[Freelance/Oneshot] You are The Author

you are the author

Title : You Are The Author | Author : Leader Jjang | Cast : Bae Su Ji (Miss A), Byun Baek Hyun (EXO) | Support Cast : Kim Jong In (EXO), Jung Soo Jung (F(x)), and other. | Genre : Comedy, Schoollife, Friendship, Fluff | Length : Oneshot | Rated: Teen

Disclaimer :

Fanfict ini murni milik Allah. Dan murni ditulis oleh saya!

Plagiator please go away!

 

Summary:

Author Couple? Maybe…

Suji life is comedy.

Poor Baek.

Nut for Jong.

Soojung is Mrs. Gossip.

 

 

#Happy Reading#

 

Malam Hari

 

“Ah… aku tak boleh melewatkan event kali ini, sepertinya akan ada banyak orang yang akan berpartisipasi. Ini akan sangat menyenangkan jika aku lah yang jadi pemenang.” Gumam Suji.

Gadis itu terus tersenyum sejak mengetahui kabar dari blog kesayangannya. Kabar yang menurutnya sangat penting dan menyenangkan itu, benar-benar membuatnya menjadi berandai-andai.

Ia berandai-andai, apabila ia yang jadi pemenangnya. Mungkinkah ia akan mendapatkan hadiah? Hadiahnya itu apakah sesuai dengan yang ia harapkan? Seperti barang-barang k-pop atau barang-barang couple kesayangannya? Yakni couple hot MyungZy?

Ya. Suji memang penggemar berat MyungZy. Ia sudah sangat lama menjadi MyungZy Shipper. Ia mungkin akan berteriak sambil guling-guling seperti orang kesurupan  jika mengetahui ada moment MyungZy terbaru atau apapun yang berhubungan dengan MyungZy.

Dan sekarang blog kesayangannya yakni, Kingdom of Suzy’s Fanfiction atau yang sering ia sebut dengan singkatan KSF itu, memberitahukan bahwa blog itu akan mengadakan event bernama KSF’s Award. Di mana akan dilakukan voting dengan waktu dan peraturan yang telah ditentukan oleh blog tersebut. Yang mendapat voting terbanyak tentu ialah pemenangnya.

Dan di sana ada banyak kategori. Suji menginginkan mendapat kemenangan diseluruh kategori. Tapi, mungkin ia sadar bahwa itu terlalu serakah dan memang sangat tidak mungkin itu terjadi. Jadi ia memutuskan untuk menargetkan kemenangan pada kategori Best Author of The Year saja.

Untuk menang pada kategori itu mungkin tak akan mudah. Karena lawan-lawan yang lain pun punya karangan-karangan yang sangat bagus.

Di tempat lain

‘Perhatian-perhatian, untuk seluruh penggemar KSF yang kami cintai. Kami akan memberitahukan kabar gembira untuk kalian semua para Author. Bahwa KSF, akan mengadakan sebuah event ber-title KSF’s Award. Jadi kalian akan….’

UwahYehet, Ohorat, Kkaebsong, Bbuing Bbuing. Wo ho~” teriak Baekhyun sambil menari-nari tak jelas setelah membaca kabar terbaru dari blog kesayangannya, Kingdom of Suzy’s Fanfiction, di ponsel miliknya.

Ia. Byun Baekhyun. Mungkin adalah Fanboy MyungZy paling nge-top karena pertama, sangat jarang ada cowok yang nge-ship MyungZy sefanatik dirinya, dia juga lah mungkin.. Fanboy MyungZy yang paling tampan. Dan mungkin hanya ia satu-satunya cowok yang menulis fanfiction MyungZy. Bukankah ia benar-benar layak dikatakan ‘Jjang!’?

Besok harinya

 

“Tiba-tiba Myungsoo ingin sekali menemui Suzy, entah kenapa….” gumam Suji sambil menuliskan kata-kata itu pada laptop miliknya, untuk fanfiction yang memang ia persiapkan untuk di lombakan di KSF’s Award beberapa hari lagi. Kebetulan saat ini sedang musim liburan akhir semester. Jadi, ia rela menghabiskan waktunya untuk menulis fanfiction sampai larut malam sekalipun.

Di tempat lain

“Suzy sepertinya tidak akan datang….” gumam Baekhyun mengetik  fanfiction MyungZy di Tablet miliknya. Ia nampak sangat antusias mengetik kata demi kata untuk fanfiction yang akan ia ikutkan di KSF’s Award nanti. Ia sangat berharap dapat jadi pemenang di kategori Best Author of The Year.

***

“Aku pasti akan jadi pemenang di kategori Best Author of The Year! para Readers yang kusayangi dan kucintai dengan sepenuh hati, jiwa, dan ragaku. Aku mohon dukungan dari kalian semua ^^” –send

Suji mengirimkannya pada Line Group KSF. Ia sepertinya akan terus mempromosikan dirinya agar nanti banyak yang membaca fanfict miliknya.

***

“Huh? Apa-apaan dia? Sejak kemarin dia selalu mengirim pesan yang sama di group ini.” Ucap Baekhyun yang nampak sedikit terganggu dengan promosi-promosi yang dilakukan Suji di Line Group KSF.

“Mm… tapi, idenya bagus juga. Bagaimana kalau aku ikut mempromosikan fanfict milikku? Mungkin akan makin banyak readers yang memberikan vote untukku. Ya! Baiklah… aku tak ingin kalah darimu, Suji.” Ucap Baekhyun yang ternyata malah ikut-ikutan promosi di Line Group KSF.

“Hi^^ kalian masih ingat dengan Author Byun Baekhyun? Kalau ingat terimakasih ya… begini, mungkin fanfict karanganku tak sebagus yang lainnya. Tapi, setidaknya coba kalian baca dulu. Dan kalau menurut kalian fanfict-nya sudah cukup bagus, tolong vote aku menjadi Best Author of The Year! Aku akan sangat berterimakasih jika kalian mau memberikan voting kalian padaku. Sekian ;)” –send

Ting

Ting

Ting

….

Setelahnya, langsunglah masuk line-line dari keluarga KSF. Luar biasa memang, kepopulerannya membuat para yeoja tergila-gila padanya.

Baekhyun pun membaca satu per satu line yang masuk dan ditujukan pada dirinya itu,

‘Uwah! Baekhyun Oppa! Aku sudah lama sekali menunggu fanfict comeback milikmu. Dan ternyata  kau comeback pada event kali ini. Aku sudah pasti mendukung Oppa! Oppa, fighting! ^^9’ –Leader Jjang

‘Baekhyun Oppa! aku akan membaca fanfict buatanmu, itu pasti! Dan aku akan mendukung Oppa, kalau perlu aku akan menyuruh kakak dan adikku untuk membaca fanfict-mu. Oppa, fighting! Sarangheyo Oppa  @^_^@’ –Jung Geom Na

….

Baekhyun hanya dapat terkekeh saat membaca pesan-pesan lucu dari penggemarnya.

***

Ting

Ting

Ting

….

Eoh? Kenapa banyak line masuk? Apa itu balasan untukku? Dari penggemarku? Wah, keren!” Suji yang tadi sedang santai sambil menyeruput kopi hangatnya langsung mengambil ponselnya yang terus berbunyi. Dan ia tak menyangka ketika melihat isi pesan-pesan yang ada.

Mwo? Apa-apaan ini? Yang benar saja? Baekhyun itu. Dia… di-dia… memplagiat promosiku! Dan kenapa hanya ada balasan untuknya? Kenapa tidak ada  balasan untukku? Aku ‘kan duluan mengirim pesan seperti itu, bahkan dari kemarin. Mana kalimatnya so’ lembut. Tidak terlihat manly!  Lagipula aku rasa ia terkenal bukan karena fanfict-nya bagus, tapi karena para readers, terutama yeoja hanya melihat parasnya yang katanya tampan. Huh…  padahal ‘kan belum tentu juga ia tampan, bisa saja foto di akun wordpress-nya itu adalah foto orang lain. Menyebalkan!” gerutuk Suji yang langsung benar-benar merasa tersaingi. Ia pun langsung merespon dengan membalas line yang dikirim Baekhyun itu,

“Hey! Kamu yang bernama Byun Baekhyun! Kenapa kamu menjiplak cara promosiku!  Bahkan karena pesanmu itu, pesanku yang sebelumnya jadi diabaikan! Aku pikir kau hanya memanfaatkan fisikmu saja. Dasar!” –send.  …. –tidak terkirim(!)

-pesan masuk-

‘Kuota anda sudah habis, harap isi ulang kembali….’

Ya!” teriak Suji yang kemudian langsung melempar ponselnya ke atas ranjangnya.

***

“Baekhyun… kau sudah  siap ‘kan? Untuk masuk ke sekolah baru besok…” tutur Nyonya Byun, ibu dari Byun Baekhyun.

Eoh… bahkan aku sudah siap sejak seminggu yang lalu, Eomma!” ucap Baekhyun nampak semangat.

“Baguslah kalau begitu. Lebih baik kau tidur lebih cepat malam ini. Jangan sampai, di hari pertama sekolah barumu, kau malah terlambat.” Ujar Nyonya Byun lembut.

“Baiklah… aku tidak akan tidur larut malam.” Ucap Baekhyun sambil tersenyum pada eomma-nya.

***

Di pagi hari yang cerah nan indah ini. Menjadi pembuka yang bagus untuk mendukung suasana sekolah kembali menjadi lebih berwarna bagi para murid. Kicauan burung yang merdu pun terdengar jelas di telinga Si Gadis Cantik bernama Suji. Ia nampak semangat pergi berjalan menuju sekolahnya. Ia pun berjalan kaki dengan penuh ceria diiringi angin yang bertiup sejuk.

“Angin pagi ini begitu menggugah, bahkan aku serasa akan tertidur saat berjalan.” Gumam Suji yang sedang riang gembira menikmati perjalanannya menuju sekolah.

Beberapa menit kemudian. Sesampainya Suji di depan pintu gerbang sekolah, ia langsung disambut dengan anak-anak sekolahnya yang sudah nampak heboh membicarakan sesuatu.

“Ada apa? Kenapa mereka seperti sedang bergosip? Tapi, apa ada ya acara gosip massal seperti ini?” gumam Suji yang nampak bingung dengan kenampakan yang ada.

“Hey! Kau sudah dengar ada murid baru di sekolah kita? Katanya ia seorang penulis dan juga sangat tampan!” tiba-tiba seseorang langsung datang menanyai Suji.

“Kau ini. Ternyata hanya murid baru… kenapa semuanya seheboh ini? Kalau ia tidak setampan yang kalian kira, bagaimana? Cih… Kau seharusnya menanyakan sesuatu yang lebih masuk akal, seperti ‘apa liburanmu menyenangkan?’ begitu…” ucap Suji menasihati temannya.

Ck… ck… awas saja kamu jika menyukai murid baru itu!” ujar teman Suji yang kemudian pergi mencari teman gosip yang lebih menyenangkan daripada Suji, mungkin.

Ya! Soojung-a! Huh… dasar!” Suji mendesah kesal.

***

“Tok Tok Tok. Baekhyun-a…” Panggil Nyonya Byun dari depan pintu kamar Baekhyun. “Setengah jam lagi bel sekolah barumu mungkin akan berbunyi! Kau tidak masih dalam selimut ‘kan? Cepat buka pintunya, kau harus sarapan.” Ujar Nyonya Byun.

Eoh? Jam berapa? Mwo? Sudah jam 7? Omo! aku kan masuk jam 7.30. ya ampun… bagaimana ini?” ujar Baekhyun yang langsung panik. “Mm… Eomma! Tunggu sebentar! Aku ingin men-cek bukuku dulu, takutnya ada yang tertinggal!” ujar Baekhyun sedikit berteriak dari dalam kamarnya.

“Hm… baiklah…” Nyonya Byun pun berjalan meninggalkan Baekhyun ke ruang makan.

-Flashback-

“Aduh! Bagaimana ini… aku tak bisa tidur. Mana ini sudah jam 12. Apa yang harus aku lakukan? Membosankan!” ujar Baekhyun yang nampak sangat bosan karena tidak bisa tidur.

“Mm… apa sebaiknya aku membaca fanfict dulu, ya? Ya. Baiklah. Semoga itu membantu.” Baekhyun mengambil ponselnya dan membuka Aplikasi Google untuk mencari fanfict yang cukup dapat menghantarkannya ke alam mimpi. Ini lah kebiasaan yang dilakukan Baekhyun kalau ia tak dapat tidur sama sekali.

‘Fanfict Yadong’ –Search

1 jam

2 jam

3 jam

Dan akhirnya.. tertidur juga. Baekhyun tertidur dengan ponsel yang masih berada di tangannya.

-Flashback end-

 

Baekhyun pun dengan sigap langsung bangun dari ranjang dan pergi ke kamar mandinya untuk menggosok gigi. Menyemprotkan parfum ke baju sekolah yang baru saja ia pakai. Mengambil tas tanpa men-cek kembali isinya. Sepuluh menit saja, ia sudah selesai bersiap untuk pergi ke sekolah barunya walau tanpa mandi. Ia pun membuka kenok pintunya. Dan langsung meluncur ke ruang makan untuk pergi sarapan bersama eomma-nya.

***

“Paman, kenapa jadi ke sini? Ini bukan sekolahku. Ah.. cepat putar balik!” ujar Baekhyun memerintah sopir pribadinya yang ternyata salah jalan. Akhirnya, Baekhyun pun terlambat juga.

***

Cih! Mana murid barunya? Yang benar saja? Murid baru kok terlambat.” Ujar Suji sambil duduk manis di bangkunya. Ia nampak kesal, karena dari ia masuk kelas sampai hampir bel berbunyi, teman-temannya tak ada yang mau bicara dengannya. Karena Suji tak mau membicarakan tentang murid baru yang katanya tampan itu. Suji memang anak yang sangat tidak menyukai bergosip semacam yang dilakukan hampir semua teman yeoja-nya saat ini. Ia pun hanya bisa berbicara dengan dirinya sendiri.

Teng Teng Teng

Bel sekolah Suji sudah berbunyi. Menandakan pelajaran pertama telah dimulai.

Hong Seongsanim terlihat sudah tiba di kelas Suji. Ia adalah wali kelasnya Suji.

Namun, ia nampak mencari-cari seseorang? Nampaknya… terlihat sekali ketika ia melirik ke setiap murid. Apa ia mencari murid baru di sini?

“Hm… kenapa Hong Seongsanim melirik ke semua murid? Apa jangan-jangan.. andwae!” Teriak Suji sontak membuat seluruh orang di kelas melirik dengan raut muka yang terlihat seperti sedang bertanya ‘ada apa anak ini?’.

“Hihi… tidak ada apa-apa. Semuanya kembalilah mengambil buku pelajaran kalian.” Ujar Suji mencoba menyuruh teman-temannya untuk berhenti menatapnya aneh.

Semua teman Suji akhirnya berhenti menatapi Suji. Tapi, tidak dengan Hong Seongsanim. Ia nampaknya agak marah.

“Ada apa kau berteriak, huh? Tidak mungkin tidak ada apa-apa.” ujar Hong Seongsanim. Semua akhirnya diam, termasuk Suji sendiri. Suji bahkan jadi berkeringat dingin. Wajar jika Suji tiba-tiba begitu. Karena Hong Seongsanim itu sebenarnya terkenal sangat pemarah. Salah sedikit saja ia pasti akan memberikan hukuman.

Suji tak dapat bicara. Selain karena gugup, ia tak mungkin juga memberitahukan alasannya. Yakni, karena ia tak ingin satu kelas dengan murid baru. Entah, ia seperti merasa kalau perasaannya dengan murid baru itu sama dengan author bernama Baekhyun yang malam tadi berhasil membuat Suji marah besar.

“Kau, kemari!” ujar Hong Seongsanim yang nampak tegas dan benar-benar serius.

Nde? Eohnde…” Suji pun bangkit dari tempat duduknya untuk pergi berjalan mendekati Hong Seongsanim. Namun baru saja ia berdiri,

Annyeonghaseyo! Jeosonghamnida Seongsanim! Aku sudah terlambat.” Ujar sesorang yang langsung mendapat perhatian seluruh murid.

“Kau… murid baru itu?” ujar Hong Seongsanim.

Nde… aku murid baru. Tak apa ‘kan jika aku terlambat sedikit Seonganim? tadi aku…”

“Sekali terlambat tetap terlambat! Kemari!” perintah Hong Seongsanim yang kemudian langsung melemparkan Spidol Papan Tulis pada murid baru itu.

Ah…” rintih murid baru karena spidol tadi meluncur tepat di kepala si murid baru.

“Tepat sasaran.” Gumam Suji yang nampak puas dengan perlakuan Hong Seongsanim pada murid baru.

Murid yang lain tanpa sadar telah mengangakan mulut mereka semenjak murid baru itu masuk ke kelas mereka. Mungkin, mereka terposana melihat paras dari murid baru.

Murid baru itu pun berjalan perlahan mendekati Hong Seongsanim.

“Kau juga kemari!” Ujar Hong Seongsanim sambil menunjuk Suji.

“Yah… aku pikir aku tak jadi kena hukuman.” Gumam Suji pelan sambil berjalan ke arah Hong Seongsanim. Terlihat jelas raut kecewa dari wajah Suji.

“Siapa namamu?” tanya Hong Seongsanim. “Aku Su….”, “Bukan kamu! Aku juga tahu namamu itu Suji. Aku bertanya pada murid baru ini! Siapa namamu murid baru?”, “Eoh? Namaku, Kim Jongin-imnida” ujar murid baru seraya menundukkan dirinya 90 derajat pada Hong Seongsanim. “Jongin? Hm… baiklah, sekarang kalian berdua….”

Annyeonghaseyo! Jeosonghamnida Seongsanim! Aku sudah terlambat.” Ujar sesorang yang langsung mendapat perhatian seluruh murid. Lagi? Apa ada dua murid baru? Karena, yang satu ini wajahnya juga terlihat asing dan juga tak kalah tampan dari murid baru bernama Kim Jongin.

Para murid pun tak kunjung menutup mulut mereka, alias menganga. Mereka seperti melihat anak-anak EXO dan Big Bang saja.

“Mm… apa aku boleh masuk sekarang? Aku… aku murid baru.” Ujarnya sambil tersenyum.

“Kemari!” ujar Hong Seongsanim.

Nde…” ujarnya kemudian melangkahkan kakinya. Tapi, anak itu ternyata malah nyelonong masuk dan menduduki kursi kosong di kelas itu.

Ya! Siapa yang menyuruhmu duduk, hah? Aku bilang kemari!” ujar Hong Seongsanim yang sudah naik pitam, dan akhirnya insiden peluncuran spidol kembali terjadi. Dan ya… kita sekarang bisa menyebut Hong Seongsanim sebagai atlet lempar spidol terbaik. Pasalnya, spidol yang diluncurkan ke murid baru yang kedua juga tepat mengenai sasaran. Yakni, kepalanya.

Ah!” jerit si murid baru yang kedua. Ia pun langsung berlari ke arah Hong Seongsanim. Dan kini, Suji diapit oleh dua lelaki tampan, dengan Kim Jongin di sebelah kirinya dan “Siapa namamu?” , “Namaku Byun Baekhyun-imnida.” Ya. Byun Baekhyun di sebelah kanan Suji.

“Huh… baiklah. Aku sudah tak tahan lagi. Yang pasti sekarang aku tak ingin mengajar untuk kalian. Aku perintahkan kalian agar membersihkan lantai sepanjang koridor sampai pulang sekolah nanti!”

Nde?” ucap Suji dan dua murid baru serentak.

***

“Hey! Kalian berdua!” ujar Suji yang saat itu berada di belakang kedua murid baru.

Mereka berdua pun berbalik menengok ke arah suara. “Hm?” ujar Jongin. “Ada apa?” ujar Baekhyun menyambung.

“Bersihkan semuanya, aku lelah! Aku ingin istirahat saja di UKS!”, “Kenapa begitu? Memangnya kau sakit?” tanya Jongin. “Mana mungkin dia sakit. Kalau dia sakit, mengapa masih bisa bergaya seperti preman?”.

Mwo? Hey, Baekhyun! Kau anak baru! Beraninya kau mengataiku preman. Aku itu hanya butuh istirahat sebentar, kok! Asal kalian tahu, aku kena hukum karena kalian!”

“Kenapa jadi kami? Kami kan baru saja mengenalmu.” Tanya Jongin bingung. “Iya. Kenapa kamu malah menyalahkan kami?” ujar Baekhyun ikut bertanya.

“Ada alasan yang tak bisa kujelaskan!” ujar Suji.

Suji tak ingin banyak bicara lagi dengan mereka, ia pun memutuskan pergi ke UKS tanpa seizin mereka berdua.

Ketika Suji melewati keduanya, “Hey!” ujar Baekhyun yang langsung menarik lengan Suji, sukses membuat posisi badan Suji kembali berbalik ke arah mereka. Namun ternyata,

BRUK

Suji pingsan!

UKS

Suji merasakan kepalanya begitu berat. Ya, tentu saja hal ini terjadi pada Suji. Karena Suji pagi tadi belum sarapan sama sekali.  Ia pun mencoba membuka matanya. Mengerjapkan kedua matanya. Mencoba meraba-raba di mana ia sekarang berada.

“Kau di UKS.” Ucap seseorang dan ternyata itu adalah Baekhyun. “Mm… mianhe… aku tak  tahu kalau kau benar-benar sakit… lagipula… salah kau juga! Kenapa kau masih mencoba terlihat kuat di depan kami?”, “Iya! Setidaknya tadi kau seperti ini ‘Aduh-aduh… kepalaku pusing sekali… ah…’ begitu…” ujar seseorang lagi, ternyata itu Jongin.

Cih! Aku bukan tipe wanita lemah seperti itu.” Ujar Suji.

“Oh iya. Kau kenapa jadi pingsan?” tanya Baekhyun. ‘Hey! Jangan baik padaku!’ batin Suji.

“Mm… tadi pagi… aku belum sarapan.” Ucap Suji pelan.

“Dasar ceroboh! Kenapa jadi belum sarapan… tunggu aku, aku akan membuatkan teh hangat untukmu”. “Mm… kenapa aku merasa kau rada aneh ya Baekhyun?” ucap Jongin yang sedikit bingung dengan sikap Baekhyun pada Suji.

Eoh… kau terlihat aneh Baek-Baekhyun! Apa urusanmu kalau aku sudah sarapan atau belum?” ucap Suji yang sedari tadi merasa tak nyaman dengan sikap Baekhyun padanya.

Namun, Baekhyun tak menggubris mereka berdua. Ia berlalu pergi membuatkan teh hangat untuk Suji.

Ck… dia mengabaikanku. Oh iya. Suji. Aku punya roti, makanlah.” Ujar Jongin sembari memberikan roti miliknya. “Gomawo…” ucap Suji lembut. Suji pun bangun dengan perlahan dan kemudian memakan roti tersebut.

Tak lama kemudian, Baekhyun pun datang dengan secangkir teh di tangannya, “Ini.” Ucapnya sambil menyodorkan teh tersebut pada Suji.

Suji pun mengambil teh itu dan kemudian menyeruput teh yang masih terasa panas.

Ting

Ting

Ada bunyi line masuk dari ponsel Suji dan juga Baekhyun. Mereka berdua pun bingung, ‘kebetulan macam apa ini?’ ucap mereka dalam hati masing-masing.

Seperti ada yang menjanggal dalam diri Suji. Ia pun mengambil ponselnya. Begitu juga dengan Baekhyun.

Mereka berdua membuka line mereka. Dan Suji baru ingat bahwa di line-nya ada nama author yang sama dengan nama orang yang ada di hadapannya saat ini,

“Kau… apa kau… Byun Baekhyun yang author i-itu?” ucap Suji sedikit terbata. “Kau juga… apakah kau Suji… Bae Suji yang author itu?” Baekhyun balik tanya.

“Jadi kau author Byun Baekhyun itu? Kya! PLAK PLAK PLAK.” Entah dapat stamina dari mana, Suji seperti langsung sehat setelah mengetahui Baekhyun adalah orang yang membuatnya kesal malam tadi.

Ia pun berhasil melampiaskan amarahnya dengan memukul Baekhyun beberapa kali.

“Apa salahku?” ujar Baekhyun bingung sambil memegangi badannya yang nampak sakit dan kemudian menatap Suji dengan wajah tak bersalah.

“Salahmu banyak!” ujar Suji sinis.

End

 

 

 

 

A/N

Puji syukur kehadirat Allah Swt. Karena telah memberikan ide untuk membuat Fanfict ini O:). Kedua, terimakasih untuk adik saya a.k.a Jung Geom Na yang telah menjadi reader pertama ff ini dan telah memberikan ‘balasan’ untuk Baekhyun di Fanfict ini^^. Ketiga, saya sangat berterimakasih untuk teman saya yakni, Author Byun Baek Hee, Kim Ra In, dan HunHan 3a yang sudah mau menjadi editor Fanfict saya. Saya benar-benar banyak belajar dari kalian {}.

Untuk readers yang kusayangi, maaf ending ff ini rada ngeselin/? Sebenarnya saya pengen buat lebih panjang. Cuman, karena malas >,< jadi, saya stop sampai di sana aja. Jika kalian masih ada yang penasaran dengan kelanjutannya. Kalian bisa req. Sequel-nya dengan tulis di kolom komentar(syaratnya: yg request banyak. Sebanyak apa itu? Rahasia/? XD). Sekian and wanna review?😉

25 responses to “[Freelance/Oneshot] You are The Author

  1. wahhh.., kesen pertama baca ff ini. suka pake banget. hahaha,, ada real life, aku senyum2 bacanya thor. hahaha, apalgi ni couple yg jd main castnya. hahah, pengen ngammuk ama author kna pendek banget. tapi untglah nnt dibikinin sequel. thor,,, penggemar ffmu ini minta sequel. heheheh, fighting!!! and kep writing.

  2. Wkwkwk😀
    Ff-nya seru sekali, LJ-san! Bikin ketawa-ketawa ndiri..
    Hihi, Suji nya pas di line PD bgt yak, kalau Baekhyun omongannya sopan sekaliiii… Kyaaaaaaaaaaaa #Fangirl
    Mungkin kalau beneran ada fanboy yg seperti Baekhyun di dunia nyata, sy bakal idolain dia juga😄
    Thanks ya untuk ff-nya yang menghibur.. ^^b

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s