누나 — Chapter 7

image

This poster is created by flamintskle @ Poster Channel

Title: 누나 (Sister)
Author: flcevtp
Main Cast: Bae Suzy, Do Kyungsoo
Rating: G
Genre: Family, School Life, Sad, Romance, Comedy

누나: Chapter 7

“Siapa sebenarnya yeoja itu?”

“Kenapa aku tiba-tiba mengingatnya?”

“Dan bandul kalungnya mirip seperti milik nuna.”

“Apa mung–”

“Hah. Tidak mungkin.”

“Apa tadi hanya mimpi? Mungkin itu saat aku dan nuna kecil bermain-main. Tapi–”

“Tidak mungkin!”

Yeoja itu lebih cantik daripada nuna.”

“Kenapa aku tidak tau namanya?!”

“Namanya B–B–B–”

“Aduh, siapa sih?! Aku hanya ingat huruf depannya saja!”

Kyungsoo terus berdebat dengan batinnya. Dirinya berusaha keras mengingat masa lalunya, namun tetap saja nihil. Dia terus melontarkan pertanyaan itu pada otaknya berulang-ulang, tetap, otaknya tidak mau menjawab. Dia terus berbicara pada dirinya sendiri layaknya orang gila, yang dibarengi dengan dia menarik rambutnya kencang untuk mengingat masa lalunya, tetap tidak membuahkan hasil.

“Kalau memang itu hanya mimpi, kenapa aku harus berusaha mengingatnya?”

“Bodoh kau, Kyungsoo.”

“Tapi– Argh!”

Dirinya kesal harus berdebat dengan batinnya hingga dia meluapkan emosinya dengan menendang lemari yang berada di kamar pasien itu cukup kencang. Kemudian dia duduk di kursi sebelah kiri kasur pasien.

Lalu dirinya melihat di depannya itu. Nunanya kini sedang berbaring di atas kasur berwarna hijau susu itu, tenang. Dirinya masih menutup matanya, enggan untuk melihat di mana dirinya sekarang.

Nuna. Kau kakakku kan?”

“Seharusnya kau tau masa lalu ku itu seperti apa.”

“Aku sepertinya sudah bertemu cinta pertamaku dulu, tapi sekarang dia sudah menghilang tak tau di mana.”

“Mungkin kau sesama yeoja, harusnya kau tau dia di mana.”

“Mungkin saat kita kecil dulu yeoja itu suka bercerita denganmu, dan kalian dekat.”

“Apa nuna masih ingat yeojaku itu cerita tentang apa?”

Merasa dirinya berbicara dengan angin lewat, Kyungsoo lalu meraih pergelangan tangan kiri nunanya, mengelusnya lembut. Menahan tangisnya yang hendak pecah. Mengadahkan kepalanya ke atas melihat atap rumah sakit itu. Namun sayang, matanya tidak bisa membendung air matanya lagi.

Dia tidak pernah merasa kehilangan seperti ini sebelumnya. Batinnya mengatakan bahwa dirinya sangat mengingat kejadian itu, tetapi otaknya melawan. Mengingat sepenggal memori akan cinta pertama nya itu sangat disyukuri oleh setengah dirinya, namun setengah dirinya yang lain masih meminta sepenggal lagi akan memori itu.

Dirinya langsung melipat tangannya dengan tangan Suzy, melihat nunanya nanar. Lalu dirinya menenggelamkan kepalanya di atas tangannya, kemudian menangis terisak. Batinnya tidak kuat.

“Cepatlah sembuh, nuna.”kata Kyungsoo sambil terisak.

Suzy yang sebenarnya mendengar apa yang dibicarakan Kyungsoo dari awal kini tangan kanannya meremas selimutnya kencang. Kini terlihat dari sisi kanan dirinya menitikkan air mata.

Andai kau tau kalau yeoja itu adalah aku, Kyung-ah.

Oppa, eonni, kalian di mana?’

Suzy hanya menangis di lubuk hatinya yang paling dalam.

***

–Flashback ON (Suzy’s side)–

Yak, Kyungmi, tolong jaga Suzy baik-baik ya. Jika dia nakal, pukul saja dia. Arraseo?”kata ibu Suzy pada ibu Kyungsoo.

“Ah, Suzy tidak pernah nakal, ya kan? Suzy anak penurut kok. Tenang saja, kami akan menjaga Suzy dengan sangat baik.”jawab ibu Kyungsoo.

“Nah, Suzy, kami berangkat dulu ya? Baik-baik di rumah Kyungsoo. Kami pasti menelpon jika sudah sampai. Jadi anak baik ya, nurut sama Bumsoo samchon sama–”

“Sudah-sudah, nanti pesawat kalian terlambat. Suzy anak penurut, tenang saja.”potong ibu Kyungsoo ke ibu Suzy.

“Ya sudah, kami berangkat ya!”

“Suzy,  baik-baik ya!”

“Suzy, tunggu oppa pulang ya!”

Keluarga Suzy melambaikan tangan mereka kepada keluarga Kyungsoo dan Suzy. Mereka akhirnya pergi berangkat menuju bandara, menitipkan Suzy ke keluarga Kyungsoo.

***

“Suzy, kita ke taman yuk!”ajak Kyungsoo.

Suzy langsung menganggukkan kepalanya cepat. Lalu mereka pergi ke taman bersama.

Di perjalanan mereka tertawa riang, lalu Kyungsoo mengeratkan tangannya ke tangan Suzy, seakan tidak mau Suzy pergi.

Sesampainya di taman mereka langsung duduk di sebuah kursi taman. Menggoyangkan kakinya senang sambil menunjuk pemandangan yang indah, kemudian tertawa bersama.

Kemudian Suzy berlari dari kursi itu, membuat Kyungsoo kebingungan.

“Ayo kejar aku!”ajak Suzy sambil melanjutkan larinya.

“Hei! Pelan-pelan larinya! Aku tidak bisa mencapaimu!”pinta Kyungsoo pada Suzy.

Wle! Kejar aku kalau bisa!”goda Suzy sambil memeletkan lidahnya.

Kyungsoo terus berlari mengelilingi taman itu bersama Suzy yang mengenakan dress berbunga berwarna peach. Rambut Suzy yang dikepang waterfall-braid itu bergoyang mengiringi yeoja itu berlari. Membuat Kyungsoo merasa bersemangat untuk mengejarnya.

Mereka terus berlari hingga akhirnya Suzy memutuskan untuk berhenti berlari. Nafas Suzy tersengal-sengal, tidak dengan Kyungsoo di sampingnya.

“Ah, payah kau!”ejek Kyungsoo sambil menepuk kecil pundak Suzy yang berada di sampingnya sambil tersenyum mengejek.

Suzy yang mendengar itu langsung mengerucutkan bibirnya dan melipat kedua tangannya di dadanya kesal. Kyungsoo yang melihat itu langsung memeluk Suzy gemas.

“Kau tak ingat hari ini apa?”tanya Kyungsoo ke Suzy.

“Tau kok. Hari ulang tahunmu!”jawab Suzy dengan senyum merekah.

“Saengil chukhahaeyo, Kyung-ah!”ucap Suzy sambil mengangkat kedua tangannya ke atas dengan bahagia.

Kyungsoo yang diucapi itu langsung tersenyum senang. Tak ada yang bisa membuatnya senyum semerekah ini — setelah orangtuanya tentunya.

Kedua bocah itu kemudian berjalan balik ke rumah Kyungsoo dari taman itu. Mereka terus tertawa penuh canda di sepanjang jalan.

“Hei, kalungmu itu bagus! Aku mau kalung seperti itu. Kamu beli di mana?”Kyungsoo sambil menunjuk kalung yang teruntai di leher putih yeoja itu.

Suzy ingat kembali niatnya apa. “Oh iya!”yeoja itu kemudian merogoh kantung dress nya itu.

“Apa?”

Igeo! Kado ulang tahunmu!”kata Suzy bangga sambil menunjukkan kalung yang dikeluarkan dari kantungnya.

Kalung bertali hitam, dengan bandul berbentuk bulan sabit, lalu di tengahnya terdapat lubang berbentuk bintang kecil. Persis dengan kalung yang dikenakan Suzy saat itu.

Kyungsoo yang seakan harapannya langsung dikabulkan merasa sangat senang. Kemudian yeoja itu langsung memakaikan kalung itu di leher Kyungsoo.

“Sekarang, punya kita sama!”riang Suzy sambil melihat kalungnya dan kalung Kyungsoo bergantian.

“Kita akan saling bersama, dan gak akan pernah berpisah. Janji?”ajak Suzy sambil menunjukkan jari kelingking kanan nya itu ke Kyungsoo.

Kyungsoo langsung mengangguk mantap, mengaitkan kelingkingnya dengan kelingking yeoja itu erat, dan tersenyum riang bersama.

–Flashback OFF–

***

Suzy mengerjapkan matanya, mulai membiaskan cahaya yang ingin memasuki matanya. Dirinya melihat sekelilingnya. Terdapat parsel buah dan 3 buket bunga. Kemudian dia merasa tangan kanannya ada yang memegangnya erat, dan ternyata orang itu adalah Chanyeol.

“Hei”sapa Chanyeol dengan senyum hangat.

Suzy membalasnya dengan senyum tipis.

“Adikku di mana?”tanya Suzy

“Kyungsoo membeli makanan ke bawah.”jawab Chanyeol yang masih menggenggam tangannya.

Suzy menganggukkan kepalanya pelan.

“Ah, tanganmu.”lirih Suzy.

“Ah, iya. Mianhae.”kata Chanyeol sambil menarik tangannya dari tangan Suzy gugup.

“Em, kau mau apa?”tanya Chanyeol.

“Aku haus.”

Chanyeol langsung melesat dari kursinya mengambilkan air untuk Suzy.

Igeo. Minum pelan-pelan”

Chanyeol menuntun Suzy untuk duduk di kasur dengan telaten.

Gomawo.”kata Suzy sambil menerima segelas air dari Chanyeol.

Chanyeol tersenyum saat melihat Suzy yang sedang minum. Pemandangan sederhana itu seperti dirinya melihat pemandangan luar yang mengagumkan.
Wae?”tanya Suzy.

Ani.“jawab Chanyeol.

“Cepatlah sembuh. Lupakan masalahmu itu. Kami semua di sekolah merindukanmu.”

“Dan juga aku menunggu jawabanmu tentang perasaanku.”kata Chanyeol.

Chanyeol kemudian mengecup puncak kepalanya hangat. Tak tau kenapa dirinya merasa hangat jika dia berada di dekat Chanyeol.

Sedangkan di luar pintu kamar Suzy terdapat Kyungsoo yang melihat adegan itu dengan hati yang jengkel dan ingin melepaskan mereka untuk berhenti melakukan adegan itu.

“Ada apa denganku?”tanya Kyungsoo dalam hati.

“Apa ini yang namanya,”gumam Kyungsoo “..cemburu?”

-rcl as always-

11 responses to “누나 — Chapter 7

  1. aigooo.. knp suzy g jujur aja ya sm kyungsoo?hmm masih penasran knp kyungsoo hilang ingatan TT__TT
    ditunggu next partnya yaa..hwaiting

  2. q berharap kyungsoo dapat mngingat masa lalu.a tpi jika kyungsoo mngingat masa lalu.a apa yang akan trjadi pada suzy? Dia sperti.a tak ingin kyungsoo cepat” mngingat masa lalu.a .tapi kenapa?

    Author bisakah flash back.a jangan diulang-ulang.soal.a flash back yg ini udh ada di part sebelum.a dan jika mw di ulang lagi sebaik.a dibahas sedikit jj kan yg detai.a udh ad di part sebelum.a #my_opinion

    next.a ditunggu author Fighting ne

    Pada tanggal 05/05/15, Kingdom of Suzy’s Fanficti

    • Iya, yang flashback ini emang diulang, tp yg kmrn kan yeoja nya itu masih disamarkan, trs juga yg kmrn itu flashback nya kyungsoo hehehe. Yg skrg itu flashback nya suzy, trs yeoja nya aku ganti jd suzy.
      Terima kasih masukannya!:D

  3. ohh , jadi kyungsoo amnesia tah
    kenapa sih suzy gak bilang aja sama kyungsoo tentang masa lalu mereka,,
    lanjut thor

  4. Pingback: 누나 (Sister) — Chapter 11 | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s