. Tunggu di atap. Gomawo.. aku ke kelas dulu”

Setelah mengatakan itu, Suzy melangkah pergi meninggalkan atap.

Tinggalah Myungsoo sendiri. Ia tak mengatakan apapun. Hanya diam sambil menatap lurus ke depan. Tersenyum. Tersenyum sangat manis.

“Aku akan menunggumu Suzy-ah. Nae sarang..”

.
.
.
.
.
.
.
.
.

Bingung. Itulah yang dirasakan Suzy saat ini. Sambil menuruni tangga ia terus memikirkan perkataan Myungsoo tadi.

Sejenak ia berpikir, Apa ia menyukai Myungsoo? Sejak kapan ia menyukai Myungsoo? Bukankah mereka bermusuhan? Bagaimana dengan Soo Hyun?

Semua pertanyaan itu terus berputar di otaknya. Tanpa ia sadari, ia sudah sampai di kelas dengan tatapan kosong. Bahkan ia sedang menduduki bangkunya yang tepat di samping Soojung masih dengan tatapan kosong itu.

Soojung yang melihatnya tentu heran. Dan hendak bertanya sebelum perkiraan anehnya berkeliaran di benaknya.

“Waeyo? Kenapa wajahmu seperti itu? Dan ada apa dengan tatapanmu? Menyeramkan” tanya Soojung

“Gwenchana” jawab Suzy masih dengan tatapan kosongnya

“Geotjimal. Marhebhwa..”

“Hhh.. berjanjilah tak akan berteriak lagi” ucap Suzy

“Ne yaksok. Marhebhwa..”

“Myungsoo..”

“Dia? Wae? Dia kenapa?”

“Dia menyukaiku”

“MWORAGO??!!”

“YAK! Jangan berteriak! Kau sudah berjanji!”

“Ne ne.. mian. How does it can?” Tanya Soojung dengan aksen inggris yang enak didengar.

“Cih sok inggris. Mana ku tau. Hhh ottokhae?”

“hhh apa kau menyukainya?”

“Nan molla” jawab Suzy lesu

“Kau menyukainya!”

“Dari mana kau tau? Kau ini bukan diriku tau!” Kata Suzy sewot

“Tentu aku tau karena aku ini pintar. Dan aku juga adalah seorang ahli cinta” Ucap Soojung percaya diri

“Cih. Ahli galau sih iya. Bagaimana dengan namjamu yang bernama min.. minho.. eh ani hyuk.. min..”

“Minhyuk!! Ish.. nan molla! Ey kita sedang membicarakanmu bukan membicarakanku!”

“hahaha ne ne. Benarkah aku menyukainya? Bagaimana kau tau?”

“Matamu. Matamu selalu berbinar saat melihatnya. Entah sedang marah atau sedih matamu selalu berbinar saat melihatnya”

“Benarkah? Jadi aku harus menerimanya?”

“Tentu saja pabbo!!”

“Jangan mengataiku pabbo, pabbo!”

“Kau memang pabbo, pabbo!”

“Kau lebih pabbo, Pabbo!”

“Kau jauh lebih pabbo, pabbo!”

“Kau yang paling pabbo, pabbo!”

“aishh… sudahlah hentikan! Pokoknya kau harus menerimanya. Oke?”

“hmm.. baiklah..”

-Skip-

@ Hannyoung High School
3.00 pm

Kring Kring Kring

Bel berdering tanda waktu belajar sudah habis. Siswa berhamburan keluar kelas untuk meninggalkan sekolah menuju rumah mereka masing-masing. Ada juga yang masih di sekolah karena ada suatu urusan atau kegiatan. Atau ada juga beberapa yang sedang menunggu jemputan mereka.

Lain halnya dengan Suzy. Saat ini ia sedang berdebat dengan Soojung mengenai hal yang mereka bicarakan tadi pagi.
Kelas bahkan sudah sepi. Hanya tinggal mereka berdua saja yang masih berada di sana.

“Soojung-ah, jebal temani aku ne?” Ucap Suzy dengan aegyo nya yang terlihat sangat menggemaskan namun tidak berpengaruh terhadap Soojung.

“Mianhae Suzy-ah.. aku ada les hari ini. Kau sendiri saja ne?” Ucap Soojung

“Aih.. bolos les sekali tak apa kan? Jebal Soojung-ah temani aku..” ucap Suzy memohon

“Mianhae zy.. aku tak bisa. Kau harus berani sendiri zy. Mian ne? Aku pergi” ucap Soojung menyesal dan segera pergi meninggalkan kelas.

“Ish sahabat macam apa yang meninggalkan sahabatnya dalam keadaan genting seperti ini?” Ucap Suzy kesal

“Hhh.. baiklah aku pergi sendiri. Myungsoo-ah, tunggu aku. Fighting!” Ucap Suzy menyemangati dirinya sendiri

Akhirnya Suzy pergi ke atap sendirian. Sambil berjalan menuju atap, ia memersiapkan kata katanya untuk disampaikan kepada Myungsoo.

“Nado saranghae Myungsoo-ah.. aku pikir kita bisa menjalani hubungan.” “Ahh ani ani itu terlalu menjijikan”
“em.. aku pikir aku juga menyukaimu Myungsoo-ah.”
“Aish.. itu terlalu frontal”
“Nado johaeyo..”
“Aishhh.. terlalu singkat”

“Kalau kau berbicara sendiri kau akan dianggap gila, Suzy-ah..” Ucap seseorang yang berasal dari arah belakang Suzy.

“Soo Hyun?”

“Annyeong” sapa Soo Hyun dengan senyum manisnya.

“Annyeong. Kenapa ada disini? Kupikir kau sudah pulang” tanya Suzy heran

“Apa tidak boleh?” Tanya Soo Hyun balik

“Ah bukan begitu.. hanya saja..”

“Sudahlaah. Suzy-ah, apa kau ada waktu sebentar? Aku ingin berbicara denganmu” ucap Soo Hyun serius

“Mianhae. Aku ada urusan. Nanti saja ne?”

“Jebal. Hanya sebentar..” ucap Soo Hyun dengan nada memelas.

“Ah geure. Ada apa?”

“Jadilah milikku..” ucap Soo Hyun spontan

“Mwoya?”

“Nan johaeyo Suzy-ah. Jadilah yeojaku. Mungkin kau menganggap omongan orang-orang hanya gosip belaka. Tapi apa yang mereka katakan benar. Aku menyukaimu zy.. Aku mau kau menjadi yeojaku” Jelaa Soo Hyun panjang

“Geunde..”

“Jebal..” ucap Soo Hyun memohon.

Saat ini perasaan Suzy sedang gundah.
Baru saja tadi ia menetapkan hatinya untuk Myungsoo tapi sekarang Soo Hyun menyatakan cintanya pada Suzy. Jujur ada setitik rasa senang pada hatinya meskipun rasa terkejut lebih mendominasi. Dan rasa senang itu tak lebih besar dari rasa senangnya saat Myungsoo menyatakan perasaannya.

Suzy sudah membuat keputusan. Ia tak ingin menyesal.

Perlahan, Suzy mendekat ke arah Soo Hyun sambil tersenyum manis. Ia menatap manik mata Soo Hyun. Dan ia mulai menetapkan hatinya.

“Gomawo” kata Suzy sambil memperlihatlan eyes smile nya.

“Jadi kau..”

“Geurigo.. Mianhae”

“M..mwo?”

“Aku menyukai orang lain. Mianhae.. dan terimakasih atas perasaanmu kepadaku. Tapi aku tak bisa menerimamu Soo Hyun-ah.. nan jeongmal mianhae” ucap Suzy menyesal

Soo Hyun yang mendengarnya tersenyum manis.

“Myungsoo geutchi?” Tebak Soo Hyun dan dibalas anggukan oleh Suzy

“Gwenchana.. aku mendukungmu dengannya” ucap Soo Hyun tersenyum walaupun itu tak sepenuhnya tersenyum

“Nan jeongmal mianhae Soo Hyun-ah..” ucap Suzy

“Nado mian. Aku sudah menambah beban pikiranmu”

“Aniyo.. aku menolakmu Soo Hyun-ah. Sadarkah kau? Kenapa kau malah tersenyum dan mendukungku dengan Myungsoo? Wae?” Tanya Suzy dengan mata yang berkaca-kaca

“Aku senang melihatmu bahagia. Berbahagialah untukku, ne?”

“Gomawo Soo Hyun-ah.. kau yang terbaik”

‘kalau aku yang terbaik kenapa kau tidak memilihku Suzy-ah..’ batin Soo Hyun

“Bolehkah aku memelukmu Suzy-ah?” Tanya Soo Hyun

Tanpa basa basi, Suzy langsung memeluk Soo Hyun dengan air mata yang mengalir di pipi chubby nya.
Tentu ia mau memeluk Soo Hyun. Dia menganggap ini bentuk permintaan maaf untuk Soo Hyun karena telah menolak namja sebaik Soo Hyun.

“Mianhae..” ucap Suzy sambil memeluk Soo Hyun

“Gwenchana..”

Tap Tap Tap

“Chukkae Soo Hyun-ah..” ucap Namja dari arah tangga

“M..Myungsoo?” Reflek Suzy melepas pelukannya dan menoleh ke arah tangga

“Annyeong Suzy-ah..” sapa Myungsoo

“Myungsoo.. aku baru akan menyusulmu ke atap. Aku..”

“Tak perlu. Aku sudah tau jawabanmu. Chukkae. Semoga bahagia dengan Soo Hyun” ucap Myungsoo sambil memasang senyum palsunya

“Kim Myungsoo ini bukan..”

“Gwenchana Soo Hyun-ah. Jaga dia untukku ne? Nan kanda..” ucap Myungsoo lalu segera pergi.

Suzy hanya diam. Speechless. Tak bisa berkata apa-apa. Ia merutiki kediamannya membiarkan Myungsoo pergi begitu saja.

‘Ayo bodoh kejar!’
‘Apa yang kau lakuakan? Kejarlah!’

“Suzy-ah..”

“Aku ingin pulang Soo Hyun-ah..” ucap Suzy sambil menahan air matanya yang hendak keluar dari mata indahnya.

“Menangislah.. aku tak akan membiarkan kau menanggung beban sendirian” ucap Soo Hyun sambil memeluk Suzy.

Suzy menumpahkan air matanya yang telah ia tahan sejak tadi. Suzy merasa pelukan yang diberikan Soo Hyun memberinya ketenangan. Sangat hangat. Seperti pelukan seorang kakak yang ia dambakan.

“Soo Hyun-ah..”

“Wae?”

“Maukah kau menjadi sahabatku? Aku membutuhkanmu Soo Hyun-ah.. kau seperti kakak bagiku” ucap Suzy sambil terisak

“Tentu Suzy-ah.. tentu”

‘tak apa aku menjadi kakak bagimu. Itu sudah lebih dari cukup untukku.’

.
.
.
.
.
.
.
.

Keesokan harinya..

@ Hannyoung High School
6.30 am

“NEO PABBOYA?!” Pekik Soojung setelah mendengar cerita Suzy

Mereka memang sengaja berangkat pagi. Suzy yang memintanya. Suzy ingin menceritakan kejadian kemarin kepada Soojung. Mereka memilih pagi karena masih sepi sehingga mereka bisa lebih leluasa bercerita.

“Ottokhae Soojung-ah? Aku menyukai Myungsoo” lirih Suzy pelan

“Seharusnya kau mengejarnya bukan berdiri mematung seperti itu” ucap Soojung jengkel

“Aku tak tau harus berbuat apa Soojung-ah.. jebal bantu aku” ucap Suzy memelas

“nan mollayo Suzy-ah.. aku…”

“Hiks hiks hiks.. ottokhaji.. hikss.. Myungsoo.. hiks..” perkataan Soojung terhenti saat ia melihat Suzy menangis

“Shh.. uljima Suzy-ah..”

“hiks.. aku mencintainya.. hiks hiks.. aku benar benar bodoh.. hiks..”

“Dia akan menjadi milikmu.. tenang saja..”

Ceklek

Tap tap tap

Brukk

Tangisan Suzy berhenti saat ia melihat namja yang ia sukai memasuki kelas dan duduk di tempat duduknya. Suzy mengusap air matanya dan menoleh ke arah Myungsoo.

“Annyeong Myungsoo-ah..”

“hmmm..”

Hanya itu deheman jawabannya. Setelah itu Myungsoo memakai headset nya dan menyalakan lagu dengan volume yang lumayan keras. Lalu mulai menutup matanya seolah menikmati musik yang didengarnya.

“Myungsoo…” lirih Suzy sedih

Soojung yang melihat itu menatap Suzy sedih.

“Semua akan baik-baik saja, Suzy-ah..”

Sepertinya Soojung perlu turun tangan kali ini.

.
.
.
.
.
.

“YAK!KIM MYUNGSOO!”

Myungsoo yang sedang membereskan berjalan santai di koridor sekolah reflek berhenti mendengar seseorang meneriakinya.

“Mwo?” Tanya Myungsoo santai sambil menoleh ke arah belakang, ke arah orang yang memanggilnya.

“Neo pabboya!”

PLETAK

“YAK! Kenapa menjitakku Soojung-ah?” Ucap Myungsoo sambil meringis kesakitan

“Huh! APA YANG KAU LAKUKAN PADA SAHABATKU?!” Bentak Soojung

“Suzy maksudmu? Aku tak melakukan apapun.” Ucap Myungsoo

“Neo jinjja!! Kenapa kau menolaknya?!” Bentak Soojung

“Siapa yang menolaknya? Dia yang menolakku pabbo!” Ucap Myungsoo

“DIA TAK MENOLAKMU BODOH! DIA BAHKAN MENANGIS KARNAMU!” Bentak Soojung makin keras

“Menangis? Karna ku?” Tanya Myungsoo kaget

“Ne! Kau harus tanggung jawab!” Ucap Soojung

“Aku? Memang apa yang aku lakukan?”

PLETAK

Satu jitakan lagi berhasil mendarat dengan mulus di kepala Myungsoo.

“Kenapa kau hobi sekali menjitakku sih?!” Tanya Myungsoo sambil mengusap kepalanya

“Karena kau pabbo! Kau maupun Suzy sama sama pabbo! Suzy mencintamu dan kau menganggapnya mencintai Soo Hyun. Hh.. kalian benar benar pabbo!”

“M..mwoya? Dia mencintaku?” Tanya Myungsoo terkejut dan dibalas anggukan oleh Soojung.

“Dia bahkan sedih karena kau menganggapnya mencintai Soo Hyun dan bersikap cuek padanya. Dan dia juga.. hey hey.. kau mau kemana?” Tanya Soojung saat dia melihat Myungsoo berlari menuju ke arah atap.

“Hmm.. bahkan aku belum memberi tahunya dimana Suzy dan dia bisa langsung menebaknya. Berbahagialah Suzy-ah..” ucap Soojung sambil tersenyum ke arah Myungsoo pergi

“Wuaahh ternyata aku berbakat menjadi mak comblang. Hahaha kau memang hebat Jung Soojung”

Sifat percaya dirimu yang overdosis kembali lagi, Jung Soojung–”

@ Atap
4.00 pm

“Haaahhh…” Suzy menghela napas sambil menatap pemandangan dari atas atap.

“Kenapa jadi begini?” Lirih Suzy sambil menundukan kepalanya

“Kenapa jadi rumit begini?”
Satu tetes air mata berhasil lolos dari kelopak matanya.

“Neo jinjja pabbo Suzy-ah..” kali ini air mata dari kedua matanya berhasil keluar. Hidungnya memerah. Air mata mengalir deras dari kedua matanya.

“Seharusnya aku mengejarmu saat itu.. hikss..”

“Seharusnya aku langsung menemuimu..hiksss..”

“Seharusnya aku.. hikss..aku..hiks.. Myungsoo-ah.. hiks.. mianhae..”

Suzy jatuh terduduk di tempatnya berdiri karena kedua kakinya medadak lemas. Rambutnya yang panjang menutupi wajah nya yang sembab karena menangis.

“Hiks.. mianhae.. saranghae Myungsoo-ah..”

BRAKKK

“Suzy-ah…”

Reflek Suzy menoleh ke arah pintu. Betapa terkejutnya ia melihat orang yang dicintainya berdiri di sana dengan wajah yang panik. Jangan lupa beberapa tetes air keringat yang menghiasi (?) wajahnya.

“M..Myungsoo..”
Ucap Suzy lalu segera berdiri dari tempat duduknya tadi. Dan mundur menjauhi Myungsoo.

“Suzy-ah..” Myungsoo langsung berlari kecil ke arah Suzy dan memeluknya erat.

“M..myungsoo..”

“Ne..ini aku. Mianhae.. mianhae aku salah paham padamu. Saranghae Suzy-ah.. nan jeongmal saranghaeyo..” ucap Myungsoo sambil mempererat pelukannya

Suzy memejamkan matanya berusaha meyakinkan dirinya bahwa ini bukan mimpi sambil menikmati pelukan Myungsoo yang hangat

“Nado.. nado saranghae Myungsoo-ah..” ucap Suzy lalu membalas pelukan Myungsoo tak kalah erat.

Myungsoo yang mendengarnya tersenyum senang dan merasakan lega yang luar biasa. Akhirnya…

“Mianhae.. uljima..” ucap Myungsoo saat sudah melepas pelukannya. Ia mengelap air mata yang mengalir di kedua mata yeojanya itu.

“Hiks… Myungsoo-ah..”

“yak! Uljimaa jangan menangis.. kau membuatku merasa bersalah..” ucap Myungsoo”

“Hikss.. aku menangis karena aku lega dan bahagia Myungsoo-ah..hiks..”

“Wahh.. sebegitu berpengaruhnya kah diriku dalam hidupmu Suzy-ah??” Goda Myungsoo

“Hiks.. neo pabboya..” ucap Suzy sambil mencubit pinggang Myungsoo

“Ahahahaha.. tapi benarkan?” Goda Myungsoo

“Geumanhae… neo jinjjaa!!”

“Ahahahaha…”

Suzy yang melihat Myungsoo tertawa langsung merasa kesal dan melepas pelukannya serta mendorong Myungsoo menjauh.

“Ooo.. kau merajuk eoh?” Goda Myungsoo

“Ani.” Ucap Suzy sambil melipat tangannya di depan dada dan membuang muka. Jangan lupa bibirnya yang mengerucut membuat Myungsoo ingin memakannya.

“Ahahahahaha.. kyeoptaa” ucap Myungsoo sambil mencubit kedua pipi Suzy gemas

“Ishhh..” Suzy menghentakan kakinya kesal dan berjalan menuju arah pintu.
Sebelum mencapai pintu, Suzy langsung ditarik oleh Myungsoo dan memojokan Suzy ke sudut dinding.
Kedua tangan Myungsoo berada di kedua sisi dinding seperti memenjarakan Suzy. Dalam posisi ini Suzy berada dalam kuasa Myungsoo dan tidak memungkinkan untuk kabur.

“Suzy-ah…”
“…..”
“Saranghae”
“…..”

Cup

Material bertekstur lembut itu menempel di bibir Suzy. Hanya menempel. Keduanya sama sekali tak memulai pergerakan sama sekali. Suzy yang membelalakan matanya hanya diam. Tak melakukan apapun. Sedangkan Myungsoo menutup kedua matanya mencoba menikmati sensasi ciuman ini.

Myungsoo mencoba menggerakan bibirnya. Perlahan. Sangat menghayati. Seperti mencoba mengungkapkan perasaannya melalui ciuman itu. Suzy yang terbuai dengan ciuman itu mencoba membalas. Keduanya menikmati ciuman itu.

1 menit

3 menit

5 menit

7 menit

Suzy mulai kehabisan napas. Ia mencoba melepaskan ciuman itu dengan memukul bahu Myungsoo. Myungsoo yang masih ingin menikmati bibir Suzy dengan enggan melepaskan ciuman itu.

“Haahh.. hahh.. hah.. kau.. hahh.. mencoba membunuhku eoh?!” Ucap Suzy terengah engah

“Mana ada percobaan pembunuhan kalau sang korban menikmati cara untuk membunuhnya?” Myungsoo mulai menggoda Suzy.

Suzy yang mendengarnya merasakan pipinya memerah. Malu. Itulah yang ia rasakan. Tapi ia juga tak bisa mengelak kalau ia menikmati ciuman itu. Ciuman dari Myungsoo membuatnya terbuai.

“Nappeun neo!” Ucap Suzy sambil memukul bahu Myungsoo pelan.

“Tapi kau mencintaiku bukan?”

“Yak!”

“hahahaha…”

“Suzy-ah..”

“mwo?”

“Mari kita berciuman lagi”

“BYEONTAE!!”

“Hahahaha..”

“Suzy-ah…”

“Mwo?! Apa lagi?!”

“Saranghae..”

“eh..”

“Kau tidak mencin..”

“Nado! Nado saranghae Myungsoo-ah..”

Hmmm.. Benci menjadi cinta. Siapa sangka? kalian pasti pernah mengalaminya atau mungkin orang orang di sekitar kalian pernah mengalaminya. So, berhati hatilah karena rasa benci dan cinta itu tak jauh berbeda. Benci bisa menjadi cinta dan Cinta bisa menjadi benci.
True?

*****

“Aku tau aku salah melakukan cara ini untuk mendekatimu tapi.. aku melakukan ini karena aku mencintaimu.” – Kim Myungsoo

“Entah sejak kapan perasaan ini hadir tapi aku selalu merasa ingin selalu di dekatmu. Aku rasa aku mencintaimu. Ya. Aku memang mencintaimu” – Bae Suzy

“Aku mencintaimu. Sangat. Aku ingin kau bahagia. Tapi kebahagiaanmu bukan denganku tapi dengannya. Tak apa. Yang penting kau bahagia.” – Kim Soo Hyun

End

Wahahahahaha… very long shoot geutchi? Mianhae kalau jalan ceritanya amberegeul… ini terinspirasi dari kisah temen aku heheheh:v Mian kalau kepanjangan. Aku ga berbakat bikin oneshoot>

Mianhae sekali lagi kalo bikin boring, kepanjangan, typo, abal. Mian yaa..

Nyookk Rcl rcl rcl~

34 responses to “My Love is My Rival

  1. Makasih thor… malah seneng kl one shoot panjang. Puas bacanya. Keren… myung jahil tp diam2 mencintai suzy… hihihhi

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s