This is Love part 2 End

image

Author : Laakimxo

Judul : This is Love part 2 End

Main cast :
Bae Suzy
Kim Myungsoo

Other cast : Find it by yourself

Genre : Romance

Rating : Pg-17

Pairing : Myungzy

Length : TwoShoot

Poster by : @ Ochadreamstories

Disclaimer : FF ini murni hasil pemikiran author. Cast bukan milik auhtor. Mereka milik Tuhan, Orang tua dan agensi mereka.

Haihaihai aku balik lagi nih bawa part end ff abal nan absurd ini. Jangan lupa RCL yaaa…

Don’t Bash. Don’t like don’t read.
Sorry for typo(s)

Don’t be plagiator!!

Happy Reading~

****

@ Canteen

Myungsoo Pov

“Ah benarkah? Gomawo ne” Bagus! Aku bisa menyatakan perasaanku padanya. Kali ini tidak boleh gagal lagi! Aigooo suzy-ah bersabarlah.. kau akan menjadi milikku!! Kkkk~

“Waaaah kalian akan berkencan lagi ne?” Tanya Jinri setelah mengusir Naeun

“Ahh.. ituu..”

“Ne jinri-ah” ucapku memotong omongan suzy. Kekekek~

“Eh..”

“waahh kalau begitu kami akan ‘membantu’ kalian. Tenang saja” ucao Soojung

“Benar myung. Kami akan membantu kalian” timpal Minho

“Gomawo” ucapku

“Kalian akan ke sungai han lagi?” Tanya Jinri

“Ne jinri-ah” jawan suzy
“Ke sana lagi? Kenapa harus ke sana lagi?” Tanya Soojung

“Entahlah. Di sana sepertinya tempat yang ‘cocok’ ” jawabku

“Cocok untuk apa soo?” Tanya suzy.

“Ahh…emm.. itu.. anu..” aish Myungsoo pabbo! Kenapa bisa keceplosan gini.

“Cocok untuk menyatakan cinta kepadamu ji-ah.. hahahahahaha” ucap Minho. Seketika mereka tertawa semua. Yak!!

“Yak neo!! Aniyoo ji.. bukan seperti itu” ucapku mengelak. Aku yakin wajahku pasti sudah memerah. Suzy juga! Aigoo..

“Hehe ne oppa.. eh” ucap suzy.

Mwoya? Oppa?

“wahahaha ji kau belum pacaran saja memanggilnya ‘oppa’ apalagi nanti setelah pacaran? Yeobo? Nae Nampyeon? Wahahahahaha”

mereka semakin jadi meledek kami! Astaga…

Author Pov

Kedua ‘calon’ pasangan itu makin kesal dengan wajah memerah karena diledek oleh ke 3 sahabat mereka. Terutama suzy. Dia merutuki dirinya karena keceplosan memanggil Myungsoo dengan sebutan ‘oppa’. Jadilah mereka makin diledek. Aigooo.. wajah mereka sudah seperti kepiting rebus.

“Yayayayak!! Geumanhe chinguya.. ish.. aku kan keceplosan. Berhentilah menggoda kami” Ucap suzy kesal.

“Keceplosan ne? Lalu nanti keceplosan apalagi? Yeobo? Wahahahaha.. kyeoptaa” ucap Soojung membuat mereka makin tertawa terbahak-bahak.

“Aishh.. jinjja sahabat macam apa kalian!” Ucap Suzy sambil mengacak rambutnya.

“Aigoo uri suzy sedang merajuk nee…” Goda Jinri lagi.

“Yak!!!”
.
.
.
.
.
Mereka masih saja terus melalukan acara, “Mari menggoda Myungzy” sampai sang model (?) kesal. Karena tak tahan, akhirnya suzy memutuskan untuk pergi ke kelasnya yang baru akan dimulai setengah jam lagi.

“Yak! Kalian keterlaluan!” Omel Myungsoo melihat suzy pergi.

Sebenarnya ia ingin menyusul tapi diurungkan karena suzy berteriak, “jangan ikuti aku atau aku akan membencimu!!”. Tentu saja Myungsoo tidak ingin suzy membencinya jadi ia memutuskan untuk tidak mengikutinya.

“Ahahaha kau tau sunbae? Menggoda suzy itu adalah hal yang menyenangkan. Suzy akan terlihat lucu dan menggemaskan saat sedang merajuk. Geutchi?” Ujar Jinri

“Ne. Tapi dia marah sekarang” ucap Myungsoo

“Geokjongma sunbae. Ia hanya ngambek bukan marah” ucap jinri menenangkan.

“Tapi sunbae, apa kau benar-benar mencintai suzy?” Tanya Soojung
“Apa keliatan sekali ya? Hehehe” ucap myungsoo sambil menggaruk lehernya yang tak gatal.

“Ne sunbae. Berarti kau itu first love nya suzy” Tambah Jinri

“Ah geureyo? Aigooo..”

“Ne. Dan kau harus benar-benar menyayanginya ne? Atau kau akan berhadapan dengan kami” ancam Soojung

“Ge.. geurom. Aku akan benar-benar menyayanginya” ucap Myungsoo.

“Ahh.. baguslah aku tenang kalau begitu.”

“Myung apa kau perlu bantuanku?” Tanya Minho

“Untuk?”

“menyingkirkan Son Naeun” bisik Minho

“nee????”
.
.
.
.
.
.
.
.

Suzy sedang berjalan menuju kelasnya dengan wajah kesal. Mulutnya bergerak mengatakan sumpah serapah tanpa suara kepada 2 orang sahabatnya karena sudah terus terusan menggodanya.

‘Aish.. sahabat yang jahat’

‘akan kupotong lidah kalian’

‘Dasar 2 manusia pabbo!’.

Sebelum masuk kelas, ia pergi ke Toilet hanya untuk sekedar membasuh muka karena wajahnya terlihat jelek saat marah marah, menurutnya.

Aish.. kalau kau jelek saat marah lalu kami apa? Buruk rupa?

“haaftt.. menyebalkan” ucapnya saat sudah membasuh muka. Setelah itu, ia hendak keluar dari toilet. Saat ingin membuka pintu tiba-tiba…

Byurrrrr

Sebuah ember dengan air yang penuh jatuh menyiram suzy sehingga ia basah kuyup.

Yah kalau begini, kau tidak bisa menghadiri kelas suzy-ah..

“Yakkk!!! Siapa yang berani melakukan ini kepadaku?!?!?!?!” Bentak suzy.

“Aku. Wae?” Jawab seseorang dengan santainya.

“Neo??!!!”

“Mwo?”

“hah.. ternyata kau Naeun-ssi. Apa maumu?” Tanya suzy berusaha santai.

“Mauku? Kau menjauhi Myungsoo oppa” jawab Naeun
“Jadi kau melakukan ini karena Myungsoo?” Tanya suzy kaget. Dan dibalas anggukan oleh Naeun.

“Cih. Kekanak-kanakan” setelah mengucapkan itu, Suzy pergi meninggalkan Naeun menganga mendengarnya.

“Aish.. bukan ini yang aku mau. Kenapa reaksinya hanya begitu saja?! Aku terlihat seperti bawang merah kalau begini.” Gerutu Naeun kesal.

Sementara suzy? Ia memilih menunggu di depan gerbang kampus untuk menunggu supirnya dan tak memperdulikan ucapan Naeun tadi. Baginya, Naeun hanya satu dari sekian fans myungsoo yang iri atas kedekatannya dengan pangeran mereka itu.

“Yeoboseyo..”

“…..”

“Naya suzy. Aku tadi tercebur di kolam. Aku basah kuyup dan kedinginan sekarang. Ahjussi jemput aku ne?”

“………”

“Gamsahamnida ahjussi.. aku tunggu. Cepatlah.”

Pip

“Aish.. dasar yeoja pabbo! Berani-beraninya melakukan ini padaku hanya gara-gara Myungsoo. Aish..”

Suzy mulai kebosanan menunggu. Lalu ia teringat harus memberi tau teman-temannya atas ketidak hadirannya kali ini. Mengingat teman, ia mendadak kesal karena mengingat kejadian di kantin.

“Yeoboseo.. Soojung-ah..”

Myungsoo Pov

“Mwoya? Menyingkirkan Naeun? Untuk apa?” Tanyaku kaget. Apa minho itu gila? Menyingkirkan naeun?

“Ne. Kau ingin kencanmu lancar kan? Kalau Naeun tiba-tiba datang gimana? Jadi kita harus menyingkirkannya terlebih dahulu” Jelas Minho

“Menyingkirkan apa maksudmu membunuh?” Tanyaku

“Aigooo.. Myungsoo bukankah iq mu tinggi? kenapa kau se pabbo ini sih?” Tanya Minho kesal.

“Jadi bukan dibunuh? Lalu?”

“Tentu bukan sunbae. Jadi kita harus membuatnya sibuk saat akhir pekan dan kencanmu akan lancar” jelas Jinri.

Mendengar kata kencan, aku merasa pipiku memerah. Aigoo.. kencan? Apa itu bisa dibilang kencan?

“Emm.. aku rasa ini bukan kencan jinri-ah. Bahkan kami bukan sepasang kekasih” ucapku

“Ish.. wanita dan pria berjalan-jalan berdua menghabiskan waktu seharian memang apa namanya selain kencan?” Tanya Jinri

“Ne. Dan kencan tidak hanya dilakukan sepasang kekasih sunbae. Aigoo.. oppa kau menemukan Myungsoo sunbae dimana sih? Seperti orang pedalaman saja” Timpal Soojung.

Mwoya? Orang pedalaman? Aigoo apa dia tidak tau teman-teman SMA ku mengatakan aku ini tampan seperti Visual Infinite? Aku ini terlalu tampan untuk dianggap sebagai orang pedalaman.

“Yak! Aku ini terlalu tampan untuk dibilang orang pedalaman. Arraseo?” Ucapku percaya diri. Tapi memang benar kan?

“kau percaya diri sekali sih sunbae.” Ucap jinri sambil mendelik mentapku.

“Yakk!”

“Geumanhe… kita kembali ke topik awal. Nah bagaimana Myung.. apa kau mau dibantu oleh kami?” Tanya Minho.

“Geure. Aku percayakan gadis itu pada kalian. Aku akan me..”

Kring kring kring..

Ey, telfon siapa yang berbunyi?

“Yeoboseo.. suzy-ah?”

“……”

“Wae?”

“…….”

“Mwoya?! Arraseo.. ne ne.. hati hati ne. Annyeong. Ne.. cheonma”

Plip

“itu suzy?” Tanyaku

“Ne. Dia tidak bisa menghadiri kelas. Katanya ia disiram sama fans mu itu” jelas Soojung

“Mwo?! Astaga… Naeun-ah…” aku tak habis pikir. Kenapa Naeun melakukan hal bodoh seperti itu?

“Kurasa fans mu itu sangat berbahaya myung. Aku jadi takut..” ucap Minho.

“Hah…. astaga..”
.
.
.
.
.
.
.
End of Myungsoo Pov

Hari yang Ditunggu-tunggu oleh calon pasangan ini pun tiba.

Tapi nona Bae kita ini masih saja bergelut dengan selimutnya dengan nyaman. Aigoo.. masih berpetualang di dunia mimpi nona? Lihatlah! Jam sudah menunjukan angka 8! Myungsoo akan datang sebentar lagi nona Bae!

Kring Kring Kring Kring Kring Kring

Bukan. Itu bukan suara jam weker. Itu suara ponsel suzy. Sungguh.

Lihat di caller id nya.

‘Jung Soojung’

Ooops.. nona Bae sebaiknya kau bangun.

Teng Tong..

Dan itu? Suara bel rumah suzy! Astaga Myungsoo sudah datang! Ayolah ji… bangunlah..

“Dimana Suzy?” Tanya seseorang di lantai bawah.

“Ada di kamarnya. Mau saya panggilkan?” Tanya seorang maid.

“Tak perlu. Aku akan ke atas. Sekarang”

Hah? Apa itu benar Myungsoo?

“BAE SUZY!!!”

Kurasa bukan.. itu..

TOK TOK TOK TOK

“BAE SUZY!! BANGUN SEKARANG ATAU AKU DOBRAK PINTU INI!! YAK!!! BAE SUZY!! IREONA!!”

Yap. Itu Jung Soojung. Dia hanya datang sendiri. Jinri? Oo ia sedang mengurus seseorang bersama Minho ya kalian taulah siapa..

Ceklek

Ohh.. akhirnya..

“Soojung? Ada apa kau kemari? Mau mengerjakan tugas ne? Nanti saja ya aku masih mengantuk” ucap Suzy. Mwoya?

“Nona bae, apa kau lupa ini hari apa?” Tanya Soojung sabar.

“Hari minggu. Wae?” Oo dia belum sadar.

“Lalu apa kau punya acara hari ini?” Tanya Soojung lagi.

“Acara?hm.. aku rasa tak ada. MWO? ACARA? AKU AKAN PERGI DENGAN MYUNGSOO. ASTAGA…AKU SUDAH TERLAMBAT!!” Ucap suzy histeris lalu segera meluncur ke kamar mandi.

“Hahh…. aku bisa gila kalau begini. Nona Bae, waktumu hanya 10 menit” teriak Soojung agar terdengar oleh Suzy di kamar mandi.

“Mwoya?! Kalau hanya segitu aku baru selesai sabunan” balas Suzy.

“Aku tak mau tau! Cepatlah… atau Myungsoo..”

“aish… arra arra.” Ucap Suzy dan Soojung terkekeh.

Di sisi lain.. Di rumah Jinri

“Yak! Kenapa aku dibawa kesini?!” Tanya Naeun.

“Emm… itu… apa..”

“Mwo? Cepatlah.. aku ada acara. Aku harus ke sungai han” ucap Naeun lagi.

‘Mwoya? Jangan harap’, batin Jinri

“Aku ingin meminta bantuanmu Naeun-ah” ucap Jinri

“Bantuan? Untuk apa?” Tanya Naeun.

“Itu.. kan kau pintar sekali menggambar. Nah.. aku ingin belajar untuk menggambar dan aku ingin kau menjadi tutorku. Gwenchana?” Ucap Jinri.

“ah begitu.. nanti saja ne aku ada urusan”

“Jangaan!! Itu.. aku.. harus sekarang Naeun-ah.. jebaalll.. nee?” Pinta Jinri dengan puppy eyes nya.

“Yak! Itu menjijikan! Em.. baiklah tapi harus cepat ne?”

‘YES!! Ahahaha…’, batin Jinri bersorak gembira.

“Ne. Gomawo Naeun-ah..”
.
.
.
.
@ Myungsoo’s House

“Apa kau sudah siap?” Tanya Minho.

“Ne. Aku tampan kan?” Tanya Myungsoo percaya diri.

“Ne. Tapi lebih tampan aku” Ucap Minho.
“Yayaya terserah.. bagaimana Naeun?” Tanya Myungsoo

“sudah beress.. kajja”

Mereka pun berangkat ke rumah Suzy. Tapi tentu mampir ke rumah Jinri untuk mengantar Minho. Eish.. tentu Jinri tidak bisa menghalau Naeun sendiri. Dia perlu bala bantuan.

“Myung.. aku masuk. Semoga berhasil ne” ucap Minho setelah turun dari Mobil Myungsoo

“Ne. Gomawo”
.
.
.
.
.
.
.

Back to Suzy’s House..

Setelah selesai mandi, Suzy langsung mengobrak abrik lemari nya untuk mencari pakaian yang akan dikenakannya. Tentu saja dengan bantuan Soojung.

“Ji.. yang ini saja ne..” ucap Soojung

“Shirreo. Terlalu terbuka”

“Yang ini?”

“terlalu tertutup Soojung-ah. Ini musim panas. Kau ingin aku kepanasan?”

“aish.. geure. Kalau yang ini?”

“Yak!! Itu pakaian renang! Michosseo?!”

“Yak!! Lalu yang mana?!” Tanya Soojung kesal.

“Emm… yang ini saja.” Ucap suzy sambil menunjuk dress selutut berwarna biru laut lembut bermotif bunga.

“Yeopo.. yasudah. Pakai sana. Cepaaat”

5 minutes later…

“Waahh.. yeopo…”Ucap Soojung terpukau.

“Gomawo..” Ucap Suzy

“Maksudku dressnya”

“Yak!!!”

“hahahah aku hanya bercanda. Jja kita bermake up”

“Yang natural saja ne..”

“Geure.”

A few minutes later..

“Jja.. sudah selesai”

“Gomawo Soojung-ah..”

“Yayaya cheonma. Ini bukan pertama kalinya kalian berkencan bukan?”

“yak.. ini bukan kencaan. Hanya jalan-jalan” elak suzy dengan wajah memerah.

“Aigoo.. uri suzy malu ne?” Goda Soojung

“Geumanhe Soojung-ah..”

“hahahaha arra”

Teng Tong..

“Wahh.. itu dia. Kajja” ucao Soojung. Mereka segera turun dan menyambut Myungsoo yang sedang menunggu di depan pintu.

“Annyeong” Sapa Myungsoo

“Annyeong Soo..” sapa Suzy

‘wahh.. yeopo….jinjja yeopo..’, batin Myungsoo memuja Suzy.

“Annyeong sunbae.. mau langsung pergi atau mau duduk dulu?” Tanya Soojung menyadarkan lamunan Myungsoo.

“Ah.. langsung saja. Kajja suzy-ah..”

“Kajja.. Soojung-ah gomawo ne..”

“Ne. Bersenang senanglah..”
Lalu calon pasangan ini pun berangkat menuju tempat tujuan mereka.

Sementara itu…

“Yak Jinri! Kenapa kau tak bisa-bisa juga. Aish.. aku harus pergi” ucao Naeun kesal.

“Aigoo.. mianhae Naeun-ah. Kan aku tidak mengerti. Lagipula kalau aku bisa kenapa aku harus bertanya kepadamu?” Ucap Jinri

“Aigoo.. sudahlah.. aku pergi saja. Annyeong”

“Yayayak!! Jangan Naeun-ah.. jeball.. kau sudah berkata akan membantuku” ucap Jinri memelas

“Tapi aku..”

“Hello Ladies.. ey ada Naeun? Aahh baguslah ini aku ada banyak makanan. Kajja dimakan. Kajja Naeun-ah aku tau kau belum makan. Kajja.. anggap saja ini balasan karena kau telah menolong jinri..” ucap Minho membujuk. Ya memang Naeun belum makan karena ia harus buru-buru bersiap untuk mengacaukan kencan Myungsoo dan Suzy.

“Ah.. em.. baiklah” ucap Naeun.
Dan mereka berhasil menghalangi Naeun.

‘Fiuuuhh…’

Back to Myungzy..

“Kajja suzy-ah..”

“Ne kajja.. apa kau bawa kameramu?” Tanya Suzy

“Tentu saja. Ini” jawab Myungsoo

“Bagus. Kajja kita berfoto..” ajak suzy

“Tentu..”

Cekrekk

Cekrekk

“Yeopoo..” ucap suzy tersenyum saat melihat hasil jepretannya.

“Ne.. Yeopoo..” ucap Myungsoo. Tapi ia tidak melihat ke arah kamera melainkan menatap wajah suzy. Suzy yang sadar ditatap hanya tersenyum malu.

“Kajja kita bersepeda” ajak Myungsoo

“Ne kajja…”

Mereka pun menyewa salah satu sepeda lalu mengendarainya. Tentu saja Myungsoo yang mengendarai.

“Pegangan ji..” ucap Myungsoo

“Ne..”

Mereka berkeliling sungai han dengan sepeda sambil bersenda gurau. Sesekali Suzy kesal dengan candaan Myungsoo dan begitu pula sebaliknya. Kadang sunyi. Tak ada suara. Namun sedetik kemudia mereka tertawa karena suasana itu.

Ooo bersenang-senang ne???

Lain Myungzy lain Naeun. Sementara Suzy dan Myungsoo bersenang-senang, Naeun harus bersabar menghadapi 2 orang yang menghadangnya untuk pergi.

“Yak jinri-ah Minho-ah aku harus pergi.. sungguh” ucap Naeun.

“Yaaah.. Naeun-ah nanti saja ne” Ucap Jinri

“Tapi aku ada acara penting. Sungguh..” ucap Naeun lagi.

“Jebaall…” ujar Jinri memohon.

“Mianhae aku tak bisa. Annyeong” Setelah mengatakan itu, Naeun langsung berjalan ke arah pintu. Namun tiba-tiba Soojung berada di depan pintu.

“Annyeong Naeun-ah.. mau kemana? Aku baru saja datang. Kajja kita masuk..” ucap Soojung saat bertemu Naeun dan langsung menariknya masuk.

“Mianhae Soojung-ah.. aku harus pergi.” Ucap Naeun lalu menghentikan langkahnya

“Tak bisa. Aku baru datang tapi kau sudah mau pergi. Ayo kita bersenang-senang. Kajja..” Ucap Soojung.

“Tapi….”

“Sudahlah… Kajja

“hhh.. baiklah..” ucap Naeun mengalah.

‘Bagus. Hahaha.. Naeun kau tidak bisa melawan seorang Jung.’ Batin Soojung penuh kemenangan.

Selamat bersenang-senang Naeun-ssi…
.
.
.
.
.

@ Han River
12.00 pm

“Soo.. aku lelah..” ucap Suzy lalu mendudukan dirinya di bangku taman.

“Nado.. apa kau haus? Aku belikan Strawberry Milkshake ne?” Tawar Myungsoo.

“Ne. Gomawo Soo..”

“Cheonma. Kau tunggu di sini ne..” Setelah berkata seperti itu, Myungsoo pergi membelikan minum untuk Suzy.

Kring Kring Kring

“Yeoboseo.. Soojung-ah, wae? Ada apa menelpon ku?”

“…….”

“Ne. Kami sedang istirahat”

“……”

“Myungsoo? Ia sedang membelikan minum untukku.”

“……”

“Ah.. baiklah akan ku sampaikan. Ne Annyeong”

Pip

“ini untukmu..” ucap Myungsoo saat sudah kembali.

“Gomawo..”

“Ne..”

“Soo.. tadi Soojung bilang kau disuruh menghubunginya. Tadi saat ia menelponmu kau tak mengangkatnya” ujar Suzy

‘Pasti tentang Naeun’, batin Myungsoo

“Ah ne.. sebentar” ucap Myungsoo lalu berjalan menjauhi Suzy untuk menelpon Soojung.

“Yeoboseo.. ada apa Soojung-ah?” Tanya Myungsoo saat sudah terhubung.

“Bagaimana? Sudah kau katakan perasaanmu?”

“Belum.. aku berencana nanti malam. Sungai Han sangat indah jika malam”

“Ahh.. itu momen yang tepat sunbae. Aku mendukungmu”

“Ne.. bagaimana Naeun?”

“tenang sunbae.. dia sudah kami urus meski agak sulit”

“ah begitu.. gomawo ne”

“Ne cheonma sunbae. Aku tutup ne. Annyeong”

“Ne..”

Pip

“Kau bicarakan apa dengan Soojung?” Tanya Suzy saat Myungsoo sudah kembali.

“Ah.. itu ia bertanya padaku tentang Minho. Dia sudah seharian tidak bertemu dengan Minho” jawab Myungsoo bohong.

“Ah begitu…”

“Apa kau masih lelah?” Tanya Myungsoo

“Ani. Wae? Mau melanjutkan jalan-jalan? Kajja..”

“Hahaha.. ne. Kajja”
.
.
.
.
.
.
.
.

@ Jinri’s House
In the same time..

“Yak Soojung!! Kau darimana saja eoh? Palli bantu aku membereskan ini!” Bentak Naeun pada Soojung

“Yak! Jangan membentakku nenek lampir!” Soojung balas membentak

“Yak!!!”

“Geumanhe Yeojadeul… kajja sebaiknya kita bereskan sampah-sampah ini” Ucap Minho melerai

‘Aishh.. kalau begini aku tak bisa menggagalkan kencan Myungsoo oppa’, Gerutu Naeun dalam hati.

“Ini karena kau! Coba kau tidak menendang botol minuman itu, pasti tidak akan begini!” Ucap Naeun menyalahkan Soojung.

“YAAK!! Ini juga salahmu yang mendorongku!!” Balas Soojung tak mau kalah.

“Kalian berdua! Sedari tadi hanya ribut saja! Dasar tamu tak tau diri! Palli bantu aku merapihkannya!” Bentak Jinri

“Aish..”

Heh… yeoja bar bar bertemu dengan sesamanya pasti akan begini..

Back to Han River..

“Soo.. aku lapar” ucap Suzy saat mereka sedang berjalan-jalan

“Nado..kajja kita makan ddaebokki. Aku tau tempat ddaebokki yang enak di sekitar sini” ajak Myungsoo

“Kajja..”

@ kedai ddaebokki

“Silahkan dinikmati” ucap pelayan kedai

“Gamsahamnida” ucap Myungsoo dan Suzy

“Selamat makaan” ucap Suzy lalu mulai memakan ddaebokkinya

“Ji..” panggil Myungsoo

“Ne?” Jawab Suzy dengan mulut yang penuh dengan makanan. Terlihat sangat menggemaskan dilihat Myungsoo.

“Hahaha.. ani. Habiskan makananmu” jawab Myungsoo

“Siap bos” lagi-lagi dijawab Suzy dengan mulut penuh makanan.

“Hahaha.. kyeoptaa”
.
.
.
.
.
.

Tak terasa hari sudah sore dan menjelang malam. Namun calon pasangan itu masih asik dengan acara mereka. Mengobrol di sekeliling sungai Han. Sesekali tertawa. Sesekali saling menggoda. Sesekali.. hmm.. Seperti ini. Saling kejar kejaran hingga pada akhirnya mereka tertawa bersama. Hahhh.. benar-benar hari yang indah.

Sementara itu…

“Yaaakkk!! Ini sudah hampir malam! Aku benar benar harus segera pergi!” Kata Naeun kesal.

“Tinggalah sebentar lagi Naeun-ah..” bujuk Jinri

“Shirreo!! Dari tadi bilang sebentar lagi sebentar lagi lalu kapan aku perginya? Aku sudah sangat terlambat!” Ucap Naeun.

“Memangnya kau ada acara apa sih?” Tanya Minho pura pura

“Ah.. itu…”

“Tuh tak bisa menjawabkan? Yasudah kau disini saja bersama kami” ucap Soojung

“Aku.. tidak bisa. Sungguh”

“Ish.. kau harus di sini sampai mereka pulang!! Eh…” ucap Jinri keceplosan

“Apa maksudmu?” Tanya Naeun penuh selidik.

‘Jinri pabbo! Pabbo! Pabbo’, maki Soojung dalam hati

“Ehh .. tak apa.. maksudku.. orang tuaku. Iyaa.. hehe” ucap Jinri mencari alasan.

Huh.. alasan yang tak masuk akal.

“Kau berbohong yaa?? Oo aku mengerti. Aish.. kenapa aku baru sadar. Kalian sengaja menjebakku di sini agar tidak mengacau acara Myungsoo oppa kan? Yak!! Kalian keterlaluan!” Kata Naeun kesal

“Aku tak mengerti maksudmu” ucap Soojung mengelak

“Ne. Kau ini bicara apa Naeun-ah..” timpal Minho

“Kalian bersekongkol kan untuk menjebakku?!! Ayo ngaku!!” Desak Naeun

“Tidakk!” Balas Soojung

“Iya!”

“Tidak!”

“Iya!”

“Tidak!”

“Iya!”

“Tidak!”

“Iya!”

“Tidak!”

“Geumanhe!!!” Teriak Jinri

“Kalian bisa tidak akur sebentar saja?!” Tambah jinri

“TIDAK!!” Bentak Soojung dan Naeun bebarengan. Seketika Jinri menciut.

“Heh.. pertengkaran yeoja benar-benar aneh..” ucap Minho

“MWO?!”

“ahh ani ani hehe..”

“Pokoknya aku mau ke sungai han. TITIK. Dan kalian tidak bisa mengahalangiku!”

Setelah mengatakan itu, Naeun segera pergi ke Sungai Han. Meninggalkan 3 orang yang gelisah.

“Ahh ottokhae? Aku benar-benar pabbo!” Maki Jinri kepada dirinya sendiri.

“Aish.. dasar yeoja bar bar” ucap Soojung kesal

“Kau! Bercerminlah.. kau juga bar bar” ucap Jinri

“Geuman.. kita harus menghubungi Myungsoo sekarang. Palli!” Ucap Minho

Tuuut Tuuut Tuuuut

“Tak diangkat oppa” ucap Soojung panik

“Aaahh ottokhaeyo..” ucap Jinri tak kalah panik

“Kirim pesan saja..” usul Minho

“Geure”

Sunbae, Naeun berhasil kabur dari kami. Kau jangan sampai bertemu dengannya ne. Hwaiting!!! ㄟ(≧◇≦)ㄏ

.
.
.
.
.
.

@ Han River
7.00 pm

DRIIT DRIIT

From : Jung Soojung

Sunbae, Naeun berhasil kabur dari kami. Kau jangan sampai bertemu dengannya ne. Hwaiting!!! ㄟ(≧◇≦)ㄏ

Deg

‘Aduh.. mati aku’, batin Myungsoo

“Ada apa Soo?” Tanya Suzy yang melihat Myungsoo melamun

“Ah.. ani. Kajja kita jalan-jalan lagi” ajak Myungsoo.

Selagi berjalan-jalan, Myungsoo memikirkan cara untuk menyatakan cintanya pada Suzy dan pandangannya was was, takut kalau matanya menangkap sosok Naeun.

“Kau kenapa Soo? Sepertinya sedang was-was begitu?” Tanya Suzy

“Ah ani ani.. kajja kita ke pinggir sungai Han” ajak Myungsoo

“Johaa.. kajja”

Sementara itu..

“Aish.. ini gara-gara 3 manusia pabbo itu aku jadi seperti ini! Nanti kalau Myungsoo oppa dan Yeoja itu sudah menjadi sepasang kekasih gimana? ANDWE! Aduhh itu tak boleh terjadi! Aku harus cepat menemukan mereka!” Tekad Naeun kepada dirinya.

Menyerahlah, Naeun-ssi..

.
.
.
.
.
.

“Waaahh yeopoo.. ” puji Suzy saat melihat keindahan Sungai Han

“Ne. Tapi kau lebih cantik ji..” puji Myungsoo

Blushh..

Pipi Suzy memerah seketika

“Ahahaha pipimu memerah. Kyeoptaa.” Ucap Myungsoo sambil mencubit kedua pipi Suzy gemas.

“Appoo..” gerutu Suzy sambil mengempoutkan bibirnya

“Jangan menggodaku, Bae Suzy

“Siapa yang menggodamu?”

“Dengan mengempoutkan bibirmu seperti itu kau menggodaku untuk memakan bibirmu” ucap Myungsoo

“Yak!! Byontae!”

“Ahahahaha…”

“…..”

“…..”

Suasana hening seketika. Hanya terdengar suara air sungai yang mengalir dan kendaraan yang berlalu lalang. Serta suara orang yang sedang berada di sana.

“Suzy-ah…”

“Ne?”

“Geuge.. sasil….Nan..”

“Myungsoo oppa!” Teriak seorang yeoja memanggil Myungsoo.

‘Aduh…’

“Na..Naeun-ah..”

“Yak oppa! Kenapa kau tidak mengajakku kesini eoh?” Tanya Naeun kesal

“Yak! Ini acaraku dengan Suzy. Kau jangan mengacau lagi. Arra?!” Bentak Myungsoo

“Soo.. kendalikan emosimu” Ucap Suzy menasihati

“Neo! Sudah aku bilang jauhi namjaku!” Bentak Naeun kepada Suzy

“Yak! Siapa yang kau bilang Namjamu? Jika yang kau maksudkan adalah aku maka kau hanya bermimpi”

“Oppa…” lirih Naeun

“Heh.. mian Naeun-ah tapi sungguh aku lelah dengan sikapmu yang seolah-olah menganggapku namjamu. Sungguh. Aku risih, kau tau itu?” Ucap Myungsoo melembut.

“Tapi oppa aku mencintaimu”

Deg

Suzy yang mendengarnya merasa sakit. Dia saja tidak berani mengatakan perasaannya kepada Myungsoo terlebih ada orang lain. Dia…iri dengan Naeun yang bisa bersikap jujur dan terbuka seperti ini.

‘Apa Myungsoo akan menerimanya?’

Itulah yang ia pikirkan. Kalau dilihat Naeun cantik, tubuhnya ideal, suaranya bagus dan lelaki mana yang sanggup menolaknya?

Memikirkannya hanya membuat Suzy sesak.

“Se.. sebaiknya aku pergi saja. Permisi”

“Suzy-ah.. tunggu” Myungsoo berusaha mengejar Suzy tapi Naeun menarik tangannya.

“Oppa.. tetaplah di sini.. Jebal..”

“Mianhae Naeun-ah.. aku tidak mencintaimu” Jawaban yang diberikan Myungsoo membuat Naeun meneteskan air matanya

Myungsoo yang melihatanya tentu merasa tak tega.

‘Hanya lelaki pecundang yang membiarkan wanita menangis sendirian. Terlebih karnanya’, pikir Myungsoo

“Uljima.. Mianhae.. jeongmal”

“hiks.. hiksss.. oppa apa kau mencintai Suzy?” Tanya Naeun sambik terisak

“Ne. Aku mencintainya. Mianhae Naeun-ah..”

“Hikss.. oppa kau jahat. Aku yang terlebih dulu menyukaimu tapi kenapa dia yang kau pilih.. hiks..”

“Mianhae.. Mianhae tapi dia yang terlebih dulu masuk ke hatiku” Ucap Myungsoo.

“Huaa…hiks..hiks..” tangisan Naeun semakin kencang dan mengundang tatapan dari orang-orang di sekitarnya

“Yayayayak Naeun-ah.. uljimaa kau akan membuat orang-orang salah paham..” ucap Myungsoo panik

“Hiks.. apa kau benar benar menyukai Suzy?”

“bukan hanya menyukai. Tapi aku sangat mencintainya Naeun-ah..” ucap Myungsoo tegas. Dari matanya.. Naeun bisa melihat seberapa yakinnya Myungsoo akan kata-katanya barusan. Itu cukup menandakan bahwa ia sangat mencintai Suzy.

Seketika Naeun sadar kalau dia hanya penghalau hubungan Myungsoo dan Suzy. Ia jadi merasa bersalah..

“Nado mianhae oppa.. aku membuat kencan mu gagal lagi” sesal Naeun

“Gwenchana.. aku akan bicara dengannya nanti” ucap Myungsoo

“Hiksss.. oppa Suzy kemana?”

Nahloh. Itu dia. Suzy kemana sekarang? Apa dia sudah pulang? Perasaan bersalah melingkupi hati Myungsoo.

‘Aku yang membawanya keluar tapi aku tak membawanya pulang. Myungsoo pabbo!’, makinya dalan hati.

“Heh.. nan molla. Yasudah kajja aku antar pulang. Ini sudah semakin malam” ajak Myungsoo

“Aku jadi merasa bersalah kepada suzy” ucap Naeun

“Gwenchana.. ia pasti mengerti”

Sementara itu..

Setelah kejadian di Sungai Han tadi, Suzy langsung pulang dan mengurung diri di kamarnya. Ia tumpahkan tangisannya malam itu. Tatanan make up yang tadinya mempercantik dirinya sekarang tak berguna lagi. Dia tak memperdulikan itu. Yang ia inginkan hanyalah menangis sepuasnya agar hatinya merasa lega. Hari yang ia kira akan membahagiakan malah menjadi hari terburuknya.

‘Apa takdir sedang mempermainkanku?’, ucapnya dalam hati

Kring Kring Kring

Kring Kring Kring

Bahkan dering hp nya tak ia perdulikan. Siapapun yang menghunginya pasti tak jauh-jauh ingin membicarakan tentang malam ini. Suzy sedang tidak mood untuk menceritakannya.

Tok tok tok

“Suzy-ah.. ini oppa”
Bae Soo Hyun, oppa Suzy sedang di depan kamar Suzy. Ia bingung akan sikao adiknya yang tiba tiba pulang lalu masuk ke dalam kamar. Ia juga sempat melihat wajah sang adik memerah. Maka dari itu, ia ingin bertemu dengan adiknya.

“Wae oppa?” Tanya Suzy dengan suara serak khas orang menangis.

Mendengar suara Suzy, Soo Hyun
yakin adiknya ini sedang menangis.

“Apa oppa boleh masuk?” Tanya Soo Hyun

“oppa mau apa?” Tanya Suzy lagi

“Tidak ada. Boleh tidak?”

Ceklek

“Ada apa oppa?” Tanya suzy sambil mengusap air matanya

“Adik oppa ini kenapa hm?” Tanya Soo Hyun sambil menbantu menghapus air mata suzy

“Nan gwenchana oppa..”

“siapa yang mengajari adik oppa berbohong? Oppa tau kau ada masalah. Jja ceritakan pada oppa tampanmu ini” ucap Soo Hyun dengan sedikit guyonan di akhir kalimatnya

“Oppa..Hiks hiks hiks” Suzy langsung memeluk oppanya dan menumpahkan tangisannya di dada kekar oppanya yang hangat

“Sshh… uljima.. jja kita masuk dulu ke kamarmu. Tak enak bila menangis di depan pintu”

“Oppa hiks hiks.. apa aku ini bodoh? Hiks hiks..” Tanya Suzy saat mereka sudah masuk ke dalam kamar Suzy.

“Kau hanya sedikit lemot dan lelet ji…” jawab Soo Hyun

“Ish.. oppa aku serius.. hiks hiks..”

“hahaha ne.. menurutku kau tidak terlalu bodoh. Wae?”

“Oppa… aku mencintainya tapi ia.. hiks hiks..”

“Shh.. tenanglah.. oppa tidak akan memaksamu bercerita. Tenanglah…”

“Ani oppa.. dia.. dia”

“shh.. sudahlah tak apa..Oppa memang tidak mengerti masalahmu tapi oppa yakin kau sedang salah paham. Dengarkan penjelasannya dan jangan menyimpulkan langsung begitu saja. Ne?”

“Ne oppa. Gomawo..”

“Sekarang tidurlah.. jalja”

“Jaljayo oppa..”
.
.
.
.
.
.

Seoul University
8.00 am

Pagi yang cerah. Matahari bersinar dengan terangnya. Orang-orang mengawali pagi yang indah ini dengan senyuman. Senyuman di pagi hari mengawali hari yang baik. Tapi tidak dengan yeoja yang satu ini. Sedari tadi tak ada senyum di wajahnya. Padahal hari sedang cerah tapi sepertinya suasana hatinya tidak bisa merayakan pagi yang cerah ini.

Hari ini Suzy -nama yeoja itu- bangun lebih cepat dari biasanya. Bangun lebih cepat dari jam wekernya yang biasanya jam weker lah yang berusaha membangunkan Suzy. Padahal ia tidur larut malam karena menangis terus-menerus. Hh.. bahkan ia sedang tidak mood untuk bergelung dengan nyaman dengan selimut dan tempat tidur empuknya.

“Yak! Suzy-ah.. tumben kau datang pagi” ucap Soojung saat Suzy sudah sampai di kantin

“Ne. Padahal kelas akan dimulai sejam lagi..” timpal Jinri

“……” Suzy hanya diam dan menyibukan diri dengan handphone nya

“Ooo arra arra.. kau sedang senang kan karena acara mu kemarin. Jja ceritakan kepada kami” ucap Jinri antusias

“Kau sudah resmi kan dengan Myungsoo sunbae? Aish.. aku sangat ingin bertanya kepada kalian. Tapi tak ada satupun dari kalian yang mengangkat telpon dariku. Sepertinya kalian sedang senang sampai tak mau diganggu” ucap Soojung

“……”

“Kenapa kau diam saja? Ayo ceritakaan” desak Jinri

“bisakah kalian diam?” Tanya Suzy dingin

“Su.. suzy-ah…

“Kenapa kau seperti ini? Waegure?” Tanya Soojung

“Aku sedang tak ingin bicara banyak hari ini. Sebaiknya kalian diam” ucap Suzy dingin lagi

“Yak!!”

“Geumanhe Soojung-ah.. kita biarkan dulu suzy. Sepertinya dia sedang badmood” bisik Jinri kepada Soojung
“Hhh.. baiklah…”

‘Mianhae Soojung-ah Jinri-ah..’

In the other side..

“Hey Myung! Neo gwenchana? Apa kau dan Suzy sudah menjadi pasangan? Apa kau berhasil? Ceritalah kepadaku..” Minho bertanya kepada Myungsoo saat Myungsoo baru sampai di kelasnya.

“Hhh…” Myungsoo menghela nafas.

“Yaakk!! Kau kenapa? Apa kau ditolak Suzy?” Tanya Minho panik

“Aniyoo..” jawab Myungsoo lemas

“Kalau begitu kau kenapa? Kalau kau tidak ditolak bukannya kau diterima? Kenapa kau lemas begini? Apa kau tidak senang diterima suzy?” Tanya Minho

“hhh.. aku tidak diterima dan tidak ditolak”

“Lalu? Kau digantung?”

“Yak! Suzy tidak sekejam itu mau menggantungku! Aku bisa mati nanti..”

“Astaga Myung.. bukan itu maksudku. Di gantung itu maksudnya tidak diberi kepastian” jelas Minho

“Hhh bukan itu juga Min..

“lalu?”

“aku.. gagal lagi menyatakan perasaanku padanya..”

“Mwo?! Apa gara-gara Naeun lagi?” Tanya Minho terkejut dan dijawab anggukan oleh Myungsoo

“Astaga… Geu yeoja jinjja!”

“Bahkan dia menyatakan perasaannya padaku..” tambah Myungsoo

“Mwoya?! Lalu Suzy?”

“Dia pergi. Entah kemana. Sepertinya pulang. Hhh…” Ucap Myungsoo lemas
“Oh astaga.. lalu kau mengejarnya?”

“Ani. Naeun mencekal tanganku. Lalu aku memberi pengertian kepadanya. Saat aku ingin mengejar Suzy, ia sudah menghilang..” jelas Myungsoo

“Yak!! Neo paboya!”

Pletak

Jitakan sukses mendarat di kepala Myungsoo. Sang korban (?) hanya meringis kesakitan.

“Yak! Kenapa menjitakku? Appeuda..” ucap Myungsoo sambil mengusap kepalanya

“Itu untuk kebodohanmu Myung! Itu baru dariku, nanti saat sahabat-sahabat Suzy tau kau berbuat seperti ini kepada suzy, habis kau” ucap Minho

“Ye? Masih ada lagi?”
.
.
.
.
.
.
.
.

“MWOYA?!!” Teriakan 2 yeoja cantik terdengar dari seluruh penjuru kantin yang dihadiahi tatapan tajam dari orang-orang di sekitarnya.

Tentu mereka berteriak ada alasannya. Setelah Suzy mulai mendapatkan moodnya kembali, ia mencoba bercerita kepada 2 sahabatnya. Dan ya.. jadi beginilah..

“Ssstt.. jangan keras-keras teriaknya” ucap Suzy memeringati

“Aish.. geu yeoja!!! Jinjjaa.. dia benar-benar mencari masalah dengan kami” ucap Soojung kesal

“Dan juga Myungsoo sunbae pabbo!! Apa dia mengejarmu suzy-ah?” Tanya Jinri

“hhh.. aniyo.. aku pikir ia malah bersenang-senang dengan Naeun dan mungkin dia menerima Naeun..” ucap Suzy dengan air mata yang menggenang di matanya.

“Yaak.. uljimaa..” ucap Jinri menenangkan

“Mwoya?!!! Dia tidak mengejarmu?! Dasar namja pabbo!! Akan ku hajar dia nanti. Aish.. berani-beraninya mempermainkan sahabatku!!” Ucap Soojung ber api-api

“Tenanglah Soojung-ah.. kekerasan tak menyelesaikan masalah” ucap Jinri menasihati

“Mana bisa aku tenang Jinri-ah.. sahabatku dipermainkan! Aish.. ini gara-gara Minho oppa! Coba dia tidak mengenalkan sahabat brengsek nya itu pasti uri suzy baik-baik saja!!” Ucap Soojung.

“Hikss.. jinri benar. Jangan seperti ini Soojung-ah..” ucap Suzy

“Aigoo ne ne.. uljima.. kami akan bersamamu Ji..”

“Gomawo..”

Setelah menenangkan Suzy, mereka pergi ke kelas mereka pagi ini. Di jalan, mereka bertemu dengan Naeun. Saat Soojung ingin menghampiri Naeun, Suzy langsung menahannya. Ia tak mau hanya karena masalah kecil seperti ini harus ribut. Lagipula ini masih pagi. Pagi yang indah tak seharusnya dirusak oleh keributan.

“Hh.. baiklah ji. Kajja kita lanjutkan ke kelas” ajak Soojung dan mereka pun melanjutkan berjalan ke kelas.

Tak sengaja pembicaraan mereka didengar oleh Naeun. Naeun merasa malu. Dia sadar ia terlalu kekanak-kanakan. Dia juga masih merasa bersalah kepada Suzy. Seharusnya mereka -Suzy dan Myungsoo- sudah resmi menjadi sepasang kekasih kemarin. Namun karena ulahnya mereka harus seperti ini. Naeun ingin memperbaikinya. Dia akan membuat Myungsoo dan Suzy bersama.

.
.
.
.
.
.
.
.
.

Seoul University
1.30 pm

“Myungsoo oppa!” Panggil seorang yeoja kepada Myungsoo.

“Naeun?”

“Annyeong oppa” sapa Naeun riang

“Yak! Apa yang kau lakukan di sini? Mau mengganggu Myungsoo lagi eoh? Kka!” Usir Minho tapi tak berpengaruh kepada Naeun.

“Aku hanya ingin bicara kepada Myungsoo oppa. Weeekk..” ucap Naeun sambil memeletkan lidahnya

“Waegure Naeun-ah?” Tanya Myungsoo

“Oppa.. aku ingin membantumu”

“membantu apa?”
.
.
.
.
.
.
.

@ Canteen

Suasana kantin siang ini sangar ramai. Banyak mahasiswa yang makan siang di sini. Ada pula yang hanya sekedar mengobrol dan bercanda. Ada juga yang sambil mengerjakan tugas.

Suzy dan kedua sahabatnya pun ikut meramaikan kantin. Mereka mampir ke sini untuk makan siang. Seperti biasa Suzy pasti memesan Strawberry Milkshake kesukaannya. Soojung sedari tadi makan dengan gusar. Jinri yang melihatnya heran.

“Soojung-ah, neo gwenchana?” Tanya Jinri

“Nan gwenchana. Aku hanya mencari Minho oppa sedari tadi aku tak melihatnya” ucap Soojung

“Nanti ia pasti menghubungimu” ucap Suzy menenangkan

Kring Kring Kring

“Tuh kan. Apa ku bilang”
“hehehe..”

Klik

“Yeoboseo.. oppa neo eodiga?” Tanya Soojung

“…..”

“Di kantin”

“…..”

“Omona.. Jinjja?”

“…..”

“Ah.. baiklah. Ne.. Nado saranghae”

Pip

“Ih menjijikan” ucap Jinri

“eyy itu hal yang wajar dilakukan sepasang kekasih saat sedang bertelepon. Makanya kau carilah kekasih” ucap Soojung

“Aish…”

“Jinri-ah temani aku ke toilet. Palli..” ucap Soojung
“Tapi aku…”

“Palli!! Suzy-ah.. kami ke toilet dulu ne..kajja jinri-ah..” ucap Soojung lalu menarik Jinri ke luar kantin

“Jangan terlalu lama..” ucap Suzy

“aish.. tega sekali mereka meninggalkanku” gerutu suzy

Sementara itu..

“Sudah kau hubungi mereka?” Tanya Myungsoo

“Sudah. Pasti mereka sebentar lagi datang” jawab Minho

“Bagus”

“Oppa apa kau sudah siap?” Tanya Naeun

“Sudah tapi Soojung dan Jinri belum datang” jawab Myungsoo

“Oppa!”
“Sunbae!”

“ah.. kalian lama sekali” gerutu Minho

“Mian oppa. Jinri harus kujelaskan dulu” ucap Soojung

“Mian. Hehe”

“Nah sekarang mulai!”

“Test Test.. ya. Selamat Siang semuanya. Pesan ini ditujukan untuk Nona Bae Suzy. Bae Suzy dimohon untuk pergi ke lapangan. Sekali lagi Nona Bae Suzy dari Jurusan Design diharap segera menuju ke lapangan. Gamsahamnida”

Suzy Pov

“Test Test.. ya. Selamat Siang semuanya. Pesan ini ditujukan untuk Nona Bae Suzy. Bae Suzy dimohon untuk pergi ke lapangan. Sekali lagi Nona Bae Suzy dari Jurusan Design diharap segera menuju ke lapangan. Gamsahamnida”

Ye? Aku? Ada apa?

Aish.. Soojung dan Jinri kemana sih? Aku ingin sekali ke lapangan. Aku sangat penasaran. Ada apa di lapangan? Kalau itu hanya akal-akalan untuk menjailiku gimana?

Baiklah. Aku akan kesana. Semoga tak ada hal buruk lagi menimpaku.

End of Suzy Pov

Sementara itu, Seorang Namja sedang menunggu seseorang di tengah lapangan yang sedang panas-panasnya. Ia membawa bunga dan juga pengeras suara.

Namja itu -Myungsoo- menunggu dengan sabar kedatangan sang Yeoja, Bae Suzy. Entah apa yang dilakukannya di tengah lapangan itu.

Yap. Setelah lumayan lama menunggu akhirnya sang pemeran utama -Suzy- datang juga. Ia heran mengapa di sini ramai sekali dan Myungsoo yang berdiri di lapangan dengan bunga yang indah di tangannya.

“Ya. Annyeong semuanya. Ini aku Kim Myungsoo mahasiswa dari jurusan Bisnis. Ingin menyatakan cintaku kepada seorang yeoja cantik dari jurusan Design yang telah mencuri hatiku disaat pertama kali kami bertemu”

Suzy yang melihat dan mendengarnya hanya terpukau dan terkejut.

‘Apa yang dia lakukan?’

“Bae Suzy! Mendekatlah kepadaku”

Entah dorongan darimana, Suzy mendekati Myungsoo. Seperti terhipnotis, ia tidak sadar bahwa ia sedang berjalan menuju Myungsoo. Tiba-tiba saja Myungsoo sudah berada tak jauh darinya.

Myungsoo menekuk lututnya dan mengangkat tangannya yang menggenggam bunga ke arah suzy. Sedangkan tangan satunya memegang pengeras suara.

“Bae Suzy aku.. mmm.. Saranghae. Nan jeongmal saranghae. Would you be mine?”

Telinga Suzy berdenging setelah mendengar pernyataan cinta dari namja di hadapannya. Ia tak menyangka akan di perlakukan spesial seperti ini.

“Bae Suzy kumohon terimalah aku”

“Terima”

“ayoo Terima saja..”

“Terima saja Bae Suzy..”

“Ayo terima..”

Suara riuh memenuhi lapangan. Semua berteriak menyuruh Suzy menerima pangeran kampus mereka. Ada juga yang tidak terima. Tapi yang setuju tentu lebih mendominasi.

“Myungsoo-ah… Nado saranghae..” ucap Suzy lalu memeluk Myungsoo. Air mata membasahi wajahnya. Bukan. Bukan air mata kesedihan. Tapi air mata kebahagiaan. Myungsoo tentu membalas pelukan Suzy. Ia merasa lega atas jawaban Suzy.

“Ayo kita berdiri. Ini pegal kau tau” ucap Myungsoo dan membuat keduanya terkekeh.

“Aku tak akan membuatmu mengeluarkan air mata ini. Kecuali air mata kebahagian yang keluar dari mata indahmu” ucap Myungsoo sambil mengusap air mata Suzy

“Myungsoo-ah.. saranghae..” ucap Suzy

“Nado. Nado saranghae Bae Suzy”

Chu~

Tanpa disangka, Myungsoo menempelkan bibirnya di bibir lembut milik Suzy. Suzy yang diberi ciuman mendadak ini terkejut. Tubuhnya menegang. Suara riuh disekitar semakin berisik dan keras.

“Hahaha.. kyeopta” ucap Myungsoo sambil mencubit kedua pipi Suzy saat sudah melepaskan ciuman mereka

“Aish.. byeontae!” Ucap Suzy kesal

“Ahahaha… chagi untuk ciuman kita selanjutnya belajarlah untuk membalas ciumanku. Bukannya melotot dan menegangkan tubuhmu seperti tadi. Ahahahaha” ucap Myungsoo lalu berlari menjauhi Suzy.

“Aish.. neo! Kemari! Jinjja..” ucap Suzy kesal lalu berlari mengejar Myungsoo

Akhirnya pasangan itu bersama. Tentu saja ini atas ide Naeun.

Bukankan dia sudah berusaha membuat pasangan ini bersama?

Naeun melihat semuanya. Dari awal sampai kejadian ciuman tadi. Meskipun sakit tapi dia bahagia melihat Myungsoo bahagia. Terlihat sekali di wajah Myungsoo. Naeun akan mencari pria yang lebih baik dari Myungsoo.

Hhh.. Naeun-ssi kau melakukan hal baik hari ini..

Saat Naeun ingin meninggalkan lapangan, tiba tiba

BRUKK

“Yak! Apa apaan ini?!”

Seseorang menabrak Naeun dan tak sengaja menumpahkan minumannya ke tubuh Naeun. Jadilah Naeun basah kuyup.

“Aigoo.. jwesonghamnida agassi. Aku tak sengaja.. jwesonghamnida..”

Seorang namja menabrak Naeun. Naeun berniat melabrak orang itu. Sudah hati sakit sekarang tubuh juga sakit. Basah pula..

“Yak!! Kau berhati hatilah! Aish.. basah semuanya ini.. Neo..” Naeun berhenti memarahi sang Namja.

Dilihat dari wajahnya….Tampan.

“Jwesonghamnida..Joneun Lee Taemin imnida. Aku akan melaundry pakaian anda agassi. Nama anda siapa?” Tanya Taemin -namja itu-

“Naeun. Namaku Son Naeun..”

Well.. ini akan menjadi hal yang baru untukmu Naeun-ssi

*************

“ahahaha.. tak kusangka kau berani sekali Myung” Puji Minho

Saat ini mereka sedang berada di taman belakang kampus. Mereka berniat merayakan hari jadi pasangan baru ini. Seperti biasa, calon pasangan yang sudah menjadi pasangan ini menjadi korban bullyan para sahabat mereka. Tak henti-hentinya mereka menggoda pasangan baru kita ini.

Aish.. mau masih menjadi ‘calon’ atau sudah ‘resmi’ tetap saja digoda

“Aish.. kalian diamlah! Wajahku semakin memerah ini!” Ucap Suzy kesal

“Wahahahaha…” mereka malah tertawa geli

“Biarkan saja chagi.. mereka memang sudah gila” ucap Myungsoo

“dan kau harus memanggilku ‘oppa’ mulai sekarang” bukan. Itu bukan permintaan. Tapi perintah.

“shirreo!” Tolak Suzy

“Kau harus mau”

“Shirreo”

“Kau harus mau!”

“shirreo”

“aish.. nona bae jangan mengujiku”

“siapa yang mengujimu? Shirreo”

“Oo begitu hm? Baiklah aku tak mau dipanggil olehmu”

“aish.. kau merajuk eoh?”

“……”

Suzy hanya menganga melihat sikap kekanak-kanakan namja nya itu.

“Soo..”

“…..”

“Myungsoo-ah..” suzy memanggilnya lembut

“…..”

“Myungsoo..”

“…..”

“Aish.. oppa”

“Mwohae chagi?”

“yak! Ini hanya akal-akalanmu saja eoh?!”

“tentu saja. Dan kau harus memanggilku oppa” ucap Myungsoo

“Aish.. geure.” Ucap Suzy mengalah

“Yak kalian! Berhenti bermesraan di hadapanku!” Bentak Jinri

“Aigoo jinri-ah.. makanya carilah kekasih..”

“ne jinri-ah.. supaya kau tidak kesepian” timpal Soojung

Dan mereka pun tertawa. Kecuali Jinri tentunya.

Well, kurasa kau akan menggantikan Suzy untuk menjadi korban Bullyan Jinri-ah…

“Chagiya…”

“Ne oppa?”

“Gomawo geurigo Saranghae..”

“Nado gomawo geurigo Nado saranghae oppa..”

Cinta pada pandangan pertama? Kedengarannya aneh. Tapi.. beginilah jadinya.

Do you believe in ‘Love at The First Sight’?

End

Huaaaa… akhirnya end juga. Duh ini cerita absurd to the max dehh aah…

Maafkan kalau ada kata yang diulang, alur kecepetan dan sebagainya. Sekali lagi ini ff debut aku. Huaaaa:”’

Pernah di post di blog pribadi aku. Click it.

Komen komen komeeen..
No siders yoo~

20 responses to “This is Love part 2 End

  1. Gedeg sama myungsoo karena gak ngejar suzy -_-
    myungsoo bego banget -_-
    ff nya bener2 jjang chungu😉

  2. Heol, dasar kim myungsoo pabbo. Malah ngeladenin si yeoja lampir itu tadi, dan gak ngejar suzy.
    Kesel gw. Ngapain suzy nerima tuh namja pabbo sih? Hemeehhh

  3. akhirny myungzy jadisepasang kekasih..wah kasian jinri kekekkek….ditunggu ff berikutnya

  4. Myungsoo babo.. Bukannya ngejar Suzy.. Tapi akhirnya dibalas dengan menyatakan cinta di depan semua orang.. Aigoo.. Gentle banget..
    Akhirnya mereka bersatu.. Kkk..

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s