Mentira -1

Mentira poster 1

Title: Mentira

Author: luhanwifey

Main cast: Bae Suzy (Miss A) | Kim Myungsoo (Infinite)

Support Cast: Baekhyun (EXO-K) | Krystal Jung f(x) | other infinite members

Genre: romance, comedy

Length: Chaptered

Rating: PG-13

Disclaimer: The plot and the story is pure mine. All casts belong to their own parents and agency. If you want to share my story, ask me first.

STORY

“agassi, tolong cek harga barang ini” pinta salah seorang ahjumma yang sedang berbelanja disebuah toko.

Si kasir yang merupakan satu-satunya pegawai ditoko itu mengambil barang yang ahjumma tunjuk lalu memeriksa harga barangnya.

“tiga belas ribu won, ahjumma” kata si kasir sopan.

Si kasir tak lain adalah seorang yeoja yang baru berusia 22 tahun. Bae Suzy namanya. Untuk yeoja seusianya, ia harusnya masih kuliah di semester akhir. Tapi, karena keadaan keluarga, ia terpaksa harus berhenti kuliah di semester awal.

Tiga tahun yang lalu atau lebih tepatnya saat Suzy berumur 19 tahun, appanya meninggal karena sebuah kecelakaan. Saat itu, appanya baru saja ingin istirahat makan dan memasuki sebuah restoran di sebrang kantornya. Malangnya, saat menyebrang ada seorang pengendara mobil yang membawa mobil dengan ugal-ugalan.

Pengendara itu menabrak appa Suzy dan langsung membawanya ke rumah sakit. Tapi, ternyata saat ditabrak appa Suzy sudah terlanjur meninggal di tempat karena organ penting dalam tubuhnya telah rusak.

Si pengendara yang menabrak appa Suzy memang bertanggung jawab karena sudah membawa appa Suzy ke rumah sakit dan menanggung semua biaya walaupun akhirnya appa Suzy tetap meninggal juga. Selain itu, mereka juga menyantuni keluarga Suzy dengan memberikan beberapa juta won.

Setelah kematian appanya, eomma Suzy memutuskan untuk memakai uang dari pengendara yang telah menabrak appa Suzy untuk mendirikan sebuah toko. Ditambah dengan uang tabungan mereka dulu.

Kebetulan, eomma Suzy hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga jadi ia dapat mengurusi dan menjaga toko tersebut. Tapi, beberapa bulan setelah kematian nampyeon nya, eomma Suzy malah jatuh sakit. Ia mengalami struk. Awalnya hanya struk ringan tapi lama kelamaan kakinya menjadi lumpuh dan ia jadi sulit berbicara.

Mengingat dulunya appa Suzy hanya bekerja sebagai pegawai swasta dan tidak mempunyai uang pensiun, Suzy harus menjaga toko tersebut untuk biaya pengobatan ibunya dan sekolah namdongsaengnya.

Ya, Suzy mempunyai seorang namdongsaeng bernama Baekhyun. Baekhyun baru berumur 15 tahun dan masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Usia Suzy dan Baekhyun memang terpaut cukup jauh, yaitu 7 tahun.

Karena hanya Suzy yang menjaga toko, Suzy terpaksa berhenti dari kampusnya. Padahal Suzy sangat menyukai belajar di kampus. Ia mengambil sastra bahasa asing. Ingin rasanya ia kembali belajar lagi di kampus, tapi bagaimana dengan nasib toko mereka.

Mengerjakan pegawai dari pagi sampai malam cukup mahal. Untuk standar Seoul sekitar 800 ribu won. Angka itu terbilang cukup besar karena tiap bulan semua keuntungan dari toko selalu habis untuk berbelanja ini itu.

Mulai dari memeriksa eomma nya dan membeli obat, satu kali periksa saja bisa menghabiskan 700 ribu won ditambah obat. Belum lagi jika eomma nya kejang-kejang mendadak. Ia harus selalu sigap.

Untuk biaya sekolah dongsaengnya terbilang cukup mahal. Suzy sengaja menyekolahkan dongsaengnya disalah satu sekolah swasta ternama di Seoul. Suzy bermaksud kalaupun ia tak mampu menyekolahkan dongsaengnya sampai tamat kuliah, setidaknya dongsaengnya adalah tamatan sekolah menengah atas favorit sehingga masih bisa mendapat pekerjaan yang layak nantinya.

Belum lagi untuk biaya makan sehari-hari dan biaya tak terduga seperti mesin kasir yang rusak tiba-tiba, atap rumah mereka yang bocor, dan lain lain.

Jadi, disinilah Suzy. Ia harus bekerja ditoko mereka dari pagi sampai malam. Saat jam makan siang tiba, ia harus menjemput dongsaengnya disekolah lalu melihat keadaan eomma nya dirumah.

“totalnya 72.500 won, ahjumma” Suzy melayani salah seorang yang berbelanja ditokonya.

Ahjumma itu memberikan satu lembar uang seratus ribu won, lalu Suzy memberikan kembalian beserta notanya “kamsahamnida, ahjumma. Lain kali belanja disini lagi” salam Suzy ramah yang dijawab ahjumma dengan sebuah anggukan.

Suzy melirik jam yang terletak di dinding tokonya “dua puluh menit lagi Baekhyun pulang, mumpung tidak ada yang sedang belanja aku tutup toko sekarang saja” gumam Suzy pada dirinya sendiri.

Ia pun langsung membalikkan tulisan “OPEN” menjadi “CLOSED”. Sebelum menjemput Baekhyun, Suzy menghidupkan ponselnya lalu memutar lagu Infinite – Man In Love.

Sambil membereskan tokonya, Suzy menyanyikan lagu kesukaannya itu.

Gwansim eopdeon sarang norael heungeolgeorigo
Sesang mello deuramaneun modu nae yaegi gatgo
Jeone eopdeon meoseul naemyeo oemoe
singyeong sseugo keopiui sseun maseul araga ~

Siganeun cham ppareuge ga maeumman jogeuphaejyeo gago
Nae gyeote neoreul sangsanghae honjamanui yeonghwal jjigeo ~

Namjaga saranghal ttaeen kkok hangsang gyeote
Meomulmyeonseo neul haejugo sipeunge cham manha
Sarange ppajil ttaen nae sarmui modeungeol da
jugoseo dan hana geu mamman barae
Sarange ppajil ttaen ~

Meskipun itu adalah lagu favoritnya Suzy, ia tak begitu menyukai boyband Infinite yang menyanyikan lagu tersebut seperti kebanyakan yeoja di Seoul saat ini.

Kebanyakan yeoja sudah sangat gila. Menyukai sebuah boyband dengan berlebihan dan rela mengorbankan uang hanya untuk membeli album, menonton konser, dan mengoleksi semua barang yang berhubungan dengan Infinite. Beberapa dari mereka juga rela menghabiskan waktu untuk men-stalk keseharian member Infinite.

“daripada itu, lebih baik beli makanan dan menghabiskan waktu untuk tidur” batin Suzy setiap menemukan yeoja yang seperti itu.

Bahkan, teman-teman Suzy yang saat ini sudah kuliah masih menghabiskan uang dan waktu untuk itu. Yang Suzy tahu, mereka sangat sering menghabiskan akhir pekan untuk nongkrong di Mnet dan menonton penampilan boyband favorit mereka, Infinite. Sementara Suzy menghabiskan akhir pekan menjaga toko. Huft.

Mereka pernah mengajak Suzy untuk ikut mereka menonton penampilan Infinite di Mnet, tapi Suzy menolak dengan alasan ia harus menjaga toko. Tapi, sebenarnya ia bisa saja meminta Baekhyun untuk menggantikannya menjaga toko karena saat itu adalah akhir pekan dan Baekhyun tidak bersekolah.

Tapi, Suzy berdalih lagi bahwa Baekhyun punya banyak tugas dan harus dikerjakan.

Hal lain yang Suzy tahu adalah salah seorang temannya sangat menyukai L Infinite. Temannya rela menghabiskan sepuluh juta won untuk membeli topi yang pernah dipakai L.

“neo micheoso!” hanya kata itu yang bisa terlontar dari mulut Suzy saat temannya memamerkan topi itu di jejaring sosial.

“cari saja topi yang mirip seperti itu di Gangnam, harganya paling mahal 100 ribu won” celoteh Suzy.

Memang harus diakui, L Infinite itu tampan tapi bukan berarti Suzy mengidolakannya seperti yang dilakukan oleh temannya itu. Ia hanya bilang bahwa “L tampan. Sangat tampan”

Setelah selesai membereskan tokonya, Suzy langsung mengendarai motor miliknya (a.k.a motor peninggalan appa yang sebelumnya selalu dipakai appa Suzy kemanapun) untuk menjemput sang dongsaeng disekolah.

Lima belas menit waktu yang dihabiskan Suzy diperjalanan menuju sekolah Baekhyun.

Sesampainya disekolah Baekhyun, ia tak menemukan Baekhyun yang biasanya berdiri didepan gerbang sekolah untuk menunggu Suzy menjemputnya.

“apa aku begitu terlambat?” tanya Suzy sambil melihat jam tangan yang ia pakai. Nyatanya, ia hanya terlambat sepuluh menit. Biasanya, saat ia terlambat satu jam sekalipun Baekhyun masih setia menunggu didepan gerbang sekolah dan tak mengeluh.

Suzy pun mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan singkat pada Baekhyun.

Hyun-ah, noona sudah ada didepan sekolahmu ~

Pesan terkirim. Lima belas menit kemudian, Baekhyun tak kunjung muncul. Suzy pun memutuskan untuk mengirim pesan lagi pada Baekhyun.

Cepat keluar, Hyun-ah! apa kau ingin main petak umpet dengan eonnie? kekeke^^

Masih tak ada jawaban dan batang hidung Baekhyun belum kelihatan sama sekali. Suzy berpikiran mungkin Baekhyun sedang ada ulangan dadakan atau pelajaran tambahan dan berusaha memaklumi itu. Ia pun juga pernah sekolah seperti Baekhyun.

Setengah jam berlalu. Suzy pun memutuskan untuk masuk ke dalam sekolah Baekhyun untuk mencari anak itu.

Saat memasuki sekolah Baekhyun, Suzy terkagum-kagum. Baru kali ini Suzy memasuki sekolah Baekhyun.

Wajar saja jika biaya sekolah ini mahal, ucap Suzy dalam hati kecil.

Gedung sekolah Baekhyun kurang lebih seperti gedung perkantoran yang sangat besar. Fasilitasnya juga sangat lengkap. Ada laboratorium biologi, fisika, kimia yang terpisah dan masing-masing laboratorium dikhususkan. Misalnya, ada laboratorium biologi untuk kelas 1 saja, untuk kelas 2 saja, dan untuk kelas 3. Jadi, total laboratorium biologi yang ada disekolah ini berjumlah tiga.

Perpustakaannya juga begitu nyaman dan lengkap. Baekhyun beruntung sekali bersekolah disini.

Suzy kebingungan mencari Baekhyun. Gedung sekolah inilah yang membuat Suzy sulit mencari Baekhyun.

Akhirnya, Suzy bertanya pada salah seorang murid yang lewat.

“chogiyo, apa kau melihat dongsaengku? Namanya Baekhyun, dia masih kelas 10” tanya Suzy.

“jadi, eonnie ini noona nya Baekhyun? mari aku antar” jawab murid itu ramah. Dengan senang hati, ia menuntun Suzy ke sebuah ruangan.

Suzy tambah bingung saat ia dipersilahkan masuk ke ruangan itu. Dan ia bertambah bingung saat seorang seonsangnim mengajaknya berbicara dan melihat Baekhyun hanya menunduk sedari tadi, tak mau menatap wajahnya sama sekali.

“…..kami meminta bantuan agassi untuk membimbing Baekhyun. Kamsahamnida” kata seonsangnim diujung pembicaraan.

“ne, cheonmaneyo”

Suzy mengantar Baekhyun pulang ke rumah dengan amarah yang memuncak. Sepengetahuannya, Baekhyun adalah anak yang baik disekolah dan nilai rapor nya selalu bagus.

Suzy tak menyangka Baekhyun bisa berbuat separah ini.

“YAAA! apa yang sudah kau lakukan dengan temanmu itu, Hyun-ah?” tanya Suzy dengan penuh amarah pada Baekhyun.

“dia yang memulainya duluan, noona!” jawab Baekhyun tak mau kalah.

“tapi, kata seonsangnim kau yang mulai memukulnya duluan. Untung saja hanya wajahnya yang terluka, kalau sempat kau mencekiknya lalu ia mati apa yang akan kau lakukan?! atau kalau kau mematahkan tangannya bagaimana? akhirnya, aku juga yang harus menanggung apa yang sudah kau perbuat. Tolong dengarkan noona, Hyun-ah. Hidup kita sudah sulit, jangan kau persulit lagi dengan hal sepele seperti ini. Kau tak kasihan melihat eomma mu dirumah?” omel Suzy panjang lebar.

“noona, jangan laporkan hal ini ke eomma. Jebal” Baekhyun memohon sambil menundukkan badannya dalam-dalam.

“ah sudahlah, aku ingin kembali ke toko” kata Suzy sambil memijit pelan kepala nya. Ia berusaha memendam emosinya saat ini dan satu-satunya hal yang bisa ia lakukan adalah kembali ke toko agar ia tidak melampiaskan kembali amarahnya pada Baekhyun.

Sesaat sebelum Suzy menghidupkan motornya, Baekhyun terus meminta maaf kepada Suzy “noona, jebal. Maafkan aku noona. Aku tidak akan mengulanginya lagi” isak Baekhyun. Tapi, Suzy tak menghiraukannya. Ia langsung menaiki motornya lalu pergi menuju toko.

Suzy sangat kecewa dengan Baekhyun.

Ia bersusah payah bekerja dan mengorbankan kuliahnya untuk menyekolahkan Baekhyun ditempat yang bagus. Tapi, malah begini hasilnya.

Suzy mengendarai motor lebih cepat daripada biasanya. Sangat cepat malahan. Ia biasanya mengendarai motor 50 km/jam tapi sekarang sudah mencapai 80 km/jam. Rasa kesal, kecewa, dan marah bercampur jadi satu dihatinya. Ia bukannya tidak bisa memaafkan Baekhyun, tapi belum bisa meredam amarahnya.

Saat dilampu lalu lintas pun Suzy menerobos begitu saja padahal lampu warna merah menyala. Sementara, ada sebuah mobil dari arah lain menuju arah Suzy saat ini.

Tabrakan tak bisa terhindarkan.

Suzy memohon dalam hatinya.

Tolong aku. Aku tidak ingin mati sekarang. Siapa yang akan menghidupi eomma dan Baekhyun?

***

Myungsoo POV

Kakiku melangkah masuk ke sebuah ruangan privat yang sudah aku pesan direstoran. Seorang yeoja berambut panjang coklat memunggungiku.

“chagiya, mianhae lama menunggu. Tadi aku sangat sibuk” bujukku.

Yeoja itu masih memunggungiku “aku sudah menunggumu satu jam! kau selalu saja begini, Kim Myungsoo! aku sudah tidak tahan lagi denganmu! kau pikir aku tidak sibuk? aku… sama saja sepertimu, seharusnya sekarang aku sudah ada dilokasi syuting”

“dengarkan dulu penjelasanku, chagi. Tadi aku tidak diberikan izin oleh manajer kami…”

“aku tidak peduli. Kau pikir aku diberi izin dengan manajer kami? sudahlah, aku lelah denganmu. Lebih baik aku tidak usah mencari namjachingu seorang idola super sibuk dan super terkenal seperti dirimu” ia memotong ucapanku. Mukanya terlihat sangat merah, aku tahu saat ini amarah sedang menguasainya.

“jebal. Tenangkan dulu dirimu, chagi. Jangan membuat keputusan saat kau sedang marah. Coba pikirkan baik-baik. Kita sudah berpacaran selama 3 tahun, apa kau mau menyia-nyiakan perjuangan kita selama 3 tahun ini?” aku berusaha bijaksana untuk menenangkannya.

Yeoja berparas manis itu mendengus sebal “tapi, nyatanya selama 3 tahun ini aku sendiri yang berjuang. Sudahlah, Myungsoo-ssi. Mulai detik ini kau bukan namjachingu ku lagi. Terima kasih karena kau sudah membiarkanku berjuang sendirian selama 3 tahun ini. Kuharap kau bisa menemukan yeoja yang jauh lebih baik dan bisa mengerti dirimu daripada aku”

JLEB

Sebelumnya, ia tak pernah memanggilku seformal ini dan semarah-marahnya ia raut wajahnya tak pernah ‘seganas’ ini.

Setelah mengeluarkan keluh kesah nya, ia langsung berdiri dan pergi dari ruangan ini.

“chogi…” bahkan, lidahku terasa sangat kelu untuk memanggil namanya.

Baiklah, Kim Myungsoo. Ini karena dirimu sendiri yeoja yang sangat kau cintai meninggalkanmu. Kau harus menerimanya Myungsoo pabo!

Aku mengumpat diriku sendiri.

Tak ingin membuang waktu lebih lama lagi disini, aku pulang. Ada banyak hal yang bisa aku lakukan di dorm. Berlatih koreografi, bercanda dengan hyung dan dongsaeng ku, berlatih mimik wajah.

Kim Myungsoo pabo!

Aku merutuk diriku sendiri selama diperjalanan.

Tiba-tiba ada motor berkecepatan tinggi dari arah berlawanan denganku. Padahal, kurasa tadi lampu sedang berwarna hijau.

Kecelakaan pun tak dapat dihindari.

Aigoo, semoga pengendara itu tidak apa-apa. Aku tidak ingin ada headline yang berjudul “L Infinite Menabrak Seorang Pengendara”

Bukan nama baikku saja yang akan tercemar, tapi nama baik semua member Infinite dan agensi.

To be Continued

Annyeong! ada yang kangen dengan author luhanwifey? *digebukmasal*

Sebelumnya, author mau minta maaf karena udah ninggalin dunia per ff an 7 bulan terakhir ini huhuhu. Jeongmal mianhae, tapi mulai hari ini author bakalan publish ff seminggu sekali kok. Buat ff yang lama, author lupa alurnya jadi yaaa author buat ff baru hehehe

Tolong di koment ya, koment kalian sangat berharga bagi author

40 responses to “Mentira -1

  1. suzy kasian bgt sii harus menghidupi orang tuanya dan adiknya hingga merelakan dia tak melanjutkan kuliahnya lagi..
    beruntungnya punya kakak sperti Suzy..
    itu myungsoo pcaran ma spa????
    ahh smoga suzy baik” aja dehh..

  2. Pingback: Mentira -8 | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  3. Daebak ….. Baekhyun aigoo jadi adiknya suzy:)
    Dan siapakah mantan pacarnya L? Ini jadi pertemuan pertama suzy sama L gara gara kecelakaan itu

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s