[Freelance] It Must Be Love Chapter 5

Title : It Must Be Love | Author : @reniilubis| Genre :  Drama, Romance | Rating : Teen | Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy

Disclaimer: 

All casts are belong to their self and God

Poster by        : rosaliaaocha@ochadreamstories

Happy Reading^^

“HUWAAAAAAA……………..”

Myungsoo langsung membuka matanya saat mendengar suara teriakan seorang perempuan yang sangat jelas terdengar. Ia yang hampir tertidur sempurna itu pun berusaha mengumpulkan kembali kesadarannya.

“HUWAAAAAAA………. PERGIIIIIIII!!!!!!!”

Myungsoo langsung bangkit dari posisi tertidurnya saat ia mendengar suara teriakan itu untuk yang kedua kalinya. Ia segera bergegas turun dari ranjangnya, dan dengan tergesa-gesa segera keluar dari kamarnya.

“PERGIIIIIIII………….. PERGIIIIIIIIIII!!!!!!”

Spontan Myungsoo langsung menolehkan kepalanya ke kamar Suzy, saat menyadari suara teriakan yang ia dengar tadi ternyata adalah suara teriakan Suzy. Dengan panik ia kemudian menggedor-gedor pintu kamar Suzy dengan tenaga berlebihan, hingga menghasilkan suara ribut-ribut di tengah malam itu.

“Ya! Suzy! Ada apa? Kau kenapa?” teriak Myungsoo dengan suara keras berharap Suzy mendengarnya.

“MYUNGSOO-YA! TOLONG AKU!!!” balas Suzy dari dalam kamarnya dengan berteriak juga.

“Ya! Ada apa? Cepat buka pintunya!”

“MYUNGSOO-YA! KUMOHON CEPAT TOLONG AKU!!!”

Tanpa banyak membuang waktu lagi, Myungsoo langsung saja membuka pintu kamar Suzy yang ternyata tidak terkunci. Masih dalam keadaan panik, Myungsoo langsung memasuki kamar Suzy dan seketika langkahnya terhenti saat melihat Suzy yang sedang melompat-lompat kecil diatas tempat tidurnya. Dan tanpa sengaja mata Myungsoo melihat seekor tikus kecil berwarna putih sedang berusaha mencari tempat perlindungan dan masuk ke bawah lemari Suzy. Myungsoo kembali menatap Suzy yang kini sudah berhenti melompat-lompat diatas tempat tidurnya dengan tatapan setengah mati kesal. Suzy hanya tersenyum kaku saja melihat Myungsoo yang kini sedang melongo menatap dirinya yang masih diatas tempat tidur. Dan demi apapun, Myungsoo rasanya ingin sekali membenturkan kepalanya ke tembok detik ini juga. -_-

*

*

Blamm…..

 

Myungsoo menutup pintu rumah itu dengan sedikit membantingnya hingga terdengar suara yang cukup keras. Ia masih sangat kesal mengingat insiden yang terjadi di kamar Suzy tadi beberapa menit yang lalu. Ia sungguh kesal. Suzy berteriak-teriak seperti orang gila hanya karena seekor tikus kecil? Hah, yang benar saja. Ayolah… itu hanya seekor tikus kecil. Kalau tadi itu monster atau alien, wajar jika Suzy berteriak-teriak seperti kesetanan seperti tadi. Bahkan suara teriakannya itu bisa saja membangunkan tetangga yang lainnya, dan Myungsoo tidak mau menjadi tersangka akibat ulah bodoh yang dilakukan Suzy. Sebenarnya Myungsoo sangat membenci tikus. Bukan takut, tapi itu adalah salah satu hewan menjijikkan menurut Myungsoo. Biasanya kalau di rumahnya ada seekor tikus, ia pasti langsung memanggil Sungjong, dan anak itu akan segera membereskannya. Tapi sekarang? Bahkan tangannya sendiri yang harus berurusan dengan hewan menjijikkan itu.

‘Kenapa belakangan ini anak itu sangat menyebalkan?’ batin Myungsoo dalam hati sambil terus berjalan menuju kamarnya. Beberapa langkah lagi ia sampai di kamarnya, saat itulah ia menemukan Suzy sedang berdiri tepat di depan pintu kamarnya.

“Myungsoo-ya, gomawoyo~ jeongmal gomawo~” Suzy langsung bersuara saat melihat Myungsoo sudah berada di posisi yang dekat dengan dirinya.

“Kau menyebalkan.” hanya 2 kata itulah yang diucapkan Myungsoo sebelum ia masuk ke dalam kamarnya, namun sedikit terhalangi oleh keberadaan Suzy.

“Myungsoo-ya… mianhae~ aku benar-benar minta maaf…” Suzy menundukkan kepalanya saat Myungsoo mencoba melewati dirinya dan bermaksud masuk ke kamarnya. Tapi Suzy tetap saja bediri disitu dan menghalangi langkah Myungsoo.

“Aish! Minggir! Aku mau masuk.” kata Myungsoo sedikit marah, namun terdengar datar di telinga Suzy. Bagaimana mungkin ia bisa masuk ke kamarnya kalau Suzy saat ini sedang berdiri tepat di depan pintu kamarnya?

“Kau marah?” tanya Suzy, dan kini ia sudah mulai berani menatap wajah dingin Myungsoo.

“Menurutmu apa alasanku untuk tidak marah?” kata Myungsoo membalikkan pertanyaan kepada Suzy. Myungsoo memandangi Suzy dengan tatapan mengintimidasi.

Suzy kembali menundukkan kepalanya. Ia merasa sengat bersalah pada Myungsoo. Melihat Suzy yang masih setia menundukkan kepala dihadapannya, Myungsoo sama sekali tidak mempedulikan gadis itu lagi, lalu menabrak bahu Suzy untuk melewatinya dan melenggang begitu saja memasuki kamarnya. Sebelum Myungsoo benar-benar menutup pintu kamarnya, ia kembali menatap Suzy yang masih berdiri di depan pintu kamarnya.

“Sebaiknya kau kembali ke kamarmu.” kata Myungsoo dengan suara datarnya.

“Ta-tapi aku takut kembali ke kamarku.” balas Suzy sambil memasang wajah memelas.

“Itu urusanmu.” dan Myungsoo langsung menutup pintu kamarnya tanpa mau mendengar apa-apa lagi dari mulut Suzy, meninggalkan Suzy yang kini tengah memasang wajah cemberut yang terlihat kekanakan.

Suzy menghela nafas sejenak, lalu segera duduk dilantai di depan kamar Myungsoo. Sungguh, ia sangat takut untuk kembali masuk ke dalam kamarnya. Dalam pikirannya, bagaimana kalau misalnya tikus itu masih ada dikamarnya, dan bukan hanya satu ekor saja, melainkan membawa beberapa anggota keluarganya(?).  Di dalam otaknya sudah dipenuhi dengan imajinasi-imajinasi menyeramkan mengenai tikus yang membuat dirinya sendiri semakin ketakutan. Ia menoleh sekilas ke arah pintu kamar Myungsoo, berharap namja tampan itu keluar dari kamarnya dan menghampirinya. Suzy menggeleng-gelengkan kepalanya pelan, sadar bahwa seorang Kim Myungsoo tidak akan pernah mau melakukan hal semacam itu. Suzy memeluk lututnya sendiri dan menenggelamkan kepalanya disana.

*

*

*

Di tempat lain, Myungsoo tampak bergerak-gerak gelisah di atas tempat tidurnya. Ia benar-benar tidak bisa tidur lagi sekarang. Waktu kini telah menunjukkan pukul 1 pagi lebih beberapa menit. Tapi matanya benar-benar tidak bisa terpejam. Myungsoo akhirnya pun bangkit dari posisi tertidurnya menjadi duduk. Hanya duduk, dan tidak berniat untuk melakukan apa-apa. Hingga beberapa menit kemudian, ia akhirnya beranjak dari ranjangnya dan berjalan mendekati pintu bermaksud keluar untuk menuju dapur. Saat Myungsoo membuka pintunya, betapa terkejutnya Myungsoo saat melihat sosok yeoja di depan pintu kamarnya yang tak lain adalah Suzy.

‘Aish! Anak ini benar-benar menyebalkan!’ geramnya dalam hati.

Dengan malas, Myungsoo berjongkok dihadapan Suzy untuk membangunkan gadis itu.

“Yaa…” panggil Myungsoo malas.

“Suzy…” kali ini Myungsoo mengguncang-guncang bahu Suzy pelan agar ia segera bangun.

Perlahan Suzy mengangkat kepalanya dan mengerjap-ngerjapkan matanya.

“Eh… kau belum tidur?” tanya Suzy sambil merapikan poninya yang menutupi matanya.

“Kenapa kau masih disini?” tanya Myungsoo dengan nada malas, benar-benar kesal dengan ulah Suzy hari ini.

“Sudah ku bilang aku takut kembali ke kamarku.” jawab Suzy polos, sesekali menguap disela-sela ucapannya.

“Hewan itu sudah tidak ada lagi. Kau tadi lihatkan aku sudah membuangnya keluar?”

“Tapi bagaimana kalau hewan itu membawa anggota keluarganya yang lain dan masih ada di dalam kamarku?” pertanyaan Suzy yang terkesan bodoh itu sukses membuat Myungsoo kehabisan kata-kata selama beberapa detik. Suzy yang melihat tampang wajah Myungsoo yang menurutnya lucu itu hanya mempoutkan bibirnya menunggu reaksi Myungsoo selanjutnya.

Myungsoo menghela nafas kesal untuk yang kesekian kalinya dalam satu hari ini. Ia menatap Suzy sekilas, lalu berdiri.

“Masuklah ke kamarku.” kata Myungsoo datar lalu berlalu dari hadapan Suzy dan melangkahkan kakinya ke dapur.

Suzy sontak mengangkat kepalanya untuk melihat Myungsoo, dan dengan gerakan cepat langsung berdiri.

“A-apa? Maksudnya…..” Suzy mengekori Myungsoo dari belakang, lalu berhenti di dekat Myungsoo saat Myungsoo membuka kulkas untuk mengambil air mineral.

“Kau tidak dengar apa yang barusan ku katakan? Ku bilang masuklah ke kamarku, dan tidur disana.” ucap Myungsoo datar, lalu meneguk botol yang berisi air mineral ditangannya.

“Jadi maksudmu…. kita tidur bersama, begitu?”

“Uhukk….uhuk…uhukk!!!” Myungsoo langsung tersedak air minum lalu terbatuk-batuk setelah mendengar perkataan Suzy barusan. Hey… apa yang dipikirkan Suzy hingga ia berkata seperti itu? Myungsoo menyeka air di sekitar mulutnya, lalu memandang Suzy dengan tatapan horor.

“Apa yang kau pikirkan?” tanya Myungsoo dengan suara yang agak ditinggikan. Sungguh, harus berapa kali lagi Myungsoo mengatakan kalau Suzy sangat-sangat menyebalkan belakangan ini?

“Tentu saja tidak!” lanjut Myungsoo cepat.

“Jadi… kau akan tidur dimana?” tanya Suzy sedikit lega atas penjelasan Myungsoo.

“Aku yang akan tidur di kamarmu.” jawab Myungsoo kalem sambil menutup pintu kulkas, lalu berjalan meninggalkan dapur. Suzy masih tetap setia mengekori Myungsoo dari belakang.

“Kau akan tidur dikamarku? Benarkah?” mata Suzy tampak berbinar-binar saking senangnya atas tawaran membahagiakan dari Myungsoo.

“Aku akan merapikannya terlebih dahulu. Kamarku sangat berantakan karena tadi aku sedang dalam keadaan takut setengah mati.” kata Suzy menjelaskan panjang lebar, lalu tiba-tiba hidungnya menabrak punggung Myungsoo, akibat namja itu berhenti mendadak. Suzy yang berjalan tepat di belakang Myungsoo otomatis menabrak punggung Myungsoo.

“Hah?” Myungsoo membalikkan tubuhnya untuk melihat Suzy.

“Kau mau merapikannya terlebih dahulu?” tanya Myungsoo sambil menatap geram Suzy yang sedang memasang senyuman manis -menjijikkan menurut Myungsoo.

Suzy mengangguk dengan semangat sambil tetap senyuman manis terkembang di bibirnya.

“Kau sedang mempermainkan ku atau apa, sih?” tanya Myungsoo geram sambil berusaha meredam emosinya yang bisa meledak kapan saja. Ia menatap Suzy dengan tatapan dinginnya seperti biasa.

“Eh..? Maksudmu apa, Myungsoo-ya? Aku tidak mengerti.” tanya Suzy polos yang malah membuat dengusan kasar keluar dari mulut Myungsoo.

“Kau bilang tadi kau takut kembali ke kamarmu. Tapi kenapa kau malah ingin merapikan tempat tidurmu dan masuk ke dalam sana?” kesabaran Myungsoo sudah hampir habis menghadapi Suzy kali ini.

1 detik….

2 detik…

10 detik…..

“Eoh?! Kau benar, Myungsoo-ya. Untung saja kau mengingatkanku. Hehe.. Gomawoyo~” Suzy merutuk dalam hati atas kebodohannya sendiri.

“Aish! Terserah kau saja.” malas meladeni Suzy lebih lama lagi, Myungsoo langsung berjalan memasuki kamar Suzy lalu menutup pintunya dengan tenaga berlebihan, membuat Suzy sedikit terkaget karenanya.

“Ah, baiklah… selamat malam, Myungsoo -ya~ semoga kau mimpi indah~”

“DIAM!!!”

Suzy langsung berlari memasuki kamar Myungsoo setelah mendengar suara menjengkelkan Myungsoo barusan. Dengan semangat, Suzy melangkahkan kakinya menuju ranjang Myungsoo, membaringkan tubuhnya di sana, lalu menarik selimut tebal milik Myungsoo. Suzy sangat menyukai aroma tubuh Myungsoo, bahkan barang-barang yang sering digunakan oleh Myungsoo.

“Myungsoo -ya~ harus ku akui…. kau itu sangat tampan~~~”

Dan Suzy menutup matanya lalu tertidur dengan wajah damai sentosa.

*

*

*

Beberapa hari kemudian…

 

Hari ini adalah hari pertama bagi Myungsoo dan Suzy memulai kegiatan kuliah mereka. Mereka berada di kampus yang sama, namun berbeda jurusan. Myungsoo memilih jurusan Ekonomi sedangkan Suzy lebih tertarik untuk mengambil jurusan Sastra Inggris. Masing-masing dari mereka kini sedang bersiap-siap, lalu Myungsoo menuju ke ruang makan terlebih dahulu. Tak beberapa lama setelah Myungsoo duduk, Suzy keluar dari kamarnya, dan segera duduk dikursi berhadapan dengan Myungsoo. Acara makan mereka seperti biasa, tenang dan tenteram.

Beberapa menit kemudian, Myungsoo mengambil kunci mobilnya di atas meja, lalu keluar. Suzy mengikuti Myungsoo dari belakang, dan masuk ke dalam mobil setelah Myungsoo sudah menghidupkan mesin mobilnya.

Perjalanan antara rumah ke kampus tidak terlalu jauh, hanya memakan waktu sekitar 20 menit saja. Selama di mobil pun, mereka tetap diam satu sama lain. Tak beberapa lama kemudian, Myungsoo memberhentikan mobilnya di salah satu halte bis di dekat kampus mereka, yang jaraknya hanya beberapa meter saja dari kampus.

“Sebaiknya kau turun disini.” ucap Myungsoo datar sambil sesekali memperhatikan ke sekeliling mobilnya dengan pandangan was-was. Sedikit takut bila ada yang mengenalnya melihatnya sedang berada dalam satu mobil dengan seorang yeoja.

“Eh?”

“Aku tidak mau teman-temanku melihatku sedang bersamamu.” kini Myungsoo mengalihkan pandangannya kepada Suzy. Bukan bermaksud apa-apa, tapi dia sungguh tidak mau teman-temannya melihat dirinya sedang bersama dengan seorang yeoja, dan mereka pasti akan berpikiran macam-macam tentang dirinya.

“Ah, baiklah. Gomawo, Myungsoo -ya~” seakan pasrah saja diperlakukan Myungsoo seperti itu, Suzy tetap memberikan senyuman terbaiknya kepada Myungsoo. Kalau Suzy boleh jujur, hatinya sedikit sakit sebenarnya. Tapi tentu saja dia tidak memperlihatkannya pada Myungsoo secara langsung.

Setelah Suzy keluar dari mobil dan menutup pintunya, Myungsoo langsung melajukan mobilnya memasuki area kampus. Suzy yang melihat itu pun hanya bisa menghela nafas saja, kemudian berjalan menuju kampus yang sama sekali tempat asing baginya.

Skip time~

Suzy yang jam perkuliahannya hari ini cepat selesai segera bergegas keluar dari kelasnya dan bermaksud bekeliling-keliling kampusnya walau hanya sebentar, ingin lebih mengetahui lokasi-lokasi yang menurutnya menarik di kampus ini. Setelah beberapa lama berjalan, Suzy sampai di koridor yang kebetulan sedang sepi, hanya ada beberapa orang saja yang berjalan melewatinya. Suzy terus berjalan sambil sesekali matanya melihat kesana-kesini, dan ia tersentak kaget saat merasa sebuah tangan kekar menarik paksa pergelangan tangannya menuju ke suatu tempat yang benar-benar sepi. Suzy yang sama sekali tidak dapat melihat siapa orang yang telah menarik paksa tangannya karena orang itu membelakanginya, akhirnya pun berteriak.

“Ya! Kau siapa? Lepaskan aku!” teriaknya dengan suara bergetar. Suzy benar-benar takut sekarang. Apalagi setelah ia melihat ke sekelilingnya, hanya ada dia dan orang yang sedang menarik tangannya ini di tempat ini.

“Ku bilang lepaskan aku! Siapa kau sebenarnya?”

Bukk……

Suzy meringis kesakitan saat merasakan punggungnya dihempaskan ke dinding dengan kasar. Dengan marah, Suzy melihat siapa orang yang telah melakukan tindakan kekerasan ini padanya. Suzy langsung melebarkan matanya saat manik mata indahnya melihat siapa orang yang kini tepat berada di hadapannya sambil memperlihatkan seringaian tajam di bibirnya. Tubuh Suzy langsung bergetar hebat saat tangan orang itu terangkat untuk mengelus permukaan pipi Suzy. Suzy diam ditempatnya, sama sekali tidak memiliki tenaga untuk berteriak, apalagi melakukan perlawanan.

“Hai, baby~” sapa orang itu di buat seramah mungkin, yang semakin membuat Suzy ketakutan.

“K-kau….kau-UMPH!!!” belum sempat Suzy melanjutkan perkataannya, bibirnya langsung dibungkam dengan bibir orang yang sedang berdiri dihadapannya sambil menekan tengkuk Suzy dan melumat bibir Suzy secara kasar. Suzy sama sekali tidak bisa melawan, hanya pasrah saja berharap seseorang segera menolongnya. Suzy berusaha meronta, namun usahanya gagal karena orang itu sungguh menghimpit tubuhnya hingga menempel di dinding. Suzy tidak dapat melakukan apa-apa lagi dan air matanya mengalir deras membasahi pipi mulusnya tanpa bisa ia tahan.

T

B

C

65 responses to “[Freelance] It Must Be Love Chapter 5

  1. Hahahahaha.. ternyata tikus toh.. suzy ad2 aja. Bikin c myung kesel bukan kepalang..
    Myung msh gengsi klo dtny2 ma temenny.
    Duh.. itu cowo siapa? Main cium paksa aja. Gk ad yg nolongin?

  2. Eishhhhhh … Hate it ….. Maybe sehunnie …. Minho-ah ….. Mark tuan
    And than I give up …..
    Whoever you are …. I hate you …

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s