[Freelance] The Popular Guy and I Chapter 6

Title : The Popular Guy and I  | Author : thefreakoffreaks | Genre : Romance, School Life | Rating : Teen | Main Cast : Bae Suzy, Kim Myungsoo

[!!] Tokoh aku disini adalah Bae Suzy

Also posted on http://www.myungzyffindo.wordpress.com

Happy reading~

****************************************************************

Suzy POV

“Suzy! Orang tua mu sudah kembali, turunlah.. ppali!” panggil Myungsoo.

Aku memutar bola mataku sesaat.

“yya, apa itu suara Myungsoo?” tanya Soojung dari balik saluran.

“hm.. sudah dulu ya, keuno.”

Aku berjalan keluar kamar, saat aku sampai ditangga kulihat Myungsoo menunggu disana. Saat kedua matanya menyadari keberadaanku, tangannya bergerak memasukkan ponsel yang sebelumnya namja itu otak-atik.

“mereka ingin berbicara padamu.” Ucapnya lalu turun, tanpa menungguku?heol.

 

Setelah sampai diruang tamu, aku lalu duduk disebelah Myungsoo.

Dengan jantung berdegup tak karuan, dan mendadak otakku memutarkan kejadian tadi siang membuatku tak konsen mendengarkan ucapan ucapan eomma sampai dia mengulang ucapannya kembali memintaku untuk memperhatikannya.

“Suzy, kau harus dengar. Ini penting.” Ucap eomma, tangannya menggengam tanganku.

Omo.. apa yang terjadi?

“eomma waeyo?” tanyaku sambil menatap kearah appa dan eomma bergantian.

“Suzy.. tadi kami mengunjungi rumah kita.” Jelas appa, ada sinar meminta maaf dimatanya.

“lalu..?” tanyaku dengan hati berdebar. Aku seperti tidak sanggup mendengar kelanjutannya.

“pembangunnya bilang mereka tidak dapat menyelamatkan apapun dari dalam rumah itu.”

Laptop ku… huaa eomma.

“Satu pun?” tanyaku.

“tidak satu pun, jagiya.” Jawab kedua orang tua ku.

“jadi saat ini kalian tidak memiliki apapun? Bagaimana dengan asuransi atau apapun tentang rumah?” tanya Myungsoo. Aku mendongkak menatapnya terkejut.

Mengapa dia peduli?

“itu dia permasalahannya.. rumah kami asuransinya habis bulan kemarin. Dan lupa untuk memperbaharui kembali.” Appa menjawab pertanyaan Myungsoo, dan hatiku kembali hancur mendengarnya.

“jadi sekarang bagaimana appa?” desahku.

“appa akan bekerja keras mengumpulkan uang agar kita bisa menyewa tempat tinggal. Dan untuk sementara ini, kita akan tetap disini, aku dan eomma mu sudah mendiskusikannya dengan keluarga Kim, dan mereka sangat setuju.” Ucap Appa.

Aku menolehkan kepalaku kearah kedua orang tua Myungsoo.

“eomonim, ahjussi.. apa kalian yakin?”

“Suzy, kau bukan orang asing bagi kamu, tentu saja tak masalah.” Ucap Ny. Kim dengan senyum hangatnya.

“aku sudah menganggap kau seperti anakku sendiri.” Lanjut Ny. Kim.

Aku tersenyum.

Aku menatap kearah Myungsoo saat dia bangkit dari duduknya.

“Kau ingin kemana?” tanya bibi Han.

Myungsoo tampak kikuk sesaat namun berhasil menguasai dirinya kembali.

“Aku ingin mencari makan diluar.”

Kulihat bibi Han lalu menoleh kearahku.

“Suzy apa kau sudah makan?” tanya bibi Han padaku.

“h-huh? Belum.”

“kebetulan, Myungsoo kau ajak saja Suzy, ne?”

Myungsoo menoleh kearahku, menatapku sesaat sebelum mengangguk kan kepalanya dan berjalan keluar.

Bibi Han lalu tersenyum senang dan menyuruhku untuk segera menyusul Myungsoo.

“a-ani bi, aku tidak lapar. Jadi aku tak usah ikut ne?” ucapku menolak.

Gadis batinku meraung marah saat aku mengucapkan kata-kata itu. Sesungguhnya itu tawaran yang menggiurkan namun tetap saja aku bisa mati canggung jika harus makan berdua saja dengan namja itu.

“aku tidak ingin penolakan, sayang.” Ucap bibi Han .

“t-tapi—“

“ppali..” ucap bibi lagi tak membiarkanku untuk menolak.

Aku menghela nafas kemudian berpamitan kepada paman Kim dan orangtua ku, kemudian berjalan keluar.

***

“um.. kita.. maksudku.. kau akan mencari makan dimana?” tanyaku.

Saat ini kami sedang terjebak lampu merah.

Myungsoo yang sedang fokus menatap jalanan kemudian menolehkan kepalanya kearahku.

“Suzy, kau telfon Soojung. Kalian bisa makan bersama kemudian.”

Aku mengerutkan keningku.

“untuk apa? Maksudku—“

“aku tidak bisa menemani mu, aku akan bertemu Naeun.”

Gadis dalam batinku menjerit tak terima mendengar jawaban dari namja disampingku ini. Bagaimana bisa dia—arrgh.

Seharusnya aku tahu bahwa dia akan bertemu dengan kekasihnya, dan seharusnya dia menolak saat bibi Han menyuruhnya mengajakku.

Aku kemudian menolehkan kepalaku kearah jendela disampingku.

Aku meraih ponselku dan mengetik pesan untuk Soojung.

***

MYUNGSOO POV

 

Aku menjalankan mobil saat lampu sudah berada diwarna hijau. Sesekali aku menoleh kebangku penumpang untuk sekedar mengecek yeoja disebelahku.

Sejak saat aku mengatakan tidak dapat makan bersamanya, kami tak sedikitpun berbicara lagi.  Yeoja itu fokus menatap jalanan—atau tepatnya fokus dengan pikirannya.

“antar aku kembali, Myungsoo.” Ucapnya sambil menatap mataku.

Sepertinya wajahku sedikit memerah karena kepergok sedang menatapnya.

“mwo?” tanyaku sambil mengerutkan kening.

“antarkan aku kembali, kumohon.” Suzy mengulang perkataannya. Lalu menatap kearah jalanan yang ada didepan.

“bagaimana dengan makannya?” kataku.

“aku tak lapar.”

“bagaimana dengan Soojung?” kataku lagi.

“dia akan mengerti.”

“Suzy, bag— “ suzy memotong ucapanku sebelum aku menyelesaikannya.

“aku ingin kau mengantarku kembali kerumahmu.” Ucapnya dengan suara satu oktav lebih tinggi.

Aku mendesah.

“akankah kau tetap pergi jika aku mengatakan aku akan kembali untuk makan bersamamu?”

Matanya bertemu dengan milikku lagi, dan sepertinya menatap tak percaya akan ucapanku tadi.

“kau bercanda? Kau benar-benar bertanya itu?”

Aku tertawa karena wajah bingungnya. Ku fikir dia benar-benar tak ingin pergi makan.

“mengapa kau tak ingin pergi?” tanyaku.

“beri aku alasan, kemudian aku akan mengantarmu kembali.” Lanjutku lalu menunggu respon darinya.

Suzy diam untuk beberapa saat. Ekspresi nya sungguh sulit untukku baca. Fokusku tiba-tiba beralih kearah bibir ranumnya saat yeoja itu membasahi bibirnya sebelum menjawab pertanyaanku.

Myungsoo fokuslah.

 

“kau benar-benar ingin tau?”

Aku memaki diriku sendiri karena sempat-sempatnya menatap bibir sexy milik suzy saat dia sedang berbicara.

“eoh.” Ucapku sambil menatap jalan dihadapanku.

“kau penyebabnya.” Ucapnya datar.

Aku menoleh kepalaku menatapnya.

“kau membuatku tidak berselera.” Lanjutnya.

Whoaa..

Dia menoleh kembali kearahku sambil tersenyum kecil.

“aku bercanda.” Aku mengangkat sebelah alisku. Meminta penjelasan. “aku tidak ingin pergi karena memang tak ingin, lagi pula Soojung juga tak bisa menemaniku makan. Jadi, antar aku kembali.”

Aku tersenyum. Dia begitu luar biasa dan bersinar, sangat rajin, lucu, tak suka perhatian, sangat sederhana, dan dia sungguh type-ku. Naeun bukan type ku. Dia hanya ‘yeoja’, namun yeoja seperti Suzy dapat menggambarkan bagaimana type ideal ku. Lupakan cerita tentang menjadi popular; aku tidak memperdulikan segala bentuk ‘perhatian’ semenjak bertemu dengan Suzy. Sebelumnya, aku begitu peduli tentang bagaimana ‘dilihat’ oleh orang lain, dan aku begitu peduli dengan status sosial ku. Tapi saat ini, aku tidak peduli akan kedua hal itu.

 

Suzy, Gomawo.

Aku baru mengenal yeoja ini beberapa hari, namun dia dapat memberikan pengaruh baik terhadapku. Walaupun sebenarnya aku benci mengakui hal ini, aku tidak ingin menjadi seseorang yang dia sebalkan atau dia benci… itu yang dilakukan ‘Kim Myungsoo’. Untuk semua orang disekolah, aku adalah seorang yang sombong, menjengkelkan, playboy, kaya dan tampan—ya, semua orang menyukaiku karena aku popular. Kecuali Suzy.

“tapi aku sudah memesan makanan dan membayarnya.”

Suzy menoleh frustasi kearahku.

“bagaimana kau melakukan itu bahkan sebelum kau mendapatkan makanannya?” suzy tersenyum miring karena mengetahui kebohonganku.

Aku tersenyum mendengar ucapannya.

“bagaimana dengan jarimu yang terluka?” tanyaku sambil melirik jarinya.

 

Wow.. wajahnya memerah.

Beberapa saat, akhirnya aku mengetahui mengapa wajahnya memerah, memori otakku me re-run kejadian saat didapur. Ketika kami begitu dekat tanpa jarak diantara wajah kami dan…

Pengganggu datang. Aku mendengus kesal mengingatnya.

“Myungsoo, aku sungguh tak lapar jadi jangan banyak alasan dan antarkan aku pulang.”

“kau bahkan belum memakan apapun hari ini, tentu kau lapar.”

“Myungsoo…” dia mendesah.

“oke, bagaimana dengan McD?” aku menawarkan pilihan lain padanya.

“kau begitu gentelman karena berfikir membiarkanku makan disana sendirian, Myungsoo-ssi.”

“kau bisa memakannya didalam mobil?” aku tersenyum miring menjawab pernyataan sakarsme nya.

“kau membiarkan ku makan didalam mobilmu? Aku bisa memakannya setelah sampai dirumahmu.”

Dan tanpa berfikir panjang aku berkata, “ani, kita akan memakannya di rumah sakit.”

Aku menegang saat menyadari apa yang ku katakan. Seharusnya Suzy tidak perlu tau. Tidak saat ini atau kapanpun.

Aku tak berani menatapnya. Tapi aku tahu dia sedang menatapku dengan sejuta pertanyaan dikepalanya.

“mwo?” ucapnya, “kau ingin aku makan didalam rumah sakit. Mengapa harus rumah sakit?”

Aku menelan saliva ku.

Alasan sebenanya mengapa aku berkata aku akan menemui Naeun sehingga tak bisa makan bersamanya karena aku akan pergi ke rumah sakit. Hari ini adalah jadwalku menjenguk nya.

“sebenarnya aku akan kerumah sakit, tapi kau bisa ikut denganku jika kau mau.”

“ikut denganmu bertemu Naeun? Tidak terimakasih.” Ucapnya kesal. “tunggu, Naeun sedang berada dirumah sakit?”

Aku tertawa. Terbahak-bahak.

Suzy mengerucutkan bibirnya.

“senang bisa membuatmu tertawa. Sekarang jawab aku!”

“ani, dia tidak sedang dirumah sakit. Dan aku tidak menemui nya.” Jawabku disisa-sisa tertawaku.

“tapi.. kau bilang?”

“Suzy, ayolah.. kau mau ikut denganku atau makan di McD sendirian? Pilihan ada padamu.”

“arra, aku memilih opsi pertama.” Ucapnya.

Good.”

“mengapa kita kerumah sakit? Apa kau sedang sakit?” tanya nya dengan nada khawatir yang membuatku tertawa kecil mendengarnya.

“aniya, aku tidak sedang sakit.” Jawabku sambil memberhentikan mobilku di samping counter fast-food khusus pengendara.

“lalu mengapa?”

“kau terlalu banyak bertanya, Bae Suzy.” Aku menurunkan kaca mobilku dan tersenyum kepada yeoja yang mengenakan baju bertuliskan logo McD.

“ada yang bisa saya bantu?” yeoja itu bertanya dengan nada sedikit menggoda.

Aku menengok kearah Suzy, yang sedang memasang ekspressi sebal sambil menatap yeoja didalam counter tersebut.

“kau ingin apa?” aku bertanya pada Suzy. Membuat matanya menatapku.

“A Happy meal.”

Lalu aku mengatakan kepada yeoja penjaga counter itu memesannya dua. Setelah itu, aku memberikan satu kepada Suzy dan membayarnya. Dan menjalankan mobilku kembali.

Aku suka ketika dia begitu terbuka dan normal.

Yeoja lain ( sebut saja; Naeun ) pasti akan terlalu malu untuk makan didepanku secara lahap seperti yang dilakukan Suzy saat ini.

“kau bilang kau tidak lapar.” Kataku mengejek.

“makan saja.” ucapnya mengabaikan komentarku sambil melanjutkan makan.

Suzy kau begitu berbeda.. benar-benar berbeda.

“jadi, kau mau mengatakan padaku mengapa kita kerumah sakit?” ucapnya setelah menyesap soft drink miliknya.

Aku sendiri bingung mengapa membawanya kemari. Kerumah sakit. Dari sekian banyak manusia, mengapa suzy?

Apakah aku begitu mempercayainya sehingga menceritakan rahasiaku? Aku bahkan baru mengenalnya sebentar. Apa yang akan Jiwon lakukan nantinya? Akankah dia mengerti jika aku membawa orang asing mengunjungi nya? Orang yang tahu tentang saudara kembarku hanya orang tuaku, Minhyuk dan Seungho dan keluarga besarku. Haruskah aku menceritakannya pada Suzy?

“kau akan tahu nanti.”

yya, apa yang terjadi?”

Aku menatap matanya lalu menghela nafas.

“tak bisakah kau sedikit bersabar? Nanti kau akan mengetahuinya sendiri.”

Suzy mengedikan bahunya dan kembali memakan makanannya.

Aku lagi-lagi menghela nafas, melirik Suzy yang sedang asyik mengunyah makanannya.

Yeoja yang sebentar lagi akan mengetahui rahasia terbesarku.

Suzy… aku harap kau menjadi seseorang yang layak untukku menitipkan hatiku, dan aku harap suatu saat kau bisa menitipkan hatimu padaku.

 

19 responses to “[Freelance] The Popular Guy and I Chapter 6

  1. Akhirnya myungsoo bener2 suka sama suzy🙂
    makin penasaran sama kelanjutannya🙂
    berharap next chapter myungsoo mutusin si naeun
    di tunggu next chapter nya chingu😉

  2. myungsoo punya kembaran…
    tapi kenapa di rumah sakit ? sakit apa ? terus kenapa banyak yg nggak tau ?
    myung cepet jadian sama suzy terus putusin aja naeun…

  3. Myungsso udh deep in love sama suzy nih,, sampe2 buka rahasia besar,, jiwon? Kim jiwon ya berarti,, itu knp sampe masuk rs dan di rahasiakan keberadaannya ya thor? Dy gila apa lagi rehabilitasi narkoba? Apa dy sakit?

  4. uwahhh pnasaran banget kpan lanjutannya thor udah gk sabar nih
    lanjut terus ya thor
    fighting ne………..

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s