누나 — Chapter 6

image

This poster is created by flamintskle @ Poster Channel

Title: 누나 (Sister)
Main Cast: Bae Suzy, Do Kyungsoo
Rating: G
Genre: Family, School Life, Sad, Romance, Comedy

–Your respond is so meanful to me. Please do support me by comment or like. Your comment is your help too to improve my writing skills, and from comment i know how to fix my fault. Thanks–

누나: Chapter 6

Suzy langsung membanting tubuhnya di atas kasurnya. Fisiknya tak berdaya seperti bekerja layaknya buruh tanpa henti. Dan juga hatinya seperti telah dicincang habis-habisan — hanya kerena hasil rumah sakit itu. Pikirannya hanya bertitik fokus pada 1 titik — yaitu dirinya ke depan nantinya jika memang hal itu benar-benar terjadi. Fisik, hati, dan pikirannya tentu belum menerimanya secara penuh. Dirinya masih ingin menikmati hidupnya setelah masa lalunya yang kelam. Dirinya masih ingin mencurahkan waktu dan kasih sayangnya untuk dia dan teman sekitarnya. Juga ingin merasakan kasih sayang orang tua.

Kini matanya sudah siap untuk menumpahkan curahannya. Tetapi Suzy menahan curahan itu dengan menutup matanya. Meletakkan kedua telapak tangannya di wajahnya. Tubuhnya mulai bergetar. Suhu badannya mulai meninggi. Telapak tangannya menutup wajahnya erat. Kini mulai terdengar isak tangisnya hingga membuat tubuhnya bergetar hebat. Makin lama makin terdengar isak tangisnya.

“Kumohon, berikan aku dan dirinya kesempatan.”

“Aku tak mau kehilangan lagi.

“Aku sudah memilikinya sekarang.”

“Aku tak mau kehilangan lagi.

“Tolong jangan ambil milikku.”

“Kumohon.”

“Dengan sangat.”

Suzy terus mengulang kalimat tersebut sambil terisak. Dia tidak mau kehilangan lagi. Dia tidak mau merasakan rasanya kejadian dulu itu terulang. Dia terus meluapkan emosinya dengan menangis seperti itu. Dia tidak mau mengecap lagi apa rasanya sendirian. Semakin lama semakin menjadi tangisannya. Jika dia boleh berteriak sekarang, tanpa ragu dia akan berteriak sekarang juga.

Di luar pintu terdapat seseorang dengan posisi berdiri di depan pintu kamar Suzy, dengan tangan hendak mengetuk pintu kamar itu. Dia di sana sedari tadi, tanpa niat untuk pindah seinci pun dari tempatnya berdiri. Dia mendengar semua yang dilontarkan Suzy sejak tadi.

Dan orang itu adalah Kyungsoo.

***

–Flashback ON (Suzy’s POV)–

Terlihat di jalan raya ramai itu, terdapat salah satu mobil yang ditumpangi keluarga Suzy, dan mobil itu dikendarai oleh ayah Suzy. Suasana di mobil itu terasa hangat, tak ada rasa sedih yang menyelimuti.

“Suzy, saat kau besar nanti, mau sekolah keluar negeri seperti eonni mu?”tanya ibu Suzy.

“Tidak mau! Aku tidak mau sekolah jauh-jauh! Nanti aku tinggal sendirian di sana. Aku takut.”tolak Suzy.

Anggota keluarganya tertawa gemas mendengar jawaban Suzy yang menolak tawaran ibunya.

Oppa kenapa tidak sekolah di luar negeri seperti eonni?”tanya Suzy.

Oppa justru hari ini bersama appa dan eomma mengantarnya ke Jepang untuk belajar.”jawab ayah Suzy.

“Iya, Suzy. Oppa tidak perlu lagi menemanimu tidur setiap malam. Ah, akhirnya!”goda Junho, kakaknya Suzy.

Suzy yang mendengar jawaban itu langsung membentuk kerucut di bibirnya.

“Aku? Sendirian di sini? Kalian mau meninggalkan Suzy sendirian?”tanya Suzy sambil menahan tangisnya.

“Bukan begitu, sayang. Kami tidak meninggalkanmu, kok. Kami hanya mengantar Junho oppa ke Jepang, sebentar saja. Hanya 3 hari, setelah itu, appa dan eomma akan menemanimu di sini, Suzy.”jawab ibu Suzy sambil mengelus kepalanya halus.

“Ah, kau juga tidak sendirian nantinya. Kau nanti kan sama Kyungsoo, nginap di rumahnya. Enak kan?”tanya Junho sambil mencubit pipi Suzy gemas.

Mendengar nama Kyungsoo, Suzy langsung membuat lengkungan bibirnya ke atas. Dia lalu langsung memeluk Junho erat.

Oppa, hwaiting! Aku menunggumu, oppa! Oh iya, aku juga akan menunggu eonni pulang.”semangat Suzy.

Mendengar itu, keluarga itu kembali tertawa riang, melupakan kalau hari itu mereka akan berpisah untuk 3 hari.

–Flashback OFF–

***

Matahari mulai menunjukkan wujudnya dari timur. Mulai memancarkan cahaya hangatnya untuk memberi semangat pada seluruh makhluk hidup di bumi itu.

Tapi semangat yang diberikan matahari itu mungkin tidak berpengaruh untuk Suzy hari ini. Dirinya masih terkulai lemas, dengan wajah sembab, matanya membengkak, dan dirinya acak-acakan. Suhu tubuhnya panas, kepalanya pusing, mengingat dirinya saat tidur kembali mengulang kejadian kelamnya itu.

Nuna.“panggil Kyungsoo dari luar pintu.

Nuna. Waktunya sekolah.”

Nuna!”

Merasa perkataanya tidak mendapat respon dari penghuni kamar itu, Kyungsoo membuka pintu kamar kakaknya tanpa izin.

Dirinya terkejut mendapati kamar itu berantakan, seperti kamar gelandangan tanpa harapan hidup. Tissue di mana-mana, robekan kertas berserakan, selimut yang tidak berada di posisi semestinya, dan penampilan nunanya yang sangat memprihatinkan.

Nuna, kau kenapa?!”tanya Kyungsoo yang langsung melesat ke Suzy yang sedang terkulai lemas di kasurnya.

“Kau sekolah saja sendiri, aku hari ini absen. Tolong beritau Lim ssaem aku sakit.”jawab Suzy dengan suara hampir seperti bisikan, namun Kyungsoo masih bisa menangkap apa yang dikatakan Suzy.

“Tidak. Aku akan membawamu ke rumah sakit. Sekarang juga.”Kyungsoo langsung mengangkat Suzy ala bridal style dari kamarnya.

Suzy meronta-ronta meminta untuk diturunkan dari gendongannya.

Yak! Kyungsoo! Turunkan aku! Kau juga harus sekolah kan?!”

“Turunkan aku sekarang juga!”

Yak! Aku ini nunamu!”

“Turunkan aku, Kyung-ah!”ronta Suzy.

Kyungsoo yang mendengar rontaan Suzy tak bergeming. Dirinya terus membawa Suzy sampai ke dalam mobilnya. Kyungsoo duduk di kursi pengemudi, dan Suzy diletakkan di kursi tengah.

Yak! Kau berniat untuk membolos?!”teriak Suzy dalam mobil.

Kyungsoo hanya fokus pada dirinya yang mengemudi mobil itu ke jalan raya itu. Suzy terus berteriak minta untuk berhenti. Tapi tetap saja, Kyungsoo seperti sudah menyumpal telinganya dengan earphone bervolume tinggi. Kyungsoo tidak menjawab apapun yang dikatakan Suzy, hanya diam.

Hingga Suzy diam tak bergeming, terkulai lemas kehabisan kekuatan untuk berteriak dan meronta.

***

Kyungsoo duduk di ruang tunggu. Suzy sedang diperiksa di UGD oleh dokter dan para suster. Dirinya tampak khawatir akan terjadi sesuatu pada nunanya tersebut. Dia sudah menelpon Chanyeol untuk meminta izin kalau Kyungsoo dan Suzy tidak masuk sekolah hari ini.

Kyungsoo mengusap wajahnya gugup. Sudah puluhan menit dirinya menunggu, tetap saja belum ada tanda-tanda dari dokter.

Nuna, kau kenapa?!”

“Kenapa dirimu bisa drop seperti ini?”

“Apa karena kemarin? Kau hanya kelelahan karena menangis saja, kan? Jangan menakut-nakutiku!”kata Kyungsoo frustasi.

“Aku belum pernah merasa se frustasi ini padamu. Kenapa ini?”tanya Kyungsoo pada dirinya sendiri sambil mengacak rambutnya frustasi.

Tak lama, kepala Kyungsoo merasa sakit. Sakit yang luar biasa. Sakit yang tidak bisa dihandle orang biasanya.

“Argh..”ronta Kyungsoo.

Nuna, bagaimana keadaanmu?”tanya Kyungsoo putus-putus sambil memegang erat kepalanya yang sakit luar biasa itu.

Dirinya mulai bangkit dari kursinya, hingga pandangan Kyungsoo mulai kabur, dan akhirnya pandangannya gelap total.

***

–Flashback ON (Kyungsoo’s POV)–

“Hei! Pelan-pelan larinya! Aku tidak bisa mencapaimu!”pinta Kyungsoo pada seorang yeoja yang jauh darinya kini.

Wle! Kejar aku kalau bisa!”jawab yeoja kecil itu sambil memeletkan lidah nya.

Kyungsoo terus berlari mengelilingi taman itu bersama seorang yeoja yang mengenakan dress berbunga berwarna peach. Rambut yeoja yang dikepang waterfall-braid itu bergoyang mengiringi yeoja itu berlari. Membuat Kyungsoo merasa bersemangat untuk mengejarnya.

Mereka terus berlari hingga akhirnya yeoja itu memutuskan untuk berhenti berlari. Nafas yeoja itu tersengal-sengal, tidak dengan Kyungsoo di sampingnya.

“Ah, payah kau!”ejek Kyungsoo sambil menepuk kecil pundak yeoja di sampingnya sambil tersenyum mengejek.

Yeoja yang mendengar itu langsung mengerucutkan bibirnya dan melipat kedua tangannya di dadanya kesal. Kyungsoo yang melihat itu langsung memeluk yeoja itu gemas.

“Kau tak ingat hari ini apa?”tanya Kyungsoo ke yeoja di sampingnya itu.

“Tau kok. Hari ulang tahunmu!”jawab yeoja itu dengan senyum merekah.

Saengil chukhahaeyo, Kyung-ah!”ucap yeoja itu sambil mengangkat kedua tangannya ke atas dengan bahagia.

Kyungsok yang diucapi itu langsung tersenyum senang. Tak ada yang bisa membuatnya senyum semerekah ini — setelah orangtuanya tentunya.

Kedua bocah itu kemudian berjalan balik ke rumah Kyungsoo dari taman itu. Mereka terus tertawa penuh canda di sepanjang jalan.

“Hei, kalungmu itu bagus! Aku mau kalung seperti itu.”Kyungsoo sambil menunjuk kalung yang teruntai di leher putih yeoja itu.

Yeoja itu ingat kembali niatnya apa. “Oh iya!” Yeoja itu kemudian merogoh kantung dress nya itu.

“Apa?”

Igeo! Kado ulang tahunmu!”kata Suzy bangga sambil menunjukkan kalung yang dikeluarkan dari kantungnya.

Kalung bertali hitam, dengan bandul berbentuk bulan sabit, lalu di tengahnya terdapat lubang berbentuk bintang kecil. Persis dengan kalung yang dikenakan yeoja itu saat ini

Kyungsoo yang seakan harapannya langsung dikabulkan merasa sangat senang. Kemudian yeoja itu langsung memakaikan kalung itu di leher Kyungsoo.

“Sekarang, punya kita sama!”riang Suzy sambil melihat kalungnya dan kalung Kyungsoo bergantian.

“Kita akan saling bersama, dan gak akan pernah berpisah. Janji?”ajak yeoja itu sambil menunjukkan jari kelingking kanan nya itu ke Kyungsoo.

Kyungsoo langsung mengangguk mantap, mengaitkan kelingkingnya dengan kelingking yeoja itu erat, dan tersenyum riang bersama.

–Flashback OFF–

***

Kyungsoo mulai mengerjapkan matanya, berusaha mebiaskan cahaya yang ingin melewati matanya. Dirinya kini duduk di samping kasur Suzy, tepatnya di kamar pasien.

Suzy kini tertidur di kasur pasien, lengkap dengan pakaian pasien. Kyungsoo melihat penampilan nunanya itu mulai merasa prihatin. Dia ingin memberikan kasih sayang lebih pada nunanya tersebut.

Kyungsoo mulai melihat keadaan Suzy dari kaki hingga lehernya. Kini matanya seakan terkunci pada bandul kalung Suzy.

Dia merasa mimpinya melihat seorang yeoja dengan kalung yang sama seperyi Suzy. Dan merasa yeoja itu adalah satu-satunya yang dia cintai melebihi sesuatu — setelah orang tuanya. Dia merasa yeoja berbandul sama itu seperti miliknya seorang, hanya dia yang bisa membuatnya tersenyum walaupun kejadian memilukan terjadi.

“Aku pernah melihat yeoja itu, tapi siapa?”gumam Kyungsoo dalam hati penasaran.

-rcl as always-

13 responses to “누나 — Chapter 6

  1. Pingback: 누나 (Sister) — Chapter 11 | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s