[Bday-Fic] Sincerity, Lost in Soul, Found in Love

baek-psd

Sincerity, Lost in Soul, Found in Love.

(late Special Birthday Fiction)

 Featuring Miss A’s Suzy and EXO’s Baekhyun with Support Cast: EXO [12] || AU, Fluff, Family, Life, Friendship || One-shot || PG 12

Disclaimer : beside the poster and story-line i own nothing!!

 pernah dimuat di IFK dan blog pribadi.

Summary :

Kata cinta, yang tidak mengenal siapa yang akan dicintai, di dalamnya sudah pasti terdapat satu komponen penting yang banyak orang tidak menyadarinya, ketulusan.

Sincerity, Lost in Soul, Found in Love.

Musim panas di bulan Mei mengantarkan dua insan muda yang sedang bercengkerama dengan akrab di sebuah taman. Sang pria yang notabenenya lebih tua daripada sang gadis merasa risih karena perlakuan gadis di sebelahnya yang terkesan mengesampingkan umurnya yang tahun ini genap 23 tahun.

Sementara sang gadis yang merasa nyaman dengan perlakuan yang ia berikan kepada lelaki di sampingnya tersebut tidak menghiraukan ekspresi mendung yang tercetak jelas di wajah sang lelaki tersebut.

Yaa, Bae Sooji berhentilah kau berbicara banmal kepadaku. Tujuh jam ke depan usiaku akan bertambah satu tahun menjadi 23 tahun. Dan cobalah kau bersikap manis kepada kakakmu ini.” tutur Baekhyun – pria imut yang terkenal memiliki senyum bujur sangkar tersebut.

“Biarkan saja, toh masih 7 jam lagi kan? Justru kaulah yang harus bersikap manis kepadaku, adikmu ini Baekhyun-a.” Jawab Soji tak acuh sambil menggigit sebuah apel dengan satu gigitan besar.

Yaa, kau ini perempuan! Jangan seperti manusia purba.” Baekhyun pun bergidik melihat cara makan adik perempuanya, lalu menutupi wajahnya dnegan satu tangan, menahan malu akibat perbuatan Sooji yang menurutnya tidak wajar.

“Lebih baik mana cara makanku dengan temanmu yang aneh itu, siapa itu? Chandeul?” jawab Sooji tak mau kalah.

“Park Chanyeol! Bukan Chandeul!” jawab Baekhyun frustasi menghadapi kelakuan gila Sooji.

Selanjutnya waktu satu jam mereka habiskan dengan berbincang-bincang mengenai berbagai hal. Dimulai dari perbincangan menarik mengenai hal-hal yang berbau makanan (mereka berdua adalah Food-lovers bersaudara) tempat wisata yang belum mereka kunjungi di Korea, hingga sampai pada hal serius seperti jenjang pendidikan yang akan dilanjuti Baekhyun ke jenjang yang lebih tinggi.

“Baek, besok kau ‘kan sudah harus ke Seattle, tak apa jika D-1 kau malah jalan-jalan bersamaku, eo?” tanya Sooji.

“Kenapa? Kau sudah merindukanku? Hihi, ternyata kau bisa bersikap manis juga, ya” komentar Baekhyun sambil terkikik geli dan ekspresi tak menyangka yang tercetak jelas di wajahnya.

Sooji pun menatap malas kakak lelakinya setelah mendapat jawaban yang meluncur begitu saja dari Baekhyun.

“Heish, aku serius, kenapa kau menanggapinya tidak serius?”

“Aku hanya takjub.” tukas Baekhyun sambil mengikik. “Ya, mungkin karena aku akan melanjutkan studi Master-ku di sana untuk kurun waktu yang lama sehingga aku ingin mempunyai memori lebih banyak bersama adik bodohku ini untuk kusimpan dan kuingat di sana nanti.” jelas Baekhyun sambil mengamati lampu-lampu taman yang mulai memancarkan cahayanya.

“Woah, apa kau tidak salah dengar? Tunggu, sebelumnya kau tidak terjatuh atau bertubrukan dengan benda tumpul ‘kan? Atau kau tadi pagi makan sarapan Damon, ya? Kakak laki-lakiku pintar bicara rupanya.” cerocos Sooji dengan tampang polosnya

“Heissh kau mulai lagi, Sooji!” Baekhyun pun menghadiahi Sooji dengan jitakan pelan di dahi gadis itu.

“Yaa, aku bercanda, Baekkie.” jawab Sooji sambil mengelus dahinya.

“Setiap waktu kau selalu bercanda, cobalah untuk serius, Sooji! Ingat kau sudah dewasa. Tahun depan kau akan disidang untuk mendapatkan gelar sarjanamu dan itu pasti tanpa diriku, pawangmu.” sungut Baekhyun kesal.

“Maaf, ‘kan aku hanya bercanda. Jangan terlalu diambil hatilah, ya ya? Lagipula ‘kan ada teman anehmu itu yang sudah kau amanatkan untuk menjaga diriku nanti. Yaa, aku manusia bukan harimau, tak perlu pawang!” jawab Sooji diakhiri dengan dengusan sebal karena perkataan Bakehyun yang berkonotasi menyamakan dirinya dengan hewan buas.

“Teman anehku itu punya nama, Park Chanyeol! Yah, sejujurnya aku merasa ragu menitipkan dirimu pada Chanyeol. Karena, dia dengan dirimu ‘kan sebelas duabelas. Aku takut kalau kalian berdua digabungkan akan menjadi disaster nanti.”

Sounds interesting! I love it!” jawab Sooji sambil mengacungkan kedua jempolnya di depan wajah Baekhyun.

Mendapati respon Sooji yang seperti itu Baekhyun hanya bisa pasrah. Dalam hati ia pun berdoa, agar saat dirinya sudah di Seattle untuk kuliah ia tidak dibuat spot jantung dengan kabar dari Seoul mengenai Sooji dan Chanyeol.

Meninggalkan adik dan keluarganya di Seoul memang keputusan yang berat, tetapi semua hal itu harus dikorbankan demi masa depan yang lebih cerah untuk Baekhyun, dan keluarganya kelak.

“Ayo cepat pergi, bisa darah tinggi kalau aku meladenimu terus!” ajak Baekhyun

Waktu menunjukan pukul 23.50 KST saat Sooji dan Baekhyun tiba di Hangang Park yang sunyi. Walaupun malam sudah larut, tetapi aktivitas di sekitar Sungai Han masih terlihat.

Seperti yang terlihat, ada yang sedang bersepeda, jogging, bermain basket, bermain skateboard, hingga duduk santai sambil menikmati angin malam musim panas di pinggir Sungai Han dan pemandangan Seoul yang gemerlap di malam hari.

“Saat di Seattle kau pasti akan merindukan suasana ini.”

“Tentu saja, Seoul itu tak tergantikan buatku. Tanah kelahiranku, tempatku hidup.”

“Kudengar di Seattle banyak juga mahasiswi yang berasal dari Korea. Nah, kau bisa sekalian cari gadis di sana juga, Baek. Kau jangan terlalu fokus nanti saat sekolah di sana, sekali-sekali kau harus bersantai.”

“Menceramahiku, menasihatiku? Sudah dewasa kau ya, Bae Sooji.”

“Heish, dengarkan dulu. Maksudku, kau cari teman wanita jugalah di sana, jangan perbanyak teman lelakimu. Apa kau tidak jenuh dikelilingi lelaki? Atau, jangan-jangan kau, abnormal?” tuduh Sooji.

Baekhyun tak terima mendapat tuduhan dari Sooji. Ia pun mencoba meredam kekesalan yang meletup-letup laksana magma yang akan siap bererupsi.

“Enak saja kau! Aku ini normal. Sahabatmu, Choi Jinri ‘kan pernah memintaku menjadi pacarnya tapi aku tolak. Kau tak ingat?”

“Itu ‘kan saat kau masih kelas 6 SD, Baekhyun-a!” sungut Sooji dengan sebal.

Sooji pun melihat arloji yang bertengger manis di tangan kirinya. Menyadari bahwa sebentar lagi waktu menunjukan pukul 00.00 KST, tepat  tanggal 6 Mei 2015. Tanpa ancang-ancang, Sooji pun menutup mata Baekhyun dengan paksa sambil menuntunnya menuju ke tempat yang telah dipersiapkan sebelumnya.

“Bae Sooji!! Apa yang kau lakukan, eo! Lepaskan!” teriak Bakehyun.

“Maaf tapi sebentar lagi kau akan mengetahuinya, Baekhyun-a, jadi bersabarlah oke!” jawab Sooji sambil menuntun Baekhyun dengan hati-hati.

“Sungguh candaanmu kali ini tidak lucu, Sooji-ya!”

“Cepat lepaskan penutup matanya! Kepalaku mulai pening! Aku tidak bisa lihat apa-apa!”

“Kyaaaaaa!!! Sooji-ya, apa ini yang kuinjak!”

Baekhyun pun mulai berseru tak keruan saat Sooji tak kunjung melepaskan penutup matanya dan membiarkan ia berjalan di dalam kegelapan.

“Hentikan teriakanmu! Gendang telingaku bisa pecah kalau teriak sekali lag!” seru Sooji kesal.

Cha, sekarang kau bisa berhenti dan melepaskan penutupnya” perintah Sooji.

“Fiuh, kau, Bae Sooji! Cepat ke sini dan aku akan…..”

HAPPY BIRTHDAY BAE BAEKHYUN!!!!

Baekhyun menelan kembali ucapannya bulat-bulat untuk memarahi Sooji. Baekhyun  masih dalam keadaan shock bukan main bahkan saat orang-orang mulai menariknya. Mendapati kejutan yang telah dipersiapkan oleh teman-temanya, keluarganya, dan Sooji tak pelak membuat pria itu menjadi sedikit melankolis. Ekspresi kaget di wajah Baekhyun berubah menjadi ekspresi senang dan terharu yang mendalam.

Kehabisan kata-kata. Itulah yang dirasakan Baekhyun saat ini. Mata lelaki itu pun sedikit berlinang saking terharunya. Sungguh, hal ini di luar pemikiran Baekhyun seharian ini.

Teman-teman Baekhyun yang berada di sana tersenyum geli melihat ekspresi Bakehyun saat ini. Begitu juga dengan kedua orangtuanya.

“Ah, ini sungguhan?” gumam Baekhyun.

“Tentu saja! Kami mempersiapkan kejutan spesial ini hanya untukmu, Teman!” ucap Chanyeol beringsut ke sebelah Baekhyun dan merangkulkan pundaknya. “Saengil chukae, Baekhyun-a!”

“Nak, selamat ulang tahun. Kami semua selalu berdoa yang terbaik untukmu.” ucap ibu dan ayah Baekhyun bergantian

“Terima kasih, Ayah Ibu, dan yaa kau gadis nakal!” jawab Baekhyun sambil memeluk kedua orang tuanya dengan hangat dan melirik Sooji dengan tatapan sebal namun terasa hangat khas seorang Baekhyun.

Diikuti dengan Sooji yang memeluk Baekhyun dan kedua orangtuanya. Sontak teman-teman Baekhyun yang melihatnya pun memberikan tepuk tangan meriah dan suit-suitan ala anak SD yang baru melihat kejadian menakjubkan.

Cha, karena sekarang sudah berkumpul semua, mari kita mulai inti dari acara ini. Bae Baekhyun, cepat tiup lilin, make a wish, dan potong kuenya!” seru Chanyeol.

Baekhyun pun menuruti seruan Chanyeol dan langsung menuju ke tempat di mana kue ulang tahunnya berada.

Setelah diapit oleh ibu dan ayahnya di kedua sisinya serta Sooji di samping, Baekhyun memejamkan mata dan mulai memanjatkan doa di hari ulang tahunnya ini.

Perlahan Baekhyun membuka kelopak matanya pertanda make a wish telah selesai. Terdengar alunan lagu ulang tahun yang dinyanyikan secara masal oleh teman-teman dan keluarganya tersebut. Tepat saat Baekhyun akan meniup lilinya tiba-tiba ada seseorang yang menyeletuk.

“Bae Baekhyun, apa doamu di ulang tahun kali ini, eo?”

Baekhyun menghentikan aksinya untuk meniup lilin dan menatap malas Sooji – orang yang kelewat iseng tersebut.

“Tentu saja rahasia.” jawab Baekhyun kalem.

“Benarkah? Tapi, tadi aku dengar ‘Semoga aku semakin didekatkan dengan Yoon Bomi, amin!’ ya ‘kan?” goda Sooji.

Yaa ketahuan! Ternyata selama ini kau suka dengan adikku! Baek, penjelasanmu?!” seru Yoon Doojon dari kejauhan

Yaa, tidak-tidak! Hyung, sungguh bukan itu doaku. Ah, Bae Sooji!! kau – ”

“Tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga, sekarang jugaaaa!” seru Chanyeol disusul yang lain, memisahkan Baekhyun dan Sooji yang akan mulai bertengkar

Fiuuuuuuh

Lilin dengan angka 23 sudah ditiup oleh Baekhyun dan diakhiri dengan tepuk tangan meriah. Potongan kue pertama ia berikan untuk kedua orang tuanya dan Sooji. Acara inti pun selesai dan dilanjutkan dengan ucapan-ucapan selamat dari teman-teman Baekhyun yang datang pada saat itu.

“Baekhyun-a, selamat ulang tahun. Wish you all the best.” ucap Kris sambil menghamburkan pelukan kepada Baekhyun diikuti Luhan, Minseok, Jongdae, Yixing, Junmyeon, Kyungsoo, Tao, Jongin, Sehun, dan Chanyeol.

Baekhyun pun bercengkerama dengan kesebelas teman saat masih menimba ilmu di Universitas Goryeo guna meraih gelar Sarjana Teknik setahun yang lalu itu. Teman-temannya memang tak pernah absen menghadiri acara ulang tahun Baekhyun dari tahun ke tahun semenjak semasa kuliah  dulu.

“Terima kasih semuanya! Wah aku sangat  terharu. Jujur, sekarang aku kehabisan kata-kata!” ucap Baekhyun jujur.

“Kau juga harus berterima kasih pada Sooji, Hyung. Berkat dia, kita semua bisa berkumpul di sini merayakan ulang tahunmu di saat keesokan harinya kau akan berangkat ke Seattle.” Ujar Jongin mengingatkan.

“Benar! Walaupun kadang ia menyebalkan kepadamu, sesungguhnya dia sangat menyayangimu, Baek!” tambah Chanyeol.

Orang yang dibicarakan pun muncul tiba-tiba di tengah hadapan mereka dengan tampang polosnya dan cengiran manis di bibir Sooji.

“Hiyaaa, kalian sedang membicarakanku ya? Yayaya, fansku kalianlah yang terbaik!” seru Sooji sambil mengacungkan kedua jempolnya.

Kesebelas pria itu pun hanya terkikik geli mendengar penuturan Sooji yang ceplas ceplos tersebut terkecuali Chanyeol. Pria itu malah menampilkan ekspresi tidak senang saat Sooji menyebutnya sebagai fans saja. Padahal, Chanyeol ‘kan mengharapkan yang lebih.

“Jadi aku hanya dianggap fans saja, Sooji-ya?” ucap Chanyeol

“Tidaklah, ” jawab Sooji cepat.

“Benarkah, lalu?” tanya Chanyeol tak sabar.

“Kau bukanlah seorang fans biasa bagiku tetapi fans paling setia! Fans paling setia dan nomor satu!!”

Yaa, BAE SOOJI!!!!!”

Surprise party yang diadakan Sooji untuk Baekhyun pun berakhir di kisaran jam setengah satu dini hari. Sengaja mereka tidak melakukan pesta sampai larut malam dikarenakan waktu yang mereka punya amat tipis.

Kedua kakak beradik yang sedang menikmati moment-moment berharga di antara mereka terlihat tenteram tanpa ada percecokan atau perselisihan yang biasanya mereka lakukan berdua. Baekhyun yang duduk di tepi Sungai Han diikuti Sooji menikmati semilir angin malam yang menerpa wajah mereka.

“Bae Sooji.”

“Hm, iya?” Sooji menoleh ke arah Baekhyun.

Menunggu jawaban dari Baekhyun, gadis itu memainkan rumput di sekitarnya sambil mengadahkan kepala ke langit malam kota Seoul dan menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan wujud terima kasih yang entah ditujukan kepada siapa.

“Terima kasih banyak!” Baekhyun pun menghamburkan pelukan kepada Sooji secara tiba-tiba yang sontak membuat gadis itu sedikit terlonjak.

“Hiyaaa, sama-sama.” balas Suzy. “Hei, sudah-sudah lepaskan pelukanmu sekarang juga! Nanti kita dikira sedang berbuat mesum.” ujar Sooji memeringatkan.

Yaa, apakah hanya itu yang bisa kau katakan kepadaku? Tak bisakah kau berkata atau bersikap manis, eo?” tuntut Baekhyun.

Sekarang gantian, Sooji yang terkikik geli menanggapi perkataan Baekhyun barusan.

“Berhenti mengikik, tidak ada yang lucu!” Ucap Baekhyun kesal.

“Eyy, sungguh kau tidak ingin melihat aku bersikap manis kepadamu, Baek?” tantang Sooji.

“Memangnya kau bisa? Justru aku ragu, kau ini perempuan tulen atau jadi-jadian?”

Menanggapi ejekan Baekhyun, gadis itu hanya menggulum senyum manisnya yang misterius. Melihat gelagat aneh Sooji yang biasanya akan langsung menjitaknya bila ia mengejek Sooji, Baekhyun pun membangun tameng tak terlihat di sekelilingnya.

“Bae Baekhyun?” panggil Sooji pelan.

Ne? Iya?” jawab Baekhyun dengan was-was.

Nae Oppa!!” ucapnya dengan nada yang terdengar manis. Lengkap dengan lengkungan kurva di bibir dan mata gadis itu.

“Bae Sooji, neo nae dongsaeng!”

Siapa bilang ketulusan itu susah untuk ditemukan? Kalau kita berbuat sesuatu yang didasari oleh hati maka akan menghasilkan sesuatu yang indah dan sarat akan ketulusan. Dan bila kau tidak dapat menemukan ketulusan di dalam jiwa seseorang maka kau akan menemukanya di dalam cinta seseorang.

Kata cinta, yang tidak mengenal siapa yang akan dicintai, di dalamnya sudah pasti terdapat satu komponen penting yang banyak orang tidak menyadarinya, ketulusan.

Sincerity, Lost in Soul. Found in Love.

`∞

END

22 responses to “[Bday-Fic] Sincerity, Lost in Soul, Found in Love

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s