Promise (Chapter 1)

promise-2

Poster by Gitahwa @ Diamond of Paradise

Tittle: Promise

Author: Stella Lee

Main Cast:
Bae Suzy (Miss A) | Kim Myung Soo (Infinite) | Shin Won Ho (Cross Gene)

Other Cast:
Jung Soo Jung (Fx) | Etc.

Gendre: Romance, School life, Comedy

Legth: Chaptered

Rating: G

Disclimer: The story is pure by me. All casts belong to God, their parent, and agency.

Prev:

[Teaser] | …

Seorang yeoja berambut panjang digerai memakai baju kaos putih polos, celana jeans, slip on dan lengkap dengan handbagnya yang berwana hitam yang diselempangkannya itu keluar dari pintu kedatangan bandara Incheon. Yeoja yang bernama Bae Soo Ji itu bersama dengan appanya yang membawa troli berisi 3 koper dan sebuah tas tenteng yang berisi laptopnya. Mereka berdua pun masuk ke salah satu taxi yang berada di lobby bandara. Setelah menaruh koper mereka di bagasi, taxi itupun meluncur ke tempat yang mereka tuju.

Selama di perjalanan, Sooji memandang keluar jendela taxi melihat pemandangan kota Seoul yang begitu ramai di siang hari, seingatnya waktu dia di Seoul 10 tahun yang lalu kota ini tidak seramai sekarang. Tapi tetap saja baginya tidak berbeda jauh dengan Tokyo. Sedangkan appanya tengah sibuk mengutak-atik laptopnya.

Sesampainya di tempat yang mereka tuju, ialah sebuah apartement yang terletak di Dongdaemun. Merekapun menuruni koper mereka dan membayar taxi. Setelah itu mereka langsung menuju ke lantai tempat ruangan mereka di lantai 21 menggunakan lift. Tidak lama dari itu, tepat di lantai 21 mereka langsung menuju ke ruangan mereka, 2103. Appanya pun memencet tombol password ruangan itu. Mereka pun masuk ke ruangan yang bernuasa minimalis, didominasi dengan warna putih itu. Sooji langsung berkeliling melihat keadaan ruangan yang lumayan luas itu, terdapat ruang tv, dapur dan tempat makan, satu kamar mandi luar serta dua kamar tidur yang masing-masing ada kamar mandi dalamnya. Terdapat beberapa kardus besar di ruang tv yang pasti barang-barang mereka dari Tokyo yang sudah duluan sampai. Sooji rasa appartement ini lebih besar dibandinkan apartementnya waktu dia di Tokyo.

Soojipun memilih salah satu kamar tersebut, dan merebahkan badannya di kasur itu.
“Eotte?” tanya appanya.
“Joha… Joha…” ujar Sooji.
“Oh ya Sooji, appa harus segera ke kantor mengurus kepindahan appa disini” jelas appanya sambil melihat jam tangannya.
“Kalau begitu aku mau ke Myeongdong, boleh kan appa?”
“Tentu saja”

Appa Sooji pun segera masuk ke kamarnya mengganti pakaiannya, sedangkan Sooji yang masih merebahkan kasurnya membayangkan seandainya eommanya masih hidup pasti suasana tidak akan sehampa ini. Eomma Sooji meninggal sebulan yang lalu, karena kejadian tabrak lari. Sejak kejadian itu appa Sooji membuat permohonan kembali pindah ke Seoul agar Sooji tidak merasa hampa, karena Seoul tempat asalnya berada. Lagipula disini juga ada beberapa keluarga appa dan eommanya.

Tidak lama dari itu appa sooji pun sudah selesai mengganti bajunya.
“Sooji-ah, appa pergi dulu ya. Nanti hati-hati saat di Myeongdong. Appa tinggalkan beberapa uang di meja ruang tv, arra?” ujar appanya.
“Ne appa. Gomawoyo” jawab Sooji dari dalam kamarnya.

Appanya pun keluar dari situ. Selisih 10 menitan dari itu Soojipun bergegas untuk pergi juga, dan mengambil uang pemberian appanya.

 

***

 

Soojipun sampai di Myeongdong menggunakan taxi. Setelah membayar, dia turun dari taxi itu.
“Woah…” ujarnya begitu melihat padatnya Myeongdong.

Soojipun mulai keliling-keliling. Mencoba beberapa jajanan pinggiran yang ada disitu, seperti odeng -sate ikan goring, eomuk -sate kerang-, tteokbokki, twigim -tempura-,bungeoppang -kue bentuk ikan isi pasta kacang-, jeju ice cream, dan masih banyak lagi.

Tiba-tiba saat Sooji tengah berjalan, terlihat beberapa orang yang hampir semua isinya yeoja membawa banner-banner di trotoar, mungkin fans menurut Sooji. Tak lama dari itu sebuah mobil van berhenti tepat dipinggir trotoar itu, beberapa bodyguard langsung bergegas mengamankan fans-fans itu. Seorang namja tampak seperti manager keluar dari pintu kemudi langsung membuka pintu tengah vans itu dan tiga orang namja yang tampaknya idol itu turun dari van itu, dan salah satu dari mereka berambut pirang. Mereka menyapa dengan senyuman ke fans-fans itu dan masuk ke dalam sebuah gedung. Terdengar jeritan para fans itu hampir bersamaan.

PicsArt_1430246613704

 

 

 

 

 

“Waa! Oppa!!!”
“Oppa saranghae!!”

Dari arah belakang Sooji, terdapat beberapa yeoja yang penasaran dan langsung berlari menabrak Sooji ke arah kerumunan itu. Sooji hanya terheran-heran melihat mereka semua.
“Omo Infinite F!” ujar salah seorang yeoja sambil berlari.

Sooji melihat terdapat banner besar yang ada di depan gedung itu bertuliskan “Fansign with Infinite F” beserta foto 3 orang yang tadi keluar dari van itu terpampang disana.
“Infinite F?” tanyanya pada dirinya sendiri sambil memperhatikan foto itu.

PicsArt_1430496329926

 

 

 

 

 

 

Sooji mengabaikan mereka dan melanjutkan jalan-jalannya. Dia juga masuk ke beberapa toko yang ada disana, mencoba baju-baju yang ada disana, melihat aksesoris-akseroris yang ada disana, dan lain-lain.

Lebih dari sejam sudah rasanya Sooji berkeliling disitu.

Tes… Tes… Tes…

Sooji merasakan kepalanya sedikit basah. Dia melihat kesekelilingnya, ternyata rintikan hujan.
“Eoh hujan”

Hujanpun semakin deras, diapun berlari berteduh masuk ke minimarket yang ada disana.
“Ah aku lupa membawa payung” keluhnya sambil mengelap air hujan yang ada di tangannya.

Dia teringat sesuatu kalau dia belum memiliki nomor hp disini. Akhirnya sekalian Sooji membeli nomor itu di minimarket tersebut.
Saat Sooji sedang membayar ada seorang namja dibelakangnya. Namja itu melihat kearah Sooji yang basah kuyup pergi keluar minimarket itu setelah membayar barangnya. Setelah selesai membayar belanjannya, dengan segera namja itu merogoh tas jansportnya sambil keluar dari minimarket tersebut, mengambil payung dan membuka payung tersebut.
“Igge… Pakai saja” ujar namja itu menyerahkan payungnya ke Sooji.
“Ne?” ucap Sooji sedikit terkaget.
“Pakai saja ini” ujar namja itu lagi sambil tersenyum.

PicsArt_1430496298928

 

 

 

 

 

Namja itu menyerahkan payungnya ke tangan Sooji. Sooji tampak bingung dengan namja itu. Setelah memberikan payungnya, namja itupun berlari menerjang hujan dan masuk ke dalam mobil sedan hitam yang tak jauh dari sana.
Ternyata ada juga orang ramah di Seoul” batin Sooji terkagum-kagum.

Terima kasih dengan namja tadi, karenanya Sooji jadi bisa menunggu taxi di pinggir trotoar.

 

***

 

Sesampainya di apartement, Sooji langsung mandi membersihkan dirinya yang tadi terkena air hujan. Setelah beberapa lama kemudia Soojipun selesai membersihkan diri. Dia menggulung rambutnya yang basah itu menggunakan handuk. Menuju ke ruang tv, menyalakan tvnya, dan duduk di sofa yang ada disana. Sooji menonton tv menggonta-ganti chanel, selagi menunggu appanya datang.

Tepat jam 8 malam, terdengar bunyi pintunya pun terbuka dan ternyata appa Sooji pulang.
“Appa” ujar Sooji dengan nada gembira.
“Wae? Wae?” tanya appanya terheran menghampiri putrinya seperti lagi senang.
“Jajanan disini sangat enak”
“Jinjja?”
“Tadi aku mencoba semua jajanan yang ada di Myeongdong”
“Berarti kamu sudah kenyang dong? Padahal appa baru saja mau menelfon ayam goreng, kata teman appa ayam goreng ini sangat enak” goda appanya.
“Tentu saja belum. Pesan… pesan…” ujar Sooji.

Appanya pun terkekeh melihat tingkah anaknya itu. Appanya pun menelfon restoran ayam goreng tersebut. Selagi menunggu pesanannya datang, appa sooji bergegas membersihkan diri, dan Sooji melanjutkn nonton dramanya itu.

Tak lama dari itu pesanan mereka pun datang. Sooji ke depan pintu untuk mengambilnya serta membayarnya. Meletakkan di ruangan tv, pas ketika ayahnya sudah membersihkan diri. Mereka pun memakan ayam itu sambil bercerita tentang hari pertama mereka di Seoul. Appanya juga bercerita kalau Sooji akan di sekolahkan di tempat anak-anak temannya bersekolah.

 

***

 

Keesokan harinya. Sooji menuju ke Hades Senior High School -sekolah barunya di Seoul-, diantar oleh appanya dengan mobil yang diberikan oleh kantornya. Sesampainnya disana di lobby sekolah, Soojipun keluar dari mobil itu. Sooji tak percaya appanya menyekolahkan di sekolah yang besar ini, bahkan terdapat penjaga di setiap sudutnya, dan tentunya cctv dimana-mana.
Dae…bak!” batinnya.

Sooji menghampiri salah satu penjaga yang ada disitu untuk menanyai ruang guru agar tidak tersasar. Setelah dijelaskan lokasi ruang guru, Sooji pun mengikuti apa yang dikasih tau penjaga itu tempat ruang guru itu berada.

Setelah sampai di sebuah ruangan yang terdapat tulisan “Teacher Office” didepannya. Soojipun mengetuk pintu itu dan masuk ke dalam ruang guru tersebut. Salah seorang seongsaenim yeoja menghampirinya.
“Ada perlu apa?” tanya seongsaenim itu dengan ramah.

Soojipun mengeluarkan amplop besar yang berisikan surat kepindahannya, dan data-data tentangnya dari dalam tasnya itu.
“Ah murid baru ya?” tanya seongsaenim itu langsung mengerti.
“Ne seongsaenim” jawab Sooji.
“Kamu bisa ke seongsaenim disana, dia yang akan menjadi wali kelasmu” ujar seongsaenim itu, sambil menunjuk ke salah satu seongsaenim namja yang tak ada jauh dari sana.
“Gamsahamnida” ucap Sooji sambil membungkukkan badannya.

Soojipun berjalan menghampiri seongsaenim yang ditunjuk tadi. Terlihat seorang murid namja berambut pirang sedang berbincang dengan seongsaenim itu. Sooji merasa namja itu tak asing baginya, dia mencoba mengingat-ingat.
Nuguji?” batinnya, tapi dia tidak berhasil mengingat namja itu.

Terdengar samar-samar perbincangan mereka.
“Kim Myung Soo, kenapa nilaimu semakin hari semakin menurun?” tanya seongsaenim itu.

Namja itu hanya terdiam tidak menjawab. Akhirnya seongsaenim itu menyadari kehadiran Sooji.
“Ada apa?” tanya seongsaenim itu.
“Annyeong haseyo, Bae Soo Ji Imnida” ujar Sooji sambil menyerahkan amplop besar itu.

Seongsaenim itu pun membuka amplop itu dan melihat isi yang ada di dalam tersebut.
“Ah! Pindahan dari Tokyo, benarkan?” tanya seongsaenim.
“Ne” jawab Sooji.
“Geurom, panggil saja aku Lee ssaem karena aku yang akan menjadi wali kelasmu. Kelas 2-3”

Entah kenapa Sooji merasa murid namja yang bernama Kim Myung Soo itu sedikit terkejut mendengar nama Sooji dan pindahan dari Jepang.
“Neo ireumi Bae Soo Ji? Pindahan dari Jepang?” tanya Myungsoo itu memastikan.
“Ne, waeyo?” ucap Sooji bingung.

Dan Sooji rasa lagi, entah kenapa Myungsoo itu seperti mengenalnya. Sooji mencoba mengingat-ingat lagi.
Ah patta! Namja yang kemaren fotonya terpampang di Myeongdong,member Infinite F” batinnya.

Seongsaenim yang masih sibuk membaca data-data Sooji itu, melihat Sooji banyak mendapat prestasi dan selalu ranking tertinggi.
“Wah Bae Soo Ji, ternyata kamu murid berprestasi” ujar Lee ssaem.
“Ssaem” panggil Myungsoo itu tiba-tiba.
“Wae?” tanya Lee ssaem.
“Yeoja ini kan berprestasi. Bagaimana kalau dia yang menjadi guru lesku saja?” saran Myungsoo.
“Mwo?!” sontak membuat Sooji terkaget, dia menutup mulutnya begitu mengetahui suaranya terlalu keras.

Apa yang namja ini pikirkan?! Dia gila?!” batin Sooji, dia bahkan tidak kenal dengan namja ini.

“Hmm… Tidak buruk juga idemu” ujar Lee ssaem.

Ne?! Apa seongsaenim ini juga gila?” batin Sooji lagi.

“Bae Soo Ji. Kamu akan menjadi guru lesnya sementara salam satu semester ini. Kalau nilai Kim Myung Soo meningkat, seongsaenim akan memberikanmu nilai bonus. Tapi kalau nilainya sama saja, seongsaenim akan menghukum kalian berdua” ujar Lee ssaem.
“Ne?! Kenapa saya?” tanya Sooji bingung.
“Karena sudah banyak guru les Kim Myung Soo yang tidak bisa mencocokkan jadwal mereka dengannya. Dan setelah dipikir-pikir, seongsaenim rasa kalau guru lesnya seumuran pasti tidak akan susah mencocokkan jadwal” jelas Lee ssaem.
“Tapi ssaem…” ujar Sooji.
“Tidak bisa menolak. Saya membenci tolakan, arraseo?” ucap Lee ssaem.
“Ne ssaem” jawab Sooji.

Terlihat namja yang bernama Myungsoo itu seperti kesenangan diatas penderitaan Sooji.
“Ah satu lagi. Ini juga nomor lokermu dan passwordnya, kamu bisa menggantinya nanti” jelas Lee ssaem sambil menyerahkan Sooji selembar kertas berupa nomor lokernya dan passwordnya.
“Ne ssaem” ujar Sooji mengambil kertas itu.

Setelah itu mereka bertiga menuju ke kelas. Selagi Myungsoo duduk di kursinya yang letaknya di pojokan belakang. Lee ssaem menyuruh Sooji untuk memperkenalkan dirinya.
“Silahkan perkenalkan diri” ujar Lee ssaem.
“Annyeong haseyo. Bae Soo Ji imnida. Aku pindahan dari Tokyo, tapi asli Korea Selatan” ucap Sooji.

Setelah memperkenalkan diri, Lee ssaem menyuruh Sooji duduk di tempat kosong yang letaknya serong depan kanan tempat Myungsoo duduk.
“Annyeong Bae Soo Ji” sapa seorang yeoja dengan suara pelan, yang duduknya di samping kanan Sooji.
“Annyeong” balas Sooji.
“Jung Soo Jung imnida, panggil saja Soojung. Let’s be friend” ujar yeoja yang bernama Soojung itu.
“Ne”

Lee ssaem pun mulai mengabsen murid-muridnya. Sesudah itu, diapun keluar dan ada seongsaengnim lain pun masuk dan mulai mengajar pelajarannya. Selama pelajaran berlangsung sesekali Sooji menoleh ke tempat Myungsoo, terlihat jelas Myungsoo sedang tidur menyandarkan kepalanya di meja.
Pantas saja nilainya selalu rendah” batin Sooji.

 

***

 

Tet… Tet… Tet…

Akhirnya setelah beberapa jam pelajaran, bel istirahat pun berbunyi. Myungsoo segera menghampiri Sooji.
“Waeyo?” tanya Sooji.
“Nomormu” ucap Myungsoo menyerahkan iphonenya.
“Untuk apa?”
“Untuk menghubungimu. Ppalli, aku haru segera pergi dari sekolah”

Soojipun mengetik nomornya di iphone Myungsoo.
“Gomawo” ujar Myungsoo sambil tersenyum kemudian pergi dari situ.

Soojungpun terlihat heran melihatnya.
“Kamu kenal dengan Myungsoo?” tanya Soojung.
“Yang kutau kemarin saat aku di Myeongdong, ada wajahnya dan grupnya itu” jelas Sooji.
“Igge” Soojung menyodorkan iphonenya.

Sooji melihat ke layar iphone itu.

 

PicsArt_1430579921503

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Infinite F, rookie boygroup dari label WL Entertainment. Myungsoo yang kiri, dia baru saja mengecat rambutnya mungkin seminggu yang lalu. Selain itu ada Lee Sung Yeol yang kanan dan Lee Sung Jong yang tengah. Oh ya, dia visual dari group itu. Mereka baru debut sekitar 6 bulan yang lalu” jelas Soojung.
“Ah…” Sooji mengangguk paham.
“Jadwal mereka sangat padat. Kurasa mereka juga tidur hanya 3 atau 4 jam perhari”
“Jinjja?!”
“Ne ne. Biasanya Myungsoo hanya masuk sekolah sampai jam 12 siang, setelah itu dia dijemput managernya. Bahkan sering tidak masuk sekolah”

Soojipun memaklumi, pantas saja Myungsoo dari tadi tidur terus selama pelajaran. Entah kenapa Sooji sedikit merasa kasihan dengan Myungsoo.

Setelah menjelaskan hal tadi, mereka pun menuju ke ruang makan. Sooji masih merasa asing dengan kondisi sekolahnya yang dia rasa benar-benar luas dibandingkan sekolahnya yang dulu.
“Kenapa denganmu?” tanya Soojung yang melihat Sooji kebingungan.
“Annie, sekolah ini luas sekali, aku yakin pasti suatu saat akan kesasar kalau jalan-jalan sendiri” jelas Sooji.
“Di setiap sudut sekolah ada lcd isinya peta. Kamu juga bisa mendownload aplikasi peta sekolah ini, hanya murid sekolah ini saja yang bisa mendownloadnya, karena memerlukan nomor siswa saat mendownloadnya”

Lagi-lagi Sooji mengangguk paham. Diapun langsung mendownload aplikasi itu di hpnya. Sesampainya di ruang makan. Saat Sooji sedang mengambil makanannya ke piring, dia melihat orang yang berdiri di depannya terasa tak asing baginya.
“Eoh… Payung!” ucap Sooji teringat dengan namja itu saat membalikkan badannya.
“Annyeong haseyo” sapa namja itu yang juga mengingat Sooji.
“Kamu yang kemarin meminjamkan payung itu kan?”
“Ne. Aku baru menyadarinya ternyata kita satu sekolahan ya”
“Aku murid pindahan dari Tokyo, baru masuk hari ini. Oh ya soal payungmu, aku akan mengembalikan payungmu besok”
“Tidak perlu, simpan saja” ucap namja itu sambil tertawa.

Namja itu melihat name tag Sooji.
“Bae Soo Ji?” ujar namja itu seperti bukan pertama kalinya mengetahui nama itu.
“Ne, waeyo?”
“Sepertinya aku pernah mengenalmu sebelumnya” ucap namja itu samar-samar.
“Ne?” tanya Sooji tidak begitu mendengarnya.
“Naneun Shin Won Ho, panggil saja Wonho. Aku Presiden komite -sejenis osis- tahun ini. Kalau ada apa apa, bisa ke ruanganku atau ke kelasku 2-1. Arraseo?” ujar namja bernama Wonho itu.
“Ne… arraseoyo” jawab Sooji kikuk.

Wonhopun pergi menghampiri temannya yang sudah duduk di meja makan. Sooji mencari Soojung, yang ternyata sudah duduk duluan di meja makan yang kosong dan langsung Sooji hampiri.
“Kamu kenal dengan Shin Won Ho?” tanya Soojung heran.
“Tidak begitu” jawab Sooji sambil duduk disitu.
“Jinja? Kulihat tadi saat kalian ngobrol terlihat akrab”
“Aku tadi hanya berterimakasih dengannya, karena dia meminjamkanku payung saat kemarin hujan. Tadi juga dia bilang kalau dia itu Presiden tahun ini”
“Aku sekertarisnya tahun ini” ujar Soojung sambil tertawa.
“Jinjja? Beruntung sekali kamu bisa sering bertemu dengannya”
“Wae? Jangan bilang kamu menyukai Wonho?” goda Soojung.
“Musunsuriya”
“Aku hanya bercanda saja. Oh ya, dia saudara kembarnya Myungsoo loh”
“Saudara kembar Myungsoo?!” ujar Sooji kaget.
“Ne, kamu juga tidak tahu?”

Soojung menggeleng-geleng kepalanya melihat Sooji. Soojung memperlihatkan iphonenya, yang isinya sns Myungsoo dan Wonho.
“Paba” ujar Soojung.

Sooji pun memperhatikan sns Myungsoo dan Wonho. Dan baru menyadari kalau mereka kembar, yang membedakan hanya mata Wonho lebih besar dibandingkan Myungsoo. Dan satu lagi, sepertinya Wonho jauh lebih pintar dibandingkan Myungsoo, karena dia bisa menjadi Presiden tahun ini.

 

page

 

 

 

 

 

 

 

 

“Mereka berdua ini saudara kembar. Setauku Kim Won Ho lebih dulu lahir 10 detik lebih dulu. Mereka berdua anak dari pemilik Ark Company and Group” jelas Soojung.

“Ark Company and Group?!” kaget Sooji hingga makanannya tersendak.
“Kenapa memangnya?”
“Ayahku bekerja disitu”
“Wajar saja kalau kamu sekolah disini”
“Memangnya ada apa?”
“Kamu belum mengetahuinya soalnya yang bersekolah disini juga tidak sembarangan?”
“Annie” ucap Sooji bingung
“Biasanya hanya anak-anak chaebol. Golongan pertama anak dari pemilik perusahaan ternama. Golongan kedua anak dari politikus, jaksa, hakim, dan pengacara. Golongan ketiga anak dari staff-staff penting golongan pertama dan kedua. Dan yang terakhir golongan keempat itu biasanya murid beasiswa” jelas Soojung
“Aku golongan ketiga?” tanya Sooji sedikit merinding setelah dijelaskan oleh Soojung.
“Ketjo! Aku golongan pertama, ayahku pemilik Blanc Company”
“Jinjja?!”
“Tenang saja aku tidak peduli dengan golongan-golongan itu. Tapi biasanya murid-murid yang lain hanya mau berteman sesama golongan mereka. Jadi berhati-hatilah”
“Soojung-ah, gomawo aku bertemu denganmu” ujar Sooji dengan lega.

Soojung hanya terkekeh mendengar perkataan Sooji. Mereka pun melanjutkan menghabiskan makanan mereka, selagi Soojung menjelaskan beberapa hal yang perlu tentang sekolah ini. Selesai makan pas dengan bel masuk berbunyi. Mereka berduapun segera mengambil buku mereka di loker dan segera kembali ke kelas.

 

***

 

Sore hari sepulang sekolah, sesampainya di apartemennya. Sooji langsung membersihkan diri. Baru saja Sooji selesai mengganti bajunya. Tiba-tiba hpnya bordering. Segera dia mengambil hpnya yang terletak diatas kasur. Terdapat telfon dari nomor yang tidak diaketahui. Dengan ragu-ragu Sooji akhirnya mengangkat telfon itu.
“Yeobseyo” ujar Sooji.
“Eoh annyeong” ucap orang yang menelfonnya itu bersuara namja.
“Nuguji?”
“Kim Myung Soo”

 

=To Be Continue=

**P.s: itu bukan instagram asli Shin Won Ho ya!

Hi hi~
Baru sadar nih tumben aku bikin ffnya lumayan panjang, mungkin terlalu bersemangat (?) kekeke.
Okay… kemarin ada beberapa orang yang nanyain, kenapa aku suka banget bikin ff yg castnya Suzy, L sama Shin -wonho-. Karena aku myungzy shipper *oh yeaaah!*, apapun yang terjadi pokoknya bakal dukung Myungsoo sama Sooji sampai kapanpun! Hehehe. Terus aku juga suka chemistry nya Sooji sama Shin, soalnya mereka pernah main drama bareng (ya walaupun Shinnya cuma dikit doang clipnya) dan mereka itu pernah beberapa kali saling mention nama hehehe. Jadi aku suka masangin L-Suzy-Shin dibandingin sama yang lain kayak kurang gitu feelnya bikin ff *dimasukin ke kali sama reader*
And maaf ya aku nggak balesin comment kalian, suka error soalnya. Tapi sebenernya aku baca semua comment kalian *sumpah*. Bahkan kalian sering ngasih saran buat lanjutan ceritanya. Jadi aku makin semangat bikin ffnya. Comment and like terus ya ffku, biar tetep semangat bikinnya. Kalo yg comment dikit, aku suka dapet writer’s block jadi lama ngeupdate ffnya huhuhu😦
Comment and likenya ya jangan lupa hehehe. Love you all❤

90 responses to “Promise (Chapter 1)

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s